cover
Contact Name
Achmad Zuhri
Contact Email
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Phone
+6285641604468
Journal Mail Official
achmadzuhri@uinssc.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan Sunyaragi By Pass Cirebon 45132 Telp. 0231 8491641, 0231 481264 ext. 133 Fax: 8491641
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : https://doi.org/10.24235/oasis.v9i2
Core Subject :
OASIS: Jurnal Ilmiah Kajian Islam is published by the postgraduate program of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Its presence is intended as a forum for the actualization of scholarly works by academics and practitioners, with a focus on studies related to teaching methods and techniques, Islamic education curriculum, learning media, Islamic education policies, Islamic education management, Islamic educational psychology, and the thoughts of Islamic education figures.
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Model Jamaah Tabligh (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-Madani Purwasari Garawangi Kuningan) Yayan Sopyan
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4375

Abstract

The reality of students who have distinctive characteristics with other pesantren in Kuningan, from the way of dress and programs owned by Pesantren Al-Madani, with the model approach of worshippers Tabligh. This research aims to reveal theoretically and empirically the process of planting religious values of the model of pilgrims Tabligh, and how success and what are the supporting factors and the termination. This type of research is a field study with a qualitative descriptive analysis approach. Data collection Techniques: observation, interviews, documentation, and triangulation. The data analysis is done comprehensively conducted since the beginning of research and during the research process until the end of the conclusion. In conclusion: Internalization of religious values Tabligh model is done through the six basic principles: realizing the shahadatain, prayer with solemnity and Khudu, science and dhikr, glorify fellow Muslims, correcting intentions, and Khuruj fi Sabilillah. Then the success found in instilling the religious values of the model of worshippers Tabligh. The supporting factors, including Streangths are; The existence of Pesantren, an Islamic environment, Kyai leadership style, classical and modern methods. Chances There is a form of support and recognition from the government, Islamic educational institutions that open themselves to all circles. The inhibitory factor includes its weakness; The double role that Kyai has, the lack of awareness to apply what has been learned in the hut, facility facilities, infrastructure that still lacks support. Challenge Cultural influences and the flow of information globally as well as the background of the different students.Realita santri yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan pesantren lain yang ada di Kabupaten Kuningan, dari mulai cara berpakaian dan program yang dimiliki Pondok Pesantren Al-Madani, dengan menggunakan pendekatan model jamaah tabligh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara teoritis dan empiris proses penanaman nilai-nilai agama model jamaah tabligh yang dilakukan Kiai di Pondok Pesantren Al-Madani, dan bagaimana keberhasilannya serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis  penelitian ini merupakan penelitian lapangan field research dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Adapun  analisis data dilakukan secara komprehensif dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian sampai kepada akhir kesimpulan. Kesimpulan penelitian: Pertama, internalisasi nilai-nilai agama model jamaah tabligh dilakukan melalui enam prinsip dasar yaitu, merealisasikan kalimah tayyibah/syahadatain, shalat dengan khusu dan khudu, ilmu dan dzikir, memuliakan sesama muslim, mengoreksi niat/ikhlas, dan khuruj fi sabilillah. Kedua, keberhasilan ditemukan dalam menanamkan nilai-nilai agama model jamaah tabligh di pondok pesantren Al-Madani. Ketiga, faktor pendukungnya, meliputi Streangths adalah; eksistensi Pondok Pesantren Al-Madani, lingkungan pondok pesantren yang Islami,  gaya kepemimpinan Kyai, metode yang klasik dan modern. Adapun Peluangnya; Adanya bentuk dukungan dan pengakuan dari pemerintahan, lembaga pendidikan Islam yang membuka diri untuk seluruh kalangan. Faktor penghambat meliputi kelemahanya adalah; peran ganda yang dimiliki Kyai, kurangnya kesadaran santri untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajari di pondok, fasilitas sarana, prasarana dan lainnya yang masih kurang mendukung. Tantanganya; pengaruh budaya dan arus informasi yang global serta latar belakang keberagamaan santri yang berbeda.
Manajemen Bimbingan Konseling dalam Menangani Kenakalan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Mafatihul Huda Cirebon Asep Kurniawan
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4493

Abstract

Problematic and naughty students can almost be found in every school, especially the development of children who tend to want to try something new.  This is a trigger factor for student delinquency.Handling students’ delinquency is the task of the guidance and counseling teacher.Therefore, madrasa must have its management to deal with students’ problems. The purpose of the study was to reveal in depth the management of guidance and counseling in dealing with MTs Mafatihul Huda students’ delinquency.This is a case studies-qualitative research.The results of the study revealed that student delinquency were ditching, smoking, riding truck. The causes were family, environment and peers. This situation was responded to by MTs Mafatihul Huda through management of counseling and guidance. The stages were planning, organizing, implementing and evaluating. This is not in accordance with its implementation, however, because it was not strict in handling students’ delinquency. In addition, guidance and counseling teachers did not intensively overcome students’ delinquency.
Implementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam UFN Marinih
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.4525

Abstract

This study aims to determine the learning process of Islamic subject by using a problem based learning model, knowing the problem solving abilities and learning outcomes of 6th grade students in Cirebon City Kebon Baru IV Elementary School in Islamic subject learning through a problem based learning model, and to determine improvement in problem solving skills and learning outcomes. This study uses research quasy experiments methods. The sample used was class State Elementary 6th School Kebon Baru IV as an experimental class amounting to 34 students on grade in State Elementary School Kebon Baru VII as a control class totaling 34 students. The instruments used were observation, tests, field notes, and documentation methods. The results of the study after the application of the problem based learning model showed that the average post-test value of students' problem solving abilities in the experimental class was 78.8235 and controls 51.9118. The results of the hypothesis test indicate that there is a difference in the increase in problem solving abilities, namely the experimental class gets a higher value than the control class. While student learning outcomes in Islamic subject lessons after the application of the problem based learning model in the experimental class experienced a significant increase. The calculation of Islamic subject learning outcomes before the application of the problem based learning model had an average of 10.1471 after the application of the problem based learning model had an increase in the average Islamic subject learning outcomes of 18,2059.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam  dengan mempergunakan model problem  based learning, mengetahui kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa kelas 6 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebon Baru IV Kota Cirebon dalam pembelajaran PAI melalui model problem  based learning, dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen. Sampel yang digunakan adalah kelas 6 SDN Kebon Baru IV sebagai kelas eksperimen berjumlah 34 siswa, dan kelas 6 SDN Kebon Baru VII sebagai kelas kontrol berjumlah 34 siswa. Instrumen yang digunakan berupa metode observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian setelah penerapan model  problem  based learning menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen adalah 78,8235 dan kontrol 51,9118. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah, yaitu kelas eksperimen mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sedangkan hasil belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah penerapan model problem  based learning di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Perhitungan hasil belajar PAI sebelum penerapan model problem  based learning memiliki rata-rata 10,1471 setelah penerapan model problem  based learning mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar Pendidikan Agama Islam yaitu 18,2059.
Aspirasi Perempuan Pedesaan Terhadap Pendidikan Islam (Studi Kasus Di Desa Harjawinangun Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal) Ikbal Faizal
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i1.4601

Abstract

Rural women are a community unit that has certain characteristics and uniqueness, especially when associated with geographic and psychological conditions in the countryside. Therefore, it becomes interesting and has its own value to study. This study aims to reveal the educational background of rural women, what factors influence the existence of rural women and how the aspirations of rural women towards Islamic education. This type of research is a field research using a qualitative descriptive analysis approach. The techniques used for collecting data are observation, interviews, and documentation, and triangulation. Data analysis was carried out comprehensively from the beginning of the study and during the research process to the conclusion. Research conclusion: In accordance with the background of the status of the research subjekts (Housewives, Teachers, Village Devices, Organizational and Student Administrators) In general, these life backgrounds influence the views of their aspirations towards Islamic education. Factors that influence the aspirations of rural women towards Islamic education include the still crisis of awareness in studying, lack of public awareness of education, limited costs, environment and insufficient income for parents. The aspirations of women towards Islamic education in Harjawinangun Village are quite high, especially those who believe that human demands are not only intellectually intelligent but must have good morals.Perempuan pedesaan merupakan satu kesatuan masyarakat yang memiliki ciri khas dan keunikan tertentu apalagi jika dikaitkan dengan geogerafis dan psikologis tertentu dalam hal ini di pedesaan. Karenanya menjadi menarik dan nilai tersendiri untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan latar belakang pendidikan perempuan pedesaan, faktor apa saja yang mempengaruhi keberadaan perempuan pedesaan dan bagaimana aspirasi perempuan pedesaan terhadap pendidikan islam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan field research dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan triangulasi. Adapun  analisis data dilakukan secara komprehensif dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian sampai kepada akhir kesimpulan. Kesimpulan penelitian: Sesuai dengan latar belakang status subjek penelitian (Ibu rumah tangga, Guru, Perangkat Desa, Pengurus Organisasi dan Pelajar) Secara umum, latar belakang hidup tersebut mempengaruhi pandangan aspirasinya terhadap pendidikan Islam. Faktor yang mempengaruhi aspirasi perempuan pedesaan terhadap pendidikan Islam antara lain masih krisisnya kesadaran menuntut ilmu, minimnya kepedulian masyarakat pada pendidikan, keterbatasan biaya, lingkungan dan penghasilan orang tua yang tidak mencukupi. Aspirasi perempuan terhadap pendidikan Islam di Desa Harjawinangun cukup tinggi terlebih ada yang berpandangan bahwa Tuntutan kedepan manusia tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi harus memiliki akhlak (afektif) yang baik.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH DI MTS HIDAYATUS SHIBYAN KABUPATEN CIREBON TAHUN AJARAN 2018-2019 Didi Akhmadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v5i1.4813

Abstract

AbstractThe role of principle or leadership in madrasah is a very important element in the implementation of Madrasah-Based Management in the form of stages that must be taken in achieving the goals of Lil Alamin Rahmatan Islamic Education, so that it can be said that the curriculum is a major component of Islamic education, which is organized and presented scientifically and psychologically for educational goals at the level of Madrasah Tsanawiyah or Junior High School to foster a sense of tolerance, mutual respect, mutual trust, and mutual need. This study aims to obtain data on Madrasah Based Management, the principle of Madrasah Leadership, the relevance of the curriculum of the MTs Hidayatus Shibyan Cirebon Regency academic year 2018 - 2019. This research was conducted using field studies. Data collection is done by observation, interviews, and documentation to get information about the problem under study. While the data analysis is conducted to provide a description and draw conclusions from it. Based on the above analysis, it can be concluded that the results of the study show that the role of Madrasah principle Leadership in implementating Madrasah-Based Management at MTs Hidayatus Shibyan Cirebon is through process of discussion, modeling, and habituation.  Kepemimpinan Kepala Madrasah merupakan unsur yang sangat penting dalam pelaksanaan Manajemen Berbasis Madrasah yang berupa tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam mencapai tujuan Pendidikan Islam Rahmatan Lil Alamin, sehingga dapat dikatakan bahwa kurikulum menjadi komponen pokok pendidikan Islam, yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan pada tingkat Madrasah Tsanawiyah atau Sekolah Menengah Pertama untuk menumbuhkan rasa toleransi, saling menghargai, saling percaya, dan saling membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang Manajemen Berbasis Madrasah, Kepemimpinan Kepala Madrasah, relevansi kurikulum MTs Hidayatus Shibyan Kabupaten Cirebon tahun ajaran 2018 - 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti. Sedangkan analisis data dilakukan untuk memberikan uraian secara deskriptif dan menarik kesimpulan dari uraian tersebut.Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian menunjukkan peran Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Manajemen Berbasis Madrasah di MTs Hidayatus Shibyan Kabupaten Cirebon yaitu pada proses diskusi, modeling, dan pembiasaan.  
HUBUNGAN PENDIDIKAN KEDISIPLINAN DAN RELIGIOSITAS DENGAN PERILAKU AGRESIF SISWA Muhammad Azis Husnarrijal
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v5i2.4985

Abstract

The aggressive behavior of students in school becomes an issue that needs solution to overcome this. Several institutions implement discipline through religious activities that are hoped to increase student religiosity and lead to solving the problem of student aggressiveness. The purpose of this study is to determine the effect of the application of discipline and student religiosity on students' aggressive behavior in the Al-Ishlah Educational Environment for the 2018/2019 Academic Year. This type of research is quantitative with the research method. The results of this study indicate the influence of the implementation of discipline throughout series of religious activities and student religiosity on students' aggressive behavior.Perilaku agresif  siswa di sekolah menjadi persoalan yang penanganan bersama untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa lembaga menerapkan kedisplinan melalui kegiatan keagamaan yang diharapakan dapat meningkatkan religiousitas siswa dan  mengarah pada penyelesaian persoalan agresifitas siswa.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan kedisplinan siswa dan religiositas siswa terhadap perilaku agresif siswa di Lingkungan Pendidikan Al-Ishlah Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan  metode survei. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan pendidikan kedisiplinan melalui serangkain kegiatan keagamaan dan religiositas siswa terhadap perilaku agresif siswa.  
Faktor Penentu Perilaku Keagamaan Siswa: Dampak Penggunaan Media Sosial Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Mely Mentari
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.5048

Abstract

Technology has developed rapidly which is able to influence various fields including education. Changes in student behavior now depend not only on education at home, but have a significant impact outside the home. One of them is through social media which is now increasingly easy to access even for teenagers. Then the existence of religious education as a control so that students can behave not deviate. This study aims to examine the factors that influence the religious behavior of students, especially in terms of the use of social media and Islamic education. The survey was conducted to all students in grades 7.8, and 9 at Azzahra Middle School in Cirebon District with a sample size of 106. Data were collected through questionnaires and the results of structured observations and interviews with students in grades 7, 8 and 9. The methods used in this study using the Structural Equation Model (SEM) - Partial Least Square (PLS) with the help of SmartPLS 3.0. The results of this study indicate that the use of social media has a significant effect on students' religious behavior. the more social media used for positive interests such as sharing positive news will increase students' religious behavior. While Islamic religious education has a significant influence on students' religious behavior. The religious behavior of students at Azzahra Middle School proved to be getting better along with the application of good Islamic Religious Education. This is because the Azzahra school implements Islamic religious education learning every day in the form of morning greetings which consist of reading the Qur'an, memorizing Arabic and EnglishTeknologi saat ini telah berkembang pesat yang mampu mempengaruhi berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Perubahan Perilaku siswa kini tidak hanya bergantung pada pendidikan di rumah, tetapi memiliki dampak yang signifikan di luar rumah. Salah satunya adalah melalui media sosial yang kini semakin mudah untuk diakses bahkan untuk remaja. Maka adanya Pendidikan agama sebagai control agar siswa dapat berperilaku tidak menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor yang berpengaruh terhadap perilaku keagamaan siswa khususnya ditinjau dari penggunaan media sosial dan pendidkan agama islam. Survey dilakukan kepada seluruh siswa kelas 7,8, dan 9 di SMP Azzahra di Kabupaten Cirebon dengan jumlah sample 106. Data dikumpulkan melalui penyebaran Kuesioner serta hasil observasi dan wawancara terstruktur kepada siswa kelas 7, 8, dan 9.  Penelitian ini di analisisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) – Partial Least Square (PLS) dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku keagamaan siswa. semakin media sosial digunakan untuk kepentingna positif seperti membagikan berita positif akan meningkatkan perilaku keagamaan siswa. Sementara pendidikan agama islam memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keagamaan siswa. Perilaku keagamaan siswa di SMP Azzahra terbukti semakin baik seiring dengan penerapan Pendidikan Agama Islam yang baik. Hal ini dikarenakan sekolah Azzahra menerapkan pembelajaran pendidikan agama islam setiap hari yaitu dalam bentuk kegiatan sapa pagi yang didalamnya terdiri dari kegiatan membaca Al-Qur’an, menghafal bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
MANAJEMEN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI MTs SALAFIYAH KOTA CIREBON Fatimah Az Zahro
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v5i1.5197

Abstract

This research aims to: (1) Describe the human resources involvement management in MTs Salafiyah, (2) Explain the supporting factors and inhibiting factors in human resources utilization management in improving the effectiveness of organizing education in MTs Salafiyah, and (3) Prove MTs Salafiyah’s efforts to overcome the inhibiting factors in involving human resources in improving the effectiveness of organizing education. This research is a qualitative evaluative research. Data collection used interview, observation, and documentation. The subjects are the madrasah principal, educators, and educational staff in MTs Salafiyah. The technique of data analysis used Miles and Huberman model consisting of data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed the human resources involvement management by the principal was generally good in increasing the effectiveness of organizing education. But in some aspects there must be improved. The results can be concluded that: (1) involving educators and education staff in each planned program is good but in the process such as in human resource planning, it does not involve needs analysis, in selection process there is not skill and ability test, and there is no evaluation, (2) Loyalty and solidarity of the eductor and educational person are the supporting factors in MTs Salafiyah including from non-certified honorary educators, and (3) the madrasah principal’sefforts in handling financial problem is conducted through openness in communication and  including the involvement of honorary educators also conducted through openess by providing support and motivation to participate in competency development. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan manajemen pendayagunaan sumber daya manusia di MTs Salafiyah, (2) Menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen pendayagunaan sumber daya manusia dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di MTs Salafiyah, dan (3) Membuktikan upaya MTs Salafiyah menanggulangi faktor penghambat dalam mendayagunakan sumber daya manusia dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu kepala madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan di MTs Salafiyah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara umum manajemen pendayagunaan sumber daya manusia yang dilakukan oleh kepala madrasah sudah baik dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Namun untuk beberapa hal ada yang harus diperbaiki. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dalam setiap program yang terencana sudah baik namun pada prosesnya, perencanaan sumber daya manusia belum melibatkan analisis kebutuhan, seleksi tidak menguji kemampuan, tidak ada pembagian tugas pokok secara tertulis, dan evaluasi yang belum maksimal untuk beberapa bidang, (2) faktor pendukung dalam manajemen pendayagunaan sumber daya manusia di MTs Salafiyah adalah loyalitas dan kekompakan pendidik dan tenaga kependidikan sedangkan faktor penghambatnya adalah dana dan keterampilan pendidik berstatus honorer non-sertifikasi, dan (3) upaya dari kepala madrasah dalam menangani dana adalah komunikasi dan keterbukaan tentang kondisi keuangan dan upaya kepala madrasah dalam menangani keterampilan pendidik berstatus honorer non-sertifikasi adalah dukungan dan motivasi untuk selalu ikut serta dalam kegiatan pengembangan kompetensi.
Konsep Pendidikan Untuk Perempuan Perspektif Nyai Hj. Masriyah Amva Atiq Nur Dianti
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.5211

Abstract

One figure of a well-known female cleric in Cirebon is Nyai Hj. Masriyah Amva. He is a female ulama figure who is different from the others, Nyai Hj. Masriyah Amva became the caretaker of Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School in Babakan Village, Ciwaringin Cirebon, where she became the leader of more than 1,000 male and female santri. The author presents this paper in the form of a qualitative approach, with qualitative descriptive methods, collection techniques using interview and observation methods, which are then analyzed by interactive analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. This study aims to illustrate the Concept of Education for Perpective Women Nyai Hj. Masriyah Amva at Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School. According to him, education for women consists of material elements, immaterial elements and character elements. The material element is education that equips students with various sciences according to their respective levels, while the immaterial element is that women are able to present and involve the Creator in all their life processes, according to Nyai Hj. Masriyah Amva, that is, women must be educated in such a way as to form a woman who is persistent, independent, has a personality, is pious and tough with hard prayers, hard efforts and always has positive thoughts.Salah satu sosok ulama perempuan yang sangat dikenal di Cirebon adalah Nyai Hj. Masriyah Amva. Beliau adalah sosok ulama perempuan yang berbeda dengan lainnya, Nyai Hj. Masriyah Amva menjadi pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy di Desa Babakan, Ciwaringin Cirebon, beliau menjadi pemimpin lebih dari 1.000 santri laki-laki dan perempuan. Penulis menyajikan tulisan ini dalam bentuk pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan menggunakan metode wawancara dan observasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Konsep Pendidikan untuk Perempuan Perpektif Nyai Hj. Masriyah Amva di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy. Menurutya pendidikan untuk perempuan adanya unsur material, unsur imaterial dan unsur karakter. Unsur material adalah pendidikan yang membekali santrinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai jenjangnya masing-masing, sedangkan unsur Imaterial adalah para perempuan mampu menghadirkan dan melibatkan Sang Pencipta dalam semua proses kehidupannya, unsur karakter menurut Nyai Hj. Masriyah Amva yaitu perempuan harus dididik sedemikian rupa hingga terbentuklah sosok perempuan yang gigih, mandiri, berkepribadian, bertaqwa dan tangguh dengan do`a keras, usaha keras dan selalu berfikiran positif.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGETAHUAN (KNOWLEDGE MANAGEMENT) DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 BREBES Muhammad Misbakhuddin
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v5i1.5345

Abstract

AbstractQualified teachers must carry out their functions in teaching. Government efforts to improve the quality and performance of teachers have been carried out in the form of a certification program by implementing the Teacher Professional Education Program (PPG) that has continued to date. However, improvement in the quality of teacher knowledge still needs to be improved, paying attention to these problems requires efforts to improve teacher performance through breakthrough thinking or non-traditional approaches. Knowledge Management (MP) provides an alternative to improving the quality of teachers by increasing their knowledge through cycles or stages of MP. This study discusses the Knowledge Management Cycle (Discovering, Capturing, Sharing and Application), the obstacles encountered and the solution to the application of knowledge management in Madrasah Tsanawiyah, the State of Resilience, Brebes. This research approach uses a qualitative approach with a single case study design, the research location is in MTs Negeri 1 Brebes. Data collection is carried out by holding (1) in-depth interviews, (2) Focus Group interviewing, (3) Observation, (4) Study of documents. Information extracted was related to MP, Framework, MP Dimensions, MP Strategy and School Culture. The findings obtained include: (1) MP is an effective learning process for teachers through the activities of acquiring, storing, sharing and utilizing knowledge in explicit form by utilizing technology and cultural environment to build school knowledge or memory. (2) the MP cycle is made simpler tailored to the conditions of the school which includes the stages of acquiring, storing, sharing and utilizing knowledge, (3) Supporting aspects. Guru berkualitas dalam menjalankan fungsi utamanya melakukan pembelajaran merupakan factor penting dalam keberhasilan pendidikan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kinerja guru telah dilaksanakan dalam bentuk program sertifikasi dengan cara melaksanakan Program Pendidikan Profesi Guru(PPG) yang berlangsung sampai sekarang ini. Namun peningkatan mutu keilmuan guru masih perlu ada peningkatan, memperhatikan masalah tersebut perlu upaya untuk meningkatkan kinerja guru melalui pemikiran terobosan atau pendekatan non-tradisional. Manajemen Pengetahuan (MP) memberikan alternative peningkatan kualitas guru dengan meningkatkan pengetahuan mereka melalui siklus atau tahapan MP. Penelitian ini membahas tentang Siklus Manajemen Pengetahuan (Discovering, Capturing, Sharing dan Aplicating), kendala atau kelemahan yang dihadapi dan solusi penerapan Manajemen pengetahuan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Ketanggungan Brebes. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal, lokasi penelitian berada di Manajemen pengetahuan di Madrasah TsanawiyahNegeri 1 Brebes. pengumpulan data dilaksanakan dengan mengadakan (1) wawancara mendalam, (2) Focus Group interviewing, (3) Observasi, (4) Studi dokumen. Informasi yang digali yaiti tentang MP, Kerangka kerja, Dimensi MP, Strategi MP dan Budaya Sekolah. Temuan yang diperoleh sebagai hasil penelitian ini meliputi (1) MP merupakan proses pembelajaran yang efektif bagi para guru melalui kegiatan memperoleh, menyimpan, berbagi dan memanfaatkan pengetahuan baik dalam bentuk laten atau eksplisit dengan memanfaatkan teknologi dan lingkungan budaya untuk membangun pengetahuan atau memori sekolah. (2) siklus MP dibuat lebih sederhana disesuaikan dengan kondisi sekolah yang meliputi tahapan memperoleh, menyimpan, berbagi dan memanfaatkan pengetahuan, (3) Aspek pendukung.

Page 6 of 14 | Total Record : 136