cover
Contact Name
Achmad Zuhri
Contact Email
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Phone
+6285641604468
Journal Mail Official
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan Sunyaragi By Pass Cirebon 45132 Telp. 0231 8491641, 0231 481264 ext. 133 Fax: 8491641
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : https://doi.org/10.24235/oasis.v9i2
Core Subject :
OASIS: Jurnal Ilmiah Kajian Islam is published by the postgraduate program of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Its presence is intended as a forum for the actualization of scholarly works by academics and practitioners, with a focus on studies related to teaching methods and techniques, Islamic education curriculum, learning media, Islamic education policies, Islamic education management, Islamic educational psychology, and the thoughts of Islamic education figures.
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Peran Pendidikan Agama Dan Pendidikan Multikultural Terhadap Terwujudnya Kerukunan Antar Umat Beragama (Studi Kasus: Di SMAK Penabur Cirebon Tahun Ajaran 2018-2019) Sukma Hadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.3892

Abstract

Problems that often occur in the world of education in the Cirebon region as if there is no end. Such as: fights, brawls, discrimination, fanatics, still often found in the Cirebon area. Besides that, many parties say that religious education and multicultural education have not been well embedded in the hearts of students, so students do bad deeds. Based on the above background, the author conducted a study with the aim of revealing how the role of religious education and multicultural education towards the realization of inter-religious harmony in Cirebon Penitur Senior High School, with the aim of research: Cirebon. (2) To research or describe the types of activities of Religious Education and Multicultural Education in the Christian Highschool (SMAK) Penabur Cirebon. (3) To find a model for the implementation of religious education and multicultural education in the SMAK Penabur Cirebon in realizing inter-religious harmony. The author in this research uses Qualitative research methods. The type of qualitative research I use is Case Study. Data collection is done by observation, documentation, interviews. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Research informant. The conclusion of this study is that the role of religious education and multicultural education is very important for the realization of inter-religious harmony. In implementing religious education and multicultural education at Penabur Senior High School, it went well. Especially in daily activities in the Cirebon SMAK Penabur environment. SMAK Penabur highly upholds the values of religious education and multicultural education.Masalah yang sering terjadi di dunia pendidikan di wilayah Cirebon seakan-akan tidak ada habisnya. Seperti: perkelahian, tawuran, diskriminasi, fanatik, masih sering ditemukan di wilayah Cirebon. Disamping itu, banyak pihak yang mengatakan pendidikan Agama dan pendidikan multikultural belum tertanam dengan baik di hati para siswa, sehingga siswa melakukan perbuatan yang tidak baik. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran pendidikan agama dan pendidikan multikultural terhadap terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Sekolah Menengah Atas Kristen Christian (disingkat SMAK) Penabur Cirebon, dengan tujuan penelitian: (1)Untuk mengetahui proses pelaksanaan  Pendidikan Agama dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon. (2) Untuk meneliti atau mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan Pendidikan Keagamaan dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon. (3) Untuk mencari model implementasi pendidikan Agama dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama.Penulis dalam riset ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Jenis penelitian Kualitatif yang penulis gunakan adalah Studi Kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dpkumentasi, wawancara.Teknik analisis data meliputi meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Informan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa  Peran pendidikan agama dan pendidikan multikultural penting sekali bagi terwujudnya kerukunan antar umat beragama. Dalam pelaksanaan pendidikan agama dan pendidikan multikultural di SMAK Penabur, berjalan dengan baik.Terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan SMAK Penabur Cirebon.SMAK Penabur sangat menjunjung nilai-nilai pendidikan agama dan pendidikan multikultural.
Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti Dan Penilaian Kurtilas (Studi Kasus Di SDN 2 Kaliwulu Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon) Abdul Khayi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v3i2.3919

Abstract

This study describes the learning of Islamic education and the character and application of assessments based on the 2013 curriculum (kurtilas), this study is a case study in elementary school (SDN 2) Kaliwulu district Cirebon, the assessment instruments used are observation, self-assessment and assessment among peers, while in the cognitive domain there are three assessment instruments, namely written test, oral test and temporary assignment in the psychomotor domain, the assessment instrument used includes four, namely performance, product, project and portfolio. Data analysis is done by describing the data that has been collected by testing the validity of the data through triangulation. The application of kuirikulum using the scientific approach and the application of authentic assessment is expected to be the learning of Islamic religious education and character at SDN 02 to run optimally..Keyword: Islamic education, assessmen, curricularKajian ini mendiskripsikan pembelajaran pendidikan Islam dan budi pekerti dan penerapan penilaian berdasarkan kurikulum 2013 (kurtilas), kajian ini  adalah studi kasus di sekolah dasar (SDN 2) Kaliwulu kabupaten Cirebon, instrument penilaiannya yang digunakan  yaitu observasi, penilaian diri dan penilaian antar teman sejawat, sedangkan pada ranah kognitif terdapat tiga instrument penilain yaitu tes tulis, tes lisan dan penugasan sementara pada ranah psikomotorik instrument penilian yang digunakan meliputi empat yaitu performance, produk, proyek dan portofolio. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan dengan uji keabsahan data melalui triangulasi. Penerapan kuirikulum dengan mengunakan pendekatan saintifik dan  penerapan penilaian autentik diharapkan pembelajaran pendidikan agama islam  dan budi pekerti di SDN 02 berjalan optimal.
Implementasi Nilai-Nilai Agama Islam Dari Orang Tua Pengganti Terhadap Terbentuknya Perilaku Anak Pada Keluarga Perantau Di Desa Dukuhlo Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Vifi Nur Hidayati
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v3i2.3924

Abstract

The role of parents as the first and foremost educator who instills the foundation of children's mental development. But what if parents go to work wandering out of town and entrust their children to the family like grandma or aunt. Based on the research background it aims to: (a) finding out the implementation of Islamic Values in Dukuhlo Village (b) finding out the Implementation of Islamic Religious Values of the children of the nomads in Dukuhlo Village, and (c) finding out how educate / instill Islamic Values from surrogate parents towards the formation of Behavior of migrant family children in Dukuhlo Village, Bulakamba District. The method used in this study is a qualitative approach that intends to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects such as: religious values, behavior, perceptions, actions, and others, in a holistic manner. Data collection was done by observation, documentation, and interview techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The conclusion of this study is that the Implementation of Islamic Values in Dukuhlo Village, Brebes District. The process of planting the values of Islam on migrant family children in Dukuhlo Village runs with the cooperation of several parties, namely, religious leaders, religious teachers in schools and foster mothers. Between substitute parents, and religious teachers or religious leaders, there is a good cooperation, which is to coordinate with each other Peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama  yang menanamkan dasar perkembangan jiwa anak. Tapi bagaimana jika orang tua pergi bekerja merantau ke luar kota dan menitipkan anak-anaknya pada keluarga seperti nenek atau bibi. Berdasarkan latarbelakang masalah penelitian ini bertujuan (a) mengetahui pelaksanaan Nilai-nilai Agama Islam yang ada di Desa Dukuhlo (b) mengetahui Implementasi Nilai-nilai Agama Islam anak Keluarga perantau yang ada di Desa Dukuhlo (c) mengetahui cara mendidik/ menanamkan Nilai-nilai Agama Islam dari orang tua pengganti terhadap terbentuknya Perilaku anak keluarga Perantau di Desa Dukuhlo Kecamatan Bulakamba.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti : nilai-nilai agama, perilaku, persepsi, tindakan, dan lainnya, secara holistik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi,dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Implementasi Nilai-nilai Agama Islam di Desa Dukuhlo Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Proses dalam penanaman nilai-nilai Agama Islam pada anak keluarga Perantau di Desa Dukuhlo berjalan dengan adanya kerja sama beberapa pihak yaitu, tokoh agama, guru agama yang ada di sekolah dan ibu asuh. Antara orang tua pengganti,dan guru agama atau tokoh agama terjalin suatu kerja sama yang bagus, yakni saling berkoordinasi satu sama lain
Pelaksanaan Sistem Full Day School (Study Kasus Di SD Islam Mumtaz Cidahu Kuningan Jawa Barat) Rima Melati
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.3958

Abstract

Islamic Elementary School of Mumtaz has implemented a full day learning system since 2014. This research is a manifestation of the researchers' curiosity about the full day school system at Mumtaz Islamic Elementary School. This study used a qualitative approach, the location of his research at Mumtaz Cidahu Islamic Elementary School, Kuningan, West Java. Data collection techniques with observation, in-depth interviews, and documentation analysis. Islamic Elementary School of Mumtaz  includes having two integrated curricula, the Ministry of Education and Culture curriculum and the Imam Nawawi foundation curriculum in Islamic education (tauhid, morality, jurisprudence, dzikir do'a, hifdzul hadith, al-quran, tahfidz quran and Arabic reading). The learning method is made easy fun. The implementation of a full day school system at Mumtaz Islamic Elementary School in Islamic education subjects has been successful, as seen from the grades of the class above 83, the attitude of the students who are better, memorization, the achievements of the race and the number of students who continue to increase Sekolah Dasar Islam Mumtaz  melaksanakan sistem full day school sejak tahun 2014. Penelitian ini adalah wujud  dari rasa keingintahuan  peneliti akan  pelaksanaan sistem full day school di SD Islam Mumtaz. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif, lokasi penelitiannya di SD Islam Mumtaz Cidahu Kuningan Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi. Kurikulum SD Islam Mumtaz yaitu kurikulum kemendikbud dan kurikulum yayasan Imam Nawawi  di mata pelajaran PAI (tauhid, akhlak, fiqih, dzikir do’a, hifdzul hadits, al-qur’an, halaqoh, tahfidz quran dan membaca arab gundul). Metode pembelajaranya dibuat  mudah  menyenangkan. Pelaksanaan sistem full day school  di  SD Islam Mumtaz pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam sudah berhasil, terihat dari nilai raport rata rata kelas di atas 83, sikap siswanya yang lebih baik, hafalan,  prestasi hasil perlombaan serta jumlah siswanya yang terus meningkat
Kompetensi Profesional Pendidik Menurut Al-Ghazali Ismatul Maula
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.4044

Abstract

Competence is the initial basis for a teacher to carry out his duties in teaching, but today many teachers do not understand the importance of a competency. Many of those who teach are limited to fulfilling their obligations without considering competency aspects which are the basic foundation in learning. al-Ghazali as a figure in Islamic education contributed a lot of thought in the world of education, among which he was concerned with the components of teachers and students. In thinking about the teacher he discussed in the book of Ihyā ‘Ulūm al-Addīn Volume 1 Chapter al-‘Ilm. Al-Ghazali explained how educator professional competence must be possessed before carrying out teaching assignments. The problem of this research is "What is the professional competence of educators according to al-Ghazali" ?. So from that the purpose of this study was to find out the professional competence of educators according to al-Ghazali. Kompetensi adalah dasar awal bagi seorang guru untuk melaksanakan tugasnya dalam mengajar, akan tetapi dewasa ini banyak guru yang tidak memahami arti penting sebuah kompetensi. Banyak dari mereka yang mengajar hanya sebatas menunaikan kewajiban tanpa mempertimbangkan aspek kompetensi yang merupakan landasan dasar dalam pembelajaran. al-Ghazali sebagai tokoh pendidikan Islam banyak menyumbangkan pemikiran dalam dunia pendidikan, diantara yang menjadi perhatian beliau adalah pada komponen guru dan siswa. Dalam pemikiran mengenai guru yang beliau membahasnya dalam kitab Ihyā ‘Ulūm al-Addīn Jilid 1 Bab al-‘Ilm. Al-Ghazali menjelaskan bagaimana kompetensi profesional pendidik yang harus dimiliki sebelum melakukan tugas mengajar. Yang menjadi permasalahan dari penelitian ini adalah “Bagaimana kompetensi profesional pendidikmenurut al-Ghazali?”. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional pendidik menurut al-Ghazali. 
Teologi Pembebasan Dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineer Dedeh Azizah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4128

Abstract

According to the view of liberation theology, Islamic education must be able to produce people who take a role in the social system that promotes justice as citizens and citizens of the world in the view of religion (just, not oppressed) who are damaged by humans themselves. From the explanation, the author was interested in conducting a study "Liberation Theology in Islamic Education Perspective of Asghar Ali Engineer".The formulation of the research problem is: 1. What is the meaning of Liberation Theology? 2. What is the Asghar Ali Engineer's Perspective  Liberation Theology? 3. How is the Liberation Theological Implication for Islamic Education Asghar Ali Engineer Perspective? This research was conducted with literature research. His research methods include data sources, data collection and data analysis. The results of the study concluded that the Liberation Theology according to Asghar Ali Engineer was interpreted as freedom that emphasizes the aspect of reason or construct of thinking in interpreting the book (holy text). For him, theology is a reflection of existing social conditions, and thus a theology is socially constructed. Asghar's method of thinking is normative and transcendental. Theological Implications of Liberation for Islamic Education include; Islamic Education is a practice of liberation, curriculum development is carried out in line with the development of non-curriculum factors, including the effects of economic, political, social, cultural, legal and other changes, including the academic factors of the kurikuluym, Asghar Ali Engineer views the Qur'an, as well as the text other texts, can be interpreted by various methods.Menurut  pandangan teologi pembebasan, pendidikan Islam harus mampu menghasilkan manusia yang mengambil peran dalam sistem sosial yang mengedepankan keadilan sebagai warga negara dan warga dunia dalam pandangan agama (manusia yang adil, tidak tertindas) yang dirusak oleh manusia sendiri. Dari paparan tersebut penulis merasa tertarik untuk melakuakan penelitian “Teologi Pembebasan dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineer”. Rumusan masalah penelitian ini adalah : 1. Apa makna Teologi Pembebasan? 2. Bagaimana Teologi Pembebasan Persepektif Asghar Ali Engineer? 3. Bagaimana Implikasi Teologi Pembebasan Bagi Pendidikan Islam Persepektif Asghar Ali Engineer? Penelitian ini dilakukan dengan penelitian literatur (Library research). Metode penelitiannya mencakup sumber data, pengumpulan data, dan analisis data. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Teologi Pembebasan menurut Asghar Ali Engineer adalah diartikan sebagai kebebasan yang menitik beratkan pada aspek akal atau konstruk berpikir dalam menafsirkan kitab (teks suci). Baginya, teologi adalah refleksi dari kondisi sosial yang ada, dan dengan demikian suatu teologi adalah dikonstruksi secara sosial. Metode pemikiran Asghar bersifat normatif, kontekstual dan transendental. Implikasi Teologi Pembebasan Bagi Pendidikan Islam diantaranya; Pendidikan Islam Merupakan Praktik Pembebasan, Pengembangan kurikulum dilakukan searah dengan perkembangan faktor Non-Kurikulum, antara lain akibat perubahan ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan lain-lain, termasuk faktor akademik kurikuluymnya, Asghar Ali Engineer memandang Qur’an, sebagaimana teks-teks lain, bisa diinterpretasikan dengan berbagai metode.
Pengaruh Blended Learning Terhadap Proses Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di MTsN 12 Majalengka UFN Maesaroh
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.4158

Abstract

This study aims to explain how much influence the method of blended learning in Fiqh lessons on the process and student learning outcomes in the 12th Majalengka State Islamic Senior High School Madrasa. By using the quasi-experimental method. The design used was Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design, with a population sample of 25 students from grade VII in Madrasah Tsanawiyah Negeri (12) Majalengka. The results obtained are (1) The learning process of the Fiqh of students taught using blended learning models and those not taught with blended learning models there are significant differences. (2) The learning process of jurisprudence in students not taught with the blended learning model is in the medium categorization. While the learning process of jurisprudence for students who use the blended learning model is in a high categorization. (3) Blended learning affects the class VII learning process and learning outcomes. Cognitive, affective and psychomotor learning outcomes in the experimental class increased by 26.44%, while the control class was 19.84%.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh metode Blended Learning dalam pembelajaran Fiqih terhadap proses dan hasil belajar siswa di Madrasah Tsnawiyah Negeri 12 Majalengka.  Dengan mengunakan metode eksperimen semu. Desain yang digunakan adalah “Pretest-Posttest Non Equivalen Control Group Desain”, dengan sampel populasi sebanyak 25 siswa dari kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Negeri (12) Majalengka. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Proses belajar Fiqih peserta didik yang diajarkan  dengan menggunakan model pembelajaran blended learning dan yang tidak diajar dengan model pembelajaran blended learning terdapat perbedaan yang cukup signifikan. (2) Proses belajar Fiqih pada peserta didik yang tidak diajar dengan model pembelajaran blended learning berada pada kategorisasi sedang. Sementara proses belajar Fiqih pada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran blended learning berada pada kategorisasi tinggi. (3) Pembelajaran blended learning berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa kelas VII. Hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor pada kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 26,44%, sedangkan kelas control sebesar 19,84%.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inquiry Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Keterampilan Berpikir Dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas VII Di SMPN Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu Lilah Kholilah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4220

Abstract

This study aims to provide proof of the description of the implementation of the inquiry learning model in Islamic learning at the Junior High School of Sindang, Indramayu Regency, to the skills of learning thinking and independence. This study uses a quasy-experimental method with the type of non equivalent post-test only control group design research design. Data collection techniques used questionnaire distribution techniques to 59 respondents consisting of 30 respondents in the experimental class and 29 respondents in the control class.The statistical analysis used was the independent t-test analysis. Based on the results of linear regression analysis, it was concluded that: The application of the inquiry learning model in Islamic learning was good. This can be seen from the average response of respondents in the experimental class) in the good category of 77.98%. 2) There is a difference in the average score of students' thinking skills with a value of t. positive count of 4.162, sig value. (2-tailed) of 0,000, and the mean difference of 5.552. 3) There are differences in the average score of learning independence with the value of t. positive count of 3.922, sig value. (2-tailed) of 0,000 and the mean difference of 6,268.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pembuktian tentang gambaran penerapan model pembelajaran inquiry pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII di junior high school Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu, terhadap keterampilan berfikir dan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan jenis desain penelitian non equivalent post-test only control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran angket kepada 59 responden terdiri atas 30 responden di kelas eksperimen dan 29 responden di kelas kontrol.Analisis statistik yang digunakan adalah analisis independent t-test. Berdasarkan hasil analisis regresi linear, disimpulkan bahwa: Penerapan model pembelajaran inquiry dalam pembelajaran PAI adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata jawaban responden di kelas eksperimen)  dalam kategori baik sebesar 77,98%. 2) Terdapat perbedaan rata-rata skor keterampilan berpikir peserta didik dengan nilai t. hitung positif sebesar 4,162, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000, dan mean difference sebesar 5,552. 3) Terdapat perbedaan rata-rata skor  kemandirian belajar  dengan nilai t. hitung positif sebesar 3,922, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dan mean difference sebesar 6,268
Pembelajaran Model Inquiry Training Berbantu Metode Debat Untuk Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas XI SMA Negeri 7 Cirebon Salamah Fauziyah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4288

Abstract

This research is backed by a low level of students ' ability. This is evidenced by the students still experiencing difficulties in revealing ideas/ideas, the ability to ask is still low, and students have difficulty in solving learning problems. The purpose of this research is 1) to know how much of the study training model is assisted by the debate method in improving the ability to argue, 2) to know how to learn a large model learning inquiry training method Debate in improving student learning outcomes, 3) to know how to learn about the learning model of inquiry training assisted by debate in improving the ability to argue and student learning outcomes. The method used is the Quasy method of experimentation. Simple random sampling can be sampled in 2 classes, each of which amounted to 25 students for the experimental class and 25 students for the control class. The research instruments used are the task and of argument skills, multiple choice tests for learning outcomes, teacher activity observation sheets. The data analysis techniques used are test normality, homogeneity test and hypothesis testing. Based on the results of the T-test data analysis in pairs and the results of the hypothesized test analysis showed that the application of the model inquiry Islam in the class of XI SMA Negeri 7 Cirebon.. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan beragumentasi siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide/gagasan, kemampuan bertanya masih rendah, dan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui seberapa besar pembelajaran model inquiry training berbantu metode debat dalam meningkatkan kemampuan berargumentasi, 2) untuk mengetahui sebarapa besar pembelajaran model inquiry training berbantu metode debat dalam meningkatkan hasil belajar siswa, 3) untuk mengetahui sebarapa besar pembelajaran model inquiry training berbantu metode debat dalam meningkatkan kemampuan berargumentasi dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode quasy eksperimen. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling di dapat 2 kelas yang masing masing berjumlah 25 siswa untuk kelas eksperimen dan 25 siswa untuk kelas kontrol. Instrument penelitian yang digunakan adalah task dan rubric kemampuan berargumentasi, tes pilihan ganda untuk hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data uji t berpasangan dan Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan penerapan model inquiry training berbantu metode debat dapat meningkatkan kemampuan berargumentasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI SMA Negeri 7 Cirebon.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI LEADERSHIP GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA ISLAMI DI SMP NEGERI 2 GEGESIK KABUPATEN CIREBON Nunung Nuraenih
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v5i1.4296

Abstract

Residents of Gegesik 2 Public Middle School are all Muslim, the results of observations of students' daily behavior have not shown Islamic culture. In general, PAI teachers in Gegesik 2 Public Middle School in Cirebon Regency have fulfilled the requirements as PAI teachers who have leadership competencies. The establishment of an Islamic culture driven by PAI teachers with their leadership competencies was hit by several obstacles. Internal barriers include the absence of a perception of the concept of Islamic culture. While the external obstacles came from parents, who held that Gegesik 2 Public Middle School was a public school so there was no need to "imitate" schools that were characterized by Islam. However, these obstacles can be overcome through approaches and giving understanding. The Islamic culture developed in Gegesik 2 Public Middle School is an implementation of Islamic Shari'a that is taught in class, that is through habituation programs that are implemented in a planned manner. There are two forms of Islamic culture, namely behavioral and physical. The forms of behavior include the midnight prayer in congregation, reciting the Koran, 3 S (smile, greetings and greetings), duhuha prayer, jamiyyah, istighotsah and pilgrimage. While the physical forms include the existence of mushalla buildings, calligraphy. This aims to remind school members of the importance of implementing Islamic teachings in lifeKeywords: Leadership competency, Islamic culture Abstrak . .Warga  SMP Negeri 2 Gegesik seluruhnya beragama Islam, hasil pengamatan terhadap perilaku keseharian siswa ternyata belum menunjukkan budaya Islami. .Secara umum, guru PAI di SMP Negeri 2 Gegesik Kabupaten Cirebon telah memenuhi syarat sebagai guru PAI yang memiliki kompetensi leadership. Pembentukan budaya Islami yang digerakkan oleh guru PAI dengan kompetensi leadership-nya terbentur beberapa kendala. Hambatan intern diantaranya belum adanya satu persepsi tentang konsep budaya Islam. Sedangkan hambatan dari luar, datang dari para orang tua, yang berpandangan bahwa SMP Negeri 2 Gegesik merupakan sekolah umum sehingga tidak perlu “meniru” sekolah yang bercirikan Islam. Namun kendala tersebut dapat diatasi melalui pendekatan dan pemberian pemahaman. Budaya Islami yang dikembangkan di SMP Negeri 2 Gegesik merupakan implementasi dari syariat Islam yang diajarkan di kelas, yaitu melalui program pembiasaan yang diterapkan secara terencana. Terdapat dua bentuk budaya islami, yaitu perilaku dan fisik. Bentuk perilaku diantaranya adalah shalat dzuhur berjamaah, membaca alquran, 3 S (senyum, salam dan sapa), shalat dluha, jamiyyah, istighotsah dan ziarah. Sedangkan bentuk fisik diantaranya adalah adanya bangunan mushalla, kaligrafi. Hal ini betujuan untuk mengingatkan warga sekolah tentang pentingnya melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan.Kata Kunci : Kompetensi leadership,  Budaya Islami

Page 5 of 14 | Total Record : 136