cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip" : 12 Documents clear
Analisis Pola Persebaran dan Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Detail Tata Ruang Tahun 2022-2042 Kawasan Perkotaan Wonogiri Ahmad Hilmy Al Mutawally; Arwan Putra Wijaya; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38087

Abstract

Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam wilayah pengembangan perkotaan SUBOSUKAWONOSRATEN. Pengembangan Perkotaan Wonogiri memiliki tujuan untuk meningkatkan fungsi kegiatan perkotaan yang diharapkan dapat memberikan pengaruh untuk mengatasi permasalahan seperti tingginya tingkat kemiskinan dan kepadatan penduduk yang terjadi di Kabupaten Wonogiri. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya peralihan dari penggunaan lahan yang awalnya merupakan lahan pertanian berubah menjadi lahan permukiman. Hal tersebut juga dapat berimbas pada terbentuknya pola persebaran baru dan berpeluang untuk tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan penggunaa lahan tahun 2016-2022, pola persebaran pemukiman tahun 2016 dan 2022, dan kesesuaian penggunaan lahan tahun 2002 dengan RDTR tahun 2022-2042 di Kawasan Perkotaan Wonogiri. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Citra Satelit Worldview-2 Tahun 2016 dan 2022. Metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi penggunaan lahan yaitu digitasi on-screen. Pola persebaran permukiman didapatkan menggunakan metode analisis tetangga terdekat. Kesesuaian penggunaan lahan dengan RDTR didapatkan dengan menggunakan metode overlay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan penggunaan lahan tahun 2016-2022 pada kelas Lahan Kosong terjadi penurunan sebesar 25,566 Ha atau 0,553 % dan Zona Pertanian sebesar 12,608 Ha atau 0,288 %. Peningkatan lahan terbangun terjadi pada Zona Perumahan sebesar 16,663 Ha atau 0,381 %, , Zona perdagangan dan Jasa sebesar 8,061 Ha atau 0,184 %, Hasil pada pola persebaran permukiman pada tahun 2016 dan 2022 termasuk dalam pola persebaran mengelompok dengan sitem permukiman membentuk pola linier yang mengarah ke timur dari pusat kegiatan perkotaan. Hasil kesesuaian penggunaan lahan tahun 2022 terhadap RDTR Kawasan Perkotaan Wonogiri tahun 2022-2042 sebesar 3534,822 Ha atau 80,864 % dan ketidaksesuaian sebesar 836,448 Ha atau 19,136 %.  
Implementasi Sistem Informasi Geografis Untuk Identifikasi Daerah Rawan Tanah Longsor (Studi Kasus: Kapanewon Dlingo dan Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul) Fitria Damayanti; L.M. Sabri; Yasser Wahyuddin
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38044

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tingkat kejadian tanah longsor tinggi. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bantul pada sepanjang tahun 2019-2021 terdapat 426 kejadian tanah longsor. Intensitas kejadian tanah longsor tinggi di Kabupaten Bantul berada di Kapanewon Dlingo dengan 100 kejadian dan Kapanewon Imogiri dengan 117 kejadian sepanjang tahun 2019-2021. Upaya untuk mengurangi kerugian dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana tanah longsor dilakukan dengan memetakan daerah rawan tanah longsor. Hasil pemetaan daerah rawan tanah longsor tersebut dievaluasi kesesuaiannya terhadap RTRW dan dilakukan penilaian kondisi kesiapsiagaan untuk mengoptimalkan kemampuan dalam menghadapi bencana tanah longsor. Pemetaan daerah rawan tanah longsor menggunakan dua metode yaitu Fuzzy AHP dan Permen PU No.22/PRT/M/2007. Kedua metode tersebut di validasi dengan data kejadian tanah longsor tahun 2019-2021 dari BPBD Kabupaten Bantul. Peta kerawanan tersebut dievaluasi dengan RTRW Kabupaten Bantul tahun 2010-2030. Sedangkan penilaian kondisi kesiapsiagaan ditentukan berdasarkan nilai Indeks Kesiapsiagaan Bencana. Pemetaan daerah rawan tanah longsor metode Fuzzy AHP diperoleh kesesuaian sebesar 89,78%. Sedangkan, pemetaan dengan metode Permen PU No.22/PRT/M/2007 memiliki kesesuaian sebesar 81,75%. Hasil evaluasi peta kerawanan dengan pola ruang RTRW pada peta kerawanan metode Fuzzy AHP sebesar 89,326% dianggap sesuai dengan RTRW dan 10,674% dianggap kurang sesuai dengan RTRW, dan pada peta kerawanan metode Permen PU No.22/PRT/M/2007 sebesar 92,210% dianggap sesuai dengan RTRW dan 7,790% kurang sesuai dengan RTRW. Adapun tingkat kondisi kesiapsiagaan di daerah rawan tanah longsor memiliki persentase 73,36% yaitu pada kategori siap, dengan nilai setiap parameternya adalah parameter pengetahuan sebesar 94,14%, kebijakan 42,50%, rencana tanggap darurat 68%, sistem peringatan bencana 71%, dan mobilisasi sumberdaya 54,75%.
Analisis Kualitas Perairan Waduk Cacaban dengan Menggunakan Data Citra Landsat 8 & 9 Multitemporal Resi Ahdityas; Abdi Sukmono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38199

Abstract

Sejak mulai dioperasikan dari tahun 1958, salah satu permasalahan utama yang dialami oleh Waduk Cacaban adalah tingginya tingkat sedimentasi. Sedimentasi yang terjadi bahkan menyebabkan daya tampung waduk menyusut dari 90 juta  menjadi hanya tinggal 55 juta  pada tahun 2016. Untuk menjaga fungsi waduk tetap optimal, selain dengan melakukan rehabilitasi, pemantauan kondisi waduk juga perlu dilakukan secara berkala. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di Waduk Cacaban, pemantauan parameter kualitas air dapat dilakukan dengan menggunakan model algoritma empiris yang terbentuk dari hubungan nilai spektral citra Landsat dan data in situ parameter kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan tingkat sebaran Total Suspended Solid (TSS), klorofil-a dan perubahan luasan perairan secara temporal dari tahun 2013 hingga 2022 berdasarkan model algoritma yang terbentuk. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu luasan perairan Waduk Cacaban pada periode 2013-2016 mengalami penambahan luas sebesar 68.391 .  Penyempitan luasan Waduk Cacaban pada periode 2016-2019 sebesar -907.949 . Pada rentang 2019-2022 terjadi penambahan luasan sebesar 857.554 . Hasil kualitas perairan Waduk Cacaban pada tahun 2013, 2016, 2019 dan 2022 berdasarkan indeks pencemaran dengan parameter TSS dan klorofil-a baku mutu kelas 2, mengkategorikan perairan Waduk Cacaban tergolong pada kelas memenuhi baku mutu dan tercemar ringan. Baku mutu air kelas 2 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan dan pengairan tanaman. Luas perairan waduk tahun 2013 yang memenuhi baku mutu air seluas 5.814.787  dan kelas tercemar ringan seluas 594.807 . Luas perairan waduk tahun 2022 yang memenuhi baku mutu air seluas 6.341.205  dan kelas tercemar ringan seluas 88.185 .
Analisis Perubahan Laju Erosi Pada Sub DAS Keduang Tahun 2016 – 2021 Dengan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) Rihadatul Aisy; Abdi Sukmono; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38065

Abstract

Waduk Gajah Mungkur merupakan waduk serba guna yang terletak di Wilayah Wonogiri. Waduk Gajah Mungkur mengalami masalah serius, yaitu penumpukan sedimen di dasar danau. Penumpukan sedimen dapat menyebabkan pendangkalan pada waduk. Sedimentasi tersebut berasal dari erosi pada DAS yang mengalir ke Waduk Gajah Mungkur. Sub DAS Keduang merupakan bagian dari DAS Bengawan Solo yang mengalir ke Waduk Gajah Mungkur. Sub DAS ini merupakan penyumbang erosi terbesar pada waduk Gajah Mungkur. Adanya perubahan tutupan lahan dicurigai menjadi faktor utama tingginya laju erosi di Sub DAS Keduang. Perhitungan laju erosi di Sub DAS Keduang merupakan salah satu langkah dasar untuk pengelolaan DAS yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perubahan laju erosi yang terjadi pada Sub DAS Keduang tahun 2016 – 2021 dan unntuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan laju erosi. Metode yang digunakan adalah Unniversal Soil Loss Equation (USLE) dengan data yang digunakan berupa data curah hujan, data jenis tanah, Digital Elevation Model (DEM), Citra Spot, dan data administrasi. Hasil dari analisis yang diperoleh terjadi penurunan laju erosi  dari tahun 2016 – 2021. Laju erosi dihasilkan pada tahun 2016 sebesar 1.829.554,91 ton/ha/thn kemudian turun menjadi 1.128.910,89 ton/ha/thn di tahun 2021. Perubahan tutupan lahan tidak terjadi secara signifikan sedangkan curah hujan turun cukup banyak sehingga curah menjadi faktor utama terjadi perubahan laju erosi di Sub DAS Keduang.
Identifikasi Lahan Murah di Pinggiran Kota Semarang Sebagai Potensi Pengembangan Perumahan Terjangkau (Studi Kasus: Kelurahan Rowosari dan Kelurahan Jabungan, Kota Semarang) zepat beniko damanik; Fauzi Janu Amarrohman; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38379

Abstract

Mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021, Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang selanjutnya disebut MBR adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah. Sebagaimana yang telah di programkan oleh pemerintah bahwa MBR dapat memiliki rumah dengan persyaratan bahwa Rumah Umum adalah rumah yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR dan berlaku pembatasan penghasilan agar target program tersebut mendapatkan sasaran yang tepat. Terkhususnya Kelurahan Rowosari dan Jabungan sebagai daerah pinggiran Kota Semarang sangat cocok untuk dilakukan penelitian dalam menentukan lokasi yang layak dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal di Kota Semarang, namun perlu dilakukan kajian khusus dalam menentukan lokasi mana yang paling cocok dengan memperhatikan aspek harga tanah ataupun variabel fisik tanah seperti luas ataupun kelerengan  yang memenuhi spesifikasi kelayakan perumahan terkhususnya untuk MBR dalam rangka mewujudkan kawasan siap bangun (Kasiba) dengan meperhatikan aspek lingkungan siap bangun (Lisiba). Analisis yang digunakan adalah klasifikasi area pemukiman dan non-pemukiman untuk memisahkan kawasan yang telah terbangun dan belum terbangun, kemudian dilakukan analisis terhadap luasan dan kelerengan untuk mengetahui kelayakan kawasan pembangunan perumahan berdasarkan spesifikasi kebutuhan ruang. setelah diketahui kawasan mana yang cocok maka perlu dikaji lagi harga tanah pada kawasan tersebut dengan metode penilaian tanah yang kemudian disesuaikan terhadap peta RDTR Kota Semarang, Sehingga diperoleh hasil Kelurahan Jabungan terdapat 2 zona yang memungkinkan yaitu zona 16 dan 18, sedangkan Kelurahan Rowosari terdapat 3 zona yang sesuai yakni zona 23, 25 dan 26.Kata kunci :  Kasiba, Lisiba, Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Penilaian Tanah, RDTR.
Analisis Perubahan Guna Lahan dan Ruang Terbuka Hijau di Area Jalan Tol Depok-Antasari Seksi II Safira Devi Kirana; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38070

Abstract

Kota Depok merupakan kota yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta yang merupakan Ibu Kota Indonesia saat ini. Pembangunan jalan Tol Depok-Antasari yang menjadi penghubung Kota Jakarta dan Kota Depok memicu aktivitas lain di sekitar area jalan tol. Seiring berjalannya waktu, sangat dikhawatirkan adanya penurunan kuantitas RTH sebagai komponen pemanfaatan utama ruang non-terbangun. Berdasarkan hal di atas, maka perlu dilakukannya penelitian mengenai pola perubahan lahan permukiman dan perkembangannya yang dapat dianalisis dengan memanfaatkan pendekatan dari sistem informasi geografis berupa metode Nearest Neighbor dan Standard Deviational Ellipse pada citra tahun 2017 dan 2021, yang kemudian dilakukan validasi lapangan dengan titik sampel yang diperoleh dengan menggunakan metode Anderson. Kemudian hasil yang diketahui bahwa terdapat perubahan pertambahan luas untuk perumahan sebesar 2,1% dengan luasan sebesar 86,07 ha dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2021, sedangkan untuk Ruang Terbuka Hijau mengalami penurunan sebesar 146,78 ha. Kuantifikasi RTH dari tahun 2017 dan tahun 2021 mengalami penurunan sekitar sekitar 3,53% yaitu seluas 142,792 Ha. Persentase RTH pada BWK Cinere di Kota Depok pada tahun 2017 hanya 10,5% sedangkan di tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 9,8%, yang dimana hal ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Hasil pola persebaran dari hasil proses dengan menggunakan metode pendekatan nearest neighbor, untuk kelas perumahan memiliki nilai z-score sebesar -3,96 dan RTH memiliki nilai z-score sebesar -2,061. Keduanya memiliki nilai z-score di atas -1,65 maka hasil pola yang dihasilkan yaitu clustered, dimana perumahan dan RTH memiliki pola persebaran yang tersebar acak secara mengelompok. Sedangkan, hasil dari arah perkembangannya pada perumahan menghasilkan ellipse dengan nilai rotasi yang dihasilkan yaitu 6o34’30,34” dan 171o24’56,25” yang dimana kedua arah ellipse tersebut mengarah ke arah jalan tol tepatnya pada area exit toll Brigif dan exit toll Sawangan. Hal tersebut dapat dikatakan seiring tahun 2017 hingga 2021 arah perkembangan perumahan yaitu mendekati area tol.
Aplikasi WebGIS Persebaran Petani Jambu Air di Kabupaten Demak Dwi Yulianti; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37732

Abstract

Kabupaten Demak dikenal sebagai penghasil jambu air terbanyak di Jawa Tengah. Luasnya lahan pertanian membuat masyarakat bermata pencaharian sebagai petani padi dan petani jambu. Jambu air merah delima dan jambu air citra yang memiliki rasa manis dan renyah banyak diminati masyarakat. Pemasaran produk jambu air  melalui beberapa pihak membuat masyarakat mendapatkan harga yang relatif lebih tinggi dari harga dari petani langsung. Akibat perbedaan harga dan lamanya produk jambu sampai dipasaran dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk melakukan pemetaan persebaran petani jambu air agar masyarakat dapat membeli langsung kepada petani dengan kualitas yag lebih segar dan harga yang lebih murah.Data yang digunakan  terdiri atas data petani jambu air dari hasil wawancara terhadap petani pada Bulan Maret dan April 2022 dan data administrasi Kabupaten Demak. Metode yang digunakan yaitu metode Bahasa pemrograman  PHP dengan Laravel Framework disebut aplikasi 1 dan ArcGIS Online disebut aplikasi 2. Hasil dari keua aplikasi akan dilakukan uji sistem untuk mengetahui kemampuan aplikasi yang berjalan pada perangkat lunak yang berbeda. Lalu dilakukan uji usability untuk mengetahui fungsi dan manfaat aplikasi dan perbandingan antara aplikasi 1 dan aplikasi 2.Hasil dari pemetaan persebaran petani jambu air dengan pengambilan sampel 30 petani yang tersebar di Desa Mranak dan Desa Betokan dengan hasil panen paling sedikit 8.000 Kilogram dan paling banyak adalah 500.000 Kilogram di setiap panen. Rata-rata hasil panen dari kedua Desa tersebut adalah 147.393,9 Kilogram. Perbandingan aplikasi persebaran petani jambu air berdasarkan dari hasil uji sistem adalah aplikasi 1 dan aplikasi 2 dapat berjalan lancar di smartphone dan desktop dengan menggunakan 3 platform browser. Sedangkan hasil uji usability dengan aplikasi 1 dan aplikasi 2 adalah aplikasi 1 memiliki nilai 4,049 dan aplikasi 2 memiliki nilai 4,176 yang artinya termasuk kategori Sangat Baik dalam tampilan serta isi yang ada dalam kedua aplikasi.Kata kunci : Demak, Jambu Air, Laravel Framework, ArcGIS Online
Desain Aplikasi Sistem Informasi Risiko Banjir Kecamatan Sayung Berbasis WebGIS Adi Wicaksono Raharjo; Arief Laila Nugraha; L.M. Sabri
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38408

Abstract

Kecamatan Sayung adalah kecamatan dengan kasus kejadian banjir tertinggi di Kabupaten Demak. Kejadian banjir di Kecamatan Sayung hampir terjadi setiap hari di sebagian besar wilayahnya pada setiap tahunnya. Banjir yang terjadi berupa banjir rob dan banjir sungai. Kepadatan penduduk dan penurunan tanah di daerah pesisir pantai utara yang diakibatkan oleh pembangunan di sekitar wilayah pesisir serta memiliki curah hujan tinggi yang tidak diiringi dengan saluran air yang mencukupi menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir. Pembuatan aplikasi sistem informasi risiko banjir berdasarkan penilaian risiko bencana banjir sebagai salah satu upaya penanggulangan bencana dengan penyebaran informasi risiko bencana banjir kepada masyarakat umum sehingga dengan harapan dapat mengurangi potensi terjadinya bencana disuatu wilayah dengan cara memicu kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap sebuah bencana yang akan terjadi. Pengembangan aplikasi sistem informasi risiko banjir memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis berupa ArcGIS Online Web Application Builder. Aplikasi ini berbasis website dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai media penyampaian informasi yang menampilkan informasi dalam bentuk teks maupun peta digital melalui jaringan internet. Aplikasi ini mengintegrasikan Web Map kedalam Web Map Application agar dapat digunakan secara umum. Aplikasi sistem informasi risiko banjir dilengkapi dengan beberapa fitur pendukung penyampaian informasi dan juga dapat berfungsi untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan aplikasi ini. Aplikasi ini telah dilakukan uji kelayakan aplikasi dan berhasil dioperasikan pada dua perangkat dan browser yang berbeda serta dalam pengujian usability dengan penilaian aspek learnability, efficiency, memorability, errors, satisfaction memperoleh kategori “Sangat Baik” dengan nilai 4,192 dari 5,0. Pada dasarnya aplikasi ini merupakan aplikasi sejenis prototype yang masih dalam masa pengembangan sehingga aplikasi ini memiliki keterbatasan akses karena hanya dapat menggunakan koneksi internet dan tidak dapat memberikan data yang bersifat dinamis yang berubah setiap saat sesuai dengan kejadian dilapangan.
Analisis Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) Pada Tanah Garapan dan Tanah Timbul di Kabupaten Bekasi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Desa Hurip Jaya, Kecamatan Bebelan) Neil Raditya Budi susilo; Hana Sugiastu Firdaus; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38078

Abstract

Kebutuhan akan lahan semakin meningkat setiap tahunnya, hal tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan lahan yang ada di suatu wilayah. Masyarakat setempat berlomba-lomba untuk menguasai tanah timbul yang kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tinggal atau sebagai tempat mata pencaharian. Desa Hurip Jaya berbatas langsung dengan Laut Jawa sehingga banyak bermunculan tanah-tanah baru ditepi pantai yang semakin menambah luas wilayah desa. Banyak kasus transkasi jual beli tanah garapan dan tanah timbul di Desa Hurip Jaya dikarenakan kurangnya informasi masyarakat tentang status tanah yang akan meraka beli atau jual. Guna untuk menambah informasi maka diperlukan kegiatan inventarisasi dan pemetaan persebaran tentang Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan tanah (P4T) di daerah Desa Hurip Jaya sesuai dengan peraturan yang ada dan kondisi dilapangan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu peta administrasi Desa Hurip Jaya, citra satelit, sebaran persil BPN dan survei lapangan. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi pada objek bidang tanah mengenai penggunaan, pemanfaatan, pemilikan dan penguasaan tanah khususnya pada tanah timbul dan tanah garapan. Hasil pengolahan menunjukkan jumlah bidang tanah sebanyak 800 bidang tanah, sebanyak 280 bidang tanah terdapat pada tanah milik warga dan sekitar 520 bidang tanah terdapat pada tanah garapan dan tanah timbul. 89,77% dari total luas wilayah Desa Hurip Jaya teridentivikasi sebagai tanah garapan dan tanah timbul dan sisanya merupakan tanah milik masyarakat. Pola hubungan P4T yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 27 pola dimana pola hubungan terbesar yaitu penguasaan tanah bukan pemilik secara legal, hak guna bangunan, perairan darat, dan pemanfaatan campuran yakni sebesar 57,74%.
Evaluasi Kelayakan Kawasan Industri di Kabupaten Demak Goodfried Samuel Syahputra; Hana Sugiastu Firdaus; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37978

Abstract

Pemerintah Kabupaten Demak mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah sebagai upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan kawasan industri di Kabupaten Demak. Berdasarkan Perda Kabupaten Demak No. 1 Tahun 2020, terdapat perbedaan luas lahan yang dicanangkan sebagai kawasan industri dari Perda No. 6 Tahun 2011. Perubahan luas tersebut sebesar 1.800 hektar menjadi 7.646 hektar. Perubahan luas pada kawasan peruntukkan industri tersebut, semakin meningkatkan peran evaluasi lahan tersebut. Evaluasi kawasan industri berperan untuk mengetahui tingkat kelayakan sebuah kawasan industri agar dalam pengembangannya tidak berlawanan dengan peraturan yang sudah berlaku. Salah satu metode yang digunakan dalam pengevaluasian lahan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode weighted overlay dimana weighted overlay merupakan pemecah masalah multikriteria. Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) merupakan salah satu metode dari MCDM yang dapat digunakan untuk pengevaluasian lahan. Setelah didapat hasil pembobotan kemudian dilakukan proses intersect dengan kawasan peruntukan industri di Kabupaten Demak guna mengetahui klasifikasi tingkat kelayakannya. Sehingga didapatkan tingkat kelayakan dengan klasifikasi “Sangat sesuai” memiliki persentase 70,85% dengan luas sebesar 5.417,56 hektar dan klasifikasi “Cukup sesuai” memiliki persentase 29,15% dengan luas sebesar 2.228,44 hektar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue