cover
Contact Name
Achmad Zuhri
Contact Email
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Phone
+6285641604468
Journal Mail Official
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan Sunyaragi By Pass Cirebon 45132 Telp. 0231 8491641, 0231 481264 ext. 133 Fax: 8491641
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : https://doi.org/10.24235/oasis.v9i2
Core Subject :
OASIS: Jurnal Ilmiah Kajian Islam is published by the postgraduate program of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Its presence is intended as a forum for the actualization of scholarly works by academics and practitioners, with a focus on studies related to teaching methods and techniques, Islamic education curriculum, learning media, Islamic education policies, Islamic education management, Islamic educational psychology, and the thoughts of Islamic education figures.
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
HUBUNGAN PEMBINAAN DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN PENINGKATAN KINERJA GURU PAI DI SMA SE KABUPATEN SUBANG Siti Fatimah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v3i1.1768

Abstract

Coaching and a good school leadership should be able to seek the teacher's performance PAI through education personnel capacity building program. Therefore, the principal must have the personality and the ability and skills to lead educational institutions. The method used quantitative methods. Based on the properties of the problem, this research is correlational research. Population research PAI principals and teachers in Subang district SMA 60 people.The questionnaire results coaching principals: program planning, implementation, monitoring and evaluation, and follow-up = 2.19%, related competencies of school leadership personality = 2.28% = 2.37% managerial, entrepreneurial = 2.40%, supervision = 2.40%, social = 2.36%. The results of Pearson correlation calculation RX,Y = 0.621 and two variable regression equation: Y = 197.029 + 0,018X ,. 0,018 positive value on the regression coefficient of the influence of coaching principals on teacher performance PAI is positive, and the performance of teachers PAI 0,018 or 36%. RX2Y Pearson correlation = 0.759 and two variable regression equation: Y = 158.271 + 0,211X2. A positive value 0,211 regression coefficient of the influence of school leadership to positive PAI teacher performance, and the performance of teachers PAI 0,211 or 40%. Pearson correlation RX1, X2 = 0.183 and multiple regression calculation on teacher performance PAI on coaching, leadership jointly obtained arch regression B = 0.014, B = 0.225 and the constant a = 139 906. Thus influence the regression equation Y = 139.906 + 0,014X1 + 0,225X2. PAI teacher's performance on development, school leadership is 0,014 / 1.4%, and 0,225 or 22.5%.Pembinaan dan kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat mengupayakan kinerja guru PAI melalui program pembinaan kemampuan tenaga kependidikan.Oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai kepribadian dan kemampuan serta keterampilan memimpin lembaga pendidikan. Metode yang digunakan metode kuantitatif. Berdasarkan atas sifat-sifat masalahnya, maka penelitian ini merupakan correlational research. Populasi penelitiannya kepala sekolah dan guru PAI di SMA Kabupaten Subang sebanyak 60 orang. Hasil angket pembinaan kepala sekolah: perencanaan program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan tindak lanjut=2,19%, kepemimpinan kepala sekolah berkaitan kompetensi kepribadian=2,28%, manajerial=2,37%, kewirausahaan=2,40%, supervise=2,40%, social =2,36%. Adapun guru PAI: kompetensi pedagogik =2,44%, professional =2,42%, kepribadian=2,41%. Social= 2,12%. Hasil perhitungan korelasi pearson RX,Y=0,621 dan regresi kedua variabel persamaannya: Y=197,029+0,018X,. Nilai positif 0,018 pada koefisien regresi adanya pengaruh pembinaan kepala sekolah terhadap kinerja guru PAI adalah positif, dan kinerja guru PAI 0,018 atau 36%. Korelasi Pearson RX2Y=0,759dan regresi kedua variabel persamaannya:Y=158,271+0,211X2. Nilai positif 0,211 koefisien regresi adanya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru PAI positif, dan kinerja guru PAI 0,211 atau 40%. Korelasi Pearson RX1,X2= 0,183 dan perhitungan regresi ganda terhadap kinerja guru PAI atas pembinaan, kepemimpinan secara bersama-sama didapatkan arch regresi B= 0,014, dan B = 0,225 serta konstanta a=139.906. Dengan demikian pengaruhnya persamaan regresi Y=139,906+0,014X1+0,225X2. Kinerja guru PAI atas pembinaan, kepemimpinan kepala sekolah adalah 0,014/1,4%, dan 0,225 atau sebesar 22.5%.
REPRESENTASI MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN BERPIKIR DAN KEAGAMAAN PESERTA DIDIK (Telaah terhadap Buku PAI dan Budi Pekerti SMP Kelas VII terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Khusnul Khotimah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.1814

Abstract

Students’ pregnancy cases in SMAN 8 Cirebon had occurred several times. It urged school to drop out those female students. In order to prevent this case raising up another time, the school should apply a policy.This study was aimed at describing students’ sex education, portraying students’ sex behaviors, and discovering whether sex education influences students’ sex behavior.There were two variables included in this study: 1) sex education (X) as the independent variable, 2) students’ sex behaviors (Y) as the dependent variable. It was an experimental study which involved 30 students of grade X in SMAN 8 Cirebon. This study applied proportional random sampling. A rating scale test was administered to find out how sex education influenced students’ sex behaviors.  The result of this study showed that there were 23 students or 76,7% of students assumed that the implementation of sex education was categorized good, 7 students or 23,3% of students rated adequate, while no one of the students rated sex education poor. Meanwhile 57% of the students indicated had positive sex behavior and 13% of them had negative sex behavior. Therefore, The implementation of sex education at school is needed for the improvement of students’ positive sex behaviors. This effort can lead students to be aware of religion and social norms.  Kasus kehamilan siswa di SMAN 8 Cirebon telah terjadi beberapa kali. Ini mendesak sekolah untuk mengeluarkan siswa perempuan tersebut. Untuk mencegah kasus ini muncul lagi, sekolah harus menerapkan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan seks siswa, menggambarkan perilaku seksual siswa, dan menemukan apakah pendidikan seks mempengaruhi perilaku seksual siswa. Ada dua variabel yang termasuk dalam penelitian ini: 1) Pendidikan seks (X) sebagai variabel bebas, 2) perilaku seks siswa (Y) sebagai variabel dependen. Ini adalah studi eksperimental yang melibatkan 30 siswa kelas X di SMAN 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Uji skala penilaian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendidikan seks mempengaruhi perilaku seks siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23 siswa atau 76,7% siswa beranggapan bahwa pelaksanaan pendidikan seks dikategorikan baik, 7 siswa atau 23,3% siswa dinilai cukup, sementara tidak ada siswa yang menilai pendidikan seks. miskin. Sementara 57% siswa menunjukkan perilaku seks positif dan 13% di antaranya memiliki perilaku seks negatif. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan seks di sekolah sangat dibutuhkan untuk peningkatan perilaku seks positif siswa. Upaya ini bisa membuat siswa sadar akan norma agama dan sosial.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT Al-QUR’AN SURAT AL-KAHFI AYAT 60-82 (Kajian Tafsir al-Misbah dan Tafsir al-Maraghi) Opik Taopikurohman
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.1915

Abstract

Al-Qur'an as a source of Islamic thought is very much provide educative inspiration that needs to be developed philosophically and scientifically, as the basis of preparation. Among the methods used by the Qur'an to teach humanity is to describe events in the past in the form of stories.This research is literature research or ordinary. Research Library with descriptive-analytical approach that is related to the concept and analysis of interpretation as well as differences and similar interpretations of Islamic values in the QS. Al-Kahf verses 60-82 contained in tafsir al-Misbah and al-Maraghi.The research results show 1) There are different interpretations of M. Quraish Shihab by using the method of writing tahlili and maudhu'i (thematic) tafsir and explaining the content of a single content with themes related to other themes related to the same theme theme While al-Maraghi Using ijmali and tahlili methods and explaining in detail incidents and events per verse. In his interpretation, he often associates events or words in the verse in a structured manner. 2) The Values of Islamic Education can be drawn from the story of Prophet Musa. And Khidr is education for several lines of education. Educational Aspects for Educators or Teachers, about strategies that can enhance students' learning spirit and character must-have. Aspects of education for students, about the nature and morality of a learner who must possess the persistence, the nature of curiosity, modesty, and ready to learn on the rank without regard to rank and degree. Al-Qur’an sebagai sumber pemikiran Islam sangat banyak memberikan inspirasi edukatif yang perlu dikembangkan secara filosofis maupun ilmiah, sebagai kerangka dasar dalam membangun sistem nilai-nilai pendidikan Islam. Di antara metode yang digunakan oleh al-Qur’an untuk memberi pelajaran bagi manusia adalah dengan menguraikan peristiwa-peristiwa pada masa lalu dalam bentuk kisah-kisah.Penelitian ini merupakan penelitan kepustakaan atau biasa dikatakan Library Research dengan pendekatan deskriptif-analitis yaitu yang berkaitan dengan konsep dan analisis tafsir serta perbedaan dan persamaan penafsiran tentang nilai-nilai pendidikan Islam dalam QS. al-Kahfi ayat 60-82 yang terkandung dalam tafsir al-Misbah dan al-Maraghi.Hasil penelitan menunjukkan 1) Terdapat perbedaan penafsiran M. Quraish Shihab menggunakan metode penulisan tafsir tahlili dan maudhu’i (tematik) dan menjelaskan isi kandungan ayat satu persatu terlebih dahulu mengulas secara global isi kandungan surat secara umum dengan mengaitkan ayat lain yang berkaitan yang memiliki tema yang sama. Sedangkan al-Maraghi menggunakan metode ijmali dan tahlili dan menjelaskan secara detail kejadian dan peristiwa per ayat. Pada penafsirannya, ia sering mengaitkan peristiwa atau kata dalam ayat secara logis sehingga kisah pada ayat terkesan runtut dan detail. 2) Nilai-Nilai Pendidikan Islam yang dapat diambil dari kisah Nabi Musa as. dan Khidir yaitu nilai pendidikan untuk beberapa lini pendidikan. Aspek nilai pendidikan untuk pendidik atau pengajar, tentang strategi membuat desain pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta karakter sabar dan tegas yang harus dimiliki. Aspek nilai pendidikan untuk pelajar, tentang sifat dan akhlak seorang pelajar yang harus dimiliki yaitu kegigihan, sifat rasa ingin tahu, kesopanan, dan siap berguru pada siapapun tanpa memandang pangkat dan derajat.  
POLA PENDIDIKAN AKHLAK DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KELUARGA PEKERJA MIGRAN (STUDI KASUS DI MTS NEGERI 2 KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT) Ela Nurlaela
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i1.1922

Abstract

Being a parent in the age of globalization today is not easy, especially if the parents expect their children not just being a smart kid, but also obedient, and morals good. Many parents are willing to do anything for the sake of her children. This research approach is qualitative approach, then the presence of the author in the field is important to remember to act directly as a researcher and as a direct instrument of collecting data from the observation depth and are actively involved in research. Overall the data is taken from interviews, observation until documentation.Results of the study is before the wife or husband to work as migrant workers abroad, the wife of a role in the domestic realm (as housewife), the father plays a role in the public sphere (breadwinner), while children get the attention and affection from their parents. But when his wife worked as a maid, the wife's role is replaced by the husband, causing a shift in the role of the family, especially the mother in his home life, and the impact of the shifting role in the family that his wife worked as migrant workers abroad, namely the economic impact, social impacts, the psychological impact (the change of attitude and behavior in children and a husband who tend to be negative).Menjadi orang tua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah, apalagi jika orang tua mengharapkan anaknya tidak sekedar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat, dan berakhlak karimah. Banyak orang tua yang rela melakukan apa saja untuk kepentingan anak-anaknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh para orang tua di lingkungan MTs Negeri 2 Kabupaten Cirebon yang berprofesi sebagai pekerja migran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, peneliti bertindak langsung sebagai instrument dan sebagai pengumpul data dari hasil observasi yang mendalam serta terlibat aktif dalam penelitian. Keseluruhan data tersebut diambil dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah keluarga pekerja migran dalam menanamkan nilai akhlak pada anaknya dengan memberi materi-materi akhlak seperti: berbuat baik, jujur (shidiq), ikhlas, qona’ah, kesediaan untuk bertanggung jawab. Dalam penanaman nilai akhlak, keluarga pekerja migran lebih sering menggunakan metode teladan, metode pembiasaan diri dan pengalaman, metode nasihat, metode hukuman. Kendala yang dihadapi oleh keluarga pekerja migran adalah kurangnya motivasi belajar anak, dan pengasuhan anak selama ditinggal bapak/ibu menjadi TKI, kendala itu dapat dipecahkan dengan cara membatasi kebebasan terhadap anak, Anak didorong untuk lebih memenuhi kebutuhan spiritualnya, lebih selektif dalam menuruti keinginan anak, banyak memberi nasehat, teguran, apabila anak melakukan penyimpangan.
PENGARUH PENDIDIKAN SEKS TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PESERTA DIDIK SMA NEGERI 8 CIREBON (PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM) Novi Tridayani
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.1947

Abstract

Students’ pregnancy cases in SMAN 8 Cirebon had occurred several times. It urged school to drop out those female students. In order to prevent this case raising up another time, the school should apply a policy.This study was aimed at describing students’ sex education, portraying students’ sex behaviors, and discovering whether sex education influences students’ sex behavior.There were two variables included in this study: 1) sex education (X) as the independent variable, 2) students’ sex behaviors (Y) as the dependent variable. It was an experimental study which involved 30 students of grade X in SMAN 8 Cirebon. This study applied proportional random sampling. A rating scale test was administered to find out how sex education influenced students’ sex behaviors.  The result of this study showed that there were 23 students or 76,7% of students assumed that the implementation of sex education was categorized good, 7 students or 23,3% of students rated adequate, while no one of the students rated sex education poor. Meanwhile 57% of the students indicated had positive sex behavior and 13% of them had negative sex behavior. Therefore, The implementation of sex education at school is needed for the improvement of students’ positive sex behaviors. This effort can lead students to be aware of religion and social norms.Kasus kehamilan siswa di SMAN 8 Cirebon telah terjadi beberapa kali. Ini mendesak sekolah untuk mengeluarkan siswa perempuan tersebut. Untuk mencegah kasus ini muncul lagi, sekolah harus menerapkan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan seks siswa, menggambarkan perilaku seksual siswa, dan menemukan apakah pendidikan seks mempengaruhi perilaku seksual siswa. Ada dua variabel yang termasuk dalam penelitian ini: 1) Pendidikan seks (X) sebagai variabel bebas, 2) perilaku seks siswa (Y) sebagai variabel dependen. Ini adalah studi eksperimental yang melibatkan 30 siswa kelas X di SMAN 8 Cirebon. Penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Uji skala penilaian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pendidikan seks mempengaruhi perilaku seks siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23 siswa atau 76,7% siswa beranggapan bahwa pelaksanaan pendidikan seks dikategorikan baik, 7 siswa atau 23,3% siswa dinilai cukup, sementara tidak ada siswa yang menilai pendidikan seks. miskin. Sementara 57% siswa menunjukkan perilaku seks positif dan 13% di antaranya memiliki perilaku seks negatif. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan seks di sekolah sangat dibutuhkan untuk peningkatan perilaku seks positif siswa. Upaya ini bisa membuat siswa sadar akan norma agama dan sosial.
Optimalisasi Peran Kepala Madrasah Dalam Proses Pembelajaran Dan Upaya Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Madrasah Diniyah Di Kota Cirebon Ahmad Mujtahid Lafif
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v3i2.2639

Abstract

The success of improving the learning outcomes of Madrasah Diniyah students can be influenced by the role of the madrasah head optimally in the learning process. Based on the result of the research by the writer using case study method to reveal the influence of the role of the madrasah head optimally in the learning process toward the improvement of learning result of the learner, it is found that the role can be realized in the form of the owner of ideals, motivator, supervisor, supervisor, adviser, , professional teachers, educators, and carers. In order for these roles to be effective, the headmaster should direct the teachers and learners by sharing their vision and participation, creating a conducive learning environment in a condition-friendly way, and maintaining the stability of the learning process by responding to every change, and dedicated through the work ethic , disciplined and productive. Thus, creating a conducive atmosphere and academic culture that ultimately also affect the change of students themselves, both in terms of academic and non academic. Academic change is characterized by increased knowledge, while in terms of non-academic is characterized by the skills of religious teachings. Keberhasilan meningkatkan hasil belajar peserta didik Madrasah Diniyah dapat dipengaruhi oleh peran kepala madrasah secara optimal dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan menggunakan metode studi kasus dalam mengungkap masalah pengaruh peran kepala madrasah secara optimal dalam proses pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik ditemukan bahwa peran tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai pemilik cita-cita, motivator, supervisor, pengawas, penasihat, penengah, guru profesional, pendidik, dan penjaga. Supaya peran tersebut berjalan efektif, kepala madrasah harus memberi pengarahan kepada guru dan peserta didik dengan cara berbagi visi dan partisipasi, menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan cara cipta kondisi, dan menjaga stabilitas proses pembelajaran dengan cara merespon setiap perubahan, dan berdedikasi tinggi melalui etos kerja, disiplin dan produktif. Dengan begitu, terciptalah suasana kondusif dan budaya akademik yang pada akhirnya berpengaruh pula terhadap perubahan diri peserta didik, baik dari segi akademik maupun non akademik. Perubahan dari segi akademik ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, sedangkan dari segi non akademik ditandai dengan keterampilan mengamalkan ajaran agama.              
INTEGRASI NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SAINS (IPA) DI SEKOLAH DASAR NEGERI SADAMANTRA KUNINGAN Pudin Saripudin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2665

Abstract

AbstractThis study analyzes the relationship between science and religion in the view of Islam, and describes the integration between science and religion or science and technology in science learning activities (IPA) at Sadamantra State Elementary School, Jalaksana, Kuningan, West Java.This article confirms that the integration of Islamic values in science education education (IPA) at Sadamantra State Elementary School is real, done and so inevitably. This conclusion is contrary to the assumption that some scientists are doubting the integration of science and denying Islamic scholarship. The assumption that denying the integration of Islam and science is answered by the author by presenting normative, historical, and empirical evidence.The facts prove that the separation of religion with science will only complicate the learning process itself. After all, students must be equipped with Islamic values in science learning to stimulate student behavior as a learner as well as community in their environment.Keywords: Integration, Islamic values, Science, SDN Sadamantra  AbstrakPenelitian ini menganalisis hubungan sains dan agama dalam pandangan Islam, dan mendeskripsikan integrasi antar sains dan agama atau iptek dan imtak dalam kegiatan pembelajaran sains (IPA) di Sekolah Dasar Negeri Sadamantra, Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat.Artikel ini menegaskan bahwa integrasi nilai Islam dalam pembelajaran pendidikan sains (IPA) di Sekolah Dasar Negeri Sadamantra nyata, terlaksana dan sebau keniscayaan. Kesimpulan ini bertolak belakang dengan anggapan beberapa ilmuan yang menyangsikan integrasi keilmuan dan menafikan keilmuan Islam. Anggapan yang menafikan integrasi Islam dan sains dijawab oleh penulis dengan menghadirkan bukti-bukti normatif, historis, dan empiris.Fakta membuktikan bahwa pemisahan agama dengan sains hanya akan mempersulit proses pembelajaran itu sendiri. Bagaimana pun siswa harus dibekali dengan nilai-nilai keislaman dalam pembelajran IPA untuk memacu perilaku siswa sebagai pembelajar sekaligus komunitas  di lingkungannya. Kata kunci: Integrasi, nilai-nilai Islam, Sains, SDN Sadamantra  
PENGARUH MEDIA PORNOGRAFI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWASMA-SMK MANDIRI CIREBON Hannah Yukhi Primita
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2667

Abstract

In the era of technology like today, pornography is very easily accessed through the media, especially the virtual media. The prices of Internet rent are affordable by teenagers and children, moreover the mobile phone that have internet applications, making pornography easily accessed through the virtual media. From the interview results of 25 students of SMA-SMK Mandiri Cirebon, obtained an information that they often to see the pornography through the internet media, tabloids, magazines and comics. Five of these 25 students also keep the pornographic video on their mobile phones. Of these 25 students, 12 students have kissed with their boy/girlfriends, 8 students have already held hands. While the rest 5 students said that they never consume pornography through any media, has never kissed lips, but had held hands with his boy/girlfriend. By the technology advance, the teenagers are often searching for the wrong information such as pornographic movies and pornographic images. Di era teknologi seperti saat ini, pornografi sangat mudah diakses melalui media, terutama media maya. Harga rental internet yang terjangkau oleh remaja dan anak-anak hingga media telepon seluler yang mempunyai aplikasi internet, membuat pornografi semakin mudah di akses melalui media maya. Dari hasil wawancara terhadap 25 peserta didik di sekolah SMA-SMK Mandiri Cirebon, diperoleh informasi mereka sering melihat pornografi melalui media internet, tabloid, majalah dan komik. Lima diantara 25 siswa ini juga menyimpan film porno dalam handphone mereka. Dari 25 siswa ini, 12 siswa pernah berciuman dengan pacar mereka, 8 siswa sudah pernah berpegangan tangan. Sedangkan dari 5 siswi SMA-SMK Mandiri Cirebon, semuanya mengatakan tidak pernah mengkonsumsi pornografi melalui media apapun, belum pernah berciuman bibir, tapi pernah berpegangan tangan dengan pacarnya. Semakin meningkatnya tekhnologi sering para remaja mencari informasi yang salah seperti info film porno dan gambar porno. 
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI SMARTPHONE TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SDN KEBON BARU IV CIREBON Udin Syamsudin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v3i1.2702

Abstract

This study aims to obtain a clear description of the influence of application of tajwid on multimedia "smartphone" to increase motivation and learning achievement on subjects of PAI, especially tajwid legal material. The research used is quantitative research with research design is true experiment (real experiment), with Control-Group Pretest-Posttest. The sample in this research is the grade 6 students of SDN Kebon Baru IV with 44 students. Data analysis was performed using SPSS 21 application in the form of pearson correlation test and t-test.The result of the research by using the experimental method shows that after the learning process the average of the students' grade of control on tajwid law material is 71,32 while in the experimental class 77,41. This shows that the use of tajwid applications based on smartphones is better than conventional learning.The use of tajwid application based on smartphone significantly and can raise the value of the students' knowledge of 17.50 points from the previous value. In the experimental class there is a positive correlation between motivation and learning achievement.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi yang jelas pengaruh penggunaan aplikasi tajwid pada multimedia “smartphone”  terhadap peningkatan motivasi dan prestasi belajar pada mata pelajaran PAI khususnya materi hukum tajwid. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah true eksperiment (eksperimen sungguhan), dengan jenis desain Control-Group Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Kebon Baru IV sebanyak 44 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 21 berupa uji pearson correlation dan uji-t. Hasil penelitian dengan menggunakan metode eksperimen menunjukkan bahwa setelah proses pembelajaran rata-rata nilai siswa kelas kontrol pada materi hukum tajwid sebesar 71,32 sedangkan pada kelas eksperimen 77,41. Ini menunjukkan bahwa penggunakan aplikasi tajwid berbasis smartphone lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional. Penggunakan aplikasi tajwid berbasis smartphone berpengaruh secara sigifikan dan dapat menaikan nilai pengetahuan siswa sebesar 17,50 poin dari nilai sebelumnya. Pada kelas eksperimen terdapat korelasi yang positif antara motivasi dengan prestasi belajar.
POLA PENERAPAN TRAINING GUARDIAN ANGEL DALAM MENGADVOKASI SISTEM PENDIDIDKAN DI LEMBAGA TK AWLIYA CIREBON Didi Rosadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v2i2.2758

Abstract

It is unfortunate that many children who have talent, are not awarded, School only emphasizes the ability of logic and language. The result of research by using case study technique and field with interview method, it can be concluded that: Guardian Angel guidance pattern is education accompaniment by using design that involves institution, teacher, parents, community around. With Guardian Angel guidance teaching system at Awliya Cirebon Kindergarten become more innovative and creative.So fun and comfortable for educators in institutionalized Kindergarten Awliya Cirebon. Implementation of a socialized system in every activity from start understanding the system, how to work and evaluation in the application of the system continues to be accompanied. Among the system design paradigm learning, making product learning outcomes, authentic assessment, process-based assessment. The barrier factor is divided into two, internal factors lack of teacher awareness in receiving the fund system running the teacher system is not fully ready with the new system, especially the detailed lesson plan. external factors is the low socialization activities to parents and the surrounding environment. Pola pendampingan Guardian Angel merupakan pendampingan pendidikan dengan menggunakan desain yang melibatkan lembaga, guru, orang tua, masyarakat sekitar.Dengan pendampingan Guardian Angel sistem pengajaran di TK Awliya Cirebon menjadi lebih inovatif dan kreatif. Sehingga menyenangkan dan nyaman bagi pelaku pendidikan dilembaga TK Awliya Cirebon. Implementasi sistem yang disosialisasikan disetiap kegiatan dari mulai pemahaman sistem, cara kerja serta evaluasi dalam penerapannya sistem terus didampingi. Diantaranya desain sistemnya yaitu: paradigm belajar, modalitas belajar, memori jangka panjang, membuat produk hasil belajar, penilaiana utentik, penilaian berbasis proses. Adapun faktor hambatan terbagi dua, faktor internal kekurangan siapnya guru dalam menerima sistem dana menjalankan sistem guru belum sepenuhnya siap dengan sistem yang baru, terutama lesson plan yang detail. faktor eksternal adalah rendahnya kegiatan sosialisasi kepada orang tua dan lingkungan sekitar. 

Page 3 of 14 | Total Record : 136