cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
MEMAHAMI PENGALAMAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN TERHADAP ANGGOTA KELUARGANYA YANG DIDAKWA MELAKUKAN PELANGGARAN HUKUM Mahardika, Anisa Citra; Lestari, Sri Budi; Naryoso, Agus; Rakhmad, Wiwied Noor
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.623 KB)

Abstract

Menjadi orang yang didakwa melakukan pelanggaran hukum yang sedang menjalani proses peradilan merupakan sebuah beban yang berat bagi pelakunya. Rasa bersalah, rasa takut, sanksi sosial masyarakat dan sanksi hukum memicu tekanan yang berat bagi orang yang didakwa melakukan pelanggaran hukum. Intensitas komunikasi yang terbatas, mengharuskan keluarga meningkatkan kualitas komunikasinya. Dengan adanya komunikasi suportif dari keluarga serta pengungkapan diri orang yang didakwa melakukan pelanggaran hukum, mampu memberikan keyakinan pada orang yang didakwa melakukan pelanggaran hukum selama menjalani proses peradilan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji pengalaman komunikasi keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anggota keluarganya yang didakwa melakukan pelanggaran hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Analisis dan representasi data dilakukan dengan mengelompokan data dalam unit-unit makna dan membangun deskripsi tekstural dan struktural.Konsep komunikasi keluarga dan pengembangan hubungan interpersonal melalui sikap percaya, sikap suportif, dan sikap terbuka menjadi konsep bentuk pemberian dukungan oleh keluarga dan juga konsep self disclosureyang menjadi teori dasar terbentuknya komunikasi yang efektif dalam keluarga. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam kepada keluarga dan anggota keluarganya yang sedang menjalani proses peradilan.Hasil penelitian menunjukan pengembangan hubungan interpersonal dalam keluarga yang ditunjukkan dengan sikap percaya, sikap suportif, dan sikap terbuka mampu memberikan dampak positif bagi anggota keluarga yang didakwa melakukan pelanggaran hukum. Menerima kondisi yang menimpa keluarga, memberikan dukungan dalam bentuk verbal maupun non verbal, serta adanya keterbukaan informasi antar anggota keluarga menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan keluarga. Komunikasi suportif tersebut mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anggota keluarga yang didakwa melakukan pelanggaran hukum. Kata kunci : komunikasi keluarga, dukungan, proses peradilan
Hubungan antara Motivation achievement untuk pemain advergames dengan tingkat pemahaman (level of comprehension) dari brand message (Pesan Merek) Bagaskara S.A.P; Djoko Setyabudi, S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.606 KB)

Abstract

Advergame merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan di era modern. Strategi ini dilakukan melalui video games sebagai mediumnya. Berbeda dengan media-media konvensional seperti televisi, koran, radio, dsb. Yang bersifat pasif ketika menyampaikan pesan Advergame memiliki keunikan tersendiri yakni lebih bersifat interaktif. Sehingga menarik untuk diteliti. Penelitian ini ingin mengetahui Hubungan antara Motivation achievement (Motivasi Penghargaan) dengan Level of Comprehension dari brand message. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen one shot case study. Dengan total partisipan 30 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok termotivasi dan kelompok tidak termotivasi. kelompok termotivasi adalah kelompok yang diberikan motivasi terlebih dahulu sebelum bermain advergame. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji perbandingan Independent samples T-test. dengan pemenuhan asumsi independensi sampel, uji normalitas Kolomogrov Smirnov dan uji homogenitas variansi. Temuan dari penelitian ini ini menunjukan tidak ada perbedaan nilai yang signifikan antara kedua kelompok yang diuji, artinya adalah tidak ada Hubungan antara Motivation achievement dengan Level of Comprehension dari brand message. Kedua kelompok dapat memahami pesan yang disampaikan melalui games tanpa harus diberi motivasi.
Language Games in ask.fm Conversations Tania Alifianita; Triyono Lukmantoro, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.829 KB)

Abstract

The social media becomes a whole new way of communication which is very popular in any level of individuals. It is because, through social media, we can share not only information, but also values, dan actions which are transmitted rapidly across social and cultural limitations. One of the most popular social media among youth in Indonesia is ask.fm, which has question-answer type of interaction. If we look at ask.fm conversation in a glance, there is a harmonic involvement between personal, social, and cultural element in message interpreting. In Indonesia, conversation about SARA and gender through social media should be held in careful way, but otherwise it is been discussed in casual way by using language games. Ethnicity, Religion, Race, Inter-group relation (termed SARA) and gender issues are under the spotlight in this research, because these kind of issues can be discussed in very casual situation eventhough they are considered as sensitive issues and potentially building conflicts. The objectives of the research are describing and understanding language games in conversation of ask.fm, especially the SelebAsk’s profiles. This research uses qualitative method as well as conversation analysis, and using Language Games Theory as a main theory supported by New Media Theory, Computer Mediated Communication Theory, and Symbolic Interactionism Theory. This research showed us that humourous kind of language games are commonly used by SelebAsk while discussing about SARA and gender issues. Because humour basically has the stress relieving function which is very effective dan could be transmitted spontaneously. Incompatibility or incongruity between reader’s expectation and SelebAsk’s utterances is the key to humorous conversation. There is superiority meaning within humorous language games which leads to human’s natural characteristic as competitive and gluttonous for power. However in conversation of ask.fm, SelebAsk commonly use language games genuinely just for fun, achieving amusements without any intentions of hurting other groups.Aside from humour, sarcasm language game is also used as a form of superiority or vanity of particular culture or individual’s personality, and as a verbal aggression towards other groups.
Pengaruh Pandangan ABH (Anak yang Berhadapan dengan Hukum) mengenai Pemenjaraan terhadap Konsep Diri, Pengungkapan Diri, dan Motivasi Belajar ABH Khatarina Ika Pramelianti; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.516 KB)

Abstract

ABH is serving a sentence by being placed in LPKA to be given training so that their psychological conditions including self-concept, self-disclosure, and learning motivation remain good. Meanwhile individuals who are convicted or sent to prison tend to have poor psychological conditions. The research aims to determine whether there is an influence between the views regarding imprisonment on ABH’s self-concept, self-disclosure, and learning motivation. The research uses the Total Institution Concept which explains the experience of individuals in the total institution influencing the self-concept, self-disclosure, and prisoners' motivation to be productive. Simple linear regression statistical test is used to determine the effect of 1 independent variable on 1 dependent variable. The study was conducted in LPKA Kutoarjo by using a total sampling of 51 respondents. The results showed that there was a positive influence between ABH's views of imprisonment on self-concept by 9% with a significance value (0.0340,05) and learning motivation with a significance value of (0.256>0.05). It can be concluded that the hypothesis stating there is an influence between ABH's views regarding imprisonment on ABH's self-concept was accepted. While the hypothesis which states there is an influence between ABH's views regarding imprisonment on self-disclosure and ABH's learning motivation is rejected. The findings show ABH have a good self-concept, they often do self-disclosure and have high motivation to learn.
The Impact of Demographic Factors and News Exposure of Child Sexual Abuse in the Mass Media toward Communication Quality of Parents in Providing Sex Education for Children Nidya Aldila; N S Ulfa; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.768 KB)

Abstract

Many cases of child sexual abuse become media spotlight, such as print media, TV, and online. However, not all the audience watch the news. They are motivated by differences in demographic factors, such as gender, age, education level, and income level. The cases spread in the mass media should be concern of many parents to pay more attention to the patterns of communication as a way of parents to control the safety of their children. Sex education is considered to be an appropriate way to provide sexual knownledge to children who are vulnerable from the damage of sexual crimes. However, not all parents are willing to deliver sex education to their children.This study employed the theory of social categories explain the difference between social categories can affect the audience's response when receiving message from mass media (Rakhmat, 2011) and media functionalist theory that explain how media exposure can affect their communication activities that occur between the audience (Mc Quail, 1972). The population of this study were the parents of SD Negeri Padangsari 02 Semarang, who have child 10-12 years old. Sampling was done by simple random technique with a number of 63 respondents.The first hypothesis test indicate that the demographic factors of the three variables, those are gender, age, and educational level when calculated simultaneously using regression analysis techniques, do not affect the news exposure of child sexual abuse in the mass media. While the variable of income level has an impact to the news exposure of child sexual abuse in mass media with significance value of 0,011. The second hypothesis test prove that the news exposure of child sexual abuse in the mass media affects the communication quality of parents in providing sex education with a significance value of 0,001.Advice can be given from this study is that parents should pay more attention to their way to communicate with children, especially regarding sex education. Sex education can be good when it is given according to the child's age and their understanding level considering the number of cases of sexual abuse is increase as in the media.
The Relations Between Communication Competence of Salesman and Information Exposure from Autonetmagz Youtube Channel with Buying Decision of Honda City in Semarang City Firdaus Irfan Harish; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.564 KB)

Abstract

The four-wheeled industry competition requires salesperson roles who is competent in communicating to persuade prospective consumers to do the purchasing decision, besides exposure to information that was provided to new media as a channel YouTube Autonetmagz considered could affect prospective consumers do purchase decisions against the Honda City. This research aims to proofing the relationship of communication competence of salespeople and exposure information Autonetmagz Youtube Channel with the purchasing decision of Honda City, using non-probability sampling techniques and accidental sampling technuques, with a population of sample taken as many as 50 people respondents townspeople semarang with the provisions ever communicate with Honda salespeople and had also been watching the channels Autonetmagz The first hypothesis test results it is known that there is a positive relationship between the variable competence communication salespeople with variable purchasing decisions of Honda City in the city of Semarang, With use speech act theories can be proven through analysis of Kendall's Tau correlation produce, numbers of significance of 0.003 or revealed highly significant correlation coefficients and value of the correlation coefficient in which the value 0377 0.26 to 0.50 stated has a close correlation enough. Meanwhile on the second hypothesis in mind that there is a positive relationship between the variable information terapaan Autonetmagz Youtube Channel with variable purchasing decisions of Honda City in the city of Semarang, with with new media theory can be proven through the analysis of correlation Kendall's Tau produce numbers of significance of 0.000 revealed highly significant correlation coefficients and values of correlation coefficients where 0435 worth 0.26 to 0.50 stated has a close correlation enough.
VIDEO INVESTIGASI: “MENGUAK JOKI SKRIPSI DI PERGURUAN TINGGI DI SEMARANG” Amelia Ariyani; Muchamad Yuliano; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.8 KB)

Abstract

INVESTIGATION VIDEOS : “REVEALING ROLE OF THESIS JOCKEY1 IN SOMEUNIVERSITIES IN SEMARANG”ABSTRAKThesis is scientific papers that are done by students in order to get Bachelor Degree. Thesisis also one of requirements for students to pass education in university and get their BachelorDegree. Problem appears when students are not really qualified to mae their own pappers. So somepeople are willing to be thesis jockey because of students demand. Thesis jockey service isconsidered as a wayout for some students, so that as long as there is money thesis will be easy todo. Students do not need to be busy to do their own thesis, because thesis jockey will do their thesisuntil the students graduate from the university.Thesis jockey is a serius problem for education in university. Thesis jockey service producesunqualified and dishonest students. This condition happen because there is no enough sanctions forthe students and the Thesis Jockey. This investigation is done to explain to people about thesisjockey phenomenon that disgrace educational intitutions. So then university can avoid thisphenomenon to spread and build high quality graduates. Parents are also encouraged to lead theirchildren so they don‟t use thesis jockey service. Factual investigation is done to explain the truth byinterviewing trust worthy informan providing qualified data.This investigation is done based on a hypothesis that this phenomenon has been a commonthing to do to get bachelor degree. There are three steps in maing this investigation video, thooseare : pre production, production, and post production. This investigation was broadcasted in CakraSemarang tv in a program called “Target Investigasi” on Monday june 17, 2013. The Tv station hasa role as a partner in broadcasting this video.Keyword : investigation, university students, thesis jockey, television1 ˇ people who are paid to make someone’s thesis.VIDEO INVESTIGASI: “MENGUAK JOKI SKRIPSI DI PERGURUAN TINGGI DISEMARANG”ABSTRAKSkripsi merupakan karya tulis ilmiah hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswaberkualifikasi sarjana. Skripsi merupakan salah satu syarat seorang mahasiswa dapat menyelesaikanpendidikannya di perguruan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. Masalah muncul ketikamahasiswa merasa tidak mampu mengerjakan penulisan karya ilmiah tersebut. Sehingga muncullahjasa joki skripsi karena adanya permintaan dari kalangan mahasiswa. Jasa joki skripsi dianggapmempermudah penyelesaian skripsi mahasiswa, ada uang skripsi pun ditangan. Mahasiswa tidakperlu repot mengerjakan skripsinya sendiri, karena jasa joki skripsi lah yang akanmenyelesaikannya dan dengan jaminan lulus.Joki skripsi merupakan masalah yang cukup serius di kalangan perguruan tinggi. Jasa jokiskripsi menghasilkan sarjana yang tidak berkualitas dan tidak menjunjung tinggi nilai kejujuran.Maraknya jasa joki skripsi dikarenakan tidak adanya hukum yang memberikan sanksi secara tegasterhadap pemakai jasa maupun penyedia jasa. Investigasi ini diharapkan dapat memberikangambaran kepada masyarakat mengenai fenomena joki skripsi yang mencoreng institusi pendidikan.Sehingga nantinya pihak universitas dapat mencegah fenomena joki skripsi ini semakinberkembang dan memperbaiki kualitas sarjana yang dihasilkan. Pihak orang tua juga diharapkanmampu membimbing anaknya untuk tidak menggunakan jasa joki skripsi. Penelusuran faktadilakukan untuk memaparkan kebenaran dengan menghadirkan narasumber maupun data yangdapat dipercaya.Investigasi dilakukan berdasarkan hipotesis bahwa fenomena ini sudah menjadi hal yanglazim dalam memperoleh gelar sarjana. Dengan pelaksanaan proses produksi yang dibagi dalamtiga tahapan yaitu tahap: pra produksi, produksi dan paska produksi. Investigasi ini ditayangkan diCakra Semarang TV dalam program Target Investigasi pada hari Senin 17 Juni 2013. Pihak televisiberperan sebagai partner dalam penayangan video investigasi tersebut.Kata kunci : investigasi, mahasiswa, joki skripsi, televisiOleh: Amelia Ariyani D2C008008, Ilmu KomunikasiKARYA ILMIAH “ MENGUNGKAP JOKI SKRIPSI DI PERGURUAN TINGGI”PENDAHULUANSetiap tahun, ribuan sarjana dicetak dari berbagai universitas maupun lembaga pendidikantinggi lainnya. Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan (OECD) menyatakan Indonesiaakan menjadi negara dengan jumlah sarjana muda terbanyak kelima di masa depan. Situasi ini akanterwujud paling lambat pada 2020 mendatang. Data itu merupakan proyeksi dari upaya Indonesiameningkatkan jumlah lulusan perguruan tinggi. Dua tahun lalu, Indonesia menyumbang empatpersen sarjana berusia 25-34 dari 129 juta mahasiswa di seluruh negara anggota G-20. Pada 2020,OECD memperkirakan jumlah itu akan bertambah menjadi 6 persen. Sehingga, Indonesia sekaligusmengalahkan Inggris, Jerman, dan Spanyol, sebagai negara penyumbang sarjana muda terbanyak.Bahkan pada masa-masa itu kemungkinan besar jumlah sarjana terdidik negara ini tiga kali lebihbanyak dibanding Prancis. (BBC, 12 Juli 2012)Para sarjana yang dihasilkan di Indonesia harus melalui masa studi selama 4 tahun ataumaksimal 14 semester dengan beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang biasanya sebanyak 144-146 SKS. Para calon sarjana juga diwajibkan untuk membuat skripsi atau tugas akhir. Dirjen Diktimengatakan bahwa sarjana harus punya kemampuan menulis secara ilmiah. Sebagai salah satuprasyarat yang harus dilalui mahasiswa untuk mendapatkan gelar kesarjanaan strata 1 (S1), menulisskripsi dijadikan alat untuk mengukur kemampuan metodologi dan analisis terhadap permasalahanyang ditulis (Djoko Santoso, 2012).Berdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandung komponen pengertianberikut : karya tulis ilmiah hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa berkualifikasi sarjana(Rahyono FX,2010:23). Skripsi merupakan syarat seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikansarjananya dengan tujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuaidengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukanpengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan danmenjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsimerupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri(PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Menurut kamus besar bahasaIndonesia, skripsi diartikan sebagai suatu karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian daripersyaratan pendidikan akademis.Permasalahan mulai muncul ketika mahasiswa merasa tidak cukup mampu untukmenyelesaikan tugas penulisan skripsi. inilah yang membuat beberapa pihak memanfaatkankesempatan untuk sekedar membuka jasa pengetikan ataupun melayani pengolahan data. Selain itumuncul juga jasa pembuatan skripsi yang semakin bertebaran dan mudah untuk ditemui. Jika dahulumungkin dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, dan informasi di sebarkan dari mulut ke mulut,maka saat ini jasa penulisan skripsi dengan mudah diakses oleh mahasiswa melalui internet. Hanyadengan memasukkan kata kunci “konsultasi skripsi” dengan mesin pencari, hasilnya adalah 23.400file pada www.yahoo.com, 90.300 file pada www.google.com. Bahkan para penyedia jasapembuatan skripsi tidak segan untuk menempel iklan di beberapa tempat misalnya dinding ataupohon di sekitar kampus. Jasa seperti ini seolah-olah dilegalkan, karena tidak pernah terdengar adayang biro jasa skripsi yang dimeja hijaukan. Fenomena joki skripsi hadir karena adanya permintaandan penawaran. Sistem yang dibangun dunia pendidikan ternyata memuat kekuatan-kekuatan pasaryang terbilang anomin (Wahono, 2001:4-9).ISIMaraknya jasa pembuatan skripsi di beberapa kota merupakan tantangan serius bagiperguruan-perguruan tinggi yang ada. Pasalnya, jasa pembuatan skripsi telah menjadi “alternatif"bagi mahasiswa akhir yang ingin menuntaskan skripsi. Keberadaan jasa pembuatan di tengahdinamika pendidikan tak dapat dipandang sebagai fenomena biasa. Apalagi, kita tahu jasapembuatan skripsi begitu mudah ditemukan melalui jaringan teman, iklan promosi yang dipasang dijalan-jalan, atau lewat jasa iklan media massa. Itu artinya, fenomena tersebut tidak dapat diabaikanpihak perguruan tinggi. Dalam buku Academics Underground (2011) dengan gamblangmembeberkan data sedemikian banyaknya mahasiswa menggunakan BBS (Biro Bimbingan Skripsi)dalam proses pembuatan skripsi. (Suara Karta 24 April 2012). Secara sosiologis, Soekantomenyebut maraknya praktik bimbingan skripsi di luar kampus sebagai budaya tanding (counterculture)terhadap kultur akademik di perguruan tinggi, yang muncul dalam bentuk penyimpanganatau penyelewengan (1995:190-191).Ada berbagai alasan mengapa joki skripsi menjadi hal yang makin marak dan jasa inidiminati oleh mahasiswa tingkat akhir. Menurut Nugroho, Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)Unnes, ada tiga variabel yang menyebabkan maraknya bisnis joki skripsi. Yakni kultur akademikyang rendah, adanya pelaku pasar (para joki), serta regulasi yang tidak jelas. Regulasi pemerintahjuga menjadi problem tersendiri. Pemerintah memaksakan agar kuantitas lulusan perguruan tinggimeningkat. Program itu ditangkap secara jeli oleh perguruan tinggi dengan menyelenggarakanperkuliahan "instan", model ekstensi atau semester pendek. Alhasil, perguruan tinggi menjadiprodusen sarjana berkualitas fast food. (Suara Merdeka, 21 April 2005). Program perkuliahanekstensi banyak dinilai menjadi salah satu faktor mengapa joki skripsi tetap berjaya di tengahtengahmasyarakat. Bisnis joki skripsi ini kian menyeruak saat perguruan tinggi ramai-ramaimembuka program ekstensi. (Suara Merdeka, 14 April 2005, hal 10).Alasan lain mengapa joki skripsi kian marak juga tidak lepas dari dosen pembimbing yangkurang maksimal dalam memberikan pelayanan pada mahasiswa. Wakil Direktur Bidang AkademikSekolah Pascasarjana UGM menyatakan, ketika pembimbing itu overload, punya kesibukan yangbanyak di luar kegiatan belajar-mengajar maka ada kecenderungan di dalam menyikapi tugaspembimbingan hanya sebagai rutinitas yang harus dia lakukan. Akhirnya, dosen-dosenpembimbing akan cenderung untuk kemudian menjadi stereotipik. (Edhi Martono, 2009).Maraknya bisnis joki skripsi dipengaruhi pula oleh beberapa faktor, diantaranya adalahrendahnya budaya penelitian di kalangan civitas akademika perguruan tinggi. Aktivitas penelitianhanya menjadi komoditas segelintir individu yang masih konsisten membaktikan keilmuannya padamasyarakat. Indikasinya bisa dilihat dari minimnya kebiasaan menulis (writing habit), yang biladitelusuri lebih lanjut juga diimbangi oleh rendahnya kebiasaan membaca (reading habit) dikalangan masyarakat kampus. (M.Isnaini, Pemerhati pendidikan (Bangkapos, 4 April 2012))Banyak yang terjadi di lapangan seputar maraknya bisnis joki skripsi, tidak hanya sebagaijasa konsultasi, namun pengerjaan skripsi hingga bab akhir. Bahkan dalam beberapa media dapatkita temukan pengakuan para joki skripsi yang melayani pengerjaan skripsi para mahasiswa sepertidalam tayangan “Mata Najwa” di Metro TV pada 7 Maret 2012 dan dalam program “Topik Kita” diANTV pada Januari 2012.Selain di media tv, ada juga beberapa fakta yang ditemukan di media online seperti:No Fakta yang terjadi di lapangan1 Seorang oknum MA. Pria lulusan pendidikan Ekonomi dari salahsatu universitas negeri di daerah Rawamangun, menjalani bisnisnyasejak 2001. Pada dasarnya dia memang menyediakan jasapengolahan data dengan SPSS, namun rata-rata klien berdatangandengan hasil lapangan yang tidak bagus ketika dianalisa, karena itudia meng-upgrade data supaya hasilnya memuaskan. Akhirnya iamenyarankan klien untuk tidak perlu turun lapangan(http://edukasi.kompasiana.com).2 Salah seorang joki skripsi di kawasan UMS. Narasumber mengakudirinya membanderol harga satu skripsi antara Rp1.100.000,00hingga Rp2.000.000,00. (http://pabelan-online.com).3 SJ alumnus STAIN Kudus, SJ mengaku bahwa ia tidak melakukanpromosi. Awalnya ia hanya membantu membuatkan satu-duamahasiswa, namun lambat laun menyebar. Mahasiswa yangkonsultasi kepada SJ dan umumnya “konsultan” skripsi lainnyabervariasi dalam meminta jasa. Ada yang hanya meminta judul,hanya membuatkan proposal, hanya sebagian dari skripsi, namunyang paling banyak adalah membuatkan skripsi secara keseluruhan(http://paradigmainstitute.com).Keterangan:Gambar 1.1 Salah satu iklan yang menawarkan jasa konsultasi skripsi di daerah BendanDhuwur daerah Kampus Unika Semarang.Gambar 1.2 Iklan yang ditempel di dinding depan kampus Unisbank SemarangGambar 1.3 Iklan yang serupa dengan gambar 1.1 hanya berbeda tempatpemasanganGambar 1.4 Iklan yang ditempel di depan kantor Kopertis SemarangJoki skripsi menjadi sebuah fenomena yang membuat kejahatan akademis terlihat biasasaja, walaupun joki skripsi sebenarnya merupakan salah satu hal yang merusak citra pendidikankarena melahirkan sarjana yang tidak berkualitas. Bagi Ketua Dewan Pendidikan Provinsi DIYogyakarta Wuryadi, fenomena ini menandakan pendidikan telah dianggap sebagai komoditas yangpunya harga dan bisa diperdagangkan. Pemalsuan skripsi disebut sebagai bagian dari budaya instanpendidikan yang lebih mengutamakan kemudahan dibandingkan dengan moral dan proses. Merekaberambisi meraih gelar meski dengan skripsi pesanan. (Kompas, 19 Februari 2010).Dalam buku „Academic Underground‟ diungkapkan bahwa Biro-biro Bimbingan Skripsi(BBS) merupakan permasalahan klise yang tidak hanya dialami di Jogja, tetapi juga dialami di kotakotapendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, antara lain:(1) Kejujuran intelektual akademik S1, S2, S3 cukup memprihatinkan,(2) Birokrasi penulisan skripsi di institusi,(3) Pola bimbingan dosen, serta(4) Motivasi klien yang ingin cepat selesai skripsi. (Hujair AH. Sanaky,2011).Para penyedia jasa pembuatan skripsi melakukan berbagai promosi, selain dari mulut kemulut, para penyedia jasa ini melakukan pemasangan iklan di dinding bahkan di pohon-pohon yangmembuat iklan mereka mudah terlihat. Di Kota Semarang pun dengan mudahnya dapat kita jumpaiiklan-iklan yang menjual jasa skripsi, mulai dari pengetikan, olah data, bahkan pembuatan skripsi.Melalui iklan-iklan tersebut, joki skripsi mendapatkan klien dan dengan mudahnya klien dapatmenghubungi penyedia jasa skripsi tersebut.Adanya praktek joki skripsi di Semarang cukup menarik perhatian, karena Semarangmerupakan salah satu kota yang menjadi tujuan pendidikan karena terdapat banyak universitas baiknegeri maupun swasta. Semarang juga merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah yang tentu sajamenjadi kota tujuan para pelajar untuk melanjutkan studinya dalam jenjang S1. Semarang menjadialternatif pilihan calon mahasiswa dari seluruh Indonesia karena berbagai faktor di antaranya:sarana dan prasarana yang memadai, dukungan pemerintah, kualitas lulusan yang kompetitif danjuga biaya hidup yang relatif murah di pulau Jawa.Proses untuk menyelesaikan program S1 bagi para mahasiswa merupakan hal yang wajib.Skripsi menunjukkan karya tulis ilmiah yang ditulis berdasarkan riset dengan harapan dapatmelahirkan sarjana yang berkualitas secara intelektual dan mempunyai nalar ilmiah. Namun tugaspenulisan skripsi yang dibebankan kepada mahasiswa memunculkan “kebutuhan” dalampenyelesaiannya. Kebutuhan tersebut menuntuk ketersediaan waktu, kemampuan penelitian, biaya,akses internet, pembimbing, serta kebijakan akademik. Perguruan tinggi menyediakan layananpembimbing skripsi, dalam hal ini dosen menjadi pembimbing bagi mahasiswa, dosen yangditunjuk berdasarkan jurusan atau kompetensi sesuai dengan bidangnya. Namun masalah mulaimuncul ketika mahasiswa merasa kurang mampu atau tidak sanggup untuk menyelesaikanskripsinya, bisa karena faktor tidak adanya waktu, ketidakmampuan atau kurang menguasai materidan dapat juga karena terdesak batas masa studi, maka mahasiswa mencari jalan lain yaitumempertimbangkan layanan bimbingan skripsi bahkan layanan pembuatan skripsi. Karena adanyapermintaan atau kebutuhan akan layanan ini,makan bisnis layanan bimbingan skripsi atau perjokianskripsi ada dimana-mana.PENUTUPPraktek joki skripsi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tentu saja menarik menjadiperhatian karena citra pendidikan menjadi buruk apabila praktek semacam ini terus dibiarkan. DiSemarang praktek semacam ini diduga ada dan terjadi, dimana mahasiswa tingkat akhirmenyerahkan urusan skripsi ke tangan joki skripsi. Joki skripsi seperti menjadi solusi termudah bagimahasiswa yang malas mengerjakan skripsi. Fenomena joki skripsi menjadi hal yang menarik untukdibahas karena menyangkut praktek yang “dibiarkan” oleh masyarakat. Padahal pendidikan tinggimasih menjadi harapan bagi bangsa ini sehingga keberadaan para sarjana diharapkan membawaperubahan dan memantapkan generasi muda bangsa. Namun fenomena yang terjadi justruberseberangan dengan idealiatas karena dalam penulisan skripsi masih ada kecurangan yangdilakukan oleh mahasiswa yaitu dengan menggunakan jasa joki skripsi.Penulis mengangkat topik joki skripsi karena menganggap bahwa topik ini layak diketahuioleh masyarakat luas. Mereka tidak hanya mendengar opini saja akan tetapi mereka dapat melihatfakta yang sebenarnya terjadi di lapangan. Penulis ingin permasalahan ini nantinya dapatmenjadikan pembelajaran bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk meminimalisir kecuranganakademis (khususnya joki skripsi). Penulis berharap nantinya praktek seperti ini dapat ditindaktegas, sehingga pihak universitas dapat menghasilkan sarjana berkualitas yang tidak hanyamenggunakan joki skripsi sebagai jalan pintas.Daftar PustakaBuku textDarwanto. (2007). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.Gaines, William. C. (2007). Laporan Investigasi untuk Media. Jakarta: ISAI.Kovach, Bill, dan Rosenstiel, Tom. (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: YayasanPantau.Laksono, Dhandy D. (2009). Menyingkap Fakta: Panduan Liputan Investigasi Media Cetak,Radio, dan Televisi. Jakarta: AJI.Muda, Deddy Iskandar. (2003). Jurnalistik Televisi. Bandung: Rosdakarya.Sanaky, Hujair dkk. (2011). Academics Underground. Yogyakarta: Pusat Studi Islam UII.Santana K, Septiawan. (2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: YayasanObor.Santana K, Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan Obor.Suhandang, Kustadi. (2004). Pengantar Jurnalistik. Bandung: Penerbit Nuansa.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.JurnalMarselinus Tondok, Hernanda Ristyadi, Aniva Kartika. 2008. Prokrastinasi Akademik danNiat Membeli Skripsi. Anima, Indonesian Psychological Journal., 24 (1), 76-87.Internethttp://edukasi.kompas.com/read/2012/02/03/15160740/Ini.Alasan.Mahasiswa.Wajib.Publikasi.Makalah akses 6 September 2012 20:22http://www.ugm.ac.id/index.php?page=headline&artikel=254 diakses pada 4 September2012http://www.uajy.ac.id/2011/07/25/bedah-buku-%E2%80%9Cacademicsunderground%E2%80%9D/ pada tanggal akses 4 September 2012 21:50
Hubungan Intensitas Memperoleh Informasi dari Majalah Hijabella dan Daya Tarik Konten dengan Perilaku Imitasi Hijab Modern Syar’i. Dubha Kaldota Diptapramana; Agus Naryoso; Adi Nugroho; Nurriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.95 KB)

Abstract

Busana Hijab sedang digemari oleh muslimah pengguna jilbab saat ini. Model hijabyang dikenakan semakin modern dan up to date. Hal ini dilirik oleh Dian Pelangi selakudesigner hijab terkemuka untuk menerbitkan majalah khusus membahas tentang dunia Islamdan Hijab. Majalah yang diterbitkan oleh Dian pelangi ialah Majalah Hijabella. Tujuanpenelitian ini untuk mengkaji hubungan intensitas memperoleh informasi dari majalahHijabella dan daya tarik konten dengan perilaku imitasi hijab modern syar’i. Teori yangdigunakan adalah Teori Pembelajaran Sosial.. Tipe penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah tipe penelitian explanatory (penjelasan). Sedangkan Teknik pengambilansampelnya adalah Random dengan total sampel sebanyak 90 responden. Alat yang digunakanuntuk analisis data adalah uji statistik Kendall’s tau_b.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan terdapat hubunganyang kurang signifikan antara intensitas memperoleh informasi dari Majalah Hijabelladengan Perilaku imitasi hijab modern syar’i. Ditunjukkan pada angka kurang signifikansebesar 0.102 dengan koefisien korelasi -.136. Hasil pengujian hipotesis kedua yangmenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara daya tarik konten dan perilakuimitasi hijab modern syar’i. Hipotesis kedua ini ditunjukkan dengan hasil signifikan yaitusebesar 0,001 dengan koefisien korelasi 0,249.
PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN ATAS BRAND EXTENSION DAN INTENSITAS ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP BRAND IMAGE LOFFLE POP UP DESSERT Puspita Mei Wardani; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.332 KB)

Abstract

Brand image becomes very important for certain brand so it can stay last in the middle of the business competitio. But on the reality, Loffle’s ranking on TripAdvisor has declined over the past few months. This indicates that Loffle’s position is not strong enough in the minds of Semarang citizen. Recently Loffle applied brand extension strategy through Koka Cheese Tea. This is the reason underlying the authors to examine whether consumer perceptions of brand extensions and electronic word of mouth intensity influence Loffle's image. This study aims to determine the effect of consumer perceptions of brand extension and electronic word of mouth intensity upon Loffle's brand image with a sample of 80 people who had consumed Koka Cheese Tea and lived in Semarang. The technique used in collecting primary data is purposive sampling using data collection tools and techniques in the form of questionnaires and short interviews to enrich the information obtained. Based on the results of data processing using the SPSS 20.0 application through a simple linear regression test shows that the significance value for the consumer perception variable on brand extension is 0,000, which means that there is a significant influence. It shows that consumer perceptions of brand extension (X1) affects Loffle's brand image (Y), and it is 18.6 percent. On testing the electronic word of mouth intensity variable obtained a significance value of 0.029 which means significant. It shows that electronic word of mouth intensity (X2) affects Loffle's brand image (Y) and there is an exact influence of 6 percent. The conclusion of this study is the variable influence of consumer perception on brand extension and the intensity of electronic word of mouth affect the Loffle Pop Up Dessert’s brand image. Researcher's suggestion for further research is to retest another factors of brand image builder. Researcher also suggested that Loffle create e-wom by involving customers as information dissemination agents.
Wacana Pencalonan Rhoma Irama Sebagai Calon Presiden Dalam Pemilihan Presiden 2014 Dalam Bingkai Surat Kabar Harian KOMPAS Indra Prayoga; Adi Nugroho; Wiwid Noor Rakhmad; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.616 KB)

Abstract

Wacana pencalonan Rhoma Irama menjadi presiden Republik Indonesia mengundangbanyak pro dan kontra pada kalangan politisi. KOMPAS sebagai salah satu media massanasional yang popular juga mempunyai peran dalam menyebarkan berita melalui tulisannya.Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui analisis framing pada KOMPASdalam melakukan penulisan berita.Analisis framing meliputi analisis yang dilakukan pada media massa meliputi analisissintaksis, skrip, tematik dan retorik; selanjutnya dikaitkan pula dengan berita yangdisampaikan pada pembaca apakah tergolong good news atau bad news. Penulisan inidilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan menguraikan berita berdasarkananalisisnya yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.Berdasarkan pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa KOMPAS melakukan analisismulai dari headline, gaya penulis dalam melakukan framing relatif konsisten dalammenguraikan berita Rhoma Irama yaitu dengan memberikan judul yang sesuai dengan isiberita, kemudian dalam paragraf awal memberikan penjelasan umum tentang berita tersebut,kemudian dilanjutkan dengan berota berikutnya yang berupa penjelasan paragraf sebelumnya.Kalimat dalam berita saling bertautan, dengan menggunakan majas, grafik, hasil survey danpemilihan kata yang berupa pengandaian untuk membangkitkan emosi pembaca. Analisisframing dalam media KOMPAS tidak mempunyai unsur berita yang lengkap denganmenguraikan seluruh unsur yang berupa 5W + 1 H, namun unsur berita dituliskan denganfleksibel sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Analisis framing yang dilakukan padaKOMPAS dengan cara melakukan kombinasi antara berita bagus (good news) dan beritaburuk (bad news).Kata kunci : analisis framing, wacana pencalonan presiden,

Page 39 of 157 | Total Record : 1563