Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

values Of Multicultural Islamic Education: Interaction Between Students And The Chinese Community In Lasem Sholihuddin, Moh; Shobirin, Muhammad
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 6 No 3 (2024)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v6i3.398

Abstract

Abstract: The multicultural insight possessed by citizens is a concrete example of how differences do not always trigger divisions or rifts, but can still live in harmony according to what is taught in Islam as well as the values of Pancasila and global development. In the field, there are many intolerance issues that occur, the objectives of this research are 1. Explain how to inculcate the values of multicultural Islamic education in the interaction of students with the Chinese community in Lasem. 2. Analyze the Islamic values of multicultural Islamic educators found in the interaction of students with the Chinese community in Lasem. The research method used is field research. In this study, researchers use a qualitative approach to describe and analyze events, social activities, phenomena, attitudes, perceptions, beliefs, and individual thoughts. In addition, qualitative research is usually in charge of describing and investigating and describing and explaining. In this study, seven multicultural Islamic values were obtained based on the process of observation, interviews, and documentation. The seven multicultural values are: mutual cooperation, friendliness and manners, caring for the surroundings, accepting differences or pluralism, harmony and peace, non-violence, and being adaptive to culture. Based on the discussion, it can be concluded that there are seven multicultural Islamic values consisting of mutual cooperation, friendliness and manners, caring for the surroundings, accepting differences or pluralism, harmony and peace, non-violence, and being adaptive to culture. The inculturation of multicultural Islamic values in students is embedded in various ways, in this case obtained from education inside the cottage and from outside the cottage. Among them are: (1) the model of exemplary kiyahi, (2) the model of adaptation, (3) the model of habituation, and (4) and the model of symbolic interaction in the Lasem community.
Peran Bimbingan Guru dengan Teknologi Asistif untuk Anak Autis Shobirin, Muhammad
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v4i4.359

Abstract

Teknologi asistif dipandang sebagai alat penting dalam mendukung kebutuhan khusus anak autisme dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan guru dalam pemanfaatan teknologi asistif bagi anak autisme.  Riset ini mempergunakan metode riset kualitatif beserta kepustakaan, didampingi oleh beberapa jurnal penelitian tentang gambaran mengenai implementasi teknologi asistif dan peran guru dalam memberikan bimbingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi asistif, seperti perangkat lunak interaktif dan alat bantu komunikasi, sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan belajar, interaksi sosial, dan keterampilan komunikasi anak autisme. Bimbingan guru berperan signifikan dalam menyesuaikan teknologi tersebut sesuai kebutuhan individu siswa dan memberikan panduan intensif bagi penggunaan yang optimal.  Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan teknologi asistif untuk anak autisme, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan efektif.echnology, such as interactive software and communication aids, significantly enhances learning abilities, social interaction, and communication skills among autistic children. Teacher guidance plays a vital role in tailoring the technology to meet individual student needs and providing intensive support for optimal usage. It is hoped that the results of this study can serve as a reference for other schools in implementing assistive technology for autistic children, thereby making the learning process more inclusive and effective.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Keagamaan,Sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata,Nglewan,Sambit, Ponorogo. Shobirin, Muhammad; Agusta, Silachi
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 4 No 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i2.2038

Abstract

Pemberdayaan desa wisata perlu didukung dengan melakukan pengembangan potensi masyarakat sekitar agar bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke desanya .partisipasi masyarakat merupakan inti dari pengelolaan desa wisata, dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan keterkaitan lainnya. Maka dalam pelaksanaan diperlukan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan kepada masyarakat sekitar agar dapat memaksimalkan kemampuan dalam menggunakan fasilitas yang ada. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat sekitar maka mustahil hal tersebut bisa tercapai dengan baik. Maka,dari itu dengan diadakanya program-program mahasiswa posko 7 yang mengutamakan pengembangan sumber daya manusianya di dusun Banyon, Desa nglewan,Sambit,Ponorogo bertujuan agar masyarakat bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dengnan mengkaitkanya di bidang keagamaan, tentu akan lebih baik karena akan ada penanaman nilai-nilai religius yang akan diambil manfaatnya. Dengan melakukan kegiatan pelatihan banjari kepada fatayat, dan juga memperingati kegiatan keagaamaan yang dilakukan di mushola al falah yang terdapat sekitar mbeji cangkring (tempat pemancingan dan sumber mata air) dalam hal ini peringatan bulan muharom lewat kegaiatn tadarusan yang sebelumnya belum pernah dilakukan masyarakat dan berharap program ini akan diteruskan oleh masyarakat sekiatar setempat maka akan turut mengaktifkan kegiatan daerah yang ditinggali. Apalagi daerah banyon terdapat wisata mbeji cangkring yang menjadi tempat pemancingan dan sumber mata air, tentu hal ini akan bermanfaat bagi daya tarik masyarakat luar desa dikarenakan keaktifan masyarakat yang nantinya terwujud apabila program pelatihan dan pengembangan ini sukses. Jika ada event di mbeji maka peran masyarakat sendiri yang mengisi kegiatan tersebut dikarenakan pelatihan yang dilakukan.
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PENUMPANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA CENGKARENG Shobirin, Muhammad; Hapzi Ali
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (November 2019)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jemsi.v1i2.66

Abstract

Pembangunan infrastruktur bandar udara dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat pengguna transportasi udara. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi pengembangan infrastruktur Bandara Internasional Soekarno Hatta dalam meningkatkan pelayanan penumpang di bandara berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal bandar udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode analisis data yaitu analisis SWOT, IFAS, EFAS dan Matrix SWOT. Tehnik pengumpulan data secara kuesioner dalam mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan total nilai rata-rata tertimbang 2,885 pada matrix IFAS menunjukkan strategi perusahaan dalam memanfaatkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan berada di atas rata-rata dan kondisi internal perusahaan cenderung kuat. Sedangkan nilai faktor eksternal Bandara Internasional Soekarno-Hatta di atas rata-rata 2,5, Bandara Internasional Soekarno-Hatta harus tetap berupaya maksimal untuk memanfaatkan peluang eksternal dan menghindari ancaman yang dapat mempengaruhi perusahaan. Terdapat empat alternatif strategi yang dapat diterapkan Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng yaitu SO, WO, ST, WT sehubungan dengan pengembangan infrastruktur dalam meningkatkan pelayanan penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng.
ANALISIS FAKTOR KUALITAS BELAJAR ANAK AUTIS SDLB SUNAN KUDUS Shobirin, Muhammad; Sugiarti , Rini; Erlangga, Erwin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas belajar anak autis di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Sunan Kudus. Dalam konteks ini, kami akan membahas tiga faktor utama: strategi pembelajaran, metode Applied Behavior Analysis (ABA), dan gaya belajar. Anak autis memiliki kebutuhan yang unik dalam proses pembelajaran, sehingga penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas belajar mereka. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis data dari berbagai sumber, termasuk wawancara dengan guru, serta pengamatan langsung di kelas, penelitian ini menemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan metode ABA yang efektif, dan penyesuaian gaya belajar dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar anak autis. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pengajaran yang lebih baik di SDLB dan institusi pendidikan lainnya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Keagamaan,Sebagai Upaya Pengembangan Desa Wisata,Nglewan,Sambit, Ponorogo.: Community Empowerment Through Religious Activities as an Effort to Develop Nglewan Sambit Ponorogo Tourism Village Shobirin, Muhammad; Agusta, Silachi
Journal of Community Development and Disaster Management Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcd.v4i2.2038

Abstract

Pemberdayaan desa wisata perlu didukung dengan melakukan pengembangan potensi masyarakat sekitar agar bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke desanya .partisipasi masyarakat merupakan inti dari pengelolaan desa wisata, dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan keterkaitan lainnya. Maka dalam pelaksanaan diperlukan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan kepada masyarakat sekitar agar dapat memaksimalkan kemampuan dalam menggunakan fasilitas yang ada. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat sekitar maka mustahil hal tersebut bisa tercapai dengan baik. Maka,dari itu dengan diadakanya program-program mahasiswa posko 7 yang mengutamakan pengembangan sumber daya manusianya di dusun Banyon, Desa nglewan,Sambit,Ponorogo bertujuan agar masyarakat bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Dengnan mengkaitkanya di bidang keagamaan, tentu akan lebih baik karena akan ada penanaman nilai-nilai religius yang akan diambil manfaatnya. Dengan melakukan kegiatan pelatihan banjari kepada fatayat, dan juga memperingati kegiatan keagaamaan yang dilakukan di mushola al falah yang terdapat sekitar mbeji cangkring (tempat pemancingan dan sumber mata air) dalam hal ini peringatan bulan muharom lewat kegaiatn tadarusan yang sebelumnya belum pernah dilakukan masyarakat dan berharap program ini akan diteruskan oleh masyarakat sekiatar setempat maka akan turut mengaktifkan kegiatan daerah yang ditinggali. Apalagi daerah banyon terdapat wisata mbeji cangkring yang menjadi tempat pemancingan dan sumber mata air, tentu hal ini akan bermanfaat bagi daya tarik masyarakat luar desa dikarenakan keaktifan masyarakat yang nantinya terwujud apabila program pelatihan dan pengembangan ini sukses. Jika ada event di mbeji maka peran masyarakat sendiri yang mengisi kegiatan tersebut dikarenakan pelatihan yang dilakukan.
FinTech as Moral Governance in Islamic Boarding Schools: Evidence from Digital Pocket Money Management among Santri Taufikin, Taufikin; Shobirin, Muhammad; Mujahwirul Ilma, Muhammad; Noviana, Irma
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33852/jurnalnu.v9i4.670

Abstract

The objective of this study is to examine the effectiveness of digital student allowance cards in strengthening financial discipline and transparency in Islamic boarding schools. Financial management in Islamic boarding schools has traditionally relied on cash-based systems that are difficult to monitor and prone to inefficiency. This practice creates a mismatch between character education goals and students’ everyday financial behavior. This study employed a quantitative pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. Data were collected from 50 students through structured questionnaires measuring financial discipline, expenditure control, perceptions of transparency, and monitoring awareness, and analyzed using descriptive statistics and paired difference tests. The findings reveal a significant improvement in students’ financial discipline after the implementation of digital allowance cards. Students demonstrated reduced impulsive spending and greater awareness of spending limits. The system also enhanced students’ ability to plan expenditures more responsibly. In addition, perceptions of transparency and accountability in financial management increased substantially. Monitoring awareness improved as students became more conscious of recorded transactions. These results suggest that digital allowance cards function not merely as administrative instruments but as mechanisms of behavioral regulation. This study contributes to the literature by positioning digital financial systems as tools of moral governance in Islamic education. It recommends that Islamic boarding schools and policymakers integrate technology-based financial systems aligned with the values of character education.
Terapi Cognitive Behavioral Therapi (CBT) Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba Shobirin, Muhammad; Rini Sugiarti
Reswara Journal of Psychology Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/rjp.v4i2.5376

Abstract

Banyaknya perilaku penyimpangan terutama para remaja yang berusia produktif dalam bentuk kekerasan seringkali berhubungan dengan penggunaan narkoba, alkohol, dan obat-obatan (zat adiktif). Pengaruh narkotika di bidang sosial yaitu masalah peredarannya, perdangangan gelap, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, alkhohol, dan zat adiktif lainnya, bukan saja mengakibatkan ketergantungan para korbanya terhadap narkotika, alkhohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya secara fisik maupun psikis, melainkan juga menghancurkan kepribadiannya, karena hilangnnya kepercayaan dan harga dirinya, seterusnya menghilangkan rasa kesadaran dan tanggung jawab, sosial mereka terhadap dirinya, terhadap keluarganya, lingkungan masyarakatnya serta terhadap bangsa dan negaranya bahkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.salah satu cara untuk mencegah terjadinya perilaku kekambuhan (relapse) yang diterbitkan di The British Journal Of Psychiatry (2016) adalah dengan menggunakan terapi cognitive behavior therapy
Model Pembelajaran Kitab ‘Aqidatul Awwam sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Islami di SMK Shobirin, Muhammad; Alifia, Faiza; Sindi, Fransiska
Amaliyatu Tadris (AMYTA) Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/tvrcgr34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya ide pembelajaran tambahan kitab ‘Aqidatul Awwam setelah peneliti berinteraksi langsung dengan siswa kelas XI TKJ-3 SMKN 1 Dlanggu. Kegiatan ini berawal dari percakapan sederhana antara peneliti dan salah satu siswa yang rindu untuk kembali mempelajari kitab kuning sebagaimana saat di pondok pesantren. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran kitab ‘Aqidatul Awwam dilaksanakan sebagai sarana penguatan nilai-nilai Islami di sekolah kejuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran kitab ini, meskipun hanya berlangsung 15 menit di akhir jam pelajaran PAI, mampu menanamkan nilai keimanan, kejujuran, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada guru. Kegiatan ini menjadi bentuk integrasi pendidikan kejuruan dengan nilai-nilai pesantren, serta menjadi inspirasi bagi guru untuk menumbuhkan karakter Islami melalui pendekatan yang ringan dan bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru PAI dalam mengintegrasikan nilai-nilai pesantren di sekolah kejuruan. his study was motivated by the emergence of the idea to provide additional learning of the ‘Aqidatul Awwam book after the researcher directly interacted with eleventh-grade students of TKJ-3 at SMKN 1 Dlanggu. The activity began with a simple conversation between the researcher and one of the students who longed to relearn classical Islamic texts as he had experienced while studying at an Islamic boarding school. The purpose of this study is to describe how the learning of the ‘Aqidatul Awwam book is implemented as a means of strengthening Islamic values in a vocational school. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that this learning activity, although conducted for only 15 minutes at the end of the Islamic Religious Education (PAI) class, is able to instill values of faith, honesty, responsibility, and respect for teachers. This activity represents a form of integration between vocational education and pesantren values, and also serves as an inspiration for teachers to develop students’ Islamic character through a simple yet meaningful approach. This study is expected to inspire Islamic Religious Education teachers to integrate pesantren values into learning in vocational schools
Co-Creation dalam Pendampingan Guru: Desain Manajemen Pembelajaran P5-PPRA Berbasis Moderasi Beragama Choir, Abu; Shobirin, Muhammad; Syamsu Dhuha, Muhammad
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 7, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v7i1.14332

Abstract

This community service activity was motivated by the suboptimal implementation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5-PPRA) at MI Alam Alfa Kids. Although teachers have implemented character projects, the teaching modules have not been systematically developed based on developmental phases, the indicators for attitude evaluation remain unmeasured, and the integration of religious moderation values is still largely normative. In addition, limited time and the absence of a structured project management model have resulted in inconsistent implementation. This program aimed to design and implement a collaborative learning management model for P5-PPRA based on religious moderation. The method used was Participatory Action Research (PAR) with the principles of co-creation, co-collaboration, and co-evaluation through Focus Group Discussions (FGD), mentoring in module development, implementation based on the PKART flow, and joint reflective evaluation. The local wisdom integrated into the program was the interfaith harmony practices in Dukuh Pekoso Kidulan, Tempur Village, Jepara, characterized by the presence of a mosque and a church located side by side and traditions of mutual cooperation among religious communities as contextual learning resources. The results show the development of phase-based teaching modules integrated with measurable character indicators, improved teacher capacity in designing authentic assessments, and an increase in students’ collaboration and reflection scores from 2.8 to 3.5 (scale of 4). These findings indicate that participatory and reflective learning management based on religious moderation can strengthen contextual and sustainable character education practices in Islamic elementary schools.