cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENINGKATAN KESADARAN MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA MELALUI PENDEKATAN HYPNOTEACHING Mohammad Ali Zahidin; Hikmah Uswatun Ummi; Nina Nurfiana; Emah Khuzaemah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.2088

Abstract

Kebiasaan membuang sampah sembarangan ini jika dibiarkan akan menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang berbahaya bagi masyarakat Indonesia. Perlu ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Agar bahaya sampah tidak berhenti pada buku teks pelajaran, guru sebagai pengelola pembelajaran harus mampu mengemas pembelajaran agar anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia mempunyai kompetensi yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan di kelas 3 SDN 1 Serang. Penggunaan teknik Hypnoteaching dalam mendongeng memengarungi tingkat kesadaran pada siswa. Penyampaian dongeng dengan menggunakan media yang bervariasi juga dapat memengaruhi daya tangkap siswa dalam memahami dongeng tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa (1) pada prasiklus dari 26 siswa hanya 19,23% siswa yang membuang sampah pada tempatnya. Artinya hanya 5 siswa yang membuang sampah dengan benar; (2) pada siklus pertama 61,54% siswa sudah membuang sampah pada tempat sampah, artinya 16 siswa membuang sampah pada tempatnya; (3) pada siklus kedua 92,31% siswa sudah membuang sampah pada tempatnya, sedangkan 7,69% atau 2 siswa yang masih membuang sampah sembarangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan hypnoteaching dengan metode mendongeng mampu meningkatan kesadaran siswa dalam membuang sampah pada tempatnya sebesar. This habit of littering if left unchecked will cause health and environmental problems that are harmful to the people of Indonesia. There needs to be a solution to solve this problem. In order not to stop the garbage hazard on textbooks, teachers as learning managers should be able to package the learning so that children as future generations of the Indonesian nation have competencies that match what is expected. This research was conducted in grade 3 SDN 1 Serang. The use of Hypnoteaching techniques in storytelling underlines the level of awareness among students. Submission of fairy tales by using varied media can also affect the ability of students to understand the fairy tale. The results showed that (1) in precycle of 26 students only 19.23% of students dumped the garbage in its place. This means that only 5 students throw garbage properly; (2) in the first cycle 61.54% of the students have already dumped the garbage in the trash, meaning that 16 students throw the garbage in its place; (3) in the second cycle 92,31% of students already throw garbage in place, whereas 7,69% or 2 students still throw garbage carelessly. Thus it can be concluded that through hypnoteaching approach with storytelling method can increase the awareness of students in disposing of waste in its place of equal.
Analisis Kesalahan Struktur Frasa Pada Karangan Berbahasa Indonesia Karya Pembelajar Tiongkok Intan Rawit Sapanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.2138

Abstract

This research aims to describe the syntactic errors in essays written by Chinese Mandarin speaking learners in Darmasiswa RI programs and explain the cause of those errors. The research is conducted based on the qualitative-descriptive method in the form of case study research. Data were taken by collection student’s essays and observation. The data population was 80 essays and the data sample was 118 sentences contain syntactic errors which are divided into two levels, phrase and clause level. The results of this research found that syntactic errors made by Chinese Mandarin students are errors in phrase formation. At phrase level, errors are found in the form of omission of the noun and verbal phrases, misordering in noun, verbal and complement phrase. Errors caused by intralingual errors came from the mastery of the target language of Bahasa Indonesia by the Chinese learner and also the interference from the mother language that is Chinese Mandarin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan sintaksis dalam esai yang ditulis oleh peserta didik berbahasa Mandarin di program Darmasiswa RI dan menjelaskan penyebab kesalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode kualitatif-deskriptif dalam bentuk penelitian studi kasus. Data diambil dengan mengumpulkan esai dan observasi siswa. Populasi data adalah 80 esai dan sampel data berupa 118 kalimat mengandung kesalahan sintaksis yang dibagi menjadi dua level, yaitu: frasa dan klausa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis yang dilakukan oleh mahasiswa Mandarin adalah kesalahan dalam pembentukan kalimat. Pada tingkat frasa, kesalahan ditemukan dalam bentuk kelalaian nomina dan verbal, kesalahpahaman dalam nomina, frasa verbal, serta pelengkap. Kesalahan yang disebabkan oleh faktor intralingual berasal dari penguasaan bahasa target bahasa Indonesia oleh pelajar Cina dan gangguan dari bahasa ibu yaitu Mandarin Cina.
Structural Analysis on Script of Drama Raja Galau (Analisis Struktural Naskah Drama Raja Galau) Lilik Herawati; Dewi Kusuma; Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2175

Abstract

This study aims to describe the elements of characters, roles, characters, motives, events, conflicts, plots, background, space, cultivation language, themes, and the mandate contained in the drama script of Raja Galau. This research type is qualitative research with descriptive method. The results show that this drama script has ten symbolic figures. The characters have their own roles and characters. The groove used is the forward flow. The background of the drama consists of place, time, atmosphere, and social. The language used is easy to understand. This drama script is themed about a wise King and uphold justice. The mandate that can be taken from this drama script is: a) do not seize the property of others by any means, b) do not involve and in the name of the people for personal gain, c) do not accuse and suspect others without any evidence; ) do not hold a grudge against others, and e) do not be a sycophant to gain position and position. This drama script is easy to understand and contains a message that is suitable for daily life so it can be used as a teaching material for drama appreciation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tokoh, peran, karakter, motif, peristiwa, konflik, alur, latar, ruang, penggarapan bahasa, tema, dan amanat yang terdapat dalam naskah drama Raja Galau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah drama ini memiliki sepuluh tokoh simbolis. Tokoh-tokoh tersebut memiliki peran dan karakternya masing-masing. Alur yang digunakan adalah alur maju. Latar drama terdiri atas tempat, waktu, suasana, dan sosial. Bahasa yang digunakan mudah dipahami. Naskah drama ini bertema tentang Raja yang bijaksana dan menjunjung keadilan. Amanat yang dapat diambil dari naskah drama ini adalah: a) janganlah merebut hak milik orang lain dengan menggunakan segala cara, b) janganlah melibatkan dan mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan pribadi, c) janganlah menuduh dan menaruh curiga terhadap orang lain tanpa ada barang bukti, d) janganlah menyimpan dendam terhadap orang lain, serta e) janganlah menjadi penjilat demi meraih kedudukan dan jabatan. Naskah drama ini mudah dipahami dan mengandung amanat yang sesuai dengan kehidupan sehar-hari sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar apresiasi drama.
Peningkatan Mutu Pembelajaran Sintaksis melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC) Raden Mekar Ismayani; Latifah Latifah; Yusep Ahmadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.2450

Abstract

There are still many Indonesian language teacher candidates who have not mastered syntax. This article describes the results of Lesson Study for Learning Community (LSLC) activities carried out in the Indonesian language education study program STKIP Siliwangi (now IKIP Siliwangi) with the aim of regular students, fifth semester who are taking a syntax course. The learning method used is discovery learning plus because in its implementation it integrates the use of mind mapping methods in the learning steps of discovery learning methods. From the results of data analysis shows that the application of discovery learning methods plus through LSLC can improve student learning outcomes in syntactic courses. Improved learning outcomes can be seen from the recap percentage, in the first cycle students who were able to answer questions were 52.19%, cycle 2 59.06%, and cycle 3 were 86.56%. In addition, the four abilities of students who were the focus of this program's observations also increased.Masih banyak calon guru bahasa Indonesia yang belum menguasai sintaksis. Artikel ini mendeskripsikan hasil kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC) yang dilaksanakan pada program studi pendidikan bahasa Indonesia STKIP Siliwangi (sekarang IKIP Siliwangi) dengan sasaran mahasiswa reguler, semester lima yang sedang menempuh mata kuliah sintaksis. Metode pembelajaran yang digunakan adalah discovery learning plus karena dalam pengimplementasiannya mengintegrasikan penggunaan metode mind mapping dalam langkah-langkah pembelajaran metode discovery learning. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan metode discovery learning plus melalui LSLC dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah sintaksis. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari rekap persentase, pada siklus 1 mahasiswa yang mampu menjawab soal sebesar 52,19%, siklus 2 59,06%, dan siklus 3 sebesar 86,56%. Selain itu, empat kemampuan mahasiswa yang menjadi fokus pengamatan program ini, juga mengalami peningkatan.
Portrait of Pesantren Education In Novel Ayat-Ayat Cinta 2 (Potret Pendidikan Pesantren Dalam Novel Ayat-Ayat Cinta 2) Wijang Iswara Mukti; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2452

Abstract

This study aims to (1) describe the role of pesantren education in Indonesia, and (2) to describe the elements of pesantren education result implemented by the main character in the novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy. This research is in the form of descriptive qualitative with the approach of the sociology of literature. Data analysis in this research using content analysis. Data validity using triangulation theory. The results of this study show: First, pesantren education has played a great role in the development of the Indonesian nation, especially in terms of generating a religious and trustworthy generation, and acts as a social controller in society when there are deviations that are not in accordance with Islamic values. Second, the story in the novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy shows elements of pesantren education outcomes with the achievement of the goals of faith and piety, noble character, develop science, and build Islamic life through the character of the main character. Novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy provides education to the people through its beautiful, refined and full of Islamic values. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran pendidikan pesantren di Indonesia, dan (2) mendeskripsikan unsur-unsur hasil pendidikan pesantren yang diimplementasikan oleh tokoh utama dalam cerita novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Validitas data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, pendidikan pesantren telah berperan banyak dalam pembangunan bangsa Indonesia terutama dalam hal melahirkan generasi yang religius dan amanah, serta berperan sebagai pengendali sosial di masyarakat saat terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kedua, cerita di dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy menunjukkan unsur-unsur hasil pendidikan pesantren dengan tercapainya tujuan iman dan takwa, akhlak mulia, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membangun kehidupan islami melalui karakter tokoh utamanya. Novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy memberikan edukasi kepada masyarakat melalui ceritanya yang indah, halus, dan penuh dengan nilai-nilai keislaman.
The Representation Ahok’s Leadership Style in The Jakarta Post News: Critical Discourse Analysis (Representasi Gaya Kepemimpinan Ahok di Koran The Jakarta Post: Analisis Wacana Kritis) Novia Resti Junaidi; Endry Boeriswati; Liliana Muliastuti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2461

Abstract

This study aims to determine Ahok’s leadership style in The Jakarta Post news of 2014-2015 editions. This is a qualitative research using a critical discourse analysis based on the Norman Fairclough’s model. In this research the ideology is analyzed in terms of discoursive and socio-cultural practices in the news. The research was analysed by finding out ideologies in discourse practices including texts production, ideologies, socio-cultural practices and attention to social cultural aspects. Leadership theories used in this research range from autocratic, democratic, liberal, bureaucratic to situational leadership styles. The research results show Ahok’s dominant autocratic leadership style in The Jakarta Post news of 2014-2015 editions. As The Jakarta Post was not neutral in fostering the ideology, many authors supported Ahok’s leadership ideology in the news. The socio-cultural practices delineate that Ahok’s autocratic leadership style and policies as a governor are unsuitable with socio-cultural spheres in Indonesia. Therefore, his leadership style got more contras than pros from the public. This research is expectedly useful for learners and readers in understanding and analyzing hidden intentions in a discourse, especially to open up the ideology of a leader. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gaya kepemimpinan Ahok melalui berita di The Jakarta Post edisi 2014-2015. Penelitian ini menggunakan analisis kritis model Norman Fairclough. Ideologi dianalisis dalam bentuk praktik diskursif dan sosial budaya yang terdapat dalam berita. Data penelitian diperoleh dengan mencari ideologi yang terdapat dalam praktik diskursus, termasuk produksi teks, ideologi, praktik sosial budaya, dan perhatian terhadap aspek sosial budaya. Teori kepemimpinan yang digunakan, meliputi: gaya kepemimpinan otokratis, demokratis, liberal, birokratis, dan situasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Ahok yang dominan dalam berita The Jakarta Post edisi 2014-2015 adalah otokratik. Hal ini karena The Jakarta Post tidak netral dalam mengembangkan ide-ide ideologis. Banyak penulis yang mendukung ideologi kepemimpinan Ahok yang tertuang dalam berita. Praktik-praktik sosial budaya menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan kebijakan Ahok yang otokratis tidak sesuai dengan lingkup sosial budaya di Indonesia. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan Ahok mendapat lebih banyak kontradiksi daripada penerimaan di kalangan masyarakat.
Similarities and Differences of Honorific Systems Between Indonesian and Korean Languages (Perbedaan dan Persamaan Honorifik Bahasa Indonesia dan Korea) Terry Chang; Yumna Rasyid; Endry Boeriswati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2470

Abstract

This study aims to describe similarities and differences of honorific systems between Indonesian and Korean languages. The data analysis concludes that Indonesian people find it difficult to speak using Korean honorific systems. Moreover, the honorific systems in these two languages have a few similarities and differences in common, and the Korean has more complex honorific systems particularly the use of particles, verbs, vocabularies, and endings while the Indonesian has minimal honorific systems in the form of lexical markers. In addition, the Korean structure is more different from that of the Indonesian structure. Therefore, multiple ways are used to explore more honorific systems in the two languages. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan undak usuk dalam bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Analisis data menyimpulkan bahwa pengguna bahasa Indonesia mengalami kesulitan ketika berbicara dengan menggunakan undak usuk bahasa Korea. Kedua bahasa ini memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Bahasa Korea memiliki undak usuk yang lebih kompleks. Kompleksitas dalam bahasa Korea dapat berupa penggunaan partikel, kata kerja, kosakata, dan akhiran. Adapun Bahasa Indonesia memiliki undak usuk yang minim bentuk penanda leksikal. Selain itu, struktur bahasa Korea berbeda dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, berbagai cara digunakan untuk mengeksplorasi lebih banyak undak usuk dalam dua bahasa ini.
Hambatan dan Harapan Pemartabatan Bahasa Indonesia Mohamad Jazeri; Siti Zumrotul Maulida
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2493

Abstract

This article aims to explain the phenomena of dignifying the Indonesian language between obstacles from Indonesian people and hopes from people of other countries to learn and use the Indonesian language. Based on my prolong observation, I find that people of Indonesia nowadays are lack of pride and loyalty to use The Indonesian language. On the other hand, the number of foreigners who are interested in learning the Indonesian language is highly rocketed. In our country, we face some phenomena of using The Indonesian language with lack of pride and loyalty. Language pride is the pride of Indonesian people to use Indonesian language pride, while language loyalty is the wish to use and maintain the Indonesian language from interference and extinction. The hopes from outside are the increasing number of foreigners who learn the Indonesian language for many purposes. It is proved by, first, the Indonesian language is now promoted as an official language of ASEAN countries. Second, the Indonesian language is learned in some universities in foreign countries. Third, in line with the strategic position of Indonesia in global communication, politically, economically, and culturally, the need of Indonesian Language Teaching for Foreigner (BIPA) is rapidly increasing.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dalam pemartabatan bahasa Indonesia, yakni hambatan yang terjadi di dalam negeri dan harapan dari luar negeri. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kebanggaan dan loyalitas warga negara Indonesia terhadap bahasa Indonesia masih rendah. Di sisi lain, bangsa lain semakin banyak yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia. Hambatan yang dihadapi di dalam negeri adalah kurangnya kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dan rendahnya loyalitas terhadap bahasa Indonesia. Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia adalah rasa bangga menggunakan bahasa Indonesia. Sementara loyalitas terhadap bahasa Indonesia merupakan keinginan bangsa Indonesia untuk memelihara dan mempertahankan bahasa Indonesia serta mencegahnya dari pengaruh dan interferensi dari bahasa lain. Adapun harapan dari luar negeri adalah semakin tingginya minat orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Hal ini dapat dilihat dari pertama, bahasa Indonesia dipromosikan sebagai bahasa resmi ASEAN. Kedua,bahasa Indonesia dipelajari di beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Ketiga, seiring dengan posisi strategis Indonesia di percaturan dunia, secara politik, ekonomi, dan budaya, permintaan layanan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) meningkat dengan cepat.
Hegemoni Patriarki Publik Terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel "Hanauzumi" Karya Junichi Watanabe Retno Putri Utami; Endry Boeriswati; Zuriyati Zuriyati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2571

Abstract

This research examines forms of the hegemony of a patriarchal ideology in the public sphere towards women, especially female figures in the Hanauzumi novel by Junichi Watanabe. Hanauzumi's novel tells the story of Japanese women in the 19th century who often experience gender discrimination. The culture and tradition of Japanese society that adheres to and glorifies patriarchal ideology have limited the scope of women in the public sphere. This condition arises because of the leadership and power of men who get an agreement from a group that is hegemony, namely the women themselves. The method used in this study is a qualitative method with content analysis techniques. The data that is the object of this research are narratives and dialogues that identify forms of public patriarchal hegemony towards female leaders. Based on the results of the analysis, it was found that the form of public patriarchal hegemony in female characters in Hanauzumi's novels was the separation of work positions, wage differentiation, absence of women in important positions in the country, limited rights of women in law and politics, cases of physical and mental violence by men, women's limited education and oppression of women in the mass media. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk hegemoni suatu ideologi patriarki di bidang publik terhadap perempuan, khususnya tokoh perempuan dalam novel “Hanauzumi” karya Junichi Watanabe. Novel “Hanauzumi” menceritakan kisah kaum perempuan Jepang di abad 19 yang sering mengalami diskriminasi gender. Budaya dan tradisi masyarakat Jepang yang menganut dan mengagungkan ideologi patriarki mengakibatkan ruang lingkup kaum perempuan di ranah publik menjadi terbatas. Kondisi ini muncul karena adanya kepemimpinan dan kekuasaan kaum laki-laki yang mendapat kesepakatan dari kelompok yang dihegemoni, yaitu kaum perempuan itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah narasi dan dialog yang mengidentifikasikan bentuk-bentuk hegemoni patriarki publik terhadap tokoh perempuan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bentuk hegemoni patriarki publik pada tokoh perempuan dalam novel “Hanauzumi” berupa pemisahan posisi kerja, pembedaan upah, ketidakhadiran perempuan dalam posisi penting di negara, terbatasnya hak perempuan dalam bidang hukum dan politik, kasus kekerasan fisik dan mental oleh laki-laki, terbatasnya perempuan dalam pendidikan dan tertindasnya kaum perempuan dalam media massa.
Penggunaan Konjungsi dan Makna Teks Terjemahan Surat Al-Baqarah Ummul Khair
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i1.2584

Abstract

The purpose of this study was to 1) describe the type of conjunction in the translation of the sura Al-Baqarah and 2) describe the meaning of the conjunction contained in the surah Al-Baqarah. The method of collecting data uses the read, see, and note method. With basic techniques in the form of determining elements (PUP) techniques, marking reading techniques, and extension techniques. The results of the analysis show: coordinative conjunction dan (78); interfaith conjunction (25); last intra-coordinative sentence conjunction lalu (6); the use of interfaith conjunctions even though padahal (6); coordinative in sentences conjunction tetapi (4); coordinative in sentences conjunction kemudian (4); coordinative in sentences connective bahwa (3); subordinate in sentences conjunction maka (2); subordinate in sentences conjunctions so agar (4); interfaith conjunction selain (2); between interfaith conjunctions lagi (2); subordinate in sentences conjunction ketika (3); subordinate conjunction jika (2); subordinate sub-syntax conjunction jikalau (2); subordinate conjunction sebab (2); subordinate conjunction dengan (2); subordinate conjunction sebagaimana (2). Analysis of the text of the translation of the letter of the Albaqarah juz 1, there are 22 uses of the word conjunction.Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan jenis konjungsi pada terjemahan surah Al-Baqarah dan 2) memaparkan makna konjungsi yang terkandung dalam surah Al –Baqarah. Metode pengumpulan data menggunakan metode baca, simak, dan catat. Dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP), teknik baca markah, dan teknik perluas. Hasil analisis menunjukkan: konjungsi koordinatif dan (78); konjungsi antarkalimat (25); konjungsi intra kalimat koordinatif lalu (6); penggunaan konjungsi antarkalimat padahal (6); konjungsi intrakalimat koordinatif tetapi (4); konjungsi intrakalimat koordinatif kemudian (4); kata penghubung intrakalimat koordinatif bahwa (3); konjungsi intrakalimat subordinatif maka (2); konjungsi intrakalimat subordinatif agar (4); konjungsi antarkalimat selain (2); konjungsi antarkalimat lagi (2); konjungsi intrakalimat subordinatif ketika (3); konjungsi subordinatif jika (2); konjungsi intrakalimat subordinatf jikalau (2); konjungsi subordinatif sebab (2); konjungsi subordinatif dengan (2); konjungsi subordinatif sebagaimana (2). Analisis teks terjemahan surat Albaqarah juz 1, terdapat 22 penggunaan kata konjungsi.

Page 6 of 29 | Total Record : 281