cover
Contact Name
Fitri Yanti
Contact Email
jurnalabdimawa@gmail.com
Phone
+6285342733542
Journal Mail Official
fitrililiyanti@umw.ac.id
Editorial Address
Jalan Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
ISSN : 30483569     EISSN : 30483569     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883/
Core Subject :
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan adalah publikasi ilmiah pengabdian masyarakat yang menerima tulisan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, gizi, serta kesehatan reproduksi) berupa karya ilmiah pengabdian masyarakat dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya periode 2 kali setahun (Maret dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Pengetahuan Ibu tentang Stunting di Desa Tabanggele Kecamatan  Anggalomoare Kabupaten Konawe Putri Puspita Sari; Titi Saparina L; Rahmawati L; Noviati L; Ari Tjahyadi Raifuddin; Abdul Rahim Sya’ban; Mila Sya’ban; Agustriani Sya’ban; Fifin Dwi Elian Elian
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/grqtnr39

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada masa pertumbuhan dan perkembangan akibat dari kuranngaya gizi kronik dan infeksi berulang. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, kondisi soisal ekonomi, gizi ibu saat hamil, kurangnya asupan gizi pada bayi ataupun karena infeksi bakteri/virus pada bayi. Kondisi ini menyebabkan balita akan mengalami penghambatan pertumbuhan fisik dan kognitif yang berakibat pada bentuk fisik tubuh dan pola pikir anak dalam penyelesaian masalah. Kejadian gizi buruk dan gizi kurang kini menjadi masalah baru yang hadir dimasyarakat. Upaya penanganan gizi buruk pada balita dan anak telah banyak dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia, mengingat tingginya kasus gizi buruk yang dilaporkan. Berdasarakan data RISKESDAS tahun 2007 sampai dengan 2013 terjadi peningkatan data gizi buruk (0,31%) dan gizi kurang (0,96%) di Indonesia. Hingga tahun 2022 masih terdapat 27,7% angka kejadian stunting di Sulawesi tenggara. Hal ini perlu mendapatkan perhatian untuk menekan prevalensi stunting yang sejalan dengan Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Kasus stunting juga erat kaitanya dengan kecacinganan. Kejadian cacingan berulang pada anak dapat menyebabkan malnutrisi. Stunting dapat menyebabkan cacingan karena merupakan salah satu faktor resiko kecacinganan
Pengadaan Tempat Sampah Sebagai Wujud Implementasi Pemilahan Sampah di Desa Puusangi Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Ainun Anugrah Lestari; Yolanda Inggit Pratiwi; Winda Sri Wulan; Sutria Ningsih; Nurmitha Wangi; Laode Fadar Wangi; Hasnatang Aulia; Fiki Aulia; Erika Natasya; Cici Natasya; Ani Sahrani; Artha Yuni Citra; Wa Ode Nova Noviayanti; Azlimin Lestari; Yulia Citra
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/c6asck96

Abstract

Kurangnnya penyediaan tempat sampah di Desa Puusangi menjadi salah satu permasalahan yang telah terjadi sehingga perlu diadakan evaluasi pencegahan akan permasalahan yang terjadi agar tidak menimbulkan penyakit yang nantinya membuat masyarakat sakit. Adapun tujuan intervensi ini untuk mengetahui terkait permasalahan pencemaran lingkungan yang terdapat di Desa Puusangi Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe. Beberapa tempat tersebut yaitu di Balai Desa, Masjid, Kediaman Kepala Desa dan salah satu rumah warga yang ada di Desa Puusangi. Karena adanya permasalahan tersebut maka solusi yang tepat yaitu dengan diadakannya Pengadaan Tempat Sampah Sebagai Wujud Implementasi Pemilihan Sampah di Desa Puusangi. Metode yang dilakukan adalah dengan penyerahan secara langsung tempat sampah kepada kepala desa, Ketua Remaja Mesjid dan Salah satu warga yang nantinya tempat sampah tersebut difungsikan dengan baik. Dalam pengabdian dijabarkan mengenai bagaimana fungsi tempat sampah tersebut bagi masyarakat desa sehingga dengan adanya upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnnya kebersihan lingkungan dan paham dengan konsep pemilihan sampah organik dan non – organik. Kegiatan ini diterima baik dan antusias oleh masyarakat, karena dinilai sebagai suatu upaya untuk meningkatkann kerbersihan lingkungan di Desa Puusangi. Dengan demikian kegiatan ini cukup efektif dilakukan untuk mengatasi timbunan sampah yang berserakan sehingga Desa Puusangi dapat menjadi desa yang bersih dan sehat.
Edukasi Masyarakat tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Puusawah Jaya Harsina; Sirma Dewi; Isabelita Sultan; Agil Saputra; Niar Saparina; Titi Saparina; Leniati Ali; Sri Mulyani; Erwin Jayadipradja Azizi; Noviati; Ulfiana Dewi
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/b7s9er66

Abstract

Demam berdarah dengue atau yang dikenal dengan DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit demam berdarah sangat rentan terjadi pada kondisi pemukiman yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan penerapan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara pencegahan penyakit DBD. Penyuluhan dilakukan secara tatap muka selama  60 menit. Metode  yang dilakukan adalah  pendekatan sosialisasi melalui edukasi kepada  masyarakat. Sebelum dan sesudah penyuluhan, dilakukan pretest dan posttest menggunakan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Desa Puusawah Jaya. Hasilnya pengetahuan masyarakat mengenai  DBD dan cara pencegahannya  (dari 63,6%  menjadi  91% ), sikap masyarakat terhadap DBD  ( dari 69,7% menjadi  87,9% ),dan perilaku masyarakat terhadap DBD (dari 69,7% menjadi 91%). Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat tentang DBD  dan pencegahannya
Penanganan Sampah Organik dengan Biokomposter dan Bak Sampah di Desa Lakomea Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Putri Gina Amaliya; As Samii Ramadhani; Theresia Anastasia Abat S. F; Waode Siti Nurhalizah; Nur Amalia Muna; Aswar Hidayat; Ian Eka Faradita; Risda Yanti; Putri Ferdayanti; LM. Ikhwan Anami S; Andi Mauliyana; Laode Muhammad Ikhsan; Sitti Marya Ulva; Hartian Amaliya; Sintya Waturu
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/rckjvd64

Abstract

Sampah rumah tangga adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan, 70% dari produk sampah rumah tangga adalah sampah organik yang masi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk baik cair maupun padat, jika diolah lebih lanjut. Rumah tangga sebagai produsen sampah, sepatutnya bertanggung jawab terhadap sampah yang diproduksi Penanganan sampah yang baik dimulai dari sumber sampah itu sendiri, sumber sampah rumah tangga di kelolah oleah anggota rumah tangga sebagai bentuk tanggung jawab anggota rumah tangga terhadap sampahnya. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan Mengedukasi masyarakat cara mengelolah sampah organik menjadi POC (Pupuk Organik Cair) dengan Biokomposter dan Bak Sampah. Program ini diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat serta demontrasi dan pendampingan kepada masyarakat partisipan masing masing 10 KK setiap Dusun di 1 Desa selama 2 Minggu. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota rumah tangga partisipan telah mengelelola sampahnya dengan baik, menghasilkan POC dan padat tetapi belum diaplikasikan pada tanaman, meningkatnya semangat dari masyarakat untuk didampingi dalam pembuatan komposter ember tumpuk.
Edukasi Pembuatan Komposter Two In One dengan Memanfaatkan Sampah Dapur Masyarakat di Wilayah Pesisir Fitri Yanti; Sri Mulyani; Sitti Marya Ulva
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/dvp45623

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah rusaknya lingkungan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Tidak adanya TPS dan tingginya persentase masyarakat yang tidak memilah sampahnya menjadi masalah yang melatarbelakangi tim pengabdian melakukan pelatihan pembuatan kompos di Desa Nii Tanasa. Tujuan pelatihan ini, agar masyarakat bisa melakukan pengolahan sampah organik secara mandiri. Metode pengabdian dengan melakukan edukasi pembuatan komposter Two in One. Subyek pengabdian adalah ibu rumah tangga sebanyak 15 masyarakat khususnya ibu-ibu PKK Desa Nii Tanasa. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Mei 2024, di Desa Nii Tanasa Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara bertempat di Balai Desa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi Pembuatan Komposter Two In One dengan Memanfaatkan Sampah Dapur. Evaluasi dengan Focus Grup Discussion (FGD). Pasca pengabdian, peserta pelatihan mengetahui jenis-jenis sampah yang bisa diolah menjadi pupuk kompos serta bisa membuat pupuk kompos padat maupun cair secara mandiri. Diharapkan masyarakat bisa membuat komposter two in one ini di rumahnya masing-masing, sehingga bisa menciptakan satu rumah satu komposter.
Sosialisasi Cegah Stunting Sejak Pra Nikah di Desa Lamboo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Fitri Yanti; Sari Arie Lestari; Wa Ode Rahmadaniah; Waode Yuliastri; Ridwan Bai Athur; Waode Pusmarani; Ririn Teguh Ardiansyah
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/snmp3r33

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang berakibat pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak-anak. Di Desa Lamboo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe, ditemukan 22 kasus stunting, yang menunjukkan perlunya intervensi pencegahan. Pencegahan stunting yang telah dilakukan di Desa Lamboo selalu difokuskan pada ibu-ibu dan perempuan sehingga perlu edukasi mencegah stunting pada laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja laki-laki mengenai pencegahan stunting sejak pra-nikah melalui sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2024, dengan metode ceramah dan diskusi kelompok terfokus, diikuti oleh 15 remaja laki-laki. Materi yang disampaikan meliputi pengetahuan tentang pencegahan stunting sebelum menikah, asupan nutrisi selama masa persiapan pernikahan, serta peran laki-laki dalam mencegah stunting. Evaluasi edukasi ini dilakukan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran peserta bahwa peran laki-laki sangat penting dalam pencegahan stunting, yang sebelumnya dianggap sebagai tanggung jawab perempuan saja.
Pelatihan Pembarantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus pada Siswa SDN 159 Tekolabbua, Desa Bori Masunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros Erniwati Ibrahim; Sri Handayani; Hasanuddin Ishak; Ruslan Ruslan; Syamsuar Syamsuar
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/eeehd273

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Maros merupakan salah satu wilayah yang memperlihatkan tren peningkatan kasus. Tujuan pengabdian adalah untuk menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan intervensi dengan metode pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sebagai upaya pengendalian penyakit DBD di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Jumlah sampel yaitu 30 siswa kelas 5 SDN 159 Tekolabbua, Kabupaten Maros. Hasil dan Pembahasan dari hasil perbedaan dalam tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan sesi pelatihan. Terlihat bahwa rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,17 menjadi 13,83. Sedangkan Sikap perbedaan skor sikap sebelum dan sesudah pelaksanaan sesi pelatihan. Hasil ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pelatihan PSN 3M Plus pada siswa. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa terkait DBD diharapkan akan berdampak positif juga pada sikap dan perilaku siswa dalam pencegahan DBD bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Selain itu pendekatan microteaching terbukti efektif dalam menyampaikan informasi yang kompleks seperti pencegahan DBD kepada siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil yang diperoleh rata-rata persentase pengetahuan siswa setiap kelompok diatas 90%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pendekatan microteaching merupakan metode yang sangat baik untuk meningkatkan pengetahuan yang komprehensif dalam bidang kesehatan masyarakat seperti PSN.
Membangun Generasi Sehat: Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Komunitas Rentan di Pesisir Kelurahan Tallo Chitra Dewi; Basri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Novi Dimara; Gloria Maria Rahandekut
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/nnc9zt56

Abstract

Anak usia Sekolah Dasar menjadi kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan akibat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kurang baik. Hal ini juga berkaitan langsung dengan ketersediaan air bersih yang bisa digunakan untuk mencuci tangan anak. Kelurahan Tallo menjadi salah satu dari beberapa daerah di Kota Makassar yang memiliki keterbatasan terhadap akses air bersih. Secara tidak langsung, hal ini mempengaruhi implementasi PHBS terutama pada kelompok anak di wilayah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia Sekolah Dasar tentang PHBS. Dengan demikian kegiatan ini akan menciptakan kondisi anak usia Sekolah Dasar yang lebih sehat, sehingga terbentuk komunitas dan lingkungan dengan peningkatan derajat kesehatan yang lebih baik di wilayah pesisir RW. 5 Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Pendekatan kegiatan ini melalui metode ceramah dan simulasi yang disertai dengan games. Jumlah peserta sebanyak 25 orang. Materi yang disampaikan mencakup PHBS, jajanan sehat, penggunaan jamban bersih dan sehat. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pretest dan posttest. Rata-rata pengetahuan responden mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 40% setelah pengukuran. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan selama penyuluhan bisa diterima dan dipahami oleh responden.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada Masyarakat Daerah Pesisir di Kelurahan Mappasaile Kabupaten Pangkep Nurul Fajriah Sudarman; Mitha Rahmillah; Mujtahidah; Nurul Anisa
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/453r2285

Abstract

Pangkep merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang termasuk wilayah pesisir. Masyarakat di wilayah pesisir pada umumnya menghadapi berbagai masalah yang kompleks. Salah satu isu yang sulit diatasi adalah masalah kebersihan, terutama yang berkaitan dengan sanitasi di tingkat rumah tangga. Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar menerapkan prinsip-prinsip PHBS dalam rumah tangga, lingkungan, dan aktivitas sosial mereka. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2025 dan diikuti sebanyak 32 peserta. Adapun metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah dengan melakukan pengenalan program PHBS kepada masyarakat dimulai dari gambaran secara umum, kegiatan pendukung program PHBS serta manfaat yang dihasilkan dari program PHBS. Kegiatan diawali dengan menyampaikan tujuan sosialisasi, kemudian penjelasan PHBS secara umum, dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Evaluasi sosialisasi ini dilakukan secara FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari sosialisasi program PHBS ini telah membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat khususnya di wilayah pesisir.
Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah Pernikahan Dini dan Kehamilan Tidak Terencana Masyarakat Pesisir di Kabupaten Bulukumba Andi Nurzakiah Amin; Andi Ulfiana Fitri; Sri Rezkiani Kas
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/ry2e5m09

Abstract

Pernikahan dini dan kehamilan tidak terencana di kalangan remaja masih menjadi tantangan di wilayah pesisir Indonesia, termasuk di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap permasalahan ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja di wilayah pesisir mengenai kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini, serta cara pencegahan kehamilan tidak terencana melalui program edukasi berbasis komunitas. Program ini dilaksanakan melalui workshop dan diskusi interaktif yang melibatkan 100 remaja. Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan, pendidik, serta tokoh masyarakat agar materi edukasi dapat disampaikan secara interaktif dan sesuai dengan konteks sosial budaya setempat. Evaluasi keberhasilan program dilakukan dengan mengukur perubahan pengetahuan dan sikap remaja melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman remaja sebesar 30%, dengan 80% peserta melaporkan peningkatan pengetahuan tentang pencegahan pernikahan dini dan kehamilan tidak terencana. Selain itu, terjadi peningkatan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi sebesar 35%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Oleh karena itu, pendekatan serupa perlu diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan untuk memberikan dampak yang lebih luas dan jangka panjang.