cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Kekuatan Sistem Konstruksi Kemudi Pada Kapal Skipi Kelas Orca Dengan Metode Elemen Hingga Astarry Nugroho; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.825 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas wilayah perairan mencapai dua per tiganya dan memiliki sumber daya alam perairan yang harus dilindungi. Kapal SKIPI kelas ORCA merupakan kapal patroli yang berfungsi untuk melindungi perairan Indonesia dari illegal fishing. Kapal patroli sangat bergantung pada kondisi kemudi untuk melakukan manuever. Salah satu hal yang mempengaruhi kemampuan manuever adalah kekuatan material dari sistem konstruksi kemudi. Untuk itu dilakukan analisis kekuatan sistem konstruksi kemudi dengan varisi kemiringan kerja daun kemudi 0o, 10o, 20o dan 35o pada kondisi kecepatan maksimal kapal. Dengan menggunakan software berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) didapatkan tekanan yang terjadi pada daun kemudi, yang selanjutnya nilai tekanan tersebut digunakan untuk melakukan analisis menggunakan software berbasi metode elemen hingga. Setelah dilakukan analisis diketahui bahwa tegangan von mises maksimal berbanding lurus dengan nilai safety factor dengan  tegangan paling rendah berada pada kemiringan kerja = 0o dan tegangan tertinggi pada kemiringan kerja = 35o. Dari tegangan tersebut dihitung safety factor tiap komponen sistem konstruksi kemudi yang meliputi daun kemudi, tongkat kemudi, flange dan baut. Dari perhitungan safety factor diketahui bahwa komponen kritis dari sistem konstruksi kemudi berada pada flange kemudi dengan tegangan yang terjadi (working stress) sebesar 404,06 Mpa dan safety factor sebesar 0,30
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN WIND TURBINE DAN SOLAR CELL PADA KAPAL PERIKANAN Boris De Palma Sitorus; Ari Wibawa Budi Santosa; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.629 KB)

Abstract

Semakin menipisnya ketersediaan sumber energi mengakibatkan harga bahan bakar minyak menjadi tinggi. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini berdampak pada dunia perkapalan karena kapal merupakan salah satu alat transportasi yang menggunakan bahan bakar minyak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tugas akhir ini mencoba menghadirkan satu solusi untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dengan menggunakan wind turbine dan solar cell yang dipasang pada kapal ikan 17 GT untuk mensuplai kebutuhan penerangan[1]. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine dan solar cell yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dari beberapa variasi wind turbine.Analisis solar cell diasumsikan dilakukan pada intensitas cahaya yang konstan dan maksimum yaitu sebesar 1000 watt/m2. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 7 knot, kecepatan angin 10,686 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 12,77 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbine (angle of attack, α) adalah 180 15°">  (arah angin berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 3,6 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 2 unit dan solar cell yang dapat dipasang adalah sebanyak 3 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 0,684 kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan kapal sebesar 1,09 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal yaitu Rp.243.088.294, pemasangan wind turbine dan solar cell ini dapat menghemat biaya sebesar Rp.183.384.000 per tahun.
Analisa Pengaruh CenterBulb Berbentuk Foil Terhadap Vertical Motion Dan Wake Pada MV. Laganbar Khoirul Ramadhan; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan faktor dari luar. Maka dari itu, dalam perancangan suatu kapal dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang terpat untuk menghasilkan  kenyamanan dan performa kapal yang baik. Salah satunya dengan memperhatikan kualias olah gerak yang merupakan respon kapal terhadap pengaruh dari laut seperti gelombang dan wake yang merupakan perbandingan antara kecepatan yang direncanakan terhadap kecepetan aliran fluida pada baling-baling dibawah air. Dalam upaya meningkatkan kualitas olah gerak yang baik, penelitian ini mencoba menambahkan variasi geometri dan posisi pada centerbulb bebenrtuk foil untuk melihat pengaruh vertical motion dan wake. Dalam penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan permodelan kapal meggunakan software rhinoceros. Kemudian, untuk menganalisa olah gerak dibantu dengan software ansys aqwa dan untuk menganalisa wake digunakan software tdyn. Hasil penelitian vertical motion menunjukkan dari keseluruhan sudut datang gelombang dan Fn, model 3 yang paling optimal dalam mengurangi RMS vertical motion sebesar 0,37% - 0,54% dari model original. Adapun hasil analisa wake terlihat pada letak propeller dapat mengurangi nilai pada Fn 0,35 ; 0,49 ; 0,65. Pada Fn 0,35 model 8 mengurangi nilai wake 0,28%. Pada Fn 0,49 model 8 mengurangi 0,05% dan. Pada Fn 0,65 model  8 mengurangi nilai wake 0,39%.
ANALISA TEKUK KRITIS PADA PIPA BERBENTUK SEGI EMPAT YANG DIKENAI BEBAN BENDING DENGAN VARIASI PENAMPANG VERTIKAL Luukfandi Lukfandi; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.512 KB)

Abstract

Pada kontruksi baja permasalahan yang sangat penting adalah mengenai stabilitas, dikarenakan komponen struktur baja rentan terhadap tekuk akibat pembebanan yang melebihi kapasitasnya sehingga terjadi ketidakstabilan pada struktur baja. Terjadinya fenomena  tekuk pada struktur baja disebabkan karena elemen baja pada umumnya sangat tipis, sehingga mudah mengalami tekuk yang akan mengurangi kapasitas dari struktur itu sendiri.pada permasalahan ini penelitian yang dilakukan adalah pada pipa segi empat dengan variasi bentuk dan masing-masing panjang dan tebal yang berbeda yaitu L/a = 10,15,20, a/t = 5,10,15, dan a/b = 0.5,0.25.0,125 yang dikenai beban bending. Pada kenyataan benda uji tersebut akan mengalami tekuk lentur dan terjadi ketidakstabilan akibat pembebanan gaya. Setelah memperoleh data hasil apa yang dianalisa,dapat disimpulkan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Flare Bow Dengan Stem Terhadap Nilai Hambatan dan Slamming Pada Model Haluan Ulstein X-Bow Maria Fatima; Deddy Chrismianto; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.489 KB)

Abstract

Inovasi pada transportasi laut khususnya kapal agar memiliki kinerja kapal yang lebih optimal lagi. Diperlukan  upaya mulai dari mengikuti perkembangan desain bentuk haluan.  Bentuk haluan terbarukan yaitu X –bow dapat menghadapi gelombang  yang datang kearah  kapal dengan memecahkan gelombang secara lebih halus. Berdasarkan paten desain Ulstein X-bow terdapat beberapa ketentuan seperti sudut  flare bow  dan stem angle. Penelitian ini bertujuan untuk membuat beragam  model X-bow berdasarkan perubahan kedua sudut tersebut kemudian dianalisis nilai hambatan total dan probability of slamming kapal. Pemodelan dilakukan pada software Autocad, Delftship dan Rhinoceros sedangkan untuk pengujian dilakukan pada software Autodesk CFD dan Maxsurf Motion. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut flare dan stem dapat berpengaruh terhadap nilai hambatan total dan probability of slamming kapal. Dapat disimpulkan bahwa model 1 dengan variasi sudut (stem 60; flare 100 )  menghasilkan kinerja kapal yang optimal pada kecepatan 14 knot dengan hasil nilai hambatan total sebesar 383,13 KN dibanding model original yang bernilai 385,62 KN sehingga mengalami penurunan sebesar 0,64 %. Untuk analisa probability of  slamming seluruh model memilki nilai probability of slamming bernilai dibawah 0,03 .Jika ditinjau dengan kriteria Nordforks maka setiap model tidak akan mengalami slamming. Dan nilai paling kecil ada  pada model 1 dengan variasi (stem 60; flare 100 )  di tinggi gelombang 4 meter yaitu bernilai 8,56x10-15 dan 2,99x10-14  dengan sudut heading 1350 (Bow Quatering Sea)  dan 1800 (head sea).
ANALISA KEKUATAN BENTUK SAMBUNGAN KAYU BALAU KUNING DAN DIAMETER BAUT PADA KONSTRUKSI LINGGI HALUAN KAPAL TRADISIONAL Gozal Apri Prayuda; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 3 (2015): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.978 KB)

Abstract

 Pembuatan suatu kapal berkonstruksi kayu kebanyakan dibangun oleh pengrajin kapal di galangan tradisional. Keahlian ini didapat dari warisan turun temurun termasuk dalam hal proses penyambungan kayu, konstruksi kapal maupun spesifikasi teknis, sehingga dari segi kekuatan konstruksi tidak diketahui pasti tingkat pemenuhan persyaratan. Material yang digunakan adalah kayu berjenis balau kuning (Shorea Laevis Ridl) di umpamakan sebagai linggi haluan kapal pada kapal tradisional, untuk memulai penelitian terlebih dahulu harus mendapatkan syarat kapal kayu dengan mengacu BKI Kapal Kayu 1996. Dalam penelitian ini dilakukan uji lentur, dimana uji lentur dilakukan dengan pembebanan terpusat dengan variasi sambungan dan variasi diameter baut.  Berdasarkan hasil pengujian, yang menggunakan baut 6 mm memiliki nilai uji kuat lentur sambungan Plain Scraf MOE rata-rata 20.325,20 Mpa dan MOR rata-rata 82,56 MPa, Uji kuat lentur sambungan Hook Scraf MOE rata-rata 23.995,60 Mpa dan MOR rata-rata 86,74 MPa, Uji kuat lentur sambungan Key Scraf MOE rata-rata 22.514,39 Mpa dan MOR rata-rata 85,46 MPa. Sedangkan hasil pengujian dengan diameter baut 8mm memiliki nilai Plain Scraf MOE rata-rata 19.196,87 Mpa dan MOR rata-rata 81,05 MPa, Uji kuat lentur sambungan Hook Scraf MOE rata-rata 22.182,52 Mpa dan MOR rata-rata 85,54  MPa, Uji kuat lentur sambungan Key Scraf MOE rata-rata 19.768,75 Mpa dan MOR rata-rata 83,89 MPa.
Analisa Respon Struktur Kapal Oil 149 m dengan Beban Kombinasi di Perairan Indonesia dan Atlantik Utara Melati Darmastuti; Ahmad Fauzan Zakki; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.975 KB)

Abstract

Kondisi perairan suatu wilayah mempengaruhi kekuatan struktur kapal serta respons struktur yang dihasilkan akibat pembebanan gelombang yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbandingan respon struktur kapal dengan beban kombinasi, beban kombinasi yang dimaksud yaitu distribusi gaya berat, tekanan hidrostatik, dan tekanan akibat muatan pada perairan Indonesia dan Atlantik Utara. Permodelan dan analisa menggunakan software Maxsurf untuk mengetahui besaran momen yang dihasilkan dari pembebanan kondisi gelombang serta Msc.Nastran & Patran, software berbasis finite element analysis untuk mengetahui besaran respons struktur berupa nilai tegangan. Hasil analisa pada penelitian ini  memenuhi batas maksimum tegangan rules BKI (tegangan max < 175 Mpa), kapal tanker 149m memiliki tegangan 19.9 Mpa kondisi air tenang, 168 Mpa kondisi sagging perairan Atlantik Utara, 115 Mpa kondisi hogging perairan Atlantik Utara, 60.4 Mpa kondisi sagging perairan Indonesia, dan 54 Mpa kondisi hogging perairan Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kapal oil tanker 149 m dalam keadaan aman di wilayah Perairan Indonesia maupun di Atlantik Utara.
Kajian Teknis Kekuatan Ring Construction Akibat Penambahan Inner Shell Pada Cargo Wing Tank Chemical Vessel 18944 DWT Konversi Dari Single Hull Ke Double Hull Dengan Metode Elemen Hingga Agung Surana Dwi Yoga; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.52 KB)

Abstract

Peraturan MARPOL Annex I Regulation 19 mewajibkan kapal oil tanker berkonstruksi single hull dan single bottom tidak boleh beroperasi di perairan sejak 5 April 2005. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menganalisa dan membandingkan kekuatan kapal tanker dengan konstruksi single hull dan yang sudah terkonversi menjadi double hull sebagai konfigurasi ring construction. Konversi konstruksi kapal tanker dilakukan dengan metode penambahan inner shell pada cargo wing tank berdasarkan peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Tahapan produksi dimulai dengan pembongkaran geladak, pemotongan konstruksi, pembangunan inner shell, dan pemasangan kembali panel geladak. Pada konversi ini, dilakukan uji sagging, hogging, dan air tenang berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Dari hasil modifikasi, dihasilkan penambahan berat baja tiap kompartemen. Untuk kompartemen COT (Center Cargo Oil Tank) No. 7 dan COT (Cargo Oil Tank) No. 5 dengan berat baja 29626,19 Ton, kemudian setelah hasil modifikasi berat baja bertambah sebesar 32417,48 Ton. Nilai pembebanan yang diinputkan Mwv-sagging : -409426 kN, Mwv-hogging : -390882,8 kN, Msw-still water : -313068,5 kN. Dari hasil analisa di dapat nilai tegangan pada kapal konstruksi single hull sebesar 87,7 Mpa pada kondisi sagging, 83,7 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,8 Mpa pada kondisi still water. Kemudian pada saat kapal sudah terkonversi ke double hull didapat nilai tegangan sebesar 85,6 Mpa pada kondisi sagging, 79,5 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,6 Mpa pada kondisi still water . Kemudian dari nilai deformasi yang dihasilkan dari konversi ke double hull lebih kecil dari sebelum konversi. Maka kapal chemical carrier MT Indradi dapat beroperasional untuk beberapa tahun kemudian.
ANALISA EKONOMIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR GAS ALAM TERKOMPRESI/COMPRESSED NAURAL GAS (CNG) PADA MESIN KAPAL PENANGKAP IKAN KNP. JAYA MAKMUR 5 GT Rochman Hardi Prasetio; Ari Wibawa Budi Santoso; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Diesel adalah mesin yang paling banyak di gunakan di dunia maritim. Namun akhir - akhir ini kenikan harga minyak mentah dunia dan tidak stabilnya pasokan BBM ke masyarakat pada umumnya dan nelayan pada khusunya yang masih mengandalkan bahan bakar minyak (solar) untuk opersional penangkapan ikan.  Kejadian ini menjadi inspirasi penulis untuk mengangkat tema energi alternatif yang bersumber selain dari BBM dan juga ramah lingkungan salah satunya adalah energi gas alam, (natural gas) Keuntungan dari penggunaan Gas alam sebagai energi adalah ramah terhadap lingkungan dan dapat mengurangi polusi. Yang menjadi salah satu alternatif dari energi gas  adalah bahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas. Dengan beberapa alasan diantaranya, Harga yang lebih murah dari bahan bakar minyak, kadar oktan yang lebih tinggi Penggunaan bahan CNG pada mesin kapal adalah dengan sistem bahan bakar ganda/Dual Fuel system yaitu system bahan bakar yang menggunakan 2 (dua) jenis bahan bakar sekaligus di dalam bekerjanya motor penggerak yaitu BBG-CNG dan BBM-Solar melalui penggunaan CNG Conversion kit Setelah dilakukan pengujian Perbandingan konsumsi bahan bakar pada operasional kapal, Penggunaan solar sebanyak 10 liter dengan nilai Rp. 45 ribu, setelah dilakukan konversi pengunaan BBM setara dengan penggunaan 2 liter solar dan 6 liter CNG sehingga nelayan dapat menghemat sebanyak Rp. 16.500 dengan asumsi harga CNG yang berlaku saat ini sebesar Rp. 3.250 per liter. Jika semakin tinggi harga minyak solar dan harga CNG tetap atau mengalami penurunan maka efisiensi dan penghematan biaya operasional semakin besar Penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi penggunaan bahan bakar alternatif yang bisa mengurangi biaya opersional nelayan sehingga pendapatan dan kesejahteraan nelayan bisa meningkat.
STUDI PERANCANGAN KAPAL RUMAH SAKIT TIPE KATAMARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN WILAYAH PESISIR DI PROVINSI PAPUA BARAT DAN PAPUA Chairul Rizaldy; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.551 KB)

Abstract

Provinsi Papua Barat dan Papua memiliki banyak wilayah pesisir yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Untuk melayani masyarakat yang berada didaerah pesisir, salah satunya dapat dicapai lewat laut. Kapal rumah sakit sebagai kapal yang memiliki fasilitas kesehatan layaknya pada rumah sakit pada umumnya. Memiliki fasilitas rumah sakit kelas C dengan lambung tipe katamaran..  Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kapal rumah sakit yang dapat menjangkau wilayah pesisir dan yang sesuai dengan karakteristik perairan wilayah pesisir di Provinsi Papua Barat dan Papua. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lwl = 56,32 m, B = 18,0 m, H = 6,4 m, T = 2,4 m, Vs = 15 knot, dengan displacement 845,4 ton dan Cb = 0,512. Nilai GZ tertinggi 21,8 m pada kondisi I. Nilai GZ terkecil yaitu 14,5 m pada kondisi VIII pada criteria Angle max GZ Multihull. Perancangan kapal rumah sakit dilengkapi ruang kamar inap, ruang bedah, ruang UGD, dan memiliki pelayanan kedokteran spesialis, yaitu pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kebidanan dan kandungan.