cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Gaya Angkat dan Hambatan pada Dihedral Surface Piercing Hydrofoil Katamaran Menggunakan Metode CFD (Computational Fluid Dynamic) Dama Nisphal Azis; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.868 KB)

Abstract

Seiring pertumbuhan industri transportasi laut, semakin banyak pula teknologi yang dikembangkan agar transportasi laut yang dibuat memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi dan memenuhi kebutuhan efisiensi waktu. Kapal katamaran memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan monohull yaitu menghasilkan hambatan lebih kecil, stabilitas lebih baik, dan memiliki deck yang luas. Kemudian kapal katamaran dikembangkan lagi menjadi kapal hydrofoil yang bertujuan untuk mengurangi hambatan. Hydrofoil adalah sebuah kapal dengan bagian sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal yang dapat menghasilkan gaya angkat pada lambung kapal sehingga pada saat kapal mencapai kecepatan tinggi, hambatan akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dihedral foil yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic(CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi dihedral foil. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 38,53% sehingga penggunaan EHP lebih menghemat 61,5% dibandingkan dengan EHP kapal original. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,042.
Analisa Pengaruh Variasi Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Pada Kapal Katamaran Penyeberangan Kepulauan Seribu Dengan Parameter Non-Linear Menggunakan CFD Fajar Aldi Prasetio; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.371 KB)

Abstract

Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal katamaran merupakan kapal dengan permukaan basah yang kecil segingga mengurangi drag dan meningkatkan stabilitas kapal. Bentuk haluan yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien pula. Perhitungan nilai hambatan kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida dan besarnya kecepatan kapal yang diinginkan dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal pada saat beroperasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk haluan bulbous bow yang menghasilkan hambatan paling kecil dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD). Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis computational fluid dynamic (CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, Computational fluid dynamic (CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal katamaran menggunakan model 3D serta dilakukan analisa ketinggian gelombang. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 13.7.6.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi bentuk bulbous bow. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 15%, nilai ini terjadi pada kecepatan 16 knot pada variasi bulbous bow ABT = 0,211 m2 dan ABL = 0,240 m2.
Analisa Variasi Twin Step Hull pada Kapal Pilot Boat 15 Meter ALU dengan Menggunakan Metode CFD Habib Zubaer
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.708 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi telah merambah ke dunia perkapalan, tidak terkecali kapal cepat. Kini  berbagai strategi untuk menciptakan kapal berkecepatan tinggi dengan nilai hambatan sekecil-kecilnya telah menghasilkan berbagai jenis modifikasi lambung, salah satunya adalah Twin Stephull. Twin Stephull, yaitu merupakan modifikasi bentuk lambung berupa step melintang yang ditempatkan pada bawah lambung kapal. Aplikasi penggunaan twin stephull dapat menurunkan sudut trim sehingga stabilitas kapal lebih baik, meningkatkan kinerja hidrodinamik, dan memperkecil luas permukaan basah sehingga bisa mengurangi hambatan yang dihasilkan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan optimasi hambatan terhadap variasi posisi twin stephull. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic(CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, Computational fluid dynamic(CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung gaya angkat yang bekerja pada kapal, perubahan displasmen, dan pengurangan hambatan total kapal menggunakan model. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai hambatan total yang dapat diperkecil  hingga 28,39%, nilai ini terjadi pada kapal variasi model C pada Froude Number 1,26. 
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI MODIFIKASI DOUBLE BOTTOM AKIBAT ALIH FUNGSI PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yuli Prastyo; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.823 KB)

Abstract

Accomodation Work Barge (AWB) 5640 DWT merupakan jenis kapal tongkang kerja yang tidak memiliki sistem propulsi sendiri. Kapal ini digunakan sebagai tempat akomodasi bagi karyawan perusahaan migas dan industri kemaritiman. Untuk mendukung sistem tambat, owner kapal melakukan modifikasi fresh water tank menjadi ruang mooring winch. Akibat alih fungsi, double bottom mengalami perubahan pembebanan. Penelitian ini membandingkan double bottom sebelum dan sesudah dimodifikasi saat berada pada kondisi beban statis, sagging dan hogging. Adapun skenario pembebanan meliputi muatan penuh pada model sebelum dimodifikasi, beban mooring winch dan beban tarik pada model sesudah dimodifikasi. Hasil analisa dengan software berbasis metode elemen hingga berupa tegangan von mises dan konstruksi double bottom yang paling kritis pada beberapa kondisi pembebanan. Tegangan von mises terbesar terjadi ketika kondisi hogging pada model sebelum dimodifikasi sebesar 168 N/mm2 dan sebesar 183 N/mm2 ketika pembebanan full load + beban tarik saat kondisi hogging. komponen konstruksi paling kritis terjadi ketika kondisi hogging pada model sebelum dimodifikasi dan ketika pembebanan full load + beban tarik saat kondisi hogging.
Analisa Penambahan Hull Vane dengan Tipe Foil NACA 4412 terhadap Hambatan dan Gaya Angkat pada Kapal Pilot Boat 15 Meter dengan Variasi Sudut Serang dan Kedalaman Foil Menggunakan Metode CFD Surya Yusuf Afriansyah; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli merupakan kapal berkecepatan tinggi yg digunakan untuk berpatroli mengamankan suatu daerah.. Pada saat kapal berpatroli mempunyai hambatan kapal (resistance). Untuk mengurangi nilai hambatan pada kapal dengan menggunakan  Hull Vane. Hull Vane adalah fixed foil yang terletak di bawah garis air pada bagian buritan kapal. Aliran gelombang disekitar Hull Vane tersebut akan mengakibatkan gaya angkat sehingga dapat menambah gaya dorong kapal dan mengurangi hambatan kapal. Ukuran hull vane yang digunakan pada penelitian ini yaitu panjang chord foil 0,27 m dan span foil 3,312 m. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dan kedalaman foil pada hull vane yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai gaya angkat terbesar yaitu 29,4768 KN untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T. Nilai hambatan total diperkecil 35,112%.. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,085.Dari beberapa variasi hull vane yang dilakukan didapatkan variasi hull vane yang paling efektif yaitu untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T.
Analisa Pengaruh Gas Pelindung Argon Grade A Dan Grade C Terhadap Kekuatan Impact Dan Tekuk Sambungan Butt Joint pada Aluminium 5083 Mahardika Adi Dewantara; Hartono Yudo; S Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.342 KB)

Abstract

Pemilihan metode pengelasan yang efektif berguna untuk industri galangan. Khususnya galangan kapal aluminium. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode pengelasan menggunakan gas pelindung yang berbeda yaitu gas pelindung Argon grade A (Ultra High Purity) dan gas pelindung Argon grade C (Industrial Purpose). Material Alumunium yang digunakan adalah Al 5083. Pada pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) menggunakan jenis sambungan pengelasan single V-butt joint dengan sudut 60°. Tegangan dan arus yang digunakan adalah 22V dan 220 A dengan elektroda ER 5356. Pengujian di lakukan uji impact dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada metode pengelasan MIG (Metal Inert Gas) menghasilkan pengelasan yang lebih sempurna atau lebih baik dengan memberikan nilai Tegangan Tarik maksimal yaitu 99,35 N/mm2 dan nilai Regangan sebesar 1,9%. Sedangkan pada metode FSW (Friction Stir Welding) hanya memperoleh nilai Tegangan Tarik maksimal yaitu 29,62 N/mm2 dan nilai Regangan sebesar 0,5%. Selain meggunakan hasil Uji Lab juga dilakukan analisa menggunakan software Ansys LS-Dyna dengan hasil kekuatan Tarik tertinggi pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) sebesar 72,6  N/mm2  . dan pada pengelasan FSW (Friction Stir Welding) sebesar 25,9 N/mm2 .
PERANCANGAN BARGE PENGANGKUT KAYU LOG KAPASITAS 4000 M3, MENGACU STANDAR KINERJA PRODUKTIFITAS PT. PELABUHAN INDONESIA III, TANJUNG MAS SEMARANG Bela Saktila Sandy; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.823 KB)

Abstract

Atas dasar kebutuhan kayu yang semakin meningkat sehingga peghasil kayu dari luar Jawa harus memenuhi permintaan konsumen yang berada di Jawa khususnya Jawa tengah, persoalan timbul manakala  proses pengiriman bahan baku pengolahan kayu ke Pulau Jawa yang melalui Tanjung Mas melalui perjalanan yang cukup lama dan terkadang harus menghadapi gelombang yang tinggi di laut jawa. Hal ini mengharuskan sistem pemuatan kayu log mengunakan barge yang lebih maksimal guna menghemat waktu pengiriman serta tahan terhadap gelombang laut jawa self propeller barge adalah  solusi untuk kapal pengangkut kayu log yang dapat diandalkan  saat gelombang tinggi dancuaca buruk, dikarnakan kapal ini dapat dikendalikan karna sistem pengerak barge bukan di tarik tug boat dan SPB ini juga mempunyai dek yang luas sehingga mampu mengankut jumlah besar dalamsekali jalan.Kemudian ukuran utama yang didapatkan dianalisa kelayakan lambungnya dengan software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 76,85 m, B: 21,00 m, T: 3,70 m, H: 4,60 m. Self propeller barge ini menggunakan sebuah tenaga penggerak berupa Fixed Pitch Propeller dengan daya yang dihasilkan sebesar 900 HP. Pada tinjauan stabilitas, kapal dikondisikan dalam VII kondisi, dimana hasil menunjukkan nilai GZ terbesar yaitu pada kondisi II. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik , terjadi deck weaknes dengan nilai heaving maximal 0,285 m, nilai rolling maximal 4,13º dan ptching 0,84º
Analisa Teknis Dan Ekonomis Pada Pada Kapal Pelayaran Rakyat “KLM Lestari Budaya” Setelah Dimodifikasi Menjadi Kapal Pariwisata Ichsan Aditio; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KLM Lestari Budaya merupakan kapal pelayaran rakyat bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar termasuk Pinisi, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana berbendera Indonesia dengan ukuran tertentu. Pada saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat tidak sebanyak pada zaman dulu sehingga pada tugas akhir ini memberikan solusi kepada para pelaku perusahaan pelayaran rakyat memodifikasi kapalnya menjadi kapal pariwisata. Modifikasi kapal pelayaran rakyat menjadi pariwisata mempengaruhi LWT kapal yang bermula dari 205 ton menjadi 201,15 ton yang mempengaruhi letak titik gravitasi pada kedua kapal. Hasil analisa teknis berupa analisa olah gerak dan analisa stabilitas lalu analisa ekonomis berupa perhitungan nilai NPV, IRR, dan Payback Period. Dari analisa olah gerak kedua kapal tersebut untuk kapal pelayaran rakyat memiliki hasil yang lebih baik walaupun dari kedua kapal memiliki kriteria yang tidak sesuai pada gerak Roll untuk sudut gelombang datang 90o. Kemudian untuk analisa stabilitas kedua kapal memiliki kriteria yang baik dan layak dengan memiliki GZ maksimal 0,474 m pada sudut oleng 31,8o untuk kondisi I di kapal pelayaran rakyat dan 0,623 m pada sudut oleng 36,4o untuk kondisi I di kapal pariwisata. Untuk hasil analisa ekonomis sendiri kapal pariwisata memiliki pengembalian modal yang lebih cepat selama 21 bulan dan menghasilkan untung bagi investor dan perbankan dalam peminjaman uang lebih baik daripada kapal pelayaran rakyat yang memiliki waktu pengembalian sebesar 27 bulan dan menghasilkan untung tidak sebesar penggunaan kapal pariwisata. Dari hasil analisa tersebut perubahan kapal pelayran rakyat menjadi kapal pariwisata bisa menjanjikan untuk para pelaku usaha pelayaran rakyat agar meningkatkan nilai penggunaan kapal dan meningkatkan ekonomi para pelaku usaha.
ANALISA PENGARUH TUNNEL STERN TERHADAP HAMBATAN TOTAL DAN VERTICAL MOTION KAPAL ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY MP VELOCE DI PERAIRAN LEPAS PANTAI NATUNA Enky Pratama Agustian; Ahmad Fauzan Zakki; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.451 KB)

Abstract

Potensi Kepulauan Riau dalam segi perminyakannya sangat besar salah satunya adalah pulau Natuna yang menjadi tempat favourite bagi para penambang minyak lokal maupun mancanegara. Kapal supply vessel, terutama offshore supply vessel adalah kapal yang sedang banyak dibuat untuk memenuh kinerja perminyakan dunia dan menarik untuk dikaji. Permasalahan yang timbul akibat efek interaksi komponen hambatan dan gelombang pada kapal. Dari permasalahan tersebut munullah eksperimen untuk melakukan perubahan pada buritan kapal yaitu dengan ditambahkan tunnel stern. Tunnel stern berguna untuk mengurangi hambatan yang terjadi pada buritan kapal yang disebabkan interaksi komponen hambatan. Analisa perhitungan hambatan total kapal Supply vessel dihitung menggunakan software berbasis CFD  dan menggunakan variasi kecepatan Fn=0.27, Fn=0,22, Fn=0.12 serta jarak variasi rasio tingi Tunnel stern 33% dan 40% dari T kapal. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa, kapal dengan Tunnel stern rasio tinggi 33%  adalah kapal paling efektif karena dapat mengurangi hambatan sebesar 5-14%, dan kapal tersebut memiliki respon gerakan vertical motion yang memenuhi kriteria dan paling minimum pada kecepatan Fn 0.12. 
Pengukuran Olah Gerak Ponton Tabung Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segi Enam Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Vita Agnindiyasari; Eko Sasmito Hadi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya populasi manusia di Indonesia menyebabkan kebutuhan dasar masyarakat akan energi listrik semakin bertambah. Ponton menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan energi gelombang laut. Gerakan ponton berpengaruh terhadap daya yang dihasilkan, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan kriteria yang terbaik dari ponton menggunakan teknologi baru yaitu heaving plate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai olah gerak ponton dengan variasi heaving plate, tinggi sarat dan gelombang. Metode yang digunakan adalah membuat rangkaian wireless, seperti Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengukur beban heaving dan XBee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC. Pengujian dilakukan terhadap ponton tabung yang dilengkapi dengan heaving plate bervariasi jumlah lubang yaitu 3,4 dan 5 dengan masing – masing memiliki diameter 20mm dan 30mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai heaving tertinggi berada pada 31mm, lebih besar dibandingkan dengan nilai heaving tertinggi pada ponton tabung tanpa heaving plate. Penambahan heaving plate ini memberikan efek lebih besar dibandingkan pengujian sebelumnya.