cover
Contact Name
Dwi Puji Hastuti
Contact Email
dwi.dsu@bsi.ac.id
Phone
+6285772632790
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.bsi.ac.id/index.php/khasanah/about/editorialHistory
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 20870086     EISSN : 26555433     DOI : https://doi.org/10.31294/khasanah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya is a scientific publication that serves as a medium for disseminating scholarly ideas and research findings in the fields of tourism, hospitality, and cultural studies. The journal is published periodically in March and September by the Department of Research and Community Service (LPPM), Universitas Bina Sarana Informatika. The editorial board of khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya welcomes and accepts scientific manuscripts from academics, researchers, and practitioners, both from within and outside Universitas Bina Sarana Informatika. The journal aims to contribute to the development of knowledge and research in tourism, hospitality, and cultural studies through the publication of high-quality scholarly works.
Articles 5 Documents
Tinjauan Penerapan Konsep Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (Studi Kasus: Kabupaten Manggarai Barat): Review of the Implementation of the Sustainable Tourism Destination Concept (Case Study: West Manggarai Regency) Roseven Rudiyanto; Elisabeth Klara Sekar Cahyani
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.3398

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat dengan Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata super prioritas yang menerapkan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan membutuhkan pemantauan yang menyeluruh. Salah satu standar dan pedoman yang dapat digunakan sebagai pemantauan penerapan pariwisata berkelanjutan pada suatu wilayah ialah Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang telah mengadaptasi perubahan pada Standar Pariwisata Berkelanjutan kriteria destinasi yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Selain itu, penelitian ini diharapkan akan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan upaya dalam penerapan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan metode mix method exploratory design procedures. Data dikumpulkan melalui serangkaian wawancara dan kemudian dianalisis menggunakan skala penilaian 1 hingga 4, mengadaptasi dari Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) yang awalnya digunakan untuk mengevaluasi desa wisata. Analisis data difokuskan pada struktur Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang terdiri dari empat bagian, yaitu 1) Pengelolaan Berkelanjutan, 2) Keberlanjutan Sosial Ekonomi, 3) Keberlanjutan Budaya, dan 4) Keberlanjutan Lingkungan. Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas dan memiliki citra pariwisata berkelanjutan sehingga dibutuhkan instrumen monitoring dan evaluasi terstandarisasi. Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan ini dapat dijadikan sebagai instrumen monitoring dan evaluasi upaya pemenuhan konsep pariwisata berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat. Penerapan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat telah mencakup seluruh bagian dari Pedoman Pariwisata Berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan dan kajian yang telah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian, penelitian ini memiliki tantangan, yaitu ketersediaan data yang terdokumentasi sebagai pemenuhan indikator pada Pedoman Pariwisata Berkelanjutan.
Pengembangan Pariwisata Kreatif Wujudkan Pemberdayaan Masyarakat Lereng Sentono Di Kabupaten Bantul HENI WIDYANINGSIH
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.11219

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata di Lereng Sentono merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pariwisata, yaitu meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta melestarikan lingkungan alam dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan pariwisata kreatif wujudkan pemberdayaan masyarakat Lereng Sentono di Kabupaten Bantul. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Strategi yang dapat dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat di wisata Lereng Sentono adalah  Mengembangkan paket wisata interaktif dan berbasis narasi lengkap, Meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas wisata, Memberdayakan masyarakat lokal melalui pelatihan dan pendidikan, Mengembangkan produk wisata unik dan autentik. Pemberdayaan tersebut bermanfaat dapat  meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, melestarikan lingkungan dan budaya,  meningkatkan kesadaran wisatawan tentang pentingnya pelestarian alam dan budaya, Pemerintah dan stakeholder terkait dapat bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur, promosi, dan pemasaran pariwisata di Lereng Sentono. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata kreatif di Lereng Sentono dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata.
Analisis Kompetensi Teknis Tour guide Pada Kesiapan Praktik Guiding Siswa SMK Harapan Bersama Kota Tegal Puput Dewi Anggraeni
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.11774

Abstract

The technical competence of tour guides is very important for students majoring in Tourism Service Business at Harapan Bersama vocational high school in Tegal City, because it is the main foundation for conducting guiding practices for students who want to become tour guides. These competencies include knowledge, skills, and attitudes. In addition, students are also required to learn to memorize, explain general and important information that is around them, including general knowledge in a comprehensive manner. The technical competence of tour guides must be possessed by students so that their readiness in guiding becomes trained and confident in explaining knowledge of tourist attractions and their surroundings. Therefore, the analysis of the technical competence of tour guides needs to be carried out and followed up further, so that students have a better mastery of the material studied and are ready to carry out guiding practices. This research is a quantitative research. The purpose of this study is to analyze the technical competence of tour guides on the readiness of guiding practices of Harapan Bersama vocational high school students in Tegal City. The sample in this study amounted to 19 respondents. The sampling technique in this study used simple random sampling. This study used descriptive analysis. The results of this study are indicators that can be described: The  knowledge indicator shows an average value of 61.59% which means that knowledge is very important for a tour guide, because it is the main provision and foundation for students in providing explanations about history, culture, tourist destinations and facts in a city that will be visited so that the information provided is clear and guests feel satisfied with the explanation given by the tour guide. The skill indicator shows an average value of 65.8% which means that trained skills are needed by a tour guide in explaining or conveying stories well to guests, managing time and handling emergency situations during the tour. The attitude indicator shows an average value of 77.86% which means that attitudes in tour guide competencies are very important and must be possessed by a tour guide, because a tour guide must be able to serve guests well, so that guests feel satisfied with the services provided during the tour. The readiness indicator shows an average value of 73.7% which means that the readiness of practical guiding of Harapan Bersama vocational high school students majoring in Tourism Service Business must be supported by the existence of technical tour guide competencies including knowledge, skills, and attitudes.
From Coffee to Communion: Regenerative Tourism and Spiritual Ethics in Flores, Indonesia Rudy PRAMONO; Yoseph D. Timba; Juliana
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.11933

Abstract

This study explores the role of local spirituality in shaping regenerative coffee tourism in Flores, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach based on semi-structured interviews, participatory observation, and documentation of rituals, the research examines how spiritual values—such as sacred relationships with the land, ancestral offerings, and communal rituals—inform ecologically responsible and culturally rooted tourism practices. The findings reveal that community-based coffee tourism in Flores fosters not only environmental sustainability but also spiritual healing for both hosts and visitors. Framed as a “liturgy of encounter,” tourism becomes a transformative space for reflection, cultural dialogue, and ethical regeneration. This study contributes to the emerging literature on regenerative and spiritual tourism by offering an integrative framework that connects ecology, faith, and community. It also recommends policy support for culturally embedded tourism models that honor local wisdom and spiritual ethics.
Sinergi Pemangku Kepentingan dalam Pelestarian Cagar Budaya Melalui Urban Heritage Tourism di Kota Lama Semarang Assyifa; Aditha Agung Prakoso; Primantoro Nur Vitrianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khasanah.v16i2.11942

Abstract

Pelestarian kawasan cagar budaya di perkotaan memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor guna menjaga keberlanjutan nilai sejarah, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini mengkaji pelestarian Kota Lama Semarang sebagai kawasan heritage melalui pendekatan urban heritage tourism berbasis model Pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku bisnis, dan media. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masing-masing pemangku kepentingan saling terkait secara dinamis: pemerintah sebagai regulator, komunitas sebagai penjaga nilai lokal, akademisi se-bagai penyedia kajian kebijakan, pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis heritage, dan media sebagai penyebar informasi serta pembentuk opini publik. Sinergi antarpihak terbukti memperkuat pelestarian fisik dan sosial kawasan, meskipun masih dijumpai tantangan berupa lemahnya koordinasi kelembagaan dan partisipasi yang belum merata. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kolabo-ratif berbasis Pentahelix berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian cagar bu-daya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Kota Lama Semarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5