cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
STUDI PERANCANGAN GLASS BOTTOM CATAMARAN UNTUK MENUNJANG OBJEK WISATA DIKAWASAN ANAK GUNUNG KRAKATAU Darmawan, Erwin; Adietya, Berlian Arswendo; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.228 KB)

Abstract

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Selain pesona letusan gunungnya,di sekitar perairan Anak Gunung Krakatau terdapat pula pesona keindahan Alam bawah lautnya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan  untuk merancang kapal sebagai pengembembangan pariwisata di objek wisata Anak Gunung Krakatau dengan memperhitungkan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum dan analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal.Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup studi litelatur, studi lapangan, lalu pengolahan data.Hasil perancangan kapal katamaran pariwisata (Mv. Krakatau)ini didapatkan hasilLOA: 20.50 m LWL: 20.1 m, B: 8.50 m, T: 1.55 m, H: 2.9 m. Dan dari perhitungan Hidrostatik,didapat displacement  95.60 ton , Cb: 0.565, LCB: 10 936 m. Dan hasil dari perhitungan stabilitas, yang hasilnya mengindikasikan bahwa kapal mempunyai stabilitas yang stabil, karena titik M selalu berada diatas titik G di segala kondisi. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Kemudian pada gambar rencana umum,kapal mempunyai space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak,peralatan keselamatan,peralatan navigasi dan komunikasi. Untuk hasil analisa kekuatan glass bottom setelah mengalami uji tekan yang mempunyai nilai maksimal terhadap tekanan air sebersar 10 kN,dengan mengalami deformasi sebesar 7 cm. Sedangkan untuk kekuatan glass bottom setelah mengalami uji tarik dengan beban 7 kN,mempunyai nilai deformasi sebesar 0,09 cm
Analisa Kelelahan Konstruksi Bracket Windlass Terhadap Beban Kerja Studi Kasus Kapal Tanker 17500 LTDW Dengan Metode Elemen Hingga Imam Cahyadi; Hartono Yudo; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia maritime Bracket merupakan salahsatu hal yang penting untuk menahan beban kerja dari mesin salah satunya adalah windlass. Fatigue strength merupakan salah satu factor penting dalam operasional kapal.penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui perkiraan umur konstruksi dari pondasi windlass dengan mengacu pada Common Structur Rules (CSR) dimana minimal 25 tahun sebagai batas minimum umur yang di perbolehkan.analisa berupa analisa fatigue dengan berupa beban operasional dari windlass dengan metode elemen hingga guna mengetahui letak titik hotspot stress dan letak kegagalan terbesar berdasarkan variasi dari tebal pelat.dari hasil simulasi yang telah dilakukan di dapatkan tegangan yang terjadi pada pondasi variasi T1 dengan nilai σ max 2,07 x 10 8 Pa,  σ min 112.33 Pa dengan siklus terpendek sebesar 22571 Cycle  ,Variasi 1 σ max 2,02 x 10 8 Pa dan  σ min 107,03 Pa dengan siklus terpendek sebesar 24639 Cycle   ,Variasi T2 σ max 2,00 x 10 8 Pa dan σ min 112,15 Pa dengan siklus terpendek sebesar 25619 Cycle,Variasi T3 σ max 1,95 x 10 8 Pa dan σ min 103,14 Pa dengan siklus terpendek sebesar 27904 Cycle,Untuk menghitung umur kelelahan dalam tahun,menggunakan metode Commulative Fatigue Damage dan di dapatkan umur variasi T1 21,668 tahun variasi T2 26,88 tahun variasi T3 29,58 tahun dan variasi T4 36,48, sehingga untuk memenuhi kriteria dari CSR pelat harus diganti ketebalanya minimal 18 mm.Dalam dunia maritime Bracket merupakan salahsatu hal yang penting untuk menahan beban kerja dari mesin salah satunya adalah windlass. Fatigue strength merupakan salah satu factor penting dalam operasional kapal.penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui perkiraan umur konstruksi dari pondasi windlass dengan mengacu pada Common Structur Rules (CSR) dimana minimal 25 tahun sebagai batas minimum umur yang di perbolehkan.analisa berupa analisa fatigue dengan berupa beban operasional dari windlass dengan metode elemen hingga guna mengetahui letak titik hotspot stress dan letak kegagalan terbesar berdasarkan variasi dari tebal pelat.dari hasil simulasi yang telah dilakukan di dapatkan tegangan yang terjadi pada pondasi variasi T1 dengan nilai σ max 2,07 x 10 8 Pa,  σ min 112.33 Pa dengan siklus terpendek sebesar 22571 Cycle  ,Variasi 1 σ max 2,02 x 10 8 Pa dan  σ min 107,03 Pa dengan siklus terpendek sebesar 24639 Cycle   ,Variasi T2 σ max 2,00 x 10 8 Pa dan σ min 112,15 Pa dengan siklus terpendek sebesar 25619 Cycle,Variasi T3 σ max 1,95 x 10 8 Pa dan σ min 103,14 Pa dengan siklus terpendek sebesar 27904 Cycle,Untuk menghitung umur kelelahan dalam tahun,menggunakan metode Commulative Fatigue Damage dan di dapatkan umur variasi T1 21,668 tahun variasi T2 26,88 tahun variasi T3 29,58 tahun dan variasi T4 36,48, sehingga untuk memenuhi kriteria dari CSR pelat harus diganti ketebalanya minimal 18 mm.
DESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGIENAM SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA Mustikojati, Wahyu Nugroho; Hadi, Eko Sasmito; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.458 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas perairan hampir 60% dari luas wilayahnya, tentu memiliki garis pantai yang sangat panjang. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer, hampir 100 kali panjang Pulau Jawa.  Dengan garis pantai yang panjang tersebut, potensi energi ombak sangat besar. Energi yang dihasilkan ombak ini, jika dimanfaatkan tentu bisa menjadi sumber energi yang sangat besar. Oleh karena itu dibutuhkan analisa untuk memodifikasi konverter sebegai alat bantu yang mengahasilkan sejumlah energi agar dapat bekerja dengan maksimal. Energi tersebut yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik alternatif menggatikan batu bara dan minyak bumi. WEC (Wave Energy Converter) atau konverter yang memanfaatkan energi gelombang merupakan alat yang menyerap energi gelombang dengan kekuatan gerakan secara langsung atau Power Take-Off (PTO). PTO merupakan sistem yang paling efisien dan bermanfaat dalam mengubah gerak osilasi kecepatan rendah gelombang laut. Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi variasi muatan pada konverter berbentuk segienam. Pemodelan variasi muatan memakai bantuan maxsurf dan bantuan Ansys Aqwa, yang bertujuan untuk menganalisa karakteristik gerakan dari konverter berbentuk segienam. Dengan mempertimbangkan hasil analisa karakteristik gerakan konverter berbentuk segienam, dilakukan analisis pembanding dengan karakteristik gerak konverter berbentuk segienam saat dioperasikan di laboratorium, dengan memperhatikan kriteria operasi yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olah gerak terbaik untuk gerakan heave secara keseluruhan berturut-turut didapatkan pada converter bentuk segienam muatan 30 kg, muatan kosong, muatan 20 kg dan muatan 10 kg dengan nilai amplitudo 0,215818 dengan tinggi gelombang 0,8 m dan nilai spektrum gelombang 1,675 detik.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Tabung Akibat Penambahan Heaving Plate Berbentuk Lingkaran Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Muhamad Zulkifli; Eko Sasmito Hadi; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.931 KB)

Abstract

Berbagai penelitian digencarkan guna menghasilkan ponton yang relatif stabil di berbagai keadaan gelombang laut. Salah satunya adalah penelitian mengenai olah gerak atau motion bangunan apung. Ponton  sendiri mempunyai enam gerakan yang disebut Six Degree of Freedom (DOF), yang terdiri dari gerakan rotasi dan translasi. Di antara dari enam gerakan tersebut, ada istilah seakeeping yang terdiri dari dua gerakan rotasi (rolling dan pitching) dan satu gerakan translasi (heaving). Penelitian mengenai inovasi ponton itu sendiri juga kiat digencarkan. Seperti halnya penggunaan heaving plate. Heaving  plate adalah pelat horizontal yang terpasang di bagian bawah bangunan apung pada kedalaman tertentu di mana keadaan air relatif tenang. Pelat tersebut memberikan tambahan massa yang dapat meningkatkan periode heaving natural dari bangunan apung dan menggerakkannya keluar rentang frekuensi gelombang. Penelitian tentang heaving plate difokuskan pada aspek geometrinya seperti rasio ketebalan terhadap lebar heaving plate dan jarak antar pelat pada heaving plate. Penelitian-penelitian tersebut digencarkan guna mendapat bentuk dan porsi ukuran heaving plate yang berdampak efisien terhadap seakeeping ponton.
Studi Penentuan Kekuatan Ultimat Struktur Konstruksi Kapal Sunship Eurocoaster Hafizh Adin Pujanto; Ahmad Fauzan Zakki; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.031 KB)

Abstract

Kapal kontainer mempunyai beban yang cukup besar dan dalam pengoperasian kapal tersebut harus dirancang sedemikian rupa agar terhindar dari elastic deformation berlebihan yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan bentuk geometri akibat beban yang kapal terima. Palkah besar tersebut sangat mempengaruhi dalam kekuatan atau momen maksimum kapal saat kapal beroperasi. Pada penelitian ini penulis membuat model kapal dalam variasi kondisi air tenang, sagging dan hogging dari kapal kontainer sunship eurocoaster yang dibangun di PT. Janata Marina Indah Semarang, jawa tengah. Model dibuat pada software Msc Patran dan dianalisa menggunakan Msc Nastran dengan analisa metode elemen hingga untuk mencari nilai momen maksimum pada konstruksi kapal. Analisa perhitungan variasi momen dilukakan dengan software Hydromax. Hasil analisa didapat momen air tenang 7695398,53 Nm, sagging -81045423,22 Nm, hogging 62124725,82 Nm, momen sagging 235 Mpa -106850016,35 Nm, hogging 235 Mpa 107106580,41 Nm, sagging 400 Mpa -181872368,26 Nm, hogging 400 Mpa 18230907304 Nm, sagging ultimat -236434078,7 Nm, hogging ultimat 236434078,7 Nm.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PEMAKAIAN LAYAR PADA KAPAL IKAN KM SRI WULAN III Sembiring, Ramudi; Budi Santosa, Ari Wibawa; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.617 KB)

Abstract

Akibat terjadinya kenaikan harga BBM pada saat ini, membuat banyak nelayan yang kesulitan. Sebagai upaya mencari solusi dari permasalahan itu, peneliti mencoba memanfaatkan energi udara. Dalam hal ini dilakukan pemakaiaan Layar sebagai pengurangan pemakaian BBM. Studi penelitian ini, di lakukan pada kapal ikan tradisional tipe kranji. Kapal Kranji merupakan salah satu jenis kapal ikan tradisional yang berasal dari daerah Kranji, Kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dimensi layar yang optimum, serta perbandingan nilai ekonomi pemakaian layar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan teori Aerodinamika. Berdasarkan hasil analisa maka diperoleh luasan layar 62,8 m2, dan perhitungan untuk biaya operasional sebelum pemakaian layar selama 1 tahun sebesar Rp 167.232.000. Setelah kapal kranji menggunakan layar biaya operasional selama 1 tahun sebesar Rp 9.750.000.
Pengaruh Normalizing Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja A36 pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan Variasi 2 Waktu Pemanasan Muhammad Dikwan; Sarjito Jokosisworo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.484 KB)

Abstract

Proses perlakuan normalizing pada baja A36 jenis baja dengan karbon rendah yang digunakan dalam reparasi maupun konstruksi pembangunan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan struktur mikrografi pada sambungan las baja A36 setelah dilakukan pengelasan SMAW yang kemudian diberi perlakuan panas  normalizing pada suhu 880° dengan variasi 2 waktu penahanan selama 20 menit dan 40 menit. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan normalizing pada hasil pengelasan mempengaruhi kualitas sambungan ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baja A36 dengan perlakuan normalizing dengan waktu penahanan 20 menit memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 363,005 MPa, rata-rata regangan luluh sebesar 2,63%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 154,73 GPa. Serta memiliki harga impak lebih tinggi dari pemanasan 40 menit dengan rata-rata sebesar 1,595 J/mm². dan Baja A36 dengan diberi perlakuan normalizing dengan waktu penahanan 40 menit  memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 273,44 MPa, dengan rata-rata regangan lebih kecil dari waktu penahanan 20 menit yaitu sebesar 2,43%, tetapi memiliki rata-rata modulus elastisitas tertinggi sebesar 183,55 GPa. Serta memiliki harga impak dengan nilai rata-rata sebesar 1,56 J/mm². Sedangkan struktur mikrografi menunjukan fasa ferrite lebih dominan pada spesimen dengan perlakuan normalizing waktu penahanan 40 menit yang berarti memiliki kekuatan yang lebh rendah dibandingkan dengan waktu penahanan 20 menit. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja A36 dengan diberi perlakuan normalizing dengan waktu penahanan 20 menit  memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan  specimen yang diberi perlakuan normalizing dengan waktu penahanan 40 menit.
ANALISA HAMBATAN AKIBAT PENAMBAHAN STERN WEDGE PADA KRI TODAK MENGGUNAKAN METODE CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Alfian, Abi Dimas; Chrismianto, Deddy; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.051 KB)

Abstract

Sudut stern wedge memegang peranan penting dalam menentukan performa hidrodinamika kapal khususnya dalam hal hambatan. Hambatan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan sebuah kapal. Dalam membuat kapal perang dengan kriteria senyap diperlukan  stern wedge yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan stern wedge kapal perang terbaik yang mempunyai performa hidrodinamis optimal yaitu mendapatkan hambatan total yang paling kecil sehingga memenuhi kriteria sangat senyap.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD dari 16 model variasi stern wedge kapal perang didapatkan 7 model dengan hambatan total lebih kecil dari hambatan total model aslinya, pada Fn 0,22 yaitu model A , pada Fn 0,44 yaitu model A , pada Fn 0,55 yaitu model A dan B dan pada Fn 0,65 yaitu model A , model B dan model C. Kesimpulannya, dari 16 model tersebut didapatkan bentuk stern wedge terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model A.
Analisa Performance Propeller Tipe B-5 Series Pada Kapal Rumah Sakit Tipe Katamaran Dengan Variasi Nilai Blade Area Ratio (AE/AO) Dan Pitch Ratio (P/D) Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Didik Haryadi Santoso; Berlian Arswendo Adietya; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.65 KB)

Abstract

Kapal Katamaran adalah kapal yang memiliki center of gravity dan center of bouyancy yang cukup tinggi. Maka dari itu, kapal ini membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan getaran yang rendah. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan baling -  baling B-5 series berdiameter 2,01 m, dengan membedakan beberapa aspek yaitu Blade Area Ratio(Ae/Ao) dengan variasi 0.45 , 0.6 , 0.75, dan Pitch Ratio (P/D) dengan variasi 0.6 , 0.8 , 1. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum untuk kapal rumah sakit tipe katamaran dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari kesembilan model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B – 5 Series model 5 dengan blade area ratio 0,6 dan pitch ratio 0,8 dengan nilai thrust sebesar 52589 N, nilai torque 62877,3 Nm, rata-rata tekanan 59845,05 Pa, kecepatan rata - rata 18,55 m/s, bentuk aliran teratur, serta nilai effisiensi sebesar 0,756
STUDI PERANCANGAN SISTEM PENGGADINGAN KONSTRUKSI RUANG MUAT KAPAL SUPER CONTAINER 18.000 TEUS (MALACCA-MAX) Harahap, Amhar Wahyudi; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.347 KB)

Abstract

Malacca-Max adalah sebuah jenis kapal super container yang digagas oleh Marco Scholtens, dengan muatan 18.000 teus yang dirancang melalui selat malaka dengan sarat maksimal 21 m. Dalam membangun suatu konstruksi kapal, sistem penggadingan (framing system) adalah salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam  membangun  suatu  kapal. Persoalan utama dalam sistem penggadingan ialah membuat suatu konstruksi yang kokoh dan kuat dengan berat konstruksi yang seringan-ringannya. Secara khusus penelitian ini bertujuan merancang sistem penggadingan pada ruang muat kapal super container 18.000 teus (malacca-max), dimana model kontruksi dibuat dalam 2 rules (BKI dan ABS). Sistem scantling pada kedua model mengacu pada konstruksi midship section malacca-max yang sudah ada, Maersk Triple E Class. Hasil dari perancangan sistem penggadingannya, desain konstruksinya tidak jauh berbeda, perbedaannya terletak pada ukuran pelat dan profilnya saja. Untuk mengetahui desain sistem penggadingan pada kedua model cukup memenuhi dalam segi kekuatan struktur, maka kedua model dianalisa menggunakan software berbasis metode element hingga. Hasil analisa didapat nilai tegangan kedua model masih memenuhi, tidak melebihi batas nilai izin. Keunggulan dari model yang sudah dibuat, model BKI mempunyai nilai tegangan lebih kecil, sedangkan model ABS lebih efisien dalam penggunaan pelat dan profil. Kondisi terkritis pada kedua model terletak pada kondisi muatan penuh gelombang hogging trochoidal.