cover
Contact Name
Heidy Arviani
Contact Email
heidy_arviani.ilkom@upnjatim.ac.id
Phone
+6287775009700
Journal Mail Official
voxpop@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Twin Tower B FISIBPOL (Lantai 3) Ruang Dosen Ilmu Komunikasi
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VoxPop Journal
ISSN : -     EISSN : 27237281     DOI : -
Core Subject :
VoxPop Editorial Team is inviting fellow students, especially in Communication Studies department to spread their own original ideas, criticisms and observations of social, communication, culture, and media phenomenon in the form of scientific articles. VoxPop Journal is an annual publication publishing original research in communication studies, media studies, and related fields. Scholars are invited to submit manuscripts addressing any area of communication and media studies, including, but not limited to: Media and Journalism Broadcasting Media Issue Audience Studies Visual Communication Intercultural Communication Communication Skills Communication Management Governmernt Communication Organizational & Business Communication Development Communication Health Communication
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
STRATEGI BRANDING LAFIYE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI INSTAGRAM @lafiye Aulia, Firda Hari; Munawwaroh, Zahrotul; Putri, Dhelittya Finaliyani
VOXPOP Vol. 7 No. 1 (2026): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan platform e-commerce di Indonesia telah mendorong perubahan signifikan dalam strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, khususnya pada industri fashion lokal. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi masyarakat untuk membangun dan mengembangkan usaha secara lebih mudah, efektif, dan kompetitif. Fenomena ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai brand lokal yang mampu bersaing dengan brand besar di Indonesia melalui optimalisasi media digital. Salah satu brand lokal yang berkembang melalui media sosial adalah Lafiye, sebuah brand fashion online milik content creator Fira Assegaf atau yang dikenal sebagai Sashfir, yang berdiri sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding Lafiye melalui Instagram menggunakan teori strategi branding Van Gelder (2005), sebagaimana dikembangkan dalam penelitian Ramayanti dan Rizka (2020). Teori tersebut mencakup tiga elemen utama, yaitu brand positioning, brand identity, dan brand personality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami implementasi strategi branding yang dilakukan oleh Lafiye dalam membangun brand awareness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding Lafiye melalui Instagram efektif dalam meningkatkan kesadaran merek serta memperkuat hubungan dengan konsumen. Target audiens Lafiye difokuskan pada konsumen yang menghargai kesederhanaan, kepraktisan, dan keanggunan dalam fashion. Konsistensi penggunaan elemen visual, pesan komunikasi, dan karakter brand pada konten Instagram mampu membentuk citra merek yang kuat dan relevan dengan kebutuhan audiens. Secara keseluruhan, penerapan strategi branding berbasis teori Van Gelder memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan brand Lafiye, baik dalam memperluas jangkauan pasar digital maupun memperkuat daya saing di industri fashion lokal yang berkelanjutan dan memberdayakan.
REPRESENTASI NILAI ISLAMI PADA IKLAN MARJAN EDISI RAMADHAN “RAYAKAN KEMENANGAN 2023” Meytriana Excel SW; Salsabilla Clarissa D.; Bilbina Alifia; Muhammad Daffa Ar Rizkya; Firman Ardiansyah
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media periklanan selalu menjadi upaya bagi berbagai produk dalam menunjang proses pemasaran. Melalui iklan, sebuah produk dapat memberikan serta merepresentasikan informasi mengenai produk yang mereka pasarkan. Perkembangan teknologi dan budaya di era saat ini juga turut mendukung perkembangan dunia periklanan untuk menyediakan konsep yang lebih beragam dan mutakhir. Tak terkecuali dengan produk sirup Marjan yang seiring berjalannya waktu turut menciptakan berbagai tayangan iklan yang menarik dengan ciri khasnya yang selalu muncul di setiap bulan suci Ramadhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai islam direpresentasikan dalam iklan sirup Marjan edisi Ramadhan 2023. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini mengeksplorasi teori semiotika oleh RolandBarthes, dengan menggunakan metode penelitian berupa analisissemiotika. Produk sirup Marjan selalu menawarkan inovasi konsep iklan yang unik dan menarik setiap tahunnya, begitupun yang tayang pada tahun ini dengan tema “ Rayakan Kemenangan 2023 ”. Perbedaan yang cukup menarik perhatian pada tayangan iklan kali ini adalah dengan memunculkan tokoh - tokoh baru bertajuk pahlawan atau superhero namun masih tetap dengan penggambaran khas budaya Indonesia.
AGAMA DALAM ISLAM INDONESIA: REPRESENTASI PENDIDIKAN PESANTREN PADA FILM QORIN DENGAN REALITAS DI INDONESIA Sisilia Srikandi M; Hanindya Faradilla Putri; Aulia Neva Zefanya; Balqi Chesta Adabi; Anugerah Widiarti Nindita
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pesantren bila di Indonesia biasa dianggap sebagai tempat untukmenimba ilmu agama Islam. Keberadaan Pendidikan pesantren bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia khususnya. Pesantren sudah ada sejak zaman kolonialbahkan banyak tokoh-tokoh muslim yang turut menjadi pahlawan serta tokoh bangsadalam proses berdirinya negeri ini. Tak jarang Pendidikan pesantren dianggap sebagaipendidikan yang sepenuhnya masih menganut sistem tradisional dan dianggap kolot.Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Kini banyak pesantren yang sudahmengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Dengan mengikuti perkembangan zaman, melalui Pendidikan pesantren diharapkan dapat mencetak generasi bangsa yang unggul dan berakhlakul karimah serta mampu mengimplementasikan nilai keagamaan, keislaman dalam bermasyarakat. Belakanganini dunia perfilman banyak menyajikan film-film bertemakan pesantren salah satunyaadalah film Qorin. Dari latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana representasi Pendidikan pesantren pada film Qorin dengandengan realitas di Indonesia. Penelitian ini ditulis secara kualitatif deskriptif denganmenggunakan analisis representasi menurut John Fiske yang menggunakan tiga levelpengkodean; 1) level realitas, 2) level representasi dan 3) level ideologi. Teknikpengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil daripenelitian ini menunjukkan secara level realitas yang tergambar dari penampilan sertakelakuan (behavior). Sementara pada level representasi dari kode melalui kamera,pencahayaan, music, dan konflik. Serta ditemui pada level ideologi tentang bagaimanaZahra sebagai salah satu santriwati yang bersikap taat pada gurunya yang mana haltersebut merupakan salah satu nilai agama yang diajarkan yaitu akhlak yang baik.
REPRESENTASI KEKERASAN SEKSUAL SEKTE AGAMA JMS DALAM SERIES “IN THE NAME OF GOD A HOLY BETRAYAL” Alicia Putri Raja Dima; Mila A. Ramadhani; Zaskia Firyal R.; Allauddin Rafif Irsa; Farrel Rakha Adi Pramana
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feminisme merupakan pemahaman tentang penidnasan dan eksploitasi wanita, mulai di lingkungan keluarga, di lingkungan pekerjaan ataupun di lingkungan sekitar dalam lingkungan masyarakat dan hadirnya perbuatan kesadaran oleh pria dan wanita yang bertujuan mengonversikan situasi dengan pemaknaan dasar. Kekerasan seksual menjadi topik hangat di negara Indonesia. Korban kekerasan seksual kurang mendapat perhatian dari kedua belah pihak baik dari keluarga maupun pihak yang memiliki kewenangan, bahkan kemungkinan diam saat berhadapan dengan pihak yang lebih kuat. Hal ini menimbulkan persepsi negatif dan menyebabkan korban kekerasan seksual menjadi takut untuk melaporkan kejahatan yang dialaminya, serta kurangnya penindakan yang menimbulkan efek jera kepada pelaku dan memungkinkan pelaku kekerasan seksual untuk bertindak bebas karena merasa aman. Fenomena ini diangkat menjadi sebuah film In the Name Of God: A Holy Betrayal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan dan mempresentasikan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pendiri dan pemimpin dari sekte sesat Jesus Morning Star (JMS) yang diangkat di film In the Name Of God: A Holy Betrayal. Penelitian ini menggunakan metode semiotika John Fiske untuk menyampaikan lambing-lambang dan artimendalam dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran kekerasan seksual dalam film ini menurut John Fiske memiliki tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi.
PERSEPSI FOLLOWERS INSTAGRAM @biancakartika TERHADAP FASHION HIJAB KOREAN STYLE Anselma Abistha Pramesti; Bella Avianda Putri; Juwita Istiqommah; Kirana Mutia
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi followers Instagram @biancakartikaterhadap fashion hijab Korean Style. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berfokus pada analisis komentar, tanggapan, dan interaksi followers terhadap konten hijab Korean Style yang diposting oleh akun @biancakartika. Teori persepsi, teori fashion dan budaya populer, dan teori Korean Wave , digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan teori persepsi, dapat memahami bagaimana para followers membentuk persepsi mereka terhadap trend hijab Korean Style berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan preferensi mereka sendiri. Teori budaya dan fashion populer membantu menganalisis variabel sosial, psikologis, dan ekonomi yang mempengaruhi adopsi dan penerimaan trend fashion hijab Korean Style di kalangan pengguna Instagram. Teori Korean Wave digunakan untuk menggambarkan pengaruh budaya Korea, termasuk di dalam bidang fashion, musik, dan hiburan, terhadap minat pengguna Instagram terhadap fashion hijab Korean Style. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang di bagikan kepada informan. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola persepsi, sikap, dan preferensi followers terhadap fashion hijab Korean Style yang dipresentasikan oleh @biancakartika. Penelitian ini memberikan gambaran dan penjelasan tentang bagaimana followers Instagram Bianca Kartika menerima dan memahami fashion hijab Korean Style. Penelitian ini juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pengikut terhadap trend tersebut dan bagaimana Korean Wave mempengaruhi minat mereka terhadap trend hijab Korean Style.
REPRESENTASI BUDAYA POPULER DALAM LAGU RELIGI OPICK RAMADHAN TIBA VERSI DJ REMIX Rafli Argireza Akbar; Isro Nur Siti Khotidjah; Davina Oktiara Wardana; Bima Dwi Kurnia; Noviana Safira
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas representasi budaya populer lagu religi OpickRamadhan Tiba versi DJ remix dan budaya populer me-remix lagu termasuk lagu pop religi milik Opick tersebut. Dalam hal ini, objek penelitiannya adalah video konten yang menggunakan lagu religi milik Opick “Ramadhan Tiba” versi DJ Remix dari berbagai media sosial seperti Youtube, TikTok dan Instagram. Dalam konten video itu juga menyelipkan footage ilustrasi kebiasaan-kebiasaan unik umat Islam di Indonesia dalam menyambut Bulan Ramadhan, seperti kegiatan keliling membangunkan sahur, bermain petasan, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis teks di sosial media yang didukung dengan teori budaya populer dan representasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu religi Opick Ramadhan tiba telah berubah fungsi setelah versi yang di-remix.
ANALISIS RESEPSI GENERASI Z TERHADAP INDIKASI SATANISME PADA PENAMPILAN “UNHOLY” GRAMMY AWARDS 2023 Niken Nurdiyah Ayu; Karina Danti Aulia Rahma; Argya Bratasena; Ismaya Syafa Nabila; Muhammad Rizqi Raihan Bakir
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satanisme dianggap sebagai kepercayaan yang menyimpang terhadap ajaran agama yang telah ada. Sebagian orang mengetahui bahwasanya satanisme adalah kepercayaan yang melakukan pemujaan kepada setan. Tidak hanya itu, komunitastersebut juga melakukan pengubahan isi terhadap kitab untuk melakukan penghujatan kepada nabi-nabi dan Tuhan. Pada masa kini, penyebaran keyakinan satanisme secara modern dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu melalui penampilan pada acara bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Awards. Penampilan Sam Smith dan Kim Petras ketika membawakan single kolaborasi mereka “Unholy” pada Grammy Awards 2023 menuai kontroversi karena dianggap membawa ajaran satanisme, dibuktikan dengan penampilan mereka dengan warna serba merah, atribut yang melambangkan satanisme, dan koreo yang dianggap sebuah ritual untuk pemujaan setan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori resepsi Stuart Hall yang membahas mengenai bagaimana khalayak dalam memaknasebuah pesan yang disampaikan oleh komunikator. Sasaran penelitian ini adalah generasi Z (usia 18-25 tahun) yang telah menonton penampilan Sam Smith dan Kim Petras “Unholy” di Grammy Awards 2023. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 informan berada pada posisi dominan karena penampilan Sam Smith hanyalah bentuk dari seni dan kreativitas sehingga layak ditayangkan. 4 informan berada pada posisi negosiasi karena Grammy Awards berlokasi di Amerika Serikat yang mengizinkan hal kontroversial pada penampilan Sam Smith untuk ditayangkan. Posisi terakhir yakni oposisi dengan 4 informan yang tidak menyetujui penampilan Sam Smith ditayangkan karena mengangkat tema yang tidak sesuai dengan negara lain sekaligus bertentangan dengan ajaran agama yang dianut.
KONTRIBUSI JENIS SHOT DAN PEMBINGKAIAN PADA IKLAN TELEVISI NIVEA MEN WHITENING DALAM MEMBERIKAN DAMPAK HIPERREALITAS BAGI MAHASISWA Budiman Akbar
VOXPOP Vol. 2 No. 1 (2020): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada prinsipnya iklan di televisi ada kaidah-kaidah tertentu yang digunakan dalam berkomunikasi. Melalui kaidah pendekatan film atau sinema, maka terdapat kaidah bentuk (form) dan kaidah kedua adalah gaya (style). Kedua hal tersebut harus terdapat pada iklan di televisi, mengingat televisi merupakan perkembangan dari film. Bentuk (form) pada iklan televisi adalah konsep bercerita, dimana hiperrialitas seringkali menyelimuti cerita pada iklan di televisi. Sedangkan sinematografi merupakan salah satu dari aspek gaya (style) yang cenderung dianggap lebih memiliki pengaruh yang besar dibandingkan dengan aspek style yang lain. Jenis-jenis shot dan pembingkaian merupakan salah satu elemen dasar untuk mewujudkan aspek sinematografi di iklan televisi. Disinilah dilihat bagaimana hubungan antara hiperrealitas (cerita) dengan sinematografi, khususnya shot dan pembingkaian untuk mewujudkan pesan yang diharapkan oleh sebuah iklan televisi, sehinga meningkatkan penjualan barang (jasa) sebagai produk yang diiklankan. Atau sebaliknya, hiperrealitas (cerita) menjadi pondasi untuk memunculkan shot atau pembingkaian. Setidaknya mahasiswa Polimedia Prodi Broadcast sebagai subyek memberikan jawaban kontribusi shot dan pembingaian terhadap hiperrealitas pada iklan dalam sebuah angket metode kualitatif yang dilakukan. Sehingga para pembuat iklan di televisi kiranya perlu memperhatikan hal tersebut.
HUMOR DALAM MEME DEUTSCH IST EINE SCHWERE SPRACHE PADA SITUS 9GAG Alifviasari Puspa Bangsa; Erna Triswantini
VOXPOP Vol. 2 No. 2 (2020): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan humor dalam meme dengan tema Deutsch ist eine schwere Sprache yang diunggah pada situs 9GAG. Humor merupakan unsur yang melekat pada meme karena meme merupakan media komunikasi yang disampaikan dengan cara lucu dan tidak serius. Pesan dalam sebuah meme sering kali disajikan dalam bentuk gambar dan tulisan yang saling berhubungan. Teori semiotik dari Peirce digunakan untuk mendeskripsikan gambar dan tulisan pada meme. Hasil dari analisis semiotik dihubungkan dengan teori humor dari Berger. 10 meme diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor di dalam 10 meme tersebut adalah lelucon tentang sulitnya bahasa Jerman. Terdapat 3 jenis kesulitan yang menjadi fokus dalam humor tersebut: (1) Artikel dalam bahasa Jerman yang memiliki banyak aturan berdasarkan perubahan situasi penggunaan. (2) Grammatik dalam bahasa Jerman yang terkenal dengan tingkat kerumitan yang sangat tinggi. (3) Kosakata dalam bahasa Jerman yang memiliki keragaman seperti kata tanya “Warum”, “Wieso”, “Weshalb” (kata-kata yang memiliki arti dan fungsi sama yaitu “kata tanya ‘mengapa’”), serta kata yang memiliki kemiripan seperti “Eiche hörnchen” dan “Eichhörnchen” (kata-kata yang mirip pelafalan dan penulisannya tetapi mempunyai arti yang berbeda). Cara penggambaran humor tentang kesulitan penggunaan Artikel dengan permainan kata dan penggambaran yang berlebihan. Untuk kerumitan Grammatik, digunakan kata kiasan dan juga penggambaran yang berlebihan. Pada kosakata, humor digambarkan dengan cara permainan kata, misalnya perbandingan antara 2 atau lebih kata yang berbeda namun memiliki arti sama.
PEMANFAATAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI SARANA SELF DISCLOSURE PADA AKUN @KALINGGABDT Kartikawati, Shasa Nadia; Rodiyah, Inayatur; Reno Kristianto, Daniel Evanda; Ariansyah, Sameer Dito; Baswedan, Fauzan Fahmi
VOXPOP Vol. 5 No. 2 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana proses pemanfaatan aplikasi TikTok sebagai sarana self diclosure pada akun TikTok @Kalinggabdt. Perkembangan digital yang pesat membuat maraknya sosial media di masyarakat, salah satunya adalah TikTok. Awalnya aplikasi TikTok dipenuhi konten klip video yang diiringi tarian dan musik. Namun, seiring berjalannya waktu TikTok digunakan sebagai media promosi, konten pendidikan, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Fitur For Your Page dalamtiktok menjadi kunci bagi para pengguna mendapatkan banyak penonton. TikTok menjadi sarana yang memunculkan budaya berbagi dan memuat kegiatan pengungkapan diri atau self disclosure. Selanjutnya, peneliti ingin melihat bagaimana algoritma TikTok sebagai sarana self disclosure, terutama pemilik akun @Kalinggabdt. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan teori sinergitas milik Johari Window yang menjelaskan tentang cara seseorang dalam belajar membuka diri kepada orang lain dan mereka juga akan bersikap terbuka kepada orang lain. Teori ini didasari sikap keterbukaan individu pada orang lain, bagaimana individu tersebut berinteraksi secara terbuka dengan orang lain, dan menerima umpan balik. Penelitian inimenggunakan pendekatan studi kasus dan observasi terhadap pengguna TikTok pengikut akun Lingga. Hasil dari penelitian ini adalah akun @kalinggabdt telah membagikan informasi pribadi terkait kehidupannya sebagai guru, kisah asmara, persahabatan, keluarga, bahkan masa lalunya yang membuat orang-orang dapat mengenalnya melalui aplikasi TikTok tanpa harus menemuinya secara langsung. Konten-konten yang dibagikan berisi tentang sisi jati diri Lingga yang dibagikan kepada banyak orang melalui video dan bisa meraih engagement yang baik, sehingga hal ini membawa dampak yang positif bagi para pengguna TikTok.

Page 3 of 4 | Total Record : 35