cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal“s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DENGAN MEDIA PREZI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X TEKNIK BANGUNAN SMKN 1 SIDOARJO DARMA SUBIANTORO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa merasa kesulitan memahami mata pelajaran konstruksi bangunan, karena isi materi pelajaran lebih banyak menjelaskan mengenai pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan. Sedangkan guru sebagai sumber belajar yang pasif. Selain itu media yang telah digunakan hanya media visual. Dari kurangnya media pembelajaran yang digunakan, maka media pembelajaran interaktif harus dikembangkan sebagai cara untuk mengatasi kelemahan yang ada, serta harus adanya pengembangan model-model pembelajaran yang inovatif. Media pembelajaran yang digunakan berbasis komputer dengan Prezi, dan model pembelajaran yang digunakan adalah Mind Mapping. Hal ini memungkinkan terlaksananya kegiatan belajar mandiri untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Mind Mapping dengan media Prezi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar mata pelajaran konstruksi bangunan kelas X TB di SMKN 1 Sidoarjo. Penulisan ini merupakan hasil penelitian atau Quasi Eksperimen yaitu penenerapan model pembelajaran Mind Mapping dengan media Prezi pada mata pelajaran konstruksi bangunan dengan tahapan menerapkan model pembelajaran mind mapping dengan media prezi pada kegiatan pembelajaran, setelah itu dilakukan posttest, selanjutnya dilakukan analisis data, dan didapat hasil dalam bentuk keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi perangkat, lembar pengamatan pembelajaran, dan lembar tes hasil belajar. Analisis data terdiri dari analisis kelayakan perangkat, analisis butir soal, dan analisis kelayakan media. Tahap pengujian produk dilakukan kepada 30 siswa dari jumlah seluruhnya 80 siswa kelas X TB di SMKN 1 Sidoarjo. Berdasarkan hasil analisis data penelitian secara deskriptif dan kuantitatif model pembelajaran Mind Mapping dengan media Prezi, menunjukkan persentase keseluruhan 85,44%, maka media pembelajaran menggunakan Prezi layak digunakan oleh siswa kelas X TB sebagai alat bantu pembelajaran di SMKN 1 Sidoarjo. Hasil belajar siswa yang diperoleh menunjukkan 81,17% siswa telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan 18,83% belum mampu memenuhi KKM, serta didapatkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 86. Kata Kunci: Penerapan Media Pembelajaran, Prezi, Mind Mapping, Konstruksi Bangunan, Quasi Eksperimen. Students felt difficult to understand on building construction subject, because the contents of the subject more explaining the implementation of construction work in the field. While, teacher become passive major source. In addition media that had been used visual media. From the lack of the learning media that had been used, then the interactive learning media should be developed for the way to superintend the weakness, and there should developing of interactive learning models. Learning media that will use is computing basic with Prezi’s program, and the learning model that will use is Mind Mapping. This allow happen activities learning independent to superintend student’s difficult learning. The purpose of this research is to know do Mind Mapping learning model with Prezi’s media proper to use for learning and teaching activities building construction subject grade X building technique in vocational high school 1 Sidoarjo. This writing is the result of research or Quasi Eksperiment namely assembling Mind Mapping learning model with prezi’s media for building construction subject with the applying mind mapping learning model with Prezi’s media for learning activity, then being do the posttest, after that doing the data analyze, and will get the result in carry out of learning and learning result. The research instrument included validation slide sets, monitoring of learning slide sets, and learning result test slide sets. Data analyze consist from validation analyze sets, granule of questions analyze, and validation of media. The testing product step will do by testing to 30 student from all quantity 80 student in grade X building technique in vocational high school 1 Sidoarjo. Based on the analysis of research data descriptively and quantitatively Mind Mapping learning model with Prezi’s media, indicated the overall percentage of 85,44%, so the instructional media using Prezi suitable for being used by students of grade X building technique as a learning tool in vocational high school 1 Sidoarjo. Student learning outcomes which was obtained, shows the percentage of student who has filled the minimum completeness criteria (KKM) is 81,17% and 18,83% of students haven’t been able to fill KKM. And it showed that the whole of average is 86 Keywords: Assembling Learning Media, Prezi, Mind Mapping Construction Building, Quasi Eksperiment.
PENERAPAN MEDIA WINDOWS MOVIE MAKER & MODUL TERHADAP MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN GEDUNG SISWA KELAS X-KK SMK NEGERI 2 SURABAYA HARI WIJANARKO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui : a). Hasil belajar siswa kelas X Kk SMK Negeri 2 Surabaya setelah menerapkan media windows movie maker & modul pada mata pelajaran ilmu bangunan gedung. b). Perbedaan hasil belajar siswa kelas X Kk SMK Negeri 2 Surabaya setelah menerapkan media windows movie maker & modul pada mata pelajaran ilmu bangunan gedung. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Teknik analisis data pada perangkat pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Persyaratan analisis data menggunakan uji-t mensyaratkan bahwa, data yang akan diuji harus berdistribusi normal. Sehingga, sebelum melakukan uji-t data diuji menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji-t digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar signifikan antara kelas yang diberi media dengan kelas yang tidak diberi media yang dilakukan bersilangan selama 2 kali pertemuan. Uji-t dilakukan dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 18. Berdasarkan analisis hasil validasi, kelayakan perangkat pembelajaran adalah 86.04%, termasuk kategori baik. Sehingga, perangkat pembelajaran dapat digunakan pada penelitian ini. Rerata hasil belajar kelompok yang menggunakan media adalah 80.27, dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 85.15% (Baik). Rerata hasil kelompok belajar yang tidak menggunakan media adalah 72.72, dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 48.33% (Cukup). Berdasarkan hasil perhitungan Uji-t, TM I menunjukkan nilai thitung > ttabel (3.312 > 2.000) signifikansi < 0,05 (0.002 < 0.05) dan TM II menunjukkan nilai thitung > ttabel (2.796 > 2.000) signifikansi < 0,05 (0.007 < 0.05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat perbedaan nilai hasil belajar yang signifikan antara kelas yang menerapkan media Windows Movie Maker & Modul dengan kelas yang menerapkan model pembelajaran hanya menggunakan modul pada tiap pertemuan. Kata kunci: Windows Movie Maker, Modul, Hasil Belajar Siswa. The purpose of this study was to determine : a) . The results of class X student of SMK Negeri 2 Surabaya Kk after applying windows movie maker and media modules on the subjects of the science building . b ) . Differences in the results of class X student of SMK Negeri 2 Surabaya Kk after applying windows movie maker and media modules on the subjects of the science building . This type of research is quasy Experimental Design research design Nonequivalent Control Group Design. Data analysis techniques on the learning device analyzed descriptively . Terms of data analysis using t-test requires that data be tested should be normally distributed . Thus, before performing the test data is tested using a t- test for normality and homogeneity test. T-test was used to determine significant differences between classroom learning results by the media with the class who were not given the media who do cross over the two meetings. T-tests were performed using the IBM SPSS Statistics 18 . Based on the analysis of the validation results , the feasibility study is 86.04 % , including both categories. Thus, the learning device can be used in this study . The mean result of learning using the media group is 80.27 , with students learning completeness of 85.15 % (Good) . Average results of the study groups that do not use the media is 72.72 , with students learning completeness of 48.33 % (Enough). Based on the results of t-test calculation , TM I showed t count > t table ( 3.312 > 2.000 ) significance < 0.05 ( 0.002 > 0.05 ) and TM II shows t count > t table ( 2,796 > 2,000 ) significance < 0.05 ( 0.007 < 0:05 ), then H0 and H1 accepted. That is, there are differences in learning outcomes of significant value between the class that implements the Windows Movie Maker media & Module with classes that implement learning models only use the modules at each meeting . Keywords: Windows Movie Maker & Modules, Student Results.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR AUTOCAD BERDASARKAN GAMBAR MANUAL PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR BANGUNAN DI KELAS XI TGB SMK NEGERI 1 MADIUN ZURIANTO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi yang telah dilakukan di SMK Negeri 1 Madiun, Ditemukan Instrumen Penilaian Hasil Belajar siswa masih menggunakan penskoran dengan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Padahal SMK Negeri 1 Madiun telah menggunakan Silabus maupun Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) K13. Oleh sebab itu perlu adanya perubahan Instrumen yang menggunakan Model pensekoran KTSP menjadi Instrumen Penilaian dengan model penskoran K13. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hasil validasi pengembangan intrumen penilaian dan hasil uji coba penerapan instrument penilaian hasil belajar. Sasaran penelitian yaitu kelas XI TGB di SMK Negeri 1 Madiun tahun pelajaran 2014/2015. Permasalahan yang dibahas meliputi hasil validasi instrument dan uji coba penilaian hasil belajar. Penelitian ini jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D). penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono,2013:407). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil validasi instrument penilaian hasil belajar, dan hasil uji coba hasil belajar siswa yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam persentase. Adapun perangkat pembelajaran yang digunakan adalah instrument penilaian hasil belajar. Hasil validasi yang telah dilakukan oleh validator menunjukkan bahwa instrument penilaian hasil belajar yang digunakan layak dengan kriteria persentase 80%. Hasil analisis perhitungan uji coba hasil belajar siswa mendapatkan skor yang meliputi hasil penilaian gambar kerja dengan skor 81,9%, penilaian etiket dengan skor 85%, dan penilaian mulok dengan skor 82,8%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa instrmen penilaian hasil belajar siswa layak diterapkan sebagai instrument penilaian hasil belajar dengan prosentase kelayakan validasi instrument penilaian dengan nilai rata-rata 80 %. dan penilaian hasil belajar menggunakan instrument dengan aspek penilaian konstruksi bangunan dapat skor 82.3%, Kelengkapan gambar dapat skor 78.1%, dan Ketebalan garis dapat skor 85,9%. Kemudian saran untuk penelitian ini yaitu Hasil yang telah didapat dalam penelitian ini belum sempurna, oleh karna itu diharapkan untuk penelitian yang akan datang, hendaknya instrument penilaian hasil belajar siswa lebih dirincikan pennskorannya dan pokok pembahasan yang lain dengan bentuk penilaian kinerja yang berbeda Kata Kunci : Instrumen penilaian hasil belajar siswa. Observations have been conducted in SMK Negeri 1 Madiun, Found Instrument Learning Outcomes Assessment of students still use a scoring model Unit Level Curriculum (KTSP). Whereas SMK Negeri 1 Madiun been using the Syllabus and Learning Tool Plan (RPP) K13. Therefore it is necessary to change instruments using a scoring model KTSP became Instrument with scoring models K13. This study aims to know the results of the validation instrument development and outcome assessment instrument plicate assessment of learning outcomes. Objective research is class XI TGB in SMK Negeri 1 Madiun in the academic year 2014/2015. Issues covered include the results of validation testing instruments and assessment of learning outcomes This research type of research and development or Research and Development (R & D). Research and development is the research methods used to produce a specific product and test the effectiveness of these products (Sugiyono, 2013: 407). Methods of data collection in this study was obtained through the results of the validation instrument learning outcomes assessment, and test results of student learning outcomes were analyzed descriptively quantitatively expressed as a percentage. The learning device used is the learning outcome assessment instrument. The results of the validation has been done by the validator indicates that the instrument learning outcomes assessment criteria used decent percentage of 80%. The results of the analysis of the trial calculation of student learning outcomes to get a score that includes the assessment of working drawings with a score of 81.9%, etiquette assessment with a score of 85%, and mulok assessment with a score of 82.8%. Based on the research results, it can be concluded that the assessment of student learning outcomes instrmen feasible as an instrument of assessment of learning outcomes with the percentage of feasibility validation instrument ratings with an average value of 80%. and assessment of learning outcomes assessment using an instrument with aspects of building construction can score 82.3%, Completed images can score 78.1%, and the thickness of the line can score 85.9%. Then suggestions for this research that the results that have been obtained in this study is not perfect, by because it was expected for future research, should student learning outcomes assessment instrument more detailed discussion of the principal pennskorannya and others with different performance appraisal form Keywords : Instrument Learning Outcomes Assessment
HUBUNGAN PENGUASAAN MATEMATIKA DAN FISIKA TERHADAP PENGUASAAN MEKANIKA TEKNIK PADA SISWA SMK NEGERI DI SURABAYA HARIS PRAJAKA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanika Teknik merupakan ilmu utama yang harus dipelajari di program keahlian Teknik Bangunan atau Teknik Sipil. Materi yang ada pada Matematika dan Fisika sangat berkaitan erat dengan materi yang ada pada Mekanika Teknik maka tentu ada keterkaitan antara Penguasaan Matematika dan Fisika terhadap penguasaan Mekanika Teknik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penguasaan Matematika dan Fisika terhadap penguasaan Mekanika Teknik pada siswa SMK Negeri di Surabaya. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif korelatif yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi atau data mengenai penguasaan tentang variabel Matematika dan Fisika terhadap Mekanika Teknik sekaligus berusaha menggambarkan hubungan yang terjadi antar variabel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian teknik bangunan SMK Negeri di wilayah kota Surabaya pada semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 141 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dan analisis regresi linier berganda. Alat analisis data yang digunakan adalah program komputer SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 17. Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara penguasaan Matematika dan Fisika secara bersama-sama dengan penguasaan Mekanika Teknik pada siswa SMK Negeri di Surabaya tergolong positif dan signifikan dengan rata-rata koefisien korelasi ganda sebesar 0,785 artinya memiliki tingkat hubungan yang kuat. Sedangkan nilai koefisien determinasinya sebesar 0,626. Hal ini menunjukkan bahwa prosentase sumbangan pengaruh variabel Matematika (X1) dan Fisika (X2) terhadap variabel Mekanika Teknik (Y) sebesar 62,6% dan sisanya 37,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: matematika, fisika, mekanika teknik. Engineering Mechanics is a major science to be learned in program expertise Engineering Building or Civil Engineering. The material contained in Mathematics and Physics are intimately associated with the materials on the Engineering Mechanics course there are linkages between the Mastery of Mathematics and Physics of the mastery of Engineering Mechanics. The purpose of this research was to determine the relationship of Mathematics and Physics mastery to Mechanics Engineering mastery at The State Vocational High School students in Surabaya. This research is classified as descriptive correlative research that is intended to collect information and data on the mastery of the variables of Mathematics and Physics to Engineering Mechanics at the same time trying to describe the relationship between variables. Data collection was performed using the method of documentation. The sample used in this research were students of class X program SMK Negeri engineering expertise building in the city of Surabaya on even semester academic year of 2014/2015 as many as 141 students. Data analysis techniques used were correlation analysis and multiple linear regression analysis. Data analysis tool used is a computer program SPSS (Statistical Package for Social Sciences) version 17. Based on the results of the research the relationship between mastery of mathematics and physics together with the mastery of engineering mechanics at the Vocational High School students in Surabaya relatively positively and significantly with an average multiple correlation coefficient of 0.785 means to have a strong relationship level. The determination coefficient value of 0.626. This shows that the percentage contribution of variables influence Mathematics (X1) and Physics (X2) of the Engineering Mechanics variable (Y) amounted to 62.6% and the remaining 37.4% is influenced by other factors. Keywords: mathematics, physics, engineering mechanics.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DALAM MATERI MENGGAMBAR SAMBUNGAN KAYU DENGAN PERANGKAT LUNAK DI SMK NEGERI 1 BLITAR ZAHRATUN NISA HANIFA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan dari siswa SMK Negeri 1 Blitar yang menganggap bahwa pelajaran gambar itu sulit dan membingungkan karena penuh dengan aturan-aturan dan konsep, sehingga menjadikan siswa pasif dalam pembelajaran dan hasil belajarnya kurang baik. Guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat mengembangkan potensi karena terwujudnya komunikasi antara guru dan siswa dan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Guru membutuhkan variasi metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mengimajinasikan sesuatu yang telah digambar. Terkait dengan hasil observasi di atas dan permasalahan-permasalahan yang telah ditemukan di SMKN 1 Blitar, maka untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dipilih strategi metode pembelajaran yaitu metode pembelajaran tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar. Metode pembelajaran tutor sebaya sebagai pilihan untuk memperbaiki hasil belajar, dimana siswa belajar dari guru dibantu rekan siswa sebagai tutor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-experimental design, menggunakan one shot case design. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan Program Keahlian Bangunan SMK Negeri 1 Blitar Tahun Ajaran 2015/2016. Di prodi tersebut terdapat dua rombel (rombongan belajar) yaitu kelas X TGB 1 dan kelas X TGB 2, yang masing-masing berjumlah 36 siswa untuk X TGB 1 dan kelas X TGB 2, namun pada kelas X TGB 2 ada 1 siswa yang keluar maka jumlah siswanya menjadi 35 anak. Sampel dari penelitian ini adalah rombel yang dipilih secara purposif sampling (kelas yang tidak sedang melaksanakan proses belajar pelajaran normatif). Sampel yang akan dipilih untuk diteliti hanya tertuju 1 kelas saja yaitu kelas X TGB 2. Variabel-variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah keterlaksanaan metode pembelajaran tutor sebaya dan peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar siswa berdasarkan rata-rata, pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar 81,8 dengan lebar rentang 27, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 73,33 dengan lebar rentang 20. (2) Keterlaksanaan pembelajaran dengan metode tutor sebaya di dalam kelas mendapatkan nilai berkisar 3,10 hingga 3,23 dengan interprestasi baik. (3) Hubungan antara guru dengan tutor di dalam kelas mendapatkan nilai berkisar 3,19 hingga 3,33 dengan kategori sangat baik.(4) Hubungan antara guru dengan siswa mendapatkan nilai berkisar 3,13 hingga 3,50 dengan kategori sangat baik. (5) Hubungan antara tutor dengan siswa mendapatkan nilai berkisar 3,11 hingga 3,38 dengan kategori sangat baik. (6) Hubungan antartutor mendapatkan nilai berkisar 3,14 hingga 3,34 dengan kategori sanga tbaik. (7) Sebagian besar (83%) siswa merespon sangat baik proses pembelajaran metode tutor sebaya. Kata kunci: Metode Pembelajaran Tutor Sebaya, hasil belajar siswa, AutoCad. This research was motivated by the many complaints from students of SMK Negeri 1 Blitar who think that the lesson was difficult and confusing picture because it is filled with rules and concepts, making passive students in learning and learning outcomes are less good. The students were passive during teaching and learning process hence the low learning aptitudes. This situation was also triggered by monotonous teaching method that the teacher used. It is suggested that the teacher utilize other teaching method that can engage the students in teaching and learning process. By getting involved, the students will feel more appreciated and develop their true potency. Good communication between the students and their teacher can facilitate better learning aptitudes. The teacher needs more variations of teaching method that can increase students comprehension in visualizing things which they draw. Based on the results of preliminary observation and those aforementioned problems found in SMK Negeri 1 Blitar, peer-tutor teaching method was used to overcome the problems and to increase students learning aptitudes. Peer tutoring learning method as an option to improve the results of learning, where students learn from teachers assisted by his fellow students as tutors. The research method used was pre-experimental design method with one shot case design. The research subjects were the tenth graders of Building Construction Course of Construction Skill Program of SMK Negeri 1 Blitar Academic Year of 2015/2016. There were two learning groups, i.e. tenth grade of Building Construction 1 and 2. The research samples were drawn by using purposive sampling and the samples were the students of tenth grade of Building Construction 2 with 35 students. Samples from this study is rombel selected purposively sampling (classes that are not currently implementing the process of learning lessons normative). Samples will be selected for study only focused only 1 class is class X TGB 2. The observed variables were the establishment of peer-tutor teaching method and the improvement of students&rsquo; learning aptitudes. The results of this research show that (1) the average score of students of experimental class is 81.8 with the interval of 27, while the average score of the students of control class is 73.3 with the interval of 20. It was reported that (2) the score of the establishment of peer-tutor teaching method in the classroom ranges from 3.10 to 3.23 with relatively good interpretation. (3) The score related to the relationship between the teacher and tutors of the class ranges from 3.19 to 3.33; it is considered a very well relationship. (4) The score related to the relationship between the teacher and the student ranges from 3.13 to 3.50 and it is considered very well. (5) The score related to the relationship between the tutors and the students ranges from 3.11 to 3.3 and it is considered very well. (6) The score related to the relationship amongst tutors ranges from 3.14 to 3.34 and it is considered very well. (7) The percentage of students&rsquo; responses towards the implementation of peer-tutor teaching method in Building Construction Class 2 is 83% with the category of very good. Keywords: Peer-Tutor Teaching Method, students learning aptitudes, AutoCad.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES-TOURNAMENTS (TGT) DENGAN MEDIA MAKET PADA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB (SMKN 1 JENANGAN PONOROGO) SHEILA AYU PRATAMA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi lapangan di SMKN 1 Jenangan Ponorogo bahwa siswa kurang memahami pelajaran konstruksi bangunan khususnya struktur-struktur dari bangunan, ini dikarenakan kurangnya media yang digunakan untuk memvisualisasikan materi yang diajarkan serta pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran langsung (MPL). Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games-Tournaments (TGT) dengan media maket pada pelajaran konstruksi bangunan, Mendeskripsikan respon siswa setelah menggunakan model pembelajaran Teams Games-Tournaments (TGT) dengan media maket pada pelajaran konstruksi bangunan, Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games-Tournaments (TGT) dengan media maket pada pelajaran konstruksi bangunan, dan Mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Teams Games-Tournaments (TGT) dengan media maket pada pelajaran konstruksi bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada semester genap 2015/2016 di SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB SMKN 1 Jenangan Ponorogo yang terdiri dari 3 kelas sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TGB A sebagai kelas eksperimen dan kelas X TGB B sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran Teams Games-Tournaments (TGT) dengan media maket dan kelas kontrol mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran langsung (MPL). Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket respon siswa, lembar observasi/pengamatan, dan lembar tes hasil belajar. Kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan para ahli menunjukkan presentase kelayakan sebesar 83% dengan kualitatif sangat valid. Respon siswa menunjukan persentase sebesar 90% dengan kualitatif baik sekali. Keterlaksanaan pembelajaran menunjukan persentase sebesar 86% dengan kualitatif sangat baik. Hasil belajar siswa kelas eksperimen menghasilkan rata-rata lebih besar daripada kelas kontrol yaitu kelas eksperimen= 84 dan kelas kontrol= 76. Dan Analisis uji hipotesis menghasilkan X&sup2; hitung > X&sup2; tabel yaitu 4,93 > 3,841. Dengan demikian maka, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) dengan media maket dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung. Model pembelajaran Teams Games-Tournaments (TGT) dengan media maket dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena siswa lebih senang dalam mengikuti pelajaran, dengan media maket siswa juga dapat memvisualisasikan kontruksi bangunan secara nyata. Kata kunci: Teams Games-Tournaments (TGT), maket, konstruksi bangunan. Based on the results of field observations in SMKN 1 Jenangan Ponorogo that students do not understand the lessons of building construction especially the structures of the building, this is because the lack of media are used to visualize the material being taught and learning is still using direct instruction method (MPL). The purpose of this research was to describe the feasibility of the learning device by using Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media in the lessons of building construction, describe the student response after using Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media in the lessons of building construction, describe the materializes study by using Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media in the lessons of building construction, and describe the student learning result after using Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media in the lessons of building construction. This type of research is Quasi Experimental Design with the research design is Nonequivalent Control Group Design. This research was conducted in the second semester 2015/2016 in SMKN 1 Jenangan Ponorogo. The population in this research is student class X TGB SMKN 1 Jenangan Ponorogo consisting of 3 class while the sample in this research is class X TGB A as an experimental class and class X TGB B as an control class. Experimental class gets treatment the application of Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media and control class gets treatment the application direct instruction method (MPL). The research instrument consisted of a learning device validation sheet, questionnaire student responses sheet, observation sheet, and achievement test sheet. Feasibility learning device by experts indicate the percentage of the feasibility of 83% with qualitatively very valid. The students response shows the percentage of 90% with qualitative splendidly. The materializes study shows the percentage of 86% with qualitatively very good. The learning result of the student experimental class to produce on average larger than the control class is experimental class="84" and control class="76". And analysis of hypothesis test produce X&sup2; value > X&sup2; table yaitu 4,93 > 3,841. Thus there are differences in learning outcoming between experimental class using Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media and control class using direct instruction method (MPL). Teams Games-Tournaments (TGT) learning model with mock-up media can improve student learning outcomes for the students enjoy in following the lessons, with mock-up media students can also visualize the real building construction. Keywords: Teams Games - Tournaments ( TGT ), mock-up, building construction.
PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) TERHADAP KOMPETENSI KEAHLAN SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMK NEGERI 1 PACITAN CHOIRUL MASHUDI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengemban misi agar dapat turut mendukung perkembangan pendidikan pada arah yang positif dan bisa bersaing di dunia kerja. SMK Negeri 1 Pacitan merupakan salah satu sekolah formal yang bergerak dalam kemajuan dibidang Teknologi dan Industri juga bertujuan untuk menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan keahlian yang mereka miliki. SMKN 1 Pacitan yang telah menjalin hubungan dengan perusahaan untuk penyerapan tenaga kerja, apakah tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan ini sudah siap untuk bekerja didunia nyata karena jurusan ini yang baru dibuka di SMKN 1 Pacitan. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap kompetensi keahlian siswa kelas 3 Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Pacitan tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menggambar siswa setelah melakukan praktik kerja industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini bersifat korelasi yang bertujuan untuk mencari besarnya hubungan antar variabel. Pengaruh pengalaman praktik kerja industri sebagai variabel independent dan kompetensi keahlian siswa sebagai variabel dependen di SMK Negeri 1 Pacitan. Waktu dan tempat penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015, kelas XII TGB dengan jumlah 52 siswa. Hasil penelitian dari validasi perangkat pembelajaran yang berupa pedoman wawancara menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan rerata dari aspek ranah materi, ranah konstruksi, dan ranah bahasa, didapatkan bahwa perangkat pembelajaran tes soal di kategorikan sangat baik atau sangat valid dengan rerata sebesar 83.56%. Hasil analisis uji korelasi antara variabel X dan Y yang merupakan pengalaman praktik kerja industri dan kompetensi keahlian menggambar yaitu mempunyai hubungan sebesar 0.295 > rtabel = 0.2681. Hasil analisis uji regresi linier sederhana anatar variabel X dan Y mempunyai pengaruh sebesar 11.106 > F tabel = 4.03. Hasil analisis data diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0.182 atau 18.2%. artinya kompetensi keahlian siswa dipengaruhi oleh pengalaman praktik kerja industri dengan sumbangan sebesar 18.2%. Kata Kunci: Pengalaman Praktik Kerja Industri, Kompetensi Teknik Gambar Bangunan Vocational High School on a mission in order to contribute to the development of education in a positive direction and can compete in the world of work. SMK N 1 Pacitan is one of the formal school engaged in the advancement of the field of technology and industry also aims to create graduates who have the ability to enter the workforce in accordance with the expertise they have. SMK 1 Pacitan who has a relationship with the company for employment, whether labor absorbed by this company is ready to work in the real world because this course recently opened in SMK 1 Pacitan. The paper is disucsess about the effect of internship on competence of drafter at engineering student drawing skills level of three in vocational school of pacitan district This study uses a quantitative approach. This study aims to find the relationship between the variables. The influence of the internship experience as independent variables and competence skills of the student as a dependent variable in SMK Negeri 1 Pacitan. Time and place of the research conducted in the second semester of the academic year 2014/2015, a class XII TGB with the number of 52 students. Of collective The result the validation of learning in the form of interview guidelines indicate that by calculating the average of the aspect of material nature, the realm of construction, and the field of language, it was found that the learning device test questions categorized as very good or valid with an average of 83.56% Analysis of correlation among the variables that constitute the internship experience and competence skills had a relationship 0295> rtabel = 0.2681. Simple linear regression analysis of the face between the variables have an effect 11 106> F table = 4.03. Analysis of data obtained determination coefficient of 0182 or 18.2%. the ability of student competence is affected by the internship experience with a contribution of 18.2%. Keywords: The internship experience, competence Architecture Engineering
HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR PERANGKAT LUNAK TERHADAP KETERAMPILAN MENGGAMBAR PERANGKAT LUNAK SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SIDOARJO DIMAS FATCHUR RIZALLI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v2i2.15570

Abstract

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK UNTUK HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMK NEGERI 1 NGANJUK LODOWIKUS TIPO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v2i2.15589

Abstract

Penelitian ini di laksanakan sesuai dengan permasalahan, bahwa implementasi kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik masih banyak mengalami kendala, sehingga kegiatan belajar cendrung berpusat pada guru dan hasil belajar siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan kurang optimal di karenakan pembelajaran dengan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan belum dapat di laksanakan secara optimal. Oleh karena itu perlu pendekatan saintifik dengan mengimplementasinya dalam kegiatan pembelajaran untuk hasil belajar yang optimal. Penelitian ini merupakan penelitin penerapan yang menggunakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, yang di lakukan dalam 2 pertemuan yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: mengamati, menanya,pengumpulan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasi, dan sebagai subjek dari penelitian penerapan ini adalah siswa &ndash; siswi kelas x TGB 2 SMK Negeri 1 Nganjuk dengan jumlah sebanyak 38 siswa. Data hasil belajar siswa di kumpulkan melalui tes hasil belajar serta pengematan guru mengajar dan siswa belajar terhadap pendekatan saintifik. Hasil penelitian dengan implementasi pendekatan saintifik untuk hasil belajar siswa pada kelas x TGB 2 dapat meningkat dengan hasil belajar siswa pada pertemuan I di peroleh 67 % kemudian meningkat menjadi 97 % pada pertemuan II sedangkan untuk kegiatan guru mengajar terjadi peningkatan, pada pertemuan I di peroleh 46, 6 % meningkat menjadi 75 % pada pertemuan II dan untuk kegiatan belajar siswa juga terjadi peningkatan, pada pertemuan I di peroleh 51,4 % mengingkat menjadi 71,4 % pada pada pertemuan II. Sehingga dapat di tarik kesimpulan, bahwa implementasi pendekatan saintifik mengalami peningkatan dari hasil belajar, kegiataan mengajar serta kegiatan belajar siswa di kelas. Kata Kunci : Pendekatanm Saintifik, Menggambar Teknik, Hasil Belajar The research was carried on in accordance with the problems , that the implementation of the curriculum in 2013 with the approach of scientific still experienced many obstacles , so the learning activities tends centered on the teacher and student learning outcomes in class X Architecture Engineering less than optimal in because learning with assessment of attitude, knowledge and skills can not be implemented optimally . Therefore it is necessary to implement them in a scientific approach to learning activity for optimal learning results . This study is a research is conducted application that uses learning to approach scientific , which is done in two meetings that consists of five stages: observe , ask , data collection , associate , and communicate , and as a subject of study this implementation is a student - student class x TGB 2 SMK Negeri 1 Nganjuk with a total of 38 students . Student learning outcome data collected through the test results to learn and Observation of teachers teach and students learn the scientific approach . The results of the research with the implementation approach is scientific to student learning outcomes in the classroom x TGB 2 can be increased by student learning outcomes at the meeting I obtained 67 % and then increased to 97 % at the meeting II while the activities of teachers teaching an increase , at a meeting I obtained 46 , 6 % increased to 75 % in the second meeting and to student learning activities must be increased , at a meeting I obtained increase 51.4 % to 71.4 % in the second meeting . So it can be deduced that the implementation of the scientific approach of increased learning outcomes , activity teaching and learning activities of students in the classroom . Keywords : Scientific approach , Drawing Techniques , Learning Outcomes
HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA POWERPOINT DAN LKS PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X KBB DI SMK NEGERI 7 SURABAYA MUHAMMAD SYAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v2i2.15747

Abstract

Page 11 of 55 | Total Record : 548