cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
siti.maryam.munjiat@uinssc.ac.id
Phone
+6289669307776
Journal Mail Official
siti.maryam.munjiat@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. 45132 Telp : +62231-481264
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tarbawi Al-Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : https://doi.org/10.24235/9g64fb07
Core Subject :
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam is an academic journal dedicated to disseminating scientific articles in the form of conceptual ideas and empirical research focusing on the study of culture and education from an Islamic perspective. The journal is published twice a year, in April and October, and serves as a scholarly platform for academics, researchers, and practitioners to contribute to the development of Islamic education in various contexts. The scope of the journal covers a wide range of topics related to Islamic culture and education, including secondary and higher education, development of learning media, innovation in teaching methods, Islamic character education, educational guidance and counseling, philosophy of education, history of education, madrasah (Islamic educational institutions), Islamic boarding schools (pesantren), contemporary Islamic education, and multicultural Islamic education. In addition, the journal welcomes interdisciplinary studies in Islamic education and other relevant and appropriate topics.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
KONSEP PENDIDIKAN MORAL IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Didi Supardi; Abdul Ghofar
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1235

Abstract

Pemikiran Imam al-Ghazali tentang pendidikan moral mempunyai relevansi dengan kehidupan pada masa sekarang atau relevan jika diimplementasikan pada masa sekarang. Imam al-Ghazali dalam menyusun sistem pendidikan moralnya, mengarah kepada satu tujuan, yaitu Allah SWT. Tujuan dapat dicapai melalui taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga menjadi insan kamil yang membuat manusia berbahagia di dunia dan di akhirat. Tujuan ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan agama Islam yang membimbing peserta didik untuk memahami nilai-nilai Islam untuk pegangan hidupnya. Jadi konsep pendidikan moral al-Ghazali bersifat dinamis dan dapat diimplikasikan nilai-nilai dari konsep pendidikan moral tersebut pada zaman kekinian dan relevan dengan pendidikan agama Islam di Indonesia. Kata kunci: Moral, Pendidikan Agama Islam
KOMPETENSI AKADEMIS DAN SPIRITUAL PENDIDIK MENURUT IMAM AL-GHAZALI Telaah Isi Kitab Ihya’ Ulum al-Din Juz I (Satu) Erna Erlina; Suteja Suteja; Akhmad Afandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan pemikiran imam al-Ghazali tentang kompetensi akademis dan spiritual pendidik, serta kesesuaian pemikiran imam al-Ghazali di Era Globalisasi. Langkah-langkah penelitian yang ditempuh dalam penelitian ini adalah menggunakan data teoritik yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, deskripsi serta kesimpulan dan verifikasi terhadap sumber data baik data primer maupun data skunder. Hasil dari  penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu: 1) Kompetensi akademis pendidik yang terangkum dalam kitab Ihya’ Ulumuddin juz I (satu) karangan imam al-Ghazali yaitu, Memberikan nasehat kepada peserta didik agar mencapai tujuan, Melarang peserta didik agar tidak memiliki akhlak tercela, dan Memberikan pengetahuan sesuai kadar pemahaman anak didik. 2) Kompetensi spiritual pendidiknya yaitu: Memberikan kasih sayang terhadap anak didik, Mengikuti jejak Rasulullah dalam tugas dan kewajibannya, Menghormati rekan sejawat dan Menjadi teladan bagi anak didik. 3) Kesesuaian pemikiran imam al-Ghazali di era globalisasi mengenai kompetensi akademis dan kompetensi spiritual pendidik sesuai dengan kode etik guru Indonesia yang tercantum pada bagian Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 dan Pasal 6. Kata Kunci: Kompetensi, Akademis, Spiritual, Imam al-Ghazali, Kode Etik Guru Indonesia.
UPAYA PENGURUS PESANTREN BAITUL MU’MININ DALAM MEMBINA ETIKA BERTUTUR KATA DAN HASIL-HASILNYA BAGI REMAJA PUTRI USIA 12-15 TAHUN DI DESA MUNJUL KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON (Studi Kasus Pada Santri Kalong Remaja Putri) Evi Windasari
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1237

Abstract

Bertutur kata merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bersosialisasi karena baik buruknya seseorang itu bisa dinilai dari tutur katanya. Idealnya bahwa anak yang bertutur kata baik itu adalah mereka yang terpelajar dan berpendidikan tinggi. Namun kenyataannya justru berbeda yang terjadi di desa munjul. Para remaja putri di sini senantiasa mengamalkan etika bertutur kata yang baik walaupun pendidikan di sini bisa dibilang rendah. Latar belakang inilah penulis tertarik mengambil judul upaya pengurus pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata dan hasil-hasilnya bagi remaja putri usia 12-15 tahun di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon (Studi Kasus Pada Santri Kalong Remaja Putri).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pengurus Pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun, mengetahui kualitas etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun dan mengetahui kendala pengurus dalam membina etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Etika bertutur kata termasuk etika sosial yang patut mendapatkan perhatian secara khusus dari para pendidik adalah mengajarkan tatakrama dalam berbicara, di samping diajarkan tentang bahasa dan dasar-dasar dalam percakapan kepada anak sejak kecilnya. Sehingga jika anak telah mencapai usia baligh, ia telah mengetahui tata cara berbicara dengan orang lain, mendengarkan pembicaraan dan bercakap-cakap dengan mereka, termasuk cara-cara yang dapat menggembirakan mereka.Untuk itu pembinaan etika bertutur kata akan lebih terarah apabila diajarkan dalam lingkungan pesantren.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi di pesantren Baitul Mu’minin Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon dengan subjek penelitiannya adalah Pengurus pesantren dan santri kalong remaja putri yang berjumlah 11 orang.Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kualitas Etika Bertutur kata Santri Kalong Remaja Putri di Pesantren Baitul Mu’minin Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon mencakup: bertutur kata baik atau diam, bertutur kata dengan lemah lembut, menjaga lisan, tenang dalam bertutur kata, dan pembicaraan harus dapat dipahami sudah cukup baik dikarenakan upaya pengurus pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata telah semaksimal mungkin menjadikan santrinya orang yang berguna bagi masa depan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.Keywords:Pengurus, Pesantren, Etika, Bertutur Kata,  Santri Kalong.
PENGARUH PEMBINAAN KEAGAMAAN DI MAJLIS TA’LIM IKATAN REMAJA MUSHOLA AT-TAQWA (IRMA) TERHADAP PERILAKU BERAGAMA REMAJA DI DUSUN BULAKBANTENG DESA JATIMULYA KECAMATAN SURADADI KABUPATEN TEGAL Fahmi Tarikhuddin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1238

Abstract

Perilaku merupakan tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan lingkungan. Isu-isu tentang penyimpangan perilaku menjadi perbincangan baik dikalangan para ahli maupun masyarakat umum. Semakin canggihnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semakin mudahnya untuk mengaksesnya, menyebabkan semakin mudahnya segala hal yang kita butuhkan di dunia ini. Akan tetapi selain dampak positif tersebut, dewasa ini dampak negatif dari kemajuan teknologi pun mulai merusak kehidupan masyarakat. Dampak negatif ini sangat jelas terlihat pada kehidupan remaja yang menghabiskan waktunya dengan bermain hp dengan segala aplikasinya dan tidak jarang sampai melupakan waktu sholat.Majlis ta’lim remaja dikelola dan dikembangkan oleh remaja yang manfaatnya dirasakan oleh remaja itu sendiri. Salah satunya adalah majlis ta’lim Ikatan Remaja Mushola At-Taqwa (IRMA) yang berada di RT 01/RW 06 Dusun Bulakbanteng Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal. Majlis ta’lim ini telah berdiri sejak tahun 2010 yang telah banyak memberikan kontribusi pada para jama’ahnya melalui pendidikan agama.Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk menjelaskan pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim Ikatan Remaja Mushola At-Taqwa (IRMA). 2). Untuk menjelaskan perilaku beragama remaja jama’ah majlis ta’lim IRMA. 3). Untuk menggambarkan sejauhmana pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim Ikatan Remaja Mushola At-Taqwa (IRMA) dalam berkontribusi membantu membentuk perilaku beragama remaja di wilayah RW 06 Dusun Bulakbanteng Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 107 orang dan sampel penelitian sebanyak 23 orang diambil prosentase 22% dari jumlah populasi yang ada. Dalam penelitian ini menggunakan rumus prosentase dan untuk melihat tingkat pengaruhnya digunakan rumus product moment dari carl pearson.Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, prosentase pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim IRMA menghasilkan data 74% yang berada pada kategori cukup.  Prosentase perilaku beragama remaja menghasilkan data 80% yang berada pada kategori baik. Tingkat pengaruh pembinaan keagamaan majlis ta’lim IRMA terhadap perilaku beragama remaja berada pada level sedang atau cukup dengan indeks korelasi 0.47 yang menunjukkan ada pengaruh positif yang signifikan antara majlis ta’lim IRMA dengan perilaku beragama remaja yang menjadi anggota jama’ahnya. Dan untuk nilai koefesien determinasinya yakni 22.09% yang berarti sebanyak 22.09% perilaku beragama remaja dipengaruhi oleh pembinaan keagamaan majlis ta’lim IRMA dan 77.91% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci : Pembinaan Agama, Ikatan Remaja Masjid
PERAN KELUARGA BURUH BATIK DALAM MENGURANGI KENAKALAN REMAJA USIA 13-16 TAHUN RT/RW 09/03 DI DESA WOTGALI KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON Fathonah Fathonah; Suteja Suteja; Akhmad Affandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1240

Abstract

Berdasarkan pengamatan ditemukan bahwa keluarga di Desa Wotgali Rt/Rw 09/03 Kec. Plered Kab. Cirebon telah sepenuhnya memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap anak terlebih mengenai akhlak dan keagamaannya. Akan tetapi masih beberapa anak yang memang memiliki akhlak yang kurang baik pada usia 13-16 tahun dengan berbagai faktor-faktor tertentu.Penelitian  ini  bertujuan  untuk:1.Untuk  Memperoleh  Data  Tentang  Peran Keluarga Buruh Batik Terhadap Remaja Usia 13-16 Tahun Di Rt/Rw: 09/03 Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon 2. Mengetahui Kenakalan Remaja Usia 13-16 Tahun Di Rt/Rw 09/03 Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. 3. Mengetahui Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Usia 13-16 Tahun Rt/Rw 09/03 Di Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon 4. Upaya Keluarga Buruh Batik Dalam Mengurangi Kenakalan Remaja Usia 13-16 Tahun Di Rt/Rw: 09/03  Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.Keluarga merupakan sekolah pertama dalam pembinaan akhlak atau moral anak sebagai tempat dan proses pergaulan hidup, baik buruknya struktur keluarga sangat menentukan baik buruknya perilaku dan karakter anak dan remaja. Kenakalan remaja sebagai tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma bahwa kenakalan remaja suatu tindakan anak muda yang dapat merusak dan mengganggu baik terhadap diri sendiri maupun orang lain seperti: Minuman keras, Narkoba, Merokok, Pacaran diluar batas kewajaran, Pencurian, Penganiayaan, Pembunuhan dan lain-lain.Metode  penelitian  ini  dengan tekhnik in-depth intervieu  (wawancara mendalam)  dan  observasi (Pengamatan langsung). Selanjutnya hasil intervieu dianalisis dengan analisis kualitatif deskritif, yaituproses analisis yang mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif.Dari  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  bahwa  peran  keluarga di Desa Wotgali Rt/Rw 09/03 Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon telah menjalankan dengan baik peran sebagai sebagai teladan yang baik, pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya, memenuhi kebutuhan dasar manusia (fisiologi dan psikis) dan pendidik yang mampu mengatur dan mengenal anak.Kenakalan Remaja yang terjadi di lokasi penelitian meliputi minuman keras, merokok dan pacaran. Dan faktor-faktor penyebab kenakalan remaja di desa Wotgali meliputi faktor internal, yaitu lemahnya pertahanan diri dan faktor eksternal yang meliputi: kondisi lingkungan keluarga, keadaan ekonomi keluarga dan pengaruh pergaulan teman sebaya.  Adapun upaya dalam meminimalisir kenakalan remaja meliputi: pengajian yang disampaikan dengan materi fikih, akidah dan akhlak dan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab; kerjasama keluarga, pemeritah desa dan masyarakat, dan kegiatan alternatif di luar rumah.Kata Kunci : Peran Keluarga, Kenakalan Remaja 
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 DARMA DESA CIPASUNG KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN Hasanudin Hasanudin; Wawan Ahmad Ridwan; A. Syathori
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1241

Abstract

Pendidikan Agama Islam sangat penting ditanamkan kepada setiap anak didik sejak dini. Secara umum pendidikan merupakan sebuah proses transformasi yang  dilakukan oleh seseorang atau masyarakat ke generasi berikutnya, serta dilaksanakan secara sengaja, teratur dan dapat diukur, atau diketahui hasilnya, baik itu dari pendidikan formal maupun informal sehingga mereka dapat tumbuh secara intelektual, berakhlak mulia, serta memiliki sikap hidup yang baik sehingga mampu menjalin silaturahmi, saling menghormati, menghargai, gemar  membantu orang  lain, dan  ikut merasakan kesusahan yang dialami oleh orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kepedulian sosial siswa, dan hubungan prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kepedulian sosial siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertolak dari pemikiran dasar bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dicapai dengan cara pembelajaran yang baik, memberikan contoh kepada siswa, dan menerapkan metode yang menarik dalam pembelajaran.  Dari hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dalam kategori Baik dengan skor sebesar 78%, kepedulian sosial siswa kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Desa Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dalam kategori Baik dengan skor sebesar 78,02%, dan hasil korelasi antara prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan kepedulian sosial siswa kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Desa Cipasung Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dapat diperoleh rxy sebesar 0,573 dalam kategori Sedang terletak antara 0,400 sampai dengan 0,599 sehingga dapat interpretasi yaitu terdapat keterhubungan yang Sedang antara prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Kepedulian Sosial Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Kata Kunci : Prestasi Belajar, PAI
UPAYA PENGURUS MAJELIS TA’LIM AL-AFSHOH RIJALUL GHOD MELALUI KEGIATAN-KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Ibnu Nadzir; Nawawi Nawawi; Akhmad Affandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1242

Abstract

Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod memiliki peranan yang sangat signifikan melalui kegiatan-kegiatanya dalam penanggulangan kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas di kalangan remaja, pacaraan bebas, tawuran, geng motor brutal dan tindakan yang tidak menyenangkan lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam menanggulangi kenakalan remaja. serta hambatan-hambatan dalam menanggulangi kenakalan remaja tersebut.Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik yaitu melakukan observasi, studi pustaka, serta wawancara dilakukan dengan mengadakan Tanya jawab langsung bersama nara sumber yaitu pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kelurahan Kenanga Kecamatan Sumber  Kabupaten Cirebon dengan cara memperbanyak Sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, Dukungan Tokoh Agama dan Shalat Berjama’ah, Dzikir, Melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan bagi remaja seperti, Tadarus Al-Qur’an, Kajian Kitab kuning, Markhabanan Keliling (Marhaling), Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan Kegiatan Bulan Ramadhan. Kata Kunci: Majelis Ta’lim, Kegiatan-Kegiatan Keagamaan, Penanggulangan Kenakalan Remaja. 
PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) ANAK KELUARGA PENGEPUL BARANG BEKAS USIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI DESA LEMAHTAMBA KECAMATAN PANGURAGAN KABUPATEN CIREBON Ibnu Zaelani Mukhlisin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1243

Abstract

Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Anak Keluarga Pengepul Barang Bekas Usia Sekolah Menengah Pertama(SMP) Di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon Perkembangan zaman sangatlah berjalan dengan cepat begitu juga dalam kehidupan sosial ekonomi di Desa Lemahtamba, mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai Pengepul barang bekas. Omset atau pendapatan yang didapat sangat menguntungkan.Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, dimana remaja seakan-akan kehilangan masa-masa dimana seharusnya mereka tengah mengalami prestasi pendidikan yang baik, hal ini tercermin dari kurangnya interaksi di kalangan remaja baik dengan teman, masyarakat terutama orang tua, kurangnya dorongan orang tuasebagai pengepul barang bekas terhadap anaknya dalam kegiatan-kegiatan belajar yang ada di lingkungan sekitar, bahkan mereka kurang memperhatikan pendidikan bagi anaknya, karena sibuk akan pekerjaan yang digelutinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Prestasi belajar anak keluarga pengepul barang bekas di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon.2. Pendapatan penghasilan Orang Tua Sebagai Pengepul Barang Bekas. 3. Hubungan orang tua pengepul barang bekas dengan anak usia sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon. Prestasi belajar anak akan terwujud jika terdapat dorongan atau rangsangan yang bisa juga dinamakan dengan motivasi yang ditimbul dari dalam diri individu itu sendiri atau dari luar baik dari teman, lingkungan masyarakat terutama orang tua itu sendiri..Pendapatan orang tua tidak menentu, dilihat dari hasil wawancara dari beberapa orang tua yang bekerja sebagai pengepul barang bekas mereka mengatakan bahwa pendapatan atau penghasilan yang didapat itu banyak atau sedikitnya tergantung jumblah dan jenis barang yang di dapatkan. Adapun kategori barang yang bagus dan harga jualnyapun mahal ataupun sebaliknya.Fenomena yang terjadi di Desa Lemahtamba dari hasil analisin data yang terkumpul mayoritas para orang tua yang orang tuanya sebagai pengepul barang bekas mereka kurang dalam memperhatikan anak-anaknya terutama tentang pendidikan dengan alasan mereka sibuk akan pekerjaannya yang dilakukan semenjak pagi hari hingga malam hari.Kata Kunci : Prestasi Belajar, PAI
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 7 KOTA CIREBON Intan Triana Chintiyatmi; Nurlela Nurlela; Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1244

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter dalam Kurikulum 2013 dianjurkan untuk menggunakan Pendekatan Ilmiah atau Pendekatan Scientific. SMP Negeri 7 Kota Cirebon merupakan salah satu sekolah yang dipercaya mampu menerapkan Kurikulum 2013 di tingkat SMP Kota Cirebon. Pada kenyataannya penerapan Pendekatan Scientific sudah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Akan tetapi hasil belajar yang dicapai oleh siswa masih kurang memuaskan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang Penerapan Pendekatan Scientific pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan Pengaruh Penerapan Pendekatan Scientific terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kota Cirebon.Pendekatan dalam pembelajaran memegang peranan penting yang dapat menentukan keberhasilan dari suatu  proses Pembelajaran. Pembelajaran menggunakan Pendekatan Scientific  terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu Mengamati, Menanya, Mengasosiasi, Menalar dan Mengkomunikasikan. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam pendekatan Scientific diharapkan dapat memotivasi peserta didik sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan membawa dampak positif terhadap perubahan peserta didik serta hasil belajar peserta didik akan jauh lebih baik.Jenis Penelitian dalam Skripsi  ini adalah Penelitian Kuantitatif.  Teknik Perolehan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan tes. Sedangkan teknik Analisis data hasil penelitian dengan menggunakan rumus prosentase. Dan untuk mengetahui pengaruh antara variabel X dan variabel Y, maka digunakan rumus Korelasi Product Moment, Determination Correlation (DC) dan Hasil perhitungan   dibandingkan dengan  r tabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya Pengaruh Penerapan Pendekatan Scientific terhadap Hasil Belajar. Pengaruh tersebut berada dalam kategori Agak Rendah/Sedang. Hal ini dapat diketahui dari besarnya sebesar 0.475 yang terlatak antara 0,400 sampai dengan 0,600. Besarnya Pengaruh berdasarkan perhitungan KD (Koefesien Determinasi) adalah Sebesar 22,56% sedangkan sisanya 77,44% dipengaruhi oleh faktor-faktor  lainnya. Hasil uji Hipotesis pada tabel nilai-nilai “r” Product moment dapat diketahui pada taraf signifikansi 95% harga “r” adalah 0,308 dan pada taraf signifikansi 99% adalah 0,398. Karena robservasi “ro” lebih besar dari rtabel “rt”, baik pada taraf signifikansi 95% (0,475 > 0,308) ataupun 99% (0,475 > 0,398) artinya bahwa terdapat pengaruh penerapan Pendekatan Scientific (X) terhadap Hasil Belajar (Y).Kata Kunci : Pendekatan Scientific, PAI
KONSEP PESERTA DIDIK MENURUT AL-GHAZALI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PRAKTEK PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN AL-MUTAWALLY DESA BOJONG KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN Iwan Ridwan Maulana
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1245

Abstract

Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat dinamis, selalu bergerak, selalu terjadi perubahan dan pembaharuan.Dewasa ini peserta didik di hadapkan pada problem globalisasi semakin cepat. Godaan duniawi yang menawarkan beragam kemewahan dan keserakahan juga sudah nampak di depan mata.Ajaran yang ditekuni pesantren adalahsumber nilai, berfungsi sebagai pengembangan moral.Salah satu tantangan pesantren adalah menjaga nilai-nilai moral yang dihadapkan dengan hantaman globalisasi yang mewujud dalam ilmu dan teknologi. Entah seperti apa jadinya apabila pesantren kehilangan keampuhannya dalam menunaikan tugas moral. Sebab sebagai sumber nilai, ajaran yang di tekuni pesantren adalah berfungsi sebagai pengembangan moral.Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis dan mendeskrifsikan tentang konsep peserta didik menurut Al-Ghazali, serta implikasinya terhadap praktek pendidikan di Pesantren. Penelitian ini di lakukan agar kita faham mengenai pandangan Al-Ghazali.Peserta didik adalah orang yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis, pertumbuhan dan perkembangan merupakan ciri dari seseorang peserta didik yang perlu bimbingan dari seorang pendidik. Manusia harus sadar akan potensi rohani yang dimilikinya karena puncak kebutuhan manusia adalah mencintai dan dicintai Tuhan.Al-Ghazali seorang pemikir muslim yang masyhur dan sering disebutsebagai Hujjatul Islam. Pendidikan dijadikannya sebagai taqarub ila Allah tanpa alasan lain lagi kecuali satu. Dari pemikiran Al-Ghazali ini akan terllihat bagaimana mengontrol potensi rohani peserta didik agar terkontrol dalam perjalanan mencari ilmu pengetahuan yang kaya akan nilai.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut: observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Kemudian dianalisis dan disajikan dengan penulisan deskriptif.Proses pendidikan yang terjadi di pondok pesantren Al-mutawally, merupakan produk dari konsep peserta didik Al-Ghazali. Penanaman nilai yang utama. Memahami bahwa kehidupan dunia hanya sementara, meyakinkan kehidupan akhirat benar-benar ada. Sesuai dengan tujuan yang di pedomkan oleh pondok, manusia yang menjadikan hidup tak sekedar hidup, hidup manusia harus memberikan manfa’at bagi semua umat. Semua ilmu di ajarkan sesuai dengan tuntutan zaman, namun tak menghilangkan esensi keagamaan. Madrasah terpadu memperhatikan dan memelihara keaslian belajar mengajar yang sudah menjadi tradisi, yaitu didasari karena Allah SWT, dan dilandasi dengan keikhlasan, kesederhanaan, kebersamaan, kebebasan, dan kemandirian.Kata Kunci : Peserta Didik, Al Ghozali, Pendidikan

Page 2 of 21 | Total Record : 209