cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Hambatan karena Perubahan Bentuk Lambung Monohull menjadi Katamaran pada Kapal Ferry Berbasis CFD Olivia Marlina; Wilma Amiruddin; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 3 (2019): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.719 KB)

Abstract

Mengubah konstruksi sebuah kapal monohull menjadi katamaran dapat memperluas luas geladak sehingga lebih memudahkan dalam menentukan layout/ tata letak muatan di atas geladak. Desain alternatif konstruksi ini berdampak terhadap performance kapal dan terhadap peningkatan hambatan. Peningkatan hambatan berakibat langsung kepada konsumsi BBM. Perubahan konstruksi tersebut ditinjau berdasarkan letak demihull pada variasi S/L 0,25; 0,30; 0,35 dengan variasi perbedaan B/T, S/L, Fn, L/B, dan Cb dengan metode CFD (computational fluid dynamics) sebagai metode penelitiannya. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa nilai hambatan terbesar dimiliki oleh katamaran dengan nilai S/L 0,25 sebesar 249,30 kN yang juga mempunyai nilai konsumsi BBM terbesar yaitu 18,76 liter/nautical miles. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menghitung perbedaan nilai hambatan berdasarkan perbedaan variasi bentuk lambung dari monohull menjadi katamaran dengan nilai S/L tertentu, serta pengaruhnya terhadap konsumsi BBM.
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Balok Laminasi Kayu Keruing Dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Ananda Arifin Zul Zihni; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.058 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di negara Indonesia sangat berkembang pesat, terutama di bidang konsruksi, salah satunya dengan ditemukannya material alternatif pengganti kayu sebagai bahan baku konstruksi, terutama dibidang perkapalan. Pada dunia perkapalan khususnya kapal kayu. Kapal kayu membutuhkan bahan baku dari kayu Sayangnya kayu saat ini sangat mahal dan sulit ditemukan. Oleh karena itu kita perlu inovasi untuk mengganti bahan baku kayu. Dari berbagai bahan laboratorium pengujian, diketahui bahwa bambu memiliki kekuatan tarik yang sangat tinggi, mendekati kekuatan tarik baja struktural. Selain itu, bambu berbentuk pipa, memiliki momen inersia yang besar, namun memiliki bobot yang ringan. Dengan bahaya tekuk lokal cukup rendah dan karakter alami dari bambu ringan dan fleksibel. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kadar air, kekuatan tarik, kuat tekan dari kayu laminasi dalam kombinasi keruing-petung karena perbedaan persentase variasi bahan (70% keruing - 30% petung, 60% keruing - 40 % petung, 50% keruing - 50% petung, 40% keruing - 60% petung, keruing 30% - 70% petung).Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi kayu keruing dengan bambu petung untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar  SNI 03-3399-1994  dan uji kuat tekan mengacu pada standar SNI 03- 3958- 1995. Hasil penelitian untuk untuk pengujian tekan memiliki kadar air kering udara rata-rata 10 %, berat jenis sebesar 0.7466g/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan tekan rata-rata sebesar 33.27 Mpa untuk kode k-70 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu, pengujian Tarik memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.7733 g/cm³ mengacu pada kode K-70 (varian paling optimal), dan nilai kuat tarik sebesar 145 MPa. Rekomendasi penggunaan laminasi kayu keruing - bambu petung untuk komponen kapal adalah konstruksi diatas garis air dan geladak, kelas kuat III.
DESAIN PALKA KAPAL IKAN YANG EFISIEN GUNA MELAYANI KEBUTUHAN PELAYARAN DI DAERAH ZONA EKONOMI EKSKLUSIF Furkanudin, Furkanudin; Amiruddin, Wilma; Budi S, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 2 (2014): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.729 KB)

Abstract

Persoalan overcapacity yang terjadi di dunia usaha perikanan tangkap, memberikan beberapa persoalan yang cukup pelik, menimbulkan keterpurukan dan kemiskinan pada nelayan tradisional. Persoalan yang mengemuka selain persoalan krisis sumberdaya perikanan juga persoalan bagaimana mengatasi jumlah kapal ikan yang melebihi batas kemampuan atau daya dukung sumberdaya perairannya. Jumlah kapal terbesar dan beroperasi disekitar pesisir pantai adalah kapal dengan ukuran berkisar 30GT kebawah. Jumlah kapal tersebut dapat mencapai 80% dari jumlah total kapal diseluruh Indonesia. (SPTI 2008). Untuk menghindari kondisi ini, maka kapal tersebut seharusnya diarahkan untuk dapat berlayar dengan jarak jelajah lebih jauh, yaitu masuk pada daerah ZEE.Untuk keperluan  tersebut diperlukan adaptasi yang mengkondisikan daya jelajah dan kapasitas penyimpanan yang memadai. Daya simpan kapal pembanding dianalisis melalui  metode : Cubic Number Methode, dan Multiplier Factor for Hold Volume. Ukuran kapasitas palka yang efisien sebagai hasil dari penelitian ini adalah menggunakan metode cubic number dengan nilai efisiensi 0.54, hasil tersebut didapat setelah penambahan mesin refrigerasi sebesar 75 kw pada pengurangan ½ massa es. Hasil perhitungan ekonomi didapat  payback period =1.16 tahun.
Analisis Pengaruh Hull Vane Tipe NACA 4412 Sudut 10o Terhadap Hambatan dan Seakeeping pada Kapal Perintis 750 DWT Dengan Variasi Jumlah dan Posisi Foil Hull Vane menggunakan Metode CFD Wisesa Maheswara; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.075 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi perkapalan sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, diantaranya mengurangi hambatan dan memperbaiki olah gerak kapal. Hull vane adalah fixed foil yang terletak pada buritan kapal dan di bawah garis air. Gaya angkat pada hull vane dapat mengurangi terjadinya running trim. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perancangan hull vane pada kapal, baik dalam hal jumlah dan posisi foil untuk menghasilkan hambatan  dan olah gerak kapal yang optimal. Pada penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) didalam menyelesaikan masalah dari tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada model 5 variasi double foil hull vane dengan posisi foil 2%LWL di belakang kapal dan 50%T(sarat) adalah model dengan nilai peningkatan hambatan total paling kecil dari kapal original yaitu 3,148 %, terjadi pada Fn 0,32. Sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving terbaik pada model 5 kapal yaitu double foil hull vane posisi foil 2%LWL dibelakang kapal dan 50% serta 4%LWL di belakang kapal dan 60%T (sarat)  dengan pengurangan nilai heaving sebesar 3,22 % yang terjadi pada tiga Fn yaitu 0,26, 0,28, 0,32 sedangkan  nilai pitching mengalami peningkatan dengan penambahan mencapai 3,89% s di Froude number 0,34 pada model 6.
ANALISA TEKNIS PENGGUNAAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT PEMBUATAN KULIT KAPAL DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK, BENDING DAN IMPACT Hadi, Teguh Sulistyo; Jokosisworo, Sarjito; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.583 KB)

Abstract

Serat  daun nanas saat ini banyak digunakan dalam industri – industri mebel dan kerajinan rumah tangga (UKM) karena selain mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan, dapat mengurangi polusi lingkungan sehingga nantinya dengan pemanfaatan sebagai serat penguat komposit mampu mengatasi permasalahan lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik, bending dan impak dari komposit berpenguat serat daun nanas dengan perlakuan pola anyaman variasi arah serat sudut bersilangan 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°. Sebagai matrik resin polyester.Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tarik, bending dan impak kemudian dibandingkan dengan nilai yang di ijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat daun nanas membandingkan arah serat sudut 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°, perlakuan serat pola anyaman, fraksi volume 70% matriks polyester dan 30% serat daun nanas, dengan metode hand lay up, hasil pengujian didapat nilai kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45° rata – rata kuat tariknya 34.8 Mpa dan rata – rata modulus elastisitasnya 6088.16 Mpa, sedangkan nilai kekuatan uji bending tertinggi pada sudut 22.50° dengan nilai rata – rata 144.08 Mpa dan nilai uji impact tertinggi pada sudut 45° dengan nilai 0.0375 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik,  modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat daun nanas belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai standar kekuatan tarik 100 Mpa, modulus elastisitas 7000 Mpa dan kekuatan bending 150 Mpa.
Analisa Pengaruh Temperatur Normalizing Pada Sambungan Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Terhadap Kekuatan Tarik , Tekuk dan Mikrografi Baja Karbon Rendah Hristo Anggigi; Untung Budiarto; ahmad fauzan zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1616.644 KB)

Abstract

Baja SS 400 adalah jenis baja karbon rendah yang mempunyai kadar karbon dibawah 0,3%. Pada bidang perkapalan baja karbon rendah merupakan bahan utama untuk pembuatan konstruksi kapal,seperti pada konstruksi lambung kapal. Pengelasan SMAW (Shielded-Metal Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam perindustrian dan rangka konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las baja SS 400 dengan perbedaan suhu dari perlakuan panas normalizing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen , dimulai dari mempersiapkan baja SS400, pemotongan baja,pengelasan baja , normalizing hingga uji. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor besar suhu pada perlakuan normalizing pada hasil pengelasan mempengaruhi kualitas sambungan ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan tidak diberi perlakuan apapun memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 391,02 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,85%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 182,28 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 457,1 MPa. Baja SS 400 dengan diberi perlakuan normalizing dengan suhu sebesar 900°C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 290,27 MPa, rata-rata regangan sebesar 52,29%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 150,67 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 405,68 MPa dan Baja SS 400 dengan diberi perlakuan normalizing 975°C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 289,24 MPa, rata-rata regangan sebesar 52,83%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 119,91 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 367,18 MPa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan diberi perlakuan normalizing dengan suhu 900°C memiliki kekuatan yang lebih besar daripada specimen yang diberi perlakuan normalizing dengan suhu 975°C.
Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, Tekuk dan Mikrografi Aluminium 5083 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan Media Pendingin Air Laut dan Oli Rizky Cahya Kusuma; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.145 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, tekuk dan mikrografi dari variasi perlakuan pendinginan agar di dapatkan perlakuan yang optimal diantara pendinginan dengan media air laut, oli dan tanpa pendinginan.  Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungannya single v-butt joint dengan sudut 60°. Variable perlakuan pendinginan yang di lakukan yaitu pendinginan dengan media air laut, oli dan tanpa pendinginan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendinginan dengan media air laut dan oli dalam proses pengelasan berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya, terlihat dari grafik variasi pendinginan dengan media air laut dan oli tersebut tidak selalu memiliki nilai naik dari hasil las yang tidak dilakukan proses pendinginan. Pada pengelasan dengan perlakuan pendinginan alami didapatkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi diantara media pendingin air laut dan oli, yaitu sebesar 196.48 N/mm2 dan regangan sebesar 6.91 %.  Lalu untuk kekuatan impak didapatkan kekuatan impak terbesar pada perlakuan pendinginan dengan media air laut yaitu dengan nilai kekuatan impaknya 0.42 J/mm2. Kemudian untuk kekuatan tekuk didapatkan kekuatan tekuk terbesar pada perlakuan pendinginan dengan media oli yaitu dengan nilai kekuatan tekuk 69.77 N/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu untuk kekuatan impak dan tekuk pada material las yang diberi perlakuan pendinginan alami dan untuk kekuatan tarik serta regangannya pada material las yang dilakukan proses pendinginan.
Analisa Re-Schedule Pembangunan Kapal Baru Sistem Hull Block Construction Method (HBCM) dengan Critical Path Method (CPM) Pada Kapal Tug Boat 2 x 1600 Hp Hull 062 di PT. Janata Marina Indah Unit II Krisnawati, Dina; Mulyatno, Imam Pujo; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.426 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi produksi kapal, setiap galangan mengalami perubahan sistem pembangunan kapal, dari conventional hull construction menjadi hull block construction. Keterlambatan proyek pembangunan kapal tug boat pelindo II 2 x 1600 HP Hull 062 di PT. Janata Marina Indah Unit II Semarang dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan oleh terjadinya penundaan di divisi perencanaan pengadaan material, sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan. Critical Path Method (CPM) digunakan untuk mengkaji tentang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan microsoft project.Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa waktu  pembangunan yang pada awalnya selama 342 hari dapat dipercepat menjadi 327 hari. Dengan adanya penerapan kerja lembur ini akan berpengaruh terhadap biaya produksi, khususnya biaya tenaga kerja pada kegiatan-kegiatan yang biasanya membutuhkan waktu selama 15 hari dalam penyelesaiannya. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa biaya tenaga kerja awal sebesar Rp 250.546.875,- menjadi Rp 306.009.375,-. Sehingga dengan adanya percepatan selama 15 hari tersebut akan terjadi penambahan biaya sebesar Rp 55.462.500,-  atau 22,14 % dari biaya awal.Kata kunci : Critical Path Method, Hull Construction, Microsoft Project
Analisa Kekuatan Struktur Kapal Crew Boat Setelah Dikonversi Menjadi Passenger Boat Akibat Penambahan Panjang Pada Deck Kapal Karen Octa Angelica; Hartono Yudo; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kekayaan alam. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia, maka dibutuhkan sarana untuk menunjang keberlangsungan di setiap bidang yang ada. Bidang pariwisata dan bidang industri minyak dan gas saat ini sangat diperhatikan. Kondisi minyak dan gas sedang menurun dan wisata bahari mulai banyak diminati masyarakat saat ini. MF. Horizon Star merupakan Crew boat (CB) yang dikonversi menjadi Passenger ship (PS) dengan DWT 154 ton karena kondisi industri minyak dan gas yang turun dan menyebabkan banyak  Crew Boat tidak beroperasi. Hasil konversi kapal mengalami penambahan panjang dan penambahan muatan. Sehingga perlu dilakukan analisis kekuatan kapal sebelum dan sesudah dikonversi untuk mengetahui seberapa besar tegangan maksimum yang terjadi akibat  perubahan penambahan panjang kapal dan kapasitas muatan kapal tersebut terhadap keamanan dan keselamatan kapal dengan metode elemen hingga dibantu dengan software perkapalan. Penambahan panjang pada kapal setelah dikonversi mempengaruhi tegangan yang terjadi pada kapal. Dari hasil analisa, tegangan maksimal yang terjadi pada Crew Boat saat air tenang sebesar 12,1 N/mm2, sagging sebesar -33,9 N/mm2, hogging 21,2 N/mm2. Tegangan maksimal yang terjadi pada Passanger Ship saat air tenang sebesar 19,4 N/mm2, sagging sebesar -42,8 N/mm2, hogging 29,5 N/mm2. Tegangan maksimum terbesar terjadi pada kapal setelah dikonversi yaitu -42,8 N/mm2 dengan nilai safety factor 4,1 yang masih memenuhi kriteria BKI yaitu tidak lebih dari 175 N/mm2. 
PENGARUH PENAMBAHAN FIN PADA RUDDER UNTUK MENGURANGI HAMBATAN KEMUDI KAPAL DENGAN METODE CFD (STUDI KASUS KAPAL KRISO CONTAINER SHIP) Rumapea, Marsaut Maurit; Chrismianto, Deddy; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.358 KB)

Abstract

Pemodelan pada kemudi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menciptakan kemudi dengan  hambatan yang kecil sehingga mampu mengurangi pemakaian Horse Power dengan akibat penghematan bahan bakar. Salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi hambatan kemudi kapal adalah penambahan fin pada kemudi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai drag yang paling kecil untuk kemudi KCS. Variasi yang digunakan yaitu perbedaan jumlah fin yang digunakan pada rudder yaitu 1-3 fin dengan panjang chord fin sebesar 36 % dari panjang chord kemudi. Peneliti menggunakan software ansys CFX dengan menggunakan metode CFD dalam mencari nilai nilai yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan nilai drag pada kemudi tanpa menggunakan fin sebesar 1305,3 kN, nilai drag untuk kemudi dengan 1 fin sebesar 1242,8 kN, nilai drag pada kemudi dengan 2 fin sebesar 473,6 kN dan nilai drag pada kemudi dengan 3 fin sebesar 849,9 kN. Kemudi dengan nilai drag paling rendah adalah kemudi dengan menggunakan 2 fin , dimana perubahan nilai dragnya sebesar 64 % dari nilai drag kemudi tanpa menggunakan fin, sehingga dengan hasil ini, kemudi dengan menggunakan 2 fin merupakan kemudi dengan nilai drag paling optimal dengan nilai drag sebesar 473,6 kN dan mempunyai nilai rasio L/D tertinggi yaitu sebesar 8,16.