cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)" : 10 Documents clear
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Metode Tahlili Agus Rifki Ridwan; Jery Pratama; Riska Anggraini; Sri Rahayu
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.153

Abstract

Metode tafsir tahlili merupakan salah satu metode dalam penelitian tafsir. Metode tahlili berusaha menganalisis dan menjelaskkan ayat-ayat al-Qur’an secara keseluruhan dan komprehensif. Penjelasannya meliputi bacaan ayat, bangunan nahwu dan sharaf,oleh karena itu nuzul ayat, makna global dari ayat, hikmat pensyariatan dan lainnya. Tafsir al-quran yang menggunakan metode ini sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu khususnya bidang illmu al-Qur’an untuk memperdalam pemahamannya tentang al-Qur’an dan Tafsir . hasilnya tidak tepat bagi para pemula..
Komparasi Penafsiran Ayat/Maqra’ Agus Rifki Ridwan; Annisa Seftiyani; Mery Fadilah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan interpretasi terhadap ayat/maqra’ tertentu dari Al-Qur'an yang dilakukan oleh beberapa mufasir (penafsir) terkemuka. Fokus kajian ini mencakup perbedaan metodologi, pendekatan hermeneutika, serta konteks historis dan sosial yang memengaruhi tafsir. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis teks, penelitian ini mengeksplorasi berbagai cara penafsiran, baik secara tekstual, kontekstual, maupun sufistik, serta dampak dari perbedaan tafsir tersebut terhadap pemahaman umat Muslim terhadap ayat yang dibahas. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penekanan makna di antara mufasir, yang seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budaya, mazhab, dan tujuan penafsiran mereka. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai pluralitas dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam kontemporer
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber (2) Tafsir Bir Ra’yi Definisi, Contoh Kitab Dan Contoh Penafsiran Agus Rifki Ridwan; Azzah Ulia Rona; Indri Julianti
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.161

Abstract

Untuk memahami makna dan pesan kandungan al-Quran dibutuhkan Menafsirkan ayat-ayat Alquran tidak bisa dilakukan secara bebas karena akan membawa pemahaman Al-Qur'an menjadi bias dimana-mana sehingga tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh pembuat hukum (maqasid al-syari'). Salah satu metode yang menjadi landasan menafsirkan Al-Qur’an yakni tafsir bil ra’yi. tafsir bi al-ra’yi adalah tafsir yang dalam penjelasan maknanya atau maksudnya, mufassir hanya berpegang kepada pemahamannya sendiri, pengambilan kesimpulan (istinbath)nya didasarkan pada logikanya semata. para ahli ilmu tafsir membedakan tafsir bi al-ra’yi ke dalam 2 macam yaitu:tafsir bi al-ra’yiyang terpuji – al-tafsir al-mahmud.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Coraknya Agus Rifki Ridwan; M. Maulana Wahid Assiddiq; Pita Rupiani; Yuni Isnaini
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.162

Abstract

Penelitian ini ingin menunjukkan bagaimana corak-corak yang terdapat dalam penafsiran Al-Qur’an. Keragaman corak penafsiran ini dilandasi oleh latar belakang ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh mufassir ketika memberikan penjelasan pada ayat Al-Qur’an. Corak penafsiran ini segaligus menjadi ciri khas seorang mufassir dalam memaparkan penjelasan terkait ayat-ayat Al-Qur’an. Selanjutnya, corak tafsir dapat mengungkap latar belakang aliran, keahlian dam motif dari seorang mufassir. Dengan demikian para pembaca dapat memilih tafsir yang seperti apa yang ingin didalami.
Tafsir, Takwil, Dan Terjemah Agus Rifki Ridwan; Imelda Indriyani; Lija Kholilaty; Siti Zulaikha
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.163

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kitab Al-Qur’an yang merupakan kitab umat manusia yang ditulis menggunakan bahasa arab tetapi ayat-ayatnya masih bersifat global sehingga tidak hanya bisa dipahami melalui konsep tekstual, oleh sebab itu perlu penafsiran dan penerjemahan supaya lebih mudah dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang tafsir, takwil, dan terjemah. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library reseacrh). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencari data-data hanya dari bahan-bahan perpustakaan seperti buku, jurnal, artikel, dan sumber tertulis lainnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir adalah penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang melibatkan penelitian lebih mendalam mengenai konteks sejarah, budaya, dan bahasa, serta menggunakan sumber-sumber seperti hadits dan pendapat ulama Islam. Takwil yaitu menafsirkan suatu pembicaraan (teks) dan menerangkan maknanya tanpa mempersoalkan apakah penafsiran dan keterangan itu sesuai dengan apa yang tersurat maupun tidak tersurat. Sedangkan terjemah memiliki arti memindahkan atau menerjemahkan bahasa arab dalam Al-Qur’an menjadi bahasa yang menjadi sasaran dan ditulis dalam bentuk naskah agar mempermudah umat manusia untuk memahami isi dan makna dari Al-Qur’an.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Metod Ijmali Agus Rifky Ridwan; Susilawati Susilawati; Deviska Ayu Alpiani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui definisi, contoh kitab, contoh penafsiran metode Ijmali. Penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka. Yang mana teknik pengumpulan datanya melalui referensi yang berasal dari kepustakaan, seperti beberapa artikel, buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan dengan klasifikasi tafsir berdasarkan metode (2): ijmali. Dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwasannya metode ijmali merupakan tafsir terhadap ayat-ayat al-qur’an yang penjelasannya bersifat umum. Secara istilah metode ijmali adalah cara mengungkapkan isi al-qur’an melalui pembahsan yang global (umum), yang tidak deskriptif, sedikit memberikan penjelasan yang panjang dan luas dan tidak dilakukan secara rinci, selain itu menjelaskan ayat-ayat al-qur’an dengan mengemukakan mekna-maknanya secara global, hal itu dengan cara dimana seorang mufassir membahas ayat-ayat al-qur’an sesuai dengan tertib (teratur) bacaan dan susunan yang ada dalam mushaf. Contoh kitab ijmali antara lain yaitu syarh Al-Suyuti li sunan an-nasaa’i karya jalal ad din as-suyuti, qut al-mughtazi ‘la jami’i al-turmudzi karya jalal as-suyuti, Aun al-ma’bud syarh sunan abi dawud karya muhammad bin ayrah bin ali haidar al-shiddiqi al-azim abadi, contoh tafsir ijmali terdapat di surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah ayat 1-5, yang mana bisa dilihat di dalam kitab aslinya bahwa metode ijmali mufasir menjelaskan ayatnya secara garis besar saja dengan menambahkan kata-kata atau kalimat penghubung, sehingga memberikan kemudahan dalam memahaminya.
Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Agus Rifky Ridwan; Asmi Yuniarti; Arik Ariadi; Lisda Mulina
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.174

Abstract

Penafsiran al-Qur’an sudah terjadi pada saat zaman Nabi Muhammad masih hidup. Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah kemudian disampaikan kepada para sahabat, hal tersebut sama ketika Nabi Muhammad menyampaikan tafsir suatu ayat tertentu kepada para sahabat dan adapula sahabat yang menanyakan maksud dari suatu ayat tertentu, kemudian Nabi Muhammad menjawabnya. Setelah Nabi Muhammad wafat, perkembangan tafsir kemudian berlanjut pada masa sahabat, tabi’in dan seterusnya, dengan metode al-Qur’an, hadits dan ijtihad sahabat, karena sumber utamanya sudah tiada. Tafsir pada masa sahabat inilah mulai mengalami perkembangan yang signifikan, karena para sahabat mulai mencari penjelasan- penjelasan al-Qur’an berdasarkan penjelasan Nabi Muhammad, baik itu berasal dari al-Qur’an ataupun dari hadits-hadits, jika tidak ditemukan tafsirnya, maka para sahabat melakukan ijtihad. Perkembangan tafsir selanjutnya pada masa tabi’în, tabi’i al-tabi’în, ûlama salaf al-shãlihin, dan ûlama khãlãf (kontemporer) dengan berbagai metode, corak dan ciri khas tersendiri. Penelitian kami ini menggunakan metode pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian pustaka ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber seperti catatan, buku, ataupun artikel dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tafsir untuk dikaji dan dianalisis
Signifikasi Tafsir Bil Ra’yi Di Era Modern Fauzan Azhima; Syabuddin
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.175

Abstract

Dalam studi tafsir Al-Qur'an, berbagai metode dan pendekatan telah dikembangkan untuk menggali makna yang terkandung dalam ayat-ayat suci. Salah satu metode yang cukup menonjol adalah Tafsir bil Ra'yi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi Tafsir bil Ra'yi di era modern dengan menyoroti kontribusi serta perannya dalam perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi signifikasi Tafsir bil Ra'yi di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi yang mendalam mengenai Tafsir bil Ra'yi berdasarkan literatur yang ada. Menjembatani tradisi modernitas, menghadapi tantangan zaman, meningkatkan dialog antaragama, memperkuat intelektualisme islam, merespons isu sosial kontemporer dan mendorong reformasi dalam penafsiran merupakan hasil penelitian yang terdapat dalam artikel ini. Di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi era modern, Tafsir bil Ra'yi memainkan peran penting dalam memastikan ajaran Al-Qur'an tetap relevan dengan kehidupan kontemporer. Pendekatan ini, yang berbasis pada rasionalitas, memungkinkan penafsiran yang lebih inklusif dan fleksibel, sehingga dapat menjembatani nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan zaman modern. Melalui Tafsir bil Ra'yi, para ulama dan pemikir mampu menawarkan solusi kontekstual untuk berbagai isu, seperti keadilan gender, etika teknologi, hak asasi manusia, keadilan sosial-ekonomi, pelestarian lingkungan, dan dialog antaragama. Selain itu, penerapan Tafsir bil Ra'yi turut mendorong pengembangan intelektualisme dalam Islam, memperkuat landasan berpikir ilmiah dan kritis umat dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan ini, Tafsir bil Ra'yi tidak hanya memperkaya wacana keilmuan Islam, tetapi juga memberikan kontribusi konkret dalam menyikapi perubahan sosial dan merumuskan kebijakan modern.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber Tafsir Bil Ma’tsur Agus Rifki Ridwan; Rangga Pranata
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.226

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis lebih jauh Tafsir bi al Ma’tsur: konsep, jenis, status, kelebihan dan kekurangan. Metode penulisan artikel ini adalah kualitatif – deskriptif yang menggunakan sumber otentik. Terlihat bahwa Tafsir bi al-Ma’tsur merupakan jenis tafsir yang paling agung jika sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW atau para sahabat. Namun Tafsir bi al-Ma’tsur tetap memerlukan sejarah. Ibnu Katsar mengatakan: “Sesungguhnya Tafsir bi al-Ma'tsur banyak yang bersumber dari para perawi Zindiq Yahudi. Hal ini banyak ditemukan dalam kisah-kisah Ash-Habul Kahfi.
Kompetensi Supervisor dalam Supervisi Guru Bimbingan Konseling (Suatu Tinjauan Studi Pustaka) Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi supervisor dalam supervisiguru bimbingan konseling. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka yang berisi mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Selanjutnya teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam supervise guru bimbingan dan konseling terbukti efektif dapat meningkatkan keterampilan, pemahaman guru bimbingan konseling dan mampu dalam meningkatkan penguasaan praktek konseling. Dimana dengan diterapkannya supervise bimbingan konseling yang dilakukan supervisor dapat membantu guru bimbingan konseling untuk meningkatkan dan lebih mengembangkan skill dalam keterampilan layanan bimbingan konseling. Peran pengawas membutuhkan banyak keterampilan dan nilai yang berbeda dari hubungan terapeutik. Pengawas harus memiliki pendidikan dan pelatihan untuk menjalankan peran mereka agar guru bimbingan konseling menerima umpan balik secara teratur sehingga mereka memiliki dasar untuk mengasah keterampilan mereka

Page 1 of 1 | Total Record : 10