Articles
52 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 3: Juli 2023"
:
52 Documents
clear
ANALISIS RESEPSI KHALAYAK TERHADAP OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN DALAM SERIAL NETFLIX “Squid Game”
Karina Nabila Vanska Putri Sinulingga;
Sunarto Sunarto;
Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Squid Game is a popular thriller film about a group of people who compete by risking their lives for the prize money of 45.6 billion won. This study aims to see how the objectification of women is shown in this film scene and how the audience interprets the scenes of objectification of women shown through various aspects of the film. This research is a qualitative research using audience reception analysis method from Stuart Hall which classifies audiences into 3 positions namely dominant position, negotiating position, and oppositional position. The main theories used are Cultural Studies Theory and Reception Theory. The results of this study are (1) there are six scenes which are then translated into eleven forms of objectification of women in accordance with the main concept of the theory of Cultural Studies, (2) The audience's interpretation of objectification in the Squid series mostly shows opposition or contra positions. This research is expected to be able to awaken filmmakers and the media to stop objectifying women in a mass media text, especially films in order to attract the attention of the audience.
Hubungan Terpaan Berita Peretasan Data dan Persepsi tentang Perlindungan Data dengan Citra Kementerian Komunikasi dan Informatika
Rumi Aulia Rahmanisa;
Joyo Nur Suryanto Gono;
Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingginya angka serangan siber dan kasus peretasan data di Indonesia sepanjang tahun 2022, mendorong maraknya pemberitaan media terkait isu keamanan siber. Peristiwa peretasan dan perlindungan data menjadi salah satu yang menarik perhatian publik. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mengalami permasalahan berupa citra yang negatif berdasarkan laporan yang menunjukan rendahnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Kominfo. Dalam hal ini, Kementerian Kominfo menjadi salah satu badan yang terlibat dalam penanganan isu perlindungan data. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara terpaan pemberitaan peretasan data dan persepsi tentang perlindungan data di Indonesia dengan citra Kementerian Kominfo. Variabel terpaan berita dengan citra diteliti dengan teori Mass Media Effects. Sedangkan untuk variabel persepsi perlindungan data dengan citra diteliti dengan teori Cognitive Balance. Metode penelitian bersifat kuantitatif eksplanatori dengan menggunakan alat kuesioner kepada total sampel 70 orang. Sampel tersebut dipilih berdasarkan teknik nonprobability dengan karakteristik penduduk Indonesia, berusia dewasa muda (18—40 tahun), dan yang terpapar berita tentang peretasan data di Indonesia pada tahun 2022. Selanjutnya data yang diperoleh diuji menggunakan metode Uji Korelasi Kendall Tau-b. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara terpaan berita peretasan data dengan citra Kementerian Kominfo dengan nilai signifikansi sebesar 0,522 atau >0,05. Kemudian terdapat hubungan searah antara persepsi tentang perlindungan data dengan citra Kementerian Kominfo dengan nilai signifikansi 0,027 atau <0,05.
Pengungkapan Diri Anak Yang Hamil Diluar Nikah Kepada Orang Tua
Natasya Elizabeth;
Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses pengungkapan diri anak yang hamil di luar nikah menemui banyak kendala komunikasi, hal ini dikarenakan kondisi hamil di luar nikah merupakan sesuatu yang menyimpang dan merupakan sesuatu yang sangat dihindari orang tua untuk terjadi di anak mereka. Dinamika pengungkapan diri anak kepada orang tua tentang hal sensitif dan menyimpang ini menjadi beban tersendiri sehingga menjadi hambatan dalam mengkomunikasikannya, hambatan yang dialami anak termasuk hambatan psikologis. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses pengungkapan anak kepada orang tuanya terkait dengan kondisi hamil di luar nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teori yang mendasari penelitian ini ialah Communication Privacy Management (CPM) yang dijelaskan oleh Petronio (2002). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah indepth interview, dengan informan penelitian yaitu 4 remaja perempuan yang pernah mengalami hamil di luar nikah. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan psikologis yang merintangi anak dalam mengkomunikasikan kondisi hamil di luar nikahnya kepada orang tua. Adapun kondisi setelah kejadian, bagi anak yang orang tua nya menerima kondisi anaknya dengan kooperatif cenderung melakukan langkah- langkah perbaikan yang konstruktif. Untuk anak yang respon orang tuanya menolak kondisi anak, cenderung mengalami depresi dan tekanan serta adanya tindakan yang lebih destruktif yaitu menggugurkan janin. Oleh karena adanya hambatan komunikasi psikologis yang dirasakan anak, terdapat jeda dari kejadian dengan waktu pengungkapan kondisi anak kepada orang tuanya. Dari empat informan, dua informan melanjutkan ke jenjang pernikahan dan dua lainnya tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan. Adapun pihak significant other yang mengetahui pertama kali kebanyakan adalah teman responden. Pada satu subjek, orang tua pertama kali mengetahui dengan kondisi tidak disengaja karena ibu responden melihat test-pack yang digunakan anak. Faktor yang paling utama memicu terjadinya hamil di luar nikah pada remaja ialah kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua, pergaulan teman sebaya, media film, dan kurangnya pendidikan seks usia dini. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat hambatan psikologis yang dirasakan keempat informan yang hendak mengkomunikasikan kondisi kehamilan di luar nikahnya kepada orang tua, ditandai adanya perasaan takut dan kecenderungan menunda pemberitahuan kabar besar tersebut kepada orang tua.
Hubungan Antara Terpaan Promosi Penjualan dan Tingkat Kepercayaan dengan Keputusan Pembelian Produk Bean Spot
Uci Andriani;
Tandiyo Pradekso;
Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Companies carry out various strategies to survive in the midst of business competition. Bean Spot carries out a sales promotion strategy to increase sales. Bean Spot also builds consumer trust through social media. However, with all the efforts that have been made, Bean Spot was unable to achieve the sales target. This study aims to explain the correlation between sales promotion exposure and the level of trust with purchase decision of Bean Spot products. Sales Promotion Stimulus Theory and Brand Equity Theory are used in this study to explain the correlation between variables. The sample of this research is 100 respondents aged 18 -35 years old in Palembang City who have seen Bean Spot sales promotions through print and social media, and have purchased Bean Spot products at least once. Through the Kendal Tau-B correlation analysis technique, the results of the first hypothesis test show that there is no correlation between sales promotion exposure and the decision to purchase Bean Spot products as evidenced by a significance value of 0.275. Then the second hypothesis test shows that there is a correlation between the level of trust and the decision to purchase Bean Spot products with a significance value of 0.000 and a coefficient value of 0.353.
Hubungan Terpaan Isu Produk Palsu Scarlett Whitening Dan Terpaan Media Sosial Instagram Scarlett Whitening Dengan Sikap Konsumen Dalam Menggunakan Produk Scarlett Whitening
Radinda N Harahap;
Joyo Nur Suryanto Gono
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The attitude of consumers in using or consuming a product is formed from various factors that exist within them, for example, the strong experience that a person has and social media. In this regard, the Scarlett Whitening brand has problems with the issue of counterfeit products circulating in Lazada e-commerce and is feared to have an impact on consumer attitudes themselves. But the good news is that the Scarlett Whitening brand itself provides a solution to this problem by providing a barcode that can be checked on the official Scarlett Whitening website. This strategy is also promoted by the Scarlett Whitening brand through their Instagram social media. This study aims to determine the relationship between exposure to the issue of Scarlett Whitening's counterfeit products and exposure to Scarlett Whitening's Instagram social media with consumer attitudes in using Scarlett Whitening products, using the Cognitive Response Theory and Individual Difference Theory. Based on the results of this study using Kendall's Tau-b analysis and having a sample of 50 respondents, it is known that there is no connection between each of the variables studied. The variable exposure to the issue of Scarlett Whitening counterfeit products and consumer attitudes in using Scarlett Whitening products has a value of 0.063 ≥ 0.05 and is proven to be insignificant. Likewise for the Scarlett Whitening Instagram social media exposure variable with consumer attitudes in using Scarlett Whitening products, it has a significance value of 0.116 ≥ 0.05. Therefore, for future researchers who will conduct research with similar variables, it is advisable to look for other variables related to consumer attitudes such as word of mouth, brand image, level of trust, and perceived risk.
Komunikasi Support Group Sekartaji dalam Pendampingan pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Rahma Kurniasari;
Yanuar Luqman;
Nurist Surayya Ulfa
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengorganisasian komunikasi support oleh organisasi penting dalam mendapatkan, mengelola, serta menerapkan informasi yang diterima kepada anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengorganisasian komunikasi Support Group Sekartaji dalam pendampingan pada para survivor KDRT. Penelitian ini menerapkan metode studi kasus deskriptif, pendekatan kualitatif, dan paradigma interpretif. Teknik yang digunakan merupakan wawancara mendalam semi-terstruktur serta teknik analisis pattern-matcing berdasarkan teori utama yakni Theory of Organizing. Kesesuaian dengan pola Theory of Organizing, proses untuk pengorganisasian komunikasi support didasarkan pada tahap penerimaan informasi, seleksi, dan retensi yang digunakan dalam rangka mengurangi ketidakpastian anggota. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengorganisasian yang terjadi antara LRC-KJHAM dengan Support Group Sekartaji dalam pendampingan pada para survivor KDRT menerapkan sistem diskusi dalam setiap pertemuan rutin yang dilaksanakan, setiap anggota Support Group Sekartaji berhak mengungkapkan perasaan dan menyampaikan gagasan dalam suasana santai dan informal, adapun anggota Support Group Sekartaji diberikan ilmu serta pelatihan oleh LRC-KJHAM melalui program pemberdayaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anggota. Penelitian ini menyatakan bahwa organisasi memiliki kemampuan dalam menentukan keputusan strategis serta memodifikasi proses pengorganisasan sesuai dengan kebutuhan anggota.
RESISTENSI PEREMPUAN TERHADAP DOMESTIFIKASI DALAM FILM YUNI (2021)
Savira Kirana Putri;
Sunarto Sunarto;
Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Yuni (2021) adalah film yang merepresentasikan karakter perempuan yang berani melakukan upaya perlawanan untuk melepaskan diri dari kuasa patriarki. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mendeskripsikan upaya perlawanan yang dilakukan oleh tokoh perempuan terhadap isu domestifikasi serta mengetahui ideologi dominan yang dimuat dalam film Yuni (2021). Metode analisis semiotika John Fiske diaplikasikan dalam penelitian untuk menganalisis adegan berdasarkan tiga level pengkodean yakni level realitas, level representasi, dan level ideologi. Temuan penelitian membuktikan bahwa terdapat upaya resistensi yang dilakukan tokoh perempuan terhadap domestifikasi dalam film Yuni (2021). Upaya resistensi dilakukan tokoh perempuan melalui resistensi tertutup dan resistensi terbuka. Resistensi tertutup ditunjukkan dari tindakan bergosip, grumbling), dan leaving. Sedangkan resistensi terbuka digambarkan melalui upaya penolakan secara langsung dan mengajukan perceraian. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa perempuan masih mengalami ketidakadilan gender yang disebabkan oleh langgengnya budaya patriarki. Oleh karena itu, diperlukan adanya keterlibatan atau peran laki- laki dalam melakukan pekerjaan di sektor domestik-reproduktif. Temuan yang menunjukkan dominannya resistensi tertutup yang dilakukan oleh tokoh perempuan menegaskan bahwa perempuan memerlukan ruang sosial untuk speak up dan melawan berbagai streotip yang diidentikkan masyarakat patriarki pada perempuan.
Pengaruh Intensitas Menonton Konten Kreator Satwa Liar di YouTube dan Tingkat Pengetahuan Mengenai Satwa Liar terhadap Sikap Masyarakat pada Kepemilikan Satwa Liar sebagai Peliharaan
Wina Natasya Saragih;
Tandiyo Pradekso;
Muhammad Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Satwa liar merupakan jenis satwa yang hidup di alam liar, baik itu di darat, laut, maupun udara. Namun, dewasa ini kepemilikan satwa liar sebagai hewan peliharaan marak dipraktikkan oleh berbagai kalangan dan masyarakat juga semakin menormalisasi praktik kepemilikan satwa liar sebagai peliharaan ini. Sosial media YouTube dewasa ini ramai menampilkan konten satwa liar sebagai peliharaan. Di sisi lain, menjadikan satwa liar sebagai peliharaan memiliki banyak sekali dampak dan risiko, baik bagi satwa itu sendiri, bagi manusia di sekitarnya, maupun bagi lingkungan alam.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatori. Melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dengan karakteristik masyarakat Indonesia, berusia 16 – 64 tahun, dan penonton konten kreator satwa liar di YouTube ditemukan hasil bahwa intensintas menonton konten kreator satwa liar memengaruhi sikap masyarakat pada kepemilikan satwa liar sebagai peliharaan, hal ini didukung dari angka signifikasi sebesar 0,000, hal ini sejalan dengan Social Media Framework Theory yang dikemukaan oleh Lynn A. McFarland dan Robert E. Ployhart. Ditemukan juga hasil bahwa tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh responden mengenai satwa liar memengaruhi sikap responden pada kepemilikan satwa liar sebagai peliharaan, hal ini dilihat dari hasil signifikansi yang menunjukkan angka 0,011 serta menunjukkan keselarasan dengan Teori Respon Kognitif.
IDENTITAS DIALEK BANYUMASAN SEBAGAI KONSTRUKSI BUDAYA STUDI PENGGUNAAN DIALEK BANYUMASAN DI KALANGAN PENUTUR ASLI BANYUMAS YANG BERADA DI SEMARANG
Gatikasari Mujiastuti;
Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Banyumas dialect (ngapak) as a cultural identity has begun to experience a shift among native Banyumas speakers who live in Semarang City. This research tries to explore the identity negotiation process that is carried out, in which migrants experience a process of cultural construction, namely acculturation and cultural assimilation due to contact with the people of Semarang. This study aims to describe the identity negotiations carried out by native Banyumas speakers towards the Banyumasan dialect in their daily interactions in their environment in maintaining regional identity. This study also aims to determine the communication understanding of Banyumas native speakers who do not use their local dialect. This research is a qualitative research that uses a constructivism paradigm with a descriptive approach. The theory used is the Identity Negotiation Theory put forward by Stella Ting-Toomey. The results of this study were obtained through interviews with 6 informants who were native Banyumas migrants living in Semarang. In addition, the research results were also obtained from direct observation activities conducted by researchers at the research location, namely Semarang. The results of this study indicate that Banyumas native speakers in their daily interactions prefer to use contemporary dialects to be able to adapt and communicate with new environments. The informants in this study indicated that there was an effort to maintain the Banyumasan dialect as their original cultural identity. However, on the other hand, informants who moved from their place of origin tried to make adjustments, especially in terms of language and dialect. This adjustment was made to make it easier for them to communicate and minimize communication barriers. The Banyumasan dialect is still maintained, among others, when the informant is in a communication situation, talking with friends from Banyumasan who are in Semarang, college friends who already know the informant and family at home. There are informants who intentionally slip in Banyumasan dialects so that their friends can learn from them. There is also a situation where formal events are infiltrated by informants about the local Banyumasan dialect. The response of the Semarang people is that the Banyumasan dialect is funny and strange, but the people of Semarang are quite familiar with this dialect.
Memahami Narasi Perempuan yang Menikah Usia Dini
Ika Putri Hanafi;
Hapsari Dwiningtyas Sulistyani;
Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 11, No 3: Juli 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Early marriage is one form of marginalization in which women have to go through various forms of communication dominance in the process of making the decision to get married. This brings many problems in the decision-making process within the household. Therefore, the aim of this research is to understand how the communication process of decision-making occurs, both before deciding to get married and during the marriage itself. Three interviewees with different marriage backgrounds will be interviewed to observe how the communication process in decision-making unfolds. The research will be conducted using Labov's narrative analysis method.The results of this study indicate that women's early marriage decisions are caused by manipulation in the form of continuous pressure to get married and threats of ending the relationship, which can change their minds. Manipulative actions also result in women willingly altering the narrative about men in front of their parents to gain their approval. After marriage, it was found that women's involvement in household decision-making is limited due to manipulation by husbands through narratives of masculinity. Furthermore, women's early marriage decisions are influenced by feelings of guilt for violating societal norms, such as unwanted pregnancies. As a result, the improper position leads to double marginalization and a lack of involvement in household decision-making after marriage. Another factor contributing to women's early marriage decisions is fulfilling their parents' wishes by entering arranged marriages, where the interests of the parents appear more important. However, after marriage, women can fully participate in household decision-making, including financial decisions, parenting styles, and reproduction, as the positions of husband and wife are equal, and there is no fixed division of roles for either spouse.