cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
PERBANDINGAN PERFORMA HULLFORM LAMBUNG MONOHULL DAN MONOMARAN PADA KAPAL RO-RO 5000GT Sahat Parulian Sagala; Ahmad Fauzan Zakki; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.337 KB)

Abstract

Konsep desain monomaran disebut The Dutch ballast-free Monomaran concept yang merupakan tindak lanjut dari kontes desain yang didukung oleh Dutch Maritime Network. Konsep desain monomaran menawarkan beberapa keuntungan bagi kapal ro-ro, terutama fitur unsinkability untuk meningkatkan keselamatan ro-ro. Konsep monomaran menghasilkan sarat yang relatif besar pada displacement kapal kosong  daripada kapal monohull konvensional sehingga kapal memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi muatan kosong tanpa harus mengisi atau memberi ballast pada kapal. Namun, konsep monomaran memiliki luas permukaan basah (wetted surface area) yang lebih besar yang menyebabkan hambatan gesek lebih besar. Analisa performa hullform monomaran dilakukan pada kapal ro-ro 5000GT milik ASDP dengan empat variasi model. Permodelan hullform monomaran dilakukan dengan re-design terhadap kapal ro-ro monohull yang telah ada yang terdiri atas 2 model lambung round bottom dan 2 model lambung chine bottom dimana masing - masing model lambung didesain dengan kenaikan 25% dan 37,5% terhadap sarat penuh (T) kapal monohull pembanding. Pada penelitian ini ditunjukkan bahwa hambatan ro-ro monomaran 25%T chine bottom memiliki hambatan 315,01 kN dengan kenaikan 5,85% lebih besar dari monohull; monomaran 37,5%T chine bottom memiliki hambatan sebesar 331,41 kN dengan kenaikan 11,37% lebih besar dari ro-ro monohull. Pada perhitungan intact stabilitas, hullform ro-ro monomaran memiliki area kurva stabilitas yang lebih besar daripada ro-ro monohull dan mengindikasikan bahwa hullform monomaran memiliki intact stabilitas yang lebih baik daripada hullform monohull dengan kondisi  ro-ro monomaran tanpa ballast. Performa olah gerak (seakeeping) ro-ro monohull dan monomaran memiliki respon yang cenderung sama pada sudut datang gelombang Head Sea maupun Beam Sea.
Studi Kasus Keterlambatan Proyek Kapal Bangunan Baru Kapal Perintis Type 1200 GT Berbasis Manajemen Risiko Di PT. JMI Rizki Rizcola; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.33 KB)

Abstract

Pengerjaan proyek pembangunan kapal bangunan baru sering terjadi keterlambatan pada jadwal akibat risiko-risiko yang berpengaruh. Maka dibutuhkan analisa risiko dan mitigasi dalam manajemen risiko proyek. Proyek pembangunan kapal perintis type 1200 GT di PT Janata Marina Indah Semarang, dalam pengerjaannya pembangunan tersebut di ketahui mengalami delay selama 40 hari dari perencanaan pembangunan selama 882 hari. Dalam penelitian ini dibutuhkan main schedule dari pembangunan kapal tersebut, kemudian dilakukan penilain risiko dengan mengidentifikasi dan verifikasi risiko pada proyek pembangunan kapal perintis 1200 GT. Dengan menggunakan metode Monte Carlo dan Software Primavare Risk Analyst,  penelitian kali ini bertujuan untuk mendapatkan hasil berupa peringkat risiko, persentase perkiraan keberhasilan suatu proyek terhadap schedule proye dan aktivitas sensitif serta mitigasi risiko atau respon terhadap proyek bangunan baru kapal perintis1200 GT. Kemudian hasil menunjukan nilai persentase keterlambatan sebesar 4,54 % dengan delay atau keterlambatan selama 40 hari dari target pembangunan yang dicapai adalah 922 hari. Serta didapakant 12 risiko yang berpengaruh dalam pengerjaan proyek pembangunan kapal baru perintis 1200 GT dengan tingkatan 1 risiko kategori ekstim, 4 risiko kategori tinggi, 4 risiko kategori sedang dan 3 risiko kategori rendah. Risiko yang paling berpengaruh pada pengerjaan proyek tersebut yaitu keterlambatan pada supply material, perbaikan atau revisi karena rekomendasi setelah pengerjaan dan kebutuhan tenaga kerja.
Analisa Kekuatan Tarik dan Tekuk Pada Sambungan Pipa Baja dengan Menggunakan Kanpe Clear NF Sebagai Pengganti Las Ilham Chaerul Rizqi Siregar; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.385 KB)

Abstract

Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) merupakan suatu bahan yang menyerupai lapisan tipis dari polimer yang terdiri dari serat karbon, serat, dan epoxy. Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) penguatan luar dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser, lentur, dan tekan. Pada prinsipnya konsep ini digunakan menjadi bahan alternatif pemeliharaan pipa terhadap korosi, meningkatkan kekakuan dan mencegah kebocoran pada sambungan pipa tanpa membuat cacat. Proses ini dapat mengurangi kerusakan tanpa harus membuat cacat permukaan. Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi sambungan yaitu, las, resin, dan campuran. Untuk bahan resin nya digunakan Kanpe Clear NF  dan Catalyst Hardener dengan komposisi 2 : 1 (oleh berat). Hasil pengujian didapatkan kuat tarik rata - rata untuk variasi las sebesar 301,8 N/mm2, untuk variasi resin didapatkan nilai sebesar 29,0 N/mm2, dan untuk yang campuran sebesar 304,9 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 5% dari variasi las biasa, untuk hasil rata - rata pengujian tekuk variasi las didapatkan sebesar 49,6 N/mm2, untuk variasi resin di dapatkan hasil 24,0 N/mm2, dan yang terakhir untuk variasi campuran rata – rata nya sebesar 52,9 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 5% dari variasi las biasa.   
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT ARI 400 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Nofia Maranata; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.889 KB)

Abstract

Kapal TugBoat Ari adalah tipe kapal tunda yang beroperasi pada wilayah perairan sungai di pulau Kalimantan. Kapal Tugboat ini digunakan untuk menarik serta mendorong kapal tongkang pengangkut batubara dari wilayah penambangan di pedalaman pulau Kalimantan menuju laut melalui jalur sungai. Beberapa beban tarik dan beban tekan mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan terjadi pada bagian haluan kapal dan daerah sekitar towing bolder akibat gerakan menarik dan mendorong yang dilakukan kapal Tugboat. Pada daerah yang mengalami tegangan tersebut dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya dorong dan gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat, berdasarkan dua variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge dan dead weight barge. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Tugboat dengan variasi pembebanan light weight barge, dead weight barge didapatkan nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan mendorong dengan pembebanan light weight barge sebesar 42,6 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 147 N/mm2. Nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan menarik dengan pembebanan light weight barge sebesar 79,1 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 191 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standart BKI.
Analisa Pengaruh Variasi Jumlah Skeg Terhadap Hambatan dan Nilai Wake pada Kapal Ikan KM. Mino Tambah Barokah dengan Metode CFD Listyo Ardi Susanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kapal perikanan harus dirancang cepat, handal, kuat agar dapat menjalakankan fungsinya dengan baik. Skeg adalah salah satu bentuk modifikasi yang diberikan pada bagian buritan kapal yang bertujuan  untuk mengurangi hambatan kapal saat kapal melaju pada kecepatan penuh dan membantu fluida mengalir lebih halus melewati hull dan propeller. Selain hal diatas skeg juga berfungsi untuk menambah support poros menjadi lebih rigid dan tidak akan bengkok saat berputar pada putaran tinggi. Dalam tugas akhir telah dianalisa bagaimana pengaruh jumlah skeg pada bagian buritan, midship, dan haluan terhadap hambatan dan nilai Wake pada kapal ikan KM.Mino Tambah Barokah. Dari analisa didapatkan hasil dari semua variasi jumlah skeg, jumlah 4 skeg pada posisi haluan dengan bilgekeel mempunyai hambatan paling rendah sebesar 9,3624 kN, memiliki kecepatan advanced paling tinggi sebesar 0,599 m/s, dan memiliki nilai wake paling kecil yaitu 0,1171.
ANALISA HAMBATAN AKIBAT PENAMBAHAN STERN FLAP PADA KAPAL KRI TODAK MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Jefri Harumbinang; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.398 KB)

Abstract

Kecepatan erat hubungannya dengan hambatan kapal. Dengan mengurangi nilai hambatan, kecepatan maksimal dari kapal dapat lebih ditingkatkan lagi. Nilai hambatan dari kapal dapat dikurangi dengan melakukan perubahan hullform terutama pada bagian haluan, penambahan bullbos bow, atau bisa juga dengan penambahan appendage pada buritan kapal. Salah satu penambahan appendage buritan adalah Stern Flap. Pada penelitian sebelumnya stern flap mampu mengurangi nilai hambatan kapal. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD, dengan penambahan stern flap mampu mengurangi hambatan total kapal, dari 9 model variasi stern flap, didapatkan model dengan hambatan total paling kecil pada variasi kecepatan 10 knot, 20 knot dan 30 knot yaitu terdapat pada model VI dengan panjang stern flap 13% BT atau 0,863 m, lebar stern flap 6,498 m dan sudut stern flap 6o. Kesimpulannya, dari 9 model tersebut didapatkan bentuk stern flap terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model VI.
Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering Ridwan Redi Putra; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.301 KB)

Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk  memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Dalam berputarnya/bekerjanya poros baling-baling untuk menghasilkan gaya dorong, poros tersebut menanggung berbagai jenis beban akibat dari kombinasi berbagai bentuk gaya. Beban tersebut diantaranya adalah beban puntir, beban tarik dan beban tekan, dimana beban-beban tersebut terjadi secara berulang-ulang yang akhirnya akan mengakibatkan kegagalan  lelah (fatigue failure) pada material. Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan menggunakan media pendingin pelumas Mesran SAE 20W – 50 dan dilanjutkan dengan proses perlakuan panas tempering dengan menggunakan media pendingin udara suhu ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik puntir, tarik, kekerasan dan struktur metalografi pada material baja ST 60 setelah proses tempering. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 60 perlakuan panas tempering memiliki kekuatan puntir 737,72 Mpa, kekuatan tarik 853, 49 Mpa dan kekerasan brinell sebesar 325,6 BHN.
ESTIMASI HAMBATAN TOTAL KAPAL TANKER KVLCC2M DENGAN MENGGUNAKAN CFD Yan Nohan; Untung Budiarto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.373 KB)

Abstract

Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis. Ketika kapal beroperasi pada kecepatan tertentu, lambung kapal yang bergerak akan menghasilkan aliran fluida. Aliran fluida ini akan mengalir menuju buritan dan membentuk arus. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total kapal saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Hal ini pada akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis kapal pada saat beroperasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kecepatan aliran fluida setelah melewati lambung kapal dan besarnya nilai hambatan kapal yang terjadi dengan menggunakan program computational fluid dynamic (CFD).Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis computational fluid dynamic (CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, Computational fluid dynamic (CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D serta dilakukan analisa kecepatan aliran fluida pada kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan hambatan total untuk kondisi pembebanan kapal design loading dan ballast loading. Pada kondisi pembebanan kapal design loading, diketahui hambatan total pada kondisi kecepatan fn 0.27 yaitu sebesar 473,75 KN. Sedangkan pada kondisi pembebanan kapal ballast loading, hambatan total terkecil terjadi pada kondisi kecepatan  fn 0.27 yaitu sebesar 210,47 KN.
Pengaturan Wave Maker dalam Pembangkitan Gelombang Reguler dengan Variasi Kecepatan Motor Berbasis Mikrokontroler Open Hardware pada Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro Aulia Ramadhan Kopayona; Eko Sasmito Hadi; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.713 KB)

Abstract

Penelitian dan pengujian dalam teknologi perkapalan sebagian besar menggunakan modelling dan diuji coba pada Towing Tank. Pengujian Towing Tank dapat menghasilkan nilai olah gerak dan hambatan suatu kapal. Olah gerak kapal yang terjadi pada Towing Tank dihasilkan oleh gelombang air yang dihasilkan Wave Maker dengan membangkitkan gelombang air. Penelitian ini mengatur kecepatan putaran motor listrik dengan menggunakan metode Pulse Width Modulation (PWM) berbasis mikrokontroler open hardware yang terhubung pada wave maker dan mendapatkan hasil pengujian, alat ini dapat menghasilkan 13 variasi kecepatan putaran motor listrik akan tetapi hanya 4 variasi yang diteliti. Berdasarkan hasil uji coba pengukuran tinggi gelombang tertinggi dihasilkan pada 100% kecepatan putaran motor dengan nilai tinggi rata-rata 49 mm, panjang gelombang terpanjang dihasilkan pada 50% kecepatan putaran motor dengan nilai panjang rata-rata 81,6 cm, periode gelombang tertinggi dihasilkan pada 50% kecepatan putaran motor dengan waktu 1,563 sekon, dan kecepatan rambat gelombang tercepat dihasilkan pada 100% kecepatan putanan motor dengan kecepatan rata-rata 77,664 cm/s. Hasil dari penilitan ini digunakan sebagai data yang diolah dalam menentukan tinggi, panjang, periode dan kecepatan rambat gelombang yang dikehendaki dalam pengujian olah gerak di Towing Tank Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro.
Studi Karakteristik Getaran Global Kapal Supply Vessel 70 m dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Zaenal Arifin; Ahmad Fauzan Zakki; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.965 KB)

Abstract

Getaran yang terjadi pada kapal memiliki efek samping yang berpengaruh cukup besar terhadap ketahanan kontruksi kapal itu sendiri. Kontruksi kapal yang secara terus-menerus mengalami getaran beresiko besar mengalami kegagalan struktur karena getaran itu sendiri bersifat merusak. Setiap benda pasti memiliki frekuensi natural yang menyebabkan resonansi bila nantinya terpengaruh dari adanya gaya eksitasi dari luar sistem tersebut. Agar menghindari adanya resonansi pada sistem, frekuensi natural haruslah dihindari. Pada penelitian ini ditunjukan nilai dari frekuensi alami yang dimiliki oleh hull kapal supply vessel tersebut. Dalam proses analisa menggunakan software MSC/NASTRAN proses meshing sengaja diperbesar dimensi dari tiap elemen untuk memudahkan penyebaran gaya. Dari 20 hasil frekuensi yang ditunjukan terdapat 3 hasil frekuensi yang menunjukan respon sebagai global vibration, yaitu 4,7158 Hz menunjukan 2-node vertical vibration mode ; 6,0581Hz menunjukan 1-node torsional vibration mode ; 6,672 Hz menunjukan 3-node vertical vibration mode ; 9,1766 Hz menunjukan Predominant 1st mode shapes of the coupled horizontal-torsional.