cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Kekuatan Coupling pada Kapal Inspeksi Perikanan SKIPI Kelas ORCA menggunakan Metode Elemen Hingga M. Harris Nubly; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.056 KB)

Abstract

Kopling adalah salah satu elemen permesinan yang merupakan hal penting sebagai komponen penggerak kapal. Kopling sendiri berfungsi sebagai penerus daya (torsi) dari mesin induk atau kotak gir ke poros baling-baling. Kopling kaku (flens) merupakan salah satu jenis kopling yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dipermesinan kapal. Kelemahan dari kopling kaku yaitu tidak mengizinkan sedikitpun ketidaklurusan antara kopling dan ujung poros, serta tidak dapat mengurangi tumbukan transmisi. [[i]] Puntiran yang dikeluarkan oleh mesin utama dapat meyebabkan kegagalan atau kerusakan pada kopling, terutama pada pasak dan baut. Kerusakan pada kopling merupakan masalah besar karena mesin induk tidak dapat lagi meneruskan daya (torsi) ke baling-baling sehingga kapal tidak dapat berlayar. Oleh karena itu dibutuhkan analisis kekuatan untuk mengetahui pemilihan material yang baik pada kopling dan komponen-komponen nya. Menurut hasil analisis, tegangan maksimum yang didapat ketika mesin dalam keadaan MCR yaitu sebesar 1796.84 N/mm2 yang terletak pada elemen alur pasak. Sementara tegangan yang didapat ketika mesin dalam keadaan NCR 75% sebesar 538.7 N/mm2. Oleh karena itu material pada poros yang merupakan bagian alur pasak disarankan menggunakan Stainless Steel UNS 41600 yang mempunyai kekuatan luluh sebesar 1050 N/mm2.  
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN KAYU LABAN (VITEX PINNATA L.) PADA KONSTRUKSI GADING KAPAL TRADISIONAL Egi Juniawan; Ari Wibawa Budi Santosa; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.51 KB)

Abstract

 Pembuatan suatu kapal berkonstruksi kayu kebanyakan dibangun oleh pengrajin kapal di galangan tradisional. Keahlian ini didapat dari warisan turun temurun termasuk dalam hal proses penyambungan kayu, konstruksi kapal maupun spesifikasi teknis, sehingga dari segi kekuatan konstruksi tidak diketahui pasti tingkat pemenuhan persyaratan. Material yang digunakan adalah kayu berjenis Laban (Vitex Pinnata L.) di umpamakan sebagai gading kapal pada kapal tradisional, untuk memulai penelitian terlebih dahulu harus mendapatkan syarat kapal kayu dengan mengacu BKI Kapal Kayu 1996. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian kadar air, kerapatan, uji tekan, uji tarik dan uji lentur untuk uji lentur dilakukan dengan pembebanan 1 titik atau terpusat dengan variasi sambungan diantaranya plain scraf, hook scraf dan key scraf.  Berdasarkan hasil pengujian bambu memiliki kadar air rata-rata 11,05% , kerapatan rata-rata 0,55 gr/cm3, kuat tarik sejajar rata-rata 90,91 MPa,dan kuat tekan sejajar serat  rata-rata 7,30 MPA. Uji kuat lentur sambungan Plain Scraf MOE rata-rata 5014,62 Mpa dan MOR rata-rata 28,00 MPa, Uji kuat lentur sambungan Hook Scraf MOE rata-rata 7190,30 Mpa dan MOR rata-rata 32,20 MPa, Uji kuat lentur sambungan Key Scraf MOE rata-rata 7495,19 Mpa dan MOR rata-rata 22,20 MPa, Uji kuat lentur kayu kontrol MOE rata-rata 14058,30 Mpa dan MOR rata-rata 79,80 MPa.
Analisa Pengaruh Variasi Sudut Skeg Terhadap Hambatan dan Nilai Wake pada Kapal Ikan KM. Mino Tambah Barokah dengan Metode CFD Rozhian Adyatama
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa kapal ikan KM. Mino Tambah Barokah ini berdasar pada perubahan skeg yang divariasi sudutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dan nilai wake kapal Ikan KM. Mino Tambah Barokah yang  merupakan kapal perikanan yang beroperasi di perairan laut jawa bagian utara. Penambahan skeg merupakan modifikasi yang diberikan pada bagian buritan kapal yang bertujuan  untuk menjaga stabilitas kapal saat kapal melaju pada kecepatan penuh dan membantu fluida mengalir lebih halus melewati hull dan propeller. Selain hal diatas skeg juga berfungsi untuk menambah support poros menjadi lebih rigid dan tidak akan bengkok saat berputar pada putaran tinggi. Perhitungan dan analisa dilakukan pada variasi skeg  pada bagian buritan dan haluan terhadap hambatan dan nilai Wake menggunakan software berbasis CFD. Berdasarkan dari perhitungan dan  analisa  semua variasi sudut skeg, diperoleh hasil hambatan dan nilai wake yang berbeda namun tidak berubah secara signifikan. Variasi sudut skeg pada dengan derajat kemiringan 10° keluar (tampak belakang) tanpa bilgekeel mempunyai hambatan paling rendah sebesar 9,508 N, memiliki kecepatan advanced paling tinggi sebesar 0,462 m/s, dan memiliki nilai wake paling kecil yaitu 0,383 .
ANALISA PERBANDINGAN KEKUATAN SAMBUNGAN LAS MATERIAL ALUMINIUM 5083 TERHADAP PENGELASAN FRICTION STIR WELDING 1000 RPM DENGAN METAL INERT GAS Jaya Permana; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.14 KB)

Abstract

Perbedaan cara pengelasan dari sambungan material aluminium dapat menghasilkan kekuatan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kekuatan tarik dari sambungan pelat aluminium yang di hasilkan dengan cara pengelasan friction stir welding (FSW) dan metal inert gas (MIG). Penelitian ini menggunakan pelat alumunium yang biasa di gunakan pada pelat kapal alumunium yaitu material aluminium jenis 5083. Pengujian di lakukan uji tarik dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b dengan titik berat perbedaan pada 1000 RPM untuk metode pengelasan friction Stir welding dan 180 A untuk pengelasan metal inert gas dengan di bantu alat analisis software  Ansys Ls-Dyna. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik (σ) rata – rata spesimen sambungan las menggunakan metode pengelasan MIG adalah 131,89 MPa, lebih besar dari penggunaan metode pengelasan FSW yang hanya memiliki kekuatan tarik (σ)  rata – rata spesimen 27,25 Mpa.
Analisa Pengaruh Sudut Masuk Kapal Perintis 750 Dwt Terhadap Slamming Kapal Dengan Penambahan Anti-Slamming Bulbous Bow Tipe Delta (Δ – Type) Menggunakan Metode Cfd (Computational Fluid Dynamic) Ridwan Rasoki Harahap; Eko Sasmito Hadi; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.828 KB)

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal (seakeeping) merupakan salah satu aspek penting pada perancangan sebuah kapal. Hal itu berkaitan dengan gerakan kapal dalam  merespon pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja pada kapal. Salah satu fokus dari pembahasaan analisa seakeeping yaitu masalah slamming pada kapal. Slamming adalah kejadian dimana dasar haluan kapal terangkat dari permukaan air kemudian terhempas kembali. Pemakaian anti-slamming pada kapal adalah salah satu solusi untuk mengurangi efek slamming sehingga kapal bisa berlayar dengan baik dan tidak membahayakan penumpang, peralatan kapal, muatan dan kapal itu sendiri. Pada penelitian ini, dilakukan analisa pengaruh sudut masuk dan penggunaan bulbous bow tipe Delta (Δ – type) dengan perbandingan variasi anti-slamming sebesar 20%, 25% dan 30% terhadap sarat kapal. Anti-slamming bulbous bow dan kecepatan kapal divariasikan untuk melihat probabilitas dan  intensitas slamming yang paling rendah. Sudut yang digunakan yaitu 16,72o; 19,72o; 22,72o; 25,72o; dan 28,72 o. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan delftship dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan metode Hydrodinamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukan semua variasi model memenuhi standart Seakeeping criteria Nordsfork 1987 dan  slamming probability paling baik pada sudut 22,720 terdapat pada model bulbous bow ASB3  dengan rasio tinggi anti-slamming 30% terhadap sarat dapat mengurangi probabilitas slamming sebesar 10,8% - 66,1% dari kapal existing.
PENGARUH PERBEDAAN SUHU TERHADAP KEKUATAN IMPACT ALUMUNIUM 5083 HASIL PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS Muhammad Zaki Prawira; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 3 (2015): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.42 KB)

Abstract

Alumunium terdiri dari beberapa kelompok yang dibedakan berdasarkan paduan penyusunnya. Alumunium 5083 merupakan paduan alumunium  dengan magnesium (Mg), Material aluminium 5083 mempunyai sifat tahan korosi terutama terhadap korosi air laut sehingga banyak digunakan sebagai material bangunan kapal. Perlakuan suhu dapat didefinisikan sebagai suatu kombinasi operasi suhu panas dan dingin terhadap logam dan paduannya, dimana perlakuan suhu ini diberikan pada logam atau paduan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu dan Ketangguhan suatu materialMetode impact yang di gunakan adalah metode charpy dengan mengikuti standart spesimen ASTM E 23 dan di las dengan lasan tungsten inert gas dimana elektroda pengelasan menggunakan AWS E 4043 dengan posisi 1G sambungan double v-butt joint 60º.Dari hasil pengujian di dapatkan rata-rata kuat impact pada pada suhu -20ºC sebesar 0,03 J/mm2 , pada suhu -10ºC sebesar 0,03 J/mm2 , pada  suhu 0ºC sebesar 0,04 J/mm2 , pada suhu kamar(32ºC) sebesar 0,04 J/mm2 , pada suhu 50ºC sebesar 0,05 J/mm2 dan pada suhu 150ºC sebesar 0,03 J/mm2.Dari data ini dapat di simpulkan kuat impact yang terbesar yaitu pada suhu 50ºC sebesar 0,05 J/mm2. Karekteristik Hasil pengelasan TIG aluminium 5083 terhadap perubahan suhu adalah campuran ,di lihat dari hasil perpatahan yaitu kombinasi dari ulet ke getas.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja SS 400 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Jenis Kampuh dan Posisi Pengelasan Mathews Yose Pratama; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.814 KB)

Abstract

Baja SS 400 adalah jenis baja karbon rendah yang mempunyai kadar karbon dibawah 0,3%. Pada bidag perkapalan baja karbon rendah merupakan bahan utama untuk pembuatan konstruksi kapal,seperti pada konstruksi lambung kapal. Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam perindustrian dan rangka konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las baja SS 400 dengan perbedaan jenis kampuh dan posisi pengelasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan jenis kampuh V dan posisi pengelasan 1G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 410 MPa, rata-rata regangan sebesar 41,67%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,79 GPa. Dan memiliki tegangan tekuk sebesar 569,41 MPa. Baja SS 400 dengan jenis kampuh V posisi pengelasan 2G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 411,66 MPa, rata-rata regangan sebesar 42,66%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,83 GPa. Dan memiliki tegangan tekuk sebesar 541,68 MPa. Baja SS 400 dengan jenis kampuh U posisi pengelasan 1G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 377 MPa, rata-rata regangan sebesar 39,33%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,45 GPa. Dan memiliki tegangan tekuk sebesar 558,88 MPa. Sedangkan baja SS 400 dengan jenis kampuh U posisi pengelasan 2G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 400,66 MPa, rata-rata regangan sebesar 37,67%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 7,92 GPa. Dan memiliki tegangan tekuk sebesar 555,53 MPa. RAW material baja SS 400 memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 391 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,66%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 6,06 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 515,28 MPa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan jenis kampuh V posisi pengelasan 1G memiliki kekuatan yang lebih besar dari jenis variasi lainnya. 
Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk, Komposisi dan Cacat Pengecoran Paduan Aluminium Flat Bar dan Limbah Kampas Rem dengan Menggunakan Cetakan Pasir dan Cetakan Hidrolik sebagai Bahan Komponen Jendela Kapal Afif Ardian Aziz; K Kiryanto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.364 KB)

Abstract

Aluminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan  korosi yang baik,  hantaran listrik yang baik dan salah satu bahan yang mempunyai cadangan berlimpah di dunia. Dalam dunia industri pengecoran, aluminium biasa digunakan sebagai bahan baku jendela kapal, seringkali industri tersebut memanfaatkan limbah-limbah aluminium sebagai bahan campuran aluminium agar menghemat biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis, komposisi dan juga cacat pengecoran dari aluminium paduan aluminium flat bar dan limbah aluminium kampas rem. Spesimen dibuat  menggunakan cetakan  hidrolik dan cetakan  pasir dengan perbandingan bahan baku 50:50 untuk bahan baku jendela kapal. Hasil dari uji tarik, spesimen cetakan hidrolik mempunyai hasil yang lebih baik dari cetakan pasir dengan rata-rata kekuatan tarik sebesar 12,86 kg/mm2 . hasil uji tekuk menunjukan spesimen cetakan hidrolik mempunyai rata-rata defleksi 2,71mm berbanding cetakan pasir yang mempunyai rata-rata defleksi 2,12 mm. kemudian hasil dari komposisi aluminium paduan ini mengandung kadar Al sebesar 65,89%. Dan dari uji radiography spesimen cetakan pasir lebih banyak terjadi porositas dibandingkan degan cetakan hidrolik.
ANALISA TEKNIS PENGGANTIAN MAIN ENGINE PADA KAPAL GENERAL CARGO “KM. GEMILANG” 1054 GT Mustafidurijal Mustafidurijal; Kiryanto Kiryanto; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Main engine replacement done on the ship KM. Gemilang due to technical problems. This was done because the shipyard trouble getting spare parts for the machine used an old production machinery and funds available is only enough to buy a main engine with lower power. The purpose of the preparation of this study was to determine the effect of replacing the main engine of the speed and foundation construction machinery KM. Gemilang and analyze alternative propeller used as a solution to obtain propeller designs that have high propulsion efficiency, and the optimum ratio of gear box according to a new machine. The methodology used in this study include field studies, literature study and analysis. Field studies conducted by collecting engineering drawings and interviews to parties in PT. Jasa Marina Indah Shipyard Semarang. Literature studies conducted both in the form of various reference books, journals on-line, etc. Analysis of the calculation is done by making modeling ship engine foundations, calculating ship resistance and thrust at each speed, calculate the appropriate analysis propeller specifications and provide analysis of alternative recommendation from the calculation. From these calculation, it was decided to use the power of main engine with a 1100 hp with engine data: MAN manufacturing, model: D284LE410, Type 4 stroke air, 2200 rpm, bore: 128mm, 142 mm stroke, compression ratio of 15:1, SFOC 210 lt/ h, gearbox models R6-250, dimensions 1791 x 1230 x 1105 (mm), and weighs machine 2160 kg. The result of the analysis of propeller that has the highest efficiency on the Matching Point condition is Propeller Type : B4.40, Diameter : 1200 mm, Pitch : 960 mm, Pitch Diameter ratio : 0,80, Expanded Area Ratio: 0.40
ANALISA PENGARUH ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW PADA 60M ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY MP VELOCE DI PERAIRAN LEPAS PANTAI UTARA NATUNA Amirudin, Hasan Mustofa; Zakki, Ahmad Fauzan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.28 KB)

Abstract

Slamming merupakan fenomena hydrodynamic impact yang berhubungan dengan perubahan percepatan kapal secara tiba-tiba. Perubahan percepatan yang paling besar terjadi pada haluan dan buritan kapal, yang mana terdapat acceleration dan motion paling besar. Kapal dapat mengalami  slamming karena beberapa faktor salah satunya tinggi gelombang, maka dari itu perairan Natuna dianggap tepat sebagai penerapan teknololgi Anti-slamming bulbous bow kapal karena keadaan perairanya memiiliki banyak variasi gelombang. Analisa pengaruh Anti-slamming bulbous bow ini diterapkan pada Anchor Handling Tug Supply MP. VELOCE melalui beberapa tahapan dari pemodelan kapal. Pemodelan menggunakan model yang sudah ada dan dimodifikasi bentuk bulbous bownya dengan rasio panjang  30% dan  40% serta rasio tinggi 10% dan 20% tanpa mengubah jenis dan koefisien lebar bulbous bow tersebut, namun tetap mempertahankan nilai displacement dari kapal tersebut, dilanjutkan dengan menganalisa hydrostatic sebagai validasi model lalu mencari respon gerakan di gelombang reguler pada software ANSYS AQWA, serta nilai gerak relatif haluan yang nantinya didapat spektrum  respon yang selanjutnya di kalkulasikan sehingga didapatlah nilai slamming probability. Untuk nilai slamming probability terbesar terjadi pada muatan kosong dengan tinggi gelombang 3 meter yaitu pada model 1 senilai 0,21 dan pada kondisi yang sama telah di analisa bahwa pengaruh anti-slamming bulbuous bow dapat mengurangi slamming probalility terutama pada model dengan rasio panjang40% dan rasio tinggi 20% berkurang menjadi 0,12, dengan pengurangan slamming probalility 45%, serta dalam pengujian towing tank yang di ujikan model 5 dan model 2 dimana model 5 memiliki hambatan yang lebih besar dan seakeeping yang lebih baik dari model 1.