cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)" : 8 Documents clear
Pertanggungjawaban Pidana Pada Kasus Obstruction of Justice Dina Arum Fadila Surahman; Achmad Irwan Hamzani; Kus Rizkianto
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.78

Abstract

Menghalangi keadilan merupakan suatu kejahatan jika tujuannya adalah menghalangi penyelenggaraan peradilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutus kesalahan pidana bagi pelaku pembunuhan berencana saat melakukan tindak pidana menghalangi keadilan. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan pendekatan normatif penelitian kepustakaan. Berdasarkan temuan tersebut, hakim mempertimbangkan hal-hal berikut dalam menjatuhkan putusan 802/Pid.Sus/2022/PN Jkt. Dalam kasus pembunuhan berencana, sel bagi pelaku penghalangan keadilan layak dilakukan karena mengikuti aturan hukum yang berlaku dengan mempertimbangkan faktor yuridis, seperti dakwaan jaksa penuntut umum, keterangan terdakwa, saksi, alat bukti, dan pasal hukum pidana, serta tidak faktor yuridis, seperti latar belakang terdakwa melakukan tindak pidana. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku obstruction of justice pada kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam putusannya sudah sesuai, namun demikian sanksi pidana yang ditetapkan dalam kasus tersebut masih belum memenuhi rasa keadilan, karena semua unsur yang memberatkan sudah terpenuhi.
Kebijakan Penerapan Hukuman Mati Terhadap Pelaku Pemerkosa Anak Dwiky Adriansyah; Fajar Ari Sudewo; Fajar Dian Aryani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.79

Abstract

Anak merupakan salah satu aset bangsa yang menjadi generasi penerus bangsa sehingga anak dalam tahap perkembangannya ini perlu mendapatkan perhatian yang khusus dan serius. Menurut data resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), terdapat 9.588 laporan insiden pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Indonesia pada tahun 2022. Angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sebanyak 4.162 kasus. Dengan melihat adanya peningkatan secara signifikan maka Indonesia dinyatakan darurat kekerasan seksual pada anak. Sehingga, Pemerintah harus mengatasi permasalahan kekerasan seksual terhadap anak secara besar-besaran dan komprehensif. Hal ini memerlukan penerapan hukuman hukum yang sesuai untuk memerangi masalah kejahatan seksual terhadap anak, khususnya peristiwa pemerkosaan anak. Pemberlakuan dan penerapan hukuman pidana pada pelaku kejahatan seksual pada anak haruslah sejalan dengan tujuan pemidanaan sehingga memberikan aspek keadilan, kepastian hukum, serta kebermanfaatan hukum. Dari sudut pandang hukum pidana Indonesia, penelitian ini berupaya untuk mengetahui ketentuan kriminalisasi bagi pelaku pemerkosaan anak, dengan penekanan khusus pada hukuman mati. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 yang membahas tentang perlindungan anak pada dasarnya mengatur tentang batasan hukum di Indonesia mengenai tindak pidana pemerkosaan anak. Penggunaan sanksi, seperti hukuman mati, bagi mereka yang bertanggung jawab atas pemerkosaan anak di Indonesia masih menjadi topik diskusi. Namun, penting untuk dicatat bahwa sistem penerapan hukuman tambahan, seperti hukuman mati yang lebih berat, saat ini terbatas pada pelaku kejahatan seksual dewasa. Hukuman mati merupakan solusi terakhir dalam menangani pedofil. Namun menurut Pasal 81 ayat (8) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, jika pemerkosa anak masih di bawah umur, maka hukuman mati tidak berlaku sesuai ketentuan negara. Penjatuhan hukuman mati merupakan kebijaksanaan hakim, bukan keharusan.
Pertanggung Jawaban Korporasi Sebagai Pelaku Kejahatan (Kasus PT Cakrawala Nusa Dimensi Dan PT Agroindomas) Edi Purnomo; Fajar Ari Sudewo; Fajar Dian Aryani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.80

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai ketentuan tanggung jawab korporasi dalam hukum pidana Indonesia tersebar di berbagai peraturan perundang-undangan di luar KUHP. Model pertanggungjawaban pidana korporasi dijelaskan oleh Undang-Undang KUHP, menggunakan dua model pertanggungjawaban pidana korporasi. Penerapan kedua model pertanggungjawaban pidana ini membuka tiga kemungkinan penerapan pertanggungjawaban pidana. Ketiga hal ini merupakan bagaimana masyarakat dan perusahaan saling berhubungan dimana perusahaan merupakan pencipta dan pengelolanya yang memiliki tanggung jawab atas tindakannya kepada masyarakat luas. Melalui pertimbangan Hakim dalam menempatkan kesalahan Terhadap Korporasi pada Kasus PT Cakrawala Nusa Dimensi dan PT Agro Indomas dimana adanya tindak pidana yang menyalahi aturan Undang-Undang mengenai Korporasi yang ada di Indonesia yang merugikan keuangan negara. Karena itu akan dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal dan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Konflik Agraria Dalam Proyek Investasi Rempang Eco City Zahrotul Izka; Suci Hartati; Kanti Rahayu
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.81

Abstract

Sebab terjadinya konflik agraria bagi kepentingan investasi selain akibat keterbatasan lahan, juga dikarenakan negara melalui berbagai kebijakan investasi liberal ditengah tersandera kepentingan korporasi asing. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), mengatakan ada sekitar 2.710 konflik agraria selama 2015-2022 dan konflik yang terjadi di Pulau Rempang menambah panjang daftar konflik agraria di Indonesia. Peneitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman mendalam tentang penyebab konflik agraria di pulau rempang dan mengkaji bagaimana penyelesaiannya konflik agraria tersebut Jenis penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka dengan pendekatan normatif, yang berfokus pada analisis data yang berasal dari sumber hukum utama dan pendukung. Data tersebut dikumpulkan melalui metode kepustakaan yang dilakukan secara online dan offline, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik agraria di Pulau Rempang bermula sejak ditandatanganinya perjanjian antara Tomy Winata yang mewakili PT Makmur Elok Graha dan Pemerintah Kota Batam dan puncak konflik pada tanggal 7-10 Setember 2023 yaitu terjadinya bentrok antara warga Rempang dan aparat. Pemerintah telah menggunakan metode negosiasi dalam penyelesaiannya, dengan cara ganji rugi berupa Sebidang tanah seluas 500meter persegi dengan rumah bertype 45, merupakan tempat tinggal baru yang dilengkapi fasilitas dan sementara. Biaya hidup sebesar Rp1.034.636 per individu dalam setiap kartu keluarga (KK) disediakan, termasuk pemberian beasiswa sekolah kejuruan bagi anak-anak masyarakat Rempang. yang mempunyai potensi, serta tak lupa ganti rugi aset-aset yang dimiliki warga Rempang.
Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Terhadap Pemulihan Berkas Pendaftaran Tanah Pasca Kebakaran di Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes Endah Permatasari; Evy Indriasari; Bhaiq Roza Rakhmatullah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.82

Abstract

Kantor pertanahan kabupaten Brebes mengalami kebakaran dengan imbas rusaknnya arsip dan berkas yang tersimpan meliputi Buku Tanah (BT), Sertifikat Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) 2023 yang siap diserahkan dan yang sedang diproses, Warkah PTSL 2022, dan berkas PTSL 2023. Dari insiden ini, perlunya pemulihan pemberkasan dan pendaftaran tanah kembali dengan melibatkan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Metode penelitian yang penulis gunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan Kasus (case approach) dan Perundangan (statute approach) secara deskriptif. Pencarian sumber data primer dan data sekunder didapat melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian disajikan secara kualitatif. PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) memiliki peran kunci dalam mengurus berbagai Berkas, termasuk pemulihan dan pemindahan Sertifikat tanah yang mungkin terdampak oleh kebakaran. Mereka bertanggungjawab untuk memastikan berkas produk PPAT yang telah hangus terbakar atau hilang untuk segera diurus dan didaftarkan kembali. Kendala dalam rangka pemulihan berkas pendaftaran tanah pasca kebakaran di Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes meliputi faktor internal dan eksternal. Kerusakan Fisik Berkas/Buku Tanah dan Kehilangan Data elektronik yang tersimpan dalam Komputer serta keterbatasan Sumber Daya Manusia dalam proses pencarian, klasifikasi, dan dokumentasi ulang informasi menjadi kendala internal yang penulis dapati. Sedangkan faktor Eksternal yang didapati, banyak berkas pemohon yang belum lengkap. Seperti tidak adanya arsip Akta Jual Beli (AJB) dan Kedua, tidak adanya Warkah Pendukung Akta.
Analisis Penerimaan Diri Ibu Tiri Dalam Mewujudkan Hubungan Dengan Anak Tiri Siti Vidian Ramadani; Mhd. Fuad Zaini Siregar
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.92

Abstract

Pernikahan merupakan kesepakatan yang dibuat oleh sepasang individu, seorang pria dan seorang wanita, dengan tujuan untuk saling mengikat, hidup bersama, dan saling mencintai sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh hukum. Penelitian ini menyoroti hubungan langsung antara penerimaan diri seorang ibu tiri dengan kualitas hubungan yang dia bentuk dengan anak tirinya. Temuan menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penerimaan diri seorang ibu tiri, semakin baik pula hubungan yang terjalin dengan anak tirinya. Implikasinya menyoroti pentingnya mendukung ibu tiri dalam mengembangkan penerimaan diri yang positif, sehingga dapat memperkuat hubungan keluarga yang sehat dan fokus pada bagaimana ibu tiri mengalami proses penerimaan diri dalam membentuk hubungan dengan anak tiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Aspek yang diteliti meliputi penerimaan diri ibu tiri dan bentuk hubungan dengan anak tiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri ibu tiri melalui beberapa tahap, mulai dari penolakan, kemudian menangis, hingga akhirnya menerima anak tiri dengan legowo. Hubungan antara ibu tiri dan anak tiri berjalan baik, dan keduanya saling berbagi perasaan.
Pentingnya Faktor Pola Asuh Orang Tua dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Zinni Zelda Muniro; Muhammad Fuad Zaini Siregar
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.97

Abstract

Perkembangan sosial-emosional anak sangat dipengaruhi oleh pendekatan orang tua yang digunakan. Anak-anak yang masih berkembang mungkin merasa mengganggu dan merugikan untuk menggunakan teknologi modern dan media secara berlebihan. Akibatnya, pria tua perlu mengawasi, mengendalikan, dan membatasi penggunaan gadget dengan melibatkan anak-anak muda dalam interaksi sosial. Belajar tentang pola-pola berbeda dari teknik parenting yang digunakan oleh orang tua, perkembangan sosial dan emosional pada anak-anak, dan bagaimana pola membentuk perilaku adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan deskriptif dan kualitatif digunakan dalam studi sastra. Menurut temuan penelitian, orang tua sebagian besar menggunakan tiga pola perawatan keperawatan: otoriter, demokratis, dan permissive. Untuk anak-anak untuk berkembang secara sosial dan emosional sebanyak mungkin dari usia dini, pengasuhan yang tepat sangat penting. Penting untuk mengamati perkembangan sosial dan emosional anak dari usia dini. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya orang tua yang demokratis, cinta tanpa syarat, dan memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan diri dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengendalikan emosi mereka dan mempromosikan koneksi internal yang positif.Sebaliknya, gaya penjaga yang otoriter, memungkinkan, atau bahkan mengabaikan dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak. Program bantuan orang tua perlu ditingkatkan agar orang tua memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk memberikan perawatan terbaik bagi anak-anak mereka. Agar kita dapat membesarkan generasi yang sehat, sosial dan emosional mampu mengatasi rintangan di masa depan dengan kebaikan yang lebih besar, kita harus terlebih dahulu mengembangkan penerus yang sehat (Dhiu & Fono, 2022).
Konsep Perencanaan Pembelajaran dan Model Pengembangan Perangkat Desain Pembelajaran Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pembelajaran merupakan komponen penting dari proses pembelajaran,dan mencakup pemahaman tentang tujuan pembelajaran, fungsi-fungsi penting, danmodel-model pengembangan perangkat desain pembelajaran. Artikel ini membahaskonsep dasar perencanaan pembelajaran, seperti definisi, tujuan, dan fungsi-fungsipenting. Selain itu, artikel ini memeriksa model pengembangan perangkat desainpembelajaran yang efektif, seperti ASSURE, Hannafin & Peck, Dick & Carey, 4D, danPPSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang perencanaan pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan terarah memungkinkan guru memaksimalkan potensi peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan

Page 1 of 1 | Total Record : 8