cover
Contact Name
Ashif Az Zafi
Contact Email
qualityjournal@uinsuku.ac.id
Phone
+6285789104304
Journal Mail Official
qualityjournal@uinsuku.ac.id
Editorial Address
Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, Jl.Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus 59322, Jawa Tengah. Fax. 0291-432677
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Quality
ISSN : 23550333     EISSN : 25028324     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/quality
The focus and scope of Quality Journal is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic Education Management. The journal promotes research and scholarly discussion concerning the Transformative Management of Islamic Education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship in both formal and non-formal education. Topics might be about the management of Islamic education, Islamic Leadership, and teacher professional development in Madrasah, Pesantren and Islamic College.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018): QUALITY" : 7 Documents clear
MANAJEMEN PEMBELAJARAN SISWA PADA PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS (STUDY KASUS DI PLK BIMA SAKTI DEMAK Lusiyanti, Lusiyanti
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.5802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Karakteristikpeserta didikkorban konflik Etnis Papua di PLK Bima Sakti di Desa Cangkring KecamatanKaranganyar Kabupaten Demak. 2) Perencanaan pembelajaran siswa korbankonflik Etnis Papuadi PLK Bima Sakti di Desa Cangkring KecamatanKaranganyar Kabupaten Demak. 3) Pelaksanaan pembelajaran siswa korbankonflik Etnis Papuadi PLK Bima Sakti di Desa Cangkring KecamatanKaranganyar Kabupaten Demak. 4) Evaluasi pembelajaran siswa korban konflikEtnis Papuadi PLK Bima Sakti di Desa Cangkring Kecamatan KaranganyarKabupaten DemakPenelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field Research) denganmenggunakan pendekatan kualitatif.Adapun data informan meliputi: kepalasekolah, guru, pegawai Dinas Dikpora, dan siswa. Teknik pengumpulan data yangdigunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi, dan teknik analisis data yangdigunakan dengan analisis kualitatif.Perencanaan pembelajaran siswa korban konflik Etnis Papuadi PLK BimaSakti di Desa Cangkring Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak dapatdikatakan cukup baik, karena perencanaan pembelajaran meliputi: tahapprainstruksional, tahap intruksional dan tahap evaluasi tindak lanjut. Tahapprainstruksional dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran. Tahapintruksional dilakukan untuk merencanakan langkah-langkah dalam pelaksanakanpembelajaran, dan tahap evaluasi tindak lanjut ini perencanaan tentang bentukbentukevaluasi yang digunakan dalam proses pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran siswa korban konflik Etnis Papuadi PLK BimaSakti di Desa Cangkring Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak cukupbaik.hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun2007 tentang Standar Proses yang meliputi langkah: pendahuluan, kegiatan intiyang terdiri dari elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi, dan kegiatan evaluasi.Evaluasi pembelajaran siswa korban konflik Etnis Papuadi PLK Bima Saktidi Desa Cangkring Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak menggunakanbentuk tes yaitu tes tertulis terdiri dari pilihan gandan, isian dan uraian, sedangkanbentuk non tes berupa penilaian sikap atau observasi. Bentuk-bentuk evaluasitersebut dilakukan pada penilaian formatif dan sumatif.
MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS BIMBINGAN KARIR DI SMP 1 GEBOG KUDUS
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.5763

Abstract

Sejak awal karir perlu dipersiapkan para remaja, dan perlu dibantu dalam menyusun perencanannya, memutuskan pilihan karirnya baik berupa studi lanjut ataupun pekerjaan dengan harapan hari depannya lebih baik. Salah satu lingkungan yang bisa membantu para remaja berada di lingkungan sekolah dalam hal ini bimbingan dan konseling yang merupakan salah satu media kedekatan dan kepercayaan bagi remaja (peserta didik). Pertanyaannya sejauhmana peran guru bimbingan dan konseling sekolah mengelola layanan bimbingan dan konseling dari segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Untuk mengetahui hal itu, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan kualitatif naturalistik yang dilakukan pada kondisi alamiah. Informan penelitian berjumlah 10 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakasek, Koord Guru BK, Guru BK, dan 6 siswa. Teknik pengumpulan data Manajemen, Bimbingan, Konseling, Karirmenggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Analisis data berpedoman pada teknik analisis interaktif Miles dan Hubberman.Untuk lokasi penelitiannya di SMP 1 Gebog Kudus.Hasil temuan; 1)Perencanaan terlaksana dengan baik hal ini ditunjukkan dengan adanya program BK. Namun manajemen BK belum bisa mengelola anggarannya secara mandiri. 2)Pengorganisasian terlaksana baik dan sesuai dengan aturan permendiknas Nomor 27 Tahun 2008. Penilaian kinerja guru BK pada pasal 22 ayat 5 Permendiknas dan BKN Nomor 14 Tahun 2010 sudah sesuai.Namun untuk koordinasi antara guru BK kurang maksimal, hal ini terlihat tidak berjalannya MGBK sekolah. 3)Pelaksanaan BK berlangsung baik. Namun belum bisa meminimalisir anggapan peserta didik bahwa BK sebagai “polisi sekolah”. 4)Evaluasi BK.Evaluasi secara proses berjalan, namun evaluasi hasil yang menggambarkan keefektifan layanan BK dan berapa banyak masalah yang berhasil ditangani BK belum ditemukan. 5)Bimbingan karir setiap kelas sudah terencana.Namun dalam pengevaluasian tidak adanya data yang berkaitan dengan out put peserta didik.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING DI MA NU BANAT KUDUS PROGRAM KEAGAMAAN Nailassa’adah, Nailassa’adah
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.5764

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi komunikasi yang telah menggeser paradigma pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis teknologi (education based technology). Sehingga sekarang ini muncullah pembelajaran jarak jauh (distance learning), yang mana pendidik dan peserta didik dapat melakukan komunikasi jarak jauh secara online. Namun, pembelajaran yang murni dilakukan secara online juga tidaklah tepat, karena akan mempersempit proses interaksi antara pendidik dan peserta didik. Oleh sebab itu, pembelajaran yang dibutuhkan saat ini yaitu pembelajaran yang memanfaatkan unsur teknologi informasi dengan tidak meninggalkan pola bimbingan secara langsung dari pendidik. Sehingga muncullah teori belajar baru yaitu blended learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Konsep pembelajaran berbasis blended learning di MA NU Banat Kudus Program Keagamaan, (2) Perencanaan pembelajaran berbasis blended learning di MA NU Banat Kudus Program Keagamaan, (3) Implementasi pembelajaran berbasis blended learning di MA NU Banat Kudus Program Keagamaan, (4) Evaluasi pembelajaran berbasis blended learning di MA NU Banat Kudus Program Keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X dan kelas XI Program Keagamaan Unggulan, dan beberapa guru yang telah mengaplikasikan pembelajaran berbasis blended learning. Di samping itu, peneliti juga menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, antara lain: wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Sementara metode analisis data menggunakan 3 langkah analisis, yaitu data reduksi, data display (penyajian data), dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep manajemen pembelajaran berbasis blended learning di MA NU Banat Kudus dibagi menjadi dua pola pembelajaran, yaitu blended learning berbasis online dan offline. Adapun perencanaan yang dilakukan oleh setiap guru yang menggunakan blended learning ini sangat matang, karena mereka sudah memiliki perangkat pembelajaran, visi misi dan tujuan yang sistematis serta didukung dengan sarana prasarana pembelajaran di MA NU Banat Kudus yang sudah berbasis IT. Sehingga implementasi dari blended learning di MA NU Banat ini berlangsung efektif. Namun pembelajaran blended learning berbasis online dengan memanfaatkan web e-learning baru diterapkan dalam mata pelajaran TIK, sedangkan blended learning berbasis offline diterapkan di semua mata pelajaran, khususnya mata pelajaran agama. Melalui blended learning, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik semakin meningkat. Sementara sistem evaluasi di MA NU Banat Kudus ini sudah berbasis online yang dapat diakses oleh semua civitas, baik pendidik, peserta didik, maupun wali peserta didik.
PROBLEMATIKA ANAK TUNARUNGU DAN CARA MENGATASINYA Rahmah, Fifi Nofia
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.5744

Abstract

Anak Tunarungu menunjukkan kesulitan mendengar dari kategori ringan sampai berat, digolongkan ke dalam kurang dengar dan tuli. Tunarungu adalah orang yang kehilangan kemampuan mendengar sehingga menghambat proses informasi bahasa melalui pendengarannya, baik memakai ataupun tidak memakai alat bantu dengar dimana batas pendengaran yang dimilikinya cukup memungkinkan keberhasilan proses informasi bahasa melalui pendengaran. Tulisan ini dalam bentuk kualitatif tentang anak tunarungu dan solusi yang dimungkinkan untuk  mengatasi kebutuhan khusus. diantaranya : melalui media pembelajaran dengan menunjukkan foto-foto, video, kartu huruf, kartu kalimat, anatomi telinga, miniatur benda, finger elphabet, model telinga, torso setengah badan, puzzle buah-buahan, puzzle binatang, puzzle konstruksi, silinder, model geometri, menara segitiga, menara gelang, menara segi empat, atlas, globe, peta dinding, miniatur rumah adat. Anak tunarungu memerlukan media belajar berupa alat peraga untuk memperkaya perbendaharaan bahasa. Alat-alat peraga itu antara lain miniatur binatang-binatang, miniatur manusia, gambar-gambar yang relevan, buku perpustakaan yang bergambar, dan alat-alat permainan anak.
KAITAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TERHADAP PENGUATAN KARAKTER SISWA DI MI RUHUL QUR’AN PANCUR Khamidah, Lia Nur; Haqiqi, Arghob Khofya
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.5749

Abstract

Manajemen merupakan induk dari sebuah kegiatan yang mempunyai definisi yang bervariasi, dalam mengemukakan manajemen sebagai mengelola orang-orang, mengambil keputusan, proses mengorganisasi dan memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang sudah ditentukan. Manajemen yang baik ialah manajemen yang tidak jauh menyimpang dari konsep, dan yang sesuai dengan obyek yang ditanganinya serta tempat organisasi itu berada. Sebagai bagian dari suatu ilmu, seharusnya manajemen itu tidak boleh menyimpang dari konsep manajemen yang sudah ada. Namun variasi bisa terjadi akibat kreasi dan inovasi para manajer.Variasi ini berkaitan dengan obyek yang ditangani dan tempat organisasi itu.Artinya setiap obyek membutuhkan cara tersendiri untuk menanganinya, begitu pula masing-masing tempat organisasi memiliki situasi dan kondisi yang berbeda yang membutuhkan penyesuaian pula bagi manajemen pada organisasi itu. Itulah sebabnya variasi-variasi seperti itu wajar ada dan bisa diterima
Pembelajaran Tahfidz Al Qur’an dalam Penanaman Karakter Islami Shobirin, Muhammad
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.5966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pendidikan karakter melalui program Tahfidz Al Qur’an SD I Nurul Qur’an Semarang, untuk mengidentifikasi karakter Islami siswa SD I Nurul Qur’an Semarang melalui program Tahfidz Al Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif dengan teknik analisis triagulasi data. Untuk mendapatkan informasi peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan subjek guru dan kepala sekolah. Berdasarkan hasil didapatkan: Langkah-langkah pendidikan karakter Islami melalui pembelajaran Tahfidz Al Qur’an SD I Nurul Qur’an Semarang; SD I Nurul Qur’an Semarang telah memberikan salah satu bentuk dan pola pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran Tahfidz Al Qur’an yang memasukan 5 karakter yaitu: Religius, bersih, istiqomah, disiplin, dan sabar dalam pembelajaranya.Tujuan penelitian ini adalah 1.Untuk mengetahui langkah-langkah pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran Tahfidz Al Qur’an. 2. Untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran Tahfidz Al Qur’an
CONSTRUCTIVE DIALECTIC OF FOCUS GROUP DISCUSSION MODEL INTEGRATED WITH CRITICAL THINGKING IN AFFIRMATION LITERACY SKILL Baharun, Hasan; Muali, Chusnul
QUALITY Vol 6, No 1 (2018): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v6i1.2889

Abstract

This paper presents the effectiveness of focus group Discussion and critical thinking model on literacy skills of educational supervisor in Ministry of Religious Affairs, Probolinggo, East Java, Indonesia. This study adopts a quantitative research approach and uses a a quasi-experimental quasi-experimental study with a randomized pretest-post-test with control group design. The study shows that there are differences of literacy ability in education supervisor in Ministry of Religious Affairs, Probolinggo between focus group discussion (FGD) with critical thinking literacy ability. The focus group discussion approach is more effective in improving literacy skill. The scientific work shown with the average post test score is higher than the treatment-treated class of critical thinking.

Page 1 of 1 | Total Record : 7