cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Modifikasi Kapal Ikan Tradisional Pukat Hela Menggunakan Variasi Dua Alat Tangkap Purse Seine Dan Gill Net Di Wilayah Perizinan Kota Tegal Prasetyo, Roni; Chrismianto, Deddy; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.459 KB)

Abstract

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia No 2 / PERMEN-KP / 2015 yang melarang penggunaan alat tangkap Pukat Hela ( Trawls ) mengakibatkan banyaknya kapal ikan jenis trawl khususnya cantrang yang tidak dapat beroprasi khususnya di PPP Tegalsari, Kota Tegal. Pergantian alat tangkap merupakan solusi yang tepat untuk permasalah tersebut. Akan tetapi perlu dilakukan pengujian terhadap kapal yang akan diganti alat tangkapnya guna memaksimalkan keselamatan, keefesienan, serta kelayakan kapal. Untuk keperluan tersebut, perlu diperhitungkan analisa stabilitas dan olah gerak kapal karena adanya perubahan alat tangkap maupun adanya perubahan tata letak bagian – bagian pada geladak utama. Alat tangkap purse seine dan gill nett merupakan alat tangkap yang sesuai untuk zona tangkap dan jenis ikan. Analisa stabilitas berdasarkan standar dari IMO (International Maritime Organization) menunjukkan hasil kapal setelah dilakukan modifikasi telah memenui kriteria dari IMO. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperlihatkan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal pada saat diam (V = 0 knot) dan pada saat kecepatan penuh (V = 8 knots) ditinjau dari berbagai sudut masuk gelombang. Kriteria yang digunakan adalah Tello 2009. Simpangan paling besar saat heaving pada sudut 180 derajat sebesar 0.769 m, rolling pada saat sudut 90 derajat sebesar 9.44 derajat, dan saat pitching pada sudut 0 derajat sebesar 4.53 derajat. Sementara itu untuk analisa slamming dan deck wetness kapal memenuhi kriteria karena tidak ada yang melebihi dari nilai 0.1 dan 0.05.
ANALISA ESTIMASI TINGKAT KEBISINGAN DI KAMAR MESIN DAN RUANG AKOMODASI PADA KAPAL RISET DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Odio Setyawan; Ahmad Fauzan Zakki; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.197 KB)

Abstract

Budaya kerja di Indonesia kebanyakan masih kurang memperhatikan terhadap kesehatan dalam bekerja. Hal ini semakin diperparah dengan minimnya perlindungan terhadap pekerja baik itu dari pemerintah maupun dari pemilik kapal. Selain itu kesadaran para pekerja terhadap kesehatannya ketika bekerja juga masih rendah, hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya pekerja yang tidak menggunakan pelindung telinga (ear plug) ketika memasuki ruangan yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi seperti kamar mesin. Penelitian ini dibutuhkan agar kita dapat meminimalisir tingkat kebisingan kapal melalui karakteristik kebisigan itu sendiri,karena tingkat kebisingan yang berlebihan akan memberikan dampak negatif yang sangat berbahaya dalam banyak hal, yaitu dampak dari segi kesehatan, psikologis dan segi teknisnya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai estimasi kebisingan di kamar mesin dan ruang akomodasi pada Kapal Riset Dengan Penggerak Motor Listrik sesuai dengan standart ”Code on Noise Levels on Board Ships” yang merupakan resolusi No. A.468 (XII) dari International Maritime Organization (IMO). Perhitungan estimasi kebisingan ini menggunakan software simulasi tingkat kebisingan yaitu ACTRAN VI dengan metode Statistical Energy Analysis. Pada studi ini menganalisa tiap ruangan dari jenis kebisingan berdasarkan mekanisme penyebaran dan perambatan energi bunyi yaitu Air-borne Noise berdasarkan output dari kontur yang di hasilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada Kapal Riset dengan Penggerak Motor Listrik telah memenuhi  standart ”Code on Noise Levels on Board Ships” yang merupakan resolusi No. A.468 (XII) dari International Maritime Organization (IMO).
Analisa Kekuatan Fatigue Solid Floor Dengan Variasi Lightening Hole Pada Kapal Perintis 1200 GT Putra, Alfri Rakanda
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses desain sangat berpengaruh terhadap sebuah struktur. Dalam dunia perkapalan, suatu desain haruslah kuat, ringan serta dapat mencapai umur yag diinginkan. Salah satu konstruksi kapal yaitu double bottom. Dalam konstruksi double bottom terdapat solid floor dimana dalam konstruksi solid floor terdapat lubang yang biasa disebut lightening hole. Penggunaan lightening hole ini berfungsi untuk memperingan konstruksi juga untuk lewat orang pada waktu pemeriksaan. Dalam penelitian ini analisa berfokus terhadap solid floor dengan variasi penambahan lightening hole dan penambahan facebar untuk mengetahui . Dalam permodelan dan analisa penelitian ini menggunakan software berbasis elemen hingga  untuk mengetahui letak titik paling rawan terjadinya kelelahan, mengetahui hotspot stress dan perkiraan umur dari solid floor akibat dari perubahan geometri lightening hole, mencari nilai safety factor dari variasi lightening hole dan mencari berat yang terbuang dari penambahan lightening hole.Penelitian ini dapat diambil model yang terbaik yaitu model 2 atau model dengan penambahan lightening hole dengan tegangan terbesar yaitu 100,57 MPa dan perkiraan umur 28 tahun. Model ini dibilang terbaik dikarenakan model tersebut mampu mengurangi berat dari model dan nilai dari safety factor yang memenuhi kriteria yaitu harus selalu lebih besar dari satu yaitu dalam model ini sebesar 2,70 menurut pendekatan goodman dan 3,97 menurut kriteria bahan.
ANALISA TEKNIS PERBANDINGAN KEKUATAN BUTT JOINT FRICTION STIR WELDING 1200 RPM DENGAN MIG (METAL INERT GAS) PADA ALUMINIUM ALLOY 5083 Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.783 KB)

Abstract

Kekuatan dari sambungan material aluminium dapat menghasilkan nilai yang berbeda dengan perbedaan metode pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik pada metode pengelasan Friction Stir Welding dengan Metal Inert Gas yang diterapkan pada plat Aluminium.Plat Aluminium yang sering digunakan adalah material Aluminium jenis 5083.Pengujian yang dilakukan adalah uji tarik dengan menggunakan standart ASTM E8-M.Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan kekuatan tarik rata-rata metode pengelasan Metal Inert Gas adalah 111,05 MPA sementara hasil kekuatan tarik dari metode pengelasan Friction Stir Welding adalah 26,24 MPA.Pada penelitian kali ini juga dilakukan analisis menggunakan software Ansys Dyna untuk mengetahui besaran tegangannya.
Pengaruh Sudut Masuk Pada Kapal Perintis 750 Dwt Terhadap Resistance Kapal Dengan Penambahan Anti-Slamming Bulbous Bow Tipe Delta (Δ – Type) Zippo Benediktus Sijabat; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.169 KB)

Abstract

Haluan kapal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai hambatan. Kapal yang memiliki bentuk haluan yang baik dapat memberikan efisiensi terhadap hambatan sehingga operasional kapal dapat lebih baik dan efisien. Berbagai macam penelitian yang dilakukan untuk dapat mengurangi nilai hambatan kapal dengan cara memodifikasi bentuk haluan kapal.Pada penelitian ini dilakuan variasi bentuk haluan dengan penambahan Anti-slaming bulbousbow tipe delta(Δ – Type).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar perubahan hambatan kapal dengan posisi haluan berada pada beberapa variasi sudut penyimpangan tersebut dan membandingkan nilai hambatan pada beberapa sudut penyimpangan haluan antara lines plan asli dengan lines plan modifikasi. Perhitungan hambatan kapal pada sudut penyimpangan haluan pada posisi setiap 3°,diperoleh dari hasil software CFD.Sudut yang digunakan yaitu 16.72 o, 19.72 o ,22.72 o, 25.72 o,28.72 o.Kemudian tinggi anti-slaming yang digunakan adalah 0.58 , 0.725 dan ,0.87 . Analisa perhitungan hambatan kapal Perintis 750 Dwt dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan  menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,2568; Fn = 0,2782; Fn = 0,2996; Fn = 0,3210; Fn = 0,3424; Fn = 0,3638).Hasilnya,nilai hambatan terkecil terdapat pada model bulbous bow anti-slaming 0.58 dengan sudut 19.72 osebesar 7,73% dari kapal tanpa menggunakan anti-slaming bulbous bow.
ANALISA KEKUATAN VARIASI SISTEM KONSTRUKSI TRANSVERSE WATERTIGHT BULKHEAD PADA MULTI-PURPOSE CARGO / CONTAINER VESSEL 12000 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Josua Parulian Parulian Sinaga; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 3 (2015): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.838 KB)

Abstract

Konstruksi struktur transverse watertight bulkhead adalah salah satu struktur yang sangat penting dikarenakan konstruksi ini harus mampu untuk menahan beban jika terjadi kemasukan air pada ruang muat. Beban yang diskenariokan pada variasi sistem konstruksi transverse watertight bulkhead meliputi beban muatan homogen yaitu ore iron pada saat kapal kemasukan air (flooding) sebesar 146,27 kN, beban ballast water tank sebesar 7,53 kN, beban wing water tank sebesar 40,62 kN, beban ekternal tekanan air laut sebesar 79,36 kNPenelitian menganalisa struktur transverse watertight bulkhead dengan variasi sistem konstruksi dengan membandingkan jenis corrugated, stiffener berprofil “TEE Section”, stiffener berprofil “Half Bulp” dan stiffener berprofil “TEE Section dan Angel Bar” dengan ketentuan dari rules Biro Klasifikasi Indonesia. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan akan dilakukan strength analysis. Berdasarkan hasil analisa didapatkan hasil tegangan von mises maksimum pada corrugated sebesar 139 N/mm2 pada node 64928, stiffener berprofil “TEE Section” sebesar 165 N/mm2 pada node 74297, stiffener berprofil “Half Bulp” sebesar 250 N/mm2 pada node 79200 dan stiffener berprofil “TEE Section dan Angel Bar” sebesar 236 N/mm2 pada node 74297. Hasil analisa yang didapatkan kemudian divalidasi dengan perhitungan strength criteria berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 180 N/mm2, Dan standar faktor keamanan yang ditentukan Biro Klasifikasi Indonesia yaitu harus lebih dari 1 (satu).
Analisa Perbandingan Kekuatan Pengelasan MIG dan TIG Pada Alumunium 5083 Dengan Pengujian Tarik, Impak, dan Mikrografi Deri Syabandi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 5083 merupakan logam paduan yang banyak digunakan dalam bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) merupakan jenis pengelasan yang digunakan karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pengelasan yang lain. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi . Pada aluminium 5083 dilakukan pengelasan TIG dan MIG dengan sambungan double v-butt joint 60°. Hasil penelitian menunjukkan faktor jenis las berpengaruh terhadap kualitas pengelasan dilihat dari grafik kekuatannya. Pengelasan TIG mendapatkan nilai tertinggi sebesar 47,14 MPa untuk kekuatan tarik dan 27.14% untuk regangan rata-rata. Kekuatan impak terbesar dari pengelasan MIG dengan sebesar 0,27 J/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu pengelasan MIG untuk kekuatan tarik dan regangan. Kekuatan impak terendah dari pengelasan TIG . Perubahan struktur mikro sambungan las TIG lebih baik dibandingkan dengan MIG, karena strukturya lebih menyatu dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan hasil pengelasan rata-rata MIG lebih baik dibandingkan TIG.
Analisa Perbandingan Penggunaan Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fin Pada Propeller Tipe B-Series Dengan Variasi Diameter Fin Menggunakan Metode CFD Alfian Tri Eka Kurniawan; Deddy Chrismianto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.534 KB)

Abstract

Pengurangan konsumsi bahan bakar bisa di lakukan dengan cara menambah instalansi alat pada propeller atau yang biasa disebut desain ESD yang telah di kembangkan yaitu Propeller Boss Cap Fins (PBCF) yang dapat mengoptimalkan dan efektif pada kapal hingga meningkatkan gaya thrust kapal sampai beberapa persen. Dengan adanya penambahan Propeller Boss Cap Fins  disini penulis ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD) terhadap gaya dorong (thrust) yang dihasilkan dari kedua propeller type B-Series  , sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD, kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai torque yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari kedelapan variasi model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B-3 Series pada Model 4 Scheme A (0,20D) putaran 130 RPM dengan nilai thrust sebesar 740285 KN, Nilai torque terendah dihasilkan pada model 9 Scheme B (0,25D) dengan nilai 464642Nm, dan nilai perbandingan thrust dan torque tersebut  di dapatkan dari model dengan parameter analysis dimensi yang sama dan Putaran yang sama. Dan mendaptkan Nilai efisiensi tertinggi diperoleh pada model 7 Scheme B (0,20D) yaitu sebesar 0,526369.
STUDI PERANCANGAN KAPAL PEMBERSIH GULMA AIR DENGAN SISTEM CONVEYOR DI KAWASAN OBYEK WISATA WADUK CENGKLIK DI KABUPATEN BOYOLALI Sugeng Pardiana; Untung Budiarto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cengklik Reservoir is one of the tourism in Boyolali, a reduced role for the growth of water hyacinth. The large number of water hyacinth cause sedimentation, decreased water quality, and heavy metal content contained in the sediment at the bottom of the reservoir. To mitigate the existing problems, sparked an idea of this study is to optimize the potential of the tourism area Cengklik Reservoir. This optimization process begins with cleaning regularly water hyacinth by using cleaning ship water weed with rotating conveyor system that instantly fit in the hatch ship. This is one of the breakthrough tool to reduce populations of water hyacinth (weeds) in Indonesia. This thesis discuss about ship design for optimal cleaning tourism area Cengklik Reservoir. This design will determine how the design of hydrostatic, resistance vessels, stability, and if the ship motion. The initial design of the cleaning vessel starts from the determination of the design parameters and constraints in accordance with vessel operations. The design of the boat using the method of comparison with the design using software Delftship, further process optimization to determine the optimal size of the main vessel. From the results of the calculation process, the main measure of optimal vessel obtained as follows: LOA = 13.30 m, LWL = 12.813 m, B = 4.00 m, H = 1.64 m, T = 0.90 m, engine power = 115 Hp, Vs = 8 knots.
STUDI PERANCANGAN KAPAL POSYANDU KATAMARAN DI WILAYAH PERAIRAN NUSA TENGGARA TIMUR ( NTT ) Wulan Pinkan; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.139 KB)

Abstract

Tingkat kematian ibu dan bayi di Provinsi NTT yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia merupakan pertimbangan utama dalam perancangan Kapal Posyandu. Perancangan kapal ini memberikan inovasi dalam pelayanan kesehatan terpadu yang lebih efisien dan efektif di wilayah dengan tingkat kesehatan rendah disertai fasilitas kesehatan yang kurang memadai serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih jauh mengenal dunia kemaritiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kapal Posyandu tipe katamaran senyaman mungkin dan memiliki fasilitas yang lengkap serta sesuai diaplikasikan untuk wilayah perairan pesisir Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah desain yaitu perhitungan dimensi utama, pembuatan rencana garis, perencanaan umum, hidrostatik, analisis stabilitas kapal juga olah gerak kapal. Dan peralatan pendukung kapal, pemilihan mesin utama menurut perhitungan tenaga mesin yang dibutuhkan dari resistensi yang dialami oleh kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan dan solver untuk mendapatkan ukuran utama kapal yang optimal, pemodelan dan analisa karakteristik kapal menggunakan software berbasis CAD dan software analisis. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LOA : 14,00 m, LWL : 13,70 m, BOA : 5,00 m, H : 1,60 m, T : 0,9 m, Vs : 20 knot, dengan displacement 24,07 ton dan Cb = 0,6. Kapal posyandu tipe kamaran dirancang berbahan dasar aluminium. Dari analisa didapatkan performa kapal yang stabil dalam 8 kondisi muatan namun dalam hal olah gerak kapal kurang efektif saat kapal berlayar pada kecepatan maksimum 20 knot di gelombang setinggi 1,5 meter.