cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip" : 5 Documents clear
Analisis Perubahan dan Prediksi Harga Nilai Tanah di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang Edgar Satyadi Karang; Arwan Putra Wijaya; Fauzi Janu Ammarohman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37310

Abstract

Penentuan nilai tanah ditentukan berdasarkan banyak faktor penentu dari mulai faktor fisik, faktor karakteristik legal, dan faktor lokasi dan aksesibilitas. Apabila sebuah nilai tanah yang tinggi, maka hal ini akan sejalan dengan valuasi ekonomi sekitarnya yang meningkat ditandai dengan keberadaan pusat kegiatan perkotaan. Penelitian ini didasari dari perkembangan fase dua Bukit Semarang Baru, Kelurahan Kedungpane untuk melihat pengaruh lokasi terhadap nilai tanah. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Nilai Indikasi Rata-rata pada perhitungan nilai tanah serta paired t test untuk melihat perubahan nilai tahun 2014 dan 2022, analisa spasial menggunakan jaringan jalan sampel terhadap lokasi, dan perhitungan prediksi menggunakan permodelan matematis linear regression model dan quadratic regression model. Berdasarkan perhitungan nilai tanah tahun 2022, bentuk persebaran nilai tanah di Kelurahan Kedungpane menyebar sepanjang jalur penghubung, Jalan Raya Semarang-Boja dengan zona 2658 sebesar Rp5.143.062 dan Jalan Untung Suropati dengan zona 1975 sebesar Rp2.843.518. Perbandingan harga tanah pada 2014 dan 2022 dinyatakan terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Perhitungan korelasi dengan mencari nilai r pada sampel terhadap lokasi penentu nilai tanah. Didapatkan nilai r terbesar ditunjukan oleh lokasi TPA Jatibarang dengan nilai 0,65598 dan untuk pengaruh terendah adalah kawasan industri sebesar 0,31732 sehingga keberadaan TPA memiliki pengaruh paling besar terhadap perkembangan nilai tanah di Kelurahan Kedungpane. Permodelan ditujukan untuk prediksi Zona Nilai Tanah pada tahun 2023 dan 2024. Permodelan quadratic regression model lebih baik dibandingkan linear regression model untuk dapat merepresentasikan kondisi tahun 2023 dan 2024 dengan nilai r square sebesar 0,848 dan nilai PRD (Price Related Differential) sebesar 1,048178. Pada tahun 2024, persentase kenaikan paling tinggi adalah zona 1104 dengan 96% dan untuk zona dengan persentase kenaikan paling rendah adalah zona 1973 sebesar 18% dengan pusat zona paling tinggi masih berada pada jalan utama 
Perbandingan Metode Genetic Algorithm (GA) Dan AHP Dalam Menentukan Kesesuaian Lahan Apartement (Studi Kasus: Kecamatan Candisari, Kota Semarang) Akmal Wahyudi; Moehammad Awaluddin; L M Sabri
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36667

Abstract

Perkembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) dewasa ini semakin meningkat seiring dengan majunya teknologi baik dilihat dari cara penyajian, aplikasi hingga metode yang digunakan beragam, salah satu metode yang umum dalam SIG untuk penentuan lokasi optimal adalah Metode AHP atau Analytic Heirarchy Process, AHP menggunakan prinsip pembobotan parameter untuk mendapatkan lokasi optimal, pembobotan ini diambil dari pendapat para ahli yang kompeten dibidang tersebut. Penggunaan AHP hingga sekarang masih cukup efektif walaupun beberapa penelitian didapati hasil yang kurang sesuai, hasil ini dapat terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah bias dari narasumber dan juga perbedaan yang cukup jauh antara pernyataan narasumber dengan data yang ada di lapangan. Permasalahan ini dapat diminimalisir dengan mencari metode alternatif, salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Genetic Algorithm (GA). Metode GA dapat dimanfaatkan untuk mengkombinasi bobot dari AHP yang bersifat subjektif dengan bobot yang bersifat objektif yang didapatkan dari metode CRITIC, dimana metode CRITIC merupakan pembobotan yang berasal dari data di lapangan tanpa terpengaruh diskresi data. Pada penelitian ini akan mencoba melanjutkan penelitian mengenai kesesuaian lahan apartemen di Kecamatan Candisari dengan menggunakan parameter yang disesuaikan dengan saran penelitian sebelumnya, kemudian hasil tersebut akan dibandingkan dengan metode GA. Pengolahan peta kesesuaian lahan apartement yang dilakukan menggunakan proses overlay baik dari metode GA maupun AHP.  Setelah dilakukan pengolahan, hasil dari metode AHP dan GA didapati hasil yang cukup mirip, baik dari sebaran areanya maupun dari jumlah kelasnya. Pada metode AHP didapati 77% Kecamatan Candisari masuk ke dalam kelas Sangat Sesuai dan 23% masuk ke dalam kelas Cukup Sesuai, sedangkan untuk metode GA didapati 80% Kecamatan Candisari masuk ke dalam kelas Sangat Sesuai dan 20% masuk ke dalam kelas Cukup Sesuai.
Aplikasi WebGIS Ancaman Bencana Banjir Di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak M. Alfarisi Handifa; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36689

Abstract

Kecamatan Sayung merupakan daerah dengan tingkat ancaman bencana yang cukup tinggi terhadap bencana banjir khususnya banjir yang terjadi karena naiknya air laut (rob). Pada tahun 2021 menurut data BPBD di Kecamatan Sayung terdapat 17 kejadian bencana banjir dari 59 total kejadian bencana banjir di Kabupaten Demak sedangkan banjir rob juga sering melanda dengan total bangunan terdampak adalah 8983 bangunan. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak bencana adalah melalui penyajian informasi ancaman bencana sehingga dapat menunjukkan tingkat ancaman bencana pada suatu kawasan. Peta ancaman bencana banjir pada penelitian ini terdiri atas bencana banjir sungai dan banjir rob. Pengembangan aplikasi WebGIS dilakukan dengan memanfaatkan ArcGIS Experience untuk mengintegrasikan aplikasi ArcGIS Dashboard, ArcGIS WebApp Builder dan ArcGIS Survey123 ke dalam satu portal aplikasi. Aplikasi tersebut telah dilengkapi dengan fitur untuk menunjang penggunaan aplikasi sebagai sarana penyampaian informasi ancaman banjir secara informatif dan interaktif kepada pengguna. Aplikasi WebGIS memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat diakses pada server lokal, membutuhkan sistem validasi untuk verifikasi informasi sehingga meminimalisir disinformasi, jenis informasi demografi terkait dampak bencana banjir terbatas dan peta ancaman yang disajikan masih bersifat statis. Uji kelayakan aplikasi terbagi atas dua bagian yaitu uji program dan uji usability. Pada uji usability yang telah dilakukan diperoleh hasil penilaian Sangat Baik dengan nilai 4,211 dari 5,00 sehingga menunjukkan aplikasi telah memenuhi aspek-aspek pengujian yaitu Learnability, Memorability, Efficiency, Error dan Satisfaction.
Estimasi Produktivitas Kopi Menggunakan Citra SPOT-7 Dengan Transformasi Indeks Vegetasi Devi Nilam Sari; Bandi Sasmito; Firman Hadi
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.36910

Abstract

Kopi adalah komoditas perdagangan yang paling berharga kedua di dunia sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Berlandaskan data produksi kopi 2021 yang diterbitkan oleh BPS (Badan Pusat Statistika), Provinsi Jawa Timur mendapatkan urutan ke-16 di Indonesia dalam produksi kopi. Salah satu perkebunan kopi yang ada di Jawa Timur adalah Kebun Bangelan di Desa Bangelan, Kabupaten Malang. Perkebunan Bangelan adalah perkebunan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda. Perkebunan ini didirikan pada tahun 1901 sebagai kebun percobaan. Setiap tahun produktivitas dari Kebun Bangelan tidak menentu, oleh karena itu perlu adanya monitoring secara kontinu. Pada bidang pertanian, pengindraan jauh dapat dimanfaatkan untuk melakukan estimasi produktivitas dari tanaman kopi. Pengindraan jauh sendiri adalah akuisisi data suatu objek oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut. Salah satu keuntungan pengindraan jauh adalah citra dapat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terrestrial. Riset ini memakai data citra SPOT-7 dengan indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), MNDVI (Modified Normalized Difference Vegetation Index), dan GNDVI (Green Normalized Difference Vegetation Index). Klasifikasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu MESMA (Multiple Endmember Spectral Mixture Analysis) untuk mengatasi permasalahan piksel campuran. Tujuan dari riset ini untuk mengetahui akurasi klasifikasi tutupan lahan dengan MESMA dan mengetahui estimasi produktivitas kopi di Kebun Bangelan.Perhitungan estimasi produktivitas pada penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana, polinomial, dan linier berganda. Berdasar perhitungan regresi linier sederhana, model estimasi terbaik dihasilkan oleh NDVI yang memiliki standar deviasi sebesar 0,506 ton/Ha dengan produktivitas sebesar 34.396,309 kg/Ha. Berlandas perhitungan dengan regresi polinomial, model estimasi terbaik dihasilkan oleh NDVI dengan standar deviasi sebesar 0,464 ton/Ha dan produktivitas sebesar 34.397,779 kg/Ha. Pada perhitungan dengan regresi linier berganda, model estimasi terbaik dihasilkan oleh NDVI dengan standar deviasi sebesar 0,352 ton/Ha dan produktivitas sebesar 34.397,899 kg/Ha.
Analisis Tingkat Risiko Tsunami Kota Ambon Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Ajeng Roro Setiowati; L.M. Sabri; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37286

Abstract

Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku yang terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) pesisir Pulau Ambon memerlukan upaya mitigasi bencana tsunami mengingat 40% kejadian tsunami yang tercatat di Indonesia selama rentang tahun 1600-2015 terjadi di wilayah Maluku. Pembuatan peta risiko bencana tsunami adalah salah satu upaya mitigasi dengan memetakan tingkat risiko dan potensi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh bencana. Pada penelitian ini pemetaan risiko tsunami akan menggunakan Model Crunch dengan parameter yang mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012. Berdasarkan Model Crunch, tingkat risiko tsunami diperoleh dari hasil perkalian tingkat ancaman dan tingkat kerentanan. Pemetaan tingkat ancaman menggunakan metode Hloss dengan model tsunami setinggi 10 meter. Pemetaan tingkat kerentanan menggunakan metode overlay dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk penentuan bobot tiap parameter. Parameter tingkat kerentanan terdiri atas kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, kontribusi PDRB, dan lingkungan. Hasil penelitian risiko bencana tsunami diperoleh bahwa pesisir Kota Ambon didominasi oleh tingkat risiko rendah dengan luas 386,699 Ha atau 89,256% dari total wilayah berisiko. Tingkat risiko sedang memiliki luas 43,962 Ha (10,147%) yang terdiri atas Kecamatan Sirimau dengan luas 26,836 Ha dan Kecamatan Nusaniwe dengan luas 17,125 Ha. Dua kelurahan memiliki risiko tinggi terhadap tsunami yaitu Kelurahan Silale dan Kelurahan Waihaong dengan luas wilayah berisiko masing-masing sebesar 1,964 Ha dan 2,172 Ha. Tingkat risiko tsunami di Kota Ambon dapat dikatakan rendah berdasarkan hasil pengolahan yang telah diperoleh. Hal ini dapat disebabkan karena pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang kurang merata dan cenderung berpusat di Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Nusaniwe.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue