cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Optimasi Centerbulb Berbentuk Elips pada Kapal Catamaran untuk Memperkecil Nilai Hambatan Menggunakan Metode RSM (Response Surface Method) Agusta Ndururu
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Katamaran merupakan suatu jenis kapal yang telah banyak digunakan untuk berbagai tujuan. Penggunaan Kapal Katamaran yang telah meluas membuat banyak kalangan yang ingin meneliti jenis kapal ini, dan salah satu objek yang penting untuk diteliti adalah mengenai Hambatan Kapal Katamaran. Salah satu cara untuk memperkecil nilai hambatan pada kapal katamaran adalah dengan penambahan centerbulb pada demi-hull kapal katamaran Dalam penelitian ini, centerbulb pada kapal katamaran akan dioptimasi dengan menggunakan metode RSM (Response Surface Method). Pembuatan model kapal dan model centerbulb dilakukan dengan menggunakan software Maxsurf Modeller dan Rhinoceros 4.0, dan dilakukan simulasi menggunakan software berbasis CFD.  Setelah data di olah menggunakan metode RSM , melewati tahap Orde 1 , Steepest Descent dan Orde 2 maka dihasilkan sebuah persamaan respon. Persamaan ini menghasilkan plot permukaan minimum yang terbentuk dari nilai-nilai minimum pada analisa hambatan. Model Centerbulb yang didapat dari persamaan dengan ukuran diameter 0.05168 m dan panjang 0.18598 m merupakan model yang paling optimal yang mampu menurunkan nilai Hambatan Total sebesar 16,29 % pada Fn 0.6.
STUDI PERANCANGAN DAN ANALISA OLAH GERAK KAPAL LANDING SHIP TANK (LST) KAPASITAS 25 UNIT TANK LEOPARD 2A6 Roni Rahmad S; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.002 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara maritim yang memiliki ribuan pulau yang tersebar di seluruh nusatara. Dari faktor geografis inilah diperlukan suatu sistem transportasi yang efektif dan efisien untuk mendukung mobilitas militer secara keseluruhan. Selain itu juga dibutuhkan sebuah alat transportasi untuk mendukung supply alutsista militer yang ada. hingga tahun 2024 pada saat MEF tersebut dibuat pada tahun 2004, TNI AL telah memiliki 28 kapal LST dari berbagai kelas kapal. Dari kekurangan 13 kapal LST. Dalam penelitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA: 174,36 m, LWL: 171,85 m, B: 16,8 m, T: 3,9 m, H: 6,9 m. Dari analisa hidrostatik yang dilakukan pada kapal Landing Ship Tank ini didapatkan displacement kapal 8196,2 ton, Cb: 0,71, LCB: 84,87 m. Kapal ini menggunakan memiliki kapasitas bisa menampung 25 unit Tank leopard 2A6, 1 unit Helikopter Puma dan Personil militer sebanyak 395 orang. Dan kapal ini menggunakan  diesel generator  Caterpillar 3608-3084 Hp Inboard motor model 4-stroke – Cycle Diesel sebanyak dua buah yang di letakkan di kamar mesin kapal.
Studi Perancangan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran untuk Perairan Indonesia Ilham, Rizaldy; Zakki, Ahmad Fauzan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.39 KB)

Abstract

Ketimpangan rasio antara jumlah ketersediaan ikan dengan frekuensi penangkapan pada wilayah perairan dangkal kurang dari 12 mil laut berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan. Permasalahan tersebut muncul karena hampir 95% nelayan nasional menggunakan kapal ikan yang tidak bermesin ataupun kapal bermesin dibawah 30 gross tonnage (GT), dan menggunakan alat tangkap tradisional sehingga mengurangi lingkup eksplorasi serta kuantitas hasil tangkapan. Selain itu, penanganan hasil tangkapan yang tidak mengikuti prosedur yang benar, karena tidak tersedianya fasilitas cold storage pada kapal juga memperburuk kualitas tangkapan. Karena permasalahan tersebut maka di rancang Fish Processing Vessel yang memiliki fasilitas untuk bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan ikan. Fish Processing Vessel dirancang dengan panjang LPP 85,90 m, LOA 94,70 m, lebar 25,60 m, sarat 5,74 m, dan kecepatan 17 knot.  Kapal ini dirancang untuk  perairan Indonesia dan juga dianalisa olah geraknya dengan acuan nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling, MSI dan MII pada tinggi gelombang 1,25 m, 1,875 m dn 2,5 m pada sudut heading 0o, 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Perancangan Kapal Selam Tipe Tumblehome Hull Dan Karakteristik Meri Nugraha; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.193 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Pulau natuna adalah salah satu kepulauan yang memiliki sumber daya alam gas bumi. Namun natuna akhir-akhir ini sedang ada permasalahan konflik dengan negara cina tentang perebutan sengketa hak milik pulau natuna  yang sebabkan oleh sumber kekayaan yang banyak di pulau natuna. Dengan ini dari sektor kebutuhan suatu Negara untuk mempertahankan negaranya berupaya mengembangkan teknologi terbaru khususnya di bidang maritime untuk kapal selam tersendiri banyak bervariasi dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih. Terlebih kompleksitas kapal selam modern tipe tumblehome hull. perancangan dengan metode trend curve approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. perhitungan hambatan dengan menggunakan software TYDN CFD, perhitungan stabilitas dihitung pada sudut 0 -900 dengan kriteria IMO, hidrostatik dan equilibirum dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan. Ukuran utama yang didapat adalah LOA = 79,5 m,  H=9,72 m, T=7,92 m, B=9,6 m CB = 0,543. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan manual dan di validasikan dengan software maxsuft dan TYDN CFD untuk kapal menyelam 348,099 KN untuk kecepatan 20 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 3212 m3 dan volume submerged 5491,481 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Skenario ballast kapal daat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibirum. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 3,565 m pada 900 dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt.
ANALISA TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN BALLAST LANDING CRAFT TANK 200 GT Rizki Hidayatullah; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.298 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank 200 GT adalah kapal komersial yang  mampu mengangkut penumpang dan juga mengangkut kendaraan dalam ukuran yang relatif besar. Kapal ini dilengkapi dengan sistem perpipaan ballast. Dalam rute pelayarannya mengharuskan kapal pada saat beroperasi mengalami pengaruh dari gelombang air laut, yaitu gelombang hogging dan sagging yang berulang-ulang serta tegangan yang terjadi akibat dari tekanan gelombang dari luar, hal ini akan berpengaruh pada kekuatan pipa ballast yang letaknya tepat bersinggungan dengan kontruksi bottom kapal. Maka secara garis besar perencanaan sistem perpipaan ballast ini membuat suatu perpipaan yang mempunyai tingkat tegangan pada batas yang diijinkan dan bisa diterima oleh perpipaan tersebut. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui besarnya tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan ballast pada LCT 200 GT berdasarkan dua variasi kondisi, yaitu gelombang hogging dan sagging. Hasil penelitian menggunakan ANSYS didapatkan tegangan maksimal model pada kondisi hogging dengan tekanan sebesar 335,12 x 103 N/mm2 yaitu  terjadi pada nodal 36607 sebesar 344,92 N/mm2. Tegangan ini masih dalam kondisi aman karena setelah dibandingkan dengan σijin sebesar 360 N/mm2 berdasarkan rules BKI menghasilkan nilai safety factor sebesar 1,04. Pada model kondisi sagging dengan tekanan sebesar 107,69 x 103 N/mm2 didapatkan tegangan maksimal yaitu  terjadi pada nodal 51801 sebesar 325,32 N/mm2. Tegangan ini masih dalam kondisi aman karena setelah dibandingkan dengan σijin sebesar 360 N/mm2 berdasarkan rules BKI menghasilkan nilai safety factor sebesar 1,11.
ANALISA KEKUATAN PIPA HOLLOW BERBENTUK PERSEGI EMPAT YANG DIBERI BEBAN MOMEN BENDING Ruben Josua L. Tobing; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi pipa segi empat berongga mempunyai dua prinsip mendasar yang sangat penting, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan dari material pipa itu sendiri. Kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segi empat berongga adalah buckling atau tekuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan karakteristik pipa segi empat berongga, yang divariasikan 18 model pipa berbentuk square dan 18 model pipa berbentuk diamond. Pipa  dimodelkan dengan ukuran a/b = 1; a = 50, 10; a/t = 50, 100, 200; L/a = 50, 100, 200 menggunakan momen bending dan dianalisa menggunakan metode elemen hingga. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja dengan nilai yield stress 2.15 x 108 Pa, dan modulus elastisitas nya 2E+11 Pa.  Momen bending diberikan pada tengah ujung pipa, dan boundary condition diletakan di tengah pipa untuk mengatahui Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pada setiap pipa. Hasil penelitian menunjukan nilai CSOD pipa square ukuran a = 50, a/t = 200, L/a = 50 sebesar 0.012 mm dengan moment buckling sebesar 2.12 x 101 Nm, dan nilai CSOD pipa diamond  ukuran a = 50, a/t = 200, L/a = 50 sebesar 0.0237 mm dengan moment buckling sebesar 2.37 x 101 Nm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai deformasi dan moment buckling pada pipa bentuk square lebih kecil dari pada pipa bentuk diamond, dan semakin besar nilai a dan L/a maka nilai deformasi dan moment buckling yang terjadi juga semakin besar.
ANALISIS TEKUK KRITIS PADA PIPA AKIBAT TEKANAN INTERNAL Andreas Geraldine A; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.461 KB)

Abstract

Pipamerupakan suatu struktur yang digunakan untuk pendistribusian fluida di dalam memenuhi kebutuhan manusia dan industri. Kekuatan struktur pada pipa perlu di perhatikan dalam suatu industri. Tekanan internal yang terjadi pada pipa dapat menyebabkan kegagalan struktur yaitu berupabuckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini, model pipa divariasikan menjadi duabelas macam berdasarkan panjang, diameter dan ketebalan. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan sifat material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap pipa. Untuk analisa elasto-plastis, Pressure buckling berkisar 1.7 x 107 Nm dikarenakan material bersifat elastis karena yield stress dari material tersebut.Semakin panjang pipa yang dimana perbandingan L/D semakin besar makan besarnya pressure buckling semakin besar tetapi efek tekanan internal yang berkerja semakin kecil sehingga membuat konstan.
Analisa hambatan kapal perintis 750 DWT akibat penambahan wedge dengan variasi sudut dan bentuk menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Haryadi, Ricky Tri; Hadi, Eko Sasmito; Zakki, Ahmad Fauzan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.169 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan saat ini sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, teknologi itu diantaranya adalah mengurangi hambatan kapal. Salah satu inovasi untuk mengurangi hambatan kapal adalah dengan menambahkan wedge pada kapal. Wedge adalah suatu tambahan bentuk yang menempel di lambung kapal bagian buritan kapal dan di bawah garis air yang dapat memperbaiki aliran air pada area buritan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan desain wedge terbaik dalam variasi bentuk dan sudut untuk menghasilkan hambatan mana yang paling baik. Pada penelitian ini penulis menggunakan software Rhinocheros untuk merancang desain dan menggunakan software berbasis CFD untuk mendapatkan hasil simulasi yaitu Tydn. Hasil analisa dalam penelitian ini menghasilkan hambatan pada model variasi terjadi pengurangan dan penambahan. Pengurangan hambatan terjadi pada model stern flap pada setiap sudut dan kecepatan, pengurangan hambatan terbesar terjadi  di kecepatan rendah 10 knot pada sudut 2 derajat sebesar 4,23%. Penambahan hambatan terjadi pada model trim wedge sebesar 2,61% dan trim wedge flap sebesar 8,92%. Faktor terjadinya penambahan dan  pengurangan hambatan karena distribusi tekanan dan pola aliran air yang terjadi di daerah buritan kapal. Dari ketiga model tersebut yang memiliki nilai hambatan terkecil dan efisien adalah model stern flap.
Analisa Perubahan Geometri, Ukuran Dan Bentuk Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Hanif Hisyam Hernanta; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.676 KB)

Abstract

Kapal katamaran memiliki stabilitas yang sudah cukup baik, akan tetapi di sisi lain muncul permasalahan yaitu pada hambata kapal katamaran yang menjadi lebih kompleks dikarena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Kondisi ini berakibat pada bertambahnya hambatan gelombang karena hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari keadaan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb berbentuk foil pada kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35; Fn = 0,40; Fn = 0,45; dan Fn = 0,50), penambahan dan variasi dimensi centerbulb. Hasilnya pada setiap kecepatan dapat mengurangi hambatan total sebesar 11,09 – 19,86 % dari model original kapal tanpa centerbulb.
Analisa Teknis & Ekonomis Perancangan Sistem Pencegahan Korosi Pada Lambung Kapal, Dengan Variasi Sistem Pencegahan Menggunakan ICCP (Impressed Current Cathodic Protection) Dibandingkan dengan SACP (Sacrificial Anode Cathodic Protection) Benny Syahputra; Sarjito Joko Sisworo; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.945 KB)

Abstract

Perlindungan badan kapal terhadap korosi dengan menggunakan metode perlindungan katodik pada prinsipnya adalah sel elektrokimia untuk mengendalikan korosi dengan mengkonsentrasikan reaksi oksigen pada sel galvanik dan menekan korosi pada katoda dalam sel yang sama. Pada proteksi katodik, logam yang akan dilindungi dijadikan katoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Ada dua macam proteksi katodik yaitu Sacrificial Anode Cathodic Protection (SACP) dan Impressed Current Cathodic Protection (ICCP). Dilakukannya penelitian tentang analisa teknis & ekonomis perancangan sistem pencegahan korosi pada lambung kapal, dengan variasi sistem pencegahan menggunakan ICCP dibandingkan dengan SACP, kedua sistem dibandingkan dalam jangka 20 tahun, dari segi teknis dengan menggunakan perbandingan perhitungan sesuai standar DnV, yang dibandingkan dari tahap desain, tahap instalasi, dan maintenance, dari segi ekonomis perbandingan dibedakan dari tahap pengadaan komponen-komponen sistem, tahap instalasi, dan tahap maintenance. Data perbandingan diperoleh dengan perhitungan sesuai standar, studi literatur, diskusi dan interview. Hasil perhitungan perbandingan yang diperkirakan selama 20 tahun, dari segi teknis kedua sistem memenuhi standar yang berdasar pada sistem perhitungan standar DnV B-401, sedangkan dari segi ekonomis, biaya untuk sistem ICCP sebesar Rp. 203.605.000,00 dan sistem SACP sebesar Rp. 526.770.000,00, sehingga lebih ekonomis menggunakan sistem ICCP sebesar Rp 323.165.000,00 atau 38,65% dari biaya untuk sistem SACP