Articles
90 Documents
MANAJEMEN DAN KOMUNIKASI HINDU PADA PELAKSANAAN RITUAL PARUMAN BARONG DI PURA LUHUR NATAR SARI, DESA APUAN, KABUPATEN TABANAN, BALI
nyoman bontot
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The barong meeting ritual is one of the peak processions of the many series of piodalan ageng in Luhur Natar Sari Temple. Barong meeting ritual involves a lot of resources and participants, both Hindu people in sekala (real) and Ratu Gede (barong) in niskala. The large number of resources and parties involved in the barong meeting ritual requires adequate management and communication systems. The implementation of the barong meeting ritual is based on the existence of ideology (theology, politics, and economics) and the belief of Hindu people supporters of the ceremony. For the success and smooth implementation of the ceremony, implementing management (Bali royal era, Indonesia independence era, and global era). For the sake of smooth coordination and implementation of the entire procession, implementing Hindu communication (vertical and horizontal), verbal dan non-verbal, oral and written, and using communication facilities such as mobile phones, loudspeakers, and radio communications (handy talkie).
PERKAWINAN NYAI ENDAS BULAU LISAN TINGANG DAN RAJA GARING HATUNGKU DALAM WACANA SEKSUALITAS ERA KEKINIAN
ayu juniarthi
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas ritual perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku dikaitkan dengan isu seksualitas. Dalam hubungan tersebut perlu disadari ada bentuk upacara yang termuat dalam Kitab Panaturan sebagai pedoman bagi pelaksanaan perkawinan bagi masyarakat yang setia menganut ajaran leluhur, yakni penganut Hindu Kaharingan. Konteks kekinian telah melunturkan esensi pelaksanaan perkawinan yang sakral dan suci dengan pengaruh gaya ke-Barat-an. Apabila perkawinan diartikan sebagai aktivitas atau kegiatan seksual yang bebas dengan tujuan pemenuhan seksual semata. Ironi memang jika pasangan yang sudah menikah salah kaprah dalam memahami esensi perkawinan, tanpa kontrol, berbuat semaunya tentu perlahan-lahan nilai-nilai keluhuran yang ada dalam perkawinan menjadi tidak bermakna. Namun, bagi penganut Hindu Kaharingan bukan hal yang berlebihan dalam memandang tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan leluhur (tatu hiang) melalui ritual, mitos, legenda, tuturan, tata etika sebagai ajaran yang harus dipedomani, dilaksanakan, dan dilestarikan. Usaha ini tentu perlu dukungan mengingat Perkawinan antara Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku sebagai pengejawantahan ajaran suci yang diyakini langsung bersumber dari Ranying Hatalla untuk dilaksanakan penganut Kaharingan dalam merefleksikan sradha dan bhaktinya. Tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku untuk dapat digali, diangkat, selanjutnya dijadikan pedoman hidup menuju kehidupan berumah tangga ke arah yang lebih baik
Esensi Komunikasi Pendidikan
sihung sihung
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemajuan yang disebut pembangunan di Indonesia belum merata (sampai kepelosok), khususnya bidang jaringan komunikasi/mendukung pemanfaatan media. Masyarakat desa terutama usia Sekolah, belajar dengan sistem daring (memanfaat jaringan internet) mengalami kendala, ditambah dengan sarana yang (laptop dan telepon genggam) yang mahal harganya. Hal yang sangat dirasakan oleh oleh setiap unsur pendidik maupun peserta didik selama ini terutama masa pandemi sekarang ini bahkan masyarakat yang berdomisili diwilayah kota pun masih banyak kendala jaringan, apabila berada dipinggiran. Pada hal komunikasi jarak jauh satu-satunya cara untuk menyelesaikan atau menyiasati kondisi saat ini agar pendidikan/pembelajaran formal tetap berlangsung. Elektronik salah satu media pendidikan yang secara umum memperjelas informasi pendidikan secara umum-menyeluruh, sama dan jelas dari sumber yang resmi atau dipercaya dan dapat dipertanggung-jawabkan. Sehingga pemberi informasi pun adalah orang-orang yang dipilih atau ditentukan. Peserta didik terutama ditempat yang terkendala sistem atau jaringan komunikasi dan informasi (elektronik), memilih waktu yang tepat untuk mengakses dan media atau perangkat pendukung yang dipandang efektiv.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER
Ni Wayan Ramini Santika
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Manajemen merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Unsur manusia berkembang menjadi suatu bidang Ilmu Manajemen yang disebut dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Pendidikan Karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan karakter. Pendekatan Pendidikan Karakter. Pengembangan Karakter, dikembangkan melalui tahapan pengetahuan, pelaksanaan, dan kebiasaan. Pengembangan Karakter yakni mengembangan moral knowing, kemudian moral feeling, dan moral action, maka akan semakin membentuk karakter yang baik atau unggul/tangguh.
Peran Kurikulum Muatan Lokal Dalam Melestarikan Bahasa Daerah (Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah)
Desak Ketut Angraeni
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i2.605
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan, dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dari berbagai mata pelajaran yang ada baik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas terdapat salah satu mata pelajaran yang mampu membantu melestarikan budaya daerah setempat adalah mata pelajaran muatan lokal. Muatan lokal dalam kurikulum terdapat pada peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 79 tahun 2014 tentang muatan lokal kurikulum 2013. Muatan lokal merupakan bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap keunggulan dan kearifan di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal yang masuk ke dalam satuan Pendidikan yaitu salah satunya adalah bahasa daerah Kalimantan Tengah yaitu bahasa daerah Dayak Ngaju. Peran kurikulum muatan lokal dalam melestarikan kebudayaan daerah terutama bahasa daerah Kalimantan Tengah yang menggunakan bahasa Dayak Ngaju merupakan upaya dalam Pendidikan agar bahasa daerah ini tetap lestari bagi peserta didik daerah aslinya maupun peserta didik pendatang dari luar daerah sehingga peserta didik memiliki bekal kemampuan serta pengetahuan mengenai bahasa daerah di tempat peserta didik tinggal dan memiliki sikap atau perilaku yang selaras dengan nilai-nilai atau aturan-aturan yang berlaku di daerahnya serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
MANAJEMEN PENYULUHAN AGAMA HINDU PADA GENERASI MILENIAL
I Nyoman Bontot
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i2.606
Perkembangan teknologi komunikasi (media sosial) yang dinikmati oleh generasi milenial mempengaruhi perilaku mereka dalam hubungan sosial. Generasi milenial yang dicirikan dengan peningkatan penggunaan teknologi digital menjadikan mereka pribadi dengan pemikiran terbuka akan ide-ide, percaya diri, liberal, suka berganti-ganti pekerjaan, dan malas bersosialisasi secara langsung. Kondisi ini membuat para generasi milenial mudah dapat mengakses berbagai informasi dari dunia maya, baik yang bermanfaat maupun yang menyesatkan. Hal tersebut dapat membahayakan keberadaan umat Hindu khususnya generasi milenial tanpa didukung oleh pondasi agama dan keilmuan yang kokoh. Penelitian ini mengetengahkan tiga permasalahan : (1) pentingkah penyuluhan agama Hindu bagi generasi milenial? (2) apakah yang menjadi ruang publik generasi milenial yang dapat dijadikan media penyuluhan agama Hindu? Dan bagaimanakah strategi melakukan penyuluhan agama Hindu pada generasi milenial? Permasalahan dianalisis menggunakan Teori Perubahan Sosial dan Teori Manajemen. Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar generasi milenial tersebut, maka penyuluhan agama Hindu ke depan masih tetap diperlukan. Seiring perubahan karakteristik dan perilaku (perubahan sosial) yang dialami para generasi milenial, maka media penyuluhan perlu dirubah dari real space (ruang kelas, aula, bale banjar) menjadi virtual space (whatsapp, instagram, website). Teknik penyampaian dan materi penyuluhan pun perlu disesuaikan dengan karakter para generasi milenial, yang terbuka dengan ide-ide dan serba praktis/instan. Agar target penyuluhan agama Hindu dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka pelaksanaan penyuluhan agama Hindu pada generasi milenial juga dituntut berdasarkan prinsip-prinsip manajemen, baik manajemen modern maupun manajemen berbasis Hindu.
IMPLEMENTASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN
I Putu Widiyanto;
Endah Tri Wahyuni
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i2.607
Pembelajaran merupakan aktivitas terencana yang disusun guru agar siswa mampu belajar dan mencapai kompetensi yang diharapkan, oleh karena itu sebelum melaksanakan pembelajaran guru harus menyusun perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran sangat penting karena menjadi pedoman dan standar dalam usaha pencapaian tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi perencanaan pembelajaran berpengaruh terhadap kinerja guru dan proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Implementasi perencanaan pembelajaran akan membuat empat kompetensi guru berjalan dengan baik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Dan perencanaan pembelajaran yang baik akan membuat pelaksanaan pembelajaran akan berjalan baik pula.
MENEJEMEN PROSES PEMBELAJARAN JARAK JAUH DIMASA PANDEMI COVID-19
Ida Ayu Komang Suryatniani
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i2.608
Manajemen proses pembelajaran sangat penting dalam rangka meningkatkan efektisitas belajar mengajar apalagi dalam masa pandemi covid-19. Berbagai usaha dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap mempertimbangkan kesehatan. Proses belajar mengajar saat ini merupakan hal yang sangat penting dalam lembaga pendidikan. Sehingga dibutuhkan metode atau cara yang tepat agar proses belajar mengajar ini tetap mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana mestinya. Dalam hal ini guru sebagai fasilitator pendidikan dituntut harus mampu menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan meski dalam kondisi belajar jarak jauh. Sebagai seorang guru harus mampu memilih dan menerapkan metode belajar apa yang sesuai dengan kompleksivitas materi dan karakter masing-masing peserta didik. Berbagai hambatan, kesulitan, dan keterbatasan dihadapi dalam proses belajar mengajar, mulai dari faktor peserta didik, keluarga peserta didik, maupun sarana dan prasarana yang kurang representatif, namun kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) tetap menginstruksikan seluruh pendidik di semua jenjang pendidikan agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dari rumah baik siswa maupun mahasiswa. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan dalam mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan evaluasi (evaluating) dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di masa pandemi COVID-19 saat ini, baik implementasi pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).
ETNOPEDAGOGI MANJAWET DALAM MANAJEMEN PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA HINDU DI KALIMANTAN TENGAH
Ju Kumala Dewi
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i2.609
Karakteristik Kalimantan Tengah adalah wilayah paling pluralis ditinjau dari suku, agama, ras dan antargolongan yang memiliki keunikan pada budaya setempatnya. Praktik pendidikan berbasis kearifan lokal atau etnopedagogi, memberi harapan sebagai salah satu jalan keluar menjembatani revitalisasi budaya setempat dan peningkatan relevansi pendidikan Hindu. Adanya interaksi pewarisan keterampilan dari generasi pendahulu kepada generasi muda fokus dikaji melalui etnopedagogi Manjawet bagi pemberdayaan generasi muda untuk membentuk skill mumpuni. Umpan balik pengembangan pendidikan Hindu berbasis kearifan lokal melibatkan kegiatan manajemen khususnya pada praktik Manjawet. Manjawet menyimpan potensi mengiventarisasikan nilai-nilai budaya setempat yang masih hidup dan terjaga guna menggali serta memberi perhatian bagi pelestarian kearifan lokal sehingga terciptanya generasi muda Hindu yang kreatif, inovatif, berkualitas, berdaya saing, berkarakter, dan memiliki keterampilan yang berakar dari akar budayanya sendiri.
STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL
Tri Aspiyana;
Ririn Rianit
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 2 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i2.611
Seluruh negara yang terdampak pandemi Covid-19 saat ini sedang melakukan adaptasi agar pendemi ini tidak berdampak jauh lebih buruk pada semua aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dengan seksama agar semua peserta didik dapat menerima haknya. Indonesia menerapkan beberapa kebijakan dibidang Pendidikan agar peserta didik tetap mendapat Pendidikan yang terjamin kualitasnya. Pada masa New Normal ini sekolah dizona hijau dan kuning sudah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan melaksanakan protokol kesehatan, namun harus sesuai dengan kebijakan dan instruksi pemerintah daerah masing-masing. Untuk sekolah yang berada diluar zona tersebut masih harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Namun, masih banyak sekolah yang belum bisa menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat. Hal ini karena adanya keterbatasan sekolah-sekolah yang berada di daerah. Setiap satuan Pendidikan memiliki tantangan masing-masing dalam menerapkan kebijakan-kebijakan mengenai Pendidikan di era adaptasi kebiasaan baru termasuk salah satunya pembelajaran jarak jauh. Mengingat banyaknya kendala-kendala yang muncul dalam proses pembelajaran dimasa new normal ini, setiap satuan Pendidikan harus mampu mengelola pembelajarannya dengan strategi-strategi yang tepat sesuai kebutuhan sekolah agar tetap berjalan dan terjamin kualitas pembelajarannya.