cover
Contact Name
Achmad Zuhri
Contact Email
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Phone
+6285641604468
Journal Mail Official
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan Sunyaragi By Pass Cirebon 45132 Telp. 0231 8491641, 0231 481264 ext. 133 Fax: 8491641
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : https://doi.org/10.24235/oasis.v9i2
Core Subject :
OASIS: Jurnal Ilmiah Kajian Islam is published by the postgraduate program of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Its presence is intended as a forum for the actualization of scholarly works by academics and practitioners, with a focus on studies related to teaching methods and techniques, Islamic education curriculum, learning media, Islamic education policies, Islamic education management, Islamic educational psychology, and the thoughts of Islamic education figures.
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
PENGARUH GAYA DAN SITUASI KEPEMIMPINAN TERHADAP IKLIM KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI MAN CILEDUG KABUPATEN CIREBON Abdul Basit
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 01 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i01.808

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini muncul dari rasa penasaran penulis yang merasakan Iklim Kerja Tenaga Kependidikan yang kurang kondusif sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini dan guna mengetahui pengaruh gaya dan situasi kepemimpinan terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan di MAN Ciledug. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1) Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan, (2) Seberapa besar pengaruh situasi kepemimpinan terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan dan (3) Seberapa besar pengaruh gaya dan situasi kepemimpinan secara bersama-sama terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi iklim kerja organisasi, diantaranya adalah faktor kepemimpinan. Beberapa Dimensi kepemimpinan diantaranya adalah gaya dan situasi kepemimpinan, dimensi ini merupakan hal yang pertama mempengaruhi iklim kerja. Dengan gaya kepemimpinan yang baik dan situasi kepemimpinan yang efektif diharapkan akan mewujudkan Iklim Kerja Tenaga Kependidikan yang kondusif.  Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui  angket/kuesioner. Teknik analisis  data  yang  digunakan  adalah  korelasi pearson product moment, determinasi, dan korelasi ganda. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah kemudian ditafsirkan, dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan masalah dan  tujuan  penelitian. Berdasarkan pembahasan dalam penelitian  ini,  maka  dapat  ditarik  kesimpulan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan gaya kepemimpinan terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan sebesar 37% termasuk pada kategori kurang, (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan situasi kepemimpinan terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan sebesar 32% termasuk pada kategorikurang, (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya dan situasi kepemimpinan educater secara bersama-sama terhadap Iklim Kerja Tenaga Kependidikan sebesar 39%, sisanya di pengaruhi oleh faktor yang lainnya.Kata Kunci: Gaya kepemimpinan, situasi kepemimpinan dan iklim kerja AbstractThe background of this research arises from author’s curiosity who feel the working climate of educater is less of  conducive so author interested in conducting this research and to determine the influence of leadership style and leadership situation on the working climate of educater in MAN Ciledug. The aim of this research are to explain (1) How much the influence of the leadership style on the working climate of educater, (2) How much the influence of the leadership situation on the working climate of educater and (3) How much the influence of leadership style and leadership situation working together on working climate of educater. There are several factors that can influence the working climate of the organization, including the factor of leadership. Some dimensions of leadership such as leadership style and leadership situations, these dimensions are the first thing that influence the working climate. With the good leadership style and effective leadership situation is expected to realize a conducive working climate ofeducater. The method is used in this research is quantitative method with data collection through questionnaires / questionnaire. The data analysis technique used is the Pearson product moment correlation, determination, and double correlation. Furthermore, the data that had been collected was processed and then interpreted, analyzed and described in accordance with the issues and research purposes. Based on the discussion in this research, it can be concluded that: (1) There are positive influence and significant leadership style on working climate of educater is 37% included in the category of less, (2) There are positive influence and significant leadership situation on the working climate of educateris 32% include in the category of less, (3) There are positive influence and significant both  of leadership styles and situations educater together onworking climate of educater is 39%, the rest is influenced by other factors.Keywords: leadership style, leadership situation and working climate
PENGARUH PROFESIONALITAS GURU DALAM MANAJEMEN KELAS DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI MTs NEGERI KRANGKENG INDRAMAYU Darmin Darmin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 01 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i01.809

Abstract

AbstrakProfesionalitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang nyaman, aktif, kreatif, dan menyenangkan merupakan salah satu ketrampilan guru yang harus dikuasai. Guru profesional indikatornya adalah mengajar sesuai dengan latar belakang keilmuannya, memiliki sertifikat sertifikasi, disiplin dalam kerja, dan mampu mengelola kelas sebagai tempat belajar yang nyaman bagi siswa. Sikap profesionalitas guru dan manajemen kelas dapat mempengaruhi semangat belajar siswa di kelas. Karena kelas yang dikelola dengan baik akan menjadikan siswa nyaman dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Situasi nyaman dalam pembelajaran akan menumbuhkan kreatifitas siswa untuk aktif dalam pembelajaran di kelas. Didukung dengan model pembelajaran yang melibatkan siswa aktif (pembelajaran kooperatif), maka tujuan pembelajaran yang telah direncanakan dapat tercapai dan prestasi belajar siswa akan menjadi lebih baik.Kata Kunci: Profesionalitas Guru, manajemen kelas, Pembelajaran Kooperatif dan Prestasi belajar.AbstractProfessionalism teachers in creating learning comfortable, active, creative, and pleasing is one of skills also teachers who had to controlled. Professional indicators teachers is the teaching in accordance with knowledge background, have a certificate, discipline in work, and able to manage class as a learning comfortable for students. Attitude professionalism teachers and management class can affect eager to study from the classroom. Because a class managed will make students comfortable in following their experiences in the class .The situation at ease in learning will nurturing creativity students to actively in their experiences in the class .Supported by learning model involving students active (learning cooperative), so the purpose of learning that have been planned can be achieved and student learning achievements will be better.Keyword: Professionalism of teacher, management class, learning cooperative and learning achievement
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN UNGGULAN NURUL ISLAM LARANGAN BREBES Muhammad Shobirin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 01 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i01.810

Abstract

AbstrakDi dalam perjalanan SMK ini tidak lepas dari peran seorang pemimpin yang bertanggungjawab penuh dalam pengelolaan SMK didalam membesarkan dan mengembangkan lembaga tersebut, untuk menjadikan peserta didik,tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mempunyai skill dan keperibadian yang dapat dihandalkan .Pemimpin memiliki tugas untuk mengarahkan dan mengorganisasi lembaga pendidikan agar tercapai tujuan yang dicita-citakan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, kepala sekolah memiliki strategi kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerjanya masing-masing. Kegagalan dan keberhasilan banyak ditentukan oleh kepala sekolah, karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Perumusan masalahdalampenelitianiniadalah sebagai berikut (1) Bagaimana strategi kepemimpinan Kepala SMKNurul Islam dalam mengelola SMK Unggulan ? (2) Bagaimana karakteristik kepemimpinan Kepala SMKNurul Islam dalam mengelola SMK Unggulan ? (3) Bagaimana upaya Kepala SMK dalam mewujudkan SMKNurul IslamUnggulan? Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1)Strategi kepemimpinan Kepala SMK dalam mengelola SMKNurul IslamUnggulan, (2) Karakteristik kepemimpinan kepala SMK dalam mengelola SMKNurul IslamUnggulan, (3) Upaya Kepala SMK dalam mewujudkan SMKNurul IslamUnggulan.Penelitian ini menggunakan metode riset lapangan (field research) yaitu metode ,wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif interpretative, dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Kesimpulan penelitian. Ada empat strategi kepala madrasah dalam mengelola, yaitu: (1) melakukan perencanaan, (2) melakukan pengorganisasian, (3) melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,(4) melakukan tugas-tugas pengawasan dan pengendalian. Karakteristik kepemimpinan kepala sekolah(1) menggunakan prinsip Nabi Muhammad Saw: ”Uswatun Khasanah” (keteladanan dalam berkata, berbuat dan berperilaku), Upaya kepala SMK dalam mewujudkan SMKNurul IslamUnggulan, yaitu: (1) Peningkatan kualitas tenaga pendidik, (2) peningkatan kualitas peserta didik, (3)pembenahan administrasi sekolah (4)kegiatan belajar mengajar yang kondusif, (5) peningkatan sarana dan prasarana, (6) kurikulum yang berkualitas dengan mengacu pada kurikulum 2013 (7)penerapan manajemen berbasis sekolah.  Kata Kunci: Strategi Kepemimpinan, Pengelolaan Sekolah, Sekolah Menengah Kejuruan  AbstractIn this vocational journey can not be separated from the role of a leader who takes full responsibility in the management of SMK in raising and developing the institution, to make learners, educators and education personnel who have the skills and personality that can be responsibility. Leaders have a duty to direct and organize educational institutions in order to achieve the aspired goals. In carrying out its duties and functions, principals have a leadership strategy respectively, which greatly affects the performance of the educational staff in their respective working environments. Failure and success are determined by the principal, because the principal is to control and determine the direction to be taken by the school to its destination. The problems of this study are as follows (1) how is Head leadership strategy of SMK Nurul Islam in managing the seed? (2) What are Head leadership characteristics of SMK Nurul Islam in managing the seed? (3) What are Head efforts in realizing the of SMK Nurul Islam seed? This study aims to describe : (1) The strategy of leadership in managing the Head of SMK Nurul Islam seed, (2) The characteristics of leadership in managing SMK Nurul Islam seed, (3) Efforts in realizing the Head of SMK Nurul Islam seed. This study uses field research (field research) the method, interview and observation. The collected data were then analyzed using descriptive analysis interpretative method, using a phenomenological approach. The research finding of the study. There are four strategies of headmaster in managing, namely: (1) planning, (2) organizing, (3) carry out the work in accordance with a predetermined plan, (4) perform tasks of supervision and control. Leadership characteristics headmaster (1) using the principle of the Prophet Muhammad: "Uswatun Vault" (exemplary say, act and behave), Efforts head SMK in realizing SMK Nurul Islam seed, namely: (1) Improving the quality of teachers, (2) improving the quality of students, (3) improvement of school administration (4) a conducive teaching and learning activities, (5) improvement of facilities and infrastructure, (6) quality curriculum with reference to the curriculum in 2013 (7) the implementation of school-based management. Key Word: Leadership Strategies, Managing School, School of Skill. 
NILAI-NILAI METODOLOGIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAT AL-RAHMAN AYAT 1-4 Eli Nurlaeli
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 01 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i01.811

Abstract

AbstrakTerjadinya penyimpangan ajaran agama di kalangan remaja sekarang ini telah menjadi fenomena, yang dapat dilihat dari perilaku keagamaan mereka. Hal tersebut disinyalir karena pendidikan agama tidak terinternalisasikan dengan baik menjadi karakter kepribadiannya. Pendidikan agama yang diberikan oleh para guru kepada peserta didik kurang menarik dari sisi materi, apalagi metode yang digunakannya. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, penting memilih metode yang digunakan. Di dalam Al-Qur’an banyak dijumpai ayat-ayat tentang pendidikan yang berhubungan dengan tujuan maupun metode pemelajaran, diantaranya dapat ditelaah dari al-Qur’an surat al-Rahman ayat 1- 4. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menemukan nilai-nilai metodologis Pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam al-Qur’an surat al-Rahman ayat 1-4. (2) Menemukan metode-metode yang efektif untuk internalisasi Pendidikan Agama Islam berdasarkan konsep al-Qur’an surat al-Rahman ayat 1-4. Hasil penelitian ini menyimpulkan berdasarkan tela’ah terhadap tafsir dan munasabah surat al-Rahman ayat 1-4 adalah: (1) Dalam al-Qur’an surat al-Rahman ayat 1 – 4, terkandung nilai-nilai metodologis bahwa seorang pendidik dituntut memiliki sifat-sifat kasih sayang, murah hati, sabar, lemah lembut, santun, menguasai materi, mampu membaca dan memahami al-Qur’an dengan baik, serta harus jelas dalam menyampaikan pelajaran. (2) Metode-metode pemelajaran Agama Islam yang dapat dipahami dari ayat tersebut maupun munasabahnya antara lain: metode kasih sayang, lemah lembut, membaca, tabyin, kisah, keteladanan, pembiasaan, perhatian, tanya jawab, dan ceramah.Kata Kunci: Nilai-nilai, metodologi, Pendidikan Agama Islam. AbstractIn education there is a phenomenon of many of irregularities in religous teachings and decreasing of the noble values of religion among students, which can be seen from religious behavior of teenagers nowadays. Religious education seems not internalized as a Moslem personality as the objectives of Islamic education. Because in the practice of religious education are less attractive from the material side and the manner of teaching (method), so that religious teaching methodology are no longer have any effect in achieving the objectives of Islamic education. To achieve the objectives of education, there are many ways or method which can be used. In the Quran, there are verses that relate to education, wheater related to the purpose and methods of learning, which can be explored from Surah al-Rahman. This study aims to: (1) Find the values of methodological of Islamic Education which contained in Quran of Surah al-Rahman verses 1-4. (2) Find effective methods for internalization of Islamic education based concept of Quran of Surah al-Rahman verses 1-4. Results of the study found that based on the review of the verse interpretation by mufasir which supported by the relevant verses and surah al-Rahman verses 1-4: (1) It contained methodological values especially Islamic education and other relevant fields of learning with the content of Quran, among those methodological values that in a way of teaching, a teacher must have qualities as a loving, generous, affectionate and gentle, mastering in their material, can read and understand the Quran well, mannered and should clearly presenting the lesson; (2) Methods of teaching Islamic lesson can be understood from Quran include: affection method, reading, tabyin, story telling, model, habituation, attention, debriefing, and lectures.Keywords: Values, methodology, Islamic Education.
UPAYA GURU PAI DALAM MEMBANGUN KESADARAN KEAGAMAAN SISWA KELAS VII DI MTs AL-MAEMUN KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN Tati Sumiati
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 01 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i01.812

Abstract

 AbstrakLatar belakang masalah yang mendorong penelitian ini adalah realitas pelaksanaan pendidikan agama Islam di MTs, dimana keberhasilan sekolah dalam menginternalisasikan nilai keberagamaan dalam diri peserta didik masih banyak dipertanyakan, tujuan hakiki dari pendidikan agama pada lembaga pendidikan formal yang sejatinya adalah untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan dalam diri peserta didik dirasa belum optimal. Realita yang ada mengindikasikan bahwa para siswa belum memiliki kesadaran beragama atau kesadaran mengamalkan ajaran agama. Yang kemudian menjadi persoalan utama disini adalah bagaimana kemudian madrasah berupaya untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pengamalan ajaran agama. Maka MTs Al-Maemun  Kuningan sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki visi untuk mewujudkan anak didik yang berkualitas dalam imtaq dan  meningkatkan akhlaqul karimah serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari tentunya memiliki upaya untuk mewujudkan makna serta tujuan hakiki pendidikan agama Islam, perwujudan kesadaran dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan mempunyai pengaruh yang cukup signifikan, maka penulis tertarik dengan melihat upaya guru dalam membangun kesadaran keagamaan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar belakang MTs Al-Maemun Kuningan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam membangun kesadaran keagamaan  terwujud dalam program pembinaan keagamaan di MTs Al-Maemun Kuningan, yang mencakup tiga aspek, yaitu :pengembangan pengetahuan keagamaan, pengembangan pengamalan keagamaan, dan pengembangan pengalaman keagamaan yang mencakup beberapa kegiatan seperti; kegiatan ceramah pada hari besar Islam, pembagian zakat fitrah, pembagian hewan kurban, sholat dzuhur berjamaah, sholat duha, ibadah puasa, baca tulis al-Qur‟an, dan lain-lain. Kata Kunci: Guru PAI, Kesadaran Keagamaan  AbstractBackground issues that drive this research is the reality of the implementation of Islamic religious education in MTs, where the success of the school in internalising the value of diversity in self-learners are still widely questioned, ultimate purpose of religious education at formal education institutions, which in essence is to develop religious values in self-learners felt not optimal. The reality indicates that students have not had a religious awareness or consciousness of practicing religion. Which later became the main issue here is how then madrassa student seeks to raise awareness against the practice of religion. Then MTs Al-Maemun Brass as an Islamic educational institutions that have the vision to realize the students qualified in IMTAQ and  increase ahlaqul karimah and practice the teachings of Islam in daily life must have an effort to realize the meaning and ultimate purpose of Islamic religious education, the embodiment of consciousness in applying religious values have significant influence, the authors are interested in seeing the efforts of teachers in developing religious awareness in students of class VII MTs Al-Maemun Jalaksana Brass. This study is a qualitative research, with a background of MTs Al-Maemun Brass. Data collected by observation and interview techniques. Analysis of the data used in this research is descriptive qualitative data analysis. The data obtained in this study is data on observations and interviews.  The results showed that the efforts of teachers in building religious consciousness manifested in the religious formation program at MTs Al-Maemun Brass, which includes three aspects, namely: the development of religious knowledge, the development of religious practice, and the development of religious experience that includes several activities such as; activities lectures on Islamic holidays, the distribution of tithes, the distribution of sacrificial animals, midday prayer in congregation, Duha, prayer, fasting, reading and writing the   al-Qur, an, and others.Keyword: Teacher of Islamic study, religious awareness
MODEL BIMBINGAN KESEHATAN MENTAL UNTUK PARA SANTRI PONDOK PESANTREN SYAFI’IYAH CISAMBENG MAJALENGKA Yedi Supriadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1028

Abstract

The goal  of the research  are  to describe  the development of the mental health  for young students at the boarding  school in the islamic school of Syafi'iyyah in Cisambeng city of  Palasah-Majalengka  regency.  Development  of  mental  health  in  question  is  with  the planting of character and morals and a healthy mental approach to the students through some methode is called  “shuhbah” (friendship)  for the  purpose  of mental  development can  be achieved easily, accurately,  effectively and efficiently. The method of the research  are using descriptive   method   with  collecting   some   information,   by  techniques   gained   through observation,  interviews, questionnaires  and documentation  study. Data  retrieval  is derived from respondents who are seen mental health problems with a purposive sampling technique that aims to find out what the problem occurs in teenagers  these students then how after he followed the  guidance  of mental  health  at  boarding  Syafi'iyyah Cisambeng  approach  by “shuhbah” (friendship). Islamic conseling emphasizes spiritual  solutions based on love and fear of Allah and the duty of fulfil our responsibility as the servants of Allah on this earth.The results of the research  illustrate  that the application  of mental health counseling with shuhbah (friendship) perceived benefit to the students who participated  in mental health counseling because  after being interviewed and completed questionnaires  the students who have experienced problems of mental disorders  (misconduct) after obtaining calculated  the mean category average high.Based on the recognition  of the students,  they are  feel much better  after  attending mental health training  activities in Pondok Pesantren  Syafi'iyyah Cisambeng guided by Mas Nawawi (Ustd.Muhamad Nawawi Fathulloh, M.Pd.I). Thus the results of this study presented a picture of the actual conditions in the field as the information and report the study authors. Keywords: Model Guidance, Mental Health,  and Pupils
KONSEPSI PENDIDIKAN DALAM KELUARGA MENURUT PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DAN HASAN LANGGULUNG Neni Yohana
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1252

Abstract

ABSTRACTThis research have the background that the family as one of the three education centers, have an important effect in which every person in this institution will definitely be changes and developments according to the color and pattern of this institution. Family holds responsibility and a very important role in children's education, because education have impacts not only on individual families but also to society. Nowadays, the cultural characteristics of Indonesia began to fade on themselves each nation, so the concept of Ki Hadjar Dewantara thought needs to be studied more in depth, especially education in the family. It takes understanding and a profound awareness of the importance of interest as well as the role of parents in educating their children, in developing their potential to be a child of the faithful and devoted to Allah., So the concept of Hasan Langgulung thought more escpecially Islamization process of education in the family needs to be studied more in depth.Based on that background, the purpose of this research are: 1) To analyze the concept of education in the family according to Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thought. 2) To analyze the comparative concept of education in the family according to Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thought. 3) To analyze the relevance of the concept of education in the family according to the Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thought against Islamic Education. To obtain the results of the study, the authors use research library with a descriptive approach to qualitative data, as well as using a variety of methods, descriptive critical. The data collection was done by examining and analyzing the data sources and the corresponding reference of the study data analysis that can be generated conclusion.The results of this research concluded that: Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thoughts and ideas about education in the family, are still relevant enough to be applied in the present. The concept of education in the family by Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung have some similarities and differences. That is because both have the educational background and the situation of different socio-cultural environment. The style of educational thought of Ki Hadjar Dewantara is not far from the culture of Indonesia. According to Ki Hadjar Dewantara, education is an effort to inculcate freedom for the people through education. Hasan Langgulung outlook towards education in the household can not be separated from his philosophy as a Muslim who took the basic idea of Islamic values which were based on the Qur'an, Hadith, and Muslim scholars thought earlier. Education in the family is very important as foundation of Islamic characteristic of children. Keywords: Education, Family, Ki Hadjar Dewantara, Hasan LanggulungABSTRAK Penelitian ini memilki latar belakang bahwa keluarga sebagai salah satu tri pusat pendidikan, mempunyai pengaruh penting di mana setiap orang yang berada dalam institusi ini pasti akan mengalami perubahan dan perkembangan menurut warna dan corak institusi tersebut. Keluarga memegang tanggung jawab dan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, sebab dampak pendidikan keluarga tidak hanya pada individu tetapi juga kepada masyarakat. Pada saat ini karakteristik budaya Indonesia mulai pudar pada diri masing-masing anak bangsa, sehingga konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang lebih meng-Indonesia perlu dikaji lebih mendalam khususnya pendidikan dalam keluarga. Dibutuhkan pengertian dan kesadaran yang mendalam akan pentingnya tujuan serta peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya, dalam mengembangkan potensi dan fitrahnya untuk menjadi anak yang beriman dan bertaqwa terhadap Allah SWT., sehingga konsep pemikiran Hasan Langgulung yang lebih meng-Islamisasi proses pendidikan khususnya pendidikan dalam keluarga perlu dikaji lebih mendalam.Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk menganalisa konsep pendidikan dalam keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung. 2) Untuk menganalisa perbandingan  konsep pendidikan dalam keluarga menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung. 3) Untuk menganalisa relevansi konsep pendidikan dalam keluarga menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung terhadap Pendidikan Agama Islam. Untuk memperoleh hasil penelitian, penulis menggunakan library research dengan pendekatan deskriptif terhadap data yang bersifat kualitatif, serta menggunakan berbagai metode yaitu deskriptif analitis kritis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelaah dan menganalisis sumber data dari referensi yang terkait dan dari telaah analisis data itu dapat dihasilkan kesimpulan.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pemikiran dan gagasan Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung tentang pendidikan dalam keluarga, masih cukup relevan untuk diterapkan di masa sekarang. Konsep pendidikan dalam keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Hal tersebut dikarenakan kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang pendidikan dan situasi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Corak pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara tidak jauh dari budaya Indonesia. Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan adalah upaya menanamkan jiwa merdeka bagi rakyat melalui bidang pendidikan. Pandangan Hasan Langgulung terhadap pendidikan dalam rumah tangga tidak terlepas dari filosofinya sebagai seorang muslim yang mengambil dasar pemikiran dari nilai-nilai keislaman yang disandarkan pada al-Qur’an, Hadist, serta pemikiran cendikiawan muslim terdahulu. Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting sebagai fondasi bagi proses dan pembinaan anak-anak agar menjadi manusia yang berkepribadian Islami. Kata Kunci : Pendidikan, Keluarga, Ki Hadjar Dewantara, Hasan Langgulung
PELAKSANAAN TOLERANSI KEBERAGAMAAN DALAM PROSES PENDIDIKAN AGAMA DI GEETA SCHOOL CIREBON Mochamad Ariep Maulana
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1300

Abstract

Pendidikan agama berperan penting dalam mengajarkan ajaran agama. Ajaran agama merupakan dasar untuk membina kerukunan hidup antar umat beragama. Sekolah merupakan tempat yang tepat dalam mengajarkan pendidikan agama dan toleransi, salah satunya adalah Geeta School Cirebon. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam bagaimana pelaksanaan toleransi keberagamaan dalam proses pendidikan agama di Geeta School Cirebon.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang: 1) Konsep toleransi beragama dan pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional secara umum. 2) konsep toleransi beragama diterapkan dalam iklim akademik di Geeta School Cirebon. 3) Pelaksanaan toleransi keberagamaan diterapkan dalam proses pendidikan agama di Geeta School Cirebon.Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik penelitian yang meliputi: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Sedangkan, keabsahan datanya akan diperkuat dengan melakukan pengecekan data menggunakan teknik triangulasi dan menggunakan bahan referensi.Hasil penelitian ini adalah (1) Konsep toleransi beragama dalam Sistem Pendidikan Nasional secara umum berdasarkan makna dan tujuan pendidikan, yaitu menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan. (2) Konsep toleransi beragama sangat diterapkan dalam iklim akademik di Geeta School Cirebon. Pihak sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi dalam diri siswa melalui interaksi sosial, pendidikan agama, dan kegiatan keagamaan. Pada akhir tahun 2015, pihak sekolah memutuskan untuk menerima dan membolehkan siswi dan guru yang beragama Islam untuk menggunakan jilbab di area sekolah. (3) Pelaksanaan toleransi keberagamaan dalam proses pendidikan agama di Geeta School Cirebon berjalan sangat tertib. Kurikulum yang digunakan Geeta School Cirebon adalah Kurikulum KTSP dengan metode pembelajaran aktif (active learning) dan berpusat kepada siswa (students center). Penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif membuat proses pembelajaran agama menjadi aktif dan menyenangkan.Kata Kunci: toleransi, toleransi keberagamaan, pendidikan agama, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional
PROSPEK MADRASAH DI INDONESIA: ANALISIS POLITIK PENDIDIKAN Pradi Khusufi Syamsu
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1304

Abstract

AbstractThis paper confirms that the politics of national education has a strong influence on the development of madrasah in Indonesia. Even marginalized by the political madrassa education in Indonesia who are concerned and care about the school system. As a result, the alumni madrasas are not allowed to compete with school graduate or equivalent. Attempts to obtain state recognition done by the madrasah. Madrasah was slightly gained recognition with the publication of the Joint Decree (SKB) Three Ministers in 1975. The government's political orientation in 1980 until the 1990s that is more accommodating to Muslims make significant changes to the current madrasah trip.The climax, the school became part of the educational system after the enactment of the National Education System Law no. 20 in 2003. However, the true struggle madrasah to be part of the national education system is not free. There is a cost to be paid by the madrasah for recognition. Knowingly or not, almost like the madrasah school curriculum even more such as school. Madrasah has lost the spirit. Islamic sciences trimmed, on the pretext of simplification, for recognition. So, it is too early to conclude that the struggle madrasah was over. Madrasah should be part of the national education system, but do not lose the spirit and erode the values and teachings of his religion.Keywords: Politic, National Education, Madrasah, School. AbstrakTulisan ini menegaskan bahwa politik pendidikan nasional memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan madrasah di Indonesia. Bahkan madrasah termarginalkan oleh politik pendidikan Indonesia yang mementingkan dan mempedulikan sistem sekolah. Akibatnya, alumni madrasah tidak diperkenankan untuk bersaing dengan lulusan sekolah yang sederajat. Upaya untuk mendapatkan pengakuan negara dilakukan oleh madrasah. Madrasah pun sedikit mendapat pengakuan dengan terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tahun 1975. Orientasi politik pemerintah tahun 1980 hingga 1990-an yang lebih akomodatif terhadap umat Islam membuat perubahan yang cukup signifikan terhadap perjalanan madrasah saat itu.Puncaknya, madrasah menjadi bagian dari sistem pendidikan setelah disahkannya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003. Namun, sejatinya perjuangan madrasah untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional tidaklah gratis. Ada cost yang harus dibayar oleh madrasah untuk mendapat pengakuan. Disadari atau tidak, madrasah nyaris mirip sekolah secara kurikulum bahkan makin tersekolahkan. Madrasah telah kehilangan ruh. Ilmu-ilmu keislaman dipangkas, dengan dalih penyederhanaan, untuk mendapat pengakuan. Maka, terlalu dini menyimpulkan bahwa perjuangan madrasah telah usai. Madrasah harus menjadi bagian sistem pendidikan nasional namun tidak kehilangan ruh dan terkikis nilai-nilai serta ajaran-ajaran agamanya.Kata Kunci: Politik, endidikan Nasional, Madrasah, Sekolah.
IMPLIKASI PENGGUNAAN JILBAB PADA MAHASISWI SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-AMIN INDRAMAYU (STUDI KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TENTANG ETIKA BERBUSANA) Mohammad Akmal Haris; Farihin Nur
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1313

Abstract

AbstractThe phenomenon of the use of the hijab today has shifted it’s meaning, so that the hijab is no longer suitable as a cover aurat Islamic law, but has now become a fashion of it’s own among student School of Tarbiyah (STIT) Al-Amin Indramayu. Almamater College that in fact labeled Islam does not guarantee the absolute whole of his students to know and understand the implications of the use conditions and the wearing of a hijab. This study aims to identify and explain the historical emergence of the tradition of hijab as well as to identify and explain the implications of the use of hijab on university student STIT Al-Amin Indramayu. This type of research is a field research with a qualitative approach and methods used is a case study. Author data collection using interviews, observation and documentation. As for the analysis, the authors used a qualitative descriptive analysis techniques. The object of this research is student of Al-Amin STIT Indramayu. The results of this study indicate that the use of the hijab on the students STIT Al-Amin Indramayu has implications psychologically as well as it’s implications on religious behavior, religious behavior that is both vertical (habluminallah) and religious behavior that are horizontal (habluminannas).Keywords: Implications, Use of Hijab, College Student AbstrakFenomena penggunaan jilbab dewasa ini telah bergeser maknanya, sehingga jilbab bukan lagi sebagai penutup aurat sesuai syariat Islam, tetapi kini telah menjadi fashion tersendiri di kalangan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Amin Indramayu. Almamater Perguruan Tinggi yang notabene berlabel Islam tidak menjamin secara mutlak seluruh mahasiswinya mengerti dan memahami ketentuan serta implikasi penggunaan jilbab yang dikenakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan sejarah munculnya tradisi berjilbab serta untuk mengidentifikasi dan menjelaskan implikasi penggunaan jilbab pada Mahasiswi STIT Al-Amin Indramayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah studi kasus (case study). Pengumpulan data penulis lakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah Mahasiswi STIT Al-Amin Indramayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jilbab pada mahasiswi STIT Al-Amin Indramayu memiliki implikasi secara psikologis maupun implikasi pada perilaku keagamaan penggunanya, baik perilaku keagamaan yang bersifat vertikal (habluminallah) maupun perilaku keagamaan yang bersifat horizontal (habluminannas).Kata Kunci: Implikasi, Penggunaan Jilbab, Mahasiswi

Page 1 of 14 | Total Record : 136