cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Las dan Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Sambungan Las TIG (Tungsten Inert Gas) Pada Aluminium 6061 Pranajaya, Wisnu; Santosa, Ari Wibawa Budi; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.831 KB)

Abstract

Aluminium 6061 merupakan logam paduan yang banyak digunakan dalam berbagai bidang industrisebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar sambungan las aluminium yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam penyambungan aluminium karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, dan mikrografipada aluminium 6061, setelah pengelasan TIG dengan menggunakan jenis sambungan  v-butt joint dan doublev-butt joint 60° dengan variasi arus listrik sebesar 140, 160, 180 A. Metode penelitian ini melakukan pengujian tarik dan mikrografi sesuai dengan standar ASTM E8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan dari pengelasan TIG memiliki kekuatan tarik rata-rata makismumsebesar 156.55 MPa dengan regangan sebesar 24,29% pada kampuh X dengan kuat arus 160A, dan memiliki kekuatan tarik rata – rata maksimum sebesar 144.00 MPa dengan regangan 28.58 % pada kampuh V dengan kuat arus 160 A. Dapat disimpulkan bahwa Kampuh X lebih baik dibandingkan kampuh V dan pada variasi arus listrik, 160 A merupakan kuat arus terbaik yang mampu menghasilkan penetrasi maksimum pada Aluminium 6061. Nilai kekuatan tarik yang dihasilkan pada pengujian baik dari pengelasan TIG maupun MIG semuanya dibawah standar BKI ( ≥ 160 MPa).
Variasi Jumlah Lubang Outlet Mixer Converter Kit Untuk Mencari Torsi Maksimum Pada Mesin 6.5 PK Menggunakan Bahan Bakar LPG Yudha Adhitiya Wardhana; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.562 KB)

Abstract

Emisi gas buang bahan bakar cair lebih tinggi dari bahan bakar gas yang bisabmengakibatkan pemanasan global, salah satu dampaknya adalah perubahan iklim seperti yang terasa saat ini. Cadangan gas bumi di Indonesia memungkinkan Indonesia menjadi penghasil energi gas terbesar di dunia apabila dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik sebagai bahan bakar yang memenuhi dengan adanya konverter bagi nelayan. Nelayan mampu untuk menjalankan kapal dengan gas dikarenakan gas amatlah murah harganya dan mudah didapat.Penambahan alat bantu berupa Mixerconverter kit pada mesinlongtailYamaha MZ200 dengan memberikan 3 variasi dari 4,6 dan 8lubang outlet pada mixer dapat menghasilkan performa mesin dan nilai konsumsi BBG yang berbeda. Adapun keunggulan dari Variasi mixer yaitu dapat menyesuaikan kebutuhan dari nelayan untuk mengutamakan efisiensi biaya dan mengesampingkan tenaga yang di hasilkan oleh mesin atau Lebih mengutamakan efisiensi tenaga yang di hasilkan oleh mesin dan mengesampingkan efisiensi biaya.Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa variasi lubang mixer yang memiliki 8 lubang outlet mampu menghasilkan kecepatan (4,75Knot) pada Rpm 3200. Untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik, maka dapat menggunakan variasi mixer dengan 4,6 dan 8 lubang outlet pada Rpm 2300 karena menghasilkan kecepatan optimal dengan konsumsi bahan bakar yang rendah.
Analisa Perbandingan Desain Konstruksi Kapal Bulk Carrier di Perairan North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways Dengan Menggunakan Regulasi BKI Siregar, Frima Daim; Zakki, Ahmad Fauzan; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1654.143 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, regulasi BKI merujuk kepada kondisi perairan Samudra Atlantik Utara, maka dibutuhkan regulasi yang tepat pada kondisi perairan Indonesia yang rata-rata tinggi gelombangnya lebih kecil dibandingkan Samudera Atlantik Utara. Data-data kapal Bulk Carrier meliputi Lines Plan, General Arragement kapal dan data perairan Indonesia dikumpulkan. Tujuannya adalah mencari nilai tegangan maksimum pada kapal di setiap gelombang yaitu di North Atlantic Waterways dan Indonesian Waterways pada variasi kondisi gelombang flat, sagging dan hogging dari kapal Bulk Carier 9000 T. Pemodelan menggunakan software Msc Patran dilanjutkan perhitungan variasi momen dengan software Hydromax, model dianalisa menggunakan Msc Nastran. Software ini dianggap memenuhi kriteria hasil yang mendekati dengan perhitungan dan model aslinya. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tegangan yang dihasilkan oleh kapal Bulk Carrier dan mendapatkan model rekomendasi untuk perairan Indonesia. Hasil analisa didapat tegangan sebesar: Kondisi shagging pada North Atlantic Waterways adalah 34,5Mpa, kondisi kondisi shagging pada Indonesian Waterways adalah 20 Mpa, pada kondisi flat adalah 10,8 Mpa, pada kondisi hogging di North Atlantic Waterways adalah 46,5 Mpa, , kondisi hogging pada Indonesian Waterways adalah 22,2 Mpa. Didapatkan hasil memenuhi dengan batas maksimum tegangan atau Safety Factor yang diperbolehkan oleh BKI yakni tidak boleh lebih dari 1,75  x 108 Pa.
ANALISA HAMBATAN ANGIN DAN STABILITAS KAPAL SUPER CONTAINER 18.000 TEUS (MALACCA-MAX) Aziz Abdurohman; Andi Trimulyono; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.589 KB)

Abstract

Angin dapat meniup kapal dari segala arah dan kadang-kadang dapat mempengaruhi lintasan yang direncanakan kapal, khususnya pada kecepatan rendah. Penelitian ini dibuat lima macam desain bentuk penyusunan peti kemas kemudian dianalisa hambatan udara dari 0°- 180° dengan rentan 45° seperti pengetesan pada terowongan angin serta analisa stabilitas. Perbedaan bentuk penyusunan dan jumlah peti kemas yang dimuat mengindikasikan perubahan besar hambatan angin serta stabilitas yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa efek masing-masing model terhadap hambatan udara dan stabilitas sehingga dapat diketahui model dengan efisiensi paling optimal dengan bantuan paket program Computer Aided Design (CAD), Computational Fluid Dynamics (CFD) dan Maxsurf Hydromax. Dalam analisa yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX menunjukkan dari masing-masing model yang di analisa, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai hambatan yang dihasilkan. Kemudian penganalisaan yang dilakukan menggunakan software Maxsurf Hydromax untuk menunjukan stabilitas dari masing-masing model akibat pemvariasian jumlah muatan peti kemas. Dari kelima variasi model tersebut, terlihat nilai hambatan terendah terjadi pada model empat dengan muatan 15744 TEUS for-side streamlined yaitu coeffisien drag sebesar 1.17, coeffisien lift sebesar 0.68, dan coeffisien yaw moment sebesar 0.07 terjadi efisiensi sebesar 30.78% untuk coeffisien drag, 29.92% untuk coeffisien lift, dan 40.74% untuk coeffisien yaw moment dari model satu dengan muatan 100% non streamlined. Sedangkan stabilitas paling baik didapat pada model empat dengan muatan 15744 TEUS for-side streamlined yaitu periode oleng sebesar 11.68 detik dan nilai GZ maksimal sebesar 5.25 meter terjadi peningkatan nilai GZ sebesar 15.74% dari model satu.
Analisa Kekuatan Struktur Gravity Davit pada Kapal Perintis 1200 GT dengan Metode Elemen Hingga Arif Wahyudin; Hartono Yudho; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Davit berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan sekoci penolong diatas kapal. Davit sering tidak dimaksimalkan dalam perencanaan pengadaan maupun penggunaanya sehingga kurang optimal dari segi kemampuan topangnya. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan topang maksimal dari struktur davit pada kapal perintis 1200 GT dengan menggunakan variasi beban kapasitas sekoci. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tegangan yang terjadi pada struktur davit dengan pembebanan sekoci bermuatan penuh selanjutnya modeling dan analisa menggunakan Msc. Patran dan Msc. Nastran. Msc. Nastran dapat memberikan keluaran berupa default fringe atau tegangan ultimate dan default deformation yang terjadi pada struktur dewi-dewi dari efek pembebanan. Hasil dari analisa menunjukan bahwasanya struktur davit pada kapal perintis 1200 GT mampu untuk menopang sekoci bermuatan penuh kapasitas kurang dari atau sama dengan 85 orang dengan nilai tegangan sebesar 56,5 N/mm2 serta nilai safety factornya sebesar 4,16 pada kriteria bahan dan 2,66 pada tegangan ijin maksimum, sesuai dengan standar BKI dan standar NCVS yang mengharuskan davit mampu menahan 2,2 kali beban kerja pada uji beban statis.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Laminasi Dari Kombinsi Bambu Apus Dan Kayu Meranti Sebagai Material Alternatif Pembuatan Komponen Kapal Kayu Permana, M Saptahadi; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.414 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi balok laminasi untuk menjadi bahan alternatif pembuatan kapal kayu pada industri perkapalan. Dalam penelitian ini, balok laminasi dibuat dari kombinasi  bambu apus dan kayu meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik sejajar, kuat tekan tegak lurus, pengaruh variasi, kelas kuat kayu berdasarkan peraturan BKI dan biaya pembuatan balok laminasi dengan variasi persentase bahan (70% kayu 30% bambu, 60% kayu 40% bambu, 50% kayu 50% bambu, 40% kayu 60% bambu, 30% kayu 70% bambu). Penelitian ini mengunakan standar SNI 03-3399-1994 untuk uji tarik dan SNI 03-3960-1995 untuk uji tekan. Hasil dari penelitian laminasi bambu apus dan kayu meranti dengan kadar air 10-14 % dan berat jenis 0,73-0,88 gr/cm3, memiliki nilai rata-rata kuat tarik sejajar sebesar 92,43-127,43 MPa dan nilai rata-rata kuat tekan tegak lurus sebesar 41,64-41,99 MPa. Variasi dengan persentase bahan mempengaruhi nilai kuat tarik, namun tidak pada nilai kuat tekan. Berdasarkan peraturan kapal kayu BKI menunjukkan bahwa laminasi bambu apus dan kayu meranti dapat dikategorikan Kelas Kuat II dan dapat dijadikan material alternatif pembuatan kapal kayu. Berdasarkan analisa ekonomi, variasi paling optimal adalah K30B70, dengan peningkatan 22,49% dari harga kayu meranti dan 34,93% dari harga bambu apus.
PERANCANGAN KAPAL WISATA KAPASITAS 30 PENUMPANG SEBAGAI PENUNJANG PARIWISATA DI KEPULAUAN SERIBU Chandra Ahmad Venzias; Samuel Samuel; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.798 KB)

Abstract

Kepualauan Seribu merupakan salah satu tempat wisata bahari yang menonjol di Indonesia belahan Barat, dimana hamparan laut dan ratusan pulau disana sangat mempesona, banyak wisatawan Indonesia maupun wisatawan asing ingin merasakan dampak dari kecantikan wilayah tersebut. Untuk menikmati dan sebagai sarana transportasi didaerah tersebut maka diperlukan adanya kapal penunjang yang sesuai dengan perairan di Kepulauan Seribu.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran kapal wisata berkapasitas 30 penumpang yang memiliki kecepatan, hambatan, serta stabilitas yang lebih baik dengan menggunakan metode perbandingan (Comparison method). Hasil dari metode perbandingan tersebut didapatkan ukuran LOA : 13 m, B : 4 m, T : 0,6 m, H : 1,4 m dan Cb : 0,63. Hasil perhitungan hidrostatik, kapal pariwisata di objek wisata Kepulauan Seribu mempunyai displacement = 12,52 ton, Cb = 0,63, LCB = 5,74 m. Hasil analisa stabilitas (Ship Stability) menunjukkan bahwa kapal memiliki nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VIII diikuti pada kondisi V. Dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi VIII yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak.Sedangkan nilai MG terkecil terjadi pada kondisi II dan III yang menyebabkan kapal memiliki waktu paling lambat untuk kembali ke posisi tegak dibandingkan pada kondisi lain. Kapal ini menggunakan satu mesin outboard dengan daya yang dihasilkan sebesar 150 HP. Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 28,87 KN pada Vmax 15 knot. Dari segi Profil construction telah memenuhi standar kelas BKI tentang aturan konstuksi kapal kayu.
Analisa Efisiensi Propeller Tipe Kaplan Series Pada Kapal Tug Boat dengan Variasi Blade Area Ratio, Jumlah Daun dan Pitch Ratio Menggunakan CFD Harno, Harno; Manik, Parlindungan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian dari sistem propulsi adalah alat penggerak (propeller), pemilihan alat penggerak yang baik akan mempengaruhi gaya dorong kapal. Salah satu cara pemilihan alat penggerak kapal adalah pemilihan tipe propeller maupun memberikan variasi baru pada propeller untuk menghasilkan gaya dorong yang maksimal. Kaplan series adalah salah satu jenis daun propeller yang paling banyak digunakan pada tugboat karena fungsinya untuk menghasilkan tenaga yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai thrust yang optimum, torque terendah dan efisiensi dari variasi propeller TB Pelabuhan Paket II 2X1850 HP. Variasi yang dilakukan adalah penambahan jumlah daun menjadi 5, 6, 7 daun. Memperkecil blade area ratio menjadi 0,5 dan 0,6 serta mengurangi pitch ratio menjadi 0,6 dan 0,7. Model disimulasikan menngunakan metode computational fluid dynamic pada software Ansys CFX. Hasil penelitian ini menunjukan propeller K6 60 Series pitch ratio 0,7  memiliki nilai thrust terbesar yaitu 333797 N, propeller K4 60 Series pitch ratio 0,6 mempunyai nilai torque terendah yaitu sebesar 61986,4 Nm. Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh propeller K4 60 Series pitch ratio 0,6  yaitu sebesar 0,8727. Penambahan kort nozzle pada propeller yang memiliki thrust tertinggi mampu meningkatkan nilai thrust sebesar 810424 N  dan efisiensi sebesar 0,8178  dibanding propeller yang tidak menggunakan kort nozzle.
PENGEMBANGAN DERMAGA PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MORO DEMAK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS KAPAL Muhammad Etandiv Bismuttantya; Ari Wibawa Budi Santosa; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.146 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengembangan dermaga pelabuhan pantai Moro Demak untuk mengembangkan dermaga, guna meningkatkan klasifikasi pelabuhan dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak telah diberi bantuan kapal dari Pemerintah pusat yaitu kapal INKAMINA tetapi kapal tersebut tidak bisa bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Moro Demak. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu pencarian data dilapangan, perhitungan dermaga dan perancangan pelabuhan perikanan serta menghitung tatanan tambat dengan ukuran kapal terbesar yang akan di kembangkan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk pengembangan dermaga dilakukan hasil perhitungan lebar, panjang dan kedalaman alur. Hasil perhitungan pengembangan dermaga pelabuhan perikanan pantai moro demak yaitu kedalaman baru 2,5 meter, lebar alur pelayaran 41 m serta kolam pelabuhan 2042 m2. Kesimpulannya dengan ukuran dermaga baru sekarang pelabuhan perikanan pantai moro demak sudah mampu menampung kapal INKAMINA yang diterima dari Pemerintah pusat dan bisa memaksimalkan kinerja kapal INKAMINA serta dapat menampung kapal ukuran yang lebih besar dari pada sebelumnya maksimal ukuran 30GT.
Analisa Olah Gerak Ponton Berbentuk Silinder Akibat Pengaruh Beban pada Pengaruh Gelombang Regular dengan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Azniatu Fihliya; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.192 KB)

Abstract

Luas perairan yang sangat luas di Indonesia menjadikan potensi ekonomi kelautan dan ekonomi maritime yang sangat potensial. Dengan wilayah geografis yang sebagian besar perairan. Maka dibutuhkan perkembangan penelitian  teknologi untuk pengembangan wilayah maritim. Pengujian terhadap kapal atau benda apung lainnya memliki banyak cara seperti, pengujian dengan menggunakan model dengan media Towing Tank,perhitungan Numerical menggunakan  Software, maupun pengujian dengan menggunakan perhitungan manual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai olah gerak ponton berbentuk silinder,dan untuk mengetahui perbedaan nilai olahgerak dengan metode software  analisis Computational Fluid Dynamic (CFD) dan Towink Tank. Dalam penelitian ini metode yang dipakai dengan simulasi pada CFD dengan karakteristik software berupa analisa olah gerak (Seakeeping) dengan variasi voltase gelombang, sarat dan muatan. Nilai Heaving tertinggi pada ponton muatan pasir dengan tinggi muatan 0,2 H, pada gelombang 4 yang memiliki amplitudo gelombang sebesar 1,95 cm, dengan nilai Heaving sebesar 4,935 cm. Untuk nilai Pitching tertinggi diperoleh pada ponton dengan muatan air pada sarat muatan 0,5 H, Gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 cm, dengan nilai 31,776◦. Nilai Rolling tertinggi diperoleh pada ponton muatan air dengan tinggi 0,2 H, pada Gelombang 4 dengan amplitudo 1,95 dengan nilai 0,038◦. Persenan perbandingan rata-rat pengujian Towing Tank dan CFD antara Pitching dan Rolling Hampir sama yaitu nilai presentase pitching 31,726% dan untu Heaving sebesar 36,454%, tetapi pada presentase Rolling memiliki perbedaan yang significant, dikarenakan perbedaan kondisi percobaan dilapangan dan dianalisa software.