cover
Contact Name
Bety Vitriana
Contact Email
bety.vitriana@universitasmulia.ac.id
Phone
+6285705599529
Journal Mail Official
pgpaud@universitasmulia.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9 Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia Kode Pos 76114
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL PELANGI Pendidikan Anak Usia Dini
Published by Universitas Mulia
ISSN : -     EISSN : 30896150     DOI : -
Core Subject :
JURNAL PELANGI Merupakan wadah intelektual yang ditujukan untuk menyajikan kontribusi-kontribusi ilmiah terkini dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Artikel dalam jurnal ini mencakup beragam fokus penelitian, seperti strategi pengajaran yang efektif untuk anak usia dini, psikologi perkembangan anak, manajemen kepaudan, peran guru serta peran orang tua dalam pendidikan anak, aspek-aspek perkembangan anak, penggunaan teknologi dalam pendidikan anak usia dini, serta isu-isu inklusi dan kebijakan pendidikan anak usia dini. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
OPTIMALISASI ASPEK PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA ANAK USIA 5 – 6 TAHUN Stefani Aprillia Aprillia; Norlaila Norlaila; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kualitas keagamaan dan moral pada anak usia 5-6 tahun di TK Ekadyasa Balikpapan melalui pelaksanaan rutinitas shalat Dhuha. Penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa pendidik memiliki tugas tidak hanya untuk memberikan pendidikan yang komprehensif, tetapi juga untuk menggarisbawahi prinsip-prinsip keagamaan, seperti mengajari anak-anak dalam praktik shalat Dhuha, menghafal doa-doa harian, terlibat dalam dzikir (tindakan mengingat Allah), membaca salawat (menyerukan berkat kepada Nabi), memperoleh pengetahuan tentang Asmaul Husna (nama-nama indah Allah), dan menghafal ayat-ayat singkat dari Al-Qur'an. Selain itu, adopsi konsep-konsep agama dan moral di sekolah-sekolah tidak dilaksanakan secara maksimal, sehingga memerlukan kebutuhan untuk optimalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini. Pelaksanaan shalat Dhuha secara rutin dapat menanamkan keakraban pada anak terhadap ajaran agamanya, meningkatkan pemahaman tentang ibadah, menumbuhkan karakter positif seperti rasa hormat, kejujuran, dan toleransi beragama, serta meningkatkan kemampuan menghafal ayat-ayat pendek, melakukan gerakan shalat, dan membaca bacaan shalat. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Proses pengumpulan data melibatkan pemanfaatan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Setelah proses pengumpulan data, pendekatan analisis deskriptif kualitatif digunakan. Pembiasaan merupakan metode yang digunakan untuk menanamkan ide-ide keagamaan dan moral sejak dini. Penggabungan shalat Dhuha ke dalam rutinitas harian anak usia 5-6 tahun memerlukan pendekatan sistematis yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang, dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan agama dan etika mereka.
OPTIMALISASI KECERDASAN MUSIKAL PADA KELAS K5 USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN SENI MUSIK Angelia Sobono; Norlaila Norlaila; Yamani Yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dalam membangun landasan fundamental bagi pendidikan anak selanjutnya. PAUD menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kepribadian mereka secara penuh dan membuka potensi mereka secara maksimal. Komponen penting dari pertumbuhan kognitif anak adalah kecerdasan musikal mereka, yang mencakup kapasitas untuk menghargai, memahami, membedakan, menghasilkan, mengarang, dan mengartikulasikan berbagai genre musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK5 melalui pengajaran musik. menawarkan kelas musik bernama Eurythmics yang memberikan stimulasi musikal setiap hari. Anak-anak menerima instruksi dalam bernyanyi, mengenali alat musik, teknik yang tepat untuk memegang dan memainkannya, serta belajar gerakan dan lagu sesuai dengan tempo. Kegiatan-kegiatan ini didukung oleh fasilitas yang memadai dan alat pengajaran yang tepat. Meskipun demikian, bukti empiris menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan musikal pada anak usia 5-6 tahun belum mencapai puncaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan wawancara. Setelah data terkumpul, selanjutnya data tersebut dikaji dengan menggunakan metodologi analisis deskriptif kualitatif. Pelaksanaannya meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran musik berpotensi untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak. Meskipun demikian, penting untuk meningkatkan kemahiran dan kecerdikan guru dalam pendekatan pengajaran mereka. Penelitian ini meningkatkan kemajuan teori dan praktik dalam pendidikan anak usia dini, khususnya dalam memaksimalkan kecerdasan musikal melalui pembelajaran musik
ANALISIS METODE BERMAIN EKSPLORASI DI SENTRA BAHAN ALAM DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN Adinda Salsabila; Baldwine Honest Gunarto; Sri Purwanti
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses peningkatan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui metode bermain eksplorasi di sentra bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang anak kelompok A usia 4-5 tahun di KB Kelas Mini Kids 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bermain eksplorasi di sentra bahan alam ternyata efektif dalam mengembangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Metode ini memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar dan berkembang secara alami melalui bermain dan eksplorasi dengan berbagai bahan alam. Selain itu, peran guru dan orang tua dalam mendampingi dan membimbing anak selama bermain juga sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan stimulasi yang tepat dan optimal untuk perkembangan motorik halus anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 2 – 5 TAHUN MENGGUNAKAN MEDIA LOOSE PARTS Nurul Ulfah; Dian Ramadhani Yahya; Yamani Yamani
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat penting untuk membangun fondasi pembelajaran dan mengembangkan potensi anak secara menyeluruh, terutama pada usia 4-6 tahun yang dianggap sebagai periode emas untuk stimulasi kognitif dan pembentukan karakter. Penelitian ini meneliti penggunaan media loose parts sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun di KB PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan. Observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berhitung dan mengenal lambang bilangan masih rendah, sehingga diperlukan metode yang lebih inovatif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media loose parts dalam merangsang perkembangan kognitif anak usia dini dan memberikan wawasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.
ANALISIS PENDEKATAN STEAM TERHADAP KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI 3 – 4 TAHUN Yuliani Fajarwati; Baldwine Honest Gunarto; Bety Vitriana
JURNAL PELANGI Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL PELANGI
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan STEAM terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik pada anak usia dini serta untuk mengetahui faktor faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan STEAM terhadap kecerdasan kinestetik anak usia dini 3-4 tahun di KB Cahaya Andhika. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatid Deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa Observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di KB Cahaya Andika bahwa ditemukan 9 dari 15 siswa berumur 3-4 tahun menunjukkan kemampuan mengendalikan tangan secara tepat untuk mengendalikan objek serta mengkoordinasikan seluruh pergerakan tubuh, diantanya 30% siswa yang mampu, sedangkan 70% siswa belum sepenuhnya berkembang atau masih dibantu oleh guru, sehingga siswa belum mampu melakukan sebuah kegiatan secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan untuk perkembangan kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran STEAM sangat efektif ketika diterapkan di lingkungan pendidikan, khususnya pada anak usia dini. Melalui Pendekatan Playbased Learning, menjelaskan bahwa penting mengajak anak untuk bermain dalam proses pembelajaran. Melalui bermain, anak-anak mengembangkan berbagai kecerdasan termasuk kinestetik, karena mereka belajar mengontrol tubuh mereka sambil memahami dunia sekitar melalui interaksi fisik. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pendekataan STEAM untuk kecerdasaan kinestetik anak meliputi keterbatasan sumber daya yang kaya untuk menciptakan berbagai kegiatan bermain, persiapan materi, dan evaluasi pengukuran. Akan tetapi dengan menerapkan pendekatan STEAM lembaga juga akan mendapatkan faktor-faktor pendukung kepada siswa misalnya, anak jadi lebih kreatif, anak mampu mengkoordinasikan pergerakan seluruh tubuh, memiliki sikap yang inovati, dan mampu memcahkan masalah.

Page 2 of 2 | Total Record : 15