cover
Contact Name
Sheila Ayu Pratama
Contact Email
sheilapratama@unesa.ac.id
Phone
+6282336424221
Journal Mail Official
jkptbunesa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : 31090893     DOI : https://doi.org/10.26740
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan (JKPTB) promotes research in the broad field of Education Research and Technology (including such disciplines as Building Engineering Education, Vocational Education, etc.) with particular respect to Indonesia, but not limited to authorship or topical coverage within the region. Contributions are expected from senior researchers, project managers, research administrators and undergraduate/postgraduate students at advanced stages of their research, representing both public organizations and private industry. Equally, the journal if intended for scholars and students, reseachers working at research organizations and government agencies, and also for enterprises undertaking applied R&D to lead innovations. The editorial contents and elements that comprise the journal include: Theoretical articles Empirical studies Practice-oriented papers Case studies Review of papers, books, and resources. As far as the criteria for evaluating and accepting submissions is concerned, a rigorous review process will be used. Submitted papers will, prior to the formal review, be screened so as to ensure their suitability and adequacy to the journal. In addition, an initial quality control will be performed, so as to ensure matters such as language, style of references and others, comply with the journal“s style. The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Vocational and Building Engineering Educational field. Teaching and learning in building engineering and civil engineering education Evaluation, assessment, and certification in building engineering and civil engineering education, human resources management in civil engineering and building engineering education Vocational resources in building engineering and civil engineering education Policy and contemporary issues in building engineering and civil engineering education Other things related to Building Engineering and Civil Engineering Education
Articles 548 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB 1 SMKN 1 MADIUN SAMSUL MA'ARIF
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-85 Periode 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check (pasangan mengecek) menerapkan pembelajaran berkelompok yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan. Model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check mengedepankan rasa sosial siswa, kerja sama dan kemampuan memberi penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, peningkatan kegiatan belajar siswa dan peningkatan kegiatan mengajar guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah kelas X TGB 1 SMKN 1 Madiun yang berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar siswa, pengamatan kegiatan belajar siswa dan pengamatan kegiatan mengajar guru. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2015 – 05 November 2015. Prosentase rata-rata hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh: silabus sebesar 84%, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 81%, Bahan ajar (Hand Out) sebesar 81% dan Tes hasil belajar sebesar 81,5%. Prosentase hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria baik dan layak untuk dilaksanakan. Hasil penelitian pembelajaran pada siklus I, siswa yang mengikuti pembelajaran sebanyak 32 siswa. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa dengan prosentase sebesar 78% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa dengan prosentase sebesar 22%. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus I mendapatkan skor 2,76 dengan kriteria baik. Hasil pengamatan kegiatan mengajar guru pada siklus I mendapatkan skor 2,60 dengan kriteria baik. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, siswa yang mengikuti pembelajaran sebanyak 29 siswa, terdapat 2 siswa yang tidak masuk. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 29 siswa dengan prosentase sebesar 97% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 1 siswa dengan prosentase sebesar 3%. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus II mendapatkan skor 3,59 dengan kriteria sangat baik. Hasil pengamatan kegiatan mengajar guru pada siklus II mendapatkan skor 3,63 dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Pair Check, Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pair Check of cooperative learning is a learning model that can assist teachers in improving student learning outcomes. Pair Check of cooperative learning (partner check) to apply the learning in groups demanding independence and the ability of students in solving problems Pair Check cooperative learning emphasizes student social sense, cooperation and the ability to provide assessment. The purpose of this study was to determine the increase in student learning, increase student learning activities and improvement of teachers' teaching activities. This type of research is the Classroom Action Research. Subjects were class X TGB 1 SMK 1 Madiun totaling 32 students. The research instrument is a test student learning, observation learning activities of students and teachers' observations of teaching activities. The research was conducted on October 29, 2015 - November 5, 2015. The average percentage of learning the validation results obtained: the syllabus of 84%, lesson plan by 81%, Hand Out by 81% and the test result of learning by 81.5%. Percentage of the validation results indicate that the device meets the criteria of good learning and feasible. Results of the research study in the first cycle, students who take the learning as much as 32 students. The number of students who completed as many as 25 students with a percentage of 78% and students who did not complete as many as seven students with a percentage of 22%. The observation of learning activities of students in the first cycle to get a score of 2.76 with good criteria. The observation of teaching activities of teachers in the first cycle to get a score of 2.60 with a good criteria. While the implementation of learning in the second cycle, students who take the study a total of 29 students, there are two students who do not attend. The number of students who completed a total of 29 students with a percentage of 97% and students who did not complete as many as 1 students with a percentage of 3%. The observation of learning activities of students in the second cycle to get a score of 3.59 with the criteria very well. The observation of teaching activities of teachers in the second cycle to get a score of 3.63 with the criteria very well. Keywords: Cooperative learning, Pair Check, Classroom Action Research
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) MENGGUNAKAN E-BOOK DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL MENGGUNAKAN HANDOUT PADA MATA PELAJARAN KONTRUKSI BANGUNAN DI KELAS X TGB SMK NEGERI 2 BOJONEGORO DAVIET NICKO CANDRA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-85 Periode 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran struktur bangunan adalah pelajaran yang lebih menekankan pemberian informasi pada teori bahan bangunan sehingga dibutuhkan pemahaman yang baik dan proses pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat belajar lebih maksimal. Dibutuhkan suatu model pembelajaran lebih efektif dan media yang mampu menyediakan video dan animasi untuk membantu memperjelas materi dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan diterapkan model pembelajaran kontekstual dengan menggunakan e-book sebagai perangkat pembelajaran dan model pembelajaran konvensional menggunakan handout. Peneltian yang digunakan adalah eksperimen murni bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan sebab akibat antara perlakuan yang disengaja diadakan dengan efek yang terjadi sesunggunya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TGB 1 dan siswa kelas X TGB 2 SMK Negeri 2 Bojonegoro. Instrument yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran dan tes hasil belajar. Setelah dihasilkan validasi perangkat pembelajaran dilakukan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah di berikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran contextual teaching learning (CTL) dengan menggunakan e-book sebagai perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual menggunkan e-book memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 78,55. (2) pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran konvensional menggunakan handout memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 68,59. yang berarti hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual menggunkan e-book ebih baik daripada hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional menggunakan handout. Kata Kunci : e-book jenis dan karakteristik baja, model pembelajaran contextual teahing learning Subjects structures are lessons that emphasize the provision of information on the theory of building materials and so we need a good understanding and interesting learning process so that students can learn more leverage . We need a more effective learning model and media are able to provide video and animation to help clarify the matter and increase students' motivation . This study aims to determine differences in student learning outcomes with contextual learning model applied by using the e -book as a tool of learning and conventional learning models using handouts. The study is purely an experiment aimed to test whether there is a causal link between the treatment which is held by the real effects that occur . Subejek this study were students of class X and X TGB TGB 1 2 SMK Negeri 2 Bojonegoro . The instrument used is the validation sheet learning and achievement test . After aimlessly learning device validation tests to determine student learning outcomes after treatment using contekstual learning model by using the e -book as a medium of learning. The results showed that ( 1 ) Learning to apply contextual learning model using the e -book has an average of learning outcomes at 78.55 . ( 2 ) learning by applying conventional learning models using handout has an average of 68.59 learning outcomes . which means that the results of student learning by applying contextual learning model using the e -book ebih better than learning outcomes of students who apply conventional learning models using handouts . Keywords : e -book type and characteristics of the steel , contextual learning model teahing learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING TYPE QUIZ TEAM PADA MATA PELAJARAN FINISHING KAYU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XITEKNIK KONSTRUKSI KAYU SMKN 1 JENANGAN PONOROGO YANO DWI PRANATA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-85 Periode 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran finishing kayu menggunakan bahan melamin merupakan materi hafalan yang dipadukan dengan praktik membuat siswa sulit menerima materi, oleh karenanya model pembelajaran yang digunakan guru sebagai sarana menyampaikan materi harus menarik dan menyenangkan bagi siswa.Model pembelajaran active learning type team quiz adalah metode pembelajaran aktif yang menghidupkan suasana dengan membentuk siswa ke dalam kelompok kecil kemudian diadakan pertandingan akademis antar kelompok untuk saling bertanya ataupun menjawab dalam mempelajari materi pelajaran. Model pembelajaran ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dan mengetahui respon siswa terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, adapun rancangan penelitian ini menggunakan one shot case study. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo tahun ajaran 2014/2015. Instrumen yang digunakan tes pilihan ganda, angket, dan lembar validasi perangkat pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui tes dan angket. Penerapan model ini dilengkapi dengan analisa data validasi perangkat pembelajaran, hasil belajar dan respon siswa terhadap model yang dipakai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil pengamatan penerapan model pembelajaran active learning type quiz team pada mata pelajaran finishing kayu terhadap hasil belajar siswa kelas XI KKy SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo berlangsung sesuai perencanaan pada RPP dengan rata-rata pada kedua pertemuan adalah 82%.; (2) hasil belajar siswa kelas XI KKy SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo pada mata pelajaran finishing kayu tuntas dengan nilai rata-rata kelas pada pertemuan pertama dan kedua adalah 81,32%; (3) pelaksanaan model pembelajaran active learning type quiz team mendapatkan respon baik dari siswa sebagai pelaksana pembelajaran. Hasil rekapitulasi respon siswa sebesar 73%. Kata kunci: active learning type quiz team, finishing kayu, teknik konstruksi kayu, sekolah menengah kejuruan. Subjects using melamine wood finishing a rote material, combined with the practice of making it difficult students receive the materials, therefore learning model used by teachers as a means to convey the material to be interesting and fun for students. Model team quiz-type active learning is active learning methods liven by forming students into small groups and then held academic competition among groups to ask or answer each other in learning the subject matter. This learning model is used to determine the effect and determine the response of students to class XI student learning outcomes Wood Construction Engineering SMK Negeri 1 Ponorogo Jenangan. This research is experimental, while the design of this study using a one shot case study. Subjects in this study is the class XI students majoring in Engineering Construction Wood SMK Negeri 1 Ponorogo Jenangan academic year 2014/2015. Instruments used multiple choice tests, questionnaires, and instructional device validation sheet. Data collection techniques obtained through tests and questionnaires. The application of this model is equipped with a data analysis device validation of learning, learning outcomes and student responses to the model used. The results showed: (1) the observation application of learning models of active learning-type quiz team on the subjects of wood finishing on learning outcomes of students of class XI KKY SMK 1 Jenangan Ponorogo take place according to plan in RPP with an average in the two meetings was 82%. ; (2) the results of students of class XI KKY SMK Negeri 1 Ponorogo on subjects Jenangan wood finishing due to the value of the average grade at the first meeting and the second was 81.32%; (3) the implementation of active learning teaching model type quiz team get a good response from the students as the executor of learning. Recapitulation student responses by 73%. Keywords: active learning quiz-type team, finishing wood, wood construction techniques, vocational high schools.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE DENGAN MENGGUNAKAN MODUL PADA MATA PELAJARAN MEKNIKA TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA (KELAS X TGB SMK NEGERI 5 SURABAYA) HABIBI ROCHMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 1/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-85 Periode 1 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran mekanika teknik di SMK Negeri 5 Surabaya pada tahun ajaran 2013/2014 yaitu sebesar 33,33% siswa belum tuntas dengan kriteria ketuntasan minimal 75, hal tersebut dikarenakan kurangnya keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa adalah model Pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS). Modul dalam praktiknya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, di SMK Negeri 5 Surabaya modul belum diterapkan secara maksimal, maka dengan diterapkannya modul diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah. (1) Mengetahui hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan menggunakan modul pada materi menganalisis konstruksi balok sederhana (Sendi dan rol). (2) Mengetahui respons siswa setelah setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan menggunakan modul pada materi menganalisis konstruksi balok sederhana (Sendi dan rol). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian eksperimen kuasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program Studi Teknik Gambar Bangunan di SMKN 5 Surabaya, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB-2 sejumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X TGB-1 sejumlah 29 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes hasil belajar siswa, dan kuesioner respon siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis penilaian validator, analisis kuesioner respons siswa, dan uji-t dua pihak sampel independen. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (a) Hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan antara kelas eksperimen (X TGB-2) dengan kelas kontrol (X TGB-1), di mana nilai pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan rerata pada kelas eksperimen sebesar 82,79 dan 78,14 pada kelas kontrol. (b) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share dengan menggunakan modul sebesar 81,61%. Artinya, siswa merespon positif terhadap penerapan model pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar tersebut. Kata Kunci: Think-Pair-Share (TPS), Hasil Belajar Siswa, Respon siswa, Mekanika Teknik The low complete learning students in the subjects of engineering mechanics at SMK Negeri 5 Surabaya in the academic year 2013/2014 in the amount of 33.33% of the students have not completed the minimum completeness criteria 75, it is because the lack of activity of students in learning activities. One model of learning is expected to increase students' activity is a model of type Cooperative Learning Think-Pair-Share (TPS). Modules in practice can improve student learning outcomes, in SMK Negeri 5 Surabaya module is not applied to the maximum, then the module implementation is expected to improve student learning outcomes. The purpose of this study is. (1) Determine the student learning outcomes after applying cooperative learning model TPS using modules on analyzing the material simple beam construction (Joints and rollers). (2) Knowing a student's response after after applying cooperative learning model TPS using modules on analyzing the material simple beam construction (Joints and rollers). This study was an experimental study using a quasi-experimental research design. The population in this study were all students of class X Program Architecture Engineering at SMK 5 Surabaya, while samples in this study were students of class X TGB-2 number of 28 students as an experimental class and class X TGB-1 number of 29 students as the control class , Collecting data using the method of documentation, test results of the students 'learning and students' questionnaire responses. Data analysis using analytical techniques validator assessment, analysis of the questionnaire responses of students, and the t-test of independent samples of the two parties. The results of this study are as follows. (a) The results of student learning demonstrates the difference between the experimental class (X TGB-2) the control class (X TGB -1), where the value of the experimental class is better than the control class with the average of the experimental class at 82.79 and 78.14 in the classroom control. (b) The response of students to the application of learning model Think-Pair-Share by using module of 81.61%. That is, students respond positively to the learning model application using instructional materials. Keywords: Think-Pair-Share (TPS), Student Results, student respons, Engineering Mechanics
KOMPARASI HASIL BELAJAR ANTARA SISWA YANG DIBERI METODE THINK PAIR SHARE (TPS) DAN METODE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN ILMU BAHAN KELAS X TGB SMK NEGERI 3 JOMBANG AYU CAHYANINGRUM
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dan metode pembelajaran kooperatif Jigsaw. Tahapan yang dilaksanakan dalam penelitian ini yaitu (1) penyusunan proposal penelitian, (2) penyusunan perangkat penelitian, (3) penyusunan instrumen penelitian, (4) validasi instrumen penelitian, (5) pelaksanaan penelitian, (6) penyajian hasil penelitian, (7) analisis dan laporan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa kelas TPS tidak sama dengan rata-rata hasil belajar siswa kelas Jigsaw, Dengan rata-rata posttest sebesar 76,21 untuk kelas yang menggunakan metode Think Pair Share dan 70,44 untuk kelas yang menggunakan metode Jigsaw. Karena hasil belajar lebih tinggi pada kelas TPS maka dapat disimpulkan bahwa siswa TGB lebih bisa meningkatkan hasil belajarnya bila menggunakan metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS), karena dengan menggunakan TPS hasil belajar bisa mencapai diatas SKM 75 dengan persentase 57,6% dan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 19 orang dari 33 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dapat digunakan sebagai metode pembelajaran guru dalam menyampaikan materi pada kompetensi dasar mendeskripsikan bahan bangunan kayu kelas TGB di SMKN 3 Jombang. Kata kunci: Metode Pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS), Metode Pembelajaran kooperatif Jigsaw, dan Hasil Belajar. This study aims to determine the results of student learning using cooperative learning Think Pair Share (TPS) and Jigsaw cooperative learning methods . Stages are conducted in this study are (1) the preparation of a research proposal, (2) the preparation of the research, (3) the preparation of research instruments, (4) validation of research instruments, (5) implementation of research, (6) the presentation of research results, (7) analyzes and reports . The results showed the average classroom student learning outcomes TPS is not equal to the average student learning outcomes Jigsaw class , With an average of posttest 76.21 for classes using Think Pair Share and 70.44 for the class using Jigsaw . Since the result of higher learning in the classroom TPS it can be concluded that the TGB more students could improve learning results when using cooperative learning Think Pair Share ( TPS ) , because by using the TPS learning outcomes can reach over 75 SKM with a percentage of 57.6 % and the number of students who completed as many as 19 out of 33 students. Based on the above results it can be concluded that the method of cooperative learning Think Pair Share ( TPS ) can be used as a learning method teachers in delivering the material to the basic competence describing TGB wood building materials class at SMK 3 Jombang . Keywords : Methods of cooperative learning Think Pair Share ( TPS ), Methods of Cooperative Learning Jigsaw, and Understanding of building materials.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEKANIKA TEKNIK MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASISSTED INDIVIDUALIZATION (TAI) SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 JOMBANG JULIS MAYANTI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanika Teknik merupakan mata pelajaran pokok di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), karena Mekanika Teknik (Mektek) merupakan ilmu dasar dalam perhitungan struktur bangunan. Oleh karena itu, model pembelajaran yang digunakan guru di dalam kelas sangat menentukan hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar Mekanika Teknik pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI). Team Assisted Individualization adalah sebuah metode pembelajaran yang menggambungkan antara pembelajaran kelompok dan individu. Sehingga siswa dapat belajar bersama kelompok maupun secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada mata pelajaran Mektek, (2) Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TAI, (3) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada mata pelajaran Mektek, dan (4) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif TAI pada mata pelajaran Mektek. Penelitian ini merupakan Quasi Experimental Designs. Desain penelitian ini menggunakan satu kelas, tidak memerlukan kelas kontrol. Penentuan tingkat kelayakan perangkat pembelajaran kooperatif TAI diukur berdasarkan uji validasi dari para ahli dan uji coba kepada siswa melalui tes hasil belajar. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengamatan, tes, dan angket. Teknik pengamatan digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang aktivitas guru dan siswa, sedangkan teknik tes digunakan untuk memperoleh data kuantitatif tentang peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode TAI, dan angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap metode TAI. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan perangkat pembelajaran metode TAI memperoleh rata-rata 79%, sehingga perangkat dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, terdapat peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif Team Asissted Individualization (TAI) pada mata pelajaran Mekanika Teknik. Rerata peningkatan masing-masing Kuis 1, 2, 3, dan 4 (K1, K2, K3, dan K4) adalah 77,86, 81,63, 82,30 dan 85,43. Pada Kuis besar 1, dan Kuis besar 2 (KB1, dan KB2) peningkatan hasil belajar siswa mencapai rerata 86,61, dan 87,86. Keterlaksanaan aktivitas pembelajaran dengan metode TAI memperoleh kriteria baik dengan persentase 78,57% dan kriteria sangat baik 21,43%; hasil respon siswa menunjukkan rata-rata 72% siswa atau sebanyak 20 siswa menyatakan setuju menggunakan pembelajaran dengan metode kooperatif TAI, sedangkan 28% atau sebanyak 8 siswa menyatakan ragu-ragu atau bahkan kurang setuju menggunakan model pembelajaran TAI pada mata pelajaran Mekanika Teknik. Kata kunci : Mekanika teknik, Model Pembelajaran Kooperatif, Team Asissted Individualization, Hasil Belajar. Engineering Mechanics is basic subjects in vocational schools (SMK), because of Engineering Mechanics (Mektec) is a basic science in the calculation of building structures. Therefore, the learning model used by teachers in the classroom will determine student learning outcomes. Learning model applied to improve the learning outcomes of Engineering Mechanics in this study is a cooperative learning model Team Assisted Individualization (TAI). Team Assisted Individualization is a learning method that combined between group and individual learning. So that students can learn with a group or independently. The purpose of this study were (1) To determine the feasibility of the cooperative learning Team Assisted Individualization (TAI) in subjects Mektec, (2) How materialize cooperative learning TAI type, (3) To know the learning outcome of students using cooperative learning model type TAI on subjects Mektec, and (4) To determine the students' response to the cooperative learning TAI on subjects Mektec. This study is Quasi Experimental Designs. This study design using a single class, does not require the control class. The determination of the feasibility of cooperative learning device TAI measured by test validation of experts and test to students through achievement test. Data was collected using observation techniques, test, and questionnaire. Observation technique used to obtain qualitative data on the activities of teachers and students, while the test techniques used to obtain quantitative data on improving student learning outcomes using TAI, and questionnaires are used to determine students' response to TAI methods. The results show the feasibility of the learning methods TAI gained an average of 79%, so that the device is declared fit for use for teaching and learning activities, are improving student learning outcomes using cooperative learning model Asissted Team Individualization (TAI) on the subjects of Engineering Mechanics. the average increase in each Quiz 1, 2, 3, and 4 (K1, K2, K3, and K4) are 77,86, 81,63, 82,30 and 85,43. At large Quiz 1, and a large Quiz 2 (KB1 and KB2) improving student learning outcomes reached an average 86,61, and 87,86. Materialize learning activities with TAI method of obtaining both criteria with the percentage of 78,57% and 21,43% criteria very well; the results of student responses showed an average 72% of students or as many as 20 students agreed to use cooperative learning methods TAI, while 28% or as much as 8 students expressed hesitation or even less amenable to use learning model of TAI on the subjects of Engineering Mechanics. Keywords : Mechanics engineering, Cooperative Learning Model, Team Asissted Individualization, Learning Outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DITINJAU DARI SELF EFFICACY PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN NITA SARI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Assurance, Relevance, Interest, Assesment, & Satisfaction (ARIAS) dan Model Pembelajaran Langsung (MPL). Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan ARIAS dan MPL ditinjau dari self efficacy. Self efficacy merupakan keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya untuk untuk mengorganisasi,melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan,menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk menampilkan kecakapan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan MPL, (2) mendiskripsikan perbedaan hasil belajar siswa ditinjau dari Self Efficacy tinggi dan Self efficacy rendah siswa pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan MPL, (3) mendiskripsikan interaksi antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan MPL siswa yang memiliki Self Efficacy tinggi dan rendah pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB-1 sebagai kelas eksperimen dan X TGB-2 sebagai kelas kontrol di SMKN 1 Nganjuk. Kemudian untuk menganalisis data digunakan ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji post hoc.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa ranah kognitif yang menggunakan model pembelajaran ARIAS lebih baik dibandingkan MPL. Akan tetapi hasil belajar ranah psikomotor dan afektif menunjukkan MPL lebih baik dibandingkan model pembelajaran ARIAS. Rerata hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor kelas eksperimen secara bertut-turut 83,78; 81,91; dan 81,26. Sedangkan rerata hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa pada kelas kontrol secara bertut-turut 79,26; 79,09; dan 78,60. (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar ranah kognif dan psikomotor siswa ditinjau dari Self Efficacy tinggi dan self efficacy rendah, siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan MPL. Hasil SPSS menunjukkan nilai signifikansi hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor berturut-turut sebesar 0,951 dan 0,327. (3) Tidak terdapat interaksi antara hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan MPL pada siswa yang memiliki Self Efficacy tinggi dan Self Efficacy rendah. Hasil SPSS menunjukkan nilai signifikansi hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor berturut-turut sebesar 0,502 dan 0,788. Kata kunci: Pengaruh model pembelajaran ARIAS, model pembelajaran langsung, self efficacy, hasil belajar. Learning model applied in this study is Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) and Direct Learning Model (DLM). Student learning outcomes that learned by ARIAS and MPL in terms of self-efficacy. Self-efficacy is the belief about her ability for individuals to organize, perform a task, achieve an objective, produce something and implement actions to display prowess. This study aims to: (1) describe the differences in student learning outcomes in subjects Construction that learned with a learning model ARIAS and DLM, (2) describe the differences in student learning outcomes in terms of Self Efficacy who have high and low students on subjects Construction that learned with a learning model ARIAS and DLM, (3) describe the interaction between student learning outcomes that learned with the learning model DLM and ARIAS Self Efficacy students who have high and low on the subjects of Building Construction. The method used is quasi experiment with a 2x2 factorial design. Subjects in this study were students of class X TGB-1 as the experimental class and TGB X-2 as the control class at SMK 1 Nganjuk. Then to analyze the data used ANOVA two lanes and continued with post hoc. Test showed that: (1) student learning outcomes of cognitive learning model that uses ARIAS better than DLM. However, study results indicate psychomotor and affective DLM is better than learning model ARIAS. Mean results of cognitive learning, affective, and psychomotor classroom experiment respectively 83.78; 81.91; and 81.26. While the average of the results of cognitive learning, affective and psychomotor student in grade control respectively 79.26; 79.09; and 78.60. (2) There is no significant difference in learning outcomes of students psychomotor domains kognif and Self Efficacy in terms of high and low self efficacy, students that learned with a learning model ARIAS and DLM model. SPSS results demonstrate the significant value of learning outcomes cognitive and psychomotor row by 0.951 and 0.327. (3) There is no interaction between learning outcomes cognitive and psychomotor students that learned by ARIAS learning models and DLM on students who have a high Self Efficacy and Self Efficacy low. SPSS results demonstrate the significant value of learning outcomes cognitive and psychomotor row by 0.502 and 0.788. Keywords: Effects of learning model ARIAS, direct learning model, self-efficacy, learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB DI SMK Negeri 1 NGANJUK VINSENSIUS FERRER KUA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan atas dasar rendahnya hasil belajar siswa kelas X TGB pada mata pelajaran mekanika teknik. Hal ini disebabkan sulitnya daya serap siswa dalam memahami pengetahuan mekanika teknik dan kurang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, maka perlu meningkatkan hasil belajar siswa, melalui penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dengan Handout. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TGB 1 SMK Negeri 1 pada mata pelajaran mekanika teknik, (2) meningkatkan kegiatan mengajar guru dalam penerapan model problem based learning dengan handout, (3) meningkatkan kegiatan belajar siswa kelas X TGB 1 SMK Negeri 1 Nganjuk dalam menerapkan model problem based learning dengan handout. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X TGB 1 SMK Negeri 1 Nganjuk berjumlah 36 siswa dan guru mata pelajaran mekanika teknik kelas X. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa, lembar observasi atau pengamatan kegiatan mengajar guru dan lembar observasi atau pengamatan kegiatan belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penggunaan tes, metode observasi kegiatan mengajar guru, dan metode observasi kegiatan belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) hasil belajar siswa dalam penerapan model problem based learning (PBL) dengan handout pada siklus 1 nilai rata-rata kelas sebesar 77,25 atau dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 66,67%, meningkat pada siklus 2 nilai rata-rata kelas sebesar 85 atau dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 88,89%. . (2) hasil kegiatan mengajar guru dalam penerapan model problem based learning (PBL) dengan handout pada siklus 1 memperoleh rerata sebesar 2,75 dengan kriteria cukup baik meningkat pada siklus 2 memperoleh rerata sebesar 3,58 dengan kriteria baik (3) hasil kegiatan belajar siswa dalam penerapan model problem based learning (PBL) dengan handout pada siklus 1 memperoleh rerata sebesar 3,08 dengan kriteria cukup baik meningkat meningakat pada siklus 2 memperoleh rerata sebesar 3,82 dengan kriteria baik. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran PBL dengan Handout pada mata pelajaran mekanika teknik di kelas X TGB 1 SMK Negeri 1 Nganjuk. (2) Terdapat peningkatan hasil kegiatan mengajar guru dalam menerapkan pembelajaran PBL dengan handout. (3) Terdapat peningkatan hasil kegiatan belajar siswa pada penerapan model pembelajaran PBL dengan Handout. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Handout, Hasil Belajar Siswa This research applied based on the low of student learning result of TGB tenth grade student of on technique mechanic subject. It was due to the student’s receiving ability in understanding technique mechanic knowledge and lack of critical thinking development, which will need to improve student learning result, through the application of Problem based learning model with handout. The purposes of this research were: 1) to improve student’s learning result of tenth grades SMK Negeri 1 Nganjuk on technique mechanic subject, 2) to improve teacher’s teaching activity in applied problem based learning through handout, 3) to improve student’s learning activities of tenth grades SMK Negeri 1 Nganjuk on technique mechanic subject through handout. This was a class action research which conducted for two cycles. Research subject were tenth grades students of SMK Negeri 1 Nganjuk that maounted of 36 students and tenth grade technique mechanic teacher. Instrument which applied were student learning result, observation sheet and teacher activity observation sheet and student learning activity observation sheet. Data collecting technique which applied were test, teacher instruction activity observation method, and student learning activity observation method. Research results showed that: 1) student learning results with problem learning result (PBL) application through handout on first cycle with class score mean as big as 77.25 and on second cycle class score mean as big as 85. Student’s learning completeness on first cycle as big as 66.37% and on second cycle was 88.89%. 2) Teacher’s instruction activity result obtained 2.75 and on second cycles was 3.58. 3) Student’s learning result in PBL model application with handout in first cycle obtain mean as big as 3.08 and on second cycles was 3.82. This research conclusion were: 1) there was an improvement on student learning result though PBL learning model application on technique mechanic subject on TGB tenth grade student of SMK Negeri 1 Nganjuk. 2) There was an improvement on teacher instruction activity in applied PBL learning through handout. 3) There was improvement on student’s learning result on PBL learning model application through handout. Keywords: Problem Learning Result (PBL), Handout, student’s learning result.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN PEMBUATAN SAMBUNGAN DAN HUBUNGAN KAYU DI KELAS X KK SMK NEGERI 2 SURABAYA FARIS BUDI PRASETYA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Negeri 2 Surabaya merupakan sekolah kejuruan yang memiliki program studi keahlian teknik, yang salah satunya teknik konstruksi kayu (TKK). Pada kompetensi keahlian teknik konstruksi kayu telah menerapkan mata pelajaran konstruksi bangunan dengan kompetensi dasar mendeskripsikan pembuatan sambungan dan hubungan kayu di kelas X TKK. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran dalam proses pembelajaran guru bertanya pada siswa kurang berminat belajar terhadap mata pelajaran konstruksi bangunan. Salah satu faktor penyebabnya adalah metode pembelajaran yang kurang sesuai dan tidak adanya media pembelajaran yang di gunakan oleh guru.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran think pair share (TPS) dengan media macromedia flash pada mata konstruksi bangunanPenelitian yang digunakan adalah jenis true experiment. Untuk uji coba produk menggunakan model pretest-posttest control group design. Sampel penelitian diambil pada kompetensi keahlian teknik konstruksi kayu di SMK Negeri 2 Surabaya. Pada kelas kontrol diberi perlakuan media macromedia flash sedangkan pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan model pembelajaran think pair share dengan media macromedia flash. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis komparatif menggunakan uji t satu pihak kananDalam penelitian ini hasil belajar siswa diharapankan dapat memenuhi nilai KKM yaitu sebesar 75. Hasil belajar siswa pada kelas kontrol yang menggunakan media macromedia flash didapat nilai rata-rata kelas sebesar 74,23 berbeda dengan rata-rata untuk kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran think pair share dengan media macromedia flash didapat nilai rata-rata kelas sebesar 81,28. Analisis uji-t mendapat nilai thitung = 5,105sedangkan ttabel =1,619, dengan demikian thitung> ttabel sehingga prioritas H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini berarti hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran think pair share dengan media macromedia flashlebih baik dibanding dengan hasil belajar siswa yang hanya menerapkan media macromedia flash.Kata Kunci: Model think pair share, macromedia flash, hasil belajar.State Senior High School 2 Surabayais avocational schoolthathas a course oftechnical expertise, one of whichwood constructiontechniques(TKK).On thecompetence oftimber constructionengineeringsubjectshave implementedconstructionwithbasic competenciesdescribe themanufacture ofconnectionsandrelationshipswoodinclassXTKK.Results of interviews withsubject teachersin the learning processthe teacher askedthestudents are lessinterested in learningthesubjectsbuilding construction.One contributing factoris thelack ofappropriateteaching methodsandthe learning mediathat is in useby teachers.The purposeof this studywas to determinethe feasibility oflearning tools, keterlaksanaanlearning, student responses, and student learning outcomesusinglearning modelthink pairshare (TPS) withmacromediaflashmediaon the eyebuilding constructionThe research use in this study is a true experiment. For the trial of the product, we using the pretest posttest control group design. The research sample taken from the skill in technical wood construction competention in State Senior High School 2 Surabaya. In control class, macromedia flash used as a media and in experiment class given the think pair share study model with macromedia flash.Analysis of data usingnormality test,homogeneity, and hypothesis testingcomparativeusingthe t testof therighthand.In this research, the student study result could be expected to fulfill the KKM grade which is 75. The average of student study result in control class is 74,23, different with the experiment class with average of 81,28. T-test analysis got value t-calculate=5,105 while t-table=1,619 therefore t-calculate > t-table so that priority Ho rejected Ha be accepted, it means that the student study result that use the think pair share with macromedia flash is better rather than the one that applied the macromedia flash only.Keywords: Think pair share model, macromedia flash,student learning results.
PETA KEMAMPUAN DASAR MAHASISWA DENGAN LATAR BELAKANG SEKOLAH (SMK, SMA DAN MA) DI PRODI S-1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ADITYA PERMADANY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 2 No. 2/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-86 Periode 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia adalah hal utama agar sumber daya manusia memiliki ilmu pengetahuan menghadapi tantangan di era globalisasi. Sekolah menengah atas dan sederajat di Indonesia ada SMA, SMK dan MA yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan peta kemampuan dasar mahasiswa pada prodi PTB di Unesa . Penelitian ini adalah penelitian analitis deskriptif, peneliti menyajikan data dan menggambarkan seperti apa adanya. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa PTB yang berjumlah 588 mahasiswa, sampel penelitian ini adalah mahasiswa PTB angkatan 2009 sampai 2013 dengan jumlah 282 mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari BAAK, PUSKOM dan data transkrip. Data mahasiswa yang diperoleh dikelompokkan berdasar asal sekolah mahasiswa dan data nilai mahasiswa dikelompokkan berdasar kelompok mata kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan 2009 sampai dengan angkatan 2013 dari asal sekolah SMK berpotensi lebih di ilmu teknik sipil dengan rata-rata tertinggi 3,05, praktek 3,57 dan menggambar 3,05. Mahasiswa dari asal sekolah SMA dan MA berpotensi lebih di ilmu pendidikan dengan rata-rata tertinggi 3,28 dari SMA dan 3,23 dari MA. Kata kunci: peta kemampuan dasar, mahasiswa PTB, berdasar asal sekolah Education in Indonesia is the main thing that human resources have the knowledge to face the challenges and demands in the era of globalization. High school and equal in Indonesia there SMA, SMK, and MA which aims to develop science. The purpose of this study was to map the basic capabilities of students in PTB Unesa. This experiment is a descriptive analytical research, researchers presenting data and describe what their. This research is the student population totaling 588 students PTB, samples of this study are students PTB class of 2009 until 2013 with the number of 282 students. This research is done by collecting data from BAAK, PUSKOM and transcript data. Student data obtained and then classified by the school of origin and the value data broken down by groups of subjects. The research results that students from 2009 until 2013 the based school student from SMK potentially more in civil engineering with the highest average price of 3.05, practices 3.57 and draw 3.05. Student from SMA and MA potentially more in education with the highest average 3.28 from SMA and 3.23 from MA. Keywords : map basic skill, students PTB, background in high school

Page 9 of 55 | Total Record : 548