cover
Contact Name
Fitri Yanti
Contact Email
jurnalabdimawa@gmail.com
Phone
+6285342733542
Journal Mail Official
fitrililiyanti@umw.ac.id
Editorial Address
Jalan Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
ISSN : 30483569     EISSN : 30483569     DOI : DOI: https://doi.org/10.54883/
Core Subject :
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan adalah publikasi ilmiah pengabdian masyarakat yang menerima tulisan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, gizi, serta kesehatan reproduksi) berupa karya ilmiah pengabdian masyarakat dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya periode 2 kali setahun (Maret dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan PSN 3M Plus dan Konsep Rumah Sehat untuk Pencegahan DBD Erniwati Ibrahim; Hasanuddin Ishak; Muh. Fajaruddin Natsir; Anwar Mallongi; Qhaerunnisa Sahabuddin; Avilia Malani; Maghfirah Uttas; Fatimah Al Mutmainnh; Nurwilda Fajriani; Ibesse; Musfirah Ramadhani Syamsir; Elva Yulianti; Muhammad Hilmy Nur; Yusron Afdal Mahdy M
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 1 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/475k3j47

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah pesisir dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, sementara sebagian masyarakat belum menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara optimal dan belum memahami konsep rumah sehat sebagai upaya pencegahan berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta partisipasi aktif masyarakat mengenai pentingnya upaya PSN 3M Plus dan penerapan konsep Rumah Sehat sebagai salah satu langkah preventif dalam mengurangi risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, khususnya Aedes aegypti, di PPLH Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif. Metode pelaksanaan menggabungkan berbagai bentuk pembelajaran interaktif, yaitu ceramah edukatif, galeri edukasi visual yang menampilkan informasi dan gambar terkait PSN dan rumah sehat, serta permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta secara menyenangkan dan mudah diingat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas warga setempat dan kader kesehatan, dan dilaksanakan selama satu hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, tercermin dari keterlibatan mereka dalam diskusi, Tanya jawab, serta kegiatan edukatif yang diselenggarakan. Temuan ini, menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan yang dirancang secara kontekstual dan responsive terhadap permasalahan kesehatan masyarakat pesisir memiliki efektifitas yang signifikan dalam membentuk perilaku pencegahan penyakit berbasis vektor.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan ISPA melalui Penyuluhan Kesehatan di Desa Porara Kecamatan Morosi Noviati; Alfirah Khairun Nisa; Fitriya Nyingsi; Muh. Deni Rahman; Sukma Dewi Anggraini; Siti Nuraeni; Musnia; Dewi Fitriyanti; Muh. Tiar Pratama; Nur Aisyah
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/4kgekm81

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan apabila tidak dicegah sejak dini. Hasil identifikasi masalah kesehatan di Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe menunjukkan bahwa ISPA termasuk salah satu masalah dominan yang dihadapi masyarakat selain diare dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan ISPA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuasi-eksperimen model pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 4 September 2025 dengan melibatkan 24 orang masyarakat Desa Porara. Instrumen yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Media leaflet digunakan sebagai sarana utama penyuluhan karena sederhana, praktis, dan mudah dipahami masyarakat. Leaflet berisi informasi mengenai gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan ISPA melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan hanya 4 orang (16,67%) yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 20 orang (83,33%) masih berkategori kurang. Setelah dilakukan penyuluhan menggunakan leaflet, seluruh peserta (100%) masuk kategori pengetahuan baik. Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan ISPA.
Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Tempat Sampah Percontohan untuk Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Sama Subur Paridah; Hartati Bahar; La ode muhamad alief mahabbah; Yunita; Chi-chi Putriyani
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/v6avfg68

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan sarana. Desa Sama Subur, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, mengalami permasalahan tersebut yang berdampak pada kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan tempat sampah percontohan sebagai media edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (koordinasi, perizinan), pelaksanaan (pembuatan tempat sampah dari ember cat bekas, kayu, bambu; pemasangan; edukasi pemilahan sampah), dan tahap akhir (pembagian). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat yang terlihat dari partisipasi aktif dalam pembuatan dan pemasangan tempat sampah. Sebanyak enam unit tempat sampah terpasang di lokasi strategis, dan masyarakat termotivasi untuk membuat tempat sampah secara mandiri. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Desa Sama Subur.
Pembuatan Tempat Sampah Percontohan Sebagai Upaya Edukasi dan Aksi Nyata Lingkungan di Desa Tondowatu Kecamatan Motui Nani Yuniar; Muhamad Raazaaq Raya Sadidi; Ferdiansyah; Fifiani
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/6xjejm20

Abstract

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai lebih dari 34 juta ton per tahun. Kabupaten Konawe Utara tercatat menghasilkan sekitar 11.299 ton per tahun atau 30,96 ton per hari. Timbunan sampah ini berdampak terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan, khususnya di Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, yang masih kekurangan fasilitas pengelolaan sampah dan minim edukasi. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi lingkungan melalui pembuatan tempat sampah percontohan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di tiga dusun yang dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Drum bekas dimodifikasi menjadi tempat sampah, dicat warna merah, diberi identitas, dan ditempatkan di lokasi strategis seperti masjid, kios, dan sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah serta peningkatan kondisi kebersihan lingkungan. Tingkat pemanfaatan dan adopsi teknologi mencapai 100%, sedangkan pemeliharaan sarana mencapai 75%. Program ini terbukti efektif sebagai edukasi berbasis aksi nyata yang sederhana dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa, khususnya dengan dukungan penguatan partisipasi masyarakat dalam aspek pemeliharaan secara berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan dan Edukasi Dini Pencegahan Penyakit ISPA pada Anak Sekolah Dasar di Wilayah Pesisir lade albar kalza; Nazaruddin
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/segcj777

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah pesisir dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung kesehatan. Rendahnya pengetahuan anak mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit ISPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar tentang pencegahan dini penyakit ISPA di wilayah pesisir Konawe Utara. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker, dan sesi tanya jawab interaktif. Sasaran kegiatan adalah siswa sekolah dasar sebanyak 40 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari nilai pretest sebesar 45,5 menjadi 84,2 pada posttest. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian ISPA, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan penyakit. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar di wilayah pesisir.
Integrasi Edukasi Kesehatan Skrining PTM dan Pemanfaatan TOGA untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat Wadonggo Nazaruddin; Nurherlina Nasir; Laode Muhamad Yasmin; Juslan; Amzal Mortin Andas; Lade Albar Kalza
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/y03jp747

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kurang optimalnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Wadonggo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan, skrining PTM, serta optimalisasi pemanfaatan TOGA. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wadonggo dengan pendekatan promotif dan preventif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol), edukasi penggunaan obat rasional, edukasi PHBS, serta pembuatan kebun TOGA percontohan yang didukung oleh media edukasi berupa leaflet, baliho, dan papan informasi kesehatan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan 120 masyarakat peserta aktif yang terdiri dari masyarakat dewasa, lansia, dan siswa sekolah dasar. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest, yaitu dari rata-rata pretest 45,5% menjadi posttest 87,2%, meningkat sebesar 41,7%. Dari total peserta, sebanyak 85 orang mengikuti skrining kesehatan secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, masyarakat mulai memahami pentingnya deteksi dini PTM, kepatuhan pengobatan, penerapan PHBS, dan pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pendukung kesehatan keluarga. Pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan melalui pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Melalui Yel-Yel Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SD Negeri 84 Kendari Ruslan Majid; Hartati Bahar; Hariati Lestari; Febriana Muchtar; Devi Savitri Effendy; Ramadhan Tosepu; Alda Sari; Dian Sasmita; Intan Deswita Cahayani; Fika Loloallo; Firza Azzahra; Gressilia
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/mtxm3d77

Abstract

Hasil observasi awal di SD Negeri 84 Kendari menunjukkan bahwa siswa masih memerlukan penguatan pemahaman dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sementara diare yang dapat dicegah dengan PHBS masih tercatat sebanyak 9.632 kasus di Kota Kendari pada tahun 2023. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Relawan Sahabat Sehat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang PHBS melalui edukasi berbasis yel-yel kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dengan sasaran 31 siswa kelas IV melalui tiga tahap: persiapan (perizinan dan penyusunan materi), pelaksanaan (penyuluhan audiovisual, video dan peragaan enam langkah cuci tangan, yel-yel kesehatan, permainan edukatif, dan ice breaking), serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam peragaan yel-yel. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 94,52 menjadi 98,39 (paired t-test, p=0,003). Keberlanjutan kegiatan perlu didukung oleh guru dan pihak sekolah melalui pembiasaan yel-yel dan cuci tangan pakai sabun di lingkungan sekolah.
Penyuluhan Pentingnya Imunisasi Pada Siswa SD Negeri 78 Kendari Hartati Bahar; Rivelin Ramadhani Ramadhani; Sabitah Salsabila; Santi; Syela Christy Janri; Rianti Natsya Rusdi; Gloriany Viezty Omega Sau; Febriana Muchtar; Devi Savitri Effendy; Hariati Lestari; Ramadhan Tosepu
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/ayvee568

Abstract

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) hingga kini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan anak yang belum tuntas di Indonesia. Terbatasnya pemahaman siswa mengenai konsep dasar imunisasi kerap menimbulkan keraguan yang pada akhirnya menghambat kelancaran program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan memperluas wawasan siswa sekolah dasar terkait manfaat imunisasi, jenis-jenis vaksin yang tersedia, serta peran penting  imunisasi dalam memutus rantai penularan penyakit di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi menerapkan beberapa metode intervensi, di antaranya ceramah singkat, sesi tanya jawab, ice breaking, dan permainan edukatif "Ranking 1". Efektivitas program dievaluasi dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test yang diperoleh dari 34 siswa kelas V SDN 78 Kendari. Analisis statistik menggunakan uji Paired Samples Test menghasilkan nilai t = 4,386 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik. Setelah intervensi diberikan, sebagian besar responden berhasil mencapai kategori pengetahuan sangat baik, yakni sebanyak 30 siswa (89%). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi penyuluhan interaktif dan permainan edukatif terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman kognitif siswa mengenai pentingnya imunisasi.
LENSA SEHAT: Sosialisasi Edukasi Berbasis Video dan Infografis untuk Pengendalian Hipertensi Warga Haly Nur Cahyawan; Akhmadi Abbas
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/q5t3qa87

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi (32,0%) di RT 04 RW 05 Kelurahan Klatak, Kabupaten Banyuwangi, melampaui prevalensi nasional (30,8%), dengan akar masalah berupa rendahnya pengetahuan warga, tingginya konsumsi garam, kurangnya aktivitas fisik, dan minimnya media edukasi yang menarik. Program pengabdian LENSA SEHAT (Langkah Edukasi Nyata Sasaran Hipertensi) ditawarkan sebagai solusi berupa sosialisasi kesehatan berbasis video dan infografis yang dilaksanakan secara door-to-door kepada 30 warga usia 18–65 tahun selama tiga hari (25–27 Juni 2026). Metode pelaksanaan meliputi pengisian pre-test, pemutaran video edukatif, pembagian infografis, dan pengisian post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan ukuran efek Cohen's d. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 83,33 menjadi 91,33 (p = 0,028) dengan efek sedang-kecil (d = 0,43), serta peningkatan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik dari 80,0% menjadi 96,7%. Program ini berhasil menjangkau seluruh sasaran (ketercapaian 100,0%) dan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan warga tentang pengendalian hipertensi, sehingga dapat dijadikan model intervensi promotif-preventif berbasis komunitas pada skala RT.
GARDA (Gerakan Sadar Bencana): Edukasi Manajemen Bencana Berbasis Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat di Desa Keniten, Kabupaten Kediri Akhmadi Abbas; Yara Aura At Zahro; Tharisa; Refa Naomi Clarenvika; Putera Ladefa Atma Lousiano; Nana Putri Antoni; Moch. Reihan Farizki; Lutvida Septiani Wulandari; Farah Nurfitria Noviyanti; Anggi Bonita Raesita; Nataly Valerina Pamintarso; Gerardin Ranind Kirana; Rosania Putri Febriyanti
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/7a00cv85

Abstract

Rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana masih menjadi tantangan di wilayah rawan bencana, termasuk Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Program GARDA (Gerakan Sadar Bencana) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi manajemen bencana berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain one-group pretest-posttest. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif mengenai potensi bencana lokal, mitigasi bencana, kesiapsiagaan keluarga, prosedur evakuasi, konsep Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), serta pelatihan penggunaan aplikasi INA Risk. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 85,7% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, terdapat perubahan mean dari 8,5 menjadi 9,2. Hasil statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p = 0,026). Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi potensi bencana di wilayahnya menggunakan aplikasi INA Risk, dengan tanah longsor sebagai ancaman utama di Desa Keniten. Program GARDA terbukti efektif meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat sekaligus mendukung penguatan implementasi Keluarga Tangguh Bencana. Program ini berpotensi direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik risiko bencana yang serupa melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.