cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019" : 5 Documents clear
ANALISIS AKURASI DEM dan FOTO TEGAK HASIL PEMOTRETAN dengan PESAWAT NIR AWAK DJI PHANTOM 4 (Studi Kasus : Bukit Perumahan Permata Hijau Tembalang Semarang) Dito Seno Aji; L.M. Sabri L.M. Sabri; yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.807 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemetaan dan pengukuran tinggi diperlukan dalam perencanaan sebuah proyek pembangunan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Perencanaan sebuah proyek pembangunan tentunya sangat memperhatikan efisiensi waktu, tenaga dan biaya agar seluruh pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar,  berhasil dan sesuai rencana. Perkembangan dalam dunia teknologi juga sangat berpengaruh pada dunia survei dan pemetaan. Teknologi harus dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusia agar mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu contoh perkembangan teknologi pemetaan adalah digunakannya Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk kegiatan survei dan pemetaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi DEM dan foto tegak hasil pemotretan udara dengan UAV DJI PHANTOM 4. Proses ekstraksi DEM dan orthofoto dibagi menjadi 3 metode pengolahan yaitu pengolahan dengan densitas point cloud low, medium dan high. Hasil pengolahan foto udara dari ketiga metode ini dibandingkan dengan hasil pengukuran lapangan, kemudian dihitung signifikansi perbandingan dari ketiga metode tersebut menggunakan uji F.Berdasarkan perhitungan CE90 dan LE90 menurut Peraturan Kepala BIG Nomor 15 Tahun 2014 produk peta yang dihasilkan masuk dalam skala 1:1.000 kelas 3. Hasil perhitungan selisih jarak antara ukuran objek pada foto tegak hasil ekstraksi dengan pengukuran lapangan standar deviasi densitas low 0,0546, densitas medium 0,0183 dan densitas high 0,008. Hasil perhitungan selisih tinggi antara titik uji pada DEM hasil ekstraksi dengan pengukuran lapangan standar deviasi densitas low 0,563, densitas medium 0,380 dan densitas high 0,367.
ANALISIS PERKEMBANGAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P2T) BERBASIS BIDANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus : Koridor Jalan Setiabudi dan Koridor Jalan Prof. Soedarto, Banyumanik Tahun 2011-2018) Brinton Patuan Sitorus; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.586 KB)

Abstract

ABSTRAKTanah merupakan kebutuhan penting setiap mahluk hidup di bumi. Penduduk menggunakan tanah dengan cara berbeda-beda seperti pertanian, perkebunan, transportasi, pemukiman dan lain-lain. Seiring bertambahnya jumlah  penduduk  maka penggunaan tanah di perlukan semakin banyak dan bervariasi namun karena tanah mempunyai jumlah yang tetap sehingga di butuhkan kontrol terhadap penggunaan dan pemanfaatan lahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahann penggunaan dan pemanfaatan tanah di Koridor Jalan Setiabudi dan Koridor Jalan Prof. Soedarto. Sedangkan bahan yang digunakan pada penelitian  adalah Citra Satelit Worldview tahun 2016. Metodologi penelitian kali ini adalah melakukan digitasi terhadap data yang sudah ada. Serta mengklasifikasikannya berdasarkan klasifikasi NSPK tematik BPN tahun 2012. Lalu membandingkan luas dari penggunaan dan pemanfaatan tanah dari tahun 2011 dan 2018.Dari penelitian ini kita di peroleh peta penggunaan dan pemanfaatan tanah tahun 2011 dan 2018. Perubahan penggunaan tanah yang paling signifikan adalah  kelas perumahan  yaitu berkurang sebanyak 6,75% dari total luas keselurahan. Taman mengalami perubahan penggunaan tanah. Perubahan pemanfaatan tanah yang paling signifikan adalah kelas pemanfaatan tempat tinggal yaitu berkurang sebanyak 7,36% dari total luas keseluruhan sedangkan kelas pemanfaatan sarana hiburan dan tempat olahraga mengalami perubahan sebesar 0,03%.
ANALISIS POTENSI INVESTASI LOKAL SEBAGAI FASILITAS PENDUKUNG WISATA TELAGA WARNA Supriadi Sanjaya Purba; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.87 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan pariwisata tentu memiliki peluang untuk mengembangkan suatu usaha yang mendukung kepariwisataan seperti penginapan, kuliner, toko oleh-oleh dan usaha lainnya yang dapat dikembangkan. Manajemen yang kurang baik dari pihak terkait akan berdampak pada usaha-usaha pariwisata. Dampak yang diberikan berupa terhalangnya perkembangan usaha-usaha pariwisata dan membuat usaha tersebut terkesan sepi pengunjung sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti ingin membuat suatu analisis potensi investasi lokal sebagai pendukung wisata di kawasan Telaga Warna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data primer seperti foto udara, wawancara dan survei toponimi. Data primer akan digabungkan menjadi sebuah geodatabase yang memuat informasi seputar usaha-usaha investasi lokal yang berada di Kawasan Telaga Warna. Geodatabase tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis spasial pada ArcMap untuk mengetahui daerah yang berpotensi dengan metode scoring dan overlay. Hasil penelitian di klasifikasikan menjadi 4 kelas potensi, dari 199,07 ha kawasan Telaga Warna yang diteliti, terdapat 146,88 ha daerah yang memiliki potensi rendah, 35,13 ha daerah dengan potensi sedang, 15,14 ha daerah dengan potensi tinggi dan 1,93 ha daerah dengan potensi sangat tinggi. Kawasan Telaga Warna memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 211.370.000 setiap bulannya. Nilai tersebut didapat dari akumulasi total penghasilan rata-rata penginapan, kuliner serta suvenir dan oleh-oleh setiap bulannya.
ANALISIS BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT ANTARA KABUPATEN LOMBOK UTARA, LOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, DAN LOMBOK TIMUR Juwita Widya Qur’ani; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.052 KB)

Abstract

ABSTRAKSesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.76 Tahun 2012, penegasan batas daerah bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi pemerintah, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu daerah tersebut. Disamping itu, daerah kabupaten/ kota mempunyai wewenang yang lebih luas dalam hal pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan, hal ini sesuai dengan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kabupaten/ kota memiliki kewenangan yang penuh untuk mengelola wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur menggunakan metode kartometrik. Peta dasar yang digunakan berupa peta RBI skala 1:25.000, Citra Satelit Landsat 8 tahun 2018, dan Peta LPI skala 1:50.000. Sebelum dilakukan penarikan batas kabupaten di Pulau Lombok terlebih dahulu dilakukan penentuan batas Provinsi antara Pulau Bali dan Pulau Lombok dan penentuan batas Kabupaten antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kemudian dilakukan penentuan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten di barat Pulau Lombok, selanjutnya  penentuan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur menggunakan prinsip ekuidistan. Adapun garis dasar yang digunakan adalah garis dasar normal, garis dasar lurus, garis dasar penutup teluk, dan garis dasar kepulauan. Pengolahan data di atas menggunakan software ArcGIS, ENVI, dan AutoCAD. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut menggunakan ketiga peta dasar ini menghasilkan titik batas dan luas pengelolaan wilayah laut. Titik-titik batas tersebut digabungkan membentuk garis batas, dan garis batas antar kabupaten yang bersebelahan ini akan membentuk area yang akan dihitung luasnya. Rata-rata luas pengelolaan wilayah laut setiap kabupaten pada peta dasar RBI terhadap peta dasar LPI sebagai acuan sebesar 98%. Sedangkan, rata-rata luas pengelolaan wilayah laut setiap kabupaten pada peta dasar citra satelit Landsat-8 terhadap peta dasar LPI sebagai acuan sebesar 93%.
ANALISIS POTENSI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA ASTER LEVEL 1 T TAHUN 2015 (Studi Kasus Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah) Alan Aji Bintang; Bandi Sasmito; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.587 KB)

Abstract

ABSTRAKEnergi panas bumi diperhitungkan dan dikembangkan sebagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Potensi energi panas bumi di Indonesia sangat besar yakni mencapai 28.000 Megawatt atau setara dengan 40% dari total panas bumi di dunia. Hingga saat ini Indonesia masih mengoperasikan setidaknya 1.643 Megawatt sehingga potensi energi panas bumi di Indonesia masih sangat besar untuk dimanfaatkan. Pengindraan jauh mempunyai peranan dalam kegiatan identifikasi panas bumi dengan menggunakan band thermal, salah satunya menggunakan citra ASTER. Proses identifikasi suhu permukaan dilakukan berdasarkan pengolahan band 13 dan band 14 citra ASTER serta klasifikasi tutupan lahan menggunakan VNIR ASTER. Pengambilan sampel suhu lapangan dilakukan untuk melihat korelasi suhu permukaan hasil citra dan suhu lapangan. Identifikasi panas bumi erat kaitanya dengan suhu permukaan tanah yang merupakan salah satu parameter indikator adanya potensi panas bumi. Selain berdasarkan parameter panas bumi penelitian ini berdasarkan pada parameter kompleksitas batuan dan lineament (kelurusan). Hasil dari pengolahan citra pada band 13 memberikan rentang suhu 8,01 oC hingga 46,94 oC, sedangkan nilai suhu pada band 14 memberikan rentang sebesar 8,01 oC hingga 44,70 oC. Hasil pengolahan suhu diuji dengan suhu lapangan sebanyak 93 sampel. Korelasi nilai suhu hasil pengolahan citra untuk band 13 dan 14 pengamatan lapangan sebesar 0,47 dan 0,48 termasuk dalam kriteria korelasi lemah. Nilai suhu yang melebihi 30 oC merupakan indikator adanya potensi panas bumi untuk daerah non-vulkanik. Hasil pengolahan memberikan nilai 26,58 oC untuk band 13 dan 24,09 oC  untuk band 14 serta  35,40 oC dari pengamatan lapangan  yang terletak pada sekitar sumur manifestasi. Pada Kecamatan Alian, Kecamatan Karangsambung, Kecamatan Karanggayam dan Kecamatan Sempor terdapat kompleksitas batuan tinggi, kerapatan lineament  yang tidak terhubung dengan manifestasi permukaan dan > 30 oC, sehingga peneliti tidak merekomendasikan untuk dieksplorasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue