cover
Contact Name
Bety Vitriana
Contact Email
bety.vitriana@universitasmulia.ac.id
Phone
+6285705599529
Journal Mail Official
pgpaud@universitasmulia.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9 Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia Kode Pos 76114
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL PELANGI Pendidikan Anak Usia Dini
Published by Universitas Mulia
ISSN : -     EISSN : 30896150     DOI : -
Core Subject :
JURNAL PELANGI Merupakan wadah intelektual yang ditujukan untuk menyajikan kontribusi-kontribusi ilmiah terkini dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Artikel dalam jurnal ini mencakup beragam fokus penelitian, seperti strategi pengajaran yang efektif untuk anak usia dini, psikologi perkembangan anak, manajemen kepaudan, peran guru serta peran orang tua dalam pendidikan anak, aspek-aspek perkembangan anak, penggunaan teknologi dalam pendidikan anak usia dini, serta isu-isu inklusi dan kebijakan pendidikan anak usia dini. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER USIA 2-3 TAHUN MELALUI TERAPI WICARA AURELLIA RIQQAH NABILAH; SRI WAHYUNI; BETY VITRIANA
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autisme Spectrum Disorder bukanlah suatu penyakit melainkan suatu sindrom yang ditandai melalui kemampuan berbicara anak yang sedikit. Penanganan yang tepat untuk anak autism melatih kemampuan berbicara dengan terapi wicara. Adapun tujuan penelitian adalah mendeskripsikan Bagaimana kemampuan berbicara anak autism spectrum disorder usia 2-3 tahun menjalankan terapi wicara dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam terapi wicara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data bersumber dari terapis terapi wicara dan orang tua. Hasil dari penelitian ini 2 anak mengalami gejala autism berat dan 1 anak mengalami autism ringan. Dengan hasil 2 anak sudah berkembang kemampuan berbicara dengan tahap ‘’True Speech”. Dan 1 anak belum berkembang kemampuan berbicara masih ditahap “Babling”. Adapun Faktor pendukung meningkatkan kemampuan berbicara dengan adanya stimulasi orang tua dan terapis dan dukungan. Namun selain itu faktor penghambat saat anak tantrum, gawai melebihi batas screen time, dan kurangnya komunikasi menyebabkan keterbatasan komunikasi dan berbicara.
IMPLEMENTASI PELATIHAN KETERAMPILAN MASSAGE PADA GURU ANAK USIA DINI DI LEMBAGA PAUD ALYSBED SYAHKURNIA ALDAMA; NORLAILA NORLAILA; BETY VITRIANA
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya pengetahuan massage anak usia dini pada lembaga (PAUD) balikpapan, selama ini belum banyak informasi yang mengungkap secara lengkap mengenai pelatihan massage anak usia dini. Massage pada umumnya hanya di terapkan untuk bayi namun juga bisa di terapkan untuk anak usia dini. Tujuan penelitian implementasi massage anak usia dini yaitu untuk mengetahui Implementasi Pelatihan Keterampilan Massage pada guru anak usia dini di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Balikpapan Serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan implementasi pelatihan keterampilan massage anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan massage belum menjadi prioritas atau belum tersedia secara luas di sekolah balikpapan . Kesimpulan ini juga memberikan indikasi bahwa ada peluang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pelatihan keterampilan massage AUD di wilayah balikpapan serta Mengadakan lebih banyak pelatihan di sekolah sekolah lainnya
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN “EDUSIBI” TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA SIBI ABK USIA DINI (TUNA RUNGU) Cindy Maurellia; Dian Ramadhani Yahya; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran mempunyai peran yang penting untuk menunjang proses pembelajaran terutama bagi anak tunarungu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa SIBI (Sistem Informasi Bahasa Isyarat) terhadap media pembelajaran “EDUSIBI” dan pengaruh media pembelajaran “EDUSIBI” terhadap kemampuan bahasa SIBI ABK Usia Dini (Tunarungu). Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa TKLB-B SLB Negeri Balikpapan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian siswa kelompok eksperimen sebanyak 4 orang dan siswa kelompok kontrol sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan bahasa SIBI siswa menggunakan media pembelajaran “EDUSIBI” lebih tinggi dibandingkan media pembelajaran “Flash Card”, yaitu kelompok eksperimen dengan rata-rata N-Gain 0,78 sedangkan kelompok kontrol dengan rata-rata N-Gain 0,24. Selain itu, berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis (Uji-T) menggunakan program IBM SPSS Statistic 26 diperoleh nilai Sig. 0,00 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak yang berarti peningkatan kemampuan bahasa SIBI siswa yang memperoleh media pembelajaran “EDUSIBI” lebih baik daripada siswa yang memperoleh media pembelajaran “Flash Card”. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran “EDUSIBI” terhadap kemampuan bahasa SIBI ABK Usia Dini (Tunarungu).
READ ALOUD DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Mujiati; Norlaila; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan bahasa reseptif pada anak kelompok B di RA Al Kahfi Balikpapan yang masih rendah. Belum semua anak memenuhi penilaian BSH pada setiap indikator perkembangan bahasa reseptif seperti mampu mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan, melakukan perintah serta masih rendahnya minat anak yang menyenangi dan menghargai bacaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode read aloud dalam proses pembelajaran guna meningkatkan perkembangan bahasa reseptif dan untuk mengetahui peningkatan perkembangan bahasa reseptif anak melalui metode read aloud. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahap kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 13 siswa, penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan tiga kali pertemuan pada setiap siklusnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan catatan anekdot peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa capaian perkembangan bahasa reseptif anak dengan penilaian BSH meningkat menjadi 69,22% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 82,69% sedangkan penilaian BSB meningkat sebesar 17,30 %. Saran bagi guru dan peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan metode ini dengan penggunaan alat dan bahan ajar yang lebih bervariatif.
UPAYA MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL ANAK USIA DINI MELALUI PERAN ORANG TUA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Dessy Islamiyati; Norlaila Norlaila; Bety vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 1 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya angka kekerasan seksual pada anak yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, lembaga pendidikan serta orang tua. Peranan lembaga pendidikan dan orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak sangat diperlukan sebagai upaya mencegah kekerasan seksual. Adapun skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam penerapan personal safety skill sebagai upaya mencegah kekerasan seksual anak usia 3-6 tahun di TKIT Mardhatillah Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Sumber data primer bersumber dari kepala sekolah, guru dan orang tua murid. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan dan orang tua dalam menerapkan pembelajaran personal safety skill ialah telah berperan dan bermanfaat serta berdampak positif bagi anak. Penerapan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas disesuaikan dengan tahap usia anak dengan mengenal anggota tubuh, fungsi dan batasan antara laki-laki dan perempuan serta belajar cara mengenal, bertahan dan melaporkan tindak kekerasan seksual. Pembelajaran personal safety skill yang telah diajarkan oleh orang tua dan lembaga pendidikan menjadikan anak belajar perlindungan diri.
STRATEGI GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MANDIRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Dian Lestari; Dian Ramadhani Yahya; Suprijadi Suprijadi
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter anak bangsa dalam mencapai visi pembangunan nasional. PAUD KB SPNF SKB Balikpapan Selatan menerapkan pendidikan karakter melalui strategi pembelajaran yang melibatkan guru sebagai teladan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penerapan karakter mandiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian adalah guru, kepala sekolah dan orangtua murid. Hasil temuan penelitian ini adalah guru memiliki peran strategis sebagai model perilaku. Guru harus menjadi contoh baik dan mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Peran guru termasuk kepemimpinan, komunikator, motivator, fasilitator, supervisor, dan pengembangan iklim pembelajaran. Penerapan karakter mandiri dilakukan melalui strategi pemahaman, pendekatan, dan kebiasaan. Evaluasi menunjukkan karakter mandiri tercermin di luar sekolah. Faktor pendukung melibatkan guru, orang tua, dan antusiasme siswa, sementara faktor penghambat meliputi tantangan komunikasi dan keterbatasan sumber daya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI BERMAIN KOLASE DENGAN BAHAN ALAM BIJI-BIJIAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Husnul Khotimah; Sri Wahyuni; Yamani Yamani
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun yang kurang terlatihnya kelenturan jari-jemari sehingga membutuhkan stimulasi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan bermain kolase dengan bahan alam biji-bijian dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A 4-5 tahun di KB Rumah Seru Balikpapan Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek pada penelitian ini ialah peserta didik usia 4-5 tahun berjumlah 8 orang yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Peningkatan perkembangan tersebut jika diuraikan mulai dari kondisi pra siklus pada indikator mengkoordinasikan mata dan tangan capaian perkembangan MB sebesar 75% dan BSH 25%, kemudian meningkat di siklus I menjadi MB sebesar 25% dan BSH 75% dan pada siklus II berkembang menjadi BSH 25% dan BSB 76%. Pada indikator menempel, pra siklus capaian MB 88% dan BSH 13% meningkat menjadi MB 25% dan BSH sebesar 75% pada siklus I, kemudian pada siklus II meningkat menjadi BSH 38% dan BSB 63%. Pada indikator menjumput capaian perkembangan dari MB 88% dan BSH 13% di pra siklus, meningkat menjadi MB 38% dan BSH 63% pada siklus I, kemudian pada siklus II meningkat menjadi BSH 38% dan BSB 63%.Sehingga dapat disimpulkan melalui kegiatan bermain kolase dengan bahan alam biji-bijian dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A usia 4-5 tahun.
IMPLEMENTASI KOMPETISI FUTSAL ANTAR SEKOLAH TK DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT ANAK USIA 5 - 6 TAHUN Aditya Gustiawan Putra; Dian Ramadhani Yahya; Yamani Yamani
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah owner lapangan futsal Family Sport Clinic (FSC), kepala sekolah lembaga TK partisipan, orang tua partisipan, dan peserta partisipan kompetisi futsal antar TK dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan persentase sebesar 11,17% menyatakan bahwa implementasi kompetisi futsal antar TK di kecamatan Balikpapan Utara adalah rasa ketertarikan atau keinginan tahu anak terhadap olahraga futsal yang menjadi indikator yang paling dominan didapati dari peserta didik anak usia 5-6 tahun. Faktor pendukung dari penelitian ini adalah kolaborasi lembaga TK partisipan, pihak penyelenggara lapangan futsal dan orang tua peserta didik untuk membantu dalam pengembangan minat dan bakat anak usia dini terutama bagi usia 5-6 tahun dengan tujuan agar kelak dapat melahirkan generasi muda pemain futsal profesional yang mampu memberikan peran besar untuk mengharumkan nama nusa dan bangsa Indonesia di kancah dunia internasional melalui bidang olahraga futsal.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA MELALUI PERMAINAN BALOK BERKELOMPOK PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Zaishica Della Novita; Dian Ramadhani Yahya; Suprijadi Suprijadi
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama melalui permainan balok kelompok pada anak usia 4-5 tahun di TK Az Zahrah Balikpapan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, subjek penelitian ini adalah siswa kelompok A di TK Az Zahrah Balikpapan yang berjumlah 17 anak, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan balok kelompok dapat meningkatkan kemampuan kerjasama pada anak usia 4-5 tahun di TK Az Zahrah Balikpapan. Hal ini terbukti dari hasil tindakan yang telah dilakukan. Peningkatan perkembangan secara persentase pada kondisi awal prasiklus dengan indikator aktif Mulai Berkembang sebesar 12% kemudian pada siklus I meningkat menjadi Berkembang Sesuai Harapan sebesar 47% dan Berkembang Sangat Baik sebesar 88% pada siklus II. Untuk indikator berbagi pada pra siklus, Mulai Berkembang sebesar 24%, kemudian siklus I meningkat menjadi 53% dan Berkembang Sangat Baik sebesar 71% pada siklus II. Indikator merespon pada prasiklus mulai berkembang sebesar 12%, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 18% dan berkembang sangat baik sebesar 82% pada siklus II. Saran bagi guru dan peneliti selanjutnya adalah menggunakan metode bermain kelompok untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak
IMPLEMENTASI METODE BERMAIN PERAN “MALIN KUNDANG” DALAM PENINGKATAN KECERDASAN LINGUISTIK ANAK Dwi Riswanti; Sri Wahyuni; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan verbal linguistik anak usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan, hal ini nampak pada saat melakukan kegiatan bermain peran berkelompok skala besar. Anak-anak mengalami kesulitan dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan membayangkan dengan memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam skenario pada bermain peran. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui implementasi metode bermain peran melalui cerita rakyat “Malin Kundang” dalam peningkatan kecerdasan verbal linguistik pada anak usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. 2) untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi metode bermain peran melalui cerita “Malin Kundang” dalam peningkatan kecerdasan verbal linguistik pada anak usia 5-6 tahun di KB Handayani 4 Balikpapan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik usia 5-6 tahun kelas B yang bermain sosio drama dengan judul “Kisah Malin Kundang”. Anak murid yang terlibat berjumlah 9 anak terdiri 8 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah metode bermain peran melalui cerita rakyat “Malin Kundang” dapat meningkatkan kecedasan verbal linguistik pada anak.

Page 1 of 2 | Total Record : 15