cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018" : 35 Documents clear
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN UMBUL DI KLATEN DAN PETA UTILITAS DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Umbul Ponggok dan Obyek Mata Air Cokro) MEIGA NUGRAHANI; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu A
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.454 KB)

Abstract

Kabupaten Klaten terkenal dengan obyek wisata mata air (umbul) seperti Umbul Ponggok dan Obyek Mata Air Cokro. Umbul Ponggok Kabupaten Klaten memiliki prestasi berupa tempat wisata dengan daya tarik wisata Jawa Tengah terpopuler tahun 2017 dan masuk nominasi obyek wisata baru terpopuler Anugerah Pesona Indonesia 2018. Tingginya daya tarik terhadap tempat wisata tersebut diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk mengetahui nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness to pay) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. Penarikan sampel nilai ekonomi suatu kawasan dengan berdasakan Travel Cost Method (TCM) untuk memperoleh nilai kegunaan langsung dan metode Contingent Valuation Method  (CVM) digunakan untuk mendapatkan nilai bukan kegunaan. Non probability sampling dengan teknik accidential sampling merupakan metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu mengambil responden yang secara kebetulan ditemui dilokasi wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungannya menggunakan perangkat lunak Maple 17. Pada penelitian ini juga dilakukan uji statistik (uji validitas dan uji reliabilitas) dan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas dan uji heteroskesdastisitas). Perhitungan penelitian ini menghasilkan nilai total kegunaan dan nilai total bukan kgunaan. Kawasan Umbul Ponggok memiliki nilai kegunaan sebesar Rp 576.613.426.000,-, nilai bukan kegunaan sebesar Rp 486.094.982.700,- dan nilai total ekonomi kawasan sebesar Rp 1.062.708.408.700,-. Sedangkan kawasan Obyek Mata Air Cokro memiliki nilai kegunaan sebesar Rp 70.106.421.350,-, nilai bukan kegunaan sebesar Rp 50.456.381.090,- dan nilai total ekonomi kawasan sebesar Rp 120.562.802.400,-.
IDENTIFIKASI POTENSI AIR TANAH BERBASIS PENGINDRAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KABUPATEN KENDAL) IFAN ADI PRATAMA; Abdi Sukmono; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.096 KB)

Abstract

Air tanah merupakan bagian air di alam yang terdapat di bawah permukaan tanah. Jumlah air tanah yang tersimpan di bumi memiliki jumlah yangtidak lebih dari 1%. Pemanfaatan air tanah oleh masyarakat semakin berkembang di berbagai sektor. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak kekurangan air tanah. Pemetaan air tanah perlu dilakukan untuk mengetahui potensi air tanah di suatu daerah sebagai tindakan awal dalam upaya identifikasi dan pencarian sumber air demi memenuhi kebutuhan masyarakat.Identifikasi potensi air tanah di Kabupaten Kendal dalam penelitian ini menggunakan data Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Aplikasi Pengindraan Jauh digunakan untuk mengidentifikasi indeks vegetasi  menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Aplikasi Sistem Informasi Geografis dilakukan untuk mengidentifikasi potensi air tanah melalui tumpang tindih dengan metode kuantitatif berjenjang terhadap parameter indeks vegetasi, kelerengan, jenis tanah, jenis batuan, curah hujan dan penggunaan lahan sehingga didapat sebaran potensi akuifer serta tumpang tindih sebaran potensi akuifer terhadap parameter cekungan air tanah.Hasil dalam penelitian ini, didapatkan bahwa potensi air tanah di Kabupaten Kendal terdiri dari beberapa kelas potensi air tanah yaitu tidak berpotensi, rendah, sedang, dan tinggi. Potensi air tanah di Kabupaten Kendal didominasi oleh potensi air tanah sedang seluas 48.506,330 Ha, tidak berpotensi seluas 35.635,907 Ha, potensi air tanah tinggi seluas 15.443,343 Ha, dan potensi air tanah rendah seluas 1.152,785 Ha. Berdasarkan validasi menggunakan 41 data lapangan diperoleh 34 data sesuai dan 7 data tidak sesuai sehingga diperoleh tingkat akurasi sebesar 82,93%.
STUDI PENGARUH KERAMBA JARING APUNG (KJA) TERHADAP KUALITAS AIR DI WADUK KEDUNG OMBO DENGAN CITRA LANDSAT-8 MULTITEMPORAL SILALAHI, ERTHA; Suprayogi, Andri; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.675 KB)

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan sebuah bendungan raksasa terletak di Provinsi Jawa Tengah dimana dikelilingi oleh tiga kabupaten yaitu Kapupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali tepatnya di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Keberadaan Waduk Kedung Ombo dengan area yang begitu luas menjadikannya memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat sekitar yaitu sebagai penyedia sumber air utama. Selain sebagai sumber air utama, Waduk Kedung Ombo juga memiliki peranan penting dalam sektor perikanan yaitu kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) yang dimana jika berkembang pesat akan menimbulkan dampak negatif yaitu penurunkan kualitas perairan waduk. Pada penelitian ini pengambilan titik sampel dilakukan pada bulan April 2018 yang diambil secara acak pada perairan Waduk Kedung Ombo. Hasil sampling akan diuji di laboratorium dimana hasilnya akan digunakan dalam pengolahan algoritma masing-masing pada citra Landsat-8 dan pada KJA diperoleh perubahan jumlah untuk setiap tahunnya. Konsentrasi TSS dan kandungan klorofil-a yang diperoleh digunakan untuk mengetahui distribusi pencemaran dan kesuburan air yang nantinya dikaitkan dengan perubahan jumlah KJA. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan luas KJA dari tahun 2013, 2014, 2016 dan 2018 mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kualitas air waduk untuk tahun 2013, 2014, 2016 dan 2018, berada dalam keadaan memenuhi baku mutu dan berstatus trofik oligotrof. Berdasarkan rentang nilai klasifikasi pencemaran air, konsentrasi TSS tertinggi tahun 2013 berada pada rentang 0 – 100 mg/l, untuk tahun 2014 dengan rentang 100 – 500 mg/l, untuk tahun 2016 dan 2018 memiliki rentang sebesar  >1000 mg/l . Sedangkan berdasarkan rentang nilai klasifikasi kesuburan air, kandungan klorofil-a tertinggi dari tahun 2013, 2014, 2016 tetap berada pada rentang 2,6 – 7,3 mg/l dan pada tahun 2018 naik hingga berada pada rentang 7,3 – 56 mg/l. Dengan demikian konsentrasi TSS lebih menunjukkan kenaikan lebih signifikan dari pada kandungan klorofil-a yang artinya KJA lebih mempengaruhi secara signifikan terhadap konsentrasi TSS.
STUDI KORELASI KAPASITAS AKUIFER TERHADAP PENURUNAN MUKA TANAH DENGAN METODE PS-InSAR (STUDI KASUS : KOTA SEMARANG) DIYANAH DIYANAH; Yudo Prasetyo; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.077 KB)

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang menjadi hal pokok yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pemakaian air dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun kegiatan industri masih mengandalkan dari alam, yaitu berupa air tanah. Pengambilan air terus menerus terutama di kota-kota besar yang ada di Indonesia akan berdampak buruk bagi lingkungan yang mengakibatkan perubahan dari lingkungan itu sendiri. Perubahan lingkungan akibat dari dampak pengambilan air yang mungkin terjadi adalah penurunan muka tanah (PMT). Untuk itu pada penelitian ini akan mengkaji hubungan korelasi antara dua hal tersebut.Pengamatan perubahan akuifer pada penelitian ini diamati pada dua jenis akuifer, yaitu akuifer dalam dan akuifer dangkal menggunakan data muka air tanah (MAT) dari sumur pantau pada akuifer dalam dan data MAT sumur dangkal pada akuifer dangkal. Sedangkan untuk pengamatan penurunan muka tanah menggunakan metode PS InSAR. Metode tumpang susun digunakan untuk mengorelasikan pengaruh perubahan akuifer dangkal terhadap PMT di Kota Semarang. Pengamatan pada akuifer dalam, digunakan hubungan korelasi yang dilihat dari kenaikan dan penurunan grafik dari MAT akuifer dalam dan kenaikan dan penurunan muka tanah rata-rata dari PS InSAR.Hasil pengolahan PS InSAR didapatkan nilai rata-rata penurunan muka tanah rata-rata pertahun dengan rentang 0±3,4 cm hingga 4,5±3,4 cm dan dari hasil pengolahan didapatkan infomasi penurunan muka tanah terbesar terdapat pada daerah Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Pedurungan dan Genuk. Hasil korelasi menunjukan bahwa perubahan akuifer dangkal memiliki pengaruh dengan penurunan muka tanah dengan tingkat korelasi yang sangat tinggi, sebesar 47,58%, korelasi tinggi sebesar 16,09%, korelasi sedang sebesar 16,29% dan rendah sebesar 20,02 %. Sedangkan pada perubahan kapasitas akuifer dalam tidak berpengaruh pada penurunan muka tanah.
APLIKASI PETA WISATA BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID (STUDI KASUS DESA GUCI, KABUPATEN TEGAL) EVAN BRILLIANTO; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.323 KB)

Abstract

Objek Wisata Guci merupakan ujung tombak pariwisata pada kabupaten Tegal, terletak di kaki Gunung Slamet kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Sebagai tempat wisata unggulan Objek Wisata Guci memiliki banyak wahana dan fasilitas. Banyaknya keberadaan wahana dan fasilitas wisata ini menyulitkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Maka dari itu Objek  Wisata Guci harus memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata beserta fasilitas, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang berkunjung.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat dan deskripsi dari masing – masing objek wisata yang didapat dengan cara survei langsung ke lapangan dengan menggunakan A-GPS. Langkah selanjutynya adalah membangun sebuah aplikasi menggunakan aplikasi CarryMap. Pada tahap akhir dilakukan uji validitas dengan dua tahap yaitu uji aplikasi dan uji usability.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi peta wisata yang dapat diakses menggunakan smartphone melalui aplikasi CarryMap Apps. Informasi yang dapat diakes pengguna adalah lokasi objek wisata dan fasilitas penunjangnya seperti penginapan, dan tempat ibadah. Ketelitian titik dari aplikasi ini didapatkan rata - rata 4,018 meterdan standar deviasi sebesar 3,913 meter, dan ketelitian jarak didapatkan rata - rata 11,850 meterdan standar deviasi sebesar 3,772 meter. Kriteria efisiensi dengan nilai 82,33 dan kriteria kepuasan dengan nilai 80,5 yang diperoleh dari uji usability. Diharapkan dengan adanya peta wisata yang dapat diakses dengan smartphone ini dapat mempermudah wisatawan dalam memperoleh berbagai informasi pariwisata serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata.
ANALISIS PERSEBARAN DAN KEBUTUHAN TEMPAT IBADAH BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK BERBASIS SIG (Studi Kasus: 4 Kelurahan di Kecamatan Banyumanik) NOVAYA NURUL BASYIROH; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.424 KB)

Abstract

Tempat ibadah merupakan sarana keagamaan yang penting bagi pemeluk agama di suatu tempat. Dengan begitu kebutuhan akan informasi tempat ibadah tentu sangat diperlukan oleh masyarakat. Hal ini berlaku juga untuk mengetahui persebaran dan kebutuhan tempat ibadah di Kota Semarang khususnya Kecamatan Banyumanik.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat yang didapat dari survei lapangan dengan menggunakan GPS handheld, dan data jumlah tempat ibadah dari Badan Pusat Statistik. Langkah selanjutnya membuat peta persebaran lokasi tempat ibadah dengan menggunakan software SIG yaitu ArcGIS. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan buffering. Buffering dengan radius 300m untuk menganalisis angkauan pengeras masjid. Kemudian, buffering berdasarkan tempat ibadah berdasarkan kapasitas tempat ibadah terhadap jumlah pemeluk agama.Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Semarang, terdapat 57 titik tempat ibadah di  4 kelurahan di Kecamatan Banyumanik, namun dalam hasil observasi yang  dilakukan pada 4 kelurahan terdapat 61 titik tempat ibadah. Pada buffer pengeras suara masjid yang dilakukan dengan radius 300m di 4 kelurahan area yang tidak terbuffer seluas 1307348,397m2 dari keseluruhan luas 4 kelurahan 7546383,690 m2. Jangkauan  tempat ibadah di kelurahan padangsari yaitu masjid 90,4364 Ha, Gereja kristen 72,6735 Ha, Gereja Katholik 43,0705 Ha. Tempat ibadah di kelurahan srondol Wetan memiliki jangkauan masjid 175,0284 Ha, Gereja Kristen 106,4047. Tempat ibadah di Kelurahan Pedalangan memiliki jangkauan masjid 144,7114 Ha, Gereja Kristen 80, 9681Ha dan Gereja Katholik 34,5035 Ha. Sedangkan jangkauan tempat ibadah di kelurahan Sumurboto masjid 130,4098, Gereja Kristen 152,4710 Ha.
ANALISIS DAMPAKPERUBAHAN MUKA TANAH AKIBAT BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA MENGGUNAKAN METODE DInSAR WIWIT PURWANTI; Yudo Prasetyo; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.192 KB)

Abstract

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki topografi bervariasi seperti dataran landai, pegunungan dan dataran tinggi. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang juga memiliki topografi bervariasi. Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Banjarnegara rawan bencana alam seperti tanah longsor. Tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara tidak hanya disebabkan oleh relief yang curam tetapi juga curah hujan yang tinggi, tataguna lahan di wilayah pegunungan yang tidak tepat dan jenis tanah di Kabupaten Banjarnegara.Penelitian ini menggunakan metode DInSAR, identifikasi kawasan permukiman dan overlay  (tumpang susun). Data yang digunakan yaitu citra Sentinel-1, citra Landsat 8, DEM SRTM, peta rawan bencana longsor, peta RTRW dan batas administrasiKabupaten Banjarnegara.Hasil overlay DInSAR tahun 2016 dan 2017 menunjukkan bahwa di kabupaten Banjarnegara terjadi perubahan muka tanah sebesar -0,35 sampai 0,34 meter/tahun. Hasil overlay DInSAR menunjukkan 1 kecamatan mengalami kenaikan muka tanah yaitu Kecamatan Karangkobar dan 19 kecamatan lainnya mengalami penurunan muka tanah. Hasil NDBI adalah sebesar 1,64% wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah permukiman, sedangkan 98,36% nya berupa non permukiman. Hasil identifikasi permukiman menggunakan algortima NDBI memiliki hasil yang kurang maksimal, sehingga digunakan data sekunder dari peta RTRW untuk identifikasi permukiman. Hasil overlay perubahan muka tanah dengan kawasan rawan bencana menghasilkan 5 kelas yaitu tidak rawan sebesar 7,44%, kurang rawan 29,79%, agak rawan 30,42%, rawan 29,96% dan sangat rawan 2,39%. Hasil overlay perubahan muka tanah pada kawasan rawan longsor dengan kawasan permukiman menghasilkan 3 kelas permukiman yaitu 799,73 ha kelas aman, 1.937, 61 ha kelas sedang dan 305,60 ha kelas bahaya.
ANALISIS KEPADATAN BANGUNAN MENGGUNAKAN INTERPRETASI HIBRIDA CITRA SATELIT LANDSAT DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR DAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009-2018 MIRTA INDRIASTUTI; Hani’ah Hani’ah; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.943 KB)

Abstract

Perkembangan sebuah wilayah dapat terlihat dari perkembangan fisik wilayah yang meliputi bertambahnya lahan terbangun baik perumahan, industri, maupun fasilitas umum. Pemanfaatan informasi dari penginderaan jauh merupakan solusi untuk memonitoring pemadatan bangunan karena bisa dilakukan secara cepat, multi temporal, dan mencakup wilayah yang luas. Penelitian ini menggunakan teknik interpretasi hibrida untuk mendapatkan informasi kepadatan bangunan. Interpretasi hibrida adalah kombinasi antara teknik interpretasi visual dan digital (tranformasi urban index). Interpretasi visual digunakan untuk satuan pemetaan lahan terbangun berupa delineasi blok bangunan dan interpretasi digital digunakan untuk ekstraksi tingkat kepadatan bangunan. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI. Analisis kepadatan bangunan dilakukan secara spasial dan deskriptif kemudian dilakukan analisis kecepatan perubahan kepadatan bangunan dan analisis arah perubahan kepadatan bangunan. Hasil penelitian ini berupa perta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida. Terjadi peningkatan luasan bangunan pada tahun 2009-2018. Pada tahun 2009, luas total bangunan adalah 1554,22 Ha meningkat menjadi 1685,70 Ha pada tahun 2012, Perubahan pada tahun 2009-2012 didominasi oleh kelas jarang menjadi sedang. Pada tahun 2012-2015, perubahan kepadatan bangunan didominasi oleh kelas jarang menjadi sedang, dan sedang menjadi padat. Luas bangunan pada tahun 2015 total luasan menjadi 1769,94 Ha dan meningkat lagi pada tahun 2018 menjadi 1845,99 Ha. Perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2015-2018 didominasi oleh kelas sedang menjadi padat. Rata-rata kecepatan perubahan luasan bangunan dari tahun 2009-2018 adalah 43,8267 Ha/pertahun. Arah perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2009-2018 di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat mengarah dari timur ke barat, perubahan kepadatan bangunan banyak terjadi di daerah pusat kota sepanjang jalan utama dan daerah pinggiran perkotaan.
ANALISIS PERBANDINGAN KOREKSI DATA PENGUKURAN EDM (Electronic Distance Measurement) GUNA MONITORING METODE EPISODIK DEFORMASI GUNUNG MERAPI LUKMAN MAULANA ABDILLAH; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.575 KB)

Abstract

Gunung Merapi adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Karena itulah dibentuk badan khusus yang melakukan pengawasan dan penelitian terhadap gunung ini. Badan tersebut adalah BPPTKG yang berlokasi di kota Yogyakarta. Salah satu fokus utama badan ini adalah mengawasi proses deformasi yang terjadi pada gunung Merapi. Deformasi pada permukaan tubuh gunung api berkaitan dengan kegiatan vulkanik di dalam tubuh gunung Merapi. Salah satu metode pengamatan deformasi yang dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran jarak miring menggunakan alat EDM (Electronic Distance Measurement). Dan didalam pengolahan hasil pengukuran EDM harus memperhatikan beberapa hal terkait nilai koreksi pada data pengukuran. Pada penelitian ini, peneliti melakukan pengolahan data menggunakan 2 jenis metode, yakni metode yang dikembangkan oleh J.M Rüeger dan BPPTKG. Dimana hasil pengolahan divalidasi dengan nilai hasil pengukuran jarak dekat dan survei GPS Geodetic.  Dalam rentan 25 hari pengamatan,pengukuran dapat dilakukan selama 17 hari dengan jumlah pengukuran sebanyak 124 kali untuk 4 titik reflektor. Selisih nilai jarak antar titik reflektor yang menggunakan metode J.M Rüeger dengan hasil data validasi jarak dekat adalah sebagai berikut : R1 = 0,526 m , R2 = 0,284 m, R3 = 0,082 m, R4 = 0,230 m dan hasil validasi dengan pengukuran GPS Geodetic  R2 = 0.333 m. Sedangkan selisih nilai jarak antar titik reflektor yang menggunakan metode kombinasi J.M Rüeger dan BPPTKG dengan hasil data validasi jarak dekat adalah sebagai berikut : R1 = 1,528 m, R2 = 1,389 m, R3 = 0,806 m, R4 = 0,556 m dan hasil validasi dengan pengukuran GPS Geodetic  R2 = 1,201 m.
STUDI SESAR LEMBANG MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-1A UNTUK PEMANTAUAN POTENSI BENCANA GEMPA BUMI Rifki Purnama Aji; Yudo Prasetyo; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.902 KB)

Abstract

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 8.693 gempa bumi terjadi dan mengguncang wilayah Indonesia ditahun 2017. Tempat terjadinya gempa bumi alamiah hampir 95 persen terjadi di daerah sesar dan daerah batas antar lempeng. Pada wilayah Kota Bandung terdapat struktur sesar Lembang dengan panjang jalur sesar yang mencapai 30 km. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya beberapa aktivitas seismik dengan kekuatan kecil. Sesar Lembang digolongkan sebagai sesar normal.Pada dasarnya penelitian ini menggunakan data citra SAR Sentinel-1A pada tahun 2015 sampai tahun 2017 yang diproses dengan menggunakan metode DInSAR untuk mendapatkan informasi nilai deformasi. Informasi nilai deformasi hasil pengolahan DInSAR digunakan sebagai dasar perhitungan potensi gempa bumi akibat aktivasi sesar menggunakan perhitungan besar laju geser dan locking depth.Hasil deformasi sesar Lembang berdasarkan metode DInSAR dengan citra Sentinel-1A diperoleh deformasi vertikal disisi utara sesar Lembang sebesar -0,0538 m/tahun hingga -0,1591 m/tahun, sedangkan deformasi di sisi selatan sesar Lembang sebesar -0,0538  m/tahun hingga 0,0066 m/tahun. Setelah dilakukan koreksi deformasi terhadap titik kuncian sesar diperoleh deformasi vertikal disisi utara sesar Lembang sebesar 0 m/tahun hingga -0,0909 m/tahun, sedangkan deformasi di sisi selatan sesar Lembang sebesar 0 m/tahun hingga 0,0339 m/tahun. Berdasarkan hasil deformasi tersebut dapat diperoleh laju geser (slip rate) dan locking depth setiap segmen dari sesar Lembang dimana segmen satu memiliki laju geser 3,5 mm/tahun dengan locking depth 5 km, segmen dua memiliki laju geser 4,5 mm/tahun dengan locking depth 5 km dan segmen tiga memiliki laju geser 2 mm/tahun dengan locking depth 10 km. Sehingga bisa diperkirakan dapat menghasilkan gempa bumi dengan kekuatan magnitude sebesar ± 6,630.

Page 3 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue