cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
siti.maryam.munjiat@uinssc.ac.id
Phone
+6289669307776
Journal Mail Official
siti.maryam.munjiat@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. 45132 Telp : +62231-481264
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tarbawi Al-Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : https://doi.org/10.24235/9g64fb07
Core Subject :
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam is an academic journal dedicated to disseminating scientific articles in the form of conceptual ideas and empirical research focusing on the study of culture and education from an Islamic perspective. The journal is published twice a year, in April and October, and serves as a scholarly platform for academics, researchers, and practitioners to contribute to the development of Islamic education in various contexts. The scope of the journal covers a wide range of topics related to Islamic culture and education, including secondary and higher education, development of learning media, innovation in teaching methods, Islamic character education, educational guidance and counseling, philosophy of education, history of education, madrasah (Islamic educational institutions), Islamic boarding schools (pesantren), contemporary Islamic education, and multicultural Islamic education. In addition, the journal welcomes interdisciplinary studies in Islamic education and other relevant and appropriate topics.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TASAWUF Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1225

Abstract

Sebagian masyarakat di kota-kota besar sekarang ini, mereka mulai tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkan pola hidup sufistik.Hal ini dapat dilihat dari banjirnya buku-buku tasawuf di tokok-toko buku, bermunculannya kajian-kajian tasawuf dan maraknya tayangan-tayangan, televisi dan radio.Fenomena ini menunjukkan bahwa ternyata agama telah dibawa untuk hidup di wilayah industri dan digitalisasi. Kitab suci masuk ruang internet, diolah ke dalam MP3, pesantren virtual, dan lain-lain.Fenomena ini makin menarik dikaji mengingat betapa pongahnya masyarakat modern ketika puncak kehidupannya yang rasional, empiris telah membawa mereka ke puncak peradaban.Peradaban modern yang berkembang di Barat sejak zaman renaissance adalah sebuah eksperimen yang telah mengalami kegagalan sedemikian parahnya, sehingga umat manusia menjadi ragu akan pertanyaan apakah mereka dapat menemukan cara-cara lain di masa yang akan datang.Akibat dari fenomena di atas, masyarakat Barat, yang sering digolongkan the post industrial society, suatu masyarakat yang telah mencapai tingkat kemakmuran materi sedemikian rupa dengan perangkat teknologi yang serba mekanis dan otomat. Bukannya semakin mendekati kebahagian hidup, melainkan sebaliknya, kian dihinggapi rasa cemas  akibat kemewahan hidup yang diraihnya. Mereka telah menjadi pemuja ilmu dan teknologi, sehingga tanpa disadari integritas kemanusiaannya tereduksi, lalu terperangkap pada jaringan sistem rasionalitas teknologi yang sangat tidak human.Faktor yang paling penting dalam membangun dan membuat identitas muslim masa kini adalah system pendidikan Islam tradisional, sepeti yang diteladankan kaum sufi.  Indonesia mencatat betapa besar pengaruh tasawuf kedalam dunia pendidikan sebelum masa kemerdekaan.Pengaruh tasawuf sudah sejak lama memasuki lembaga-lembaga pendidikan seperti Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Jami’at Khair, Madrasah al-Khaerat, Nahdhatul Ulama dan Pesantren.Kini saatnya Lembaga Pendidikan Islam mensosialisasikan dan menginternasikan  dimensi batiniah Islam kepada peserta didik (murid, tholib) sebagai alternatif.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Tasawuf, Manusia Modern
PENDIDIKAN AKHLAK TERPUJI MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA BEKARAKTER Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1226

Abstract

Ajaran Islam adalah ajaran yang bersumber pada wahyu Allah, Al-Qur’an ‎dalam penjabarannya terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW. Masalah ‎akhlak dalam Islam mendapat perhatian yang sangat besar. Berdasarkan ‎bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah, akhlak berarti ‎kumpulan sifat yg dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik ‎dan buruk.‎Konsep Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sifat yg tertanam dalam jiwa ‎seseorang, darinya lahir perbuatan yang mudah tanpa pertimbangan pikiran ‎terlebih dahulu. Akhlak meliputi jangkauan yang sangat luas dalam segala ‎aspek kehidupan. Akhlak meliputi hubungan hamba dengan Tuhannya ‎‎(vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan berbentuk pergaulan sesama ‎manusia (horizontal) dan juga sifat serta sikap yang terpantul terhadap ‎semua makhluk (alam semesta).‎Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat ‎pada diri Nabi Muhammad SAW karena sifat-sifat dan perangai yang ‎terdapat pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan ‎uswatun hasanah (contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.‎Kata Kunci: Akhlak Mulia, Faktor dan Metode Pembelajaran Akhlak
METODE AMTSAL; METODE AL-QURAN MEMBANGUN KARAKTER Mahbub Nuryadien
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1227

Abstract

Amtsal dalam al Qur’an merupakan visualisasi yang abstrak yang dituangkan dalam berbagai ragam kalimat dengan cara menganalogikan sesuatu dengan hal yang serupa dan sebanding, maka untuk dapat memahaminya secara baik dan benar memerlukan pemikiran yang cermat dan mendalam serta harus ditopang dengan penguasaan stilitik (ilmu Balaghah).Selain itu juga, ketika Allah membuat perumpamaan-perumpamaan di dalam al Qur’an bagi manusia, kadang-kadang menggunakan bentuk jama’ (amtsal) dan kadang-kadang menggunakan bentuk mufrad (matsal) dalam beberapa ayat dan surat. Kedua bentuk tersebut kadang-kadang pula digunakan secara bersamaan dalam satu ayat, yang tujuanya untuk menampilkan hal ihwal kebenaran atau menunjukan betapa pentingnya pesan yang terkandung di dalamnya. Disamping itu juga matsal digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang sangat mendasar dan bersifat abstrak. Cara seperti ini dapat ditemukan, misalnya, ketika al Qur’an menjelaskan ke-Esaan Allah dan orang-orang yang meng-Esakan Allah, tentang kemusyrikan dan orang-orang musyrik, serta tentang perbatan-perbuatan mulia.Masalah-masalah tersebut diungkapkan melalui perumpama-an yang bersifat konkrit (hissi) yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan menegaskan makna pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan menggunakan perumpamaan yang konkrit tersebut, para pendengar dan pembaca akan merasakan seolah-olah pesan yang disampaikan terlihat langsung. Kata Kunci: Metode Amtsal, Metode Al-Qur’an, Pendidikan Karakter 
FLEKSIBILITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: UPAYA MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH YANG BERKARAKTER Abdul Ghofar
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1228

Abstract

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membina, membimbing, melatih, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum dengan maksud agar manusia sebagai bagian dari organisasi mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan dirinya sendiri maupun organisasi secara efektif dan efisien. Dalam konteks nilai dan norma sosial, tugas pemimpin adalah membuat organisasi sebagai suatu sistem sosial yang menyenangkan bagi anggota organisasinya, organisasi menjadi satu tempat berinteraksi dan aktualisasi diri bagi anggotanya. Dalam konteks lembaga pendidikan, peran kepemimpinan dilaksanakan oleh kepala sekolah. Sehingga kepemimpinan pendidikan adalah proses mempengaruhi semua personel yang mendukung pelaksanaan aktivitas pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempegaruhi personal di lingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar mereka melalui usaha kerjasama, mau bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Kepemimpinan Pendidikan, Budaya Berkarakter
BERPIKIR DALAM BELAJAR; MEMBENTUK KARAKTER KREATIF PESERTA DIDIK Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1229

Abstract

Kreativitas berkembang didasari oleh potensi yang ada pada diri individu dan ditunjang oleh pengalaman selama berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan kreativitas manusia semakin maju, begitu pula dalam dunia pendidikan dengan makin banyaknya hasil penemuan dan terobosan yang dihasilkan dari siswa. Masa remaja merupakan suatu periode kehidupan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efisien mencapai puncaknya dan telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam belajar yang merupakan hasil dari berfikir logis.Kreativitas mencakup kemampuan yang di cerminkan dalam kelancaran, dan keluwesan, orsinalitas untuk menciptakan inovasi sedangkan untuk mengembangkannya didasarikan pada potensi yang ada dalam diri seseorang khususnya siswa. Oleh karena itu setiap pengembangan kreativitas dapat di peroleh dari dirinya atau melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman, hal ini bertujuan untuk belajar kreatif dan mandiri terhadap siswa sehingga siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri. Proses pengembangan ini ditunjang oleh pengalaman, interaksi dengan guru, teman dan lingkungan yang ada disekitarnya.Kata Kunci: Kreatifitas, Berpikir dan Belajar
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWAPADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS II MI AL HIDAYAH GUPPI KOTA CIREBON Aceng Jaelani
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1230

Abstract

Medium of learning is one of the external factors that need to be considered by a teacher in order to obtain optimal student learning outcomes. With the use of media images in the learning process, the material is expected to be delivered to students in Arabic can be easily understood and students can easily memorize vocabulary in Arabic, which in turn can result yan learn the maximum. The process of learning Arabic at Al Hidayah GUPPI MI Cirebon in general has been an interaction between teachers and students that is based on the lesson plan, so the learning activities running properly. But sometimes the teacher is less effective and efficient use of instructional media, but it is often found students who are not paying attention in class. So that student learning outcomes is not maximized.The purpose of this research is 1) To know the use of media images in the learning process. 2) To determine student learning outcomes in subjects Arabic. 3) To know the influence of media images to the learning outcomes of students in the subjects of Arabic at Al Hidayah class II MI GUPPI Cirebon. The method used in this research is quantitative method. This quantitative research design using Pre-Experimental Design with her form that is one-group pretest-posttest design. The use of media images in class II MI Al Hidayah GUPPI Cirebon according to research results, including the excellent category with a percentage of 91% in may have been among the categories of 81% - 100%. Level learning outcomes of students of class II MI Al Hidayah GUPPI Cirebon city of 39 respondents in the category fairly with the average pretest score of 54.84, and a mean value of 75.90 rataposttest in both categories. The use of media images have a positive influence on student learning outcomes by 62% and 38% of student learning outcomes are influenced by other factors.Keywords: Media Images, Learning Outcomes, Arabic.
Orientasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam Kurikulum 2013 Perspektif Thomas Lickona Anisatul Azizah; Muslihudin Muslihudin; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1231

Abstract

Seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles mendefinisikan karakter yang baik sebagai kehidupan dengan melakukan tindakan-tindakan yang benar sehubungan dengan diri seseorang dan orang lain. Kehidupan yang berbudi luhur termasuk kebaikan yang berorientasi pada diri sendiri (kontrol diri) sebagaimana halnya dengan kebaikan yang berorientasi pada hal lainnya (kemurahan hati dan belas kasihan), dan kedua jenis kebaikan ini saling berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan karakter perspektif Thomas Lickona, mengetahui konsep Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 dan mengetahui Perspektif Thomas Lickona dalam Pendidikan Karakter pada Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter menurut Thomas Lickona, memiliki tiga komponen karakter yang saling berhubungan: pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Pendidikan karakter menurut Thomas Lickona dan dalam kurikulum 2013 mempunyai relevansi, dalam standar isi yang membahas sikap, tertuang dalam KI-1 yakni tentang spiritual dan KI-2 tentang sosial, dan  dalam Kompetensi Dasar (KD). KD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas X, XI dan XII dalam Kurikulum 2013, Komponen dan KD yang menunjukkan keselarasan antara Thomas Lickona dengan Kurikulum 2013 yakni, pengetahuan moral: menghayati, perasaan moral: meyakini, dan tindakan moral: menunjukkan sikap hormat, jujur.Kata Kunci : Orientasi, Pendidikan Karakter
Metode Pembelajran Membaca Al-Qur'an Aanak Usia 7-13 Tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon Arip Widodo; Mahbub Nuryadien; Ahmad yani
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1232

Abstract

Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa Metode pembelajaran membaca al-Qur’an yang dilaksanakan oleh TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dapat dikatakan baik, akan teteapi masih ada beberapa peserta didik dalam membaca al-Qur’an yang masih belum lancar dalam melafalkan al-Qur’an. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling dominan adalah kurangnya dorongan orang tua sebagai motifator utama sehingga anak semangat dalam berangkat ke tempat mengaji dan mempelajari al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Memperoleh pengetahuan berupa data mengenai persiapan pelaksanaan Metode pembelajaran membaca al-Qur’an pada anak Usia 7-13 tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. 2. Memperoleh Pengetahuan mengenai pelaksanaan Metode pembelajaran membaca al-Qur’an pada anak usia 7-13 tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. 3. Memperoleh pengetahuan mengenai kendala dalam pelaksanaan pembelajaran membaca al-Qur’an pada anak usia 7-13 tahun di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon.Metode pembelajaran merupakan sebuah cara yang digunakan pendidik untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik, dan dikarenakan penyampaiannya tersebut berlangsung dalam interaksi edukatif, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.Metode  penelitian ini  dengan menggunakan Metode in-depth intervieu  (wawancara mendalam)  dan  observasi (Pengamatan langsung). Selanjutnya hasil intervieu dianalisis dengan analisis kualitatif deskriptif, yaitu proses analisis yang mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif.Dari  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  Metode pembelajaran membaca al-Qur’an di TPQ Al-Falah 2 Desa Serangkulon Blok 01 RT 01 RW 01 Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon dapat dikatakan baik dalam membimbing peserta didiknya untuk dapat membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Adapun peserta didik yang masih belum lancar dalam membaca al-Qur’an dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu kurangnya dorongan motifasi dari orangtua peserta didik tersebut serta waktu yang cukup padat sehingga mengakibatkan rasa cape dan lelah ketika peserta didik akan berangkat untuk mempelajari al-Qur’an .Kata Kunci : Metode Membaca Al-Quran 
Penerapan Strategi Pembelajran Langsung Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pengaruhnya Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Batang Santinah Santinah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1233

Abstract

            Pembelajaran tidak hanya sekedar kegiatan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi bagaimana siswa memaknai apa yang dipelajari .Berdasarkan studi yang dilakukan di SMP N 5 Batang bahwa dalam pembelajaran guru lebih banyak mengunakan metode ceramah khususnya pada mata pelajaran PAI, sehingga siswa merasa cepat bosan. Seorang guru seharusnya mampu merancang sebuah pembelajaran yang benar-benar dapat membekali siswa baik pengetahuan secara teoritis maupun praktek yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan eksperimen  Control Group Pretest-Posttest Design . Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Batang , melalui cluster sample maka terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan strategi pembelajaran langsung dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional (ceramah). Tekhnik penelitian yang digunakan adalah pelaksanaan strategi pembelajaran langsung dan angket. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji t (Paired Samples T Test).Hasil paired samples statistics  menunjukan bahwa: 1) ada perbedaan motivasi belajar sebelum dan sesudah diberlakukannya strategi pembelajaran langsung pada kelas eksperimen yang ditunjukan dengan hasil rerata motivasi belajar sebesar 70,00 sebelum diberi  perlakuan menjadi 75,94 setelah diberi perlakuan; 2) Melalui uji perbedaan Paired Samples Test  diketahui t hitung  = -5,661 dan signifikansi 0,000,  standar deviasi 6,11972, rata-rata antara nilai pre-test dan post-test sebesar -5,94118. Jika melihat dari signifikansi maka Ho ditolak karena signifikansi 0,000 <0,05 artinya terdapat pengaruh strategi  pembelajaran langsung terhadap motivasi belajar siswa SMP Negeri 5 Batang. Dari hasil Paired Samples Correlation  diketahui korelasi 0,493 dan signifikansi 0,003. Artinya strategi pembelajaran langsung memberi pengaruh terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam siswa SMP Negeri 5 Batang dalam kategori sedang.Kata kunci: Strategi Pembelajaran langsung, Motivasi Belajar, Pembelajaran Konvensional (ceramah).
PENGARUH PENGGUNAAN BUKU PAKET KURTILA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTs AL-HIDAYAH DUKUPUNTANG KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Atun Shofiyatun; Nurlela Nurlela; Nawawi Nawawi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1234

Abstract

Buku paket Kurtilas Akidah Akhlak bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan oleh peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajara, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh peserta didik baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta didik. Prinsipnya buku paket Akidah Akhlak kurtilas tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapot, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan, mengandung permasalahan sehingga peserta didik dapat mengembangkan pola pikir mereka dengan memecahkan permasalahan tersebut. Buku Paket Kurtilas mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan salah satu media pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar diMTs Al-Hidayah Dukupuntang. Diharapkan penggunaan buku kurtilas mata pelajaran Akidah Akhlak dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang.Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui penggunaan buku paket kurtilas mata pelajaran Akidah Akhlak, prestasi belajar yang  diperoleh siswa kelas VII serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara kedua variabel tersebut.Kerangka pemikiran skripsi ini adalah bahwa media pengajaran berupa Buku paket kurtilas mata pelajaran akidah akhlak dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.Metode penelitian skripsi ini adalah metode penilitian kuantitatif dengan mendekatkan empirik dan menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri atas observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket.Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan buku paket kurtilas mata pelajaran akidah akhlak tergolong baik, tebukti dari hasil angket yang diberikan kepada siswa menunjukan nilai 70,31% (Baik), prestasi belajar mata pelajaran akidah akhlak siswa kelas VII MTs Al-Hidayah Dukupuntang tergolong cukup, tebukti dari hasil raport yang diberikan kepada siswa menunjukan nilai 73,07% (Cukup). Dan adapun pengaruh buku paket kurtilas mata pelajaran akidah akhlak terhadap prestasi belajar siswa kelas VII MTs Al-Hidayah Dukupuntang menunjukan adanya korelasi yang positif. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan nilai korelasi sebesar 0,001 pada penilitian produc moment yang berada pada jarak 0.000-0.200 dengan korelasi sangat rendah.Kata Kunci :kurtilas, aqidah akhlak

Page 1 of 21 | Total Record : 209