cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Character education in the folklore of South Kalimantan (the perspective of literary sociology) Haswinda Harpriyanti; Kamariah Kamariah
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 1 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v16i1.25553

Abstract

This study is focused to reveal character education in the folklore of South Kalimantan. the matter will be examined in this study are: (1) How character education that relate to yourself?; (2) How character education that relate to our fellow humans?; and (3) How character education related to the environment?; The methods used in this research is descriptive analysis method. The techniques used for data collection are the techniques of exploration.The data in this study is a collection of the folklore of the South Kalimantan, published by Lembaga Pendidikan Banua Banjarmasin, the mold is second in 2006 and third in 2008 mold. The result of this study is there are few of character education values mentioned, divided by three object: that relate to yourself (hard work, curious, responsible, independent, entrepenuer,); relate to our fellow human beings (obedient, social care, democratic); and relate to the environment (care for the environment).
INDIGENEOUSASI SOSIOLOGI: MELALUI PENGEMBANGAN MATER! SOSIOLOGI BERKARAKTE R NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA Erianjoni *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3583

Abstract

Selama ini dalam tataran wacana yang muncul di kalangan sosiolog (seperti, Iwan Gardono FISIP UI) untuk meningkatkan indigenisasi sosiologi di Indonesia, yaitu perlunya perbaikan mendasar dari "hulu"sampai yang intinya mencoba untuk "mereplikasi" (dan inovasi) pola-pola komunitas sosiologi di tempat (negara) lain, upaya tersebut adalah; (1) perlu sistem rekrutmen sosiolog dan lembaga penelitian yang lebih baik, (2) pola kenaikan pangkat dan jabatan benar-benar dikaitkan dengan prestasi dan kontribusi ilmuwan (dari terendah, terbaru sampai senior), (3) dalam pengajaran, utamanya pascasarjana, perlu pembahasan masalah "theory/ model/ indicator building/ contruction"sehingga melatih para sosiolog tidak hanya sekedar menjadi "konsumen" melainkan sebagai "produsen", (4) diseminasi hasil penelitian dapat secara langsung atau tidak langsung akan memasarkan produk indigenisasi (5) diseminasi melalui media haruslah merupakan kelanjutan dari diseminasi pada komunitas ilmiah atau mempopulerkan sosiologi dan (6) pembuatan jaringan "networking"baik dari komunitas nasional ke intemasional atau komunitas daerah. Berangkat dari persoalan tentang enam wacana yang digagas oleh Iwan Gardono tersebut, penulis men-coba menyampaikan wacana lain dalam upaya indigeneousasi sosiologi di Indonesia, yaitu melalui materi ajar sosiologi itu sendiri yang selama ini menurut asumsi penulis belum pemah terwacanakan di kalangan akademisi khususnya di LPTK dan tenaga pendidikan (guru), padahal melalui proses pendidikan atau pengenalan sosiologi pada jenjang pendidikan menengah (SMP/SMA) memiliki posisi yang strategis. Perkembangan ilmu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan kurikulum dan proses pembelajaran juga harus dibarengi dengan materi ajar sosiologi. Dalam pengamatan penulis selama hampir 3 tahun terlibat sebagai tenaga pendamping guru dalam pengajaran sosiologi di beberapa SMA di Propinsi Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Sijunjung dan Solok Selatan, ditemukan pada 5 SMA di Kabupten Sijunjung dan 3 SMA di Kabupaten Solok Selatan (tahun 2008 sam-pai tahun 2010) berbagai persoalan teknis dan non teknis yang menunjukkan kerancuan dalam pembelajaran sosiologi khususnya materi sosiologi dan bahan ajar, yang tidak bersentuhan dengan kontekstual wilayah ma-sing-masing seperti yang dituntut oleh KTSP, sehingga pengajaran sosiologi pun ikehilangan karakter. Pembelajaran sosiologi akan berperan dalam proses character building siswa untuk itu perlu materi ajar yang berkarakter, pada buku sumber yakni 4 buku teks SMA (terbitan percetakan nasional) tidak memenuhi kri-teria tersebut, sementara materi ajar sosiologi terlalu orientalisme dan sentralistik, maka perlu diwarnai dengan local knowledge dan local wisdom masyarakat dalam arti sosiologi perlu Indigen" (membumi). Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk Mengiventarisasi nilai-nilai budaya lokal untuk pengembangan materi sosiologi bermuatan dan Mengemukakan strategi integrasi materi sosiologi ke dalam buku sumber yang ber-muatan lokal. Keywords: Indigeneousasi, nilai budaya lokal, materi sosiologi.
The Roles Of Woman In Nggorea Village In Order To Increase The Economic Social Of Family By Local Weaving Cloth Heritage Hasti Sulaiman; Anita Anita
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 1 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i1.32564

Abstract

The aims of this research is to describe the roles of woman in Nggorea village in order to increase the economic social of family by local weaving cloth heritage. This research is a descriptive qualitative. Data collected by direct observation, documentation, and interview. In this research shows that beside as the housewife, the woman at Nggorea village roles to increase the economic in their family by using the local weaving cloth, which is the culture heritage of the ancestor. Generally, the activity of weaving by woman in Nggorea village is just to spend their time after finishing the homework and to continue the culture heritage. The product of woven cloth can be used as the daily clothing and as used at the culture ceremony. Meanwhile, to fulfill their daily life needs are getting by gardening and fishing. However, the product of woven cloth is known by many people and the function of the woven cloth is varied such as to make a coat, bag, skirt, blanket, and so on. The quality of woven cloth give an effect to its price, so it can influenced the economic social of Nggorea society. There are some kinds of social economic increasing at Nggorea village, such as fulfill the life needs and to get the higher education so that it can influence to the better social life. Automatically it influenced to the social status of society.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PERKULIAHAN DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNY Suparmini, M. Nursa'ban *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v11i1.3748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) peningkatan nilai-nilai kejujuran dan 2) peningkatan nilai-nilai tanggung jawab mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi yang mengambil mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Geografi (PPG) tahun ajaran 2010/2011 semester genap sejumlah 60. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Analisi data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan nilai-nilai kejujuran, dan 2) Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan nilai-nilai tanggung jawab. Kata kunci: kejujuran, tanggung jawab, pembelajaran berbasis masalah
Aktualisasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah Desvian Bandarsyah *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 2 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v11i2.5305

Abstract

Berbagai persoalan serius dan sistemik mengenai kebangkrutan moral, hilangnya rasa tanggungjawab, dan disorientasi kebangsaan yang bersifat multidimensional, terjadi tidak hanya pada level kepemimpinan nasional, tetapi juga pada level lokal, bahkan sampai tingkat generasi mudanya. Hal itu mendorong perlunya pendidikan yang dapat menjawab berbagai perubahan sosial di tengah-tengah perkembangan masyarakat yang menglobal. Persoalan mendasar berkaitan dengan peranan pendidikan adalah bagaimana pendidikan dilakukan dengan memuat nilai-nilai humanis serta membentuk karakter dan perilaku yang sesuai dengan perkembangan dalam dunia yang terus berubah dari waktu ke waktu. Kita harus mampu menyelenggarakan pendidikan yang mengacu ke masa depan. Pendidikan yang  mempersiapkan generasi muda untuk menatap masa depan yang lebih baik, dengan pemaknaan terhadap kehidupan yang dinamis secara positif yang berkaitan dengan upaya pengembangan kualitas dan kemandirian manusia Indonesia.  Sehingga dimungkinkan secara proaktif dapat menjawab tantangan masyarakat dan bangsa, dalam dunia yang kompleks. Dunia keilmuan dan corak pendekatan pendidikan kita dalam tataran teoretis dan praktis harus mampu melepaskan diri dari pengaruh kelimuan warisan Cartesian yang mekanistik positivistik. Desain ilmu-ilmu sosial dalam pendidikan, terutama pendidikan sejarah harus dapat menawarkan kemandirian, melalui pengembangan karakter, kesadaran dan nalar kritis dengan memfungsikan kesadaran etis dan estetika. Ilmu-ilmu sosial dan sejarah merupakan solusi dalam mengatasi krisis kemanusiaan dewasa ini. Terutama pembelajaran sejarah dengan implementasi yang tepat. Kata Kunci: ilmu sosial, pendidikan karakter, pembelajaran sejarah
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Complex Instruction Terhadap Hasil Belajar IPS YULITA DEWI PURMINTASARI; AYU LESTARI
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 1 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v13i1.9900

Abstract

Masalah dalam penelitian ini: (1) Bagaimanakah hasil belajar IPS siswa Kelas VIII SMPN1 Selakau Kabupaten Sambas sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Complex Instruction, (2) Bagaimanakah hasil belajar sesudah menggunakan model tersebut, (3) Adakah pengaruh model tersebut terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi berjumlah 161 siswa kelas VIII SMPN1 Selakau. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling yaitu kelas VIII-C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan teknik pengukuran. Pengolahan data menggunakan Uji t. Hasil penelitian: (1) rata-rata hasil pre-test kelas eksperimen 46,718 dan kelas kontrol 43,437, keduanya tergolong gagal, (2) rata-rata hasil post-test kelas eksperimen 76,406 dan kelas kontrol 72,031, keduanya tergolong baik, (3) hasil uji t diperoleh thitungttabel yakni 2,6372,389 maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan taraf signifikan α=1%, artinya terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Complex Instruction terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci : Complex Instruction, Hasil Belajar, Pembelajaran IPS
Komodifikasi Ruang dalam Program Televisi di Indonesia Rino Andreas
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 1 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i1.32668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam fenomena komodifikasi ruang hunian yang ditayangkan di program televisi d’SIGN NET. Ruang yang menjadi fasilitas pemenuhan kebutuhan individu ditransformasikan menjadi kepentingan ekonomi. Dalam konteks mekanisme pasar, ruang bukanlah entitas yang netral dan alamiah, melainkan dibentuk, dikonstruksikan dan direproduksi untuk memenuhi hasrat, gaya hidup, dan budaya konsumsi sebagai implikasi praktik-praktik adanya industri media. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode semiotika Roland Barthes yang di tampilkan di program d’SIGN NET. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang hunian urban dikonstruksikan oleh media dengan mengacu pada konsep interior, klasik, minimalis, maupun kontemporer kelas menengah atas atau elite. Tata ruang, posisi, maupun warna menjadi konten estetik ruang hunian yang ideal, di antaranya ruang tamu, ruang tidur, dapur, ruang anak, kamar mandi dan sebagainya. Lebih lanjut, tayang ini merepresentasikan ruang sebagai objek fetish sebagai konten media, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan rating, maupun iklan dan menjadi bagian dari arus kapitalisme. 
Studi tentang Pengaruh Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Siswa di Era Revolusi 4.0 Amel Mustikawati; Kurjono Kurjono
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 1 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i1.33048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalis pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa di era revolusi 4.0. Pembelajaran kewirausahaan diukur melalui indikator enterprenurial awareness education, education for start-up, education for enterprenurial dynamic dan contrinuining education for enterpernurship. Minat berwirausaha diukur melalui indikator preference, desire dan plan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei eksplanatori. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Tasikmalaya. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan uji realibitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Negeri 2 Tasikmalaya sebanyak 1.545 siswa dan berdasarkan perhitungan Slovin diperoleh sampel sebanyak 300 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap minat berwirausaha siswa di era revolusi 4.0. Temuan ini menyiratkan bahwa untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa di era revolusi 4.0 akan lebih efektif dengan meningkatkan proses pembelajaran kewirausahaan di sekolah.
KERJASAMA ANTAR DAERAH DALAM HAL PENGELOLAAN PELAYANAN PUBLIK DAN KAITANNYA DENGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (Studi Kasus Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya) Vina Zahirotul Husna
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 1 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i1.32599

Abstract

Diadakannya kerjasama pada hakekatnya sangat penting karena kerjasama dalam hal ini adalah sebuah interaksi yang bersifat dinamis untuk mencapai tujuan bersama. Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah bersepakat untuk melakukan kerjasama dalam hal pelayanan dan penyediaan serta pengelolaan terminal purabaya untuk kepentingan publik. Hal ini bertujuan salah satunya adalah untuk mengisi konsep pengembangan wilayah GERBANGKERTOSUSILA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Kerjasama yang dilakukan oleh kedua daerah ini menghasilkan dampak yang positif salah satunya adalah berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah kedua daerah yang bekerjasama.
Pengaruh Penggunaan Metode Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ekonomi Santi Santi; Ikaputera Waspada; Sumartini Sumartini
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 1 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i1.34091

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan metode problem based learning dengan metode konvensional (ceramah, tanya jawab). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang, dengan subjek penelitian yaitu kelas XI IIS 1 dan kelas XI IIS 2 dengan jumlah 65 peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi semu (quasi eksperiment), untuk mengetahui hasil dari perlakuan yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan 2 metode. Hasil dari analsis data yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah atau terdapat pengaruh positif penggunaan metode problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik dibandingkan dengan metode konvensional pada mata pelajaran ekonomi dengan sub judul materi perpajakan. Dengan hasil tersebut peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya bisa menggunakan metode problem based learning pada mata pelajaran ekonomi dengan sub judul materi yang lain.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan metode problem based learning dengan metode konvensional (ceramah, tanya jawab). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang, dengan subjek penelitian yaitu kelas XI IIS 1 dan kelas XI IIS 2 dengan jumlah 65 peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi semu (quasi eksperiment), untuk mengetahui hasil dari perlakuan yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan 2 metode. Hasil dari analsis data yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah atau terdapat pengaruh positif penggunaan metode problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik dibandingkan dengan metode konvensional pada mata pelajaran ekonomi dengan sub judul materi perpajakan. Dengan hasil tersebut peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya bisa menggunakan metode problem based learning pada mata pelajaran ekonomi dengan sub judul materi yang lain.