cover
Contact Name
Heidy Arviani
Contact Email
heidy_arviani.ilkom@upnjatim.ac.id
Phone
+6287775009700
Journal Mail Official
voxpop@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Twin Tower B FISIBPOL (Lantai 3) Ruang Dosen Ilmu Komunikasi
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VoxPop Journal
ISSN : -     EISSN : 27237281     DOI : -
Core Subject :
VoxPop Editorial Team is inviting fellow students, especially in Communication Studies department to spread their own original ideas, criticisms and observations of social, communication, culture, and media phenomenon in the form of scientific articles. VoxPop Journal is an annual publication publishing original research in communication studies, media studies, and related fields. Scholars are invited to submit manuscripts addressing any area of communication and media studies, including, but not limited to: Media and Journalism Broadcasting Media Issue Audience Studies Visual Communication Intercultural Communication Communication Skills Communication Management Governmernt Communication Organizational & Business Communication Development Communication Health Communication
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
STUDI DESKRIPTIF PENERIMAAN MAHASISWA TERHADAP TREN MENGEMIS MANDI LUMPUR DI TIK TOK (TEORI RESEPSI STUART HALL) Ajeng, Karenina; Mawaddah, Alfiyah; Punta Rizky, Yafet; Jasmine Aulia, Disya; Imamulmuttaqin, Kukuh
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terutamapengguna Tik Tok terhadap tren mengemis mandi lumpur yang ada di Tik Tok.Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana persepsi dan pandangan mahasiswa terhadap tren ini. Selain itu penelitian ini juga menganalisis mengapa aplikasi Tik Tok yang menjadi media pilihan dalam membuat konten mandi lumpur ini, padahal terdapat banyak media lain yang dapat digunakan, dan yang paling utama adalah untuk menganalisis bagaimana respon mahasiswa terkait kemunculan tren mandi lumpur ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana penerimaan mahasiswa terhadap Tren ‘Mengemis Mandi Lumpur’ berdasarkan aspek kemanusiaan, kelayakan konten, dan regulasi dari pihak Tik Tok terhadap tren ini. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan juga studi literatur digital. Berdasarkan teori yang diungkapkan oleh Stuart Hall, khalayak dianggap bisa mendekode suatu pesan dengan menggunakan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu posisi pembacaan dominan, negosiasi dan juga oposisi. Pemaknaan negatif dari mengemis pada fitur streaming aplikasi TikTok ini diperoleh dari cara yang digunakan dengan mengeksploitasi lansia dalam mendapatkan simpati dan empati pengguna tik tok. Pemaknaan oposisi serta negosiasi hadir dalam merespon serta menanggapi tren konten ini. Merujuk pada wawancara yang telah dilakukan, pada posisi negosiasi narasumber memberikan pernyataan bahwa masih bisa memaklumi jika pengguna Tik Tok memanfaatkan Tik Tok sebagai ladang mencari uang atau pundi pundi rezeki akan tetapi mereka tidak setuju jika para pembuat konten mengeksploitasi lansia dalam membuat konten ataupun mengemis dengan cara mandi lumpur. lalu pada posisi oposisi, narasumber memberikan pernyataan bahwa mereka menolak sepenuhnya segala usaha mengemis secara online melalui Tik Tok, karena mereka beranggapan bahwa mengemis secara biasa saja itu melanggar hukum apalagi mengemis secara online dengan mengeksploitasi orang tua yang sangat menyalahi hukum dan norma yang berlaku di mahasiswa.
FENOMENA PERILAKU OVERSHARING SEBAGAI AJANG KEBUTUHAN DUKUNGAN PUBLIK DAN VALIDASI MELALUI MEDIA SOSIAL TIK TOK Zulfa .A., R. Roro Amanda; G., Mayang Sari; Roger D. M., Simon; Yudha P., Rhino; Amalia P.P., Yuki
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan kemudahan mengakses internet yang dimanfaatkan dalam penggunaan media sosial di Indonesia memunculkan berbagai fenomena baru. Salah satu fenomena yang dilakukan oleh pengguna media sosial di Indonesia dan cukup ramai baru- baru ini adalah fenomena oversharing. TikTok merupakan salah satu media sosial yang didalamnya terdapat banyak konten sebagai bentuk fenomena oversharing. Dalam suatukonten atau postingan dalam media sosial tersebut, tentu memunculkandampak atau feedback, diantaranya adalah dukungan publik dan kebutuhanvalidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ciri-ciri kontenoversharing, rata-rata bentuk oversharing yang disampaikan dalam konten,serta dukungan publik atau validasi yang diberikan oleh pengguna lainterhadap pembuat konten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus utama dari penelitianini adalah teks, gambar, hingga video di aplikasi TikTok dengan klasifikasiinformasi berupa konten tentang oversharing yang digunakan sebagai ajanguntuk mendapatkan dukungan dan validasi publik. Hasil yang ditemukanadalah konten yang menceritakan ranah pribadi, bukti screenshot chat pribadi,serta caption atau teks panjang pelengkap gambar yang mengandungkebutuhan pembenaran atau validasi dengan penyampaian informasi yangberlebihan memicu para pengguna TikTok yang berperan sebagai penontonuntuk memberikan dukungan publik dan validasi. Dukungan publik danvalidasi yang didapat oleh pemilik konten dari para pengguna atau penontonTikTok yaitu berupa kalimat yang diketik di kolom komentar, yang mana halini dapat menimbulkan persepsi yang sama karena merasa related ataumemiliki kesamaan dengan apa yang dialami oleh penonton konten.
PERANG WACANA PADA AKUN TIKTOK @AGNES_JENNIFER DAN @ESTHERLUBIS Wangi H., Sophya; Amalia H., Talitha; Maharani, Ravinka; Yavi R., Hilmy; Putra P., Aljannata
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini dilatar belakangi oleh adanya perang wacana antara dua contentcreator tiktok yang menyebabkan banyak sekali warganet ikut melakukan budaya partisipasi. Tujuan ditulisnya jurnal ini untuk mencari apa alasan(faktor-faktor) terjadinya participatory di akun @agnes_jennifer dan @estherlubis; bagaimana pola komunikasi dan penyampaian pesan melalui verbal dan nonverbal pemilik kedua akun tersebut; bagaimana perbedaan perilaku audiens berkomentar pengikut akun @agnes_jennifer dan @estherlubis; bagaimana perbedaan perilaku masing-masing kedua pemilik dan audiens akun; apa aspek video yang distich akun @agnes_jennifer dan @estherlubis. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana dengan penulisan kualitatif deskriptif. Hasil yang bisa disimpulkan dari jurnal ini adalah faktor terjadinya perang wacana karena perbedaan pendapat antara dua akun tersebut tentang childfree adalah antiaging alami, pola komunikasi dua akun yang sangat bertolak belakang. @estherlubis memiliki pola komunikasi bahasa yang terstruktur, informatif sedangkan @agnes_jennifer adalah lantang, berantakan, dan lancang. Perbedaan perilaku audiens mengikuti sifat masing-masing akun yang mereka ikuti. Sebagian besar audiens @estherlubis bersifat positif karena pembawaan @estherlubis yang santai dalam penyampaian pesan dan tidak menyindir pihak lain, sedangkan audiens @agnes_jennifer cenderung negatif karena nada yang lantang dan bahasa blak-blakan. Perilaku @estherlubis cenderung sopan, informatif, terstruktur dan @agnes_jennifer lantang serta emosional. Aspek video yang bisa disimpulkan adalah perbedaan pendapat antara dua akun tentang childfree dan antiaging. Penelitian ini berkontribusi dalam sisi sosial dan budaya partisipasi dalam new media.
PENERIMAAN AUDIENS TERHADAP LIBURAN MEWAH MICRO- CELEBRITIES DI TIKTOK Putro N., Bimo; Nafi'ah, Salsabila; Tiara Malika, Lavinia; Saraswati, Putri; Nur K., Kurnia
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok merupakan platform yang memiliki banyak fitur dan populer digunakanoleh masyarakat hampir di seluruh dunia. Kepopuleran TikTok ini, akhirnya muncul banyak sekali micro-celebrity. Micro-celebrity sendiri yaitu status selebriti yang diperoleh dari penampilan dan pengakuan di media sosial. Konten-konten yang dihasilkan oleh micro- celebrities ini ada berbagai macam. Seperti konten kuliner, gaya hidup, hiburan, dan juga wisata. Konten liburan baru-baru ini mulai banyak dibuat, apalagi setelah pandemi telah selesai. Banyak pula micro-celebrities yang membuat konten liburan mewah denganmemperlihatkan pengeluaran mereka yang hingga jutaan saat berlibur ke luarnegeri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan audiens terhadap konten liburan mewah micro-celebrities di media sosial TikTok. Hal inimenarik minat peneliti untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memaknaipesan yang ada dalam konten tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakanMetode Kualitatif Deskriptif melalui pendekatan analisis resepsi denganjumlah informan penelitian sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data adalahwawancara dan observasi. Teori yang digunakan untuk penelitian ini yaitu TeoriEncoding-Decoding yang dikembangkan oleh Stuart Hall. Berdasarkan hasilpenelitian, didapatkan bahwa remaja akhir di Surabaya dengan berbeda latarbelakang dapat dibedakan dalam tiga kategori. Kategori pertama DominantHegemonic Position, yaitu mereka menyetujui konten liburan mewah milikmicro-celebrities memiliki dampak di kehidupan mereka. Kategori keduaadalah Negotiated Code Position yang mana mereka menyetujui tertarik padakonten liburan mewah milik micro-celebrities, namun tidak adanya dampak dikehidupan mereka. Kategori ketiga merupakan Oppositional Code dimanainforman menolak penerimaan pesan dari konten liburan mewah milikmicrocelebrities.
ANALISIS RESEPSI KHALAYAK MENGENAI VIDEO KONTEN KREATOR IBEN MA DAN AIDAN MIRZA PADA MEDIA TIKTOK Tushobah Jamal, Najma; Fillah, Ikhwan; Tiara Caroline, Anak Agung Putri; Rizqi, Ananda; Oxana, Diajeng
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok merupakan media sosial terpopuler yang dibuktikan dengan catatanunduhan di Google Play di Indonesia dengan lebih dari 100 juta unduhan.Terdapat konten yang berisikan challenge yang diunggah oleh akun TikTokbernama @iben_ma dan @aidanmrz. Salah satu yang akan dibahas saat inikonten kreator TikTok yang bernama Iben M.A. yang merupakan salah satukonten kreator TikTok terpopuler di Indonesia dengan lebih dari 16,6 jutapengikut. Selain itu terdapat juga Aidan Mirza sendiri yang tergolong sebagaikonten kreator yang sangat aktif di media sosial, terlihat dari akun-akunnya.Yang mana di Instagram, dia sudah memiliki 124.000 pengikut. Lebih dari itu,akun TikTok miliknya sudah memiliki 2,4 juta pengikut. Tujuan dari penelitianini adalah untuk memahami bagaimana penonton memberikan responpenerimaan terhadap konten-konten yang dibuat oleh para konten kreatorTikTok @iben_ma dan @aidanmrz. Dalam penelitian ini menggunakan studianalisis resepsi dengan teori encoding-decoding yang dimiliki oleh Stuart Hall.Menurut Adi dalam analisis resepsi digunakan sebagai bagian terkhusus daristudi khalayak yang berupaya memperdalam proses aktual wacana mediamelalui praktek dan budaya khalayaknya. Dapat diartikan bahwa khalayakdalam posisi ini bertindak sebagai penerima pesan, berpartisipasi aktif dalammengkritik pesan media, seperti berupa gambar atau video. Metode penelitian ini digunakan untuk mencari tahu dasar dan makna dari fenomena yang hendakditeliti dan juga memungkinkan untuk memahami pemaknaan konten di mediasosial Tiktok. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan melalui adalahobservasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Dimana setelah dilakukanwawancara terhadap 8 orang, sebanyak 6 informan yang memilih dalam posisiDominant Hegemonic, sedangkan 2 informan yang memilih posisi NegotiatedReading, serta tidak ada informan yang memilih posisi di OppositionalReading.

Page 4 of 4 | Total Record : 35