cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017" : 53 Documents clear
PEMBUATAN BASIS DATA SPASIAL TEMPAT INDEKOS BERBASIS WEB DI AREA KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET Joko Wibowo; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.438 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu destinasi wisata kuliner setelah Kota Yogyakarta. Selain terkenal dengan kulinernya, Kota Surakarta juga menjadi salah satu tempat tujuan pendidikan, yaitu bangku perkuliahan. Di Kota ini terdapat beberapa Universitas yang tidak dapat diragukan lagi kualitas pendidikannya, seperti Universitas Negeri Sebelas Maret. Universitas Negeri Sebelas Maret merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Surakarta. Bangku perkuliahan membutuhkan sarana yang harus mencukupi kebutuhan keseharian para mahasiswa. Salah satunya yang terpenting adalah indekos. Tempat indekos selama ini dicari oleh mahasiswa dengan cara bertanya kepada beberapa orang di sekitar lokasi perkuliahan. Bahkan tidak jarang pula ada informasi yang disajikan diinternet. Namun, informasi tentang indekos ini biasanya hanya menyajikan data-data nonspasial seperti alamat, fasilitas serta harga dari indekos itu sendiri. Maka dari itu hal utama yang melatarbelakangi pembuatan web ini adalah perlunya informasi spasial yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa baru dalam melakukan pencarian indekos. Metodologi pada penelitian ini merujuk pada Sistem Informasi Geografis (SIG) pembuatan basis data spasial tempat indekos berbasis web. Penyusunan basis data dimulai dengan penggunaan XAMPP sebagai server lokal dan basis data MySQL dengan mengakses fitur phpMyAdmin. Data hasil penelitian berjumlah 150 indekos yang terdiri dari indekos putra, putri, dan campur. Untuk tipe pembayaran dibagi dua, yaitu tipe pembayaran bulanan dan tahunan. Pengujian sistem aplikasi pada web ini menunjukkan bahwa web dapat dibuka dari semua web browser, namun fitur geolocation hanya berfungsi pada browser mozilla firefox. Sedangkan untuk pengujian usability pada web ini memperoleh keberhasilan yang cukup baik dengan nilai 3,870 dari rentang penilaian satu sampai lima.
PEMANFAATAN LIDAR UNTUK EVALUASI KETINGGIAN BANGUNAN DI KAWASAN JALAN PANDANARAN, SEMARANG Aisah Hajar; Arwan Putra Wijaya; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.39 KB)

Abstract

ABSTRAK    Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Kota Semarang terus mengalami perkembangan dan pembangunan kota. Perkembangan dan pembangunan kota yang terjadi menyebabkan berdirinya bangunan gedung secara pesat. Oleh karena itu, pembangunan di Kota Semarang membutuhkan pengontrolan terhadap kesesuaian penataan ruang yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Penataan ruang merupakan suatu sistem perencanaan dan pemanfaatan ruang yang perlu dikendalikan dalam proses pengembangan suatu kawasan.                Penelitian ini berfokus pada tinggi bangunan gedung di kawasan Jalan Pandanaran Kota Semarang, dengan melakukan evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan pendekatan data DEM LiDAR untuk memperoleh tinggi bangunan secara aktual.                Tinggi bangunan yang melebihi ketentuan dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2008 dianggap sebagai bangunan melanggar. Pelanggaran tersebut terjadi pada 3 bangunan gedung, yaitu Bank Panin, Louis Keinne Hotel, dan Menara Suara Merdeka. Nilai pelanggaran yang terjadi untuk ketinggian bangunan di Kawasan Jalan Pandanaran sebesar 2,65 %. Maka nilai kesesuaian hasil evaluasi tinggi bangunan tersebut mencapai dari 97,35 %.
ANALISIS TINGKAT PRODUKSI PADI DAN PERHITUNGAN LOGISTIK PANGAN BERDASARKAN METODE EVI (ENHANCED VEGETATION INDEX) DAN NDVI (NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX) MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 TAHUN 2016 (Studi Kasus : Kabupaten Klaten, Jawa Tengah) Aji, Bernardinus Joko Prakosta Santu; Prasetyo, Yudo; hani'ah, Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.168 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman padi merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan bahan makanan pokok penting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, yakni beras. Tanaman padi merupakan sektor utama pangan yang menjadi perhatian khusus karena ketersediaannya sangat berpengaruh penting mengingat tingginya pertumbuhan penduduk yang terjadi saat ini. Indonesia memiliki banyak daerah yang menjadi lumbung padi di Indonesia dan memiliki kualitas beras yang baik, salah satunya adalah Kabupaten Klaten.Penginderaan jauh merupakan teknologi yang cocok diaplikasikan untuk mengestimasi produksi padi.di Kabupaten Klaten. Hal tersebut terkait dengan keunggulan sensor yang sensitif terhadap tanaman padi, mencakup wilayah yang sangat luas, dan mengetahui fase tumbuh tanaman padi serta pola tanam padi lebih baik dan cepat. Penggunaan citra satelit Sentinel-2 yang memiliki resolusi spasial yang tinggi disertai dengan algoritma indeks vegetasi EVI (Enhanced Vegetation Index) dan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) sangat efektif dan efisien diterapkan untuk klasifikasi fase padi dari masa tanam hingga masa panen serta mengestimasi produktivitas dan produksi padi. Estimasi produksi padi menjadi acuan dalam penentuan nilai logistik pangan yakni ketersediaan padi tersebut mencukupi atau tidak konsumsi masyarakat Kabupaten Klaten selama satu tahun.                Penelitian ini menghasilkan peta fase tumbuh padi algoritma EVI dan NDVI, nilai estimasi produksi dan nilai logistik pangan tahun 2016. Berdasarkan peta fase tumbuh algoritma EVI dan NDVI, fase generatif lebih mendominasi bulan April dan bulan Oktober sedangan fase vegetatif lebih mendominasi bulan Maret dan bulan Desember. Nilai estimasi produksi padi hasil pengolahan tahun 2016 sebesar 782801.589 ton dalam satu tahun dan nilai logistik pangan tahun 2016 sebesar (+) 649291,329 ton. Berdasarkan nilai estimasi produksi padi dan nilai logistik pangan tahun 2016 mengartikan bahwa produksi padi dapat mencukupi konsumsi masyarakat Kabupaten Klaten tahun 2016
ANALISIS HASIL DIGITALISASI SURAT UKUR PADA SISTEM GEO KKP DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Kel. Karangroto Dan Kel. Genuksari, Kec. Genuk) Irfan Baharudin; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Sebagai satu-satunya instansi pemerintah yang bergerak di bidang pertanahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki peran penting untuk menjamin adanya kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia atas tanah yang dimilikinya. Segala permasalahan seperti sertifikat ganda, tanah ditelantarkan pemiliknya, pembebasan lahan, sengketa tanah dan sebagainya harus diselesaikan oleh BPN.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas data surat ukur (SU) baik spasial maupun tekstualnya yang sudah terdigitalisasi ke web GeoKKP. Selain itu juga mengetahui perbandingan pengerjaan digitalisasi SU pada Kelurahan Karangroto dan Kelurahan Genuksari. Data yang diperlukan pada penelitian ini yaitu hasil digitalisasi SU Kelurahan Genuksari dan Kelurahan Karangroto, batas administrasi kelurahan se-Kota Semarang, citra satelit resolusi tinggi Kota Semarang, dan data fisik SU tahun. Metode penelitian ini dengan membandingkan data fisik SU dengan data hasil digitalisasinya, dan dilakukan validasi ke lapangan dengan mengukur bidang menggunakan RTK serta mengukur titik GCP untuk rektifikasi.Hasil dari penelitian ini untuk kualitas pemetaan bidang, terjadi pergeseran pada titik berat tiap bidang yang divalidasi dengan rata-rata pergeseran untuk nilai X sebesar 1,920 m dan nilai Y sebesar 2,716 m. Sedangkan untuk RMS citra base map untuk pekerjaan GeoKKP didapat hasil sebesar 0,543 piksel. Sedangkan untuk perbandingan hasil digitalisasi SU secara keseluruhan Kelurahan Genuksari masih lebih baik dibanding Kelurahan Karangroto dalam hal kesesuaian luas, lokasi pada citra, Nomor Induk Bidang, hak atas tanah dan tahun penerbitan SU dengan data fisik SU.  Persentase kesesuaian data pada Kelurahan Genuksari mencapai 77 %, sedangkan  pada Kelurahan Karangroto hanya 53 %. Meskipun begitu, pada masing-masing kelurahan diperlukan perbaikan data agar lebih sesuai dengan data fisik SU.
ANALISIS POLA PERSEBARAN KLOROFIL-A, SUHU PERMUKAAN LAUT, DAN ARAH ANGIN UNTUK IDENTIFIKASI KAWASAN UPWELLING SECARA TEMPORAL TAHUN 2003-2016 (Studi Kasus : Laut Halmahera) Indah Purwanti; Yudo Prasetyo; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.506 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas dan memiliki sumber daya laut yang sangat potensial salah satunya ialah sumber daya perikanan. Laut Halmahera yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik memiliki kondisi perairan yang dinamis. Agar kegiatan penangkapan ikan lebih optimal diperlukan teknologi yang tepat untuk menentukan lokasi potensial tempat berkumpulnya ikan salah satunya dengan menggunakan citra satelit Aqua MODIS untuk menentukan parameter upwelling (klorofil-a, dan suhu permukaan laut (SPL)), serta citra Quickscat untuk mendapatkan data arah dan kecepatan angin.             Metode pengolahan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman ENVI IDL untuk mengolah data angin, SPL dan klorofil-a dari tahun 2003-2016 sehingga didapatkan nilai sebaran klorofil-a, SPL, dan angin secara klimatologi. Data klimatologi tersebut dianalisis secara spasial untuk melihat pola upwelling yang terjadi pada setiap musim. Selanjutnya dilakukan perhitungan kriteria upwelling untuk mengetahui kekuatan upwelling setiap bulannya. Selanjutnya dilakukan uji korelasi untuk mengetahui kekuatan hubungan antar parameter serta uji validasi untuk mendapatkan peta tematik sebaran klorofil-a dan SPL pada saat terjadi fenomena upwelling.                Fenomena upwelling di Laut Halmahera terjadi pada musim timur yakni pada bulan Juni hingga Agustus dimana puncak upwelling terjadi pada bulan Agustus. Pada bulan tersebut kandungan klorofil-a mencapai 0,440 mg/m3, kecepatan angin sebesar 5,757 m/s dan suhu permukaan turun hingga mencapai 29,014oC. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui bahwa antar parameter upwelling tersebut memiliki hubungan yang kuat. Klorofil-a dengan angin memiliki nilai korelasi sebesar 0,615 dan klorofil-a dengan SPL memiliki nilai korelasi sebesar -0,734.
ANALISIS PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P2T) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KECAMATAN BANYUMANIK TAHUN 2016 Nurfika Maulina Larasati; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.123 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia baik dimasa sekarang maupun  yang akan datang. Tanah  tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja, namun juga memiliki fungsi ekonomi yaitu digunakan sebagai mata pencaharian baik digunakan untuk  bidang pertanian maupun persewaan seperti Indekos, kontrakan dan sejenisnya. Seiring dengan berjalannya waktu, suatu daerah pasti akan mengalami peningkatan jumlah penduduk. Maka dari itu, kebutuhan tanah akan semakin meningkat dan semakin beragam pemanfaatan dan penggunaan tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran penggunaan dan pemanfaatan tanah di kecamatan Banyumanik tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Ikonos tahun 2015 dan peta administrasi Kecamatan Banyumanik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Digitasi On Screen untuk membuat peta blok bidang tanah. Selanjutnya dilakukan identifikasi pada blok berupa data atribut penggunaan dan pemanfaatan dimana klasifikasi yang digunakan yaitu klasifikasi NSPK tematik BPN tahun 2012. Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta penggunaan dan peta pemanfaatan tanah Kecamatan Banyumanik. Penggunaan tanah di Kecamatan Banyumanik sebagian besar yaitu Hutan dengan luas sebesar 8595146,355 m2 atau 27,964 persen dari total keseluruhan luas Kecamatan Banyumanik. Sedangkan kelas penggunaan tanah yang paling kecil yaitu bengkel dengan luas sebesar 2022,711 m2 atau 0,007 persen dari total keseluruhan. Sedangkan kelas pemanfaatan tanah yang paling tinggi dari pengolahan yang telah dilakukan di Kecamatan Banyumanik yaitu kelas tidak ada pemanfaatan dengan luas sebesar 11312640,32  m2 atau 37,036 persen dari total keseluruhan luas Kecamatan Banyumanik karena di Kecamatan Banyumanik masih terdapat tanah kosong dan hutan. Sedangkan kelas pemanfaatan tanah yang paling kecil yaitu Pemanfaatan sarana perbengkelan dengan luas sebesar 2022,711 m2 atau 0,007 persen dari total keseluruhan.
PENENTUAN NILAI EKONOMI KEBERADAAN DAN NILAI PENGGUNAAN LANGSUNG UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DAN PETA UTILITAS MENGGUNAKAN SIG (Studi kasus : Kawasan Kebun Raya Bogor, Kota Bogor ) Diana Masmaulidia; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.537 KB)

Abstract

ABSTRAK    Kota Bogor merupakan kota hujan dimana memiliki banyak potensi wisata. Salah satu objek wisata yang mempunyai potensi ialah objek wisata Kawasan Kebun Botani Bogor atau yang sering disebut dengan  Kawasan Kebun Raya Bogor yang terletak di pusat Kota Bogor. Kawasan Kebun Raya Bogor merupakan suatu kawasan objek wisata alam, wisata sejarah dan sebagai pusat keilmuan pengembangan pertanian dan holtikultura di Indonesia yang memiliki nilai potensi yang dapat dikembangkan.  Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk menduga dan mengetahui seberapa besar keinginan seseorang untuk memberikan nilai fungsi ekonomi kawasan dan masyarakat sekitar yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik sampling insidental yaitu untuk responden yang secara kebetulan ditemui di lokasi wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan Willingness To Pay  menggunakan perangkat lunak Maple 17 dengan TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method).Dalam penelitian, diperoleh hasil berupa Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai surplus konsumen wisatawan nusantara sebesar Rp. Rp. 4.260.405,- per individu pertahun, dengan nilai Willingness To Pay sebesar Rp 39.077,- sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek Kawasan Kebun Raya Bogor sebesar Rp. 3.691.005.204.770 (nilai surplus konsumen per individu per tahun dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2016).
PENENTUAN KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kabupaten Sragen) Kandiawan, Ulfa Fathul; Hani’ah, Hani’ah; Subiyanto, Sawitri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.909 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Sragen memiliki kelebihan yang dapat dijadikan sebagai modal pembangunan daerah karena berada di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur) dan termasuk wilayah yang sangat strategis untuk mendirikan sebuah kawasan industri. Untuk mendorong pertumbuhan sektor industri agar lebih terarah, terpadu dan memberikan hasil guna yang lebih optimal maka di butuhkan pengembangan kawasan industri. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan langkah yang tepat dalam menyajikan aspek spasial (keruangan). Dalam hal ini SIG mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat potensi lahan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Sragen. Penelitian ini mempertimbangkan enam parameter yang menunjang dalam pengembangan kawasan industri, yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, jarak terhadap jalan, jarak terhadap sungai, dan jarak jaringan listrik.Dari analisis dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) menunjukkan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing-masing parameter sebesar 37% untuk kemiringan lereng, 12% penggunaan lahan, 5% jenis tanah, 24% jarak terhadap jalan utama, 3 % jarak terhadap sungai, dan 19% untuk jarak terhadap jaringan listrik. Dari hasil intersect peta prioritas lahan dengan RTRW Kabupaten Sragen, dan kemudian hasil tersebut dilakukan pengurangan berdasarkan luas lahan RTRW maka hasil yang didapat adalah hasil potensi lahan sebesar 5877,929 Ha.Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dengan skoring, tingkat potensi lahan di Kabupaten Sragen untuk pengembangan kawasan industri dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas sangat sesuai (S1) dengan luas 6852,56 Ha, kelas sesuai (S2) dengan luas 32616,26 Ha, kelas cukup sesuai (S3) dengan luas 49856,82 Ha, kelas kurang sesuai (N1) dengan luas 9918,97 Ha, kelas tidak sesuai (N2) dengan luas 207,60 Ha.
ANALISIS EFEKTIVITAS RUANGAN KULIAH DI KAMPUS TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO BERDASARKAN PARAMETER KAPASITAS, SUARA DAN PENCAHAYAAN RUANGAN Ryadi, Michael Vashni Immanuel; Wijaya, Arwan Putra; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.685 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam lingkungan kampus Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, sivitas akademika sering menggunakan ruangan untuk berbagai keperluan, khususnya untuk kegiatan kuliah. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan ruangan untuk perkuliahan adalah kapasitas, kebisingan, kejelasan percakapan dan pencahayaan ruangan. Dengan jumlah mahasiswa yang banyak dibandingkan dengan jumlah ruangan yang tersedia untuk kegiatan kuliah perlu dilakukan suatu studi untuk menganalisa efektivitas dari penggunaan ruang kuliah tersebut.Perkembangan teknologi pemetaan kini semakin mendukung untuk melakukan pemodelan objek secara tiga dimensi. Metode pemodelan objek secara tiga dimensi yang dapat dikembangkan adalah metode Close Range Photogrammetry atau fotogrametri rentang dekat. Model tiga dimensi ruangan yang telah terbentuk akan disederhanakan menjadi batas ruangan yang akan digunakan dalam penilaian ruangan. Pada penelitian ini, penilaian efektivitas ruangan didasarkan pada hasil pengukuran antropometri untuk analisis kapasitas, pengukuran akustik untuk analisis kebisingan dan kejelasan percakapan serta pengukuran pencahayaan ruangan untuk analisis pencahayaan ruangan.Hasil dari penelitian ini adalah penilaian tingkat efektivitas ruangan pada lima ruangan kuliah di kampus Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Tingkat efektivitas yang diperoleh adalah sedang dan kurang efektif. Ruangan dengan tingkat efektivitas sedang terbesar adalah ruang C.102 dengan presentase 85,3% sedangkan ruang dengan tingkat efektivitas kurang efektif terbesar adalah ruang B.301 dengan presentase 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk untuk melakukan penambahan daya lampu pada seluruh ruangan dan penambahan pengeras suara di ruangan B.301.
ANALISIS POTENSI PERUNTUKAN LAHAN RUMAH SAKIT DINILAI DARI ASPEK FISIK DAN KEBUTUHAN PENDUDUK DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA SEMARANG Stella Purnomo; Sawitri Subiyanto; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.08 KB)

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas umum yang sangat dibutuhkan penduduk. Semakin cepat perkembangan penduduk di suatu daerah menandakan semakin meningkatnya kebutuhan rumah sakit bagi setiap penduduk. Lokasi rumah sakit tersebut juga harus berada pada lokasi yang sesuai agar dapat memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah menganalisis kebutuhan rumah sakit dengan melihat perbandingan antara jumlah penduduk di Kota Semarang  dengan jumlah tempat tidur rawat inap rumah sakit yang telah tersedia. Selain itu juga dilakukan analisis dengan menggunakan metode pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam penentuan tingkat kepentingan dari kriteria lokasi rumah sakit yang sesuai. Adapun kriteria yang digunakan yaitu mencakup kriteria tata guna lahan, kemiringan lahan, kelas jalan, daerah potensi banjir, daerah potensi longsor, jarak terhadap TPA dan TPS, tingkat polusi udara dan tingkat kebisingan. Dari analisis dengan menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing – masing kriteria sebesar 54,820% untuk tata guna lahan, 12,541% untuk potensi longsor, 10,082% untuk kelas jalan, 9,722% untuk daerah potensi banjir, 5,010% untuk jarak TPA dan TPS, 3,509% untuk kemiringan lahan, 2,456% untuk tingkat polusi udara dan 1,859% untuk tingkat kebisingan. Dari hasil overlay peta hasil pembobotan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan prasyarat lokasi rumah sakit, dipilih tiga alternatif daerah yang sangat sesuai untuk menjadi lokasi rumah sakit di Kota Semarang, yaitu di Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Semarang Barat. Dan untuk 19 rumah sakit umum yang telah ada di Kota Semarang, ada 14 rumah sakit berada di lokasi yang sangat sesuai, 5 rumah sakit berada pada lokasi yang sesuai dan tidak ada rumah sakit yang terletak di lahan yang tidak sesuai. Sedangkan untuk kebutuhan penduduk terhadap rumah sakit di Kota Semarang pun telah terpenuhi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 4.589 untuk 1.602.717 jiwa penduduk di Kota Semarang.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue