cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017" : 53 Documents clear
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Lutfia Pangestika; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.075 KB)

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akses informasi akan pelayanan kesehatan merupakan hak bagi setiap masyarakat sekaligus kewajiban bagi Negara untuk menyediakannya sesuai amanat UU kesehatan tahun 2009. Hal inilah yang menuntut informasi fasilitas kesehatan juga harus bisa diakses dengan mudah. RIFASKES (Riset Fasilitas Kesehatan) merupakan salah satu program Kementrian Kesehatan RI melalui Balitbang Kemenkes untuk memantau fasilitas kesehatan milik pemerintah diantaranya puskesmas dan rumah sakit. Pemantauan meliputi kondisi bangunan puskesmas, jenis dan kategori tingkat pelayanan, jumlah tenaga kesehatan serta kelengkapan alat kesehatan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran dan fungsi fasilitas kesehatan pemerintah untuk kesehatan masyarakat, namun terkendala dalam mendapatkan data yang selama ini dilakukan secara konvensional.Pada penelitian ini dibuat sistem informasi geografis berbasiskan web untuk mengetahui persebaran tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit agar mampu menyediakan informasi bagi masyarakat. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data spasial (koordinat x y) menggunakan GPS handheld dan data non spasial. Penelitian ini dikembangkan menggunakan basis data MySQL dan peta menggunakan Google Maps API.Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi SIG berbasis web yang menampilkan lokasi layanan kesehatan beserta tenaga kesehatan dan fasilitas dari layanan kesehatan. Web tersebut dapat diakses pada situs www.gistenagakesehatankotasemarang.com.  
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TIMUR DAN PROVINSI BALI DI SELAT BALI Muhammad Maulana mahardika Amfa; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.353 KB)

Abstract

ABSTRAK Sesuai dengan Permendagri No.76 Tahun 2012, garis pantai memiliki peranan penting dalam penetapan dan penegasan batas pengelolaan wilayah laut. Garis pantai menjadi acuan penentuan titik dasar dan garis pangkal yang kemudian digunakan untuk penarikan garis batas. Namun garis pantai rentan mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi karena abrasi, akresi, ataupun pengaruh dinamika air laut. Maka dari itu, penelitian mengenai pengaruh perubahan garis pantai terhadap batas pengelolaan wilayah laut dipandang perlu.Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan batas pengelolaan wilayah laut Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Selat Bali dengan menggunakan metode kartometrik di atas peta LLN dan citra satelit Landsat tahun 2002 dan tahun 2016 terkoreksi yang diamati secara time series. Pemilihan citra juga disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut. Citra yang digunakan kemudian diolah menggunakan metode BILKO untuk mempermudah dalam proses interpretasi garis pantai.Dari hasil pengamatan citra Landsat tahun 2002 dan 2016, terjadi perubahan garis pantai di Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Timur. Hal ini diperkuat dengan adanya perubahan sampel luas pengelolaan wilayah laut pada periode 2002-2016 di Provinsi Jawa Timur yang berkurang sebesar 354.3273 Ha dan penambahan sebesar 1000.191 Ha untuk Provinsi Bali. Perubahan garis pantai berpengaruh pada garis batas pengelolaan wilayah laut dan luas pengelolaan wilayah laut kedua provinsi. Penarikan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan dengan prinsip garis tengah untuk pantai berhadapan dengan jarak kurang dari 24 mil dan penarikan batas sesuai garis pantai untuk pantai yang berhadapan dengan jarak lebih dari 24 mil.
MODEL CELLULAR AUTOMATA MARKOV UNTUK PREDIKSI PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH PERMUKIMAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Arrizqa Laili Fitriana; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.724 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan kota yang pesat. Hal tersebut terjadi akibat dari peningkatan populasi dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Karena faktor-faktor tersebut, maka terjadi pertumbuhan pembangunan serta perubahan penggunaan lahan yang membawa pada perubahan fisik kota. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian perubahan penggunaan lahan di Kota Surakarta. Metode yang digunakan untuk menentukan pola arah perkembangan fisik wilayah permukiman adalah Global Moran’s Index sedangkan untuk memprediksi perkembangan fisik wilayah Kota Surakarta tahun 2031 digunakan software IDRISI SELVA 17 metode CA Markov. Data-data yang digunakan antara lain citra satelit Landsat-7 SLC-on path row 119/65 tahun 2003, satelit Landsat-7 SLC-off path row 119/65 tahun 2010, citra satelit Landsat-8 OLI/TIRS path row 119/65 tahun 2017, peta tata guna lahan Kota Surakarta tahun 2010, peta RBI skala 1:25.000 tahun 2001, peta RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031, peta jaringan jalan tahun 2011, serta peta batas administrasi Kota Surakarta tahun 2011. Hasil dari Global Moran’s I menunjukkan bahwa pola perkembangan fisik permukiman Kota Surakarta adalah acak (random) dengan arah ekspansi bergerak keluar wilayah Kota Surakarta menuju ke selatan yaitu Kabupaten Sukoharjo. Prediksi perkembangan Kota Surakarta tahun 2031 untuk peruntukkan lahan permukiman sebesar 81,7% yang mengarah keluar menuju selatan (Kabupaten Sukoharjo) sedangkan tutupan lahan kosong sebesar 10,7% mengarah ke utara (Kabupaten Karanganyar). Kesesuaian yang diperoleh dari peta prediksi perkembangan fisik wilayah Kota Surakarta tahun 2031 dengan peta RTRW Kota Surakarta tahun 2011-2031 yaitu sebesar 61,3%. Persentase kesesuaian tersebut mengindikasi bahwa hasil prediksi CA Markov bersifat substansial dengan rentang kepercayaan 61%-80%.
ANALISIS POLA SEBARAN AREA UPWELLING MENGGUNAKAN PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-A, ANGIN DAN ARUS SECARA TEMPORAL TAHUN 2003-2016 (Studi Kasus : Laut Banda) Putra, Ikhlas Ika; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.065 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah laut terluas di dunia, dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2 . Laut Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam laut yang sangat beragam. Laut Banda merupakan salah satu perairan yang memiliki kekayaan tersebut yang memiliki muatan unsur hara yang melimpah. Sebaran unsur hara tersebut dapat diketahui dengan adanya fenomena upwelling di laut Banda. Salah satu cara untuk menganalisis upwelling tersebut menggunakan citra Aqua MODIS (klorofil-a dan suhu permukaan laut) sebagai parameter upwelling, citra Quickscatt untuk arah dan kecepatan angin, serta data permodelan Aviso untuk pola arus.Metode pengolahan pada penelitian ini menggunakan bahasa pemograman ENVI-IDL untuk mengolah data dari citra Aqua MODIS dan citra Quicscatt dari tahun 2003-2016, serta pengolahan untuk data arus menggunakan SeaDAS dari tahun 2010-2015. Hasil dari pengolahan tersebut nantinya akan didapatkan nilai sebaran dari klorofil-a, suhu permukaan laut, dan angin serta pola arah arus untuk mengidentifikasi upwelling dan kriteria upwelling yang terjadi setiap musim dalam 14 tahun maupun setiap tahunnya dari tahun 2003-2016. Kemudian dilakukan uji korelasi terhadap parameter klorofil-a, suhu permukaan laut, dan angin untuk mengetahui kekuatan hubungan parameter upwelling.Fenomena upwelling yang terjadi di laut Banda terjadi pada musim timur, dimana puncak tertinggi terjadi pada bulan Agustus. Kandungan klorofil-a pada bulan ini mencapai 0,446 mg/ 15m3">  seiring dengan meningkatnya kecepatan angin mencapai 6,626 m/s dan suhu permukaan laut menurun sampai nilai 26,818 15℃">  dan fenomena upwelling di laut Banda ini terjadi setiap tahun dengan pola yang sama. Fenomena upwelling yang terjadi di laut Banda dapat diketahui dengan adanya arus eddy di sekitar area tempat terjadinya fenomena ini. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui parameter upwelling klorofil-a, suhu permukaan laut, dan angin memiliki hubungan yang kuat dengan nilai korelasi klorofil-a dengan suhu permukaan laut sebesar -0,993 dan klorofil-a dengan angin sebesar 0,951
ANALISIS KETELITIAN DATA PEMODELAN 3 DIMENSI DENGAN METODE TRAVERSE DAN METODE CLOUD TO CLOUD MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER Alvatara Partogi Hutagalung; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.029 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Tingkat ketelitian dalam suatu pengukuran saat ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, tingkat ketelitian dalam suatu pengukuran juga semakin bergerak ke arah yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Salah satunya yang berkembang saat ini teknologi untuk melakukan survei suatu objek tiga dimensi adalah Terrestrial Laser Scanner (TLS). Metode pengukuran TLS tersebut sendiri ada 4 yaitu : metode Cloud to Cloud, metode Target to Target, metode Traverse, dan metode kombinasi.                Ketelitian metode Traverse dan metode Cloud to Cloud ini akan diuji tingkat ketelitiannya dengan melakukan pengujian pada dua parameter, yakni pada metode registrasi dan hasil visualisasi model tiga dimensi. Metode yang dilakukan dalam uji ketelitian ini melakukan uji internal dengan perhitungan ketelitian hasil registrasi model point cloud antar metode registrasi pada software dan uji eksternal dengan melakukan analisis perbandingan jarak sisi bangunan menggunakan Total Station dan perhitungan uji statistik serta melakukan analisis hasil visualisasi model tiga dimensi antar metode sehingga akan didapatkan hasil metode mana yang lebih teliti antara metode Traverse atau metode Cloud to Cloud pada pemodelan tiga dimensi suatu objek.                Penelitian ini menghasilkan perbandingan ketelitian metode Traverse sebesar ±0,0285 meter dan metode Cloud to Cloud sebesar ±0,0173 meter dengan ketelitian linear jaring poligon 7 titik kategori orde 4 sebesar 1 : 6867,9 meter pada Patung Pangeran Diponegoro serta ketelitian metode Traverse sebesar ±0,0401 meter dan metode Cloud to Cloud sebesar ±0,0213 meter dengan ketelitian linear jaring poligon 13 titik kategori orde 4 sebesar 1 : 6246,6 meter pada Gedung Prof. Sudarto S.H. Berdasarkan hasil ketelitian yang telah didapat dapat disimpulkan bahwa metode Cloud to Cloud akan menghasilkan model tiga dimensi dengan tingkat ketelitian geometrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode Traverse serta metode Cloud to Cloud akan menghasilkan model tiga dimensi yang lebih teliti apabila digunakan untuk melakukan pemodelan tiga dimensi terhadap objek yang memiliki dimensi kecil. Berdasarkan hasil visualisasi model tiga dimensi antara kedua metode registrasi didapatkan hasil bahwa kedua metode menghasilkan model yang tidak berbeda dan sama baiknya apabila digunakan pada satu jaring poligon serta mode pengukuran yang sama yakni ­mode detail dengan daya scan maksimal hingga 120.000 titik/detik yang digunakan pada penelitian ini terhadap objek penelitian.                Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pengguna Terrestrial Laser Scanner sebagai referensi mengenai tingkat ketelitian antara metode Traverse dan Cloud to Cloud dalam pelaksanaan pengukuran sehingga dapat menentukan metode mana yang dianggap lebih baik diterapkan terhadap suatu objek pada pemodelan tiga dimensi menggunakan alat Terrestrial Laser Scanner. 
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK AKIBAT PENGARUH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SIG (Studi Kasus : Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka) Farid Burhanudin Yusup; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.9 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini Indonesia sedang dalam tahap pembangunan yang cukup besar mulai dari pembangunan fasilitas umum, jalan, dan lainnya. Pengaruh dari pembangunan ini dirasa cukup besar dampaknya bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kawasan pembangunan. Salah satu contohnya yaitu pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di kawasan Majalengka yaitu Kecamatan Kertajati dampaknya yaitu naiknya harga nilai tanah yang cukup signifikan yang megakibatkan harga tanah di sekitar kawasan pembangunan melonjak. Oleh sebab itu diperlukan informasi nilai tanah yang dipresentasikan dalam bentuk peta Zona Nilai Tanah guna dijadikan sebagai pertimbangan dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan yaitu nilai jual objek pajak (NJOP).Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penilaian masal caranya dengan melakukan wawancara menggunakan formulir SPT. 112 –A dari Badan Pertanahan Nasional. Data yang digunakan adalah 503 sampel dan dokumen data NJOP bumi Kecamatan Kertajati tahun 2016. Metode pengolahan data yang digunakan adalah regresi linier berganda, menghitung pengaruh aksesibilitas dan faktor lokasi terhadap sampel harga tanah. Serta menghitung peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan dengan cara membandingkan antara NIR tahun 2016 dengan NJOP dari DPPKAD tahun 2016.Perubahan harga tanah yang terjadi di Kecamatan Kertajati pada saat pembangunan BIJB terjadi peningkatan yang signifikan dengan peningkatan yang tertinggi berada pada zona 23 yaitu sebesar 280% dan terendah pada zona 11 dan 63 sebesar 45%. Sedangkan berdasarkan perbandingan harga antara NJOP dengan harga tanah dari zona nilai tanah (ZNT) hasil survei ketika pembangunan BIJB serta perhitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) atas bumi (tanah) menunjukkan adanya peningkatan PBB atas bumi (tanah) di Kecamatan Kertajati rata-rata berkisar  89%, dengan nilai tertinggi berada pada Kelurahan Mekarmulya sebesar 99% dan terendah berada pada Kelurahan Kertajati sebesar 50%.
IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK RELOKASI PERMUKIMAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kabupaten Banjarnegara) Daud Panji Permana; Andri Suprayogi; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.459 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banjarnegara terletak antara 7o12’–7 o 31’ Lintang Selatan dan 109 o 29’- 109 o 45’50” Bujur Timur. Berada pada jalur pegunungan di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah sebelah barat yang membujur dari arah barat ke timur. Banjarnegara adalah kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan kerawanan tanah bergerak maupun longsor cukup tinggi. Salah satu bencana yang ada adalah tanah begerak. Tanah bergerak yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara menyebabkan lumpuhnya perekonomian, kerusakan bangunan, korban jiwa serta kehilangan harta benda. Oleh karena itu, diperlukan diperlukan upaya-upaya yang  komprehensif untuk mengurangi risiko bencana alam, antara lain yaitu dengan melakukan kegiatan mitigasi berupa relokasi.Permukiman yang akan direlokasi adalah permukiman yang terletak pada daerah sangat rentan tanah bergerak dan memiliki daerah yang luas serta tingkat kepadatan yang tinggi. Sedangkan penentuan posisi relokasi yang tepat melibatkan enam parameter kesesuaian lahan permukiman yaitu kerawanan longsor, kelerengan, jenis tanah, penggunaan lahan, hidrogeologi dan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process dalam penentuan nilai bobot tiap parameter yang kemudian dilakukan klasifikasi nilai kesesuaian lahan dengan interval 0-30 sebagai lahan tidak sesuai, 30-70 sebagai lahan kurang sesuai dan >70 adalah lahan sesuai untuk relokasi. Permukiman terdampak bencana tanah bergerak teridentifikasi sejumlah 88 titik dengan total luas sebesar 196 Ha atau 0,114 % dari total luas permukiman di Kabupaten Banjarnegara yang tersebar di bagian utara wilayah Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan hasil pengolahan kesesuaian lahan permukiman didapatkan luas lahan dari tiap klasifikasi yaitu tidak sesuai relokasi 8,72% atau 10.019,274 Ha, kurang sesuai relokasi 59,26% atau 68.123,307 Ha dan lahan sesuai relokasi 32,03 % atau 36.816,024 Ha. Lahan pada kelas sesuai merupakan daerah yang akan dijadikan lahan relokasi.Pemilihan posisi relokasi terhadap permukiman terdampak bencana tanah bergerak yaitu dengan melakukan analisis kedekatan antar keduanya yang menghasilkan jarak rata rata perpindahan adalah 1,5 KM, dengan jarak terpendek yaitu 92 meter yang terdapat pada Kecamatan Kalibening dan jarak perpindahan terpanjang adalah titik di Kecamatan Pandanarum dengan sebesar 6,21 KM.
PEMBUATAN PROGRAM PENENTUAN KONSTANTA HARMONIK DAN PREDIKSI DATA PASANG SURUT DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC FOR APPLICATION (VBA) MS. EXCEL Fadhilla Shara Denafiar; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.021 KB)

Abstract

ABSTRAKPengamatan pasang surut air laut merupakan pengamatan yang dilakukan dengan mengukur nilai ketinggian naik-turunnya air laut. Hasil ketinggian yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan komponen konstanta harmonik, chart datum, grafik pasut hingga prediksi pasang surut air laut. Data pasang surut didapatkan dari pengukuran di pinggir pantai dan pengolahannya dapat dilakukan dengan berbagai metode perhitungan.Penelitian pasang surut ini menggunakan metode kuadrat terkecil dalam pengolahannya hingga didapatkan konstanta harmonik, chart datum dan prediksi pasang surut, sehingga dalam perhitungannya dibutuhkan teknologi komputer dengan program perhitungan yang memiliki ketelitian tinggi. Program yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah program macro dengan bahasa pemograman Visual Basic For Application (VBA) pada Microsoft Excel yang bernama Tidal v.1.0, hasil pengolahan data akan dibandingkan dengan software SLP64 dan T-Tide v.1.3.Hasil dari penelitian ini adalah program pengolahan data ketinggian pasut dengan menggunakan VBA pada Ms. Excel. Pada program pengolahan ini dapat dihasilkan nilai konstanta harmonik, chart datum, grafik data, dan ketinggian prediksi pada 2 tahun mendatang. Hasil perbandingan konstanta harmonik antara Tidal v.1.0 dengan SLP64 dan T-Tide v.1.3 memiliki selisih terbesar 0,131 m dan selisih terkecil 0,000 m, pada perbandingan hasil chart datum memiliki selisih terbesar 0,084 dan selisih terkecil 0,000 m, serta perbandingan hasil prediksi pada SLP64 memiliki nilai selisih rata-rata sebesar 0,106 m dan pada T-tide sebesar 0,227 m. Pada uji signifikansi terdapat korelasi dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara Tidal dengan SLP64 karena nilai korelasi sebesar 0,947 dan nilai perbedaan sebesar 0,871, serta terdapat korelasi dan ada perbedaan yang signifikan antara Tidal dengan T-Tide karena nilai korelasi sebesar 0,818 dan nilai perbedaan sebesar 0,000. Pada uji usability menghasilkan nilai efektifitas sebesar 81,67% dan nilai kepuasan pengguna sebesar 83,67%.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU DENGAN INDEKS KAWASAN TERBANGUN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS : KOTA SURAKARTA) Mutiah Nurul Handayani; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.385 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terus berkembang dalam hal pembangunan. Pembangunan tersebut dapat dilihat dengan adanya mall, apartemen dan pemukiman baru. Pembangunan dapat mengakibatkan perubahan kawasan terbangun sehingga terjadi perubahan suhu permukaan di Kota Surakarta. Perubahan suhu diperlukan untuk melihat seberapa besar pengaruh peningkatan kawasan terbangun dengan perubahan suhu tersebut. Pemantauan suhu permukaan dapat dideteksi dengan menggunakan citra satelit.Citra satelit dengan metode penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau dan mendeteksi perubahan kawasan terbangun yang sering terjadi di daerah perkotaan dan pinggiran kota sebagai konsekuensi dari gencarnya urbanisasi, serta hubungannya dengan penyebab terjadinya perubahan suhu permukaan. Kawasan terbangun dapat dipetakan melalui algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Perubahan suhu permukaan dapat diperoleh menggunakan algoritma Mono-window Brightness Temperature dengan menggunakan data citra Landsat. Perubahan kawasan terbangun dan suhu permukaan dilakukan korelasi dengan persamaan regresi linear sederhana untuk menghitung seberapa besar pengaruh perubahan yang terjadi di tiap tahun yang berbeda.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubugan antara perubahan kawasan terbangun dengan suhu permukaan di tiap tahun pengamatan. Uji matriks konfusi pada pengolahan NDBI menghasilkan nilai overall accuration sebesar 74% serta hasil persamaan regresi pada pengolahan LST dengan suhu lapangan menghasilkan nilai koefisen determinasi sebesar 45,11% dan 51%. Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh menyatakan bahwa terdapat hubungan antara NDBI dan LST ditiap tahunnya dengan nilai koefisian lebih dari 50%. Pada tahun 2008 menghasilkan persamaan y = 6,454x + 26,354 (55,680%). Pada tahun 2013 menghasilkan persamaan y = 13,578x + 38,795 (69,050%). Pada tahun 2015 menghasilkan persamaan y = 10,267x + 37,861 (65,140%), sedangkan ditahun 2017 menghasilkan persamaan y = 13,140x + 37,787 (57,990%).
PENENTUAN NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA BUKIT LOVE, PANTAI TANJUNG GELAM, PENANGKARAN HIU BERDASARKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGEN VALUATION METHOD MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ( Studi Kasus : Pulau Karimun Jawa) Maharditya Yoga Pramudyono; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.098 KB)

Abstract

ABSTRAK Taman Nasional Karimun Jawa merupakan kawasan budidaya bahari alam yang merupakan salah satu tempat wisata bahari yang sering dikunjungi di Indonesia. Tiga tempat wisata yang sering dikunjungi di kawasan Pulau Karimun Jawa adalah Bukit Love, Pantai Tanjung Gelam, Penangkaran Hiu. Pengukuran nilai ekonomi menggunakan metode Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method pada penelitian ini dimaksudkan sebagai referensi untuk pemerintah Kota Jepara dalam pemanfaatan kawasan dan sebagai referensi bagi masyarakat untuk mengembangkan kawasan Pulau Karimun Jawa.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan TCM adalah jumlah pengunjung objek wisata tahun 2015 dan populasi CVM adalah populasi yang dianggap relevan, dalam hal ini adalah jumlah populasi masyarakat Pulau Karimun Jawa. Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability Sampling, dengan teknik Purposive Sampling. Pada penelitian ini digunakan 60 sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method.Berdasarkan hasil perhitungan nilai total ekonomi kawasan (TEV) Bukit Love diperoleh hasil TEV Domestik sebesar Rp 58.723.568.800,- dan TEV Mancanegara Rp 1.104.974.850.000,-. Kawasan Pantai Tanjung Gelam diperoleh hasil TEV Domestik sebesar Rp 28.382.135.880,- dan TEV Mancanegara Rp 6.012.059.826.000,-. Kawasan Penangkaran Hiu diperoleh hasil TEV Domestik sebesar Rp 482.875.587.400,-  dan TEV Mancanegara Rp 301.811.385.000,-.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue