cover
Contact Name
Muhammad Fahli Zatra Hadi
Contact Email
m.fahli.zatra.hadi@uin-suska.ac.id
Phone
+628116615155
Journal Mail Official
jurnal@redwhitepress.com
Editorial Address
Jl. Kerja bakti No. 121 Kel. Makasar, Kec Makasar, Jakarta Timur, Indonesia 13620
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Asian Journal of Islamic Studies and Society
Published by Redwhite press
ISSN : 28072758     EISSN : 28073495     DOI : https://doi.org/10.32698/021119
Asian Journal of Islamic Studies and Society AJISS ISSN 2807-2758 Print ISSN 2807-3495 Online is a peer reviewed open access scholarly journal published by RedWhite Press. The journal provides a platform for the dissemination of high quality research articles review papers and theoretical studies addressing contemporary issues in Islamic Studies and Social Sciences. AJISS welcomes scholarly contributions covering a broad range of topics in Islamic Studies including Quranic Studies Hadith Studies Islamic Theology and Philosophy Islamic Law Sharia Sufism and Islamic Spirituality Islamic History and Civilization Early Islamic Historiography Contemporary Islamic Thought Islamic Literature and Poetry Shiism and its historical political and cultural dimensions Islam and Science Islam and Politics as well as ethical issues related to scientific research from Islamic perspectives. In the field of Social Sciences the journal publishes studies related to anthropology arts and humanities cultural studies economics and Islamic economics education history law and legal studies linguistics management and business philosophy political science psychology sociology community development interdisciplinary social research and ethics in scientific inquiry. AJISS promotes interdisciplinary dialogue and encourages innovative scholarship that advances the understanding of Islamic thought society culture and contemporary global challenges through both theoretical and applied perspectives
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Dinamika psikologis mahasiswa dalam menghadapi overthinking melalui pendekatan islami: studi pendahuluan kualitatif Rahmad Rahmad; Luthfiyya Nahdah
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 4, No 1 (2024): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/019819

Abstract

Overthinking yang dipahami sebagai pola pikir berulang dan tidak produktif yang sukar dihentikan, menjadi keluhan yang semakin lazim di kalangan mahasiswa Indonesia di tengah tekanan akademik, ketidakpastian karier, dan paparan media sosial yang terus-menerus. Sejauh ini, kajian mengenai rumination dan kecemasan mahasiswa cukup banyak, tetapi sebagian besar berhenti pada kerangka psikologi umum dan belum menelusuri bagaimana mahasiswa Muslim memaknai serta mengelola overthinking melalui sumber daya spiritual yang dekat dengan keseharian mereka. Studi pendahuluan kualitatif ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman subjektif overthinking pada mahasiswa, faktor pemicunya, dampaknya terhadap kehidupan psikologis dan akademik, serta peran praktik spiritual Islam sebagai strategi coping. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan orientasi interpretatif. Enam mahasiswa program sarjana (tiga laki-laki dan tiga perempuan, rentang usia 18 sampai 24 tahun) dari sebuah universitas Islam di Jawa Barat dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman overthinking yang mereka akui sendiri. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan jurnal harian selama tiga hari, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berbantuan perangkat lunak NVivo 12, dan diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Tujuh tema muncul dari analisis, dengan tiga di antaranya menjadi temuan inti. Pertama, overthinking dihayati sebagai kegelisahan kognitif yang melelahkan dan terus berputar tanpa tombol berhenti. Kedua, tekanan akademik merupakan pemicu paling dominan yang berkelindan dengan kecemasan relasional, gangguan tidur, dan penurunan performa belajar. Ketiga, praktik spiritual seperti dzikir, salat, membaca Al-Qur’an, dan tawakal berfungsi sebagai mekanisme coping yang bermakna sekaligus selaras secara kultural bagi partisipan. Secara teoretis, temuan ini menempatkan coping religius sebagai penghubung antara upaya regulasi kognitif dan proses pemaknaan spiritual, bukan sekadar teknik relaksasi. Secara praktis, temuan ini menegaskan kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling Islami yang memadukan teknik psikologis dengan dimensi spiritual mahasiswa Muslim.
Islamic Educational Institutions in Indonesia Dwiyana Fitrianingrum
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 1, No 1 (2021): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/013319

Abstract

This research is motivated by observational data which shows Islamic educational institutions in Indonesia.  To respond to this, researchers conducted action research aimed at improving learning outcomes.  The objectives to be achieved in this study include: (1) Knowing the types of Islamic educational institutions in Indonesia (2) Knowing the principles of Islamic education (3) Knowing the kinds of Islamic educational institutions in Indonesia.  The results showed that in Indonesia there are 3 kinds of educational institutions.
Tiktok sebagai media motivasi islami: single subject research terhadap peningkatan motivasi hidup mahasiswa Darmawati Darmawati; Hotmai Sarah Dalimunte; Milsa Dalimunte; Yushanipah Harahap
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 5, No 2 (2025): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/021519

Abstract

Perkembangan media digital telah menghadirkan peluang baru dalam penyebaran pesan-pesan keislaman, khususnya melalui platform TikTok yang saat ini mendominasi konsumsi konten di kalangan generasi Z. Penelitian ini mengkaji efektivitas konten motivasi Islami di TikTok sebagai media dakwah digital terhadap peningkatan motivasi hidup mahasiswa di Kota Pekanbaru. Menggunakan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B, penelitian ini melibatkan tiga mahasiswa aktif sebagai subjek penelitian yang dipilih secara acak dari kalangan pengguna aktif TikTok. Fase A (baseline) dilakukan dengan pengukuran awal kondisi motivasi hidup subjek pada sepuluh indikator, sedangkan fase B (treatment) berupa pemberian stimulus lima video TikTok berkonten motivasi Islami yang dipilih berdasarkan relevansi pesan dakwah, kualitas visual, dan jumlah keterlibatan penonton. Pengukuran dilakukan menggunakan skala Likert (1–5) pada sepuluh indikator motivasi hidup meliputi: semangat menjalani aktivitas, optimisme terhadap masa depan, motivasi belajar, ketenangan emosional, kedekatan spiritual kepada Allah, kemampuan menghadapi masalah, keyakinan diri, pikiran positif, motivasi memperbaiki diri, dan harapan hidup. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh subjek: Responden 1 mengalami kenaikan rerata dari 2,3 menjadi 4,2 (+82,6%), Responden 2 dari 2,4 menjadi 4,3 (+79,2%), dan Responden 3 dari 2,2 menjadi 4,6 (+109,1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa TikTok bukan sekadar platform hiburan digital, melainkan instrumen dakwah kontemporer yang efektif dalam merespons kebutuhan spiritual dan motivasional generasi Z. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian komunikasi dakwah digital dan spiritualitas digital, sekaligus implikasi praktis bagi para pendakwah dan komunikator Islam di era media baru.
Cash waqf as an instrument for sustainable islamic education development in Indonesia Anjar Mahmudin Nst
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 4, No 2 (2024): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/020319

Abstract

This study aims to analyze the concept and implementation of cash waqf in financing Islamic education, examine its contribution to the independence and sustainability of Islamic educational institutions, and formulate strategies for optimizing cash waqf in Indonesia. This research employs a qualitative approach through library research. Data were collected from books, scientific journals, legislation, and various relevant documents concerning waqf and Islamic education. The findings indicate that cash waqf possesses significant potential as a sustainable financing source for Islamic educational institutions. Through productive, transparent, and professional management, cash waqf can support operational costs, educational infrastructure development, scholarships, and institutional empowerment. Moreover, cash waqf contributes to reducing educational dependence on government funding and strengthens the economic resilience of Islamic educational institutions. The optimization of cash waqf requires regulatory support, professional nazhir management, digitalization, community participation, and synergy among stakeholders. This study concludes that cash waqf can serve as a strategic instrument for strengthening the sustainability and quality of Islamic education in Indonesia.
Upaya perlindungan hukum pidana bagi korban bullying di indonesia Hawra Fadila Srianti; Pitriani Pitriani
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 4, No 1 (2024): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/017419

Abstract

Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh pihak yang lebih kuat terhadap korban yang lebih lemah, baik secara verbal, fisik, seksual, maupun melalui media digital (cyberbullying). Tingginya angka kasus 2.057 pengaduan yang diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sepanjang 2024 menunjukkan bahwa perlindungan terhadap korban belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perlindungan hukum pidana bagi korban bullying di Indonesia dan mengidentifikasi hambatan penegakannya, termasuk pada kasus cyberbullying. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer berupa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dilengkapi bahan sekunder serta data KPAI, dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka normatif perlindungan korban khususnya Pasal 76C dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak serta hak restitusi pada Pasal 71D telah memadai pada tataran norma, tetapi lemah pada tataran implementasi. Mekanisme diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak berpotensi menggeser kepentingan korban, sementara penegakan terhadap cyberbullying terhambat persoalan pembuktian digital. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi regulasi, penguatan pelaksanaan restitusi, dan mekanisme pelaporan berbasis sekolah yang melibatkan guru bimbingan dan konseling.
Konstruksi keadilan substantif dalam praktik peradilan pidana: kajian yuridis empiris di pengadilan negeri Nabilla Yunasrilianti; Zufriani Zufriani; Arzam Arzam
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 5, No 1 (2025): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/021019

Abstract

Artikel ini mengkaji konstruksi keadilan substantif dalam praktik peradilan pidana di Pengadilan Negeri Kota Sungai Penuh melalui pendekatan yuridis empiris berbasis sosio-legal. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana hakim membangun pertimbangan hukum yang melampaui kepastian hukum formal, mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk atau menghambat internalisasi keadilan substantif, serta memahami bagaimana para aktor hokum termasuk panitera, advokat, dan masyarakat memaknai keadilan dalam konteks putusan pidana. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim, panitera, advokat, dan masyarakat yang terlibat dalam proses peradilan, serta studi dokumen terhadap putusan-putusan yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik peradilan di Kota Sungai Penuh masih didominasi oleh paradigma legal-positivistik, meskipun sejumlah hakim telah menunjukkan upaya nyata untuk mengintegrasikan pertimbangan sosiologis dan filosofis ke dalam putusan. Penerapan diskresi yudisial berlangsung secara personal dan situasional, bukan sebagai bagian dari sistem yang terstandarisasi. Faktor struktur hukum, substansi hukum, dan kultur hokum sebagaimana dikonsepsikan oleh Lawrence Friedman saling berinteraksi dalam membentuk ruang dan batas penerapan keadilan substantif. Penelitian menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan keadilan substantif secara konsisten, diperlukan perubahan paradigmatik dalam kultur hukum, penguatan pedoman internal, dan peningkatan kapasitas hakim dalam menginternalisasi nilai-nilai keadilan sosial yang hidup di masyarakat.

Page 3 of 3 | Total Record : 26