cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
AKTIVITAS BERMAIN: UNTUK PROSES TUMBUH KEMBANG ANAK Paiman, Paiman
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 01 Vol. XVI Mei 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v16i01.3955

Abstract

Bermain merupakan aktivitas utama yang dilakukan oleh anak-anak. Aktivitas bermain adalah kebutuhan penting  bagi anak-anak untuk proses  tumbuh kembang, dan dunia anak adalah identik dengan dunia bermain. kegiatan  bermain  bagi anak-anak  dapat digunakan  untuk mengembangkan  aspek: spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan pisik secara optimal. Mengingat pentingnya aktivitas  bermain  bagi tumbuh kembang anak, orang tua dan pendidik perlu memberi kesempatan  yang  seluas-luasnya  kepada anak-anak   agar  mendapat   kesempatan bermain.  Orang  tua dan pendidik  perlu menyediakan alat bermain dan prasarana yang memadahi sehingga kegiatan bermain anak  dapat  dilakukan   dengan  nyaman, aman, dan bermanfaat
MENINGKATKAN MINAT DAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMPUTER AKUNTANSI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW: STUDI TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI I DEPOK Sovia, Siti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 2: November 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v20i2.13044

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini,yang dilakukan melalui pembelajaran kooperatif model jigsaw yang telah dimodifikasi dan didesain menggunakan siklus dua putaran – Siklus I dan Siklus II, bertujuan untuk meningkatkan minat dan kompetensi siswa pada matapelajaran Komputer Akuntansi. Penelitian yang dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2014/2015 ini melibatkan 31 siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri I Depok Sleman yang sedang mengambil mata pelajaran Komputer Akuntansi sebagai subjek penelitian. Dari hasil tes minat dan motivasi belajar yang dilakukan sebelum dan sesudah penelitian, dan perbandingan antara nilai UTS dan UAS semester I tahun pelajaran 2014/2015 untuk mata pelajaran Komputer Akuntansidiperoleh kesimpulan bahwa metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan minat belajar dan kompetensisiswa khususnya pada mata pelajaran Komputer Akuntansi dengan tingkat efektivitas mencapai 81.58% jauh lebih tinggi dibandingkan pendapat Newmann Thompson (1978) yang mengatakan bahwa tingkat efektivitas penggunaan model jigsaw hanya 17%
MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI PENELINAN TINDAKAN KETAS Setya Raharja
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 9, No 01: Februari 2005
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v9i01.5440

Abstract

Pergeseran paradigma dalam menghargai dan menentukan mutu pendidikan, khususnya di sekolah, senantiasa berdampak pada implementasipola pembelajaran yang yang dilakukan oleh para guru atau pendidik. Perlakuan-perlakuan kepada siswa pada saat ini cenderung mengarah pada upaya menumbuhkembangkan potensi, daya kreasi, daya inovasi, kemandirian siswa, tidak lagi berpihak pada paham "anak sebagai botol kosong"yang dapat diisi apa saja oleh guru. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan sedikit tentang upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam memecahkan masalah atau meningkatkan mutu pembelajaran melalui kajian ilmiah dalam bentuk penelitian tindakan kelas atau PTK. PTK sangat tepat untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran. Melalui PTK,permasalahan pembelajaran tidak akan lepas dari konteksnya, sehingga pemecahan masalahnya punakan tepat mengenai sasaran, baik yang berkenaan dengan guru,siswa,materi atau komponen pembelajaran lain. Dalam PTK, guru berperan sekaligus menjadi peneliti. Untuk dapat melaksanakan PTK dengan baik, guru perlu memahami tentang sumber masalah, mendesain tindakan atau cara pemecahan masalah, memonitor kemajuan atau keberhasilan tindakan, merefleksi dan memaknai hasilnya untuk dapat menentukan perbaikan-perbaikan pembelajaran pada saat-saat berikutnya.
Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan Di Kelas I SD Purwanto, Purwanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 4, No 01: Februari 2000
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v4i01.5329

Abstract

-
PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Totok Setyadi
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 7, No 01: Februari 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v7i01.5421

Abstract

Seiring dengan diluncurkannya Konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang resminya akan diberlakukan tahun 2004, trend baru dalam pembelajaran yang dikenal dengan Pendekatan Teaching Learning (CTL) muncul dan mengemuka dengan berbagai kelebihan. Maka tidaklah mengherankan bila hampir seluruh komponen yang terkait dengan dunia pendidikan berusaha untuk memahami, menggali, dan selanjutnya mencoba mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Terlebih guru yang memang jelas sebagai pelaku di lapangan mau tidak mau beradaptasi dan mengikuti perkembangan di dunia pendidikan. Ditinjau dari maksudnya, CTL sudah menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan nyata. Semakin dekat dengan lingkungan/kehidupan nyata maka siswa diharapkan akan lebih dapat belajar dan mengembangkan diri secara alamiah bukan terpaksa atau dipaksa oleh siapapun. Disamping itu melalui CTL juga diharapkan siswa dapat lebih berperan aktif sementara di sisi lain guru akan tidak lagi terlalu mendominasi PBM sehingga baik siswa mauoun guru akan "enjoy" melakukan tugas dan fungsi masing-masing
Kata Kerja Instransitif, Transitif dalam Bahasa Jawa , Suatu Kajian Struktur dan Makna Suparyanto, Suparyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 11, No 01: Mei 2007
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v11i01.5452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata kerja intransitif, transitif dalam bahasa Jawa. Subjek adalah kata kerja intransitif dan transitif dalam kalimat bahasa Jawa dari buku-buku pelajaran bahasa SMA/SMK. Pengumpulan data menggunakan klasifikasi menurut kelompok dan tabulasi berdasarkan kesamaan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan: 1) menurut bentuknya kata kerja dalam bahasa Jawa dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk, yaitu bentuk dasar dan turunan. Bentuk dasar tidak mengalami proses morfemis, sedangkan bentuk turunantelah mengalami proses afiksasi atau reduplikasi. 2) secara sintaksik perilaku kata kerja intransitif arah pekerjaannya statis atau mandheg maka tidak perlu memerlukan objek.pelengkap. sedangkan kata kerja transitif arah pekerjaannya maju atau mundul maka kehadiran objek/pelengkap sifatnya wajib asa. 3) secara semantif, perilaku kata kerja dalam bahasa Jawa terdiri dari kata kerja situasional, progresif, perfektif, reflektif, statis/mandheg, dan berbalasan.
Kata Kerja Instransitif, Transitif dalam Bahasa Jawa , Suatu Kajian Struktur dan Makna Suparyanto Suparyanto
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 10, No 01: Februari 2006
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v10i01.5501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata kerja intransitif, transitif dalam bahasa Jawa. Subjek adalah kata kerja intransitif dan transitif dalam kalimat bahasa Jawa dari buku-buku pelajaran bahasa SMA/SMK. Pengumpulan data menggunakan klasifikasi menurut kelompok dan tabulasi berdasarkan kesamaan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan: 1) menurut bentuknya kata kerja dalam bahasa Jawa dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk, yaitu bentuk dasar dan turunan. Bentuk dasar tidak mengalami proses morfemis, sedangkan bentuk turunantelah mengalami proses afiksasi atau reduplikasi. 2) secara sintaksik perilaku kata kerja intransitif arah pekerjaannya statis atau mandheg maka tidak perlu memerlukan objek.pelengkap. sedangkan kata kerja transitif arah pekerjaannya maju atau mundul maka kehadiran objek/pelengkap sifatnya wajib asa. 3) secara semantif, perilaku kata kerja dalam bahasa Jawa terdiri dari kata kerja situasional, progresif, perfektif, reflektif, statis/mandheg, dan berbalasan.
Accessibility of school facilities for students with disabilities following the law on persons with disabilities Amrullah, Muhammad Karim
COPE: Caraka Olah Pikir Edukatif Vol. 29 No. 1 (2025)
Publisher : DRPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cope.v29i1.84530

Abstract

The Law on Persons with Disabilities mandates accessibility of facilities for people with disabilities in various sectors and spaces, including in the education sector in schools. The mandate for accessibility of school facilities is in line with several related laws and regulations. This mandate must be understood by the central government, local governments, educators, education personnel, and educational unit administrators so that they can serve students with disabilities. This research employed qualitative methods, normative legal research, a statutory approach, and descriptive analysis. Data collection techniques were carried out through literature studies. This article describes the mandate for accessibility of facilities in schools according to the Law on Persons with Disabilities and related laws and regulations. This research aims to facilitate understanding for the parties given the mandate, so it is hoped that related services for students with disabilities can be fulfilled properly. The mandate consists of at least physical and non-physical accessibility that should be available in schools, along with other related matters
Case study of student participation in transition program: Literature review Nurfahmi, Alfi; Nur Azizah
COPE: Caraka Olah Pikir Edukatif Vol. 29 No. 1 (2025)
Publisher : DRPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cope.v29i1.88107

Abstract

Transition programs for students with disabilities are an effort to prepare students from school to post-school life. According to the Individuals with Disabilities Education Improvement Act (IDEA), transition services must be coordinated, outcome-oriented, and tailored to individual student needs. Taxonomy for Transition Programming 2.0 emphasizes five key areas, including student-focused planning, self-determination development, and student participation in developing an IEP. This study aims to explore the role of students with disabilities in transition programs through a literature review. The method employed was a Systematic Literature Review (SLR) with PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) guidelines. The literature search was conducted through the ERIC, Google Scholar, ScienceDirect, and Sage Journals databases. The results show that student participation in transition programs varies, with students with severe intellectual disabilities tending to have lower participation rates. Factors such as functional skills, communication, and environmental support influence student engagement
Peer tutoring method to improve the Physics learning outcomes of grade XII students of Senior High School 1 Bambanglipuro Jumiyati, Jumiyati; Ferawati, Denny Indria
COPE: Caraka Olah Pikir Edukatif Vol. 29 No. 1 (2025)
Publisher : DRPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cope.v29i1.88171

Abstract

This study addresses the urgent need to enhance the effectiveness of physics education, particularly in light of the challenges faced by students in mastering complex scientific concepts. This study employed Classroom Action Research (CAR) to examine the effectiveness of the peer tutoring method in enhancing physics learning outcomes at Senior High School 1 Bambanglipuro. Conducted over two cycles, each consisting of two face-to-face meetings, the research followed the iterative process of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 32 students from class XII MIPA 3 during the 2020-2021 academic year. Data collection methods encompassed direct observation, field notes, tests, and documentation. The results of this study demonstrate a significant improvement in student learning outcomes. In Cycle I, the average physics score was 57.35, which increased to 83.21 in Cycle II, reflecting a marked enhancement in student performance. Moreover, the proportion of students meeting the learning completion criteria increased dramatically from 32.35% in Cycle I to 88.24% in Cycle II. These findings suggest that the peer tutoring method is an effective strategy for improving academic achievement in physics. The study concludes that peer tutoring not only fosters greater academic engagement but also contributes to more substantial learning outcomes, thus supporting its potential integration into broader educational practices for enhancing student performance in science subjects.