cover
Contact Name
Khomarudin, M.Pd
Contact Email
khomarudin@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285603361404
Journal Mail Official
edueksos@gmail.com
Editorial Address
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : 10.24235
Core Subject :
Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is open access and peer-reviewed journal, investigating and discussing the dynamics of teaching and learning of social education and social-economic problems occuring in the society context of the primary, senior, and higher education level.In addition, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education E learning in social and economics studies Religious studies perspective on the social and ecomoics subject
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG PENDEKATAN TEORI REINFORCEMENT DALAM PROSES PEMBELAJARAN Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i1.651

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan pembelajaran perlu adaya stimulus atau rangsangan yang sering disebut dengan reinforcer yang berfungsi pemerkuat respons yang telah dilakukan oleh seseorang, rangsangan ini berupa pemberian motivasi. Faktor psikologis dalam pemberian reinforcement (penguatan) dalam proses pembelajaran merupakan salah satu bentuk pendekatan yang memberikan makna dalam proses tingkah laku, dinataranya berupa pemberian motivasi pujian dalam pembagian hasil belajar siswa baik yang mendapat nilai baik maupun yang nilainya kurang. Dalam hubungannya dengan proses interaksi belajar yang lebih menitikberatkan pada soal  reinforcement (penguatan), maka mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor intern. Faktor intern ini menyangkut faktor-faktor fisiologis dan faktor psikologis. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan reinforcement layak dipertimbangkan sebagai usaha alternative karena telah mampu meningkatkan semangat dan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Pendekatan reinforcement melalui pemberian motivasi berupa pujian baik yang mendapat nilai baik maupun yang buruk saat pembagian hasil belajar sangat menunjang kegiatan belajar mengajar karena dengan meningkatnya semangat dan kemampuan siswa, hasil belajar, serta minat siswa juga akan meningkat dan dapat memperbaiki prestasi siswa tersebut. Kesan atau motivasi yang diberikan berupa pemberian penghargaan tersebut akan selalu diingat dan memperkuat perilakunya apabila selalu diulang dan berkelanjutan hal ini karena usaha untuk mendapatkan penguatan tergantung pada orang tersebut yang mengeluarkan respon atau perilaku tersebut. Apabila dilakukan secara terus menerus maka respon atau perilaku yang ditimbulkan akan naik atau bertambah pula. Kata Kunci : Psikologis, Reinforcement, Proses Pembelajaran
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM Suniti Suniti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i1.652

Abstract

AbstrakProses pendidikan dalam kegiatan pembelajaran atau dalam kelas, akan bisa berjalan dengan lancar,kondusif dan interaktif apabila dilandasi oleh dasar kurikulum yang baik dan benar. Pendidikan bisa dijalankan dengan baik  ketika kurikulum dijadikan sebagai penyangga utama dalam proses belajar mengajar, kurikulum merupakan salah satu indikator yang menentukan berhasil tidaknya suatu pendidikan. Oleh karena itu kurikulum harus dibuat dan dikembangkan secara baik dan profesional. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembaharuan kurikulum. Kebijakan terbaru dalam pengembangan kurikulum adalah Kurikulum 2013 yang dikenal dengan Kurtilas, meskipun pada kenyataanya dengan kebijkan menteri pendidikan yang baru banyak sekolah yang kembali pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Kata Kunci : Kurikulum, Manajemen, Pengembangan
KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM TEKS PADA BUKU PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SD/MI Itaristanti Itaristanti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i1.653

Abstract

Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan hasil analisis terhadap keefektifan kalimat dalam teks pada buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI. Penulis melakukan analisis baik terhadap bentuk kalimat, tanda baca, unsur kalimat, maupun diksi yang digunakan. Hal ini dilakukan karena penyusunan kalimat yang efektif sangat membantu siswa dalam memahami gagasan yang disampaikan oleh penulis. Kalimat yang efektif mampu menyampaikan gagasan secara jelas sehingga pembaca dapat mengambil makna secara tepat.  Kata kunci: kalimat efektif, teks, buku pelajaran 
PROFESIONALISME GURU DALAM MENGENAL PERKEMBANGAN SISWA SEBAGAI SUBJEK BELAJAR Euis Puspitasari
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.654

Abstract

AbstrakKegiatan mengajar yang dilakukan profesional guru tidak hanya berorientasi pada kecakapan-kecakapan berdimensi ranah cipta saja tetapi kecakapan yang berdimensi ranah dan karsa. Sebab dalam perspektif psikologi pendidikan, mengajar pada prinsipnya berarti proses perbuatan guru yang membuat siswa belajar. Perilaku ini meliputi tingkah laku yang bersifat terbuka seperti keterampilan membaca (ranah karsa), bersifat tertutup seperti berpikir (ranah cipta) dan berperasaan (ranah rasa) setiap guru bertanggung jawab menetapkan rumusan sasaran pembelajaran baik yang khusus maupun yang umum sebagai tujuan kegiatan proses mengajar belajar yang harus dicapai setelah kegiatan proses mengajar-belajar selesai. Kepentingan pembelajaran, ada tiga bentuk perkembangan yang terjadi pada setiap manusia, yakni perkembangan motorik yaitu perkembangan yang berkaitan dengan perubahan kemampuan fisik (motor skills), perkembangan kognitif yaitu perkembangan yang berkaitan dengan kemampuan intelektual, perkembangan sosial dan moral yaitu proses perkembangan yang berkaitan dengan proses perubahan cara setiap individu dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.  Kata Kunci: profesionalisme guru, perkembangan siswa, belajar
PERAN KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM MENCIPTAKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN Novianti Muspiroh
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.655

Abstract

AbstractSocial competency is an important aspect for teachers in making effective learning. It can provide opportunities for students to undertake positive activities that can improve performances. Powered by good communication, the teacher will be more easily conveying a variety of information in particular lessons to be taught to students. In reality, however, social competence in learning is still overlooked by teachers, as it is often found in the learning process suggests that the interaction of teachers and students who are less effective and efficient, teachers who behave immorally and violencely. So, it is difficult to achieve effective learning. Therefore, social competence is very important for teachers. For that, teachers should improve it with effective communication, discussion and direct visitation to the community, training related to social competence, deepen knowledge of human relations, mastering social psychology, and adaptation to work in places. Key words:competency, social, efektiveness, learning
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL DALAM PROSES PENDIDIKAN Nasehudin Nasehudin
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.656

Abstract

Abstrak Kecerdasan sosial terdiri dari aspek social sensitivity, social insight, dan social communication. Keterampilan-keterampilan sosial ini merupakan keterampilan elementer yang harus dimiliki siswa. Kecerdasan sosial mencakup sikap empati, prososial, kesadaran diri, pemahaman situasi sosial dan etika sosial, keterampilan pemecahan masalah, komunikasi efektif, mendengarkan efektif serta mampu memimpin kelompok. Keterampilan ini dapat diajarkan kepada anak-anak. Orang-orang yang dikuasai dorongan hati yang kurang memiliki kendali diri, mereka menderita kekurangmampuan dalam pengendalian moral. Kecerdasan sosial tidak semata-mata dimiliki oleh setiap orang tetapi untuk memilikinya memerlukan proses pembelajaran sosial. Pembelajaran sosial pada zaman ini masih terus dikembangkan terutama dalam dunia pendidikan yang masih terus diterapkan di banyak sekolah.  Kata Kunci : kecerdasan, sosial, pendidikan
POLA PENANGANAN STRES DALAM AKTIVITAS BELAJAR (PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING) masdudi masdudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.657

Abstract

Abstrak Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Perubahan-perubahan sosial yang cepat sebagai konsekuensi modernisasi mempunyai dampak pada kehidupan. Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut sehingga dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya.  Tantangan dunia pendidikan formal saat ini masih terjebak pada pengembangan dan pengutamaan aspek kognitif siswa dengan tujuan agar siswa menjadi manusia cerdas, berprestasi tinggi sehingga dengan mudah akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi favorit mereka. Tantangan tersebut  kemudian diaplikasikan dalam pengutamaan pendidikan ke arah penguasaan iptek, tetapi lemah terhadap pengembangan kepribadian beriman, kreatif, dan memiliki perasaan kemanusiaan serta daya tanggap. Dengan begitu, sejak dini segala upayadilakukan oleh pihak sekolah maupun orang tua untuk menggiring anak-anaknyaagar mampu menyerap semua pengetahuan yang diajarkan. Kadang-kadang, siswa diberi pelajaran tambahan sehingga sering membuat jenuh dan frustasi karena mereka tidak mempunyai pilihan lain, kecuali belajar dan menghafal yang akhirnnya mengalami stres dalam kegiatan belajarnya. 
KARAKTERISTIK TEORI-TEORI BELAJAR DALAM PROSES PENDIDIKAN (PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS DAN APLIKASI) Etty Ratnawati
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.658

Abstract

Abstrak Beberapa aliran dalam teori belajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang menekankan pada “hasil” dari pada proses belajar. Salah satu contohnya aliran kognitif yang menekankan “proses” belajar. Aliran humanistik menekankan pada “isi” atau apa yang dipelajari. Aliran sibernetik menekankan pada “sistem informasi” yang dipelajari dan masih banyak beberapa teori yang mempunyai karakteristik tertentu sesuai jenis dan pengelompokannya. Perbedaan-perbedaan yang terdapat antara karakter berbagai teori belajar itu disebabkan karena perbedaan jenis-jenis belajar yang diselidiki. Belajar ada yang bertahap dan berkarakter rendah dan ada yang bertahap dan berkarakter tinggi; ada belajar yang bersifat skill atau keterampilan dan ada yang bersifat rasional. Jadi dalam hal menilai benar tidaknya pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh berbagai teori belajar itu, kita harus memandangnya dari segi-segi karaktersitik tertentu yang sesuai dengan jenis-jenis belajar yang diselidikinya. Kata Kunci : teori belajar, pendidikan, karakteristik, aplikasi
STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA Mahdi Mahdi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.659

Abstract

Abstrak Desentralisasi pemerintahan yang melahirkan otonomisasi penyelenggaraan pendidikan melahirkan sebuah persepektif baru dalam pengelolaan pendidikan, yaitu Manajemen Berbasis Madrasah (MBM).MBM merupakan salah satu strategi dalam mengembangkan pendidikan di madrasah.Otonomi bidang pendidikan ini secara mikro lebih dikenal dengan otonomi sekolah atau desentralisasi pengelolaan sekolah yang berarti pengelolaan pendidikan berdasarkan kebutuhan sekolah/masyarakat atau disebut juga dengan local management of school.Sekolah-sekolah diberikan kewenangan yang penuh dalam merancang kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan kebutuhan masyarakat.Kata Kunci :strategi, pendidikan, dan madrasah
PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN DALAM MENJAWAB KRISIS SOSIAL Asep Kurniawan
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v4i2.660

Abstract

AbstrakPendidikan selama ini belum berhasil mengatasi krisis sosial, karena pendidikan terlalu terpesona dengan target-target akademis.Pendidikan karakter yang sudah mulai diimplementasi beberapa tahun terakhir oleh pemerintah di sekolah-sekolah formal belum bisa menjawab kebutuhan yang ada.Hal ini disebabkan pendidikan sekolah masih minim dan kesulitan dalam menerapkan aspek moral knowing, feeling dan action secara terintegrasi.Keadaan ini berbeda dengan pendidikan pondok pesantren yang sudah sejak lama sudah menerapkan pendidikan karakter dimana ketiga moral tersebut terbiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini bisa dilakukan efektif karena adanya contoh dari ustadz atau kiai, dan pendidikan 24 jam berada dalam satu lingkungan yang terintegrasi. Sayangnya model pendidikan karakter ala pesantren ini seolah terlupakan. Padahal ia sudah mengakar lama dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, sudah saat pendidikan karakter mendesak untuk efektif diterapkan dalam mengatasi persoalan sosial dengan melirik kearipan lokal yang ada di pendidikan pesantren. Kata kunci: pendidikan, karakter, pesantren, sosial.

Page 6 of 29 | Total Record : 281