cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Pengaruh kemandirian belajar, minat belajar, disiplin belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa Fitri Rahayu
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 2 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v15i2.22680

Abstract

Penelitian ini meneliti apakah ada pengaruh kemandirian belajar,minat belajar,disiplin belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa khusunya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII Di SMPN 2 Pakel tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, produk momen, uji t, uji F dan uji R2 dengan menggunakan bantuan program SPSS 23.0, for windows. Dilihat dari analisis linier berganda dengan hasil kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 1,300 lebih besar dari ttabel 0.679 hubungan positif sebesar 0,661 nilai signifikan 0,002, minat belajar sebesar 0,738 lebih besar dari ttabel 0.679 hubungan positif sebesar 0,835  nilai signifikan 0,003, disiplin belajar sebesar 1,466 lebih besar dari ttabel 0.679 hubungan positif sebesar 0.716 nilai signifikan 0,001 dan lingkungan belajar 0,087 lebih kecil dari ttabel 0.679 hubungan positif sebesar 0,604 nilai signifikan 0,004.
Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga Miskin dengan Kepala Rumah Tangga Perempuan Hastuti . *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji profil rumah tangga dan strategi bertahan hidup rumah tangga miskin. Subjek penelitian adalah rumah tangga dengan kepala rumah tangga  perempuan di Desa Donokerto, Turi, Sleman, DIY. Analisis data dilakukan dengan memilah dan memilih fenomena di lapangan sesuai dengan fokus penelitian melalui pengamatan, pemahaman, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga dengan kepala rumah tangga perempuan kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi ketika dihadapkan dengan ketiadaan sumberdaya produktif. Upaya dalam mengatasi  kesulitan ekonomi melalui pemanfaatan sumberdaya yang tersedia di sekitarnya dan melibatkan seluruh anggota rumah tangga agar memiliki kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan, meminjam uang kepada tetangga maupun dari keluarga terdekat, berhutang kebutuhan di warung-warung terdekat untuk pemenuhan kebutuhan, menekan kebutuhan rumah tangga serendah mungkin meskipun dengan kualitas pemenuhan kebutuhan yang minimal seperti kebutuhan pangan, menjadikan rentan terhadap gangguan kesehatan. Kata Kunci : Strategi Bertahan Hidup, Rumah Tangga Miskin, KRTP
Tanggapan siswa dan guru terhadap pornografi dan perilaku pelecehan seksual Siswa pada SMP Negeri 3 Soe Maglon Ferdinand Banamtuan
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 16, No 1 (2019): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v16i1.27563

Abstract

-
INDIGENEOUSASI SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN KARAKTER PADA EARLY CHILDHOOD EDUCATION (ECE) Nelva Rolina *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 9, No 2 (2012): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v11i02.3623

Abstract

Masa usia dini merupakan masa keemasan (golden age), di mana dalam otaknya terdapat ribuan neuron yang sedang terkoneksi satu sama lain. Dengan demikian, perlu stimulasi yang tepat dan benar dalam tumbuh kembangnya. Bila salah dalam menstimulasi, akan mempengaruhi maksimalnya tumbuh kembang anak, termasuk stimulasi dalam pembentukan karakternya. Karakter itu sendiri merupakan jaIan hidup yang berkembang melalui nilai dan keyakinan serta tidak bersifat universal (Agbenyega, 2011). Berhubungan dengan sifat karakter yang tidak universal, tentu lah bangsa Indonesia memiliki karakter yang khusus dan berbeda dibanding negara lain, yaitu berbudi luhur, cerdas, dan beragama. Pembentukan karakter pada pendidikan anak usia dini (early childhood education/ECE) tentulah sangat penting mengingat masa ini sangat mudah untuk distimulasi. Bila karakter “baik" (sesuai budaya bangsa Indonesia) tidak dibentuk sejak dini, tentu saja karakter tersebut tidak akan tertanam dengan baik (terpatri) dalam diri seseorang. Namun, perlu pengkajlan bagaimana membentuk karakter dalam ECE yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, dalam hal ini indigeneousasi pada ECE. Adapun yang dapat dijadikan acuan dalam pembentukan karakter pada ECE melalui indigeneousasi ini adalah falsafah yang dikemukakan oleh ahli pendidikan Indonesia (Ki Hajar Dewantara). Melalui falsafah yang berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani, pembentukan karakter pada ECE dilaksanakan. Dengan demikian, indigeneousasi berupa falsafah yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dapat dijadikan sebagai dasar pendidikan karakter pada ECE. Kata kunci: indigeneousasi, pendidikan karakter, ECE
Pendidikan Karakter dalam Lingkungan Keluarga Fita Sukiyani, Zamroni *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 11, No 1 (2014): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v11i1.5290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga, baik keluarga lengkap dan single parent. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, indepth interview, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan data serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan pandangan keluarga terhadap pendidikan karakter dipengaruhi oleh harapan orang tua pada anaknya. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan: kejujuran, religius, demokratis, komunikatif, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, rendah hati, kemandirian, dan empati. Orang tua mendidikkan karakter melalui pengasuhan yang baik, mencontohkan perilaku dan pembiasaan, pemberian penjelasan atas tindakan,  penerapan standar yang tinggi dan realistis bagi anak, dan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Hasil pendidikan karakter dalam keluarga menunjukkan, dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga single parent anak-anak yang tumbuh dalam keluarga lengkap merasa lebih terpenuhi kasih sayangnya, jumlah anak yang bermasalah dan mandiri lebih sedikit, namun anak-anak lebih penurut. Kata kunci: Karakter, Keluarga
Pemahaman Siswa Terhadap Materi Perkembangan Masyarakat Masa Reformasi Sub-bab Konflik Sambas 1999 Emi Tipuk Lestari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 12, No 1 (2015): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v12i1.5317

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran materi perkembangan masyarakat Indonesia pada masa reformasi sub-bab konflik antaretnis sambas tahun 1999 sebagai sumber belajar sejarah kelas XII IPS SMAN 8 Pontianak, meliputi: (1) Pelaksanaan guru dalam menjelaskan materi, (2) Strategi guru dalam menyampaikan nilai historis pada materi, (3) Pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pelaksanaan guru dalam menyampaikan materi menggunakan ceramah bervariasi diselingi tanya jawab, dan menampilkan power point diselingi film dokumenter. (2) Strategi guru yaitu dengan mengarahkan siswa menyaksikan film kemudian menjelaskan dampak buruk dari peristiwa tersebut dan mengajak siswa mengambil hikmahnya. (3) Pemahaman siswa terhadap materi cukup baik, yang ditunjukkan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Materi ini menjadikan siswa berfikir kronologis dan memiliki pengetahuan peristiwa masa lampau agar siap menghadapi masa depan. Kata Kunci : pemahaman materi, konflik antaretnis
PERAN MEDIA MASSA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PARA AKTIVIS HMP PKN DI YOGYAKARTA Diah, Samsuri
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 13, No 2 (2016): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v13i2.12254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran media massa dalam meningkatkan partisipasi politik para aktivis HMP PKn di Yogyakarta; (2) faktor yang mendorong peran media massa dalam meningkatkan partisipasi politik para aktivis HMP PKn di Yogyakarta; (3) faktor yang menghambat peran media massa dalam meningkatkan partisipasi politik para aktivis HMP PKn di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif naturalistik yang dilaksanakan di HIMA PKnH UNY, HMP PPKn UPY, dan HMPS PPKn UAD. Informan dalam penelitian ini yaitu para aktivis HMP PKn di Yogyakarta yang diambil  dengan teknik purposive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) peran media massa dalam meningkatkan partisipasi politik para aktivis HMP PKn di Yogyakarta mengarah pada tipe gerakan moral dan tipe budaya politik partisipan; (2) faktor pendorongnya meliputi: kebutuhan perkuliahan dan kesadaran diri para aktivis; (3) faktor penghambatnya meliputi: keterbatasan kebebasan berpendapat, keterbatasan keterbacaan tulisan, keefektifan kerja nyata di HMP PKn, kepadatan aktivitas kampus, dan keterbatasan publikasi melalui media koran. Kata kunci: Partisipasi Politik, Media Massa, Aktivis Organisasi Kemahasiswaan 
Peranan KPU Dalam Pembentukan Budaya Politik Dan Perilaku Memilih Pada Pemilukada Kabupaten Pati 2017 Galuh Septianingrum, Nasiwan *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 14, No 2 (2017): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v14i2.17644

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan KPU Kabupaten Pati dalam melaksanakan pendidikan politik bagi masyarakat untuk membentuk budaya politik, membentuk perilaku memilih, dan mengatasi money politics pada Pemilukada serentak di Kabupaten Pati tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan subjek penelitian dengan teknik  purposive sampling. Penelitian ini menghasilkan, pertama, peranan KPU Kabupaten Pati dalam melaksanakan pendidikan politik bagi masyarakat untuk membentuk budaya politik terfokus pada pembentukan orientasi kognitif budaya politik, sedangkan pembentukan orientasi afektif dan evaluatif belum maksimal. Kedua, peranan KPU Kabupaten Pati dalam melaksanakan pendidikan politik bagi masyarakat untuk membentuk perilaku memilih berpusat pada pembentukan perilaku memilih rasional yaitu masyarakat diberi materi pengetahuan politik, didorong serta dimotivasi supaya memilih karena mempertimbangkan visi dan misi para calon, prestasi calon, track record (rekam jejak) serta kepribadian para calon sedangkan pembentukan perilaku memilih psikologis dan sosiologis dikesampingkan. Ketiga, peranan KPU Kabupaten Pati dalam melaksanakan pendidikan politik untuk mengatasi money politics, dengan cara mengajak masyarakat supaya tidak memilih karena uang (money politics) sebab berdampak negatif bagi keberlangsungan sistem politik di suatu negara. Pendidikan politik pada tahap input politik masih belum maksimal karena KPU Kabupaten Pati belum maksimal dalam memberikan materi pengetahuan politik tentang bagaimana mekanisme untuk melaporkan apabila terjadi kecurangan dalam proses Pemilukada Kabupaten Pati tahun 2017. Kata Kunci: Pendidikan politik, budaya politik, perilaku memilih, money politics.
PEMILOS : implementasi pembinaan kesadaran konstitusi di SMK N 1 Pandak Regeng Regeng
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 1 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v15i1.21970

Abstract

Artikel ini bertujuan menjelaskan hasil penelitian best practises tentang penyelenggaraan pemilihan osis (pemilos), menjelaskan peran guru PPKn dan menganalisis praktek pembinaan kesadaran konstitusi melalui pemilos di SMK N 1 Pandak. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisa hasil penelitian dengan triangulasi sumber dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemilos mengedepankan prinsip-prinsip pembelajaran yakni 1) Upaya menyampaikan pengetahuan tentang Pancasila dan Kewarganegaraan kepada peserta didik di sekolah; 2) Pewarisan kebudayaan yang memuat nilai-nilai karakter kejujuran, keadilan, toleransi, penghargaan, mengakui hak dan kewajiban kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah; 3) upaya mengorganisasikan lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik melalui dukungan penyelenggaraan pemilos; 4) Upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik untuk terlibat aktif dalam proses menentukan pemimpin; 5) Proses membantu peserta didik menghadapi kehidupan sehari-hari sebagai warga negara. Guru PPKn berperan menerjemahkan pemilos sebagai sarana inovasi model pembelajaran yang dirumuskan dalam tiga langkah yakni orientasi, implementasi dan capaian pembelajaran. Selain itu pemilos dapat ditelaah dalam sebuah kajian tentang bentuk pembelajaran PPKn dengan menggunakan pendekatan Kurikulum 2013 melalui 1) Proses pendidikan yang mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) bagi peserta didik; 2) Pendekatan ilmiah (scientific learning) yang dilakukan oleh peserta didik dan guru menjadikan guru sebagai fasilitator bagi peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru yang ditemukan di lapangan melalui pemilos; 3) Model pembelajaran yang dikembangkan melalui pemilos dapat dikatakan sebagai bentuk Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning); 4) Pengembangan kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, inovasi, kemampuan komunikasi, dan kemampuan kolaborasi peserta didik telah terbangun melalui pemilos; 5) Pemilos sebagai sarana pembelajaran yang mampu menguatkan pendidikan karakter. Kata kunci : pemilos, kesadaran konstitusi, SMK N 1 Pandak, guru PPKn
Kajian Fasies Gunungapi di Kompleks Candi Asu untuk Pendugaan Bencana Erupsi Merapi Arif Ashari *
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 10, No 2 (2013): SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v10i2.5349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji fasies gunung api dan jenis bahaya erupsi yang pernah terjadi di sekitar kompleks Candi Asu. Metode yang digunakan adalah eksploratif-survey. Pengumpulan data dengan observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa primer dan sekunder. Data primer meliputi jenis batuan, kemiringan lereng, dan arah lereng dari pengukuran lapangan, dengan penentuan lokasi sampel menggunakan metode sistematik sampling. Data sekunder meliputi kondisi topografi dan geologi dari interpretasi peta rupabumi indonesia, peta geologi, dan citra ikonos pada google earth. Analisis dilakukan secara deskriptif memperhatikan aspek keruangan. Hasil penelitian menunjukkan kompleks Candi Asu termasuk fasies medial yang dikenali berdasarkan analisis geomorfologi dan litofasies. Secara geomorfologi berada pada satuan bentuk lahan kaki gunung api dengan litofasies endapan tuf, lahar, dan piroklastik. Pada masa lampau kompleks Candi Asu mengalami bencana akibat aliran lahar, awan panas, dan hujan abu menyebabkan beberapa candi terkubur material vulkanik. Kata kunci: gunungapi, fasies gunungapi, erupsi, geomorfologi