cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
MENGAJARKAN MEMBACA DAN MENULIS PUISI DI SEKOLAH DASAR Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10791

Abstract

Tujuan pembelajaran menulis di Sekolah Dasar (SD) diarahkan pada tercapainya kemampuan mengungkapkan pendapat, ide gagasan, pengalaman, informasi pesan, menggunakan ejaan dan memanfaatkan unsur-unsur kebahasaan karya sastra dalam menulis. Pencapaian tujuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah metode pembelajaran. Metode pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa dalam menciptakan suasana belajar kolaboratif dan membuat siswa aktif. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa adalah metode Discovery – Inquiry. Melalui metode pembelajaran ini diharapkan siswa mampu menulis puisi dengan benar. Metode ini memberikan peluang kepada siswa untuk aktif terlibat langsung dalam proses pembelajaran dengan menemukan sendiri materi yang sedang dipelajarinya. Dengan demikian, pengalaman siswa akan bertambah banyak yang bisa menjadi kosakata dalam menulis puisi
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Retno Kuning Dewi Pusparatri
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3961

Abstract

Sosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan mempelajari masalah­masalah sosial-politik dan budaya yang berkembang di masyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawab tantangan yang ada. Berdasarkan pengalaman  belajar sosiologi, siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan sikap berpikir kritis. Hal ini terbukti dengan terjadinya kesulitan siswa untuk mengungkapkan pendapat dan ide pemecahan masalah dalam dampak perubahan sosial yang dibicarakan. Ketidakmampuan siswa dalam mengungkapkan pendapat jelas berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Akibatnya ketika siswa menghadapi masalah, mereka kesulitan untuk menyelesaikannya, sehingga mengambil jalan pintas dengan bunuh diri, minum-minuman keras dan sebagainya. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Tujuan yang ingin dicapai oleh Strategi P BM adalah kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, sistematis dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Model pembelajaran berdasarkan masalah adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik, sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri. Strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi bercirikan penggunaan masalahdalam kehidupannyata yang diharapkan ketika diterapkan dalam pembelajaran sosiologi materi dampak perubahan sosial mampu menghantarkan siswa dalam meningkatkan kemampuannya dalam berpikir kritis
PERANAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) DALAM UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Tri Murwaningsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5435

Abstract

Masalah tenaga pendidikan di Indonesia selama ini antara lain adalah rendahnya kualitas dan profesionalis meguru, rendahnya kemandirian guru dalam melaksanakan profesinya yang berakibat rendahnya mutu pendidikan. Untuk meningkatkan profesionalisme guru perlu diupayakan peningkatankualifikasi, kompetensi, wawasan keilmuan, serta kesejahteraan guru. Profesi guru dilegitimasi oleh masyarakat pengguna untuk itu guru dituntut menguasai didaktik dan metodik, serta menguasai substansi keilmuan yang menjadi kompetensinya. Guru profesional dituntut selalu meningkatkan profesionalisme, serta kemampuan, pengetahuan dan  wawasan keilmuannya secara berkelanjutan. Profesi guru harus merupakan profesi mandiri dan memiliki komunitas profesionalyang selalu berkembang. Peranan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebogai organisasi profesi guru, diharapkan lebih proaktif dalam memperjuangkan perbaikan kesejahteraan, citra, serta meningkatkan profesionalisme guru. Organisasi profesi ini didambakan dapat menunjukkan citra sebagai motor penggerak dan wadah penampung semua aspirasi profesionalisme guru berperan aktif memotivasi peningkatan kualitas guru
PENGEMBANGAN PETA PENGETAHUAN (MENTAL MAP) MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Slamet Suyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 5, No 02: Desember 2001
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v5i02.5358

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas(PTK) ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa menstrukturisasi pengetahuan hasil belajarnya dengan cara menggambarkan peta pengetahuannya (mental map). untuk memacu perkembangan kemampuan mahasiswa tersebut digunakan pendektatan konstruktivisme melalui tiga tahap (three steps of constructivist learning) sebagaimana yang dikembangkan di Jepang. Sebanyak 55 mahasiswa yang mengambil matakuliah Pendidikan Biologi terlihat sebagai subjek dalam penelitian ini. penelitian menggunakan dua siklus. Siklus pertama mengambil topik Biologi dalam Pendidikan Biologi, siklus kedua mengambil topik siswa sebagai subjek belajar.
UPAYA MENUMBUHKAN MONVASI BELAJAR PADA SISWA SMA Agus Nur Khafid
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5441

Abstract

Siswa SMA yang tergolong remaja akhir memiliki ciri spesifik dalam kegiatan belajar. Ciri tersebut berakar pada kepribadiannya, sehingga berpengaruh ke dalam kegiatan belajarnya. Belajar merupakan proses perubahan perilaku yang berlangsung secara terus menerus. Untuk dapat melakukan belajar efektif di kalangan siswa SMA perlu terus ditumbuhkan. Namun demikian kenyataan justru kualitas belajar siswa SMA menurun, sejalan dengan pengaruh kehidupan sosiokultural dan politik di masyarakat sekarang ini. Menurunnya semangat belajar pada kalangan siswa SMA perlu segera diakhiri. Salah satu cara yang ditempuh dalam menumbuhkan motivasi belajar melalui pembinaan yang mempengaruhi belajar siswa,yakni,peranan guru, orang tua dan lingkungan belajar siswa SMA. Ketiga faktor tersebut jika lebih diintesifkan niscaya akan dapat meningkatkan gairah belajar siswa. Dengan demikian hasil belajar siswa SMA akan lebih efebif untukmengantarkan dirinya pada jenjang yang lebih tinggi dan masa depannya lebih jelas.
Peningkatan Kompetensi Kewarganegaraan melalui Penerapan SLIM n BILL dalam Pembelajaran Kooperatif GIP Siswa Kelas X-1 SMA N 5 Jayapura Nurhadi Nurhadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 12, No 01: Februari 2008
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v12i01.5489

Abstract

Kompetensi kewarganegaraan siswa belum tercapai secara untuh. Yang tampak menonjol adalah ranah kognitif sedangkan ranah afektif dan keterampilan kewarganegaraan belum berkembang secara maksimal. Penulis terdorong untuk menerapkan suatu strategi yang mengaktifkan kecerdasan siswa secara simultan, yaitu dengan mengaktifkan kecerdasan SLIM n BILL dalam proses pembelajaran sehingga penanaman nilai, sikap dan moral akan mudah tercapai. PTK dilaksanakan dalam beberapa langkah: 1) perencanaan, 2) implementasi tindakan dan observasi, 3) analisa hasil pengamatan, dan 4) refleksi. Berdasar hasil analisis data diketahui bahwa telah terjadi peningkatan pelaksanaan pembelajaran kooperatif GIP dan kecerdasan SLIM n BILL siswa.
MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI SMA KELAS X BERDASARKAN KURIKULUM 2OO4 Sri Murtiningsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 8, No 01: Februari 2004
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v8i01.5432

Abstract

Menulis Puisi merupakan pembelajaran yang kurang diminati siswa. Hal tersebut disebabkan oleh strategi pembelajaran yang kurang menarik dan kurang mengembangkan kreativitas siswa untuk menuliskan pengalaman emosional, imajinatif, dan intelektualnya dalam bentuk puisi di kelas. Salah satu cara agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan adalah dengan sebuah model pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2004. Guru memilih strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan keadaan sekolahnya masing-masing. Langkah-langkahnya yaitu:(l) Dalam memberikan tugas menulis puisi,guru tidak menentukan tema yang sama bagi seluruh siswa;(2)Siswa diberi kekebasan memilih tempat yang nyaman untuk beri majinasi dan menulis puisi,di luar kelas;(3) Sebagian puisi karya siswa dibacakan di depan kelas dan dinilai teman-temannya;dan (4) Siswa mengerjakan tes afektif;(5) Pembelajaran diakhiri dengan refleksi. Dengan model pembelajaran tersebut, siswa diharapkan dapat dengan mudah menulis puisi sehingga pembelajaran tersebut akan menarik minat siswa untuk mengikutinya.
Learning Impromptu Speech through Peer Activity to Enhance Students' Speaking Competence Reni Herawati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 14, No 01: Mei 2010
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v14i01.5506

Abstract

This research aiming at describing: the effectiveness of the technique of Learning Impromptu Speech through Peer Activity at SMA 5 Yogyakarta; how the technique could enhance speaking capability among students of SMA N 5 Yogyakarta. This research is action research. The findings have shown that there was a significant improvement in their speaking capabilitie. They were getting better gradually in developing and organizing idea. This learning technique could guide students to become better, autonomous, and confident learners. The students were encouraged to depend more on themselves instead of the teacher.
PENINGKATAN KEAKTIFAN BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK Sugiarti, Siti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 01: Mei 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v19i01.5638

Abstract

Keaktifan bertanya siswa kelas IV SD yang rendah mengakibatkan rendahnya keberhasilan belajamya, kondisi ini dikarenakan masih ditemui pembelajaran yang kurang produktif, guru yang kurang kreatif dan kurang inovatif, bahkan tidak sedikit ranah afektifpun dilupakan karena dikejar dengan padatnya materi, akibatnya peserta didik kurang diberi waktu untuk bertanya.  Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan saintifik yang meliputi penggalian informasi melalui pengamatan, bertanya, mencoba, kemudian  mengolah data, menyajikan  data, dilanjutkan   dengan  menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan, dan mencipta semua mata pelajaran. Objek yang diteliti adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Pandowan, Brosot, Galur, Kulon Progo yang berjumlah 30 siswa terdiri 16 siswa  laki-Iaki dan 14 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan bertanya dan hasil belajar siswa meningkat dengan menggunakan   pendekatan  saintifik, dari data yang diperoleh pada siklus I, 0 siswa tidak aktif bertanya (0%),6 siswa kurang aktifbertanya (20%), dan 24 siswa aktif bertanya (80%). Pada siklus II terdapat peningkatan keaktifan yaitu 0 siswa tidak aktif bertanya (0%), 1 siswa kurang aktif bertanya (3,33%), dan 29 siswa aktif bertanya (96,67%). Hasil belajar siswa pada siklus I hasil test akhir diperoleh nilai rata-rata 69,00. Pada siklus II tes akhir diperoleh nilai rata-rata 78,67.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA KELAS XI IIS 1 SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA MELALUI PEMBELAJARAN SEA (STARTER EXPERIMENT APPROACH) Sri Lestari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 19, No 2: November 2015
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v19i2.9662

Abstract

Salah satu kekhasan Kurikulum 2013 adalah penggunaan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran dan adanya peminatan dalam pemilihan jurusan.Pembelajaran SEA (Starter Experiment Approach)mengedepankan pengalamanpersonal melalui observasi, asosiasi, bertanya, mengkomunikasikan danpembelajaran berpusat pada peserta didik. Dengan pembelajaran SEA, guru dapat memunculkan kemampuan dasar fisika yang dimiliki siswa yakni metodologi, konseptualisasi, pemahaman konsep, aplikasi konsep, tatanilai, dan dimensi sosial melalui pengamatan langsung maupun tidak langsung. Kemampuan berpikir dan mengamati siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika setelah mengimplementasikan pembelajaran SEA. Penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI Ilmu-Ilmu Sosial (IIS 1) yang berjumlah 25 orang pada semester I tahun ajaran 2015/2016. Penetapan subjek penelitian ini didasarkan pada karakteristik siswa yang cenderung mempunyai gaya belajar diverger (perasaan dan pengamatan). Data dikumpulkan dengan tes kemampuan memecahkan masalah, dan lembar observasi aktivitas siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisisdeskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I sampai pada siklus II pembelajaran menggunakan SEA dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah fisika. Hasil kemampuan menyelesaikan soal mengalami peningkatan yang signifikan, pada siklus I adalah 54,44 % atau 14 orang yang dinyatakan lulus atau tuntas dengan rata-rata nilai kelas 60,70, pada siklus II adalah 78,89 % atau 20 orang yang dinyatakan lulus atau tuntas dengan rata-rata nilai kelas 76,10 sehingga standar keberhasilan kelas telah terpenuhi pada akhir siklus kedua. Hasil analisis dapat dijelaskan bahwa pembelajaran melalui SEA dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah fisika