cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
IMPLEMENTASI TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) PADA PERGURUAN TINGGI nuryana nuryana
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i2.617

Abstract

Kualitas merupakan tujuan dan sekaligus harapan bagi semua pihak yangmendambakan kemajuan dan keberhasilan. TQM merupakan salah satu bentuk upayapencapaian kualitas. Dengan penerapan TQM pada sebuah perguruan tinggi diharapkankiranya dapat membangun sebuah system perguruan tinggi yang mampu menampilkansikap open manajemen dalam berbagai diminesi. Sehingga kepuasan yang menjadi ukurandan harapan semua stakeholder yang ada dapat terwujud dengan sebaik-baiknya.Kehadiran TQM pada perguruan tinggi berdampak pada perubahan manajemenkonvensional. Dalam hal ini ada enam tantangan pokok yang perlu dikaji dan dikelolasecara strategik dalam rangka menerapkan konsep TQM dalam perguruan tinggi.Pertama, berkenaan dengan kualitas. Kedua, berfokus pada pelanggan. Ketiga,kepemimpinan. Keempat, perbaikan berkesinambungan. Kelima, manajemen SDM.Keenam, menajemen berdasarkan fakta.Dalam konteks TQM, penilaian atau evaluasi befungsi untuk mengetahui seberapajauh tingkat kualitas yang telah dicapai oleh sebuah perguruan tinggi. Namun demikian,pada saat ini biasanya diproyeksikan oleh sebuah Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT.
ASSESSMENT PEMBELAJARAN IPS-EKONOMI DALAM SOROTAN nuryana nuryana
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.618

Abstract

Rendahnya kualitas pendidikan nasional pada dasarnya disebabkan oleh banyak factor. Salah satu factor tersebut diantaranya ialah terletak pada implementasi penilaian pembelajaran. Sampai hari ini implementasi penilaian hasil pembelajaran disinyalir masih terdapat banyak kekeliruan, penyimpangan dan inkonsistensi pelaksanaan penilaian baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun analisis dan pengembangan penilaian. Untuk itu, guna merekonstruksi system penilaian hasil belajar ke depan yang lebih baik, maka perlu dilakukan upaya pembenahan dalam berbagai bidang seperti; meluruskan tolok ukur keberhasilan belajar atau pendidikan. Pencapaian prestasi atau hasil belajar peserta didik dipahami tidak hanya terfokus pada pencapaian aspek kuantitatif semata. Kebijakan yang diambil harus dapat dijaga dan diaktualisasikan keberadaannya dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, perlu untuk ditegakkan suatu hukum (law inforcement). Sehingga, siapapun, kapanpun dan di manapun yang melanggar koridor-koridor penilaian pendidikan, kiranya dapat ditindak dengan seadil-adilnya. Kata kunci: Assessment, Acievement test, Pembelajaran, Guru
MENILAI METODE PENGAJARAN IPS DI SEKOLAH nuryana nuryana
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.619

Abstract

Upaya pelaksanaan pendidikan atau pengarajan IPS di sekolah kita, sampai hari ini dinilai masih belum berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini, boleh jadi diebabkan karena belum didukung dengan adanya pemilihan dan penggunaan metode pengajaran yang tepat dan memadai. Para guru dalam memilih dan menggunakan metode pengajaran cenderung masih kurang memeperhatikan aspek-aspek relevansi dengan substansi meteri yang seharusnya diajarkan. Dalam pemilihan dan penggunaan metode pengajaran, para guru cenderung masih disulitkan dengan aspek-aspek tertentu yang mempengaruhinya, seperti; tujuan pada kurikulum yang sulit dipahami, sehingga berdampak pada sulitnya guru dalam merumuskan tujuan khusus dan melakukan pemilihan dan penggunaan metode pengajaran, faktor kompetensi guru yang masih rendah, kondisi siswa, situasi dan juga fasilitas yang belum kondusif sehingga semuanya menjadi kendala dalam pemilihan dan penggunaan metode pengajaran. Oleh karena itu, ke depan, agar dalam pengajaran atau pendidikan IPS didukung dengan adanya upaya pemilihan dan penggunaan metode pengajaran yang tepat dan memadai, maka perlu dilakukan upaya perbaikan-perbaikan, seperti; rekonstruksi kurikulum, peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru, melakukan pengawasan dan pembinaan secara sinergis antara guru, sekolah, orang tua dan masyarakat terhadap siswa, optimalisasi pemilihan dan penggunaan berbagai metode secara tepat dan memadai dalam pembelajaran, penciptaan situasi pengajaran atau pendidikan IPS yang kondusif dan humanis serta pemenuhan fasilitas yang lengkap dan memadai.Kata Kunci:  Menilai, Metode, Pengajaran IPS
BAHASA DAN KELAS SOSIAL: STUDI KASUS VARIASI BAHASA SOPIR DAN KONDEKTUR ANGKUTAN KOTA DI YOGYAKARTA Itaristanti Itaristanti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v1i1.620

Abstract

Variasi bahasa merupakan bentuk yang muncul karena eratnya hubungan bahasa dengan masyarakat. Variasi tersebut dapat menunjukkan kelas sosial para penuturnya. Untuk mendeskripsikan hal tersebut, penelitian ini dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian mengenai variasi bahasa sopir dan kondektur angkutan kota di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik bebas libat cakap dan wawancara dengan teknik cakap bertemu muka serta teknik rekam. Data kemudian diklasifikasikan, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk laporan. Kata Kunci: variasi bahasa, kelas sosial, aspek-aspek situasi tutur, konteks tuturan, dan fungsi komunikasi
VARIASI BAHASA SEBAGAI BENTUK KERAGAMAN SOSIAL Itaristanti Itaristanti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.621

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan hubungan antara variasi bahasa dengan keragaman sosial. Jika melihat kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan pasti muncul dan terlihat dengan jelas. Perbedaan kehidupan sosial masyarakat Indonesia tampak dari latar belakang daerah, pekerjaan atau profesi, status sosial, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya. Keberagaman itu kemudian akan mempengaruhi bentuk penggunaan bahasanya. Di sinilah kemudian variasi bahasa muncul sebagai refleksi keragaman sosial itu sendiri.Kata kunci: variasi bahasa, keragaman sosial
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Di SD Pagotan I Kecamatan Geger Madiun Sodiq Anshori
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.623

Abstract

AbstrakPerbaikan praktik pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas merupakan alternatif bagi pengembangan kualitas pembelajaran yang berorientasi kemaslahatan peserta didik. Disisi lain bisa meningkatkann profesionalisme guru.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan guru dalam penerapan asesmen portofolio dalam Pembelajaran IPS di kelas VI melalui penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan kelas ini di kelas VI SD Negeri Pagotan 01, Geger, Madiun. Manfaat hasil penelitian secara teoritis, dapat memberikan sejumlah informasi guna meningkatkan profesionalisme guru.Tipe penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) menggunakan ” Model Spiral dari Kemmis dan Taggart ”. Pengambilan sampel menggunakan sampel bertujuan (purposive sample) dengan subyek penelitian adalah guru dan siswa yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pagotan I Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui Penelitian Tindakan Kelas, dari Siklus 1 ke Siklus 2 nampak adanya peningkatan, nilai rata-rata per kelas untuk siklus 1 adalah 6,75, nilai tertinggi 8 dan terendah 6. Siklus 2 nilai rata-rata 7,5, nilai tertinggi 8,5 dan terendah 6,5, sedangkan untuk Siklus 3 yaitu  9,29 (nilai rata-rata), 10 (nilai tertinggi) dan 8,5 (nilai terendah).Penelitian tindakan kelas sebagai pendukung dalam mengembangkan  Profesionalisme Guru perlu diwujudkan. Karena dengan melalui PTK proses pengembangan Profesionalisme guru dalam pengajaran sangatlah nampak.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Profesionalisme Guru, Pembelajaran IPSDaftar PustakaHopkins. 1993. A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia. Open University Press.Kemmis, S. and McTaggart, R.1988. The Action Researh Reader. Victoria, Deakin University Press. Komara, Endang , Peran Penelitian Tindakan Kelas (Ptk) Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru, diakses 21 Januari 2011 dari http://khoirulanwari. wordpress.com/about/peran-penelitian- tindakan-kelas-ptk-dalam-meningkat kan-profesionalisme-guru/Yamin, Martinis, (2011), Paradigma Baru Pembelajaran, Jakarta, Gaung Persada Press.Wardani, IGAK. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Modul UT. Jakarta. Universitas Terbuka.
PENTINGNYA PEMBELAJARAN IPS TERPADU Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.635

Abstract

AbstrakPeningkatan kualitas tenaga pendidik IPS untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik di sekolah, merupakan prioritas yang harus diperhatikan secara serius,sehingga pembelajaran IPS dengan menggunakan cara konvensional dapat ditinggalkan oleh para guru. Mereka perlu dibekali tentang pola pembelajaran IPS terpadu dengan mantap, dan dilatih dengan model-model pembelajaran berpusat pada peserta didik.Dengan demikian, pembelajaran IPS yang diterima oleh peserta didik menjadi bermakna, baik untuk kehidupan pribadinya maupun untuk kehidupannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Harus disadari secara mendalam oleh guru-guru IPS bahwa, penerapan terpadu dalam pembelajaran IPS mengandung arti yang strategis untuk pembangunan nasional atau kehidupan berbangsa dan bernegara. 
PROFESIONALISME GURU EKONOMI DAN INOVASI PEMBELAJARAN Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.636

Abstract

AbstrakRuang lingkup ilmu pengetahuan sosial (IPS) diantaranya meliputi “kehidupan manusia dalam masyarakat”. Ruang lingkup IPS tersebut merupakan cakupan yang amat luas, sehingga dalam proses pembelajarannya harus dilakukan bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik dan lingkup obyek formal IPSProfesionalisme sebagai pandangan untuk selalu berpikir, berpendirian, bersikap, bekerja dengan sungguh-sungguh, kerja keras, bekerja penuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi untuk keberhasilan pekerjaannya. Inovasi sebagai suatu ide, gagasan, praktik atau obyek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Guru ekonomi merupakan jabatan profesional, sehingga membawa konsekuensi untuk memiliki etika, wawasan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang studi ekonomi, agar guru bidang studi ekonomi memiliki syarat profesional tersebut, maka seorang calon guru ekonomi harus mengalami apa yang dinamakan “pendidikan profesi” yang dimaksud dengan pendidikan profesi adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan guru ekonomi dapat mengembangkan berbagai aspek pendidikan ekonomi yang diembannya.Kata kunci: profesionalisme, inovasi, pembelajaran ekonomi.
KARAKTERISTIK PERILAKU SOSIAL SISWA DALAM PROSES PENDIDIKAN masdudi masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.637

Abstract

Sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah siswa berinteraksi dengan siswa lain dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya serta pegawai yang berada di dalam komponen-komponen sekolah. Seorang guru sebelum memulai pembelajaran terlebih dahulu harus mengenal karakteristik masing-masing siswanya agar proses pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Dengan begitu guru akan lebih mudah menyampaikan materi pelajaran pada siswa dan mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi pada perilaku belajar siswa. Untuk itu guru-guru juga perlu secara kritis berefleksi terhadap apa yang terjadi didalam kelas karena perilaku siswa sering kali hasil reaksi dari faktor-faktor didalam sekolah. Guru perlu berefleksi tentang lingkungan belajar yang telah mereka ciptakan dan apakah lingkungan tersebut melibatkan semua anak secara aktif dan bermakna. Kata kunci : karakteristik, perilaku dan pendidikan
PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI MASALAH DAN MEMAKSIMALKAN POTENSI SISWA DI SEKOLAH Jaja Suteja
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v2i1.638

Abstract

Di sekolah, upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling.Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya.Tetapi yang harus diingat, bahwa sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada siswa yang mengalami penyimpangan perilaku sosial.Sebagai lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku sosial yang terjadi pada para siswanya.Oleh karena itu, pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling.Pendekatan ini, berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat menyadari kesalahannya, serta dapat mengarahkan dirinya untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik. Kata kunci : bimbingan konseling, masalah siswa, potensi siswa 

Page 4 of 29 | Total Record : 281