cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PENDEKATAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Tati Sri Uswati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.358

Abstract

Abstrak Sebagian besar guru juga menuntut siswa untuk menyelesaikan masalah, tapi jarang mengajarkan bagaimana siswa seharusnya menyelesaikan masalah. Dengan demikian dibutuhkan suatu pendekatan dengan mengadaptasikan dan mengintegrasikan strategi-strategi terbaik dari pendekatan Pengajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Intruction) dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) menjadi Pendekatan Collaborative Problem Solving (CPS) atau Pemecahan Masalah Secara Kolaboratif. CPS akan sangat diperlukan pada sebuah sistem pengetahuan yang kompleks yang dapat dikombinasikan dalam berbagai cara atau ketika suatu pemahaman yang dalam diperlukan. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satu pembelajaran yang tepat untuk menerapkan teori pendekatan CPS adalah pembelajaran menulis dan mempresentasikan karya ilmiah (PMMK). Kata kunci: pembelajaran, kolaborasi, problem solving
KOMPETENSI PROFESIONAL PENDIDIK DI TENGAH KONTROVERSI Tato Nuryanto
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.359

Abstract

AbstrakSalah satu komponen penting dalam kegiatan pendidikan  terutama proses pembelajaran  adalah guru. Betapapun kemajuan teknologi telah menyediakan berbagai ragam alat bantu untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran, namun posisi guru tidak sepenuhnya dapat tergantikan.  Guru tidak bisa datang dari mana saja tanpa melalui sistem pendidikan profesi dan seleksi yang baik.Itu artinya guru merupakan variable penting bagi keberhasilan pendidikan. Pendidik (guru dan dosen) memiliki peluang yang amat besar untuk mengubah kondisi seorang anak dari gelap gulita aksara menjadi seorang yang pintar dan lancar baca tulis alfabetikal maupun fungsional yang kemudian akhirnya ia bisa menjadi tokoh kebanggaan komunitas dan bangsanya.  Pendidik yang demikian tentu bukan sembarang pendidik, pastinya adalah orang yang memiliki profesionalisme yang tinggi sehingga bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya. Tidak menutup mata, hal ini masih menjadi sebuah kontroversi. Kenyataan dilapangan masih kita temui bahkan jumlahnya cukup banyak guru yang belum profesional. Sebagai contoh masih ada seorang guru terutama guru honorer yang tidak berasal dari lulusan LPTK , belum lagi kita mendata tentang sejumlah guru yang belum mengikuti proses PLPG (Pendidikan Latihan Profesi Guru). Berkaitan dengan hal itu, kita tidak bosan untuk selalu meningkatkan kemampuan profesional tenaga pendidik dengan berbagai cara disetiap kesempatan demi untuk memajukan anak bangsa. Kata kunci:  Profesional, Pendidik, Kode Etik 
MENELAAH TEORI KRITIS JÜRGEN HABERMAS Iwan Iwan
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.360

Abstract

Abstrak Banyak pemikir menyalahkan bahwa usaha-usaha yang didasarkan pada semangat Pencerahan untuk mencari kebenaran dan rasio universal atas nama kebebasan dapat membawa pada penyingkiran dan penekanan terhadap paradigma pikir yang lain. Efek negatif semangat pencerahan yang mendorong eksploitasi alam dan penindasan manusia memang dapat dibaca sebagai ‘bencana’, namun ‘jiwa murni’ dari pencerahan, sebagaimana dibaca dengan jernih oleh Habermas, adalah emansipasi. Teori besar Habermas berbicara tentang kolonisasi dunia-hidup oleh sistem, dan halangan komunikasi yang bebas dan terbuka. Dunia hidup adalah kenyataan komunikasi keseharian. Sistem bersumber pada dunia hidup, namun kemudian mengembangkan strukturnya sendiri yang tumbuh semakin berjarak dan terpisah dari dunia hidup. Sekalipun terdapat persoalan ‘ontoepistemis’ yakni terkait dengan ‘ketidakmungkinan’ bahwa partisipan dalam argumen dapat secara lengkap menghilangkan kepentingan pribadi, pemikiran kritis tetaplah produktif dalam usaha mereka untuk membawa unsur-unsur tak terkatakan dari pemikiran ke dalam realitas pertimbangan dan diskursus. Terdapat beberapa masalah yang masih terbuka, termasuk tuduhan ‘inkonsistensi’ Habermas terhadap ‘semangat emansipatoris’ yang muncul dalam Between Facts and Norms. Juga beberapa isu tentang globalisme dan identitas budaya.Kata Kunci : Teori Kritis, Jürgen Habermas, Emansipasi
KONTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Sodiq Anshori
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.363

Abstract

Abstrak Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah program pendidikan yang memiliki bahan pendidikan dari berbagai disiplin ilmu sosial dan  humanity (ilmu pendidikan dan sejarah) yang diorganisir dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Kebudayaan Indonesia. IPS juga dapat dikatakan sebagai suatu fusi atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sosial sehingga dalam mata pelajaran IPS tersebut menggunakan bagian-bagian tertentu dari ilmu-ilmu sosial. Pada prinsipnya pendidikan IPS di sekolah dasar tidak mengajarkan ilmu-ilmu sosial sebagai disiplin ilmu, melainkan konsep-konsep esensi ilmu-ilmu social untuk membentuk siswa menjadi warga negara yang baik (good citizen). Karena itu sebagai upaya dalam pembentukan karakter, maka perlu adanya kesesuaian dengan budaya bangsa ini. Pelaksanannya tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar , tetapi dapat diadakan serangkaian kegiatan pengembangan diri yang dilakukan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung-jawab, kerjasama, adil dan peduli, perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuh kembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa. Kata kunci: Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Karakter
RELEVANSI PSIKOLOGI LINTAS AGAMA DAN BUDAYA BAGI PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGANNYA Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.364

Abstract

ABSTRAK Tuhan – dengan segala qudrat dan iradat-Nya – telah mendesain dan membuat scenario terkait dengan sebuah keniscayaan yakni hidup dalam pluralitas, multicultural, atau berbhineka. Kebhinekaan kehidupan ini, akan lebih menarik ketika disiplin ilmu psikologi dihadapkan dengan pluralitas agama dan budaya. Agama adalah suatu fenomena abadi di dalam di sisi lain juga memberikan gambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. Seringkali praktik-praktik keagamaan pada suatu masyarakat dikembangkan dari doktrin ajaran agama dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan budaya. Pertemuan antara doktrin agama dan realitas budaya terlihat sangat jelas dalam praktik ritual agama. Kata Kunci : Psikologi Lintas Agama dan budya, relevansi, pengembangan.
URGENSI AKHLAK TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MODERN Mahdi Mahdi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.365

Abstract

ABSTRAK Tasawuf memiliki relevansi dan signifikansi dengan problema manusia modern, karena secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syari‟ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai pembentuk tingkah laku melalui pendekatan tasawuf-suluki (tasawuf akhlaqi), dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf-falsafi. Tasawuf juga dapat diamalkan oleh setiap muslim, dari lapisan sosial manapun dan di tempat manapun. Secara fisik, mereka menghadap ke satu arah, yaitu kiblat, dan secara rohaniah mereka berlomba-lomba menempuh jalan (tarekat) melewati maqamat dan ahwal menuju pada kedekatan (qurb), bahkan peleburan (fana‟) dengan Tuhan yang Maha Esa, yaitu Allah. Artikulasi agama yang tidak ditopang oleh pemahaman dan penghayatan yang benar, dalam pengertian kemampuan meletakkan agama sesuai dengan inti spiritualnya, hanya akan mengakibatkan kepuasan psikologis dan sosiologis yang absurd, serta melahirkan sikap yang radikal dalam beragama. Mengisi hidup dan kehidupan dengan visi dan artikulasi sufistik akan menjadi penawar krisis spiritualitas dewasa ini. Islam misalnya, yang sarat akan ajaran-ajaran spiritual, dipandang sebagai alternatif pegangan hidup manusia di masa datang. Namun, di balik optimisme akan masa depan agama, muncul pertanyaan tentang model keberagamaan yang mampu menyangga kebutuhan spiritualitas manusia. Kata Kunci: Tasafuf, Filsafat Barat Modern
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PROSES PERKEMBANGAN PERILAKU SOSIAL masdudi masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.366

Abstract

ABSTRAK Terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan terhadap perilaku sosial akhir-akhir ini yang mencuat sebagai perilaku negatif dikalangan remaja, masih banyak tindakan–tindakan amoral yang dilakukan para pelajar, masih banyak para orang tua yang resah akan pergaulan anak–anaknya dan masih sering dilakukan tindakan–tindakan nondisipliner siswa-siswa terhadap peraturan sekolah. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tindakan–tindakan amoral yang dilakukan para pelajar adalah penghayatan akan ajaran–ajaran agama yang rendah. Banyak para remaja yang menjauhi ajaran–ajaran agama dan hal ini disebabkan minimnya pendidikan agama yang diberikan terutama oleh orang tua. Agama hanya dikenal melalui pelajaran di sekolah saja dan tidak ada penekanan untuk melaksanakan atau mengimplementasikan ajaran–ajaran agama sehingga para pelajar tidak punya pegangan hidup dan mudah terbawa arus modernisasi. Keberadaan layanan bimbingan dan konseling yang memberikan penekanan pada faktor agama dalam sistem pendidikan sangatlah menunjang kegiatan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan bertujuan agar peserta didik dapat menemukan dirinya, mengenal dirinya dan mampu merencanakan masa depannya sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal menjadi pribadi yang utuh dan mandiri. Kata Kunci: Perilaku Sosial, Bimbingan Konseling
KONTRIBUSI EMPIRISME TERHADAP PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ratna Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.367

Abstract

ABSTRAK Empirisme merupakan salah satu bentuk inovasi yang berani. John Locke adalah tokoh pembawa gerbong aliran empirisme dalam filsafat. Sebuah aliran yang berkiblat bahwa semua pikiran dan gagasan manusia berasal dari sesuatu yang didapatkan melalui indera, melalui pengalaman oleh sebab itu ide bawaan apriori yang diyakini Descrates adalah salah. John Locke sangat percaya bahwa benak manusia sewaktu dilahirkan bagaikan kertas putih ( tabularasa ). Ide yang terdapat di dalam benak manusia sesungguhnya berasal dari pengalaman. Ia hadir secara aposteriori. Pengenalan manusia terhadap seluruh pengalaman yang dilaluinya ( mencium, merasa, mengecap, mendengar ) menjadi dasar bagi hadirnya gagasan-gagasan sederhana. Namun pikiran bukanlah sesuatu yang pasif terhadap segala sesuatu yang datang dari luar. Beberapa aktivitas berlangsung dalam pikiran. Gagasan-gagasan yang datang dari indera diolah dengan cara berfikir, bernalar, mempercayai, meragukan dan dengan demikian memunculkan apa yang disebut perenungan. Empirisme timbul sebagai reaksi dari paham rasionalisme “Rene Descartes”dan membawa kontribusi dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Kata Kunci: pengalaman, gagasan, pemikiran
PERANAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN SOSIAL EKONOMI Yeti Nurizzati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.368

Abstract

ABSTRAK Statistika adalah salah satu ilmu yang diperlukan untuk sebuah penelitian, tak terkecuali bidang sosial ekonomi yang lebih bersifat kualitatif. Peran statistika dimulai dari sebelum penelitian dilakukan, penelitian berlangsung sampai pengolahan data penelitian. Diawali dengan teknik sampling, uji validitas dan reabilitas, uji hipotesis, analisis data sampai penafsirannya. Statistika deskriptif merupakan awal dari penyajian data yang dibuktikan secara kuantitatif dalam statistika inferensia dengan menggunakan uji statistik tertentu, disesuaikan dengan skala pengukuran dan jenis hipotesis yang dipergunakan. Kata Kunci : penelitian, statistika deskriptif, statistika inferensia, data, skala pengukuran, teknik sampling, validitas, reabilitas, hipotesis, uji statistik
POWER POINT SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN MASA KINI Isnin Agustin Amalia
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.376

Abstract

AbstrakKegiatan belajar mengajar di kelas sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan keras seorang guru saat memberikan materi. Penyampaian materi ajar sangat berpengaruh terhadap pemahaman anak didik. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu meningkatkan pemahaman anak didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Salah satunya adalah media Power point, yang akan membantu siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Power Point

Page 2 of 29 | Total Record : 281