cover
Contact Name
Agung Abadi Kiswandono
Contact Email
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281329121722
Journal Mail Official
agung.abadi@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Analit: Analytical And Environmental Chemistry
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25408224     EISSN : 25408267     DOI : 10.47352/analit
Core Subject :
Analit is a scientific journal that contains research results and reviews in the field of analytics and the environment. Fields of research studies or review articles that can be published in this journal include analytical chemistry, biosensor, chemical sensor, synthesis and characterization of materials, renewable-energy-related functional materials, environmental chemistry, remediation and waste treatment technologies, green chemistry and sustainability, as well as applied chemistry for environmental health and industrial processes.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
ADSORPSI-DESORPSI ZAT WARNA NAFTOL BLUE BLACK MENGGUNAKAN ADSORBEN HUMIN HASIL ISOLASI TANAH GAMBUT RIAU, SUMATERA Silvia Riqotul Fuadah; Maya Rahmayanti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p59-67

Abstract

Telah dilakukan adsorpsi-desorpsi zat warna naftol blue black  menggunakan  adsorben humin hasil isolasi tanah gambut Riau, Sumatera. Metode adsorpsi belum sepenuhnya menyelesaikan masalah lingkungan karena adsorben yang sudah digunakan dapat menjadi limbah baru, sehingga diperlukan proses desorpsi agar adsorben dapat digunakan kembali. Nilai persen adsorpsi zat warna naftol blue black pada penelitian ini sebesar 75,91%. Proses desorpsi menggunakan agen pendesorpsi NaCl dengan variasi konsentrasi 0,1, 0,2, 0,3, 0,4, dan 0,5 M dan desorpsi zat warna naftol blue black optimum pada konsentrasi NaCl 0,3 M dengan persen desorpsi sebesar 11,65%.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p59-67
KAJIAN DESORPSI ZAT WARNA INDIGOSOL BLUE DARI ADSORBEN HUMIN HASIL ISOLASI TANAH GAMBUT RIAU, SUMATERA Girda Wahyu Ekowati; Maya Rahmayanti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p68-75

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang  desorpsi zat warna indigosol blue pada adsorben humin hasil isolasi tanah gambut Riau, Sumatera. Desorpsi dilakukan dengan menggunakan agen pendesorpsi HCl dengan variasi konsentrasi 0,5; 1,0; 1,5; 2,0 M dan tanpa menggunakan agen pendesorpsi. Setelah proses adsorpsi, terjadi pergeseran bilangan gelombang pada puncak serapan gugus fungsional adsorben humin yang menunjukkan adanya gugus aktif dari zat warna indigosol blue yang terserap pada saat adsorpsi. Interpretasi spektra FT-IR setelah desorpsi, terjadi pergeseran bilangan gelombangyang menunjukkan bahwa gugus aktif dari zat warna indigosol blue telah terdesorpsi. Konsentasi optimum desorpsi zat warna indigosol blue pada adsorben humin pada 1,5 M .http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p68-75
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN TALAS DAN SUHU PERENDAMAN 40 oC DAN 70 oC TERHADAP LAJU KOROSI PADA BAJA API 5L DALAM LARUTAN NaCl 3% Firyal Nurul Affifah; Ediman Ginting; Suprihatin Suprihatin
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p76-85

Abstract

Ekstrak daun talas yang digunakan sebagai inhibitor pada baja API 5L, direndam dalam larutan korosif NaCl 3%. Dengan memvariasikan suhu perendaman  dan , dan juga konsentrasi inhibitor 0%, 2%, 8% dan 12%. Setelah perlakuan pada sampel diperoleh hasil perhitungan laju korosi yang paling rendah pada sampel A5-70-8 dan yang paling tinggi pada sampel A5-70-0. Inhibitor yang digunakan mempunyai nilai efisiensi paling tinggi pada sampel A5-70-8. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur Kristal yang terbentuk merupakan fase Fe murni. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi permukaan sampel, terlihat retakan pada sampel. Karakterisasi EDX pada sampel terlihat unsur oksigen (O) yang mengindikasikan bahwa sampel telah terkorosi.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p76-85
ANALISIS SENYAWA ASAM KLOROGENAT DALAM BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) MENGGUNAKAN HPLC Mentari Yunika Sari; Tati Suhartati; Husniati Husniati
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p86-93

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor perkebunan Indonesia. Penelitian dan artikel saat ini banyak yang berfokus pada kafein yang terkandung dalam kopi, sedangkan senyawa lain yang bermanfaat seperti asam klorogenat di dalam kopi belum banyak diteliti dan diketahui oleh masyarakat luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak senyawa asam klorogenat dalam biji tumbuhan kopi Robusta yang mampu terisolasi dengan resin AmberliteTM FPA900UPS Cl, serta mengetahui kemampuan dan selektifitas resin tersebut dalam mengisolasi senyawa asam klorogenat. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut metanol sedangkan untuk pemisahan senyawa menggunakan kromatografi kolom penukar ion dengan eluen buffer sitrat pada berbagai variasi pH. Analisis sampel menggunakan KLT dan HPLC. Hasil yang diperoleh bahwa senyawa asam klorogenat pada fraksi buffer sitrat pH 6,11 memiliki konsentrasi yang paling tinggi yaitu 27,526 mg/L. Sedangkan resin AmberliteTM FPA900UPS Cl lebih selektif digunakan untuk pemisahan senyawa kafein dengan konsentrasi terekstrak sebesar 345,520 mg/L.http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p86-93
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Analit Cover Depan
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p0

Abstract

Analit: Analytical and Environmental Chemistry merupakan jurnal ilmiah yang berisikan kumpulan artikel dari hasil penelitian dan temuan teknologi bidang kimia analitik dan kimia lingkungan serta ulasan perkembangan sains kimia analitik dan lingkungan dalam bentuk review yang asli dan belum pernah dipublikasikan. Naskah dikirim melalui alamat email kemudian naskah yang masuk akan direview oleh Tim Reviewer yang terdiri dari Tim Reviewer internal dan mitra bestari (Tim Reviewer eksternal).  Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali, yaitu setiap bulan April dan Oktober.  ISSN Analit: Analytical and Environmental Chemistry diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI), yaitu ISSN 2540-8224 (versi cetak), SK No: 0005.25408224/JI.3.1/SK.ISSN/2016.09 dan ISSN 2540-8267 (versi online), SK No: 0005.25408267/JI.3.1/SK.ISSN/2016.09.
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Analit Cover Belakang
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i2.2019.p00

Abstract

Analit: Analytical and Environmental Chemistry merupakan jurnal ilmiah yang berisikan kumpulan artikel dari hasil penelitian dan temuan teknologi bidang kimia analitik dan kimia lingkungan serta ulasan perkembangan sains kimia analitik dan lingkungan dalam bentuk review yang asli dan belum pernah dipublikasikan. Naskah dikirim melalui alamat email kemudian naskah yang masuk akan direview oleh Tim Reviewer yang terdiri dari Tim Reviewer internal dan mitra bestari (Tim Reviewer eksternal).  Penerbitan jurnal dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali, yaitu setiap bulan April dan Oktober.  ISSN Analit: Analytical and Environmental Chemistry diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI), yaitu ISSN 2540-8224 (versi cetak), SK No: 0005.25408224/JI.3.1/SK.ISSN/2016.09 dan ISSN 2540-8267 (versi online), SK No: 0005.25408267/JI.3.1/SK.ISSN/2016.09.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale) SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA EDIBLE FILM PATI GANYONG (Canna edulis) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera .L) TERHADAP MASA SIMPAN BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) Anggi Sulistyowati; Endaruji Sedyadi; Susy Yunita Prabawati
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p1-12

Abstract

Penelitian tentang pembuatan edible film yang terbuat dari bahan dasar umbi ganyong, lidah buaya, gliserol dan ekstrak jahe dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak jahe pada edible film pati ganyong-lidah buaya terhadap sifat mekanik, WVTR, dan aplikasinya untuk memperpanjang masa simpan buah tomat.Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu pembuatan ekstrak jahe, pembuatan edible film pati ganyong-lidah buaya,pembuatan edible film umbi ganyong lidah-buaya dengan penambahan ekstrak jahe, pengujian sifat mekanik edible film, WVTR, dan aplikasi edible film terhadap buah tomat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, edible film pati ganyong-lidah buaya memiliki nilai kuat tarik 11,89 MPa, elongasi 12,71 %, dan WVTR 7,45 g/m2.jam. Hasil optimal edible film dengan penambahan ekstrak jahe yaitu pada penambahan ekstrak jahe sebanyak 0,75% (b/b) yaitu nilai kuat tarik sebesar 5,17 MPa, elongasi sebesar 9,74% dan nilai WVTR sebesar 8,92 g/m2.jam. Penambahan ekstrak jahe ke dalam edible film mampu menjaga kualitas dan masa simpan buah tomat jika ditinjau berdasarkan 50% penyusutan bobot dan 63% kerusakan tekstur. Penyusutan 50% bobot tomat tanpa pelapisan edible film yaitu 45 hari, kemudian tomat dengan pelapisan edible film tanpa ekstrak jahe menjadi 48 hari, dan tomat yang dilapisi edible film dengan penambahan ekstrak jahe dapat yaitu 65 hari. Penurunan tingkat kekerasan tekstur sebesar 63% pada tomat yaitu 7 hari menjadi 7,5 hari dengan pelapisan edible film tanpa ekstrak jahe, sedangkan dengan pelapisan edible film dengan penambahan ekstrak jahe menjadi 12 hari.doi: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p01-12  
PENGEMBANGAN METODE PENETAPAN KADAR METIL PREDNISOLON DALAM SEDIAAN DRY INJECTION DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Dew Kurnia; Eny Tri Pujilestari; Indro Pamudjo
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p13-25

Abstract

Penetapan kadar metil prednisolon berdasarkan United States Pharmacopeia (USP) adalah menggunakan kolom L3 4 mm x 25cm dan eluen butil klorida : butil klorida jenuh air : tetrahidrofuran : metanol dan asam asetat glasial (95:95:14:7:6). Tetrahidrofuran memiliki sifat oksidatif sehingga dapat merusak kolom. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan metode penetapan kadar metil prednisolon dengan cara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan kolom C18 dengan fase gerak asetonitril : metanol (45:55); laju alir 1,0 ml/menit; panjang gelombang 243 nm, dan volume penyuntikan 20 µL. Pada hasil validasi diperoleh nilai linieritas yang baik (r = 0,9969).. Hasil perolehan kembali (% recovery) = 100,38% – 101,17%. Dari hasil uji presisi diperoleh % RSD sebesar 0,12% yang memenuhi syarat ≤ 2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan metode dan hasil validasi tersebut dapat digunakan untuk analisis penetapan kadar metil prednisolon dalam sediaan dry injection.DOI:: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p13-25
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) TERHADAP EFEKTIVITAS FOTODEGRADASI NAPHTHOL MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TIO2 Rika Sulistyo Rini; Imelda Fajriati; Agung Abadi Kiswandono
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p26-40

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang fotodegradasi zat warna naphthol menggunakan fotokatalis TiO2 dengan dan tanpa penambahan H2O2. Penelitian ini dilakukan pada sampel buatan dan sampel limbah batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan H2O2 terhadap variasi waktu penyinaran, massa TiO2, konsentrasi H2O2 dan pH terhadap efektivitas fotodegradasi zat warna naphthol menggunakan fotokatalis TiO2. Berdasarkan hasil penelitian H2O2 yang ditambahkan berpengaruh  terhadap fotodegradasi naphthol karena laju reaksi dengan penambahan hidrogen peroksida lebih besar daripada laju reaksi tanpa penambahan hidrogen peroksida. Penyinaran selama 90 menit dengan degradasi sebesar 81,1762%. Massa TiO2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi dengan efektivitas fotodegradasi tertinggi dicapai pada massa TiO2 95 mg dengan presentase degradasi 85,4468%. Konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap fotodegradasi ditunjukkan oleh F hitung = 67,2730 > F tabel = 2,8500. Efektivitas fotodegradasi tertinggi yaitu 39, 8339% dengan konsentrasi H2O2 15%. Pada variasi pH efektivitas fotodegradasi tertinggi pada pH 5 dengan persentase degradasi 99,5708%. Pada aplikasi limbah batik, efektifitas degradasi zat warna tertinggi yaitu 91,2186% pada saat ditambahkan TiO2 saja dan untuk persentase penurunan COD tertinggi pada saat ditambahkan TiO2 dan H2O2 yaitu 76,6645%. Konsentrasi H2O2 berpengaruh signifikan terhadap degradasi zat warna pada sampel limbah karena F hitung = 156,375 > F tabel = 5,1400.doi: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p26-40  
KAJIAN KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd), KROMIUM (Cr) DAN MERKURI (Hg) PADA SEDIMEN DI SUNGAI WAY KUALA LAMPUNG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Diky Hidayat; M Daus
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v4i1.2019.p41-50

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian logam berat kadmium (Cd), kromium (Cr) dan merkuri (Hg) pada sedimen di Sungai Way Kuala Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar dan membandingkan tingkat pencemaran logam berat. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 lokasi yaitu bagian hulu, tengah dan hilir dan ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan menggunakan validasi metode yaitu linearitas, LoD, LoQ, presisi dan akurasi. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi logam Cd pada rentang 17,392-40,696 ppm. Sedangkan konsentrasi logam Cr pada rentang 20,235-44,597 ppm. Konsentrasi logam Hg diperoleh pada rentang 1,408-1,933 ppm. Konsentrasi logam Cd dan Hg berada diatas ambang baku mutu yang ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey (USEPA) tahun 2004 yaitu berada pada rentang 0,65-2,49 ppm (Cd) dan 0,23-0,87 ppm (Hg). Konsentrasi logam Cr berada dibawah baku mutu yang ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey (USEPA) tahun 2004 yaitu berada pada rentang 76,00-233,27 ppm. Validasi metode menunjukkan nilai koefisien korelasi pada Cd dan Cr yaitu 1 dan Hg yaitu 0,9981. Nilai LoD logam Cd, Cr dan Hg yaitu 0,8035; 0,2157; 2,7235; LoQ ketiga logam yaitu 2,6785; 0,7190; 9,0783. Nilai RSD untuk ketiga logam berada pada rentang 0,258% - 4,086%. Akurasi untuk ketiga logam berada pada rentang 90-100%.DOI:http://dx.doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p41-50

Page 9 of 18 | Total Record : 173


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10, No. 02 October (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 10, No. 01 April (2025) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 02 October (2022) Analit : Analytical and Enviromental Chemistry Vol. 7, No. 01 April (2022) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 6, No. 02 October (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 6, No. 01 April (2021) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 01 April (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry0 Vol. 4, No. 02 October (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 4, No. 01 April (2019) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 02 October (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 3, No. 01 April (2018) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 02 October (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 2, No. 01 April (2017) Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 1, No. 01 October (2016) Analit : Analytical and Environmental Chemistry More Issue