cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Studi Perhitungan Respon Struktur Pondasi Mesin Kapal Penyeberangan 1000 GT Akibat Pembebanan Statis Febby Ari Saputro; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.993 KB)

Abstract

Sistem konstruksi menjadi salah satu perhatian utama dalam mendesain sebuah kapal, karena sistem konstruksi merupakan bagian terpenting yang berfungsi menjamin keselamatan awak kapal, penumpang dan muatan yang diangkut. Struktur pondasi mesin menjadi perhatian bagi penulis karena struktur tersebut harus menopang beban mesin induk dan menahan berbagai macam gaya yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada kapal penyeberangan 1000 GT yang memiliki 2 mesin induk, serta membandingkan apabila ketebalan pelat dan profil menggunakan tebal minimum sesuai rules BKI. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode elemen hingga dan rules yang digunakan yaitu Biro Klasifikasi Indonesia. Validasi dilakukan pada model dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai error sebesar 3,41 %. Pada peniltian ini terdapat lima jenis beban yang akan diinputkan, yaitu beban gaya akibat berat mesin 48510 N dan gearbox 15876 N, beban momen dari torsi mesin induk 4550 Nm, beban gaya dorong akibat pengaruh dari thrust block 100293 N, serta tekanan hidrostatis kapal sebesar 0,025 Mpa, sehingga diasumsikan terdapat tiga jenis kondisi, yaitu kondisi ketika kapal berlabuh, kondisi ketika kapal berlayar dan kondisi ketika kapal sedang manuver, didapatkan tegangan maksimum terjadi pada kondisi ketika kapal sedang manuver sebesar 60,708 Mpa dan nilai deflkesi sebesar 0,877 mm, dan juga didapatkan tegangan maksimum pada struktur yang telah divariasi ketebalannya terjadi pada kondisi III sebesar 111,449 Mpa dan nilai defleksi sebesar 1,381 mm, serta faktor keamanan terkecil 3,8 untuk model struktur sesuai dengan gambar konstruksi berdasarkan material yang digunakan dan 2,1 untuk struktur yang telah divariasi ketebalannya.berdasarkan material yang digunakan.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Trapesium terhadap Performa Kapal pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Syaiful Arifin; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.593 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui hambatan, nilai wake dan olah gerak kapal dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berbentuk trapesium dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, kecepatan aliran dan nilai wake serta olah gerak kapal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model bilga 6 adalah model yang paling optimal mengurangi  hambatan total kapal sebesar 7,358% pada Fn 0,28 dan 9,176% pada Fn 0,36 dengan ukuran lunas bilga 16,5 m x 0,558 m x 0,1575 m, model variasi Model Bilga 1 memiliki nilai wake paling kecil yaitu sebesar 0,18286 dan 0,1550 dengan selisih nilai wake dengan kapal tanpa bilga berkurang 36,898% dan 17,929%, sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving variasi model lunas bilga tidak terjadi perubahan dari model tanpa lunas bilga pada setiap Fn, sedangkan untuk nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model bilga 2, 4, dan 8 yang mengalami penurunan yang sama yaitu 6,05% pada Fn 0,28 dan 8,88% pada Fn 0,36 dari model kapal tanpa bilga, dan untuk nilai pitching wave heading 180° terdapat pada model bilga 2, 4 ,dan 8 yang mengalami penurunan sebesar 1,89% pada Fn 0,28 dari model kapal tanpa bilga. Dan semua kondisi hasil analisa olah gerak kapal pada penelitian ini sudah memenuhi standar Tello 2009. 
DESAIN SISTEM PENGGADINGAN PADA STRUKTUR RING STIFFENED PRESSURE HULL Sabaruddin, Alan Tigana; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.475 KB)

Abstract

Trend yang berkembang dalam perancangan kapal selam menunjukkan adanya kebutuhan untuk tingkat kedalaman yang semakin meningkat untuk sektor industri ataupun militer. Pressure hull pada umumnya memiliki konstruksi baja tebal berkekuatan tinggi dengan struktur yang kompleks dan sanggup menerima tekanan tinggi. Desainer harus mengetahui karakter tekuk (buckling) dari pressure hull dan tekanan kritis yang diterima oleh struktur. Penelitian menganalisa pressure hull dengan variasi sistem penggadingan, ketebalan pelat yang digunakan 30 mm dan ukuran profil T yang digunakan. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan buckling analysis akan dilakukan menggunakan software. Berdasarkan hasil analisa pressure hull kapal selam dengan menggunakan konstruksi ring stiffened  maka buckling load factor paling kritis adalah 0,84057. Kedalaman maksimum yang bisa dicapai oleh pressure hull model 1 adalah 126,0855 m, sedangkan pressure hull model 2 adalah 171,106 m dan pressure hull model 3 adalah 129,561 m.
Analisa Kekuatan Konstruksi Ramp Door Pada Kapal Landing Ship Tank (LST) 117 M Dengan Metode Elemen Hingga Rayroha Matonang; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Landing Ship Tank (LST) 117 M adalah kapal perang milik TNI AL yang dipergunakan mengangkut 10 unit  tank Leopard 2A4  dengan berat 60 ton dan perlengkapan senjata lainnya.Untuk memudahkan akses keluar masuk tank  yang diangkut maka kapal ini dilengkapi sebuah ramp door yang terletak dibagian haluan kapal.Ramp door pada kapal LST ini menggunakan material baja grade A BKI dengan nilai tegangan ijin bahan sebesar 235 Mpa yang memilki ukuran panjang 6130 mm,lebar 5100 mm ,tinggi 650 mm ,dan tebal plat 12 mm.Analisa kekuatan pada ramp door perlu diperhatikan untuk mengetahui beban (force) yang diterima berupa tank sehingga menyebabkan tegangan dimana tidak melebihi batas maksimum  yang diijinkan menurut kriteria bahan dan  rules BKI.Dilakukan analisa kekuatan pada ramp door menggunakan metode elemen hingga berbasis software Ansys dan pemodelannya menggunakan software berbasis CAD.Pada model ramp door kapal LST sebelum dilakukan analisa ada beberapa tahapan yaitu penentuan material model,penentuan meshing, penentuan kondisi batas(boundary condition),dan penentuan beban(force) Analisa yang disebabkan oleh beban statis tank berdasarkan empat jenis variasi kendaraan berupa Leopard,BMP3F,Panzer,dan Transporter.Hasil analisa dengan tegangan terbesar didapatkan  pada kondisi pembebanan tank Leopard sebesar 77,74 N/mm2 dan nilai deformasi sebesar 17,23 mm.Tegangan ini masih aman karena setelah dibandingkan dengan tegangan ijin berdasarkan rules BKI sebesar 175 N/mm2 menghasilkan nilai safety factor sebesar  2,25.
Analisa Tegangan Sistem Perpipaan Filling Shed Pada Terminal LPG Opsico-Pertamina Semarang Berdasarkan Jarak Support Akibat Beban Lingkungan Dengan Metode Elemen Hingga Muhammad, Bakhtiar; Yudo, Hartono; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.798 KB)

Abstract

Perancangan sistem perpipaan yang baik dan aman sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan dari proses serta menjamin keamanan. Support pada pipa berfungsi untuk menumpu pipa tersebut dari permukaan tanah yang tidak rata, sehingga dapat membuat posisi pipa tetap stabil dan tidak naik-turun karena perbedaan ketinggian akibat adanya penurunan permukaan tanah. Penelitian ini menganalisa tegangan pipa akibat besarnya jarak antar support serta akibat pembebanan oleh Berat Pipa dan Berat Fluida, Tekanan kerja pada pipa, dan Temperatur kerja pada pipa sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan tesebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM).  Dalam proses analisa menggunakan software Intergraph CAESAR II, kami mendapatkan hasil tegangan dari kondisi Sustained Load (Berat pipa dan Berat Fluida + Tekanan kerja pada pipa) bahwa tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 137892 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 115308.4 kPa. Sedangkan pada kondisi Expansion Load (Temperatur kerja pada pipa) tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 327729 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 22701.6 kPa. Untuk proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan total hasil tegangan pada pipa yang memiliki jarak support terbesar yaitu 6050 mm pada node 140-150, sebesar 6620 kPa. Sedangkan pada software Intergraph CAESAR II pada node 140-150 memiliki tegangan sebesar 6641.7 kPa untuk kondisi Sustained Load .
Analisa Perbandingan Desain Konstruksi Kapal Bulk Carrier di Perairan North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways Dengan Menggunakan Regulasi BKI Frima Daim Siregar; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1654.143 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, regulasi BKI merujuk kepada kondisi perairan Samudra Atlantik Utara, maka dibutuhkan regulasi yang tepat pada kondisi perairan Indonesia yang rata-rata tinggi gelombangnya lebih kecil dibandingkan Samudera Atlantik Utara. Data-data kapal Bulk Carrier meliputi Lines Plan, General Arragement kapal dan data perairan Indonesia dikumpulkan. Tujuannya adalah mencari nilai tegangan maksimum pada kapal di setiap gelombang yaitu di North Atlantic Waterways dan Indonesian Waterways pada variasi kondisi gelombang flat, sagging dan hogging dari kapal Bulk Carier 9000 T. Pemodelan menggunakan software Msc Patran dilanjutkan perhitungan variasi momen dengan software Hydromax, model dianalisa menggunakan Msc Nastran. Software ini dianggap memenuhi kriteria hasil yang mendekati dengan perhitungan dan model aslinya. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tegangan yang dihasilkan oleh kapal Bulk Carrier dan mendapatkan model rekomendasi untuk perairan Indonesia. Hasil analisa didapat tegangan sebesar: Kondisi shagging pada North Atlantic Waterways adalah 34,5Mpa, kondisi kondisi shagging pada Indonesian Waterways adalah 20 Mpa, pada kondisi flat adalah 10,8 Mpa, pada kondisi hogging di North Atlantic Waterways adalah 46,5 Mpa, , kondisi hogging pada Indonesian Waterways adalah 22,2 Mpa. Didapatkan hasil memenuhi dengan batas maksimum tegangan atau Safety Factor yang diperbolehkan oleh BKI yakni tidak boleh lebih dari 1,75  x 108 Pa.
Pembuatan Linesplan Menggunakan Metode Digital Photogrammetry Ibnu Fauzi Kenedy; Eko Sasmito Hadi; K Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.349 KB)

Abstract

Tidak semua kapal kayu yang telah dibuat dengan cara tradisional memiliki catatan dokumen yang disimpan. Tidak ada dokumen original yang secara objektif menggambarkan bentuk lambung atau fitur struktural dari lambung. Oleh karena itu dibutuhkan cara untuk membuat ulang dokumen dari kapal – kapal ini. Dengan kemajuan teknologi saat ini orang mampu melakukan pembuatan linesplan dengan menggunakan kapal yang telah ada. Tujuan pembuatan paper ini adalah untuk mendapatkan model 3D dan linesplan kapal menggunakan serangkaian foto. Pada paper ini, teknologi yang digunakan yaitu digital photogrammetry yang dapat mengubah foto kapal menjadi point cloud data menggunakan aplikasi Autodesk 123D Catch yang nantinya dapat dibuat menjadi model 3D dengan menggunakan aplikasi Rhinoceros untuk mendapatkan linesplan kapal dan hidrostatic dengan menggunakan aplikasi Delftship atau Maxsurf. Dari penerapan beberapa aplikasi ini dapat menghasilkan model 3D dan linesplan dari kapal kayu yang telah ada.
KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN LPG DAN BENSIN PREMIUM SEBAGAI BAHAN BAKAR MOTOR BENSIN 4 TAK PADA KAPAL NELAYAN TRADISIONAL Reza Shah Alam; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The uses of fuel gas as an alternative energy resources is the one of potential option to decrease the high number of consumption of oil fuel in human society. LPG can be a potential fuel resources to a fisherman because it is easy to find than the others gasses. This research is the technical and economical research of LPG and premium gasoline as a fuel of gasoline engine 4 stroke on a traditional fisherman ship. This research is through 2 step of primary data taken, that is laboratorium experiment that is held on engine lab of BBPPI semarang and field experiment that is held on Tanjung Mas the harbor of Semarang. The results of this research is on Honda GX 200 6,5 hp gasoline engine the using of LPG fuel at low rpm (1600 – 1800 rpm) it has a higher power, but at a higher rpm the power of premium gasoline fuel is has a higher power. The economical research is the uses of LPG fuel is more economic than premium gasoline on a operational fuel cost, but LPG uses is not economic in an set up investation.
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Terhadap Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) M. Idam Titahgusti; Sarjito Jokosisworo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan jenis logam paduan yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri, termasuk dalam industri perkapalan sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar hasil sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam penyambungan aluminium karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi pada aluminium 6061 setelah pengelasan menggunakan las TIG dan MIG dengan jenis sambungan double v-butt joint 60°. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan las dari pengelasan MIG memiliki kekuatan tarik serta regangan rata-rata sebesar 109.16 MPa dan 8.27%, yang lebih baik daripada sambungan las pengelasan TIG, yaitu sebesar 73.61 MPa dan 7.93%. Sedangkan kekuatan impak rata-rata yang dihasilkan dari sambungan las menggunakan pengelasan TIG memiliki kekuatan impak sebesar 0.063 J/mm2 yang lebih baik daripada sambungan las menggunakan pengelasan MIG yaitu sebesar 0.056 J/mm2. Perubahan struktur mikro dari sambungan las menggunakan pengelasan MIG memiliki tingkat kerapatan yang lebih baik dibandingkan pengelasan TIG, karena struktur mikro yang dihasilkan pada las MIG terlihat lebih menyatu dan dapat bersubtitusi yang terlihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone).
PERANCANGAN KAPAL TRIMARAN UNTUK PENGHUBUNG PANTAI - PANTAI WISATA DI KABUPATEN PACITAN Raden Mas Radhityo Naramurti; Berlian Arswendo Adietya; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.348 KB)

Abstract

Pacitan adalah sebuah kota di tepi pantai selatan yang terletak pada garis lintang selatan : 8' 3 – 8' 17 bujur timur 11' 2 – 11' 28. Pacitan adalah sebuah kabupaten yang terletak di penghujung barat daya provinsi Jawa Timur yang berjarak 270 km dari kota Surabaya atau 100 km dari Solo. Untuk menempuhnya kita butuh waktu 5-6 jam dari Surabaya melalui Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo.Banyak wisata alam yang terdapat di kabupaten Pacitan, diantaranya terdapat beberapa pantai- pantai yang indah seperti Pantai Teleng Ria, Pantai Srau, Pantai Klayar, dan masih banyak pantai- pantai yang terdapat di kabupaten Pacitan.Dalam hal ini diperlukan pembuatan kapal yang memenuhi syarat keselamatan agar daya tarik wisata bahari di Kabupaten Pacitan meningkat.Metode perancangan kapal pariwisata ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuannya, dengan lambung kapal berbentuk Trimaran dengan merencanakan  empat desain dan di pilih satu desain terbaik berdasarkan analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapalagar menambah tingkat keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 14,00 m, B: 7,50 m, T: 1,6 m, H: 3,00 m. Kapal pariwisata ini menggunakan dua buah tenaga penggerak berupa outboard motors dengan daya yang dihasilkan sebesar 40 HP.Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar yaitu pada kondisi I. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weakness. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal memiliki space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak, menata peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi.