cover
Contact Name
Sri Wahyuni Bahrum
Contact Email
swbahrun@gmail.com
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
swbahrun@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari
ISSN : 30252458     EISSN : 30252458     DOI : https://doi.org/10.58294
Core Subject :
JPMGS merupakan wadah publikasi illmiah untuk kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat yaitu pengabdian masyarakat dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Deteksi Dini Luka Kaki Diabetes Melalui Skrining Kaki Diabetes Pada Pasien Diabetes Noyumala Noyumala; Asriadi Asriadi; Musaidah Musaidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 1 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v1i3.148

Abstract

Dampak  luka kaki diabetes yang tidak ditangani dengan serius dapat berakhir pada amputasi bahkan kematian. Maka diperlukan upaya pencegahan melalui skrining kaki diabetes sehingga keterlibatan keluarga sangat dibutuhkan sebagai support system bagi pasien diabetes mellitus. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mendeteksi gejala neuropati pada pasien diabetes mellitus. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu dengan  pendidikan kesehatan, pemeriksaan kadar gula darah dan skrining luka kaki diabetes dengan Ipswich touch test (IpTT). Hasil kegiatan dari 35 orang peserta ditemukan enam orang yang terkonfirmasi mengalami peningkatan kadar gula darah diatas 200 mg/dl dan empat orang diantaranya memiliki riwayat diabetes mellitus yang tidak berobat secara rutin. Sementara hasil skrining luka kaki diabetes dengan metode IpTT, dua orang dari enam penyandang DM ditemukan mengalami neuropati. Kesimpulan: Skrining kaki diabetes dengan metode Ipswich touch test (IpTT) merupakan metode yang aman dan sederhana dapat dilakukan kapan saja, siapa saja ,cara kerjanya cepat, tidak menggunakan isntrumen atau alat khusus serta tingkat akurasinya tinggi untuk mendeteksi gejala neuropati yang merupakan factor resiko terjadinya luka kaki diabetes.
Edukasi Pendidikan Tanda Bahaya Dan Komplikasi Masa Nifas Irma Sri Rejeki; Fadlyatul Fajri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i1.150

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan Kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Periode masa nifas (puerperium) adalah periode waktu selama 6-8 minggu setelah persalinan. Periode pasca partum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil. Komplikasi masa nifas adalah keadaan abnormal pada masa nifas yang disebabkan oleh masuknya kumankuman ke dalam alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas serta tanda perdarahan,eklamsia,infeksi, ganguan BAK serta Post Partum Blues. Berdasarkan data yang telah diperoleh RSUD Syekh Yusuf Gowa, terdapat 17 ibu nifas ,setelah dilakakukan wawancara hanya 1 ibu yang mengerti dan tahu tanda bahaya nifas, sedangkan 16 ibu sama sekali tidak mengetahui dan tidak pernah mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan tentang tanda bahaya nifas metode yang dilakukan dalam pengabmas ini adalah memberikan penyuluhan di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Setelah diberikan penyuluhan seluruh ibu nifas mengerti akan tanda bahaya nifas.
Health Promotion Model (HPM) tentang Upaya Pencegahan Stunting berbasis media di Wilayah Kerja Puskemas Somba Opu Kabupaten Gowa Hilmiah Hilmiah; Sri Wahyuni Bahrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v1i3.154

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kaupaten Gowa. Metode pelaksanaan dengan cara memberikan kuesioner pengetahuan pada ibu sebelum dilakukan healt promotion model (HPM), selanjutnya melakukan pengukuran kedua setelah dilakukan healt promotion model (HPM). Memberikan edukasi kepada ibu dengan menggunakan media cetak berupa leaflet untuk memberikan informasi serta cara pencegahan stunting melalui perbaikan gizi .Jumlah ibu yang ikut serta dalam kegiatan ini sebanyak 40 orang. healt promotion model (HPM) menggunakan leaflet dapat dimengerti oleh ibu sebagai upaya pencegahan stunting, diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan ibu, sehingga akan membantu penurunan angka stunting.
Penyuluahn Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Siswa Upt Sd Negeri 91 Soreyang Siti Badria Asikin; Ima Mustika Tri Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i1.155

Abstract

PHBS merupakan singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekan atas dasar kesadaran sebagai Upaya agar dirinya sehat dan aktif membantu Kesehatan lingkungan sekitarnya. PBHS pada usia dini sangat baik untuk mendidik dan menambahkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai Upaya menjaga Kesehatan diri dan lingkungan. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS kepada anak sekolah dalam hal ini siswa-siswi UPT SD NEGERI 91 Soreyang sehingga dapat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan in-focus, note book dan beberapa alat peraga. Penyuluhan PHBS pada anak sekolah berjalan lancer, semua peserta Siswa-Siswi UPT SD NEGERI 91 Soreyang mengikuti kegiatan PKM ini.
Edukasi Gizi Seimbang pada Lansia di Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Lilik Solikhah; Nurul Magfira; Muhammad Arif Nursin; Syahda Jatsya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.156

Abstract

Penyakit degeneratif seringkali terjadi pada usia lanjut. Penyakit degeneratif adalah kondisi menurunnya fungsi organ-organ tubuh. Penyakit degeneratif telah mewakili 63% dari semua kematian per tahun. Pedoman gizi seimbang merupakan kumpulan pangan sehari-hari yang terdiri dari zat gizi dalam kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan harian, dengan tetap memperhatikan prinsip keberagaman pangan, aktivitas fisik, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan pemantauan berat badan secara teratur. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pedoman gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Adapun media yang digunakan adalah Powerpoint (PPT). Hasil dari penyuluhan ini dibuktikan dengan keaktifan lansia dalam bertanya dan menyampaikan pendapatnya masing-masing. Kesimpulannya adalah penyuluhan pedoman gizi seimbang pada lansia ini telah berhasil dilakukan. Selain itu, tenaga gizi dan kader posyandu setempat juga diharapkan untuk tetap memberikan edukasi gizi terhadap lansia dan seluruh masyarakat.
Pendampingan Ibu Hamil Terhadap Kekurangan Energi kronik (KEK) Lili Purnama Sari; Irnawati Irnawati; Uliarta Marbun; Indah Yun Diniaty Rosidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.161

Abstract

Kesehatan ibu menjadi salah satu kunci pokok bagi kesehatan generasi penerusnya, sedangkan kesehatan anak merupakan aset Negara kedepannya. Tingginya AKI terjadi salah satunya karena kekurangan Energi kronik pada masa kehamilan. Ibu hamil merupakan kelompok rawan terhadap masalah kesehatan dan kekurangan gizi. Masalah ini salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi, dugaan yang menyebabkan antara lain informasi dan edukasi (KIE) gizi, kesehatan yang kurang efektif, ketersediaan cadangan besi tubuh. Salah satu upaya yang di lakukan dalam menurunkan masalah gizi pada ibu hamil dengan Pemberian makanan tambahan dimasa kehamilan. Tujuan pengabdian Masyarakat ini untuk Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronis (KEK) , pencegahan dan penanganan kekurangan Energi kronik (KEK). Metode yang di gunakan dengan melakukan penyuluhan. Hasil yang di dapatkan menujukkan hampir semua ibu hamil memahami tentang kekurangan energi kronik (KEK) pada masa kehamilan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini yaitu peserta penyuluhan dapat memahami tentang kekurangan energi kronik (KEK). Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini semua ibu hamil dapat menerapkan apa yang telah di sampaikan dan diajarkan, selanjutnya dengan adanya kegiatan lanjutan dari tenaga Kesehatan khususnya dalam menurukan permasalahan gizi pada masa kehamilan.
Education about Hot flushes in Perimenopausal Women Syarifah Sahirah; Ummu Kalsum; Andi Mustika Fadillah Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.163

Abstract

Premenopause merupakan bagian proses penuaan alami wanita, yang ditandai dengan penurunan produksi estrogen ovarium yang biasanya timbul pada umur 50 tahun. Perimenopause adalah fase peralihan antara pramenopause dan pascamenopause. Beberapa wanita pada fase ini tampak keluhan vasomotorik dan keluhan sindrom premenstrual. Wanita pada masa menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hal itu memicu terjadinya Hot flashes yang ditandai dengan merasa panas dari wajah hingga ke dada berkeringat pada malam hari, daya ingat mulai menurun,(insomnia), depresi dan merasa mudah Lelah. Pencegahan hot flashes bisa dilakukan dengan terapi biologis seperti mengkonsumsi susu kedelai atau tempe kukus, melakukan senam, serta terapi tertawa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan wawasan Masyarakat melalui program penyuluhan edukasi dengan melakukan upaya  preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi hot flashes pada ibu Premenopause. Metode penyuluhan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab dan diskusi dengan powerpoint dan leaftlet. Evaluasi dilakukan dalam bentuk lisan dengan tanya jawab serta melihat antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Melalui Kegiatan “Refreshing Kader” Masyitah Sita; Nurfadhila Nurfadhila; Sumiyati Sumiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.175

Abstract

Program Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah bagian dari upaya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kader posyandu memiliki kontribusi besar dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita karena kader bertugas sebagai penggerak dalam kegiatan posyandu. Refreshing kader sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader agar mereka dapat mengelola kegiatan Posyandu sesuai dengan kemampuannya. Sampai saat ini, masalah yang sering terjadi dalam kegiatan posyandu balita adalah tidak semua kader kesehatan rutin mendapatkan pengetahuan tentang posyandu balita, maksud dan tujuan program, dan sasaran kesehatan posyandu: PUS, WUS, ibu dan anak balita. Selain itu, selama pandemi ini, kegiatan posyandu memerlukan beberapa penyesuaian dan pengetahuan tambahan tentang protokol kesehatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kantor Desa Rangoan Kecamatan Matangnga. Metode pelaksanaan yaitu dengan ceramah dan tanya jawab. Sebelum dilakukan edukasi kader diberikan soal pre test dan setelah itu diberikan edukasi terkait tugas-tugas kader posyandu, kegiatan utama posyandu, lima langkah kegiatan di posyandu, kunjungan rumah dan saran untuk kader, serta pengukuran dan penimbangan bayi. Selanjutnya setelah edukasi juga diberikan soal post test. Jumlah kader yang ikut serta dalam kegiatan ini sebanyak 25 orang. Kegiatan refreshing kader ini dapat meningkatan pengetahuan kader posyandu khususnya kegiatan utama posyandu
Screaning Status Gizi dan Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Wijianto Wijianto; Sri Murniawati Hasan; DG Mangemba; Djadid Subchan; Hana Muhammad; Nitro Galenso; Irawati Tampuyak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i1.181

Abstract

Masyarakat pesisir menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sosial. Masyakat pesisir sangat rentang terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dikarenakan dari karakteristik spesifik pada mereka. PTM biasanya muncul tanpa gejala serta tidak menunjukkan adanya tanda klinis tertentu, Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan dua PTM yang paling sering ditemukan dan berkaitan erat dengan berbagai permasalahan kesehatan lain. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan screaning penyakit hipertensi dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dalam uapaaya pencegahan PTM khususnya hipertensi. Metode menggunakan pendekatan campuran antara screaning kesehatan dan edukasi Masyarakat. Screaning kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, dan pengukuran antropometri. Pemberian edukasi dilakukan dengan cara penyuluhan. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 60 orang. Hasil pemeriksaan kadar darah terdapat 44,9% kadar gula darah tinggi, 66.7% kolesterol tinggi dan 44,2% asam urat diatas normal. Pengukuran tensi darah terdapat 44.9% pre-hepertensi dan 44.9% hepertensi, sedangkan kategori obesitas sebesar 39.2%. Edukasi kesehatan dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat pesisir
Promosi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa Sekolah Menengah atas Sukmawati Sukmawati; Nurarifah Nurarifah; Dg Mangemba; Dian Kurniasari Yuwono; Nitro Galenso
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i3.183

Abstract

Penerapan program PHBS pada anak SMA berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki oleh siswa SMA. Promosi kesehatan PHBS di sekolah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sehingga diharapkan menjadi upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan siswa. Kegiatan PKM ini dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan cara promossi kesehatan dengan menggunakan media leaflet dan power point yang berisi materi tentang PHBS di Sekolah. Sarasan dalam kegiatan PKM ini yaitu siswa SMAN 2 Luwuk dan SMAS GKLB Luwuk berjumlah 86 siswa. Kegiatan PKM dilakukan di SMAN 2 Luwuk dan SMA GKLB Luwuk yang diikuti oleh 86 siswa. Kegiatan PKM berupa promosi kesehatan tentang PHBS di sekolah yang menyasar siswa sebagai sasaran primer sehingga berdaya (mau dan mampu) memperaktikan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, materi diberikan karena untuk mempraktikan PHBS, siswa harus tahu terebih dulu. Media Promosi yang digunakan adalah leaflet dan PPT. Hasil evaluasi diperoleh ada peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan materi PHBS di sekolah