cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET DI JURUSAN TADRIS BAHASA INDONESIA FITK IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Indrya Mulyaningsih; Nina Nurfiana; Mohammad Ali Zahidin
Indonesian Language Education and Literature Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v2i2.1388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pembelajaran, (2) mendeskripsikan model pembelajaran berbasis riset, dan (3) mendeskripsikan pendapat mahasiswa terhadap model pembelajaran yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia. Penelitian ini berbentuk deskriptif eksplanatif. Adapun data penelitian berupa 11 mata kuliah pada Semester Genap Tahun Akademik 2015/2016. Data dikumpulkan dengan tiga (3) cara, yakni observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, baik sumber data maupun metode pengumpulan data. Data dianalisis dengan menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) secara umum, pembelajaran di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia menggunakan ceramah dan diskusi; 2) hanya satu mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran berbasis riset; 3) mahasiswa beranggapan bahwa model pembelajaran yang digunakan di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia IAIN Syekh Nurjati kurang variatif. This study aims to: (1) describe the learning, (2) describe the research-based learning model, and (3) describe the opinion of students to the learning model used in the Indonesian Education Department. This study was a descriptive explanation. The research data on 11 subjects Semester, Academic Year 2015/2016. Data collected by three (3) different ways, including observation, interviews and document analysis. The validity of the data using triangulation techniques, both data sources and data collection methods. Data were analyzed using interactive analysis. These research results show that 1) in general, learning at the Indonesian Education Department using lecture and discussion; 2) only one course that uses research-based learning model; 3) students thought that learning model used in the Indonesian Education Department, IAIN Syekh Nurjati less varied.
STRATEGI DAN PENGGUNAAN MODIFIKASI DALAM KESANTUNAN TINDAK TUTUR MEMOHON OLEH MAHASISWA JEPANG PADA PROGRAM BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING (BIPA) Diana Kartika
Indonesian Language Education and Literature Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v2i2.1418

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya kesantunan berbahasa yang harus diperhatikan dalam proses komunikasi. Dalam kesantunan tindak tutur memohon diperlukan strategi dan penggunaan modifikasi yang digunakan oleh mahasiswa BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian naturalistik. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan meliputi, yaitu strategi imperatif (kategori permohonan langsung), strategi menanyakan kemampuan atau kemauan (kategori tindak tutur tidak langsung secara konvensional berorientasi petutur), dan strategi isyarat (kategori permohonan paling tidak langsung). Adapun modifikasi internal berupa peranti sintaktik digunakan untuk memperhalus tindak tutur memohon, yaitu menggunakan pertanyaan dan penyisipan. Modifikasi eksternal berupa penggunaan alasan pendukung di awal dan akhir tuturan. Peranti modifikasi internal berupa syntactic down-graders dan phrasa or lexical graders dalam bentuk pertanyaan dan klausa kondisional. Adapun peranti phrasal atau lexical down-graders berupa pemarkah kesantunan dan penanda antarpribadi. Data penelitian tidak menunjukkan adanya penggunaan modifikasi eksternal oleh mahasiswa BIPA. This study focuses on the importance of language politeness to be considered in the communication process. In the politeness of speech acts requested the necessary strategies and use of modifications used by BIPA students. This research is a naturalistic research. Based on the analysis, it can be concluded that the strategies used include imperative strategy (direct application category), strategy of ability or willingness (indirect speech acts, and the signaling strategy (the most indirect category of petition). The internal modification in the form of syntactic devices used to refine the act of invoking speech, which is using questions and insertion. External modifications include the use of supporting reasons at the beginning and end of the speech. Internal modification devices are syntactic down-graders and phrases or lexical graders in the form of questions and conditional clauses. The phrasal or lexical down-graders device is a marker of politeness and an interpersonal marker. The research data did not show any use of external modification by BIPA students.
DAKWAH, WEALTH AND DESIRE OF SEXUALITY IN ISLAM: THE CONCEPT OF LOVE IN HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY’S AYAT-AYAT CINTA 2 Koh Young Hun; Ummi Hani Abu Hassan
Indonesian Language Education and Literature Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v2i2.1458

Abstract

Dalam rangka melanjutkan misi dakwah, Habiburrahman El-Shirazy yang dikenal sebagai penulis fenomenal novel populer Islam di Indonesia menulis novel terbaru, berjudul Ayat-Ayat Cinta 2 (2015). Novel ini mempertahankan tema cinta seperti dalam novel sebelumnya, Ayat-Ayat Cinta (2014). Isu yang dikemukakan tentang cinta seorang gadis dan kepahlawanan seorang pemuda yang dikaitkan dengan tema dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penggabungan tema Islam dengan hasrat cinta kasih dalam Ayat-Ayat Cinta 2. Penelitian ini mengamati kecenderungan cinta sebagai konsep yang digunakan oleh novelis-novelis Indonesia untuk mengacu pada fase perkembangan dalam kesusastraan Indonesia. Selanjutnya, penelitian ini juga menggunakan sosiologi kesusastraan untuk menghubungkan pokok bahasan cinta dengan latar belakang penulis, misi penerbit, dan realitas kemasyarakatan. To continue the mission of Islamic dakwah, Habiburrahman el Shirazy known as a phenomenal author of Islamic popular novel in Indonesia presents his latest novel, Ayat-Ayat Cinta 2 (2015). More significantly, this novel maintains a theme of love in his previous novels including Ayat-Ayat Cinta (2014). The ugly heroin, the lascivious hero and a sexual interest have been connected with the theme of dakwah. To fathom how the theme of Islam can be combined with the sexual desire, this study explores the concept of love in Ayat-Ayat Cinta 2. The study observes the inclination of love as a concept used by the Indonesian preacher-novelist in reference to the developmental phase in the Indonesian literature. Furthermore, this study also uses the sociology of literature to link the subject of love with the author’s background, the publisher’s mission, and the reality of community.
STUDENTS RECEPTION TOWARD “CINTA SUCI ZAHRANA” NOVEL BY HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Ira Yuniati; Yumna Rasyid; Emzir Emzir
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1461

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan resepsi siswa kelas XI IPS 1 SMAN 6 Kabupaten Bengkulu Tengah terhadap novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy. Resepsi siswa tersebut mencakup: (1) respon yang berkaitan dengan struktur novel dan (2) efek komunikatif yang diperoleh siswa. Data penelitian kualitatif ini diperoleh melalui angket terbuka, wawancara, dan diskusi kelompok fokus. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara: memberikan novel kepada siswa untuk dibaca dan dipahami, menyebarkan angket dan selanjutnya melakukan wawancara, mengumpulkan data, mengklasifikasikan data, serta menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini cocok dibaca oleh kalangan remaja terutama anak SMA karena mampu memotivasi menjadi orang yang lebih baik lagi serta gigih dalam meraih cita-cita yang diharapkan. Novel ini dapat menginspirasi siswa SMA untuk menulis sebuah cerita.The purpose of this study was to describe the reception of class XI IPS 1 SMAN 6 Kabupaten Bengkulu Tengah toward the novel of Love of Zahrana by Habiburrahman El Shirazy. Student receptions include (1) responses related to the novel structure and (2) the communicative effects that students gain. This qualitative research data was obtained through open questionnaires, interviews, and focus group discussions. Data collection procedure is done by a novel to students to read and understood, spread the questionnaire and then do the interview, collect data, classify data, and analyze data. The results showed that the novel is suitable to read by teenagers, especially high school children because it is able to motivate to be a better person and persistent in achieving the ideals that are expected. This novel can inspire high school students to write or write a story.
Hard Working Character in Novel Entrok (Karakter Kerja Keras dalam Novel Entrok) Ririn Setyorini
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1468

Abstract

In education, literature and learning are able to contribute considerably to the cultural, historical, social and literary patterns themselves. Literature is also able to provide a positive value for readers. The purpose of this study is to explain the value of the character of hard work on the character of Marni in the novel Entrok works Okky Madasari and its relevance to learning literature in college. This research is a qualitative descriptive research with data in the form of paragraph contained in novel Entrok Karya Okky Madasari. The sampling technique used is purposive sampling. Techniques of data collection using reading techniques, techniques of note, and interview techniques. Validate data with triangulation. Data were analyzed by content analysis. The results showed the value of character education of hard work that is relevant to the study of literature in universities, especially subjects of fiction assessment. Dalam pendidikan, sastra dan pembelajarannya mampu memberikan sumbangan yang cukup besar pada pola kebudayaan, sejarah, sosial, dan sastra itu sendiri. Sastra juga mampu memberikan nilai positif bagi pembacanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan nilai karakter kerja keras pada tokoh Marni dalam novel Entrok karya Okky Madasari serta relevansinya dengan pembelajaran sastra di perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa paragraf yang terdapat dalam novel Entrok Karya Okky Madasari. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik catat, dan teknik wawancara. Validasi data dengan triangulasi. Data dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai pendidikan karakter kerja keras yang terelevansi dengan pembelajaran sastra di perguruan tinggi khususnya mata kuliah pengkajian fiksi.
Pengembangan Evaluasi Berbasis Penalaran dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Dadang S. Anshori
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.1505

Abstract

This paper aims to develop a reason-based evaluation model that can be used to evaluate language learning in schools. Reason-based evaluation becomes so important along with the use of the text approach in language learning. The text approach allows language not only to be understood structurally, but also functionally. Therefore, the type of text also determines the purpose of communication. Functionally, the text also contains messages and the interests of the writer so that it must be understood critically with high reasoning power. In the context of language learning, critical power and reasoning power must be reflected in the evaluation system used. At present, language evaluation models develop more aspects of language cognition than applications that allow students to develop critical power to the text. This reason-based evaluation model is expected to be an alternative in developing tests that truly inspire and understand the spirit of language learning.Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi berbasis penalaran yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa di sekolah. Evaluasi berbasis penalaran menjadi demikian penting seiring dengan penggunaan pendekatan teks dalam pembelajaran bahasa. Pendekatan teks memungkinkan bahasa tidak hanya dipahami secara struktural, tetapi juga secara fungsional. Oleh karena itu, jenis teks ikut menentukan tujuan berkomunikasi. Secara fungsional, teks juga sarat mengandung pesan dan kepentingan penulis sehingga harus dipahami secara kritis dengan daya nalar yang tinggi. Dalam konteks pembelajaran bahasa, daya kritis dan daya nalar harus tercermin dalam sistem evaluasi yang digunakan. Saat ini, model evaluasi bahasa lebih banyak mengembangkan aspek kognisi bahasa dibandingkan aplikasi yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan daya kritis terhadap teks. Model evaluasi berbasis penalaran ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan tes yang benar-benar menjiwai dan memahami ruh pembelajaran bahasa.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DI PONDOK PESANTREN MAHASISWA DARUSSALAM Dwi Kurniasih; Siti Aminataz Zuhriyah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode serta faktor-faktor penyebab terjadinya kedua peristiwa kebahasaan tersebut. Data ini diperoleh dari tuturan santri yang berada di Pondok Pesantren Mahasiswa Darussalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Penelitian ini juga menggunakan metode observasi langsung dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perkacapan santri Pondok Pesantren Darussalam terjadi campur kode dan alih kode berupa bahasa Jawa dan bahasa Indonesia karena ketidakefektifan penggunaan bahasa asing oleh santri. Aims the research to describe the forms of code mix and code transfer and the factors that cause the occurrence of these two linguistic events. This data is obtained from the speech of students at the Pondok Pesantren Mahasiswa Darussalam. The method used in this research is descriptive qualitative method. Descriptive method is a research method that tries to describe and interpret the object in accordance with the actual situation. This research also uses direct observation method in collecting data. The results of this study indicate that in the congregation santri Pondok Pesantren Darussalam mixed code and code transfer of Javanese and Indonesian language because the use foreign language by students is not effective.
SIKAP MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA Indrya Mulyaningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1525

Abstract

Banyak mahasiswa yang berusaha belajar bahasa Inggris. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap keberadaan bahasa Indonesia. Seiring berjalannya waktu, sangat mungkin jika bahasa Indonesia sudah jarang digunakan dan digantikan oleh bahasa asing. Penelitian ini dilakukan dari Mei sampai Oktober 2017. Adapun populasinya adalah seluruh mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Cirebon, baik bidang umum, agama, maritim, maupun kesehatan. Sampel penelitian adalah masing-masing satu kelas dari 38 perguruan tinggi yang ada di wilayah Cirebon. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki sikap bahasa yang baik. Hal ini dibuktikan dengan pemahaman akan kaidah bahasa Indonesia yang sudah baik juga. Demikian juga pada aspek afektif. Meskipun memelajari bahasa asing, mahasiswa tetap bangga dan menggunakan bahasa Indonesia. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kecenderungan sikap bahasa tersebut: 1) mahasiswa menyadari peran penting bahasa Indonesia dalam pendidikan, 2) mahasiswa lebih percaya diri jika berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan 3) mahasiswa yakin bahwa bahasa Indonesia akan tetap eksis karena banyaknya jumlah penggunanya. Many students are trying to learn English. This, of course, affects the existence of Indonesian language. As time passes, it is possible if the Indonesian language is rarely used and replaced by a foreign language. This research is conducted from May to October 2017. The population is all students of various universities in Cirebon, both general, religion, maritime, and health. The sample of research is each one class from 38 universities in Cirebon region. Based on data analysis it can be concluded that students have good language attitude. This is evidenced by the understanding of the Indonesian rules that have been good as well. Likewise on affective aspect. Despite learning foreign languages, students remain proud and speak Indonesian. The factors that cause the tendency of language attitude are: 1) the students realize the important role of Indonesian language in education, 2) the students are more confident when speaking in The Indonesian language, and 3) the students are convinced that The Indonesian language will still exist because of the large number of users.
STRUCTURE OF SUNDA IN TANGERANG REGENCY AND THE TERRITORY OF USE Agus Sulaeman
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahasa-bahasa yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang. Data berupa bahasa yang digunakan di Kabupaten Tangerang. Data berasal dari bahasa lisan. Penentuan daerah berdasarkan arah angin dan ditambah bagian tengah. Penentuan desa dilakukan secara acak berdasarkan penggunaan berbagai bahasa sehingga diperoleh sampel dari dialek Kabupaten Sunda Banten. Mengingat keterbatasan ruang dan waktu, desa yang menjadi objek pengamatan diambil dari dua kecamatan. Adapun informan penelitian ini (1) penutur asli bahasa yang diteliti; (2) tidak memiliki kelainan dalam pelafalan, dan (3) memiliki daya ingat yang baik. Data pada setiap desa diperoleh dari dua informan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Data direkam, disimak, dan dicatat. Hal ini untuk melengkapi data yang sudah terkumpul. Analisis data menggunakan metode padan dan agih dengan berbagai teknik yang disesuaikan karakter data yang diperoleh dan tujuan penelitian. Selanjutnya, kerja analisis adalah membandingkan antar-unsur linguistik Sunda Kabupaten Tangerang. Perbedaan itu, meliputi: fonetik, morfologi, sintaksis, kosakata, dan tingkat bicara. This study aims to explain the languages that are in the area of Tangerang Regency. Data in the form of language used in Tangerang District. Data comes from spoken language. Determination of the area based on wind direction and added to the center. Village determination was done randomly based on the use of various languages so that samples obtained from the dialect of the Regency of Sunda Banten. Given the limitations of space and time, the village that became the object of observation was taken from two districts. The informants of this study (1) native speakers of the language under study; (2) have no abnormalities in pronunciation, and (3) has a good memory. The data in each village was obtained from two informants. Data collection was done by interview method. Data is recorded, recorded, and recorded. This is to complete the data that has been collected. Data analysis using the method of padan and agih with various techniques that adjusted the character of the data obtained and research purposes. Furthermore, the analytical work is to compare the linguistic elements of the Sundanese of Tangerang Regency. These differences include phonetics, morphology, syntax, vocabulary, and speech levels.
POLA PENALARAN DALAM KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISWA TAHAP OPERASI FORMAL Ulfah Mey Lida; Ida Zulaeha
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1570

Abstract

Penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dan logis untuk memperoleh sebuah simpulan. Tujuan penelitian ini dalah untuk menemukan dan mendeskripsikan pola argumen dalam karangan argumentasi siswa tahap operasi formal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini yaitu pola penalaran argumen siswa tahap operasi formal terdiri atas lima pola penalaran argumen dengan beberapa variasi bentukan. Pola yang digunakan siswa tahap operasi formal tidak terpaku pada jenjang sekolah. Pola yang paling sederhana, yakni pola (C-G) ternyata masih digunakan oleh siswa tahap operasi formal jenjang SMA. Begitu pula pada pola yang paling kompleks, yakni pola (C-G-W-B-MQ-PR) ternyata sudah mulai digunakan oleh siswa tahap operasi formal awal yaitu jenjang SMP. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa pada tahap operasi formal, daya pikir siswa sudah sangat kreatif dan variatif. Reasoning is a systematic and logical process of thinking to derive a conclusion. The purpose of this study is to find and describe the pattern of arguments in the student's argumentation of the formal operation phase. This research is a qualitative research with analysis model from Miles and Huberman. The result of this research is the reasoning pattern of students' argument of formal operation stage consists of five argument reasoning pattern with some formation variation. The pattern used by students in the formal operation phase is glued to the school level. The simplest pattern, while the pattern (C-G) was still used by students of the formal operation stage of senior high school. Similarly, in the most complex pattern, the pattern (C-G-W-B-MQ-PR) was already started to be used by the students of the formal operation phase of junior high school. These findings indicate that in the formal operation phase, students' thinking power has been very creative and varied.

Page 4 of 29 | Total Record : 281